Tittle : A Friend's Love

Chapter 2 : Promise

Rate : T

Cast :

_Ryeowook (y)

_Jongwoon (n)

_Zhoumi (n)

_Hangeng (n)

_Donghae (n) & Eunhyuk (y)

_Sungmin (y) & Kyuhyun (n)

Summary :

Cinta benar-benar menyakitkan, sangat menyakitkan ..

Aku terus tersenyum sebelum menangis tanpa henti ..

Cinta benar-benar lucu, benar-benar menakutkan ..

Tolong, hentikan perasaan ini, jika saja aku bisa bangun dari mimpiku ..

Warning : Genderswitch, Gaje, Abal, Typo bertebaran di segala tempat dan waktu.

Don't LIKE Don't READ

HAPPY READING & REMEMBER FOR REVIEW

#NP : Angel (Neoui Sesangeuro) (Into Your World) (你的世界) _ EXO-K & EXO-M

~FLASHBACK ON~

Ryeowook sedang duduk di taman sekolah sambil membaca bukunya. Tiba-tiba...

"Eonnie..." dia mendengar seseorang memanggilnya, dia segera menutup bukunya kemudian tersenyum sesaat melihat siapa yang menyapa nya.

"Apa aku menganggumu?" Tanya Sica.

"Tidak.. Kau kenapa Sica? Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Ryeowook dengan ramah.

"OK. Aku tak ingin berbasa-basi. Jadi langsung saja. Aku kesini bukan mau meminta bantuan kok. Aku hanya mau bilang ke Eonnie bahwa sekarang Yesung-Oppa adalah kekasihku. Walaupun aku tau Eonnie adalah sahabatnya dan sangat dekat dengannya tapi aku tidak suka melihat Yesung-Oppa begitu dekat dengan yeoja lain. Aku tau bahwa semua orang di sekolah sering menggosipkan Eonnie berpacaran dengan nya tapi tolong Eonnie, itu hanya ejekan. Jangan anggap serius. Dan tolong jaga jarak mu dengan Yesung-Oppa, jangan sampai kami bertengkar lagi hanya karena Eonnie. Aku tak ingin Yesung-Oppa dekat-dekat dengan yeoja sepertimu. Dan kalau Eonnie berpikir ingin bersaing denganku untuk mendapatkan perhatian Oppa ku harap kau mundur dan sadarr diri, siapa dirimu dan siapa aku, kau sangat tak pantas dibandingkan denganku." Sica langsung berjalan meninggalkan Ryeowook yang mencengkeram erat buku di tangan nya, dada nya terasa sakit.

~FLASHBACK END~

"Begitu..." Kata Ryeowook.

"Oppa tau kok, dan Oppa melihatnya." Kata Hangeng. Seketika Ryeowook menatap heran ke arahnya.

"Kenapa kau selalu begitu baik kepada Yesung?"

"Karena aku tau Yesung sering bersedih ketika sedang ingat Ahjumma. Dia juga sering bercerita padaku kalau Ahjussi tidak terlalu perhatian padanya, juga Oppa yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Aku hanya mencoba akrab dengan nya saja."

"Yesung tidak tau kan soal Sica yang mendatangimu?" Tanya Hangeng.

"Entah..."

"Kau mencintainya?" tanya Hangeng.

"Aku tidak tau Oppa. Hanya saja aku tidak tau entah mengapa setiap kali melihatnya hati ku terasa sakit."

"Kalau kau mencintainya kau harus mengatakan nya, dan kau harus menasehatinya, jangan sampai dia menyesal. Perubahan sikapnya akhir-akhir ini membuat ku khawatir, tapi aku takkan menasehatinya, percuma saja sebeb dia takkan pernah mendengarkanku. Kau mau tau sesuatu Ryeowook..?"

"Apa itu Oppa..?"

"Kau satu-satu nya orang yang mendapat tempat spesial di hati Yesung." Hangeng mengerling dan tersenyum nakal ke arah Ryeowook.

"Hahhhh... Itu tidak benar. Orang itu adalah Sica. Aku hanya teman nya, sama seperti Hae dan Kyu yang juga dekat padanya." kata Ryeowook sambil menghela napas panjang.

"Kenapa kau selalu tersenyum? Padahal aku tau hatimu sangat terluka.

"Kau tau Oppa? Kadang aku memilih untuk tersenyum bukan karena aku bahagia, tapi karena aku tak ingin menjelaskan mengapa hati ku terluka."

Hangeng mengambil piring dan menuangkan nasi goreng yang dibuatnya. "Tomboy-tomboy ternyata bijak ya. Tapi kau satu-satu nya orang yang tau semua permasalahan nya dengan begitu jelas. Bahkan kau tau Umma kami meninggal kapan, kau tau dia pernah kecelakaan parah dan dia sering bercerita padamu tentangku dan Appa kami. Itu lah alasan nya aku ngomong seperti tadi."

"Aku hanya sahabatnya, selamanya akan seperti itu, yeoja seperti ku mana ada yang mau. Uda galak, jarang terseyum, bersikap dingin, cuek..."

"Tapi kau tidak begitu kepada Yesung." Kata Hangeng.

Wookie tak menjawab.

Tanpa mereka ketahui Yesung sedang berdiri tidak jauh dari mereka mendengarkan ucapan mereka. Seketika dia pun terdiam memikirkan setiap kata-kata Hyung nya.

'Apa benar kata-kata Hyung tadi? Tapi kenapa hatiku terasa sakit.'

'Tapi aku tak boleh percaya pada nya begitu saja, bisa saja dia ingin menghancurkan hubunganku dengan Sica.'

.

.

.

~Ryeowook's POV~

Hahh... Besok hari ulang tahun nya Yesung. Pas hari minggu. Pulang sekolah harus membelikan kado untuknya. Mau beli apa ya kira-kira?

Beliin rumah ? #mimpi banget!

Beliin HP ? #HP Yesung uda banyak.

Duit bulan ini juga sudah mau habis.

