My gifts
Genre : Romance
Rated : T to M
Pair : Kyumin
Warning : gaje, Yaoi, judul sama cerita ga nyambung.
Setelah mendapat telepon dari noonanya Kyuhyun dengan 'terpaksa' pulang ke rumahnya. Kyuhyun sampai di depan gerbang rumahnya melihat kakaknya yang sudah menunggu di depan gerbang dengan sisi kanan kirinya yang membawa koper besar. Kyuhyun memberhentikan mobilnya tepat di depan noonanya walau sudah ada beribu tanda tanya di pikiraannya sekarang ini.
"Ada apa sih noona mengapa menyuruhku mengantarmu? Bukankah ada supir?" tanya Kyuhyun setelah turun dari mobil dan berjalan menghampiri kakaknya yang sedang berdiri di depan gerbang rumahnya.
"Sekarang buka bagasi mobilmu!" perintah Cho Ahra kakak perempuan Kyuhyun.
Kyuhyun menuruti perintah kakaknya itu. "Nah, sudah di buka."
Kakaknya mengotong kopernya yang super besar itu untuk di masukkan ke bagasi mobil adiknya. "Bawa yang satu itu!" Perintah kakaknya (lagi).
"Huft, baiklah." Kyuhyun menuruti perintah kakaknya.
Setelah memasukkan semua kopernya ke bagasi mobilnya kedua kakak beradik itu masuk ke mobil dengan posisi Kyuhyun yang menyetir sedangkan kakaknya duduk di sebelahnya.
Di bandara...
"Noona apa kau sungguh-sungguh sekarang mau kembali ke Amerika? Kau baru sebentar di Korea kenapa sekarang sudah ingin kembali ke sana?" tanya Kyuhyun sambil menurunkan koper kakaknya dari bagasi mobilnya.
"Nanti juga kau tau sendiri!"
"Nah, ini kopernya."Kyuhyun menaruh koper kakaknya di sebelah kakaknya.
"Aku kembali dulu ke Amerika. Jaga dirimu baik-baik." Kakak Kyuhyun mencium ke dua pipi adiknya.
"Aku antar ke dalam bandara." Kyuhyun menarik koper kakaknya tapi di cegah.
"Tidak usah sekarang kau pulang saja biar kakak yang membawa sendiri kopernya." Setelah mengatakan itu kakaknya menarik kopernya dan masuk ke bandara sedangkan Kyuhyun hanya bisa membiarkan kakaknya pergi.
"Kenapa tiba-tiba ingin kembali ke Amerika?" Kyuhyun mengumam sendiri sambil mengaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Aneh." Gumamnya lagi dan berjalan ke mobilnya.
"Aku pulang!" Kyuhyun masuk ke rumahnya yang nampak sepi. "Kok sepi." Gumannya dan berjalan masuk ke kamarnya.
Saat ingin masuk ke kamarnya dia melewati kamar ke dua orang tuanya yang di dalamnya terdengar ramai.
"Loh, kok palah ramai di sini sih?" Kyuhyun mendekatkan telinganya ke pintu kamar orang tuanya yang tertutup rapat berusaha untuk menguping.
"Apa kau tidak malu dengan anakmu heh?" suara ummanya terdengar sangat keras dari dalam kamar.
"Kok bawa-bawa anak?" Kyuhyun bertanya sendiri dan semakin menempelkan telinganya ke pintu kamar orang tuanya.
"Untuk apa aku malu!" Sekarang suara appanya yang terdengar.
"Kau tau anakmu sendiri yang melihatmu bermesraan dengan wanita lain!" Terdengar suara ibunya yang semakin geram.
"Sudah aku bilang dia hanya rekan kerjaku bukan lebih!"
"Jadi mereka sedang bertengkar." Kyuhyun mengumam dengan kepalanya yang mengangguk-angguk.
"Tidak usah bohong!" Terdengar suara ummanya dari dalam kamar itu semakin keras.
