Chapter 3 Updated! Semoga gak kelamaan yak...ide saya lagi mengalir...
Buat yang kritik fic ini, terima kasih. Tapi fic ini dengan sedemikian rupa saya buat sehingga bisa mengarah ke fisika. Jadi tolong jangan prasangka buruk dulu. Saya tahu saya newbie, dan fic saya punya banyak kekurangan.
Romance kurang banget, Maafkan saya, saya akan buat romancenya sedikit bertambah di chapter ini, tapiiii, mungkin akan aneh, hontou ni gomenasai!
Genrenya saya ubah menjadi Friendship / Mystery saja. Hontou ni gomenasai! semoga readers sekalian cukup secukup-cukupnya puas deh sama chapter terakhir ini. *ojigi*
RnR yo!
The Physicist and The Detective
Disclaimer : oh, ayolah Masashi Kishimoto-sensei! Pinjami aku karakter buatanmu itu sebentar!
Story By : Hasegawa Nanaho
Pairing : InsyaTuhan(?) SasuHina always! A little ItaKonan
Warnings : (tidak pernah ada perubahan) Gaje, OOC, OC, lebay, garing, kaku, dan ketidaksempurnaan lainnya sebab saya masih newbie! Mengandung unsur tidak nyata! Ending Gaje! Don't like don't read yo! No flame permitted! Critics? That's OK!
Happy Reading, minna!
.
.
Chapter 3
The next day~
Konoha Mathematics and Science University.
Lagi-lagi Hinata berdiri di depan pintu bercat merah muda dengan palang "Physics Laboratory".
Tanpa main ketuk, Hinata langsung masuk.
"Sa-Sasuke-sensei?" Hinata menyapa.
"Sudah datang ya? Baiklah, ayo kita mulai percobaannya..." Sasuke menanggapi dengan singkat lalu mulai mempersiapka sebuah percobaan bersama murid-muridnya.
Mata Hinata menerawang, bahan-bahan itu berupa manekin polos yang diikat dengan sebuah besi dengan beban 50 kg. Tali yang digantung di plafon yang menurut Hinata setinggi 4 meter. Sambungan tali dengan lilin yang belum dinyalakan. Alas trampolin, dan lain-lainnya yang sedemikian rupa dengan keadaan kasus Tenten tersebut.
"Baiklah, seperti yang kau lihat. Energi potensial adalah energi yang muncul tergantung kepada kedudukan benda. Contohnya adalah benda yang digantung. Prinsip ini mirip dengan lift. Semakin berat beban, maka semakin cepat juga terjatuhnya." Hinata mengangguk-angguk mendengar penjelasan Sasuke.
"Dan, misalnya, jika ada kayu seperti lantai rumah Tenten itu, maka semakin berat beban, semakin dalam juga terperosoknya. Karena berat badan Tenten hanya 50 kg, maka akan menjadi seperti ini..." Sasuke kemudian memerintahkan pada muridnya untuk menyalakan lilin.
Lilin itu perlaha-lahan membakar tali yang cuma dililit di plafon, sehingga manekin dengan beban 50 kg itu terjatuh menginjak trampolin.
"Alasnya kuganti menjadi trampolin supaya tidak merusak lantai lab. Kedalaman juga bisa diukur dari titik terjauh trampolin itu tertekan."
Sasuke lalu mengukur jarak kedalaman trampolin itu.
"30 cm, sesuai yang kuperhitungkan." Gumamnya datar.
Semua murid bertepuk tangan, tak terkecuali Hinata.
"Brilian, Sasuke-sensei! Semua pas dengan perhitungan!" seorang murid memuji Sasuke.
"La-lalu, siapa tersangka yang paling mungkin melakukan ini?" Hinata mendoba bertanya kepada Sasuke.
"Seseorang yang datang terakhir kali ke rumah Tenten." Ucap Sasuke dingkat.
"Ja-jadi?"
"Haruno Sakura-lah orangnya..." jelasnya tenang.
.
.
.
The Next Day~
"Hey, Hinata!" panggil seseorang.
"Oh, I-itachi-senpai!" rupanya yang memanggil Hinata adalah Itachi.
"Akhirnya kasus itu selesai, ya?"
"I-iya, aku hampir tidak percaya. Pelakunya adalah Sakura-san..."