Beli jam tangan aja deh, biar setiap melihat jam dia bisa mengingatku. Apalagi sebentar lagi aku akan pergi jauh dari sisi nya..

Sudahlah..jangan berpikiran aneh-aneh Wookie. Yesung sahabatmu, sahabatmu..

~Ryeowook's POV END~

Pulang Sekolah

Hari ini hari terakhir sekolah. Ryeowook berjalan sendiri keluar dari kelas. Donghae hari ini pulang lebih dulu karena alasan sakit padahal mau bolos sama Eunhyuk. Saat melewati kelas Yesung dia tak sengaja menengok ke dalam niatnya ingin mencari Kyuhyun mau ajakin main basket, yang dilihatnya malah Yesung sedang berciuman dengan Sica..

PRANG!

.

.

.

Ryeowook menyentuh dada nya, hati nya serasa hancur berkeping-keping. Dia menundukan kepalanya dan sesegera mungkin meninggalkan tempat itu. Dia berusaha menahan air matanya.

'Aku sudah berusaha memendam semua rasa ini, aku sudah menguburnya dalam-dalam, tapi kenapa setiap kali melihatmu dengan nya hatiku sakit. Kau bodoh Wookie, dia bukan untukmu, sadarlah, dia sudah memiliki kekasih, kau hanya sahabatnya. Ya, aku tidak boleh menangis. Aku harus kuat di mata semua orang, tidak ada yang boleh menganggapku lemah dan aku tidak boleh lemah, apalagi hanya karena cinta. Hwating!' batin nya.

"Wookie..."

Wookie yang merasa ada yang memanggilnya hanya menolehkan kepalanya ke belakang, dilihatnya Kyuhyun dan Sungmin.

"Hmm..?" gumam Wookie.

"Kau mau ikut kami tidak? Kami mau pergi membeli kado untuk Yesung." tanya Sungmin.

"Ani. Aku akan pergi sendiri." "Baiklah, hati-hati, kami pamit dulu."

Ryeowook berjalan ke lapangan basket sesaat kemudian bermain basket sendirian disana. Dia melihat Yesung berjalan melewatinya begitu saja tanpa menatapnya sedikitpun.

'Kenapa malah cuek padaku?' batin nya.

.

.

.

.

Keesokan paginya Ryeowook menuju ke rumah Yesung dengan perasaan bahagia. Saat ini dia sedang berada didepan pintu rumahnya.

Tok...Tok...Tok...

Ryeowook mengetuk pintu itu berkali-kali tak ada yang membuka.

Klek!

Hangeng membuka pintu dia melihat Ryeowook, seketika Hangeng menatap bingung lalu menyilahkan Ryeowook masuk dan duduk.

"Oppa. Yesungie dimana?" Tanya Wookie dengan semangat.

"Emm.. Yesung tak mengajak mu kah?" tanya Hangeng.

"Er... Mengajak apa maksud Oppa?"

"Tadi pagi dia dan teman-teman nya pergi ke pantai bersama, sepertinya mereka akan merayakan ulang tahun Yesung disana. Apa Yesung tidak mengajakmu?"

Seketika senyuman di wajah Ryeowook lenyap, yang ada hanya wajah dingin nya, semangat nya seketika musnah.

"Oo.. Mungkin dia ingin bersama teman-teman nya saja Oppa. Kalau begitu saat Yesung pulang tolong titipkan ini untuknya." Wookie menyerahkan kado dan sebuah proposal nya kepada Hangeng.

"Apa anak itu benar-benar tak mengajakmu?" tanya hangeng lagi.

"Aku pamit dulu Oppa. Annyeong." Ryeowook tak menjawab pertanyaan Hangeng lalu berjalan menjauh dari rumah itu.

Dia berjalan tak tentu arah, langkahnya terhenti di sebuah taman, dia mencari tempat sepi. Mendudukan dirinya dirumput, menatap jauh ke langit.

~Ryeowook's POV~

Inikah alasanmu bersikap cuek padaku? Kini aku benar-benar harus sadar diri, aku bukan siapa-siapa untuk mu. Harusnya aku menyadari ini sedari dulu, harusnya aku tak membiarkan rasa ini semakin dalam dan menyiksa.

Sesulit inikah jalan takdirku?

Aku tau aku terlalu berharap..

Bahkan hanya sebagai sahabat saja kau tak menganggapku?

Aku memang tak layak menjadi teman mu, aku hanya orang biasa, kau sempurna.

Aku akan benar-benar mengubur rasa ini, biarkan rasa ini mati

Angin, bawalah semua rasa ini pergi. Aku takkan mengingatnya lagi~

Biar aku simpan semuanya sendiri.

~Ryeowook's POV END~

Sepulang dari rumah Yesung, Wookie hanya duduk melamu didalam kamarnya. Dia mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu disana.

To : Yesung^^

Happy B'day .. semoga bisa dapat apa yang kamu inginkan.

'Paling tidak aku mengucapkannya.' Batinnya.

.

.

.

Sore harinya dirumah Yesung.

Yesung pulang bersama Kyuhyun yang membantunya membawa kadonya.

"Hahhh.. berat sekali. Kau dapat begini banyak kado dari para adik kelas yang mengidolakanmu itu." Keluh Kyuhyun sambil membawa masuk kado itu menuju ruang tengah.

"Yesung.." Panggil Hangeng.

"Ne Hyung, waeyo?" Tanya Yesung sambil mendudukan dirinya diatas sofa.

"Kau tak mengajak Ryeowook ke acara mu hari ini di pantai?" Tanya Hangeng.

"Apa urusan Hyung aku mau mengajak nya atau tidak? Lagian acara ini Sica yang membuatnya, aku tidak tau apa-apa." Bela Yesung.

"Kadang yang terlihat bagus diluar belum tentu bagus didalam. Ini kado dari Ryeowook, tadi pagi dia kesini menitipkan kado dan proposal ini untuk diberikan kepadamu. Aku baru tau kalau ternyata selama ini tugas mu di OSIS dibantu olehnya. Dan kau bahkan tak pernah mengucapkan terimakasih padanya, dia membelikanmu kado. Semoga kau senang menghancurkan hati seorang yeoja. Kau akan menyesal nantinya." Hangeng meletakan kado dan proposal itu diatas meja lalu berjalan masuk ke kamarnya.