"Huft, bertengkar lagi." Kyuhyun menegakkan badannya berniat untuk tidak menguping lagi. "Lebih baik aku ke kamar saja." Kyuhyun melenggangkan badannya menuju ke kamarnya sendiri.
Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan merebahkan badannya di kasurnya."Pasti besok tidak akan bertengkar lagi." setelah mengatakan itu dia ketiduran dengan baju seragam yang masih menempel (?) Di bajunya.
Skip time...
Sekarang sudah sebulan sejak kakaknya Kyuhyun (read : Cho Ahra) kembali ke Amerika dan sekarang jugalah tepat dimana orang tua Kyuhyun bertengkar. Di luar dugaan Kyuhyun orang tuanya memang selalu bertengkar hanya bedanya selang waktu berapa jam biasanya mereka sudah baikkan maksimal mereka (read : orang tua Kyuhyun) bertengkar hanya satu hari ternyata sekarang beda mereka bertengkar sampai satu bulan.
Kyuhyun POV
Tepat satu bulan orang tuaku bertengkar dan aku sudah bosan mendengar mereka bertengkar terus mereka memang jarang di rumah tapi sekali di rumah mereka selalu bertengkar bisanya hanya bertengkar biasa tapi lihat sekarang pertengkaran mereka melebihi perkiraanku. Sekarang aku tau kenapa kakakku kembali ke Amerika secepat itu. Karena ini, karena appa dan ummaku.
Sekarang aku sedang menonton TV di ruang keluargaku yang jarang sekali terpakai ini. Beruntunglah sekarang sedang libur jadi aku bisa menonton TV dengan tenang. Semula aku sangat menikmati acara TV ini hingga suara keributan yang aku yakini adalah umma dan appaku menganggu kenikmatan nonton Tvku.
"Mulai bertengkar lagi. Pagi yang cerah ini aku harus mendengarkan kedua orang tuaku bertengkar. Menyebalkan!" aku memasang headphone yang ada di sampingku dan mengkencangkan volume musik rock yang aku dengarkan ini.
Walaupun aku mendengarkan musik dengan volume yang keras tetap terdengar samar-samar di telingaku. Aku mulai geram mendengar pertengkaran mereka yang tidak ada habisnya. Aku berdiri dari sofa yang aku duduki dan melepas headphone yang aku gunakan lalu melemparnya ke sofa setelah itu aku menghampiri kedua orang tuaku yang tidak jauh dariku.
"Apa kalian tidak bosan bertengkar terus tiap hari?" aku berusaha melerai pertengkaran mereka.
"Jangan ikut campur bocah!" appaku menjawabnya.
"Bagaimana aku tidak akan ikut campur? Kalian orang tuaku." Aku mulai mengeluarkan amarahku.
"Jangan ikut campur!"
PLAK...
Satu tamparan sangat keras mendarat di pipi kanannku sehingga membuat pipiku meninggalkan jejak tangan appaku. Aku mengelus pipi kananku terasa sangat perih memang. Aku melirik ummaku yang hanya bisa diam terkejut melihat perlakuan appaku yang sekasar itu.
"Baiklah aku tidak akan ikut campur masalah kalian berdua!" Aku berjalan ke meja ruang keluargaku mengambil kunci mobilku dan berjalan keluar dari rumahku.
Kyuhyun POV END
Kyuhyun memutuskan pergi ke apartemen milik Sungmin langsung memencet kode apartemen milik Sungmin dan ternyata terbuka (ceritanya Kyuhyun udh tau kata sandi apartemen Sungmin ya). Langkah Kyuhyun langsung berjalan ke kamar Sungmin.
Brak...
Pintu kamar Sungmin terbuka dengan kerasnya.
"Eeennnggg..." Sungmin hanya mengeliat dengan mata yang masih terpejam.
Kyuhyun melihat Sungmin yang masih tertidur dengan nyaman di kamarnya. Dengan langkah cepat dia menarik tangan Sungmin yang sedang tertidur.
Sungmin yang kaget langsung terbangun dari tidurnya. "Ada apa Kyu kenapa membangunkanku sekasar itu?" Sungmin nampak kesal.
