Naruto melihat ke langit,dan berkata dalam hati.
Jika aku pergi,bagaimana dengan Sasuke? Aku...
.
.
Sejak kejadian lalu , Naruto menjadi pendiam dan sedikit murung. Tentu saja, itu di karenakan ia akan pergi ke tempat yang jauh dari Sasuke.
"Dobe." Kata Sasuke pada Naruto yang sedang mencuci piring dan gelas di wastafel.
"Ada apa?" Kata Naruto tanpa memalingkan wajahnya dan terus mencuci.
"Ada apa denganmu? tidak biasanya kau begini. Ada sesuatu?" Tanya Sasuke.
Naruto menghentikan kegiatannya sejenak, lalu kembali mencuci. "Tidak, tidak ada apa-apa."
"Jangan berbohong pada majikanmu."
"Ah, habis ini aku harus merapikan ruang tamu." Kata Naruto yang berusaha menghindar dari perkataan Sasuke tadi.
Ada apa dengannya ? aneh sekali . Apa dia marah karena aku tertidur di pangkuannya kemarin? Batin Sasuke.
"Dobe, ada apa sih denganmu? cepat katakan!"
"Tidak ada apa-apa! "
PRANG!GEDEBRUAK!PREONG!MEONG!LOOOOOLL! Ya, ringtone Naruto menandakan SMS masuk.
"Dobe, gak enak banget dah tuh ringtone. Cepetan ganti ah! Ganti sama 'Alive' aja?"
"Huuh,Hp,Hp siapa!Jadi terserah aku dong." === Pelayan Durhaka.
From : Kaa-san sayang.
To : Naru-kun.
Naru, kau jadi tidak ke sini? Sebenarnya tidak apa-apa sih. Tapi, sekarang tou-san sedang sakit. Kaa-san rasa kaa-san tidak bisa merawatnya sendirian. Bagaimana?
"Eh...?" Kata Naruto sambil melihat layar Hp nya.
"Ada apa, Naruto?" Tanya Sasuke yang mendekat ke arah Naruto.
"?! Enggak! Enggak apa-apa!" Kata Naruto yang mencoba menyembunyikan Hp nya. Ups, kutarik kata-kata tadi. Soalnya Sasuke udah keburu nyamber Hp Naruto (Nyopet lu).
"Apa ini..?" Kata Sasuke yang terlihat kaget sekaligus bingung melihat layar Hp Naruto.
"I..itu..ano...aku..."
PIP PIP PIP PIP PIP... suara Sasuke memencet beberapa tombol di Hp Naruto. Cucuran keringat terlihat di keningnya.
"Sa..Sasuke! Jangan!" Kata Naruto sambil mencoba mengambil Hp miliknya.
"Naruto..."
DEG "y...ya?"
deg
deg
deg
deg
deg
deg
deg...
"Kok Hp mu gelap gini sih? dipencet-pencet gak mau nyala. Batere nya abis ya?"
GUBRAK!
.
09.13 PM.
"Sudah waktunya tidur, teme." Kata Naruto sambil melirik Sasuke yang sedang membaca sebuah novel yang tebalnya setebal bulu mata Rock Lee, teman Sasuke -oke abaikan itu-.
"Hn." Kata Sasuke singkat sambil menutup novel dan beranjak ke kamarnya.
"Oyasumi, dobe."
"Oyasumi, teme!" Balas Naruto.
Untung tadi baterai nya habis. Kalau tidak, ia akan melihat pesan itu. Sebenarnya aku tidak mau pergi , tapi kaa-san kasihan, terlebih tou-san juga sakit. Bagaimana nih? Kami-sama...tolong aku~~~~! Batin Naruto frustasi.
"Yah... sekarang tidur dulu deh." Kata Naruto yang berjalan lemas menuju kamarnya.
"Dobe..." Suara itu muncul sebelum Naruto mencapai jalan menuju bandara alam mimpi(maksudnya itu kamar, bilang kamar aja ribet).
"Teme? Kau harus tidur! Nanti kau sakit!" Kata Naruto sedikit khawatir melihat mata Sasuke yang terlihat lelah.
"Dobe, temani aku tidur yuk?" Kata Sasuke sambil menaruh kepalanya di samping leher Naruto yang terikat-
CRIIING
Lonceng =_=.
"Te...Teme?!" Teriak Naruto blushing.
