Masih dengan tema tentang liburan musim panas. Apa yang akan kalian pikirkan tentang liburan musim panas? Berenang? Bersantai-santai ria sambil menikmati banyak cup es krim? Duduk bersila di depan kipas angin? Atau berendam di dalam air es yang dingin?

Oh—lupakan kegiatan-kegiatan yang tertulis di atas, Kazune dan Karin mempunyai cara tersendiri untuk menikmati betapa sialnya—ups! Maksudku betapa indahnya acara musim panas itu.

Pergi ke sebuah hutan di saat musim panas? Pasti sangat menyenangkan, bukan? Menikmati sejuknya angin hutan dan juga dinginnya air sungai.

Bagaimana kisahnya? Yuk mari kita intip sedikit cerita manis (?) tentang mereka.

Spalva

Kamichama KarinKoge Donbo

Story © Trancy Anafeloz

Warning : Alternative Universe, Out Of Character, Typo, Drabbles, etc.

DON'T LIKE? DON'T READ !

.

.

Summary :

Terkadang, aku masih tidak percaya dengan takdir yang menimpaku saat ini. Takdir yang mengatakan bahwa aku, Hanazono Karin dan Kujo Kazune adalah sepasang suami istri di masa lalu (?). Hal yang sangat sulit dipercaya bukan? Entahlah, siapa tahu? Satu hal yang pasti, kini aku dan Kazune adalah sepasang kekasih.

:: Author persembahkan sebuah Fict ringan, gaje, dan manis (?) untuk para readers tercinta ::

:: hanya sebuah Fict penghibur semata ::

Enjoy Reading

"Aku benci tempat ini," gerutu Kazune kesal. Wajahnya lesu seperti orang mau pingsan.

Karin dan Himeka yang mendengar gerutuan Kazune hanya terkekeh pelan. "Oh, ayolah, Kazune. Kita kemari untuk bersenang-senang," ucap Karin ceria.

"Lihat~ Kazune, Karin. Aku menemukan kumbang tanduk." Himeka berlari-lari kecil ke arah dimana serangga itu berada. Diambilnya serangga tersebut kemudian diperlihatkan kepada Karin dan Kazune. "Lihat, Pak Kumbang Tanduk ini lucu sekali," kata Himeka senang.

Kazune membatu…

"Kau benar, Himeka." Karin berkata semangat sambil mengamati seekor kumbang tanduk yang ada di genggaman Himeka. "Kazune lihat in—"

"KAZUNE?" teriak Karin membahana di dalam hutan. Tempat dimana mereka akan mengadakan camping sebagai acara pengisi liburan musim panas yang membosankan.

Karin yang panik akhirnya segera menghampiri Kazune yang sedang terkapar pingsan tak berdaya.

"Kazune, Kazune, Kazune!" panggil Karin seraya terus menepuk pipi Kazune.

"Ka…Karin… aku…benci serangga," ucap Kazune pelan tak bertenaga.

Krik…

Setelah mengatakan hal itu pun Kazune langsung tak sadarkan diri sepenuhnya di dalam pelukan Karin.

Notes: Kazune benci serangga! Amat sangat benci serangga! Ingat itu.

~(-_-)~

"Kazune payah!" gerutu Karin saat sedang berusaha mendirikan sebuah tenda, tempat dimana ia, Kazune dan Himeka akan bermalam di dalam hutan ini. Dibantu oleh Kazune dan Himeka juga tentunya.

Kazune yang mendengar gerutuan Karin pun hanya bisa berkata, "Sudah kubilang 'kan? Aku benci tempat ini! Hutan di musim panas itu penuh akan serangga yang menjijikan!" cerocos Kazune mengeluarkan semua uneg-unegnya.

"Sudahlah Kazune… nikmati saja liburan kita ini," kata Himeka pelan, lemah lembut.

"Benar!" pekik Karin semangat. Sedangkan Kazune? Dia hanya bisa mendengus kesal.

.

.

.

Krasak… Krasak… Krasak…

Sebuah bunyi suara mencurigkan masuk ke dalam indera pendengaran Karin, Kazune dan Himeka. Membuat mereka harus memicingkan mata ke arah sumber suara tersebut.

"Siapa itu?" Kazune berkata berani.

Krasak… Krasak… Krasak…

Bunyi suara gemerisik semak-semak mulai terdengar kembali. Membuat Karin agak bergidik ngeri. Takut akan hewan buas yang tiba-tiba datang lalu menyerang mereka.

Perlahan, Kazune mulai mendekati semak-semak yang menghasilkan bunyi suara gemerisik tersebut. Dengan langkah hati-hati ia mulai melihat sesuatu yang ada di balik semak-semak tersebut.

"Kazune hati-hati," ucap Karin pelan, merasa khawatir akan keselamatan Kazune.

Kazune meneguk ludah sebelum menyingkap semak-semak tersebut.

SRAK!

"DEWI—" teriak seseorang dari balik semak-semak tersebut. Membuat Kazune terjungkal ke belakang.

"Ji-Jin?" pekik Karin kaget saat tiba-tiba melihat Jin lompat dari balik semak-semak dan langsung berlari ke arahnya.

"DEWI~~~" pekik Jin sambil memeluk Karin. "Akhirnya aku menemukannmu." Lanjutnya ceria.

"Eh?" ucap Karin kaget.

Wajah Kazune mendidih saat melihat si Kuga itu memeluk-meluk Karin dengan manja. "Lepas Kuga," ucap Kazune penuh penekanan.

