Ukh, ehm.. oke sebelumnya Author mau bilang sesuatu *ala Syahrini*

.

.

HAPPY YUNJAE MKMF'08 3rd or 3th ANNIV!

Yunjae is REAL!

*tebar kolor Appa#plaaaak xD


[W]

.

.

Love so Sweet © 0609prince

a MINKYUChang Min x Kyu Hyun一's fanfiction

Don't like? GO AWAY from ma note! Now!

Genre : Romance and fluff (fail).

Rated : T

Warn : Unbeta-ed, OOC 一Out of Character一 dan Timeline yang kacau karena Author terlalu malas cari data#plaaak

"…" speaks.

'…' minds.

WARNING!

Membaca dapat menyebabkan kebosanan, serangan kantuk, terpengaruh virus dan gangguan pada syaraf otak dan janin *?*

Sekian dan terima kasih.


[W]

.

Changmin segera berlari kearah ambruknya Kyuhyun一meninggalkan sepiring nasi goreng yang baru dimakan setengah dan sebuah kursi yang terjungkal dengan indahnya.

"Biar aku saja, Hyung," pinta Changmin pada Yeesung yang tengah membantu Kyuhyun untuk berdiri. Yeesung mengangguk dan membiarkan Changmin merengkuh tubuh Kyuhyun. Ah, magnae DBSK itu terlihat panik saat mendapati tubuh Kyuhyun yang berada didalam rengkuhannya terasa sangat lemas. Ditambah dengan nafas Kyuhyun yang tersengal-sengal. Kyuyun terlihat mencengkram kaus yang ia kenakan, matanya terpejam erat一menahan sesuatu yang membuncah didalam dadanya, lebih tepatnya paru-parunya.

"Kyu, Kyu. Kau baik-baik saja?" Tanya Changmin panik.

Kyuhyun membuka matanya saat ia mendengar suara panik Changmin, "Hhhh… minhhh…haa-haaahhh… se..shaa-kkh… hhhhh."

"Yah! Ada apa ini?" tanya Leeteuk yang baru keluar dari kamarnya dan mendapati dongsaeng-dongsaeng-nya berkumpul mengerubungi sesuatu. Matanya melebar begitu melihat apa atau lebih tepatnya siapa yang menjadi objek pengerubungan itu.

"Omo! Kyu!" Leeteuk segera menghampiri Kyuhyun dan memeriksa keadaannya, "Cepat bawa dia ke kamar! Yesung! Panggilkan dokter kesini!"

Changmin mengangguk dan segera menggendong Kyuhyun ke kamar Kyuhyun dan Sungmin. Ia membaringkan tubuh Kyuhyun diatas tempat tidur dengan sangat hati-hati, matanya masih menunjukkan sorot khawatir ketika melihat Kyuhyun masih mengalami sesak nafas. Leeteuk pun tak kalah khawatir, Leader Super Junior itu berjalan kesana-kemari sambil menggigiti kukunya.

"Aku membawa dokternya, Hyung." Yeesung masuk kedalam kamar dan diikuti oleh seorang pria paruh baya dibelakangnya.

"Selamat siang," sapanya ramah.

"Akhirnya! Mohon bantuannya, Dokter." Ucap Leeteuk seraya membawa pria paruh baya itu berjalan mendekati Kyuhyun.

Changmin memutuskan beranjak dan memberikan ruang untuk dokter yang ber-nametag Han itu untuk memeriksa kondisi Kyuhyun.

一gyut

Langkahnya terhenti oleh sebuah tarikan pada kaus belakangnya. Ah, ternyata Kyuhyun yang menariknya. Kyuhyun memandang Changmin dengan pandangan memelas yang meminta Changmin untuk tidak pergi menjauh.

Changmin yang awalnya sedikit bingung, tersenyyum lembut begitu mengerti maksud Kyuhyun. Diraihnya tangan Kyuhyun yang menggenggem kausnya dan mendudukkan diri dipinggir tempat tidur. Tangan kanannya mengusap-usap rambut ikal Kyuhyun lembut, tangan kirinya mengusap-usap punggung tangan Kyuhyun yang berada digenggamannya.

Dokter Han mulai memeriksa Kyuhyun, ia sama sekali tidak merasa terganggu dengan apa yang dilakukan dua orang pemuda dihadapannya.

