Tittle :
Tomorrow, Will You Be Mine?
Author : Blaue Fee / Me
Part : 4/?
Pairing : Yoosu, slight!Yunjae, slight!Minkyu, slight!Sichul
Rate : K
Genre : Romance, Brothership, Friendship, Failed Angst
Warning : Yaoi, Boys Love, BoyXBoy, Typos. Ini FF Yoosu pertama saia. Moga gag aneh saat ngebaca nya. Harap dimaklumi ^^ alur kecepatan. Bahasa suka-suka saia.
Disclaimer : Semua yang ada disini murni milik diri mereka sendiri dan Tuhan. Cjes Ent & SM Ent memiliki mereka.
Summary :
Aku berharap, saat besok aku membuka mata, kau adalah milikku
Dan aku adalah milikmu.
Apa itu terlalu berlebihan ?
~! #%^&()_+_)*&^$
Sudah tiga hari, namun Junsu masih terlihat sama. Seperti tak ada nyawa dalam raga pemuda julukan lumba-lumba ini. Seperti tak mendengar tanya dua hyungnya. Seperti tak melihat ajakan—rengekan—dua dongsaengnya untuk bertanding game. Junsu seperti orang bodoh yang memikirkan pria bodoh bernama Yoochun itu.
"Kau kenapa sebenarnya Su-ie? Sudah beberapa hari ini kau murung terus" Jaejoong membuka pembicaraan. Hari ini Jaejoong pergi ke rumah Junsu bersama Changmin. Awalnya Heechul akan ikut. Namun, ada perkerjaan yang harus dia selesaikan di perusahaan.
"Aku tidak apa-apa, hyung" Ucap Junsu malas. Junsu sedang tidur-tiduran di bed kamarnya. Tengkurap dan kepalanya menghadap ke arah jendela yang menawarkan pemandangan gerimis senja. Cantik dan indah. Namun, tak bisa membuat hatinya tenang.
"Jangan bohong! Kau berubah sejak kita pergi liburan Minggu kemarin. Kau juga menghilang tiba-tiba. Apa yang terjadi sebenarnya?!" Ucap Jaejoong sedikit emosi. Jaejoong merasa kesal dengan sikap Junsu yang bahkan tidak menjawab pertanyaan dari Jaejoong beberapa hari ini. Junsu selalu menghindar dan mengatakan baik-baik saja. Padahal semua orang juga tahu dia tak baik-baik saja.
"Hyung sudahlah. Jangan emosi begitu" Ucap Changmin mendekati Jaejoong dan mengelus pundak pria berbibir cherry itu. Jaejoong hanya mendelik kearah Changmin. Namun, Changmin memberi tatapan-jangan-suka-marah-marah-nanti-kau-cepat-tua. Dan Jaejoong hanya menurut. Menghela napas dengan pelan-pelan beberapa saat. Setelah emosinya stabil, matanya langsung menangkap punggung Junsu yang berdiri di depan kaca jendela kamarnya. Junsu memainkan jemarinya di jendela kaca. Membuat gerakan abstrak dengan telunjuknya seperti menulis sesuatu.
Jaejoong mