Musim panas, waktu liburan musim panas memang paling menyenangkan kalau dihabiskan untuk berlibur di pantai. Berenang, berjemur, berselancar, bahkan berkencan—
Ehm.. yeah, berkencan.
Berkencan? Di musim panas? Oh— itu adalah hal yang paling mustahil untuk seorang Karin Hanazono. Bagaimana tidak? —Kazune, suami— ehm! Maksudnya kekasih Karin, paling benci dengan yang namanya 'musim panas'. Oh— alasannya sangat mudah, selain serangga tentunya, -Kulitku bisa merah kalau terkena sinar matahari- itulah yang selalu Kazune katakana setiap kali Karin mengajaknya bermain di musim panas. Menyebalkan bukan?
Yeah, sangat menyebalkan!
tapi— kali ini Karin punya cara lain untuk bisa mengajak Kazune. Bagaimana caranya? Mari kita lihat sedikit kisahnya dibawah ini.
"Spalva"
Disclaimmer : Kamichama Karin © Koge Donbo
Story © Trancy Anafeloz
Rate :T
Genre : Romance, Humor.
Warning : AU , OOC , Typo, Drabbles, Gaje dan sebagainya~
DON'T LIKE? DON'T READ !
.
.
Summary :
Terkadang, aku masih tidak percaya dengan takdir yang menimpaku saat ini. Takdir yang mengatakan bahwa aku, Hanazono Karin dan Kujo Kazune adalah sepasang suami istri di masa lalu (?). Hal yang sangat sulit dipercaya bukan? Entahlah, siapa tahu? Satu hal yang pasti, kini aku dan Kazune adalah sepasang kekasih.
:: Author persembahkan sebuah Fict ringan, gaje, dan manis (?) untuk para readers tercinta ::
:: hanya sebuah Fict penghibur semata ::
Enjoy Reading
"KAZUNE— " teriak seorang gadis manis beriris mata emerald, Karin Hanazono. Teriakannya membahana hingga tiap sudut ruangan kediaman milik keluarga Kujo.
"Berisik, Karin," kata seorang pria tampan beriris mata shappire, berambut blonde yang sedang berjalan turun menuju lantai dasar melalui gundukan-gundukan anak tangga di rumahnya, penghubung antara lantai dasar dengan lantai berikutnya. Kazune Kujo— nama pria itu.
Karin yang melihat Kazune, langsung tersenyum sumringah dan segeralah Karin menghampirinya. "Kazune, ke pantai yuk?" ajak Karin ceria, "Kita bersenang-senang di sana."
"Tidak," jawab Kazune datar sambil berjalan ke arah dapur.
Karin mengikutinya seraya terus membujuknya, "Oh ayolah, Kazune. Di sana kita berenang, berjemur, bahkan ber— "
"Kulitku bisa merah, terbakar matahari," potong Kazune cepat sebelum Karin sempat menyelesaikan kata-katanya.
Karin memutar bola mata bosan, berkali-kali ia harus mendengar jawaban yang sama dari mulut seorang Kujo. "Ah— kau tidak asik, Kazune."
"Biar," balas Kazune ketus.
"Yasudah, akan pergi dengan Jin saja, untung tadi aku sudah mengajaknya," ucap Karin sumringah sambil berlalu dari hadapan Kazune, tak lupa ia bersenandung-senandung kecil, mengingat hari ini ia akan bersenang-senang.
Krik..
"Jin?" tanya Kazune entah pada siapa, sebab Karin sudah berlalu dari hadapannya.
Tidak sampai 10 detik, Kazune pun memutuskan untuk ikut.
Notes: Kazune tidak akan membiarkan Karin dan Kuga bersenang-senang— ups, ralat! maksudnya berduaan.
~(-_-)~
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
Bunyi suara bel rumah bergema di kediaman milik Kujo.
"Ah! Sepertinya Jin sudah datang, iya tunggu sebentar— " teriak Karin sambil berlari ke arah pintu utama. Di bukalah pintu itu, dan— nampaklah seorang pria tampan berambut hitam, berkaca mata hitam, dan tak lupa juga nampak sebuah wagon hitam terpakir jelas di depan kediaman Kujo.
"Ah, Dewi! Sudah siap?" tanya Jin pada Karin sambil melepaskan kaca matanya, menampakan sepasang iris mata kuning yang begitu cerah.
"Yeah, aku sudah siap, ayo kita pergi!" pekik Karin semangat sambil menarik salah satu lengan Jin.
"Tunggu— " teriak seseorang dari arah belakang Karin dan Jin. Membuat kedua orang itu harus menolehkan kepalanya ke belakang.
"Kazune?" ucap Karin kaget saat dilihatnya sosok Kazune yang sudah siap membawa satu ransel penuh perlengkapan pantai.
"Hn," balas Kazune cuek sambil membuang muka ke arah lain.
"Kujo, kukira kau tak kan ikut, eh?" tanya Jin dengan nada seolah mengejek, "takut kulitmu memerah mungkin."
"Cih, diam kau!" bentak Kazune karena merasa tersindir. Karin hanya terkekeh pelan, saat melihat Jin dan Kazune adu mulut. "Sudah, sudah, sebaiknya ayo kita segera pergi," ajak Karin sambil menarik lengan Kazune, lalu dia pun menyeringai puas.
Notes: Karin sangat puas saat melihat ekspresi Kazune, yeah rencananya kali ini berhasil.
~(-_-)~
Pantai di musim panas kali ini terlihat sangat ramai. Yeah memang setiap musim panas akan selalu ramai, sih. Tapi musim panas kali ini benar-benar membuat pantai penuh dengan sekumpulan orang-orang yang siap untuk menikmati liburan mereka.