[ W ]

.

.

Changmin melangkah keluar dari kamar Kyuhyun dan Sungmin, wajahnya terlihat letih dan penampilannya sedikit一banyak一acak-acakkan. Ia berjalan gontai menuju ruang tamu, tempat dimana para member Suju berkumpul. Dan segera dihujani oleh Leeteuk dengan berbagai pertanyaan yang intinya sama, bagaimana keadaan Kyuhyun. Changmin tersenyum melihat betapa disayanginya evil magnae itu dengan Angel without wings ini.

"Aku sempat tidak percaya jika penyakitnya kambuh, padahal sudah lama dari terakhir penyakit itu kambuh, " Changmin memijat pelipisnya pelan sebelum melanjutkan,"Dia baik-baik saja, Hyung, sekarang tengah tertidur karena pengaruh obat. Nafasnya juga sudah stabil."

"Baguslaaah~" girang Eunhyuk yang ikut mendengar apa yang dikatakan Changmin. Saking girangnya, ia memeluk Donghae dan mengajaknya melompat-lompat. Member lainnya pun menghela nafas lega.

"Kalau begitu aku pulang dulu ne, Hyung-deul, Wookie." Pamit Changmin.

"Pulang?" ulang Ryeowook.

"Changmin mengangguk, "Ne, hyung pasti cemas karena aku belum pulang dari siang tadi."

"Tapi一" Leeteuk membuka mulutnya protes,tapi segera disela oleh Changmin.

"Mian, Hyung. Aku benar-benar harus pulang, hubungi aku jika terjadi sesuatu pada Kyuhyun. Dah, Hyung" Changmin segera melesat menuju pintu dorm Super Junior.

[ W ]

.

.

Kyuhyun membuka kedua belah kelopak matanya, ia meringis pelan merasakan kepalanya berdenyut, terasa berat dan juga berputar. Pemuda maniak game itu menyapukan pandangannya kesekitarnya, hatinya mencelos ketika tidak didapatinya Changmin disampingnya一bahkan didalam kamar ini. Bukankah tadi Changmin memeluk dan mengantarkannya ke alam mimpi? Lalu, kemana perginya kekasihnya itu?

Kyuhyun mendudukkan dirinya dengan susah payah, tangan kanannya terulur untuk mengambil ponsel miliknya yang berada diatas meja kecil disebelah tempat tidur. Tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas yang berada diatas meja itu juga.

一praaang!

Kyuhyun mengacuhkan sang gelas yang telah hancur dibawah sana akibat ulahnya. Ia masih berusaha untuk meraih ponselnya. Sedikit lagi ia bisa mencapai benda berbentuk kotak itu.

BRAAAAKKK!

Ah, ia terlonjak. Tangannya yang semula telah berhasil menyentuh ujung ponselnya tanpa sengaja menjadi mendorong benda elektronik itu dan membuatnya terjatuh dari atas meja一bergabung dengan pecahan-pecahan gelas dibawah sana.

"Ya! Kyu! Gwaenchana?" Leeteuk bertanya seraya berlari menghampiri Kyuhyun yang tengah memandang nanar lantai disebelah tempat tidurnya.

"Omo!" mata Leeteuk terbelalak melihat pecahan-pecahan kaca tepat disebelah tempat tidur adik terusilnya. Aiish, bagaimana kalau pemuda berjulukan evil itu sampai menginjak pecahan kaca dibawah sana? Leeteuk tidak mau membayangkannya. Karena dari itu ia dengan sigap membereskan pecahan itu dengan dibantu Ryeowook.

Kyuhyun ingin mengumpat Hyung-deul dan Ryeowook yang membuat ia terlonjak sehingga tangannya mendorong jatuh ponselnya. Membuat dirinya tidak bisa menghubungi Changmin. Kedua belah bibirnya terbuka一bersiap untuk memaki, tetapi apa yang diinginkan dan apa yang terjadi sangat berbeda. Bukannya makian yang keluar, melainkan isak tangis yang keluar. Kyuhyun juga bisa merasakan kedua matanya memanas.

