Kay. Cerita lain. FIUH. Hoh hoh hoh hoh /shot Oke ayo let's get to the point.

Jadi saya buat cerita baru nih. Aduuuuh, saya beneran harap fic ini bakalan selesai. Mohon kerjasamanya yah~ Jadi CEKIDOT~!

Characters: Di ceritanya, banyak. Di chapter ini, Antonio Fernández Carriedo (Spain), Gabriel dos Anjos (Portugal), Lovina Vargas (Fem!South Italy), dan Avelina de Olivera (Fem OC!Portugal)

Warning: Historical AU, Latin Hetalia, chapter-chapter pendek. Maaf. Sebelum anda complain tentang fic ini di review, tolong baca notes dulu ya.

Rating: T

Disclaimers: Gabriel/Portugal yang ini punya Candelaria. Avelina/Portugal yang satunya lagi punya SunnyGreen. Hetalia, Spain dan South Italy punya Himaruya Hidekaz. Latin Hetalia punya Latin Hetalia. (emang lho.)


'Tuk Menjajah dan Dijajah—Prologue

.

Pada suatu waktu yang teramat lampau, di sebuah tempat yang sangat jauh, diceritakanlah sebuah daratan yang besar bernama South America. Sebuah daratan yang terpisah oleh kehidupan dunia lain. Sebuah daratan yang tidak pernah terjangkau oleh siapapun.

Tempat tersebut adalah tempat di mana para penghuninya hidup dengan tentram dan damai bersama alam. Di mana langit dan bumi adalah sanak saudara, di mana seluk-beluknya sangat jernih, tidak ternodai. Tidak ada satupun orang yang berani mengganggu sang alam, karena mereka percaya dengan itu sang alam pun tidak akan mengganggu mereka. Semua menghormati sang alam, karena mereka percaya dengan itu sang alam akan menghormati mereka.

.

Kehidupan di sana adalah kehidupan di mana semua orang bisa mendapatkan ketentraman.

.

Tetapi, sekumpulan orang asing datang ke daratan tersebut. Mereka telah datang dari daratan lain, dari dunia lain, dari tempat yang jauh pula. Mereka menghancurkan semua yang para penduduk asli telah jaga, menghancurkan semua yang mereka punya.

.

Seluruh tempat yang tadinya surga berubah menjadi neraka.

.

Dan bukan hanya itu juga. Pertumpahan darah terjadi di mana-mana. Tanah yang tadinya hijau sekarang menjadi merah. Tempat yang tadinya hanya penuh dengan suara nyanyian burung-burung dan deruan air sekarang penuh dengan jeritan manusia dan dentingan senjata. Jika dulu hewan-hewan diburu, sekarang manusialah yang diburu. Para pendatang tersebut membunuh hampir semua orang, wanita, dan anak penduduk asli di sana.

Hampir semua. Sejumlah ibu yang tidak merelakan anaknya mati sebelum melihat dunia, menyembunyikan bayi-bayi mereka di dalam hutan.

.

Tapi itu semua akhirnya berlalu.

.

Para pendatang baru tersebut membangun desa-desa kecil. Dan dari desa-desa kecil itu, dua kerajaan berdiri dengan megahnya. Kedua kerajaan tersebut dipimpin oleh dua bersaudara yang memimpin kedatangan pendatang baru tersebut ke South America. Kerajaan yang satu, bernama Kingdom of Spain—Kerajaan Spanyol, dipimpin oleh sang adik, Antonio Fernández Carriedo, sedangkan yang satunya, bernama Kingdom of Portugal—Kerajaan Portugal, dipimpin oleh sang kakak, Gabriel dos Anjos. Dan tentu saja, keduanya ditemani oleh seorang permaisuri masing-masing—Lovina Vargas dari Kerajaan Spanyol dan Avelina de Olivera dari Kerajaan Portugal.

Walaupun keduanya bersaudara, kedua kerajaan tersebut bermusuhan. Kedua kerajaan tersebut tidak bisa akur. Peperangan sering sekali meletus. Selama bertahun-tahun tidak ada di antara mereka yang bisa menguasai kerajaan satu sama lain.