"Ikut aku." Kyuhyun menarik tangan Sungmin.
"Tapi tapi..." Sungmin mencoba protes tapi tetap tidak di dengar.
.
.
Sungmin POV
Aku sangat kaget dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba lalu membawaku pergi. Aku tidak masalah kalau pergi dengan baju yang bagus lah ini aku memakai baju pemberikan Kyuhyun yang kebesaran, berwarna putih dengan kain yang sangat tipis. Aku sengaja memakai baju ini karena cuaca sekarang cukup panas kalau aku memakai baju yang tebal bisa-bisa aku mandi keringat maka dari itu aku memakai baju pemberian Kyuhyun yang kalau di gunakan tidak terlalu panas. Bukan hanya itu selain aku menggunakan baju pemberian Kyuhyun aku juga memakai celana yang pendek sehingga membuat pahaku terekspos.
"Kau mau membawaku kemana Kyu?" tanyaku mengikuti langkahnya yang cepat.
"Sudah ikuti saja!" Kyuhyun terus menyeretku.
Kyuhyun membuka pintu bagian depan mobilnya. "Masuklah!" Aku hanya menurut.
Kyuhyun masuk ke mobilnya dan menjalankan mesin mobilnya. Dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat cepat membuatku tidak bisa tidur lagi. sebenarnya aku masih sangat ngantuk tapi aku tidak bisa tidur lagi karena cara dia yang membangunkanku dan karena dia yang membawa mobil ini dengan kecepatan yang luar biasa.
Aku melihat ke arahnya yang masih menyetir terlihat wajahnya yang sepertinya sedang marah 'apa dia sedang marah?' pertanyaan itu selalu berkeliaran (?) di otakku.
Kyuhyun memberhentikan mobilnya di pesisir pantai yang jauh dari keramaian. Dia keluar dari mobil dan menyenderkan badannya di bagian depan mobilnya aku pun sama keluar dari mobil Kyuhyun dan naik ke atas mobil bagian depan. (bisa ngebayangin ga?) aku memeluk lehernya lalu meneruh (?) daguku di bahunya.
"Kau kenapa?" tanyaku selembut mungkin.
"..." dia diam pandangan matanya masih lurus ke depan dan aura marah yang dia keluarkan pun masih terasa.
"Ceritalah jangan di pendam sendiri." aku menasehatinya dengan suara selembut mungkin.
"..." dia masih diam dengan pandangan yang masih lurus kedepan.
Aku semakin memeluk lehernya. Ku benamkan kepalaku di cekukan leher Kyuhyun mencium aroma tubuhnya. 'aku kira dia bau.' Ucapku dalam hati.
Dia masih diam dengan tatapan yang masih lurus ke depan. Aku mencium sekitar lehernya tanpa hisapan, gigitan, dan jilatan hingga tidak meninggalkan kissmark.
"Jangan melakukan itu!" Kyuhyun akhirnya berbicara walaupun dengan nada datarnya.
"Habisnya kau dari tadi diam terus." Aku mengatakannya seimut mungkin.
"Apa yang kau inginkan?" tanyanya dan menenggokkan kepalanya menatapku dengan tatapan yang sedikit lembut.
"Ehm..." aku berpikir sejenak.
Terdengar suara ombak hingga membuatku mendapatkan ide. "Bagaimana kalau kita main di pantai saja? Lagian aku belum mandi hehehe." Usulku.
"Baiklah." Dia menerima usul yang aku berikan.
Aku melepaskan tanganku dari lehernya dan turun dari bagian depan atas mobil Kyuhyun. Aku menatapnya dan tersenyum manis di hadapannya.
"Ayo kita bermain air!" aku mengatakannya dengan semangat membara (?) dan menariknya ke bibir pantai.
Aku dan Kyuhyun bermain air dengan senangnya hingga membuat bajuku yang besar dan tipis ini basah. Kyuhyun pun sama bajunya sudah basah.
