Mian, klo readers sekalian dah nunggu ni FF

Enjoy the story!

.

.

.

"Appa, aku mau ikut jalan-jalan ke pantai," kata Kibum.

"Ne, kau boleh pergi ke pantai bersama dengan teman-temanmu," kata sang appa.

"Unnie juga kan?" tanya Kibum. Heechul menatap sang appa.

"Ne, unnie mu pun akan ikut. Setelah sekolah," kata Kang in.

"Appa!" kata Heechul sewot.

.

.

.

Bel pulang sekolah berbunyi. Heechul masih menatap selembar kertas yang merupakan hasil ulangannya hari ini.

"Chullie, kau kenapa?" tanya sebuah suara.

"Aku benci Matematik," gumam Heechul.

"Yah! Itukan karena otakmu otaku dang!" sergah temannya yang lain.

"'Ya, ya, ya. Kalian berduakan pandai matematik," kata Heechul malas.

"Heechullie, nilai kita berdua sama," isak gadis lainnya.

"Yah! Ambar dan Heechul mulai lagi, Yoon," katanya sambil tertawa geli.

"Biarkan saja, toh keduanya sama-sama lucu," kata Yoona sambil tersenyum. Sedangkan Ambar dan Heechul berpelukan lemas.

.

Di toko roti

"Selamat datang!" seru Kang-In riang. dia melihat putrinya masuk dengan wajah yang ditekuk.

"Aigo, ada apa Princess?" tanyanya sambil menatap Heechul. Tangannya penuh dengan roti yang baru saja diangkat dari open.

"Appa, nilai ulanganku jelek!" kata Heechul kesal. Kang-In meletakkan roti-roti tersebut dan menghampirinya.

"Jinja, appa juga bukan anak yang pintar saat sekolah," katanya mencoba menghibur Heechul. "Sudahlah jangan bersedih. Mana putri appa yang cantik," goda Kang-in.

"Yah! Hiburan appa jelek! Ga bermutu!" kata Heechul kesal.

"Apa kau mau menolong appa?" tanya Kang-in. Heechul menatapnya dan meangguk pelan.

"Kajja, bantu appa untuk mengemas roti-roti ini," kata Kang-In. "Kau akan berangkat menyusul Kibum kan?" tanya Kang-In sedikit ragu.

"Ne," jawab Heechul. Kang-In membelai rambutnya.

"Mianne, appa menyusahkanmu lagi," kata Kang-In sedih.

"Aku tahu. Kibum tidak pernah tahu seperti apa itu umma. Kibum tidak memiliki umma, tapi Kibum memilikiku, Noonanya. Appa tidak perlu khawatir," kata Heechul. Mendengarnya Kang-In tersenyum.

"Gumawo," kata Kang-In.

Keduanya duduk di meja dan mengemas roti-roti tersebut.

.

.

.

Di pantai

"Kyaaa!" suara jeritan anak-anak yang tengah asyik bermain di pinggir pantai. Nampak seorang anak tengah duduk menyendiri.

"Kibummie, kau kenapa?" tanya seseorang. Kibum mengangkat wajahnya.

"Seosangnim, Unnie belum datang," katanya sedih. "Apa unnie tidak mau kemari ya?" gumamnya. Melihat itu Seosangnim tersenyum dan membelai rambut Kibum.

"Unnie sayang sekali padamu, Bummie. Dia pasti akan datang kemari," hibur Seosangnim. "Sekarang kau bermainlah dengan teman-temanmu yang lain," kata Seosangnim.

"Arraseo, Seosangnim," kata Kibum sembari berlari ke kerumunan anak-anak lainnya. Melihatnya Seosangnim hanya mampu menarik nafas dalam.

"Annyeong, Seosangnim!" sapa sebuah suara. Seosangnimberbalik.

"Akh! Nyonya Choi! Annyeong! Ada yang bisa saya bantu?" ucap Seosangnim. Nyonya Choi tersenyum lembut.

"Ne, saya kemari mengantarkan, Siwonnie yang terlambat," jelasnya.

"Oh, Siwonnie kau mau bermain dengan teman-temanmu yang lainnya?" kata Seosangnim. Siwon hanya menganggukan kepalanya. Dia menatap sang umma.

