Naruto© Masashi kishimoto
Wind©Takamura Uru

hehe ini fict pertama ku di fanfiction gomenasai ya kalau aneh hahaha saya gak pintar membuat fict XDa
mungkin disini pemerannya bakal OOC berat ya jd saya peringatkan bagi yang tidak suka harap mengeklik tombol back :P
oh ya minta review nya yaaaaa~ XD boleh flame asalkan jgn membuat hati saya sakit T.T #jduakk

okeh chapter 2 ini silahkan baca yaa~

genre : Romance/Hurt/comfort
rated : T
warning : OOC, AU, Typo (s), gaje, alur berantakan, dan seabrek peringatan lainnya #plakk
pair : SasuSaku


Setelah pertemuan kami di bukit belakang sekolah itu hubunganku dan Sasuke-kun semakin akrab. Kami hampir bisa dibilang seperti orang yang pacaran tapi sebenarnya kami belum sama sekali pacaran. Sekarang sudah sampai di akhir musim semi itu menunjukkan bahwa sebentar lagi matahari musim panas akan segera menyambut...

"Sakura-chan..mm rencanamu untuk liburan musim panas ini apa?"

"ah mm kemana ya entahlah mungkin ke pegunungan atau pantai"

"wah ke gunung aku sudah lama sekali tidak kesana terakhir saat aku darma wisata di SD"

"haha memang sudah lama ya oh ya bagaimana kalau kita liburan kesana?"

"hmm ide yang bagus ok aku setuju,,ahhh aku sudah tidak sabar menuggu liburan musim panas"

-skip-

Liburan musim panas akhirnya tiba. Aku dan Sasuke-kun sudah merencanakan acara kami dengan sangat matang. Tujuan kami adalah gunung W di kota Wakayama. Awalnya disana aku bersenang-senang dengannya tapi petaka datang mengahadang kami. Aku yang terlalu asyik berjalan-jalan dihutan tiba-tiba tersesat dan terpisah dengan Haruka-kun. Entah apa yang kupikirkan saat itu aku baru tersadar saat kami sudah terpisah sangat jauh...

"hhh Sasuke-kun kau dimana? Uhh aku takut.." keluh diriku yang saat itu berada disuatu tempat seperti kuil tua. aku mulai merasa takut sampai ada yang menepuk bahuku dan membuatku sanagt terkejut.

"kyaaaa...! kau siapa?!"

"kau sedang apa disini? Kau tersesat ya?"kata seorang lelaki yang tidak kukenal.

"eh? Mm i..iya kau siapa?"

"aku Hatake Kakashi panggil saja Kakashi,,aku adalah penjaga kuil ini ehmm lebih baik kita masuk saja dulu ayo.."

"ah? Eh iya Kakashi-san.."

Lalu aku dan Kakashi sang penjaga kuil pun masuk kedalam kuil tersebut. Ternyata disana ada seorang kepala biksu yang sepertinya tahu jika aku akan datang ke kuil nya. Dia mempersilahakan diriku duduk dan menjamunya dengan teh hijau.

"hmm kau Haruno Sakura, kan?"

"eh? Kok anda bisa tahu nama saya?"

Kepala biksu itu pun hanya tersenyum sambil meminum teh hijau yang ia seduh. Lalu kakashi datang dan duduk di samping Sakura.

"ma..maaf saya ingin tahu sebenarnya saya ini ada dimana ya?"

"kau ada di Kuil Hansou, dulunya kuil ini di pakai oleh para raja-raja Jepang untuk sembahyang tapi setelah beratus-ratus tahun kemudian mulai ditinggalkan dan akhirnya hanya dijaga oleh penjaga kuil yang sudah turun temurun dan seorang biksu pilihan.."

Setelah percakapan tersebut aku dipersilahkan untuk beristirahat disebuah ruangan yang lebih mirip seperti kamar. Sekarang aku mengkhawatirkan Sasuke-kun yang berada dalam hutan, aku takut dia kenapa-kenapa.

-Kakashi POV-

"kepala biksu gawat ! aku menemukan orang yang terluka di dalam hutan .." kataku sambil membawa tubuh seorang pemuda yang tidak kukenal.

"hmm cepat rawat dia, dia ini adalah Uchiha Sasuke"

"he? Sasuke? Umm ternyata ini dia..baiklah!"

aku terkejut, ternyata pemuda ini adalah Sasuke yang telah diramalkan oleh kepala biksu. Menurut ramalan dia akan datang ke kuil ini untuk menemui seseorang yang bernama Sakura. Dan ternyata ramalan itu benar...

