Hai minna-san thanks yang udah review fict gaje saya.. maaf saya belum bisa balas reviwnya..
Langsung aja ini chapter 3
Semoga lebih baik..
Pair: Ichiruki
Genre: Adventure, Hurt/Comfort, Fantasy, Romance
Rated: T
Disclaimer: Tite Kubo selalu memiliki BLEACH walau saya menjadi gila akibatnya.. *PLAAK*
Warning: OOC, GAJE, GA NYAMBUNG.. DLL
.
Kesunyian hadir diantara kedua orang yang saling berhadapan satu sama lain. Terpaku dengan pikiran masing-masing. Ketegangan, kebimbangan, kebingungan.. melanda pikiran dan perasaan mereka. Sungguh kenyataan yang agak aneh.. betul kan? Coba bayangkan, bertemu dengan sesuatu yang sulit bukankah hal yang mengagetkan? Hal ganji, yang merupakan sebuah keajaiban..
'Ya, tuhan.. Laki-laki ini.. Mirip sekali dengan pria kecilku.. Apa dia memang.. Tapi, apa mungkin?' Rukia sangat bingung dan takut akan kenyataan yang nampak di hadapannya. Walau ingin bertemu pria kecilnya, untuk saat ini ia tak siap sama sekali.
'Wanita ini.. Apa mungkin.. Tapi, ia kakak Lucia..' Sama dengan Rukia, Ichigo pun berkecamuk dengan hati dan pikirannya, melihat nyata bahwa sang wanita dihadapannya begitu mirip dengan peri-nya. Namun, logikanya berpikir tak mungkin. Bagaimana mungkin, seorang peri mempunyai adik manusia. Bukankah itu hal ganjil?
Detik demi detik berlalu..
Kedua orang tersebut masih sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing..
Semua kesunyian pun hilang diakibatkannya hadir seseorang sebagai orang ketiga diantara mereka..
"Kakak? Ichigo? Kok kalian diam saja? Kenapa tidak bicara? Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" berkata dengan bingung Lucia karena melihat tingkah aneh yang ditunjukkan kedua orang dihadapannya..
"Haah?" Jawab kedua orang yang ditanya bersamaan.
"Tuh, kalian bengongkan? Kalian pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Lucia penasaran..
"Heh? Ya, tentu tidak Lucia.. Ini pertama kali bertemu dengan temanmu ini. Siapa tadi namanya? Kakak lupa.." Jawab Rukia dengan lebih tenang.
"A-aku.. Ichigo, Ichigo Kurosaki.. Iya, mana mungkin? Bukankah kakakmu baru pulang dari Amerika?" Angkat bicara Ichigo menanggapi kecurigaan Lucia.
"Eh, iya juga sih.. Hahaha.. Aku bodoh sekali ya?" Tawa Lucia, atas kecurigaannya.
"Nah,kan? Siapa Ichigo ini? Kekasihmu?" Tanya Rukia jail, sampai-sampai membuat Lucia blushing.
"Tidak. Kami hanya teman.. Aku, hatiku telah ku berikan kepada seseorang.. Sejak lama.." Jawab Ichigo dengan santainya, tak sadar telah melukai hati seseorang. Mungkin readers mengetahui yang saya maksud..
Sejenak suasana menjadi hening, dan Rukia sendiri pun jadi teringat dengan pria kecilnya. Hatinya pun merasa bahwa pria yang ada dihadapannya saat ini adalah seseorang yang ingin ia cari..
Keheningan itu akhirnya dicairkan dengan suara gengsi yang diucapkan seseorang.
"Huh! Kakak yang benar saja! Aku? Dengan si jeruk bodoh ini? Mana mungkin.. Idiiih.. Jangan kegeeran ya, jeruk?" Sangsinya sambil memandang remeh Ichigo.
"Aku juga. Percaya diri sekali kau pendeeek!" Ejek Ichigo tak mau kalah.
"Jeruk!"
"Pendek!"
"Tiang listrik!"
"Ceboool!"
Akhirnya terjadi perang dunia *plak* antara mereka. Rukia pun tersenyum melihat tingkah konyol kedua orang yang sedang bersamanya.
"Sudah, jangan mengejek-ejek terus. Kalau memang tidak ada apa-apa antara kalian ya, santai saja haha.." Rukia mencoba menenangkan Lucia dan Ichigo sambil menyesapi tehnya.
.
.
.
.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Ichigo berpamitan pulang.. sedari tadi pikiran Ichigo melayang memikirkan sesuatu.. Hmm.. Mengajak kak Rukia jalan-jalan? Haha.. Ide yang sedikit nekad ini ia piker dengan berbagai pertimbangan matang. Ia penasaran dengan Rukia, sangat..
"Aku pamit ya.. Terimaksih.. Ehh? handphone ku? sepertinya tertinggal" Sebenarnya itu adalah strategi Ichigo
Agar Lucia kembali ke dalam rumah untuk mengambilkan hand phonenya.. Semoga saja..
"Biar-" Kata-kata Rukia pun terpotong oleh Lucia, dan batin Ichigo pun loncat kesenangan, karena rencananya sukses.
"Aku saja kak." Lucia pun pergi ke dalam meninggalkan Rukia dan Ichigo dalam keheningan.
Keheningan pun terpecahkan oleh suara Ichigo.
"Rukia, boleh ku panggil begitu? Aku ingin bertanya banyak hal.. Padamu.." Ichigo menghela nafas
"Aku ingin memastikan sesuatu hal.." Ichigo berbisik pada Rukia dengan mesra, merasa tak asing dengan gadis yang baru ia temui beberapa jam yang lalu. Membuat jantung sang gadis berdetak lebih cepat.