"Ah! Kau, cowok cantik," ejek Jin masih bergelayut manja pada tubuh Karin.

"Kau—" desis Kazune tajam.

Karin hanya bisa mendengus saat melihat tingkah laku Kazune dan Jin. "Sudah, sudah, sebaiknya kau istirahat dulu, Jin. Dan kau harus menceritakan bagaimana caranya kau bisa ada di sini," ucap Karin panjang lebar berusaha melerai pertengkaran tidak penting di antara Kazune dan Jin.

Nyut...

Kening Kazune berdenyut. Empat buah sudut siku-siku kini mampir tepat di atas keningnya. Karin? Mengacuhkannya? Dan dia lebih memilih untuk menemani Jin istirahat? What the hell?

Kazune hanya bisa menatap Kuga dengan pandangan tidak suka.

Notes: Kazune tidak suka serangga. Tapi dia lebih tidak suka melihat Karin bersama dengan Kuga! Ingat itu.

~(-_-)~

"Oh, jadi kau sedang ada acara syuting video clip di sekitar hutan ini," ucap Karin mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

Jin tersenyum sumringah saat melihat ekspresi Karin, "Benar!" pekiknya dengan semangat menggebu-gebu, "lalu saat syuting tadi aku sempat melihat dewi dengan Himeka, segera aku susul kalian hehe." Jin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Kazune yang ikut mendengar cerita Kuga hanya bisa mendengus pelan.

"Karin," panggil Kazune.

Merasa namanya terpanggil, Karin pun menolehkan kepalanya ke arah Kazune. "Ya?" respon Karin saat mendengar panggilan Kazune.

Kazune pun segera bangkit berdiri kemudian berkata, "Ikut aku."

"He? Kemana?" tanya Karin polos. Tanpa babibu lagi Kazune langsung menarik pergelangan tangan Karin. Membuat Karin tersentak kaget.

"A-ah, Jin aku tinggal dulu sebentar, ya! Himeka juga!" pekik Karin saat dirinya mulai menjauh dari Jin dan juga Himeka. Jin hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti sedangkan Himeka hanya tersenyum lembut.

.

.

.

"Kita mau kemana, Kazune?" tanya Karin menatap punggung Kazune yang sedari tadi masih melangkahkan kakinya entah kemana sambil menggandeng pergelangan tangan Karin.

Kazune berhenti melangkahkan kakinya saat mendengar pertanyaan Karin. Lalu ia membalikkan tubuhnya tepat ke arah Karin sehingga mereka kini dalam posisi berhadapan.

"Aku tidak suka melihat kau dekat-dekat dengan si Kuga itu," ucap Kazune dengan nada tidak suka.

"Hah?" Karin hanya melongo mendengar ucapan Kazune. "Kau—" ucap Karin menggantung kalimatnya, "—cemburu?" tanya Karin dengan nada tidak percaya.

"Kau cemburu dengan Jin, eh, Kazune?" tanya Karin dengan nada mengejek.

Wajah Kazune benar-benar merah saat ini. Ucapan Karin tepat pada sasaran.

"Tidak," elak Kazune berbohong.

"Iya, kau cemburu," goda Karin menahan tawa.

"Tidak."

"Iya."

"Aku tidak cemburu!" ketus Kazune tidak mau kalah.

"Kau cemburu, Kazune."

"Tid—"

Ucapan Kazune teputus seketika saat dirasakannya bibir hangat Karin menyentuh bibir miliknya. Membuat Kazune bungkam seketika.

"Kau cemburu, Kazune," kata Karin setelah melepas kecupan singkatnya.

"…"

Karin tertawa renyah saat memandang wajah merah Kazune. Seringai kemenangan kini terpatri jelas di wajah cantik milik Karin. Untuk kesekian kalinya, Karin berhasil menang adu mulut dengan Kazune.

Notes: Karin selalu tahu bagaimana caranya membuat mulut pedas Kazune bungkam seketika. Dan Karin selalu tahu bagaimana caranya menenangkan emosi labil milik Kazune. /krik

Chapter 3 FIN..

Author note: Yaaaay! Akhirnya upadate juga setelah sekian lama hahaha… maaf banget yaa buat para readers yang udah nunggu fic ini. Gimana? jelek ya? aneh? Kurang puas? Tell me! Saya tu ini cerita aneh banget #pundung u,u

Saya bikin cerita ini hanya untuk pelepas penat aja hehe. Sebuah fic ringan yang cocok buat kalian yang lagi stress.. karena kalau saya buat cerita dengan tema yang berat takutnya nanti malah akan sangat membosankan.

Chapter ini adalah chapter terakhir, saya harap para readers puas dengan chapter ringan kali ini. Niatnya saya akan buat fic Kamichama baru dengan tema yang agak cukup berat mungkin. Jadi ceritanya bakal panjang, tidak sedikit seperti ini. Bagaimana? Kalau kalian banyak yang minat saya akan segera buatkan fic baru itu :D tapi kalau responnya sedikit -_- mungkin saya akan fokus dulu ke fic saya yang lain /taboked.

Jadi? Polling ada di tangan kalian ya para readers :D ayo kita ramaikan fandom kamichama Karin ini! *kibarin spanduk KK*

Makin bnyak yang review, makin banyak yang kirim semangat, makin senang dan semangat pula saya buat fic baru /plakplekplok.

Sekian bacotan ceria dari author gaje kali ini… saya mengucapkan terima kasih banyak buat kalian yang mau ngikutin cerita ini sampai akhir *pelukcium readers*

Akhir kata …

REVIEW PLEASE~~