Yesung menatap kado itu dan proposal itu, dia merasa bersalah pada Ryeowook.

"Yesung.. Yesung..!" Panggil Kyuhyun.

"Ne. Waeyo Kyu?" Tanya Yesung.

"Kau tak apa-apa kah?"

"Ne.." "Kyu apa aku jahat padanya?" Tanya Yesung.

"Siapa?"

"Wookie..."

"Kau sebenarnya sedikit keterlalu. Coba kau bayangkan kembali, siapa yang selalu siap membantumu, siapa yang selalu membantumu, mendengarkan curhatmu, menghapus air matamu, menutupi kesalahanmu, kau tak pernahkan merasakan itu semua, itu karena kau tak pernah mencoba menyadarinya, kau tak pernah memperhatikan sekitarmu. Di matamu hanya ada Jessica Jessica dan Jessica. Tau kah Ryeowook menangis setelah insiden kau memarahinya di lapangan basket. Dia berusaha tak membencimu dengan terus berpikir bahwa itu salahnya. Dan tau kah kau kalau Sica pernah mendatanginya dan memarahinya. Kau tak tau kan? Itu karena kau tak pernah mau tau. Kau hanya membela Sica. Kau sedikit kejam."

"Apa maksudmu Kyu? Kenapa kau berbicara seolah aku snagat bersalah padanya saja. Padahal ini bukan salahku." Kata Yesung.

"Penyesalan selalu datang terlambat. Annyeong." Kyuhyun berjalan meninggalkan Yesung sendirian.

Dia mengambil kado dari Ryeowook dan membukanya, didalam nya terdapat sebuah jam tangan, Yesung mengambil jam tangan itu dan sebuah kertas terjatuh. Yesung memungutnya dan membacanya.

'Selamat Ulang Tahun, semoga kau panjang umur dan bertambah dewasa, belajarlah menghadapi semuanya dengan sendiri, jangan terlalu mementingkan ego mu, kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu, jangan ribut terus dengan Han-Oppa. Dan semoga kau bahagia selalu. Semoga kau menyukai kado ini...'

'Wookie... Mianhae..chongmal mianhae, apa benar yang tadi Kyu bicarakan? Kenapa tak pernah memberitahuku?...'

.

.

.

Ujian pun terlewat begitu saja, kini Ryeowook disibukan dengan kegiatan Universitasnya. Sebagai mahasiswa baru dia masih menjalankan kegiatan OSPEK, dan tidak ada yang tau mengapa Donghae bisa lulus test dan 1 Universitas dengan nya, sedangkan Sungmin berbeda Universitas dengan mereka. Hubungan nya dengan Yesung seperti benar-benar terputus, atmosfer kaku terasa setiap mereka bertemu, tidak ada yang bisa mereka bicarakan, semua memang berbeda, dia benar-benar menjaga jarak dengan Yesung. Tak ingin Yesung salah paham padanya. Dan kini tidak terasa, 6 bulan telah terlewati. Wookie dan Donghae sudah menjadi mahasiswa semester 2. Saat ini mereka sedang berlibur dan pulang ke tempat tinggalnya. Di Seoul Ryeowook tinggal di apartemen sederhana sementara Donghae yang notabene anak oranng kaya dia tinggal di apartemen yang sangat mewah. Saat ini mereka tengah berlibur dan memutuskan pulang ke Mokpo, tempat asal mereka, dan Zhoumi, kakak kelas mereka yang dulu nya merupakan mantan pacar Wookie juga semakin akrab dengan Donghae, mengingat dulu mereka juga adalah sahabat.

"Wookie, ke sekolah yuk, main basket. Kau sudah hampir setahun tak menyentuh bola basket. Kau jadi kutu buku begini, lama-lama aku jadi merasa asing padamu." Kata Donghae. Saat ini mereka tengah berada di taman dekat rumah Wookie. Zhoumi asik dengan PSP nya.

"Hmm.. bilang saja kau mau ketemu Hyukkie, jangan alasan main basket." Kata Wookie yang masih sibuk dengan buku yang dibacanya. Donghae merebut buku itu dan menutupnya

"Aku serius. Berhenti mengacuhkanku. Ayo kita ke sekolah. Kau terlalu serius belajarnya sampai melupakan bola basket mu. Kau juga sudah lama tak bertemu Yesung kan?"

"Hae-ah, Yesung itu siapa sih?"

DEG!

Ryeowook tersentak mendengar nama Yesung. Memang benar Yesung tak pernah lagi menghubungi nya, bahkan terakhir kali mereka berkomunikasi adalah setengah tahun yang lalu, dan SMS Ryeowook setengah tahun yang lalu mengucapkan selamat ulangtahun pun belum dibalasnya sampai saat ini.

"Yesung itu.."

"Bukan siapa-siapa." Potong Wookie dengan cepat.

"Wookie, kajja~ mereka belum pulang, kau bisa bermain disana sementara lapangan tidak dipakai kan.." Donghae menarik Ryeowook ikut dengan nya dan masuk ke dalam mobilnya. Sesampai di sekolah mereka Donghae memarkir mobilnya lalu turun dan langsung berjalan masuk. Ryeowook menenteng tas nya menuju lapangan basket.

'Setengah tahun, tidak ada yang berubah dari sekolah ini, masih sama seperti dulu, bahkan lapangan basket ini masih sama. Aku merindukan ini semua. Mungkin Hae-ah benar, aku terlalu serius belajar, setengah tahun tak menyentuh bola basket.' Ryeowook meletakan tas nya di pinggir lapangan dan mengambil bola basket yang terletak disana. Dia memainkan bola itu, mendrible nya, memasukan nya kedalam ring basket. Dia bermain sampai berkeringat, melepaskan semua beban nya.