"bawa dia kekamar dekat taman saja.." ucap kepala biksu itu.

"iya baiklah.." jawabku sambil membawa pemuda ini ketempat yang diucapkan kepala biksu. Lalu diriku merawat pemuda yang bernama Haruka ini tanpa sepengetahuan Sakura.

-Kakashi POV end-

Kesokan harinya setelah aku menemukan kuil ini aku masih berada disini. Aku tertegun di sebuah taman belakang kuil yang sungguh indah. Dengan pemandangan pohon Sakura yang masih meninggalkan sisa-sisa bunga nya di musim semi. Aku teringat akan Haruka yang masih berada di hutan. Aku khawatir padanya, aku tak ingin dia dalam bahaya. Selintas dipikiranku aku membayangkan jika sampai-sampai Sasuke bertemu binatang buas. Ahhhh...kenapa aku berpikiran yang tidak-tidak sih. Pikirku sambil membuang jauh-jauh pikiran buruk akan kondisi Sasuke-kun sekarang ini. Aku berharap sekarang dia baik-baik saja. Tak lama kemudian lamunan ku tiba-tiba buyar karena aku dikagetkan oleh seseorang yang tak lain adalah...

"kyaa~ kau siapa?" kataku sambil berontak ingin melepas pelukan seseorang itu. Namun pelukan itu bukannya telepas tapi makin erat. Aku yang ketakutan, pasrah begitu saja karena kau tidak tahu apa yang harus kulakukan lagi. Tapi lagi-lagi sebuah suara lirih mengejutkanku. Yang tak lain berasal dari seseorang itu..

"Sakura..." kata seseorang itu, aku pun tersentak kaget karena aku sangat mengenal suara ini.

"... ini aku Sasuke ku pikir kau sudah hilang.." lanjutnya lagi sambil membalikkan tubuhku. Tanpa pikir panjang langsung kupeluk erat dirinya dan menangis dipelukannya.

"Sasuke-kun aku benar-benar takut saat itu,,aku ingin pulang saja..tp aku tidak menemukan jalan dan akhirnya menemukan kuil ini lalu.." ucapan ku terputus saat dirinya menempelkan telujuknya pada bibirku menandakan agar aku berhenti bicara.

"hmm tapi yang penting sekarang kita sudah bertemu lagi~ aku lega dan senang.." katanya sambil mengusap air mataku.

"iya Sasuke-kun, aku juga senang" ujarku sambil memeluknya lagi. Tapi tak lama kemudian muncul Kakashi. Lalu dia mengatakan bahwa kami di panggil oleh kepala biksu. Setelah dia pergi aku berpikir untuk apa kepala biksu memanggil kami...

—skip—

Akhirnya kami pun mendatangi kepala biksu tersebut. Dan ternyata di sini kami di ramal oleh si kepala biksu. Namun ramalan itu sama sekali tidak kumengerti maknanya...

"hnn...kalian itu bagaikan kapal dan lautan yang saling melengkapi fungsi nya masing-masing, tetapi mempunyai jarak yang suatu waktu dapat terbuka lebar tapi meskipun begitu hubungan kapal dan lautan tersebut tidak akan pernah bisa di putuskan oleh jarak dan waktu...justru akan terus berlanjut sampai di kapal itu karam..."

Setelah kami diramal aku langsung diam tak beranjak dari tempat semula. Bagai terhipnotis oleh kata-kata ramalan itu yang selalu berkutat di kepalaku yang masih mendalami apa makna sebenarnya dari ramalan itu

Apa maksud ramalan itu..

Apakah mungkin diriku dan dirinya...

Akan berpisah nantinya...

Ahh lupakan aku tidak akan memikirkannya sekarang..

Yang penting aku hanya harus menguatkan perasaan ku padanya terlebih dahulu...

Tak lama sebuah suara yang kukenal yaitu Sasuke-kun menyadarkanku dari pikiran mengenai ramalan itu. Dia mengajak ku untuk pamit dan pulang. Lalu setelah kusetujui kami langsung memohon untuk pamit dari kuil itu dan pulang kembali ke Konoha. Setelah berpamitan kepala biksu tersebut berpesan pada kami agar jangan pernah ragukan apa itu yang dinamakan cinta. Sesaat aku tertegun mendengarnya tapi dengan cepat aku tersadar kembali dan hanya membalas perkataan kepala biksu itu dengan senyumanku.