"Kazune— ayo kemari!" teriak Karin dari arah bibir pantai sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Kazune yang sedang terduduk di bawah paying pantai. Senyumnya mengembang di bawah teriknya matahari, sangat manis pikir Kazune.
"Dewi semangat sekali," ucap seseorang dari arah samping Kazune. Jin Kuga nama orang itu, matanya menatap lurus ke arah dimana Karin sedang bermain. Bibirnya menyunggingkan seulas senyum saat melihat sosok Karin yang begitu ceria, "manis."
"Apa?" tanya Kazune ketus, matanya mendelik tajam ke arah Jin saat di dengarnya ucapan Jin yang menurutnya begitu menyebalkan. 'tidak ada yang boleh bilang Karin manis, selain aku." batin Kazune kesal.
Jin menghela nafas panjang saat di lihatnya Kazune menatapnya tajam, kemudian Jin menyeringai, "Aku bilang, Dewi itu ma-nis," ucap Jin penuh penekanan, entah kenapa dia sangat senang melihat Kazune begitu cemburu terhadapnya.
"Kau— " ucap Kazune tertahan, saat dilihatnya Karin sedang berlari ke arahnya dan juga ke arah Kuga.
"Kalian sedang apa? ayo kita main," ajak Karin saat sampai di hadapan Kazune dan Jin.
"Malas," jawab Kazune cuek. Karin yang mendengar ucapan Kazune pun hanya mendengus kesal, "Ah, yasudah aku main sendiri saja."
"Dewi! Tunggu aku ikut!" pekik Jin yang langsung berlari menyusul Karin. Di ciumlah pipi Karin secepat kilat saat Jin sampai di sampingnya. Membuat wajah Karin memerah.
Kazune yang melihat kejadian itu menggeram kesal, dan "KUGAAAA— !" teriak Kazune membahana, membuat seluruh orang yang ada di sekitar pantai menoleh ke arahnya.
"AKU AKAN MEMBUNUHMU!" teriaknya lagi sambil berlari ke arah Jin dan Karin, tak peduli dengan tatapan-tatapan orang sekitar.
Jin yang melihat itu hanya menyeringai puas, di tariknya tangan Karin, membuat Karin sedikit kaget dan mereka pun kabur dari kejaran Kazune. Umm.. mungkin lebih tepatnya, yang kabur itu Jin haha…
Terjadilah aksi kejar-kejaran yang membuat seluruh pengunjung pantai heboh.
Chapter 2 End..
Author note: aduh maaf ya di chapter ini Kazune sama Karin gak begitu romantis heheh, habis bingung sih. Sebenernya galau mau ngelanjutin ini fict atau enggak habis responnya sedikit banget :( , tapi yaah aku usahakan untuk lanjut. Maaf ya kalau ceritanya kurang memuaskan…
Kalau respon kali ini sangat memuaskan, saya usahakan di chapter depan saya akan buat fict yang lebih sweet lagi wkwkwkwk..
dan untuk readers yang minta perpanjangan Fict, kayaknya bakal susah deh, soalnya kan ini fict drabbles, maaf yaaaaaaa..
Saya tau jalan cerita fict Drabbles ini sangat-sangat aneh dan gaje T_T, bunuh saya, tabok saya , ah— tapi saya harap kalian tetap mau memberikan saran-saran dan concrit buat saya agar saya bisa buat cerita yang lebih baik lagi..
Spalva saya ambil dari bahasaLituavi, yang artinya : warna.
Jadi? Ini mau dilanjutin lagi atau enggak di chapter berikutnya? Kalau responnya banyak mungkin akan saya lanjutkan..
Buat kalian yang baca fict ini saya harap riviewnya ya *plak*
RIVIEW, CONCRIT, SARAN, FLAME, semua diterima dengan senang hati XD~~ apa lagi sekarang lagi marak Flame wkwkwk, lumayan buat nambah kotak review XDD
NO SILENT RIDERS!
Bukannya maksa wakakkak tapi gimana ya? dapet review dari kalian para readers adalah hal sungguh-sungguh membuat author bahagia dan juga membuat author lebih semangat nulis chapter depannya. Jadi bagi kalian yang gak punya akun aku harap riviewnya juga hoho *dilempar wajan*
Aduh maaf ya banyak bacot *dor*
Akhir kata..
REVIEW PLEASE~~
Balasan non login:
chusnul : terima kasih hehe, boleh minta riview lagi ? wkwkwk #plak
azusa : wah ati-ati (?) wkwkwk, ah ini cerita drabbles XDDD jadi ceritanya kurang dari 1000 word hehe, makasih riviewnya
Hotaru no Hikari AnimeLovers : Huaaaaaay lulu *peluk cium* makasih ya ripiunya sayang XDD iya nanti kalo udah lunas semua utang fictku wkwkkw.
KarinPinkLovely : ihihihi makasih yaaa XDDD, seneng deh ada yang suka juga hohoho *ketawa ala tante2* eh ya ? chapate ini udah kuperpanjang XDD tapi gak sampe 1000 word soalnya ini fict drabbles :3, riview lagi? *plak
scsda : ini sudah lanjut :3, makasih riviewnya XDDD
kazu : wah ati-ati XDDD nanti bisa gila *plak* wkwkwk makasih riviewnya
nina : sudah update lhoo hehe, maaf kalo chapter ini jelek
Special thanks for :
chusnul, azusa, Hotaru no Hikari AnimeLovers, Karin-Sica, KarinPinkLovely, Chisami Fuka, scsda,
kazu, nina, karikazuka, and Ao Panda