"Kau boleh bermain tapi jangan main air. Ingat itu!" kata sang umma.

"Ne, umma," ujar Siwon.

"Anda melarangnya untuk bermain air. Apakah Siwonnie akit?" tanya Seosangnim. Nyonya Choi yang tengah memperhatikan ke arah mana Siwon bermain, menatap Seosangnim.

"Sebenarnya, kemarin dia demam. Namun, entah mengapa hari ini dia memaksa ingin ikut pergi ke pantai," jelas Nyonya Choi.

"Mungkin dia ingin bermain dengan teman-temannya," ujar Seosangnim.

"Iya, anda benar," jawab Nyonya Choi menimpali perkataan Seosangnim.

.

Kibum yang tengah bermain bola dengan teman-temannya sedikit bisa melupakan kesedihan hatinya. Dia bermain dengan yang lainnya hingga bola tersebut melayang jauh.

"Yah! Bolanya!" seru seorang anak.

"Biar aku ambil," kata Kibum sembari berlari kea rah bola tersebut.

Dia menghentikan langkahnya saat ada seorang anak yang tengah menggenggam bola tersebut.

"Fishy, kita mau apakan bola ini," kata seorang anak yang ada disampingnya sambil tersenyum jail.

"Tentu saja akan kita pakai untuk bermain, Hyukkie. Kajja!" ajaknya.

"Oppa, itu… itukan bola kami," kata Kibum ragu.

"Oh, iya. Aku tidak tahu tuh. Lagi pula sekarang aku mau main bola ini!" katanya tegas.

"Oppa kembalikan bolanya!" teriak Kibum.

"Siapa kamu berani meminta bola ini, dasar ga punya ibu!" sergah Hyukkie. Mendengar perkataan Eunhyuk, Kibum terdiam.

"Iya. Aku tidak mengerti kenapa teman-teman yang lain masih mau bermain denganmu," ucap Donghae. "Kamu itu jelek. Pasti semuanya main gara-gara kasihan padamu," hinanya lagi.

"Ng…Ngak kok!" kata Kibum lagi.

"Yah! Kalian berdua lagi ngapain?" sapa sebuah suara. Donghae dan Eunhyuk berbalik.

"Cih! Sang pangeran datang menyelamatkannya. Ayo kita pergi, Hyukkie!" ajak Donghae.

"Wah, Hae bukannya kau bisa melawan dia," kata Eunhyuk.

"Kau tidak lihat apa. Dia bawa bodyguard!" Bisik Donghae sembari melirik pada seorang pria berkacamata hitam yang ada di belakang Siwon. "Kajja! Aku tidak butuh bola jelek ini," kata Donghae sembari melempar bola tersebut pada Kibum.

Kedua anak tersebut berlari. Kibum masih terpaku. Dia tengah menghapus air matanya, hingga Siwon berdiri di depannya dan memberikan bola tersebut.

"Kau tidak apa-apakan?" tanya Siwon pada Kibum.

"Terima kasih, Oppa." Kata Kibum. "Apa Oppa mau bermain dengan kami?" tanya Kibum menawarkan.

"Hmmm baiklah," kata Siwon. Dia melihat sekelilingnya dan melihat sang umma tengah memperhatikannya. Dia melambaikan tangannya.

"Teman-teman Siwon mau bermain bersama kita, bolehkan?" kata Kibum.

"Tentu saja. Ayo, kita main," ajak beberapa orang, "Tapi, kenapa ajushi itu juga ikut?! Siapa dia Siwon-ah?" tanya temannya.

"Ajushi, lebih baik anda membantu ummaku saja," kata Siwon.

"Tapi tugas saya menemani Tuan Muda," kata sang boyguard.

"Duduklah dipinggir sana. Jangan mengganggu ini permainan hanya untuk anak-anak!" kata Siwon memerintahkan pada Boyguardnya agar menjauh dan tidak mengganggu permainan mereka.

"Wah, Siwon keren sekali," gumam beberapa temannya.

Mereka mulai bermain, Siwon berdiri di dekat Kibum.