Kemudian kepala biksu itu menyuruh kirito untuk mengantar kami keluar dari hutan. Setelah kami berhasil keluar dari hutan, aku dan Haruka-kun berterima kasih kepada kakashi. Setelah itu aku dan Haruka-kun langsung pulang menuju Konoha dengan menaiki kereta. Di perjalanan, aku masih memikirkan tentang ramalan tersebut. Walaupun sudah kucoba untuk kulupakan saja tapi rasanya ramalan itu seperti angin yang selalu mengikutiku dan berkutat di kepalaku. Kemudian kucoba bertanya pada Sasuke-kun, semoga saja dia tau maksud dari ramalan itu.

"Sasuke-kun apa kau tahu maksud perkataan kepala biksu itu?" tanyaku sambil menatap jendela kereta yang sedang melaju.

"..."

Sejenak hening, dia tidak menjawab sampai akhirnya dia mengatakan sesuatu. Tapi.. nampaknya dia agak berat untuk mengatakannya.

"..mm..aku tidak begitu tau...tapi, apa mungkin artinya adalah suatu saat kita kan berpisah?" jawabnya agak lirih.

Deg!

..

Perasaan apa ini...

Apakah mungkin...

"a..aku tidak ingin itu terjadi.." sontak aku kaget mendengar perkataannya dan spontan aku langsung mengatakan ini.

"umm maksudmu?..Ahh.. jangan-jangan...kau sudah bisa menerimaku ya?" kata-kata nya kali ini benar-benar membuat hatiku berdebar-debar.

Deg!

...

Lagi-lagi perasaan ini..

"umm...sebenarnya aku juga belum yakin dengan yang kurasakan sekarang ini..tapi sedetik aku menyadari kalau aku memang mulai..bisa mencintaimu.." kata diriku jujur mengungkapkan apa yang kurasakan sekarang ini masih sambil menatap jendela tapi semburat merah mulai muncul dipipiku ini sepertinya. Tapi aku tak tahu ekspresinya karena aku terlalu malu untuk menatapnya.

"jadi apa bisa kau katakan jawabannya sekarang?" kata-kata ini lagi-lagi membuat aku bingung untuk menjawabnya. Tapi aku sebisa mungkin mencoba terlihat biasa saja.

"hh..tapi maaf Sasuke-kun aku masih belum bisa.." nada penyesalan tesirat dari perkataan ku kali ini.

"kenapa Sakura-chan? Kau kan tadi bilang kau mencintaiku?" tanya Sasuke-kun bingung.

"m-memang tapi aku masih ingin memantapkan apa yang kerasakan saat ini, aku tak mau salah melangkah..apa kau sudah tidak sabar menunggu ku?" tanyaku sambil menatap nya. Aku kini berani menatapnya karena diriku sangat ingin mengetahui jawabannya kali ini.

"hnn..begitu ya..baiklah akan kutunggu sampai kau siap..aku akan selalu menunggu" lalu Haruka-kun menjawabnya dengan senyum manis nya yang selalu dia tunjukkan padaku. Sejenak aku merasa tenana karena dia masih setia menunggu. Tapi aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti...

"terima kasih Sasuke-kun.."

-Sasuke POV—

Sampai kapan aku harus menunggu seperti ini Sakura..

Tak bisakah kau mengerti apa yang kumau..

Aku hanya ingin memiliki mu..

Aku tahu waktuku tak'akan lama lagi..

Sora kuharap kau cepat mengatakannya..

Sebelum aku pergi untuk selamanya..

Tapi demi dirimu aku akan tetap menunggu..

-Sasuke POV end—

-skip-

Setelah beberapa jam kemudian kami sampai di Konoha, setelah sampai kami langsung pulang kerumah masing-masing. Dua hari berlalu aku dan Sasuke-kun berencana untuk jalan-jalan, tapi kali ini kami akan ke pantai. Suatu pantai yang indah dan berpasir putih..

"wahhh aku sudah lama tidak kesini aku sangat senang..yey..uwahh aduhh.." kata diriku dengan semangatnya sampai-sampai aku terjatuh.

"ya ampun kau itu makanya hati-hati" kata dirinya sambil tersenyum dan membantu diriku berdiri, aku hanya bisa senyum-senyum malu saja mendapat perhatiannya yang seperti itu.

"hehe iya maaf habisnya, aku udah lama banget gak ke pantai aku terlalu asyik dengan belajar dan membuat cerita..Sampai tidak sempat jalan-jalan..hh..terakhir aku kesini waktu kelas 1 smp haha..." kataku sambil tersenyum menatap laut dan merasakan hembusan angin yang menenangkan. Sampai aku dikejutkan ketika Sasuke-kun tiba-tiba menggandeng tangan ku.

