Nyan : NEKOLOVER-NYAN LOGGED IN!

Ace : Ribut mulu sih kau!

Nyan : Biar rame, Ace.

Ace : *sweatdrop* ini anak satu… minta dibakar dulu rupanya.

Nyan : A-A-ACE HIDUP LAGI? *shock berat* *baru sadar*

Ace : Ini fanfic, BODOOH! Hhh. Biar cepet, Odacchi yang bikin One Piece. Selesai.

"Terkenal?"

A One Piece FanFiction by NekoLover-Nyan

Disclaimer : One Piece Eiichiro Oda-sensei

Genre : Adventure, Humor

Warning : Slight Yaoi, Typo, Ga jelas, de-el-el.

Rated : K+ to T

Sanji dan Zoro akhirnya kembali dari kota menuju Thousand Sunny, dengan masing-masing mendapatkan satu buket mawar merah dari penggemar (mungkin fanatik) mereka. Sanji pulang dengan muka berseri-seri, dan Zoro dengan raut muka shock, karena ia belum pernah dikerumuni orang yang mengerubunginya (jika mereka musuh, ia tak keberatan membantai mereka. Bahkan dengan senang hati.).

Di kapal, mereka adalah yang pertama datang (Kecuali Usopp, yang tidak ingin pergi dan menjaga kapal).

"Ooh, kalian sudah kembali. Eh- buket apa itu?" Tanya Usopp pada Sanji dan Zoro yang baru saja menaiki kapal. "Hm? Ini? Ini berisi mawar merah." Jawab Zoro datar, tanpa intonasi. Usopp terkejut. "KAU INGIN MELAMAR WANITA, ZORO?" Usopp pun dengan sukses mendapat hantaman tendangan maut Sanji. "BUKAN, BODOH!" Teriak Sanji.

Tunggu.

Hantaman tendangan maut… Sanji? (tidak, ini bukan typo. Saia 100% yakin.)

Zoro melongo. "… Mengapa kau yang marah?" Kontan raut wajah sang koki memerah. "M-mana aku rela Nami-san dan Robin-chan menjadi tunanganmu, b-baka!" Kilah Sanji terbata-bata.

Sayangnya, sebelum Zoro sempat mengatakan apa-apa, anggota kru yang lain pun mulai berdatangan. Urutannya : Nami, Luffy, Robin, Franky, Brook, lalu Chopper. Sanji pun mendapatkan kesempatan untuk menyelinap ke dalam dapur, berpura-pura menyiapkan makan malam.

~~ oo-ooo-oo ~~

Makan malam pun telah dihidangkan di depan para kru. Mereka makan dengan lahap, karena memang mereka belum memakan apa-apa di kota.

Oke, mungkin (atau malah pasti) Luffy sudah makan tadi.

Setelah hidangan di depan mereka telah habis, mereka menceritakan pengalaman yang mereka alami di kota.

"Eh, tahu tidak? Tadi di kota aku, Luffy, dan Robin dikerumuni penggemar lho!" Kata Nami semangat, yakin bahwa dirinyalah satu-satunya yang berpengalaman seperti itu. Sayang, Ia dikecewakan.

"Aku juga! Tapi aku dikerumuni anak-anak…" Keluh Chopper, seraya menghela napas. "Aku juga, Nami-san! Aku dan si marimo ini malah sampai diberikan buket mawar merah… Kota yang sangat aneh…" Lapor Sanji yang ikut memasuki pembicaraan.

"Oh iya, tadi aku sudah menanyakan kapan log akan beradaptasi. Sekitar… 5 hari. Selama itu, kita bisa pergi ke kota." Kata Nami, diikuti anggukan mengerti seluruh kru. "Berarti kapal kita dan kita akan menjadi tontonan para warga… Bertahanlah, oke?" lanjut Nami lagi, menutup pembicaraan makan malam.

~~ oo-ooo-oo ~~

Keesokan harinya, benar saja perkataan Nami kemarin. Saat Brook membangunkan para kru dengan lagunya yang berisik itu, di luar kapal terjadi keributan. Para kru berbondong-bondong keluar, dan seketika itu juga para 'fans' mereka langsung berteriak kencang, memanggil nama berbagai anggota kru.

"KYAA LUFFY~..! AISHITEIRUU!" Luffy tertawa mendengarnya.

"ZOROO! AKU CINTA DIRIMUU~…" Zoro merinding disko mendengarnya.

"SANJI-KUN! PELUKLAH DIRIKUU! (Pria berusia 30 tahunan)" Sanji pingsan kejang-kejang mendengarnya. Dengan busa di mulut sebagai bonus.

"Chopper! Kau imut sekalii~…!" Chopper noodle dance mendengarnya.

"Nami! Robin! Main dengan kitaa! (pria2 botak berotot)" Nami mundur, Robin terdiam shock.

"USOPP! BERHENTILAH BERBOHOONGG!" Usopp pundung di pojokan mendengarnya.

Teriakan terus berlanjut sampai makan siang. Mereka masuk kembali ke dalam kapal, menuju ruang makan.

Entah kenapa tadi tak ada yang menyebut nama Brook dan Franky. Mereka berdua pundung di pojok ruangan (bersama Usopp).

"Ada apa sih dengan kota ini?"

~~ TO BE CONTINUED? ~~

Nyan : Nyaa~… Selesai juga chapter 2-nya… duh capek nih, update kilat…

Review ditunggu! Flame… mohon jangan.

NekoLover-Nyan, logged out!