"Kamu berangkat kesini dengan siapa?" tanya Siwon. Kibum menatapnya, tidak percaya Siwon mengajaknya bicara.

"Sendiri…. ka… Akh!" rintih Kibum saat bola tersebut mengenai kepalanya.

"Waa, Kibum kau tidak apa-apa?" tanya temannya.

"Kamu sih, jangan melamun terus." Kata yang lainnya.

"Mian, aku baik-baik saja." Kata Kibum sambil mengusap-usap kepalanya.

"Mian, ini karena aku mengajakmu berbicara," kata Siwon dengan wajah sedihnya.

"Tak apa," kata Kibum.

"Kita istirahat saja. Sepertinya umma sedang membuka bekal, kajja!" ajak Siwon sembari menarik Kibum.

"Siwonnie, siapa ini?" tanya sang umma. Sambil tersenyum.

"Kim Kibum, imnida," kata Kibum sopan.

"Wah, manisnya. Mana ibumu sayang?" kata Nyonya Choi. Kibum terdiam.

"Umma!" kata Siwon dengan sedikit keras.

"Umm, mianne Kibummie. Duduklah disini sembari menunggu… ya siapa pun yang akan kau tunggu," kata Nyonya Choi.

"Terima kasih," jawab Kibum. Dia duduk disamping Siwon.

"Apa appa mu yang menemanimu?" tanya Nyonya Choi sembari memberikan Kibum sepotong kue juga minuman.

"Ani, aku akan bermain bersama Unnie," jawab Kibum.

"Oh," kata Nyonya Choi.

"Kapan dia kemari?" tanya Siwon penasaran.

"Entahlah, appa bilang mungkin sore. Soalnya unnie ke sekolah dulu," kata Kibum sambil tersenyum. Siwon balas tersenyum.

"Untunglah aku berangkat," kata Siwon sembari meletakkan piringnya. "Ayo, Kibum. Sambil menunggu unniemu kita main lagi," kata Siwon penuh semangat.

"Ya!" kata Kibum. "Terima kasih, kuenya Nyonya Choi," kata Kibum.

"Panggil saja, tante!" kata Nyonya Choi sambil tersenyum.

"Umma, aku mau main lagi dengan Kibum. Bye!" kata Siwon riang.

"Iya," jawab Nyonya Choi.

"Tante, kami main dulu," kata Kibum.

"Jangan dekat-dekat bermain ombaknya, ya!" kata Nyonya Choi mengingatkan.

"NE!" jawab Siwon dan Kibum kompak.

Keduanya berlari ke arah pantai. Kibum mengajak Siwon untuk mencari kerang di tepi pantai.

"Yah, lebih baik aku membelinya ditoko!" kata Siwon malas.

"Ayolah, nanti aku mau memberikan unnie kerang yang bagus," kata Kibum. Siwon tampak berpikir sejenak.

"Tidak ada salahnya. Kajja!" kata Siwon. Dia mencari dengan seksama. Membiarkan bajunya basah terkena ombak.

.

Sore harinya.

Kibum masidh berdiri di depan penginapan, menunggu seseorang. Siwon yang melihatnya hanya menepuk bahunya perlahan.

"Unniemu pasti akan datang. Dia kan sayang sekali padamu," kata Kibum.

"Ne, unnie hanya sedikit terlambat," kata Kibum mencoba meyakinkan dirinya.

"Sebaiknya, kita segera ke kamar anak-anak," seru sebuah suara.

"Umma, Kibum masih ingin menunggu Unnienya," kata Siwon. Nyonya Choi menghampiri Kibum dan menatapnya.

"Kita akan menunggunya di dalam. Pakaianmu juga kotor. Kita mandi kemudian kita akan menunggunya disini," kata Nyonya Choi.

"Umm, ne." jawab Kibum. Mereka pun masuk ke dalam penginapa.

"Nyonya Choi!" panggil sebuah suara. "Apa anda benar-benar tidak keberatan tinggal bersama dengan Kibum?" tanya Seosangnim.

"Akh! Tentu saja! Hanya menambah satu orang tidak masalah," kata Nyonya Choi. "Iyakan Siwonnie?" kata Nyonya Choi pada Siwon.