"Kau masih sama ya seperti setengah tahun yang lalu.."

Seketika Ryeowook menghentikan permainan bola basketnya.

Suara itu.. suara Yesung.. Dia menengok ke belakang dan menemukan Yesung berdiri di pinggir lapangan. Wookie hanya tersenyum.

"Bagaimana kabarmu?" Yesung memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya dan berjalan mendekati Ryeowook.

"Baik. Kau sendiri?" Ryeowook mendudukan dirinya di lapangan basket, peluh membasahi wajahnya.

Yesung mengeluarkan selembar tissu menyerahkan nya kepada Wookie. "Gomawo~"

"Kabar ku baik. Apa kuliah mu baik-baik saja?"

"Ne, tentu saja. Bagaimana sekolahmu?"

"Baik saja kok. Apa ikan busuk itu masih suka menyusahkanmu seperti dulu?"

"Tidak kok. Hae-ah sudah banyak berubah semenjak kami kuliah."

"Baguslah."

Tidak ada percakapan yang berarti, dan kini mereka terjebak dalam diam. Tanpa suara. Mereka menatap kearah berlawanan, tak menatap satu sama lain.

"Bagaimana hubunganmu dengan Sica?" Ryeowook mencoba membuka keheningan.

"Baik kok. Kau sendiri? Apa sudah punya pacar?"

"Ani.."

"Bagaimana ada namja yang berani mendekatimu kalau ikan busuk itu selalu seperti bodyguardmu saja mengikuti mu kemanapun."

Ryeowook tersenyum sesaat dan kemudian kembali ke ekspresi semula. "Yeoja seperti ku, siapa yang berani mendekatiku, lagipula mana ada namja yang mau dengan yeoja jelek seperti ku."

"Apa kau bahagia dengan hidupmu?" Tanya Yesung.

"Tentu saja."

"Baguslah.

"Apa kau bahagia?" tanya Ryeowook sambil melihat ekspresi Yesung.

"Apa kau juga bahagia eoh?" Tanya Ryeowook sambil tersenyum.

"Aku tidak terlalu bahagia. Seperti yang kau lihat." Yesung menatap Ryeowook dan pandangan mereka bertemu, Wookie cepat-cepat mengalihkan perhatian nya.

"Memang kau kenapa?"

"Aku? Aku merindukan suara cempreng mu yang suka memarahiku, aku rindu cerewet mu saat aku berlebihan main basket dan lupa waktu, aku rindu suara tawa mu yang begitu keras. Aku tidak bahagia karena aku merindukan itu semua."

"Siapa yang mengajari mu seperti itu?" Tanya Wookie yang tersenyum aneh ke arah Yesung.

"Maksudmu?" Yesung kebingungan.

"Kau sejak kapan bisa berkata-kata bagus seperti tadi? Biasa kata-kata dari mulutmu selalu seperti pisau."

"Kau menyindirku?" Yesung berpura-pura marah.

"Ani... Kau belum pulang?"

"Aku ingin mengobrol lebih lama dengan mu. Sudah lama kita tidak seperti ini. Haahhh.. Kenapa hubungan kita jadi kaku begini? Padahal dulu kita selalu punya 1001 cerita untuk kita bagi. Sekarang jadi begini. Aku merasa aneh.."

"Hahhh.. Setiap orang harus berubah. Kau tau?"

"Tapi aku tidak suka perubahanmu yang seperti ini. Apa kau seperti ini karena Jessica?"

Wookie tersentak mendengar nama Jessica dibawa-bawa. Dengan cepat dia menjawab "Aa..aani..ani.. Kita ini sudah dewasa Yesung. Akan sangat aneh kalau aku terus berada didekatmu dan kau sudah memiliki yeojachingu ne, akan sangat tidak etis kalau kita masih berdekatan dan tak memiliki status hubungan yang jelas begini."

"Benarkah? Kalau begitu aku akan memutuskan Sica, kau mau jadi sahabatku lagi?" perkataan Yesung membuat Ryeowook bangkit dari duduknya dan menatap nya.

"Kau sudah gila eoh? Dulu susah payah kau mengejar cintanya. Kau tak boleh seperti itu. Kau akan menyakitinya. Dia wanita, hatinya rapuh dan dia mudah tersakiti."

"Lalu bagaimana denganmu? Apa kau bukan wanita? Apa hatimu tak rapuh dan tak tersakiti? Kenapa kau harus terus berpura-pura kuat kalau sebenarnya kau sakit dan sedih? Kenapa kau tak pernah jujur padaku tentang perasaanmu dan tentang semua yang Sica lakukan padamu? Kenapa kau menyiksa dirimu sementara kau membiarkan orang lain bahagia?" Yesung berkata dengan suara yang sedikit keras. Donghae, Zhoumi, Kyuhyun, dan Eunhyuk kini tengah memperhatikan mereka dari arah ring basket.

"Oppa, kajja antarkan aku pulang." Jesssica tiba-tiba datang dan bergelayut manja di lengan Yesung.

"Sica, hari ini kau pulang sendiri ne, Oppa mau menghabiskan hari bersama Wookie, Oppa sudah lama tak bermain dengan nya, dan besok dia harus kembali ke Seoul." Kata Yesung.

"ANI...! Aku tidak mengijinkan, Oppa harus mengantarku pulang, kalau tidak kita putus!" Kata Jessica lalu menghentakan kakinya dengan kasar pergi meninggalkan Yesung yang masih terdiam disana.

"Kejarlah." Kata Wookie.

"Ne." Yesung pun mengejar Jessica meninggalkan Ryeowook yang perlahan berjalan keluar dari lapangan basket.

.

.

"Hae-ah, siapa namja tadi?" Tanya Zhoumi.

"Dia sahabat Wookie. Kenapa? Kau tidak senang?" Tanya Kyuhyun dengan ketus.

"Kenapa Wookie seperti membencinya?" Tanya Zhoumi tanpa mempedulikan Kyuhyun.