"Aaaa, hiks… Mi-Minnie… hiks," Leeteuk, Siwon, Heechul, Donghae, Eunhyuk, Yeeseung, Ryeowook, Sungmin dan juga Shindong menatap horror kearah Kyuhyun.

Crap. Kyuhyun menangis.

Maniak game itu menangis.

Evil magnae yang itu menangis.

Menangis.

Menangis.

Menangis.

"Y-ya! Kau kenapa, Kyu?" Tanya Leeteuk panik.

"HUWAAAAA! Evil magnae menangis, bencana, ini bencana!" Donghae dan Eunhyuk berteriak histeris secara bersamaan.

"Berhenti menangis!" bentak Heechul pada Kyuhyun. Wajah cantiknya mengerut kesal, ia tidak suka melihat orang menangis. Apa lagi dihadapannya, dan ia terkesan menjadi tersangka yang membuat orang itu menangis.

"Aaaa, jangan menangis, Kyu. I-ini kuberikan keripik kentangku," Shindong mencoba untuk membujuk Kyuhyun. Ia menyodorkan sebungkus keripik kentang dangan 一tidak一 rela dan 一tidak一 ikhlas pada Kyuhyun.

"Gaemgyu jangan nangis dong~" kali ini terdengar suara aegyo milik Sungmin, "Ini, Hyung pinjamkan Bunnypink, jadi berhenti ne?" bujuk Sungmin. Jika Shindong memberikan keripik kentang, maka Sungmin memutuskan untuk meminjamkan boneka kelinci pink kesayangannya.

Kyuhyun mengacuhkan keripik kentang dan boneka yang disodorkan kedua hyung-nya padanya dan lebih memilih mengigit bibir bawahnya一mencoba untuk menghentikan isakkannya. Ada yang salah pada tubuhnya, ia tidak akan mudah menangis semudah ini. Ia teringat dengan kepalanya yang berdenyut dan juga pusing serta berputar secara bersamaan. Tubuhnya terasa sangat panas. Ia demam, yeah, demam. Hanya itu alasan yang cukup masuk akal. Dan soal kenapa ia memanggil Changmin disela isakkannya karena dari awalnya ia memang menginginkan Changmin berada disebelahnya.

Siwon terlihat menggaruk kepanya一ia bingung sebaiknya melakukan apa untuk membuat Kyuhyun berhenti menangis. Sedangkan Yeesung yang berada disebelah Siwon juga tengah bingung. Disatu sisi ia tidak mau memberikan anak-anaknya (?) seperti cara yang dilakukan Shindong dan Sungmin untuk membujuk Kyuhyun, dan, disisi lainnya, ia tidak tahan melihat Kyuhyun menangis.

Ryeowook yang sedari tadi diam sambil memperhatikan Kyuhyun akhirnya angkat bicara. Sepertinya, ia tahu kenapa Kyuhyun menjadi seperti itu.

"Apa hyung-deul lupa?" Tanya Ryeowook. Membuat pemuda-pemuda yang ia panggil hyung itu berhenti dari kesibukan mereka yang sebenarnya tidak pantas untuk dikatakan kesibukan.

"Apa maksudmu? Lupa apa?" Heechul balik bertanya diiringi anggukan pemuda lainnya. Ryeowook menghela nafas, ternyata memang lupa.

"Evil magnae kita ini一" Ryeowook menepuk-nepuk kepala Kyuhyun pelan, "一tidak akan menangis tanpa sebab." Jeda sebentar, "Dia hanya akan menangis jika mendapat kabar buruk dan sesuatu yang membuatnya terharu atau karena bertengkar dengan Changmin一"

"一dan tiga dari itu sama sekali tidak terjadi. Kalau begitu tinggal satu kemungkinan…," sambung Leeteuk disambut dengan anggukan dongsaeng-dongsaengnya一kecuali Kyuhyun dan Ryeowook.

"Ne, akhirnya kalian ingat," Ryeowook menempelkan punggung tangannya pada dahi Kyuhyun.

Panas.

"一sudah kuduga. Dia, demam." Ucap Ryeowook.

"Aissh, bisa-bisanya aku lupa," Leeteuk menepuk dahinya. Heechul dan Siwon menghela nafas lega. Donghae dan Eunhyuk terduduk sambil terus berpelukan.