"oh begitu hehe...nah ayo sekarang kita berenang Sakura-chan.." ajak Haruka-kun sambil menggandeng tanganku menuju bibir pantai.

"a..ah i..iya ayo" jawabku agak gugup.

Ditengah terik matahari aku dan Sasuke-kun bersenang-senang menikmati deburan ombak laut. Sampai berjam-jam lamanya kami berenang di laut, akhirnya aku kelelahan dan mengajak Haruka-kun untuk beristirahat. Diriku yang mulai lapar mengajak Sasuke-kun untuk makan di restoran dekat pantai. Dengan masih memakai baju renang di balut dengan handuk kami berjalan santai menuju restoran sambil menikmati pemandangan pantai yang indah. Angin pantai yang berhembus membuat suasana pantai yang tidak begitu ramai menjadi terasa damai. Dan terik matahari sukses membuat peluhku berjatuhan...

Tetapi kedamaian seakan hanya fatamorgana semata, saat dua laki-laki bertubuh kekar tiba-tiba mendatangi kami. Sontak aku kaget dan bingung mengapa dua laki-laki itu tiba-tiba mendekati kami. Aku yang mempunyai perasaan tidak enak langsung berubah tempat menjadi tepat dibelakang Sasuke..

"hei, kalian berdua! Menjauhlah dari sini! Kalian sedang berada di daerah kami tau!" kata laki-laki yang pertama dengan sombongnya.

"jika kalian tidak mau pergi juga,hmm...akan ku bawa perempuan manis ini" lanjut laki-laki yang kedua, kontan membuatku memegang erat pundak Haruka-kun dari belakang. Aku takut terpisah dari Sasuke-kun.

"apa?! Sora! Kalian boleh apakan diriku tapi jangan Sakura !" Sasuke dengan spontan mengatakannya dengan nada marah..sejenak memang membuatku tenang tapi aku tersadar bahwa niat Sasuke-kun kali ini adalah ingin berkelahi dengan mereka..demi aku..

"Sasuke-kun! Apa kau gila! Sudahlah ayo kita pergi saja! Aaaaaaaakh..." kata-kata ku terpotong saat laki-laki yang kedua menarik ku dengan paksa. Ah aku semakin takut..Sasuke-kun tolong aku..

"ayo manis kau sama kami saja. Jauh-jauh lah dari lelaki culun itu..hahahahahaha..." lanjut laki-laki itu sambil memegang dagu ku. Melihat itu aku dapat mengetahui bahwa Sasuke-kun tampak marah. Aku senang bila Sasuke-kun peduli padaku. Tapi ini bukan saat nya untuk mengagumi Sasuke-kun..

"tidakk...! lepaskan aku! Jangan sentuh aku! Kyaaaaa..." aku mencoba melepas tangannya yang mulai merangkulku.

"manis kau jangan berontak ya, sudah ikut kami saja hahahahaahaha..." katanya sambil memegang tanganku erat-erat. Membuatku menjadi takut terjadi hal yang tidak-tidak..

"heii lepas kan Sakura! jangan sentuh dia! Dia itu pacarku tau!" kata-kata itu, membuat hatiku berdegub kencang. Inikah pertanda bahwa memang dia serius padaku..

"ohoho jadi kau pacarnya ya hmm kalau mau mengambil pacarmu ini ayo lawan kami jangan hanya bicara saja.."

"baik, aku akan melawan mu tapi lepaskan Sakura terlebih dahulu!"

"ini !" lelaki itu mendorongku dengan kasar kearah Sasuke-kun lalu dengan sigap Haruka-kun menangkapku.

"kau tidak apa-apa Sakura-chan?"

"i-iya aku tidak apa-apa.."

"hh..harus kuberi pelajaran orang-orang itu !"

"sudah lah Sasuke ayo kita pergi saja, kau tidak perlu melawan dia, yang ada nanti kau babak belur.."

"tenang saja Sakura aku akan baik-baik saja...lihat saja nanti"

"hei jangan banyak bicara kau culun, ayo sekarang lawan kita berdua hahahaha" kata laki-laki yang pertama.

Lalu adu kekuatan antara Sasuke-kun dan 2 laki-laki itu tak terelakkan. Walau pun Sasuke-kun bisa karate tetapi dia kalah jumlah dengan 2 laki-laki itu. Alhasil Sasuke pun babak belur dihabisi oleh dua orang tersebut. Aku yang menyaksikan perkelahian itu secara langsung merasa tidak tahan lagi. Aku memberanikan diri untuk melerai perkelahian itu.