"Apapun yang terjadi di antara mereka itu tidak ada hubungan nya dengan mu kan? Jangan ikut campur! Kau sendiri tidak pernah sadar betapa Wookie membencimu yang brengsek!" lanjut Kyuhyun.

"Kau kenapa sensitif sekali sih kepadaku? Asal kau tau saja ya, segala hal yang berhubungan dengan Ryeowook akan menjadi urusan ku." Kata Zhoumi.

"Kau..." Kyuhyun mengepalkan tangan nya tapi di tahan Hyukie.

"Jangan cari masalah Kyu." Bisiknya.

"Sudahlah Mi, jangan ribut. Kyu, aku pergi dulu, nanti aku akan kerumahmu." Donghae menarik tangan Zhoumi pergi.

.

.

.

'Kejarlah dia, kejarlah kebahagiaan mu..

Aku akan selalu mendukung apapun yang kau lakukan asalkan itu bisa membuatmu bahagia, apapun itu, walaupun pada kenyataan nya aku harus mengorbankan perasaan ku.

Aku bahagia saat melihat kau bahagia, walaupun aku tidak bisa selalu berada didekatmu dan mencintaimu.

Biarlah hanya aku yang tau~' Batin Ryeowook.

Setetes air mata nya terjatuh.

Dia berjalan kembali ke taman tempat biasa dulu dia berkumpul bersama teman-teman nya.

"Semuanya berubah..."

"Tapi aku tidak pernah berubah." Jawab seseorang.

Ryeowook membalikan kepalanya dan melihat Zhoumi di belakaang nya.

"Aku tidak pernah berubah Wookie."

"..."

"Apa laki-laki itu yang membuat aku tak pernah bisa masuk kembali lagi ke dalam hatimu?"

"..."

"Apa dia yang membuatmu menolak ku? Bahkan kau tidak pernah mau pergi bersama ku. Hubungan kau dengan Hae saja lebih dekat daripada hubunngan mu dengan ku. Apa dia penyebab nya?"

"Bukan.."

"Lalu?"

"..."

Ryeowook terus mendiamkan Zhoumi, setiap perkataan yang keluar dari mulut Zhoumi terasa menyakitkan.

"Jawab aku Wookie, kenapa kau tak pernah mengizinkan aku masuk ke dalam hatimu?"

"Karena kau hanya namja brengsek yang dengan mudahnya membohongiku! Dan di dalam hatiku Cuma ada seorang."

"Dan orang itu adalah namja yang mengejar yeoja di lapangan basket tadi?"

"..."

"Jujur padaku."

"Ne, memang dia. Waeyo?"

"Apa istimewa nya namja itu sanggup membuatmu jatuh cinta dan tak membiarkan ku menghapus namanya dari hatimu?"

"Tidak ada..."

"Kenapa kau bisa menyukainya? Apa hebatnya pemuda itu dariku hah?"

"Bukan urusanmu.."

"Akan menjadi urusanku karena kau melihatnya, aku melihat dia membuat mu menangis."

"Cih! Kau munafik! Seperti kau manusia suci yang tak pernah membuatku menangis."

"Kenapa? Aku sudahminta maaf padamu, aku sudah memutuskan yeoja itu dan aku ingin kita mengulang semuanya. Apa sulit?"

"Tidak kenapa-napa, Mi. Jangan memaksa ku melakukan hal yang tidak aku sukai. Masa lalu ya hanya masa lalu.."

"Jawab aku, KENAPA?" Zhoumi mengguncang tubuh Wookie.

"Aku tidak mencintaimu." Jawab Wookie

"Lalu kau mencintai namja tadi? Kenapa aku yang jelas-jelas didepan matamu tak kau pedulikan malah kau mencintai namja tadi. Kau munafik! Aku tau kau masih mencintaiku."

"Cih! Percaya diri sekali kau. Jangan harap!" cibir Wookie.

"Apa yang membuat mu jatuh cinta padanya?"

"Aku tak butuh alasan untuk mencintai seseorang." Jawab Wookie tanpa ekspresi.

"Kau bodoh!" bentak Zhoumi.

"Jangan mencampuri urusan ku! Kau bukan siapa-siapa." Wookie berjalan cepat menjauh dari Zhoumi. Dia ingin segera pulang kerumah nya dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.

.

.

.

"Yesung." Panggil Hangeng.

Yesung yang baru saja pulang dari sekolah hendak masuk ke dalam kamarnya menghentikan langkahnya dan berdiri menatap Hangeng.

"Waeyo?"

"Hyung sudah mengurus pendidikan mu di Australia, saat kau lulus kau akan melanjutkan kuliah disana."

"Aku tidak mau! Kenapa Hyung selalu memaksakan kemauan Hyung sih?" Yesung terlihat sangat kesal.

"Ini demi kebaikanmu, demi masa depanmu!"

"Aku tidak mau, aku lebih suka disuruh kuliah di Universitas Seoul."

"Kenapa? Universitas yang Hyung pilihkan itu standar nya jauh di atas Universitas Seoul."

"Pokoknya aku tidak mau." Yesung berjalan meninggalkan Hangeng.

"Apa karena yeojachingu mu melarang mu ke sana lalu kau menuruti nya hah? Namja macam apa kau?" kata Hangeng yang sukses membuat Yesung menghentikan langkahnya.

"Bukan!"

"Apa karena Wookie?" pertanyaan Hangeng yang selanjutnya membuat Yesung membalikan tubuhnya dan menatap Hangeng.

"Kau tak perlu ikut campur Hyung."

"Mau sampai kapan kau begitu hah? Tak sadarkah kau Yesung, kau sudah menyakiti hati seorang wanita, jangan sampai kau menyesal!"

"Kenapa Hyung? Kenapa Hyung membela dia? Hyung menyukainya? Kenapa bukan Hyung saja yang bersama nya hah?" Teriak Yesung.

Plak!

Temparan Hangeng mendarat di pipi kiri Yesung.