Sungmin POV END
Kyuhyun POV
Aku dan Sungmin hyung sudah lelah bermain air dan lihat baju yang kami gunakan sudah sangat basat. Sekarang aku dan Sungmin hyung sedang duduk di pasir pantai ini terdengar suara gemuruh ombak yang saling bertabrakkan dengan ombak lainnya.
"Hosh...hosh.. kau tau Kyu sekarang aku senang sekali!" dia mengatakannya seperti anak kecil membuatku semakin gemas. Sungmin hyung berdiri dan menarik tanganku. "Ayo kita bermain lagi!" dia menarik narik tanganku pelan.
Aku yang tengah asik duduk kerena memang cukup lelah bayangkan saja dia terus bermain dengan ombak dan kadang aku harus mengejarnya dan menceburkannya di air yang asin ini. Tapi kenapa dia tidak lelah ya?
Aku melihat penampilan Sungmin hyung dan lihat penampilannya bajunya yang kebesaran dan tipis lalu basah membuat baju itu menempel di badannya dan terlihat pula paha putihnya karena memang dia memakai celana pendek. Baju yang basah dan tipis itu membuat bagian atas badan Sungmin sangat terlihat jelas. Aku menelan salivaku susah payah.
"Ayo Kyu kita main lagi~" dia merengek dan menarik-narik tanganku pelan.
Aku menggelengkan kepalaku berusaha menghilangkan pikiran kotor yang hinggap di kepalaku. "Lebih baik kita ganti baju dulu hyung. Nanti kau sakit." Aku berdiri menghadapnya.
"Aku tidak membawa baju ganti Kyu."
"Tenanglah aku membawa baju di mobilku." Aku bohong mengatakan ini. Tentu saja aku tidak membawa baju kering satu pun.
"Baiklah ayo kita ganti baju!"
" Ayo hyung!" sekarang giliran aku yang menarik tangan hyungku ini ke bagian pantai yang cukup ramai pasti di situ ada tempat ganti baju bukan?
"Lho, nggak ngambil baju yang keringnya dulu?" Sungmin hyung mengikuti langkah kakiku dia terlihat bingung.
"Ani." Jawabku singkat. Dia hendak protes tapi aku cegah "JANGAN PROTES!" aku mengatakannya dengan nada penuh penekannan.
333333
00000
333333
Akhirnya aku dan Sungmin hyung tiba di tempat ganti baju. Aku mendorong tubuh mungil hyungku ke salah satu tempat ganti baju yang berada di paling sudut atau bisa di bilang paling pojok. Aku ikut masuk ke ruangan yang sama dengan Sungmin hyung dan menutup pintu tempat ganti baju ini tidak lupa aku mengunci pintunya.
"Lho Kyu kok ikut masuk? Bukankah ada tempat lain yang masih kosong?" Dia heran melihatku ikut masuk.
"Aku ingin di sini." Jawabku dan menatapnya dengan tatapan lapar.
Sungmin hyung berjalan mundur sayangnya ruangan ini cukup kecil untuk satu orang sedangkan ini ada dua orang bisa di bayangkan sebagaimana sempitnya tepat ini? Sungmin hyung memundurkan langkahnya satu langkah. Baru satu langkah badannya sudah terbentur dinding tepat di belakangnya ini. Wajah ketakutannya mirip seperti anak kecil yang membuatku semakin ingin memakannya.
"A...apa yang kau inginkan?" nadanya terlihat gemetar. Apa setakut itukah dia?
"Aku tidak ingin apa-apa hyung." Ku buat suaraku seseksi mungkin. Aku melangkahkan kakiku mendekati Sungmin hyung yang tidak terlalu jauh di hadapanku. Aku mencengkram ke dua bahunya.
Aku menatapnya dengan pandangan seseduktif mungkin menatap matanya dalam. Seringai terpampang jelas di wajahku. Aku menjilat bibirku yang tidak kering dengan gerakkan lambat setelah menjilat bibirku aku mengigit bibir bawahku dengan seksinya. Terlihat dia hanya bisa melihatku dengan tatapan takutnya.