"Kukira benar-benar akan terjadi bencana," ucap Eunhyuk yang disetujui oleh Donghae. Shindong dan Yeesung juga merasa lega, karena tidak harus memberikan keripik krntang 一yang ini Shindong一 atau pun 'anak-anaknya' 一yeah, Yeesung一. Hanya Sungmin yang terlihat menggembungkan pipinya. Ia tetap bersikeras meminjamkan Bunnypink-nya. Boneka itu diletakkannya tepat berada disamping Kyuhyun.

Ah, bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang?

Kyuhyun mengumpat ketika merasakan air mata mashi terus membanjiri kedua belah pipi putihnya, dan kali ini lebih banyak. Tubuhnya mengkhianati dirinya, apa yang ia pikirkan tidak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh tubuhnya. Harusnya ia sekarang sedang memaki, bukannya menangis. 'Demam sialan!' batinnya mengumpat.

Sekarang Kyuhyun benar-benar menangis begitu matanya melihat tingkah laku hyung-deulnya yang konyol. Cuma Ryeowook yang menyadari jika ia demam. Ah, seandainya Changmin berada disini. Pemuda itu pasti tahu jika ada sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Kyuhyun terkesiap, Changmin! Bukankah tadi ia ingin memanggil pemuda itu kesini?

"H-Hyung," panggil Kyuhyun pelan. Leeteuk mendekatkan dirinya pada Kyuhyun.

"Ne?"

"Minnie… hiks, aku mau Minnie, Hyung," pinta Kyuhyun masih dengan diiringi oleh isakan-isakan kecil.

"Minnie? Ah, ne, Minnie." Leeteuk segera beranjak dari sebelah Kyuhyun. Tidak lama kemudian Leader cantik itu kembali dengan seseorang.

Kyuhyun mengusap air matanya, ia mendongakkan kepalanya keatas. Pasti itu Chang一

"Uhm, wae Kyunnie?" Tanya Sungmin polos, ia sedikit bingung dengan Leeteuk yang tiba-tiba menyeretnya dan mengatakan kalau Kyuhyun ingin menemuinya. Ia mengedip-ngedipkan matanya innocent, menatap lurus kearah Kyuhyun.

一min.

Air mata Kyuhyun yang tadi mongering, kembali mengalir dengan deras. Kecewa dan kesal disaat yang bersamaan. Kenapa malah Sungmin, yang ia inginkan itu Changmin. Changmin. Oh, ayolah, tidak adakah seseorang yang mengerti akan maksud dan keinginannya?

"Hu… huwaaaaaa, Minnie! Minnie! Aku ma-mau Minnie, huaaaaaa~"

Plak!

Heechul menggeplak kepala Leeteuk, "Dasar, kenapa kau jadi bodoh seperti ini sih," pasti terlalu banyak melamun tentang si rakun itu, lanjut Heechul didalam hati. "Yang dia maksud bukan kelinci pink ini, tapi makhluk yang sebangsa dengannya, Changmin. Huh, kau tenangkan dia. Aku akan menelepon Changmin dan menyuruhnya kesini sekarang." Setelah mengatakan itu, Heechul berjalan keluar kamar, mencari tempat yang sekiranya jauh dari jangkauan tangisan Kyuhyun.

[ W ]

.

.

Cklek.

Changmin mengalihkan pandangannya kearah pintu. Ia tersenyum kecil pada Leeteuk yang masuk dengan membawa baskom berisikan air hangat. Leeteuk meletakkan baskom itu disebelah baskom yang berukuran sama dengan yang dibawanya yang berisi air yang sudah tidak hangat lagi setelah sebelumnya membalas senyum yang diberikan Changmin padanya.

Changmin meraih handuk yang digunakan untuk mengompres Kyuhyun dan mencelupkannya kedalam baskom yang tadi dibawa oleh Leeteuk.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Leeteuk pelan. Matanya memperhatikan bagaimana Changmin meremas handuk itu sebelum meletakkannya kembali kedahi Kyuhyun. Changmin meraih handuk lainnya dan mulai mengusap leher Kyuhyun yang kembali berkeringat.

"Sudah lebih baik. Tadi dokter Han sempat berkata ada kemungkinan Kyuhyun akan demam karena pengaruh penyakitnya yang kambuh setelah sekian lama. Harusnya tadi aku tidak pulang dan meninggalkannya."