"Nanti malam ku tunggu di taman kota. Kau harus datang.. Aku menunggumu.." Senyum penuh misteri terpancar diwajah tampannya.
"Eeeh? B-baiklah.." Jawab Rukia agak gugup.
"Mmmhh.." Ichigo mengecup pelan telinga Rukia, ada hasrat keyakinan dirinya bahwa gadis ini peri pelindungnya.
.
.
"Ini, jangan pelupa! Dasar tua!" Ejek Lucia.
"Huh, aku lupa karena kau sedari tadi bawel sekali!" Sanggah Ichigo
"Sudahlah.. Lucia, temanmu mau pulang jangan kau ejek lagi" Rukia mencoba menghentikan adegan pertempuran bagian kedua.
"Iya, iya.."
"Aku permisi!" Ichigo pun segera pergi dan Rukia sadar Ichigo tersenyum penuh misterius kepadanya.
'Dasar.. Membuat jantungku tegang saja' ucap batin Rukia
"Kakak?" Panggil Lucia yang melihat senyuma aneh dari sang kakak.
"Ya? Kenapa?"
"Apa yang terjadi selama aku ke dalam? Hayoo.. hayoo.." Ejek Lucia, walau hatinya tak berharap terjadi sesuatu antara Ichigo dan kakaknya.
"Tak apa. hanya temanmu itu lucu ya? Hahaha"
"Apanya? Menyebalkan begitu!" Protesnya karena Ichigo selama ini selalu menganggu pikirannya. Tentu hanya dia dan tuhan yang tahu.. Juga author tentunya *PLAK*
"Iya, kita masuk yuk! Kakak mau jalan-jalan nanti ke perpustakaan. Kau tak bias ikutkan? Banyak PR?"
"Haha. Ya, menyebalkan! Tapi, jangan sampai kakak tersesat ya?"
"Tenang saja.."
.
.
.
Waktu pun berlalu.. Siang berganti malam.. Keheningan menemani langkah seorang gadis mungil yang berjalan ditengah sebuah taman yang sepi.. Mungkin akan aneh melihat gadis dimalam hari berjalan sendirian..
'Kemana Ichigo?'
Sambil mencari-cari sosok yang ingin ia temui, padahal sudah 25 menit ia mengitari taman. Tapi, sosok pria itu tak terlihat.. Ketakutan mulai melanda pikirannya.. Takut Ichigo hanya mempermainkannya.. Atau ia yang terlalu percaya diri? Mana mau pria muda seperti dirinya berjalan dengan wanita yang lebih pantas menjadi kakaknya.. akhirnya lamunan Rukia terpecahkac denagn suara yang tak asing ditelinganya..
"Kau, datang juga akhirnya periku.." Suara itu berasal dari balik pohon maple dibelakang Rukia.
Karena penasaran akan sosoknnya, tepatnya untuk membuktikan pendengarannya tak salah, Rukia pun berjalan ke nalik pohon itu.. Dan sosok yang ia temui pun taengah bersandar pada batang pohon, tangannya masuk ke dalam saku jaket merahnya, dan pria itu pun tersenyum hangat menyambut gadis yang ia tunggu sejak 30menit yang lalu..
"Kau- sejak kapan..-"
"Aku mengawasimu sejak tadi, yang pasti aku datang sebelum dirimu" Sergap Ichigo memotong ucapan Rukia.
"Eeeh? Oh.. hahaha.. Maaf, tapi aku tak terlambatkan?" Rukia tersenyum senang karena ternyata dugaannya salah.
"Tidak, kau tepat waktu Rukia.. Atau mungkin tepatnya kau adalah jelmaan dari my fairy?"
"Eh? Aku.. Apa kau pria kecil itu? Yang ku selamatkan disungai?"
"Tepat sekali.. Aku rindu padamu.. Sejak lama aku berharap dapat bertemu denganmu kembali.."
"Emm.. Aku juga.. Aku datang kembali ke sini untuk bertemu denganmu.. Aku kakak angkat Lucia, aku.. Sekolah ke Amerika sebagai alasan kepada kakakku. Dia tak mungkin mengizinkan aku bertemu denganmu kembali.."
"Aku mengerti.. Sekarang kita ditakdirkan berjumpa kembali, aku akan menjagamu.. Aku janji.." Dengan lembut dan penuh perasaan Ichigo memeluk erat tubuh mungil dihadapannya, ada rasa rindu yang meruak dari dalam hatinya.
"Iyah.. Aku percaya.. My little prince.. Aku percaya padamu" Rukia pun balik memeluk Ichigo dengan erat seakan-akan tak ingin berpisah dengan pria yang ia cari-cari selama ini. Mereka terus berpelukan diiringi cahaya bulan dan tiupan halus angin malam yang membelai rambut dan tubuh mereka.
Malam semakin larut makin membuat 2 insan tersebut semakin larut dalam buaian angin malam.. Keindahan bulan purnama..
"Aku, ku rasa hatiku sekarang.. Sudah ku temukan" Ichigo tersenyum dengan hangatnya, sambil membelai lembut rambut hitam Rukia.
"Iya, aku juga.. Aku pulang.."
"Selamat datang my fairy.." Dan hasrat mereka bersama semakin kuat dan erat..
Oke.. thanks to readers yang sudah mau baca fict gaje segaje authornya.. jangan lupa REVIEWnya yaaa.. *maksa sambil bw zanpaku*
*dihajar readers*
Sampai jumpaaaaaa….!
Hontou ni arigatou.. onegaishimasu.. ^_^v
~Kazukari Cherry Blossom^^~