"A..apa ingin yang kau la...mmmppphhhh..." aku mencium bibir plum milik hyungku ini dengan kasar.
Aku masih mencengkram bahunya. Aku menginginkan ciuman ini semakin dalam aku lepaskan cengkraman tanganku dari bahunya. Aku tuntun ke dua tangan Sungmin hyung untuk mengalugkan tanganya di leherku dia hanya menurut. Aku tekan tengkuk bagian belakang lehernya memaksanya membalas ciumanku.
Tanpa aku gigit bibir bawahnya dia sudah membuka mulutnya membiarkan aku menjelajahi tiap jengkal semua yang ada di gua lembab dan hangat miliknya. Aku masukkan lidahku mengabsen deretan gigi putih Sungmin hyung.
"Ennnggghh... Kyu..." dia melengkuh.
Dan saat itulah dia mulai membalas ciumanku kami saling perang lidah. Aku sedikit memiringkan kepalaku agar lebih mudah menciumnya. Aku melihat matanya yang tengah terpejam menikmatinya mungkin. Ciuman ini semakin dalam hingga saliva milikku dan Sungmin hyung menetes di sudut bibirku.
Aku melepaskan ciumanku beralih menciumi dagu dan turun leher putihnya menghisap dan mengigit pelan leher putihnya hingga meninggalkan kissmark di lehernya.
Kyuhyun POV END
Normal POV
Kyuhyun terus menjelajahi (?) leher putih milik Sungmin sedangkan Sungmin hanya bisa memejamkan matanya dan mengigit kuat leher bawahnya berusaha untuk tidak mengeluarkan desahan. Kyuhyun kembali membuat kissmark di leher Sungmin akhirnya pertahanan Sungmin untuk tidak mengeluarkan suarapun runtuh.
"Eung Kyu… hen-hentikan"
Kyuhyun memberhentikn aksinya menegakkan badannya dan menetap wajah Sungmin yang masih memejamkan mata dengan mukanya yang sudah memerah. Kyuhyun menyibakkan poni yang menutupi dahi Sungmin. Sungmin membuka matanya perlahan.
"Kenapa memintaku berhenti hyung?" tanya Kyuhyun selembut mungkin.
"Kenapa melakukan di sini?" bukannya menjawab Sungmin palah balik bertanya.
"Jadi kau menginginkannya dimana?" tanya Kyuhyun lagi.
"Aku tidak mau disini." Sungmin menjawabnya sambil menundukkan kepalanya mungkin malu.
Kyuhyun memngeluarkan seringai di bibirnya. "Baiklah kita akan melakukannya di tempat lain."
TBC
Balasan Review :
Mimiyeon : Panggil aku Nina aja ya biar lebih akrab gitu hehehe. makasih udh review
.
WindaaKyuMin: wah aku di panggil thor panggil aja aku Nina ya makasih udh review
.
emyELF : inlah menuju NC hahaha ini udh ada kok sequelnya. Panggil Nina aja ya biar lbh akrab hehehe. Makasih udh review
.
Saeko Hichoru : ini masih T to M. Mungkin lanjutanya bakalan NC an hehehe
.
JiYoo861015 :ini ada sekuelnya. Gpp kok selama itu baik buat aku, aku bakalan terima makasih sarannya makasih juga udh mau review
.
Princess kyumin : aku sdh membawa sequel nih hehehehe tapi belum ke Ncnya baru menuju NC hehehe. Panggilnya Nina aja ya biar lebih akrab gitu hehehe. Makasih udh review
.
widiwMin : gimana udh ga ngegantungkan..? panggil Nina aja ya biar lebh akrab hehehe. Makasih udh reiew
.
White Lucifer : gpp kok dek selama itu baik buatku juga. Aku ga marah kok. Makasih sarannya makasih juga udh review
.
Chikyumin : yang sabar aja buat mereka hehehe. Iya aku usahain kok. Makasih ya udh review
.
960120 : ini udh aku buatkan sequelnya tapi masih T to M lanjutannya aku usahain M dech. Makasih ya udh review