Leeteuk menepuk bahu Changmin, "Sudahlah, yang penting sekarang kau disini. Tolong jaga dia, ne?" pinta Leeteuk sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar itu一meninggalkan Changmin dan Kyuhyun didalamnya.

Changmin memandang Kyuhyun yang tengah terlelap dengan lembut, jari-jari panjangnya terulur menghapus sisa-sisa jejak air mata dipipi Kyuhyun yang seperti salju. Ia tersenyum geli saat mengingat bagaimana berantakkannya penampilan Kyuhyun saat ia sampai disini一wajah Kyuhyun memerah, hidungnya juga ikut memerah dan air mata tidak berhenti mengalir keluar dari kedua matanya.

Changmin juga masih mengingat bagaimana Kyuhyun segera bangkit dari tempat tidur dan berlari menerjang kearahnya. Membuat Changmin terjungkal karena ia sama sekali tidak siap untuk menangkap tubuh Kyuhyun yang menerjangnya itu. Keduanya terdiam cukup lama dengan posisi itu一Changmin yang tergeletak dilorong yang berbatasan dengan kamar Kyuhyun dan Sungmin dengan Kyuhyun yang menindih dan memeluknya erat. Changmin menepuk-nepuk kepala Kyuhyun saat ia merasakan kausnya basah, beberapa saat kemudian dirinya merasakan pelukan Kyuhyun sedikit melonggar. Ah, rupanya ia tertidur. Changmin segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan kembali membaringkan tubuh itu diatas tempat tidur.

Sruk.

Lamunan Changmin buyar saat ia merasakan tubuh Kyuhyun bergerak dibawah sana. Ia mengusap pipi kiri Kyuhyun, lalu mengecup bibirnya. Changmin mendekatkan bibirnya ketelinga kanan Kyuhyun dan berbisik disana.

"Aku keluar sebentar, ne? hanya sebentar dan aku akan segera kembali."

[ W ]

.

.

BRUSSSSSHHHH!

Changmin menyemburkan jus jeruknya saat telinganya menangkap teriakan yang terbilang cukup keras. Ia memukul-mukul dadanya sambil terbatuk-batuk.

"Huk… uhuk, uhuk…," Sungmin yang berada tepat disebelah Changmin segera membantu一menepuk-nepuk leher Changmin.

"Pelan-pelan," sarannya.

Changmin berenti terbatuk, matanya terlihat sedikit berair. Ia tersenyum pada Sungmin, "Hhhh, gomawo… H-Hyung…," ucapnya.

"MINNIIEEEEEEEEEEE!"

Ah, teriakan itu lagi.

Changmin dan Sungmin memandang satu sama lain, sedetik kemudian keduanya segera berlari menuju asal teriakan itu.

Cklek!

"Ah, cepat bantu aku!" seru Yeesung yang tengah membujuk Kyuhyun saat matanya melihat Changmin dan Ryeowook memasuki kamar. Changmin mengusap rambutnya sebentar lalu beranjak mendekati Kyuhyun yang menangis. Ia naik keatas tempat tidur, tangannya merengkuh Kyuhyun kedalam pelukannya.

"Uljima… uljima," bisik Changmin sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.

Ryeowook menarik Yeesung一yang masih berdiri diatas tembat tidur一untuk keluar dari sana. Meninggalkan Changmin yang berusaha menenangkan Kyuhyun kembali. Tidak perlu khawatir, Changmin pasti bisa melakukannya.

[ W ]

.

.

Changmin mengangkat dagu Kyuhyun一membuat wajah Kyuhyun berhadapan dengan wajahnya.

"Uljima," bisik Changmin lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun dan menjilat air mata yang mengalir dipipi Kyuhyun. Setelah memastikan air mata Kyuhyun berhenti mengalir, Changmin menghempaskan tubuhnya keatas kasur dengan Kyuhyun yang berada diatasnya. Tangannya kembali mengelus punggung Kyuhyun dalam diam.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada tubuh Changmin dan menyembunyikan wajahnya kedada Changmin.