Setelah kejadian di laboratorium Sasuke. Hinata langsung menelepon partnernya, Hidan untuk segera menahan Sakura. Setelah diinterogasi singkat, Sakura mengaku. Alasannya simpel, Sakura iri dengan Tenten yang sudah punya pacar dan berencana untuk segera menikah. Tenten juga rupanya sering memanas-manasi Sakura. Hal ini membuat Sakura iri sekaligus benci sekali terhadap Tenten. Ia merencanakan pembunuhan ini sudah sejak lama.
Diketahui pula, Sakura memilih teknik ini agar tidak menimbulkan kecurigaan terhadap dirinya sendiri. Singkatnya agar tidak dianggap pembunuhan, melainkan bunuh diri. Tetapi setelah pengakuannya selesai, ia merasa begitu menyesal. Ia terus-terusan bergumam 'Sakura bodoh' sambil menangis.
Petugas kepolisian juga takjub. Apa yang mereka kira ternyata salah. ini benar-benar kasus pembunuhan. Ini berkat Sasuke-sensei, akhirnya aku naik pangkat. Bukan Rookie lagi, tapi Specialist.
"Dan aku juga baru tahu, Konan-san itu istrimu!" Hinata berteriak horror dengan OOC-nya.
"Maaf lupa memberitahumu...hahaha" jawab Konan santai.
"Lalu...Bagaimana? Adikku si Cold Weirdo' Man itu? Kudengar kalian menjadi dekat karena kasus itu, eh?" Itachi menggoda Hinata.
"I-Itachi-senpai!"
"Hei, hei, Hinata. Pajaknya ditunggu ya..." goda Konan.
Drrt Drrt. Hinata baru saja akan mengelak, tapi tertunda karena ponsel Sony Ericson flipnya bergetar.
1 Message Received
From : Sasuke-kun
Kutunggu di Marine Resort Restaurant.
Hinata sweatdropped, ia tahu fisikawan itu pelit bicara. Tapi SMS nya lebih pelit daripada pembicaraan, ya?
"Itachi-senpai, Konan-san. A-aku..."
"Kenapa Hinata? Otouto-ku SMS ya? Sudah pergi sana, temui dia..." perkataan Itachi seolah membaca pikiran Hinata.
"Pajaknya ditunggu ya!" teriak Konan dengan polosnya.
"E-enak saja, a-aku hanya makan bareng k-kok..." balas Hinata dengan wajah merah.
"Haaah, masa muda memang menyenangkan ya, Itachi-kun?" tanya Konan.
"Ya, seperti waktu aku masih detektif rookie, kan. Konan-chan?"
"Ya, waktu itu juga masih kasus pertamaku..." sahut Konan.
"Bahkan Sasuke keceplosan, mengatakan bahwa Hinata itu wanita paling menarik daripada yang lainnya..." Itachi hanya geleng-geleng kepala.
"Hm, gadis itu kurang pandai menyembunyikan perasaan, ya?"
.
.
Marine Resort Restaurant.
"Ma-maaf, aku telat...Se-Sensei..." Hinata masih terengah-engah begitu samapi di meja Sasuke.
"Disini, aku bukan sensei bagimu, panggil aku Sasuke..." jawab Sasuke masih dengan dingin.
"Ma-maaf, Sa-Sa-Sasuke-kun..."
"Kau mau pesan apa?" bisik Sasuke datar.
"Seafood Paella." Jawab Hinata cepat dengan wajah memerah.
"S-sama, Seafood Paellanya dua!" ucap Sasuke kepada pelayan. Semburat merah kecil terbentuk di wajah putih nan mulus milik Sasuke, tapi buru-buru dihilangkannya.
'Sa-Sasuke-kun imut...' batin Hinata sambil terkekeh pelan.
Hinata Pov.
Kami tidak pacaran! Kami hanya bersahabat sekarang! Mungkin nanti...
Tapi perjalan masih panjang, kami berdua masih muda.
Aku 17 tahun, Sasuke 19 tahun. Tadinya aku kaget, ketika dia mengatakan usianya 19 tahun. Tapi usia bukan masalah. Hihihi.
Hinata Pov Ends.
Well, kehidupan baru menanti kalian, Hyuga Hinata dan Uchiha Sasuke~
.
FIN!
Ini kebodohan sayaa! Fic ini tamat dengan gajenya! Mungkin nanti saya akan buat sekuelnya, kalau sempat! Heup! *hormat*
Terima kasih buat para readers yang sempat membacanya. Hontou ni gomenasai! Saya tidak bisa membuat fic sesuai harapan kalian!
Tapi saya hanya mau nerima kritik, flame? Lumayan buat banyakin review... #plak
Jaa amatte~ *tulisan salah*
Regards Hasegawa Nanaho.