"Jaga ucapan mu Yesung! Asal kau tau saja, gadis itu sebenarnya lemah, hanya saja dia tak ingin di anggap remeh orang lain. Dia selalu bersikap seolah dia kuat, seolah dia wanita yang tangguh, sebenarnya hati nya rapuh. Tak pernah kah kau sadar Yesung? Dia selalu menjaga perasaan mu. Tak sadarkah kau akan keberadaan nya? Kau hanya menjadikan nya tempat sampah, tempat kau membuang semua kekesalan mu, kesedihan mu! Pernahkah saat kau berbahagia kau mengajaknya? Pernah kau menganggap dia sebagai seorang wanita, bukan sebagai seorang gadis tomboy yang selalu kau jadikan sandaran! Dan lihatlah dirimu yang sekarang semenjak dia pergi ke Seoul. Kau bahkan tak bisa menata dirimu. Lihatlah betapa berantakan nya dirimu, betapa jatuhnya prestasi mu! Hyung kecewa padamu! Kau tak pernah memikirkan perasaan orang lain. Dan sekarang kau menolak untuk ke Australia, apa kau memikirkan masa depanmu hah?"

Yesung terdiam. Ya! Memang benar, semenjak Wookie meninggalkan Mokpo, tidak ada komunikasi di antara mereka. Tidak ada lagi yang cerewet padanya jika dia nakal, tidak ada yang membantunya jika ada tugas sekolah yang tidak dikuasainya. Sedangkan Sica tak pernah mau tau dengan semua itu.

'Apa benar yang Hyung bilang? Aku lebih membutuhkan Wookie daripada Sica.' batin nya.

"Aku tetap akan kuliah di Seoul. Tidak akan ke Aussie.!" Yesung masuk ke dalam kamar nya dan membanting pintu nya dengan sangat keras.

Hangeng menghela nafas panjang. Lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

"..."

"Hmm.. Kapan kau pulang ke Mokpo?"

"..."

"Benarkah? Bisakah kita bertemu?"

"..."

"Oppa akan kerumahmu sekarang ne?"

"..."

"Ne. Annyeong."

~Ryeowook's POV~

Hahhhh~~~

Apa-apan itu Zhoumi, maksa banget!

Benar-benar memancing emosi saja!

Drrttt.. Drttt.. Drtttt..

E, Hangeng-Oppa menelepon ku?

Ada apa ya?

Angkat saja deh.

"Waeyo Oppa?.."

"Hmm.. Kapan kau pulang ke Mokpo?"

"Aku sedang di Mokpo sekarang, aku baru sampai kemarin."

"Benarkah? Bisakah kita bertemu?"

"Tentu saja Oppa. Mau dimana?"

"Oppa akan kerumahmu sekarang ne?"

"Ne, Wookie tunggu."

"Ne. Annyeong."

Tutt...

Suara telepon di putus Han-Oppa. Ada apa ya dia mencariku? Apa ada hubungan nya dengan Yesung?

Ahh,, biarlah.. Nanti juga tau kenapa dia menelepon ku.

.

.

.

Saat ini Hangeng sedang berada dirumah Wookie, duduk diruang tamu berhadapan.

"Waeyo Oppa? Kenapa mencariku.?" Tanya Wookkie to the point.

"Bagaimana kabarmu? Kau sama sekali tak memberi kabar padaku sejak kau kuliah di Seoul."

"Kabarku baik kok. Oppa sendiri bagaimana?"

"Oppa juga baik, tapi Yesung tidak baik. Dan kau belum menjawab Oppa, kenapa tak memberi kabar?"

"Aku hanya terlalu berkonsentrasi pada kuliahku, jadi aku jarang memainkan ponselku. Dan Yesung kenapa?" jawab Wookie sekenanya.

"Mmm. Kau terlalu serius." Kata Hangeng lalu mengambil minuman diatas meja dan meminumnya.

"Kau tau, sejak kepergian mu Yesung menjadi sangat berantakan, dia jadi seperti preman sekolah, bahkan dia berantem dengan hoobae baru kemarin. Dia juga sering membolos."

"OMO!.. Benarkah dia seperti itu? Cih. Yesung bodoh, awas saja nanti, ceramahin ampe pingsan baru tau rasa." Tanpa sadar Hangeng tersenyum melihat Wookie yang seperti ini, persis seperti Wookie yang dulu.

"Kau belum berubah ternyata, masih suka asal ya.. heheheh..." Hangeng tertawa.

"Aisshh Oppa, aku serius, aku akan menceramahinya sampai pingsan besok!"

"Arra..araa. Oppa masih mau meminta bantuanmu.." kata Hangeng.

"Apa itu?"

"Tolong bujuk Yesung supaya dia mau berkuliah di Australia. Kau tau Oppa sudah mngeluarkan banyak biaya demi mengurus pendidikan nya disana nanti. Tapi dia malah menolak dan.." Hangeng menggantung kata-katanya.

"Dia bilang mau kuliah di Universitas Seoul, dengan mu." Lanjut Hangeng

"Oppa ini jangan bercanda Oppa."

"Aku tidak bercanda. Karena itu maukah kau membantu Oppa? Ini semua demi kebaikannya."

"Membantu apa Oppa?"

"Bantu bujuk Yesung supaya dia mau melanjutkan kuliahnya di Australia. Oppa mohon. Cuma kau satu-satunya orang yang mau dia turuti."

"Aku..aku.."

"Wookie, jebal."

"Hmm. Ne Oppa. Aku akan menasehatinya supaya mau.

.

.

.

"Wookie...!" Panggil Yesung sambil melambai-lambaikan tangan nya.

"Oii... Sini" Wookie balas melambaikan tangan nya. Yesung pun berlari ke arah Wookie.

"Hosh..Hosh..Hosh.. Wookie.." Yesung bernafas dengan tersenggal-senggal *ini bukan rate-M lho*

"Kau kenapa berlari begitu? Pakai jalan kan bisa, nanti kecapekan baru tau."

"Hahahaha. Wookie aku lagi senang lho." kata Yesung yang masih mencoba mengatur napas nya.

"Kau kenapa Yesungie. Kau tidak demam kan?" Wookie menempelkan punggung tangan nya ke dahi Yesung.