Tapi mari kita simpan cerita itu untuk hari lain, dan beralih kepada keadaan di dalam kedua kerajaan tersebut.

Sudah bertahun-tahun sejak kedua raja dari kedua kerajaan tersebut menikah, bahkan sudah sebelum mereka menapakkan kaki di South America. Sayangnya, Antonio maupun Gabriel belum memiliki seorang anak pun. Mereka dan permaisuri mereka sangat mengharapkan kedatangan seorang anak, seorang anak yang mungkin akan bisa meneruskan kerajaan mereka. Lovina dan Avelina pun mendatangi sejumlah tabib-tabib terbaik di kerajaan mereka masing-masing. Ternyata, terbuktilah bahwa keduanya tidak bisa memiliki anak.

.

Hal tersebut menghancurkan hati keduanya.

.

Lovina, saking sedihnya, melarikan diri ke dalam sebuah hutan. Di sana, ia membiarkan air matanya mengalir sepuasnya. Tangisannya sangat pelan, hampir tidak bisa terdengar bahkan oleh dirinya sendiri. Sangat pelan, sampai ia bisa mendengar beberapa tangisan lain.

.

Beberapa tangisan lain.

.

Penasaran, ia coba mendatangi salah satu sumber tangisan tersebut dengan hati-hati. Tidak butuh waktu lama untuk menemukannya; tangisan tersebut cukup keras. Dan di sana, di bawah rindangan dedaunan hijau, di dalam sebuah lubang pohon yang cukup besar, Lovina melihat seorang bayi dengan mata terbesar yang pernah ia lihat. Melihat kedatangan Lovina, bayi tersebut menghentikan tangisnya. Ia tersenyum, dan sesaat kemudian ia tertawa.

"M-mama." katanya, di sela-sela tawanya.

.

Lovina terbelalak.

.

Beberapa hari kemudian, Kerajaan Spanyol diberkahi oleh kabar gembira. Yang Mulia Lovina telah membawa sembilan bayi-bayi yang sangat cantik ke dalam istana. Seisi kerajaan tersebut bergembira, berpesta ria. Mereka menyambut bayi-bayi tersebut dengan hangat. Mereka merayakan kedatangan para calon-calon penerus pemimpin kerajaan mereka.

Kabar tersebut sampai ke telinga Gabriel dan Avelina. Kabar tersebut membuat Gabriel cemas, cemas bahwa ia tidak memiliki seorang penerus sedangkan Antonio... Yah, Antonio memiliki sederetan calon penerus kerajaannya. Sementara itu, Avelina, iri dengan keberuntungan yang diperoleh Lovina, memutuskan untuk pergi ke dalam hutan tersebut juga, dengan harapan mendapatkan seorang anak yang layak ia bawa pulang.

Hutan bagian Kerajaan Portugal memang terkenal lebih lebat, lebih buas, dan lebih menyeramkan daripada hutan bagian Kerajaan Spanyol. Kesempatan Avelina untuk secara kebetulan menemukan seorang bayi... Sangat tipis. Tidak lagi kemungkinan bahwa Lovina telah membawa pulang semua bayi yang ada di hutan... Tetapi hal tersebut tidak menghentikan Avelina dari mencoba mencari kemungkinan tersebut.

Ia mulai mencari ke mana-mana. Di sela-sela dahan pohon, di seluruh penjuru gua, di bawah air terjun. Ia terus berharap, tetap mencari, sejak pagi hingga senja. Nihil. Ia putus asa.

Ia dengan lunglai berjalan ke arah istananya sendiri, dengan tangan hampa. Ia merasa terpuruk. Tidak kuat menahan kesedihannya, ia mulai menangis, merintih dengan perlahan. Dan saat itulah, saat ia akan berpaling dari hutan tersebut, ia mendengar sebuah jeritan.

.

M-ungkinkah—?

.