"Ne," jawab Siwon.

"Baiklah, jika begitu." Kata Seosangnim. Dia menatap Kibum "Bummie, jangan nakal ya. Tinggallah dulu bersama dengan Nyonya Choi. Jika Unnie datang ibu akan memberitahukannya bahwa kau ada bersama dengan Nyonya Choi," kata Seosangnim.

"Ne, aku tahu," jawab Kibum.

Kibum mengikuti langkah Nyonya Choi dan Siwon.

.

"Mian, apa disini tempat menginap Play Group Hima?" tanya seorang yeoja yang kita tunggu dari tadi.

"Oh, iya. Bisa kami bantu?" tanya sang resepsionis.

"Saya mau bertemu dengan Sohee Seosangnim." Katanya.

"Klo boleh kamu tahu anda siapa?" tanya sang resepsionis.

"Saya…"

"Heechullie!" terdengar seseorang memanggilnya.

"Akh! Seosangnim. Mian saya datangnya terlambat," kata Heechul sambil memberikan hormat.

"Tidak apa. Kibum pasti senang. Oh, iya dia ada dikamar nomor 12 bersama dengan Nyonya Choi," jelas Seosangnim. Alis Heechul terangkat.

"Wae?" tanya Heechul.

"Kalian akan menginap bersama dengan Nyonya Choi jadi ibu kira kalian harus menjaga sikap. Baiklah. Perlu ibu antar?" tanya Seosangnim.

"NE," jawab Heechul gugup. Keduanya beriringan hingga mereka tiba disebuah kamar dengan nomor 12 tertera diatasnya.

"Ini dia kamarnya," kata Seosangnim. Dia mengetuk pintunya beberapa kali.

"Seosangnim. Bisa kemari sebentar," panggil seseorang.

"Heechul, tunggulah disini. ibu mau kesana sebentar," ucap Seosangnim sembari meninggalkan Heechul sendirian disana.

"Umm," jawab Heechul. Dia kembali mengetuk pintu tersebut. Dan

"Ne," seraut wajah tampan membuka pintu tersebut. Wajahnya tampak sedikit BT.

"Si….Siwon," Ucap Heechul gagap. Yang membukakan pintu tersebut melihatnya dan tersenyum.

"Noona, masuklah!" ajaknya sembari menarik tangan Heechul.

Ruangan tampak begitu sepi.

"Siwonnie, dimana Kibum?" tanya Heechul.

"Kibum dan umma sedang memedan makan malam," kata Siwon datar. Heechul merasa tidak begitu nyaman dia segera duduk di kursi sedangkan Siwon masih berdiri.

"Noona, apa kabar?" tanya Siwon lagi berbasa basi.

"Baik! Emmm, bisa noona ke toilet dulu," ucapnya.

"Toiletnya ada disana?" kata Siwon.

"NE, terima kasih," kata heechul sembari meninggalkan Siwon sendirian. Siwon terdiam. Dia kebingungan dengan tingkahnya tadi. Akhirnya dia duduk diatas karpet dan menyalakan TV.

Tidak lama kemudian Heechul keluar. Dia melihat Siwon yang tengah menonton TV.

"Kenapa mereka lama sekali, ya?" tanya Heechul.

"Entahlah, umma senang sekali bersama Kibum. Katanya serasa punya anak perempuan," kata Siwon setengah mengadu.

"Oh, Mianne!" kata Heechul. Siwon berbalik.

"Jangan meminta maaf, Noonakan tidak salah apa-apa?" tanya Siwon kalem. Dia kembali menatap layar TV.

Hening.

"Noona!" panggil Siwon namu yang dipanggil malahan sudah terlelap dibangku. Siwon mendekat kearahnya. Dia menatap lekat wajah Heechul.

"Noona, pasti kau kelelahan, istirahatlah," kata Siwon sembari mengecup kening Heechul.

Dia tersenyum simpul dan mengambil sebuah selimut dari dalam kamar yang akan dia gunakan untuk menyelimuti Heechul.

"Noona, saranghae," bisik Siwon ditelinga Heechul.

.

.

.

TBC

.

.

.

Baru awal_benar-benar awal liburan!