"Lho..Panas?" Kata Naruto bingung sambil menjauhkan Sasuke dari lehernya.
Naruto memegang pipi Sasuke dan mendekatkannya ke wajahnya.
Tuk. Naruto menempelkan keningnya dengan kening Sasuke.
"Teme, kau demam nih."
"Hn, dobe... ayo temani aku tidur..." Kata Sasuke yang wajahnya memelas akibat ngantuk sekaligus pusing karena demam.
uwaaa...Bisa-bisa aku mimisan nih! batin Naruto yang malu melihat wajah Sasuke yang amat langka dari yang terlangka(?).
"Oke..ayo kita ke kamarmu." Kata Naruto sambil membopong Sasuke dengan tangannya(gak, dengan kaki! *ditendang Naruto*).
"Hem, demamnya tidak terlalu tinggi sih. Ayo minum obat ini, kemungkinan besok siang kau akan sembuh." Gile! ?Mang ada demam sehari langsung sembuh?! Apa emang ada ya? *PLAK!* Sasuke pun meminum obat yang di sodorkan Naruto.
Setelah Naruto membaringkan Sasuke dan menyelimutinya di kasur, Naruto berkata, "Nah, sekarang aku akan menemanimu sampai kau tidur. Sekarang tidur, ya!"
"Hn, sini, dobe." Kata Sasuke yang membuat Naruto sedikit membungkukkan badannya.
Sruk Sruk. Sasuke mengelus-ngelus rambut Naruto yang masih lengkap dengan telinga kucing itu.
"Terimakasih ya.." Kata Sasuke sambil tersenyum tulus dengan mata yang sedikit menyipit dan wajah yang berwarna merah-merahan lalu perlahan tidur.
DEG!
"Eh?" Kata Naruto yang wajahnya merah sambil memegang rambutnya.
"Sasuke..."
Naru, kau jadi tidak ke sini?
Deg
Naruto teringat akan perkataan kaa-san nya di SMS tadi.
Naruto mengelus rambut dan pipi Sasuke.
"Sasuke..."
.
06.50 AM.
"Nghh..." Kata Sasuke yang baru akan bangun dari tidurnya.
"Wah bener nih kata si Dobe. Aku kayaknya udah sembuh! obat dari mana ya tuh? dari dukun?" Maaf Sasuke, tapi author tidak segan-segan akan memukulmu*PLETAK*(bukannya author yang mukul, malah author yang dipukul.).
"hoaehm...Dobe? Dobe! ooi!" Teriak Sasuke.
Teriakan Sasuke berhenti ketika bola matanya mendapati secarik kertas di samping kasurnya.
Sasuke membuka kertas itu.
From : Naruto
To : Sasu-teme
Teme, terimakasih telah menerimaku sebagai pelayan mu. Sebenarnya maid sih, lagipula kenapa harus maid sih! O iya, gaji nya cukup besar juga. Terimakasih ya! Tapi aku masih ngotot nih tentang maid,kuping,lonceng dan ekor itu! AARRGGHHTT!
Sasuke menahan tawanya karena perkataan Naruto di kertas itu dengan tulisan cakar ayam yang tidak jelas itu.
Tetapi tawanya terhenti ketika melihat tulisan..
Teme, sekarang aku akan pergi untuk tinggal bersama orang tuaku di luar negeri. Terimakasih untuk semuanya, Sasuke. Terimakasih.
"do...be?"
SRET. Sebuah kertas terjatuh dari belakang surat itu. Kertas itu...
"Naruto."
.
Bandara Konoha,07.00 AM.
Terlihat seorang pemuda pirang memakai kemeja berwarna biru dan celana berwarna hitam. Ia seperti memakai sebuah ikat leher hitam yang terdapat lonceng seperti kucing. Pantas banyak orang yang melihatnya. Pemuda itu mengangkat dan melihat sebuah benda yang ada di tangannya...bando kucing?
"Sasuke..."
BERSAMBUNG...
AAAAAAAA pusing mau di kemanain nih jalan cerita! maaf kalau buat chap nya kelamaan, ini karena kelamaan mikir idenya! *bungkuk2*
Sebenernya terlalu pendek ya? yah untuk chap ini pendek ya..di usahakan chap berikutnya agak lebih panjang...
Semoga selanjutnya author bisa memikirkan ide lebih baik sehingga menjadi cerita yang bagus!
Review? Tidak dipaksakan.