Ia berlari, berlari menuju sumber jeritan tersebut. Semakin keras suara tersebut, semakin jelas bahwa ada kemungkinan yang bisa ia raih. Ia bisa melihat secercah harapan. Ia berlari semakin cepat.

Dan benar. Di sana, seorang bayi menjerit tiada henti. Berbaring di tanah, tak berdaya, menghadapi seekor jaguar.

Dengan insting perangnya, Avelina meloncat untuk menyelamatkan bayi tersebut. Ia mendekap bayi tersebut dan berlari sekencang mungkin menjauhi jaguar tersebut. Perkiraannya benar, jaguar tersebut mengejarnya.

Ia berlari sekencang mungkin untuk nyawanya dan untuk bayi tersebut. Bersumpah, di antara napasnya, untuk menyelamatkan bayi tersebut dengan nyawaynya. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk bayi yang baru saja ia temukan beberapa detik lalu. Untuk bayi yang bukan bayinya sendiri. Siapakah ia untuk membahayakan nyawanya demi seorang bayi? Ia tidak tahu, dan tidak mau tahu. Tetapi ia akan, ia akan menuntaskannya.

Jaguar tersebut semakin mendekat. Avelina pun sudah semakin capek. Tetapi istana kerajaannya semakin terlihat. Ia tidak boleh menyerah. Ia terus berlari. Tetapi ia sudah tidak kuat. Akhirnya ia tersandung dan jaguar tersebut mendekat, dengan jarak hanya beberapa inci dari wajah Avelina.

.

SIIING!

.

Para pengawal kerajaan yang melihat Avelina berlari dari seekor jaguar langsung menarik keluar pedang-pedang mereka, mengusir jaguar tersebut dari Yang Mulia. Avelina menghembus napas, berdiri, dan menatap bayi tersebut. Kulitnya yang cokelat tidak ternodai oleh luka sama sekali. Ia terseyum.

.

Bayi tersebut pun tersenyum.

.

Dan tentu saja, para penduduk Kerajaan Portugal sama senangnya dengan para penduduk Kerajaan Spanyol, atas kedatangan bayi di istana Kerajaan mereka. Tak hanya itu, mereka juga membanggakan ratu mereka yang dengan gagah berani menyelamatkan bayi tersebut dari seekor jaguar di hutan bagian Kerajaan Portugal. Mereka berpesta ria merayakan kedua hal tersebut.

.

Sembilan anak dari Kerajaan Spanyol dan satu anak dari Kerajaan Portugal. Dan inilah cerita tentang kehidupan mereka.

.

Tentang kehidupan masing-masing.

.

Tentang kehidupan bersama.


Jadi, biar nggak bingung ini fic tah tentang apa, ini fic bakalan jadi kumpulan one-shot untuk fic-fic tentang Latin Hetalia. Simpelnya sih, setiap chapter bakalan satu one-shot tentang historical moment atau kegajean mereka, begitu. Tapi ceritanya AU. Historical AU. Maksudnya historical moment-nya itu diilustrasikan dalam dunia lain. Dan di sini ceritanya diilustrasikan dalam versi 'kerajaan'. Para penjajah adalah rajanya terus yang dijajah itu anaknya. Semacam itulah.

Genrenya juga. Setiap chapter bakal ada genre sendiri. Jadi mulai chapter satu, Characters, Warnings, dan Genre akan berubah-ubah.

Nah, biar nggak ada kesalahpahaman, di sini Historicalnya nggak bener-bener strict, dan lebih mengarah kepada AU. Contohnya: South Italy menjadi permaisuri (hohoho) Kingdom of Spain nggak ada hubungannya sama sejarah. Yah, mungkin di chapter-chapter lain. Tapi AYOLAH. Setiap kerajaan kan butuh permaisuri. Contoh lain: 'Kingdom of Portugal' dan 'Empire of Portugal'. NAH. ITU. Nggak selalu tepat namanya. Dan sekali lagi, nggak semua chapter itu historical.

kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan saja. Makasih udah membaca lho! reviewnya ditunggu~ Salam!