Yesung menggenggam tangan Wookie, buru-buruk Wookie menarik tangan nya "Kau tenang saja Wookie, aku baik-baik saja. Mau tau gak kenapa aku senang?"

"Mau..mau.." Wookie mengangguk dengan antusias.

"Karena melihatmu datang kesini mencariku lagi." Kata Yesung sambil tersenyum manis.

"Haiisshh.. Pede-mu sungguh berlebihan Yesungie. Aku sampai merinding nih. Ha ha ha ha." Ryeowook tertawa sangat keras. Kebiasaan nya dulu.

"Wookie, tau kah? Aku kesal hari ini. Hangeng menyuruh ku kuliah di Australia, padahal aku mau nya di Seoul." Keluh Yesung.

"Kenapa tidak mau? Di sana kan bagus Yesungie."

"Apa bagus nya disana, disana tak ada kamu." Kata Yesung sambil mengedipkan sebelah mataya.

"Hahaha, kau mengerikan sekali kalau bersikap seperti tadi.. ihh, aku benar-benar merinding nih." Kata Ryeowook sambil memegangi tengkuknya.

"Hehehe. Kau begitu bahagia hari ini. Aku jadi bahagia juga nih. Sudahlah lupakan saja Aussie-Aussie itu. Ayo main basket bareng. Battle. Yang kalah naktrir minum es ya." kata Yesung sambil mendrible bola basket.

"Ayo, siapa takut." Wookie melempar tas nya ke sembarang arah di pinggir lapangan.

Mereka pun bermain basket bersama. Saling berebut bola basket.

Tanpa mereka ketahui sepasang mata melihat mereka dari jauh dengan pandangan benci.

"Sialan namja itu! Berani-berani nya mendekati Wookie." kata namja itu lalu berjalan mendekat ke arah mereka sedang bermain basket. Dia menggenggam erat tangan Ryeowook sampai Ryeowook meringis kesakitan.

"Ikut aku!" perintah Zhoumi dan menarik Wookie.

"Agh! Lepas. Sakit Mi. Lepas. Sakit." Kata Wookie sambil berusaha melepas tangan nya dari Zhoumi.

"Hei. Lepaskan dia!" Teriak Yesung. Zhoumi menghentikan langkah nya dan menghadap Yesung.

"Siapa kau hah berani berteriak padaku!" kata Zhoumi meremehkan Yesung.

"Aku namjachingu Wookie." Yesung menarik Wookie ke belakang nya dan menyembunyikan nya disana.

"Aku tidak percaya! Wookie tak pacaran dengan siapapun! Kau hanya namja yang membuatnya menangis kemarin! Dan Wookie tak mungkin berpacaran dengan hoobae nya sendiri."

"Kau tanya saja pada Wookie, aku namjachingu nya! Iya kan Wookie?"

Wookie tak menjawab, dia menggenggam erat seragam Yesung.

"Wookie tak menjawab, berarti bukan. Ayo ikut aku Kim Ryeowook!" Teriak Zhoumi.

"Ani.! Yesung namjachingu ku dan tolong jangan menganggu ku lagi." kata Wookie.

"Ikut aku." Zhoumi menarik paksa tangan Ryeowook.

"Aku tidak mau, lepaskan aku, lepaskan, sakit, lepaskan aku. Yesung tolong aku." Wookie sudah mulai menangis.

Bruk!

Yesung yang kalap melihat Wookie menangis akhirnya memukul wajah Zhoumi.

"Brengsek kau! Namja macam apa kau ini menyakiti yeoja hah?" Yesung terus menghajar Zhoumi tanpa ampun.

"Yesung. Hentikan. Kau bisa membunuhnya." Donghae melepaskan Yesung dari tubuh Zhoumi.

"Biar Hae. Biar aku menghabisinya, dia berani menyakiti Wookie didepan mataku. Biar aku membunuhnya!" Teriak Yesung.

"Yesungie. Hentikan. Ku mohon." Wookie menarik Yesung meninggalkan mereka. Yesung hanya menurutinya.

"Kau gila Mi, jangan mencari masalah dengan Wookie di hadapan Yesung. Yesung bisa saja membunuhmu saat ini juga." kata Donghae sambil membangunkan Zhoumi.

"Tapi aku tidak suka dia mendekati Wookie seperti tadi Hae, kau seharusnya mengerti bagaimana perasaan ku. Dia adalah kekasihku." Kata Zhoumi sambil memegangi wajah nya yang babak belur akibat pukulan Yesung.

"Sadarlah Mi, kau sendiri yang sudah menyakitinya dulu. Kau yang meninggalkan nya dulu, wajar sekarang dia bersikap seperti itu padamu Mi, untuk apa kau masih mengharapkan nya kembali? Bukankah kau yang membuang nya dahulu?" Kata Donghae.

Zhoumi tak menjawab, dia hanya terdiam.

~Yewook's Side~

Wookie menghentikan langkahnya di sudut taman sekolah. Melepaskan tangan Yesung dan mendudukan dirinya di kursi taman. Yesung merendahkan tubuhnya sejajar dengan Wookie dan menggenggam kedua tangan Wookie.

"Sakit ya tangan kamu?" Tanya Yesung.

"Ani. Kau tidak apa-apa kan Yesungie?" tanya Wookie sambil menelungkupkan kedua tangan nya di pipi Yesung.

"Aku tidak apa-apa. Apa tadi dia menyakitimu? Tangan mu sakit kan?"

"Aku tidak apa-apa kok. Gomawo Yesungie sudah membantuku." Wookie melepaskan tangan nya.

"Wookie, boleh kah aku bertanya?"

"Ne.."

"Namja tadi siapakah? Kenapa dia kasar padamu?"

"..." Wookie terdiam, seketika ekspresi nya berubah total, yang ada hanya wajah dingin nya.

"Mianhae, kalau kau tidak mau mengatakan nya tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu pulang ne." kata Yesung.