"Sasuke sudah cukup ! aku tidak mau kau terluka..!" kataku sambil berjalan mendekat.

"Sakura biarkan aku,,menjauhlah dari sini,,aku masih belum puas menghadapi mereka!" jawabnya sambil agak dipaksakan. Aku tahu di sudah mulai lemah. Dengan keadaan nya yang sekarang ini mana mungkin dia melanjutkan perkelahian lagi. Aku yang mendengar perkataan nya sempat terpaku tidak percaya. Aku tidak menyangka hanya demi aku sampai-sampai dia terluka seperti ini.

"sudahlah Sasuke-kun..jangan buat tubuhmu menjadi terluka parah,kau sudah cukup membelaku jadi berhentilah! berhentilah Sasuke-kun!" kataku sambil menangis karena kau tak sanggup melihat Sasuke-kun semakin terluka.

"tidak Sakura aku tidak mau berhenti.." jawab Sasuke sambil mencoba berdiri walau akhirnya terjatuh kembali. Aku yang sudah tak tahan bertindak sebaliknya dari yang dikatakan Sasuke-kun. Dia mengatakan aku harus menjauh dari sini tapi aku malah mendekat kearah dua laki-laki itu.

"gomenasai~ kami akan pergi sekarang juga jd mohon berhentilah berkelahi..." namun saat diriku mengatakan itu tiba-tiba aku di pukul dengan kasarnya sampai-sampai aku terjatuh tersungkur. Aku dapat melihat dari sudut mataku betapa marahnya Sasuke pun melihat diriku sampai di perlakukan kasar oleh mereka. Dia yang tampak marah, mencoba untuk bangkit dan membalas perbuatan kedua laki-laki tersebut. Beruntung penjaga pantai datang disaat yang tepat, disaat Sasuke-kun akan berkelahi lagi dengan kedua laki2 itu. Lalu Sasuke-kun dibawa ke pos penjaga pantai untuk di obati, sedangkan kedua lelaki itu dibawa ke kantor polisi atas tuduhan mengganggu kenyamanan pantai. Di pos, aku membantu mengobati luka Sasuke-kun. Suasana hening sejenak sampai aku memulai percakapan.

"kau ini..jangan hanya karena aku,,kau menjadi babak belur seperti ini. Aku takut bila terjadi sesuatu yang tidak-tidak terhadapmu Sasuke-kun.." kata diriku sambil mengobati luka Sasuke.

"Sakura..untuk dirimu apapun akan kulakukan walaupun aku harus terluka..yang kau harus ingat adalah aku akan selalu menunggumu..." ujar Sasuke sambil tersenyum manis padaku, tepat dihadapanku. Dan ini juga sukses mebuat semburat merah muncul di pipiku. Aku yang terlalu senang mendengar perkataannya ini sampai menunduk tidak berani menatap wajahnya.

"Sakura-chan..musim gugur sebentar lagi tiba apa kau sudah memantapkan hatimu untukku?" tanyanya dengan serius tapi tetap dengan senyumnya yang manis.

"ahh umm iya...mungkin sekarang aku sudah punya jawabannya tapi tetap akan kukatakan saat musim gugur itu, karena bagiku awal musim gugur itu adalah hari yang spesial untukku.." ucapku lirih.

"hh..baiklah aku akan terus menunggumu.."

Maaf Sasuke aku membuatmu menunggu selama itu...

Tapi inilah yang kumau..

Memantapkan hatiku sebelum aku terpuruk terlalu dalam disaat aku salah memilih...

-Sasuke POV-

Humm..sakit ini tak seberapa Sora..

Yang menyakitkan ku adalah jika nanti jawaban mu tidak seperti yang kuharapkan..

Sora semoga saja kau menerimaku apa adanya..

Selamanya aku akan tetap mencintaimu Sora..

Itu yang perlu kau tahu..

-Sasuke POV end—


gomennnn kalau kecepetan update nya yaa~ haha habis udah ada sih dan tinggal di update
oh ya hampir aja fict ini mau ke publish kalau aku gak lihat sebuah review yg bilang kalau ada penulisan yg kurang enak dilihat XD
jadinya saya meng edit lagi deh hahaha oh ya arigatou yg udah review
hehehe jd akhir kata...

.

.

.

.

Review please.. :D

.

.

.