'Ukh, mamalukan.' Batin Kyuhyun, 'Bisa-bisanya aku jadi cengeng begini dan wajahku pasti jelek sekali sekarang!'

Changmin tersenyum geli saat Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala diatas dadanya. Ia tahu apa yang dipikirkan kekasihnya ini, "Aku juga menyukai wajahmu saat menangis, meski terlihat jelek一"

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melotot kearah Changmin, "一tapi menggemaskan disaat bersamaan. Jarang-jarang melihatmu menangis separah ini, hehehehe."

BLUSH

Wajah Kyuhyun merona merah. Kali ini Changmin tidak bisa menahan tawanya melihat reaksi Kyuhyun, ia berguling kekiri一membuat tubuh Kyuhyun yang berada diatasnya berganti posisi dan menghadap tubuh Changmin. Changmin mengusap pipi Kyuhyun, "Harus berapa kali kukatakan padamu, untuk tidak terlalu memforsir tenagamu, hm? Dan lihat apa hasilnya, penyakit lamamu kambuh, kau juga demam karenanya."

Kyuhyun menunduk, ia merasa bersalah karena tidak mendengar perkataan Changmin. "Ma'af."

"Syuting acara Immortal Song dan sibuk mempersiapkan comeback Super Junior, hhh, wajar saja kondisimu menurun. Apa kau lupa? Penderita Pneumotorax tidak boleh terlalu kelelahan."

"Ma'af."

"Sudahlah, tidak perlu meminta ma'af padaku, toh semuanya sudah terjadi."

"Ma'af… ma'afkan aku, hiks…."

Changmin menatap horror kearah Kyuhyun yang kembali menangis, "Y-ya! Jangan menangis."

"Ma'af, jangan marah padaku, Minnie… hiks," ah, Kyuhyun masih dalam pengaruh akibat demam yang menyerangnya.

"Aigo, aku tidak marah padamu. Jangan menangis ne?" ucap Changmin panik sambil mengusap air mata Kyuhyun yang mulai kembali mengalir.

"T-tapi一"

"Ssshht, aku tidak marah." Changmin mengecupi pipi Kyuhyun, "Lebih baik kau sekarang tidur, kau belum sembuh."

"Uhm," gumam Kyuhyun dan segera mencari posisi yang nyaman untuk tidur berbantalkan tangan kiri Changmin.

Cup

Changmin mencium dahi Kyuhyun, tangannya kembali mengelus punggung Kyuhyun.

"Selamat tidur, baby Kyu."

.

.

.

.

"Minnie?"

"Hm?"

"Jangan tinggalkan aku, ne?"

"Ne."

"Pokoknya jangan pergi sebelum aku bangun, arra?"

"Ne, arraseo."

"…"

"…"

"Minnie."

"Aish, kapan kau akan tidur ka一?"

"Aku mencintaimu."

"Bukankah sudah jelas? Aku juga mencintaimu, baby."

"Uhhmm, selamat tidur."

"Selamat tidur."


[ おわり ]

.

.


一dan lagi-lagi ini kubuat karena artikel yang menyebutkan Kyuhyun mengalami kelelahan dan inilah yang terjadi menurut imajinasi liarku hohohoh xD ini memang satu paket, dimana Minkyu sakit dalam hal yang berbeda-beda dan sekali lagi, si evil Kyuhyun tak bikin nangis disini#disambit Kyuhyun. Orang sakit memang begitu kan? Atau aku yang salah?

dan lagi-lagi, lagi (?) ini berakhir diatas tempat tidur jiakakakakak xD

..

Terima kasih untuk kalian yang udah review, meski pun review-nya ngga kubalas#plaakkkk Review kalian semua kubaca, hanya saja, karena aku ini jenis orang yang ngga pandai bicara jadi yah, begitulah =A=

Okee! Ini Chap terakhir. Dan mungkin aku bakalan bikin ff lain dengan pair ini, kalau bisa Oneshoot atau pun drabble. Bikin chapter itu susah mamen~


:: Love so Sweet diambil dari lagunya Arashi yang berjudul sama, Love so Sweet.

dan untuk Chapter ini, This is Love diambil dari lagunya Utada Hikaru yang berjudul sama, This is Love.

.

Leave comment ?

.

.

Always Keep The Faith !

Sign,

0609prince