"Ne, gweanchana. Dia hanya namja dari masa lalu ku saja. Aku tidak tau akan bertemu dengan nya lagi di Seoul dan 1 universitas dengan nya. Dia seperti kembali memaksa ku untuk menjadi kekasihnya lagi, padahal dulunya dia yang mengkhianatiku. Aku..."

"Jangan memaksakan diri." Yesung memeluk Wookie. Wookie hanya diam dalam pelukan nya, merasakan hangatnya tubuh Yesung.

"Wookie, saranghae."

Wookie terkaget mendapat pernyataan cinta yang sangat mendadak.

"Jangan bercanda Yesungie!" Wookie mengerucutkan bibirnya.

"Aku tidak bercanda. Aku menyadari semuanya Wookie. Semuanya. Aku mencintaimu. Aku bodoh mengabaikan mu dulu. Jadilah yeojachingu ku, ku mohon."

'Mungkin aku bisa memanfaatkan kesempatan ini menepati janji ku pada Han-Oppa.' Batin Wookie.

"Kim Ryeowook.." Panggil Yesung.

"Ne. Aku mau, tapi ada syaratnya." Kata Ryeowook.

"Benarkah? Apapun itu akan ku turuti chagi." Kata Yesung dengan senyum bahagia.

"Kau harus berubah, jadilah Yesung dewasa, jangan jadi Yesung yang hanya bersandar kepada orang lain, jadilah Yesung yang berdiri dengan kedua kaki nya sendiri, kau harus memikirkan masa depanmu juga. Jadi kau harus ikuti kemauan Hyung-mu, lanjutkan sekolahmu disana." Kata Ryeowook.

"Tapi aku tidak ingin meninggalkanmu disini.." Lirih Yesung.

"Kau tenang saja, disini ada Hae-ah yang selalu melindungi ku."

"Tapi kalau namja tadi mengganggumu bagaimana?"

"Nanti Kyu kan mau kuliah di tempatku juga, dia akan melindungiku, lagipula kau lupa eoh? Aku ini galak."

"Apa kau akan menunggu ku sampai 4 tahun?"

"Tentu saja. Aku sudah menunggu mu bertahun-tahun, dan menunggu 4 tahun lagi tidak mengapa bagiku."

"Wookie, aku bahagia." Yesung memeluk Wookie dengan erat.

"Kenapa begitu bahagia?" Tanya Ryeowook.

"Karena kamu."

"Bagaimana bisa?"

"Karena bahagia adalah ketika kamu memiliki seseorang yang peduli, mencintai dan mengerti dirimu lebih dari kamu mengerti dirimu sendiri. Dan seseorang itu adalah kamu." Yesung mengeratkan pelukannya.

"Berjanjilah apapun terjadi kau jangan pernah berubah." Kata Yesung sambil mengangkat jari kelingking nya.

"Tentu saja, aku tak pernah berubah." Wookie menautkan jari nya di jari Yesung.

"Saranghae." Bisik Yesung kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Wookie.

.

.

.

Semua akan indah pada waktunya.

Saat kau mampu memaafkan dan tersenyum kepada orang yang telah menyakitimu, kamu telah memastikan bahwa dirimu lebih baik darinya.

_TO BE CONTINUED / END_

Author share lagu EXO yang Angel (neoui sesangeuro) nih, ini lagu ballad banget, tapi musik nya gak cengeng. Suara Suho disini benar-benar lembut banget, tapi emang sih suaranya gak semantap Yesung, tapi aku salut dan suka banget ama Suho EXO-K, di training 7 tahun, dan suaranya begitu lembut. *Readers : Kenapa jadi begini topiknya sih thor? Author : Mianhae, author Cuma lagi suka sama Suho aja.. Readers : gag nanya!*

OK. Balik ke FF, maaf kalau sedikit mengecewakan.

Ini Tergantung readers mau di END atau TBC?

Dan silahkan request kelanjutan nya mau seperti apa.

Gomawo~~

Check it Down :

machi amugeotdo moreuneun airo geureoke

dashi taeeonan sungan gachi

jamshi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni

yeokshi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo

dan han beonman ne yeopeseo

bareul matchwo georeo bogopa han beon, ttak han beon manyo

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

ne gyeoteuro eodieseo wannyago

haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

manyang idaero hamkke georeumyeon

eodideun cheongugilteni

mikael boda neon naege nunbusin jonjae

gamhi nuga neoreul geoyeokhae naega yongseoreul an hae

Eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil

neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage

hangsang jikigo shipeo I'm eternally love

neoui suhojaro , jeo geosen barameul makgo

ne pyeoneuro , modu da deungeul dollyeodo

hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul

geureon han saram doel su itdamyeon

eodideun cheongugilteni

neol saranghage dwaebeorin nan ije deo isang

doragal goshi eobseoyo nalgaereul

geodwogasyeotjyo (oh no)

yeongwonhan sarmeul irheotdaedo

haengbokhan iyu

naui yeongwon ijen geudaeinikka Eternally Love

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

ne gyeoteuro nan eodieseo wannyago From You

haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

manyang idaero hamkke georeumyeon

eodideun cheongugilteni

-0-

EXO-K : Into Your World (Angel) English Translation

This moment feels like I was born as a child who knew nothing

I closed my eyes again in case it would be a Dream

You were standing in fron of my desperate self and praying

Just once, I want to walk side by side with you

Taken by the soft wind to your world

You asked me brightly where I came from to your side

And I told you that It was a secret

Wherever we walk together

Will be paradise

You are an eye-blinding entity compared to Michael

Who would remember you, I will not forgive it

Like the beginning when stepping into Eden

Believing you every day from the bottom of my heart

I always want to protect you

So that even the small things won't tire you out,

I'm eternally in love

As your guardian, I will block the stiff wind

Even though people turn their backs to you

If I could become the person

Who can wipe your tears on a tiring day

It will be paradise

I, who has fallen in love with no other place to

Go back, my wings have been talen away (oh no)

Even though I lost my everlasting life, the reason to my happiness

You are my eternity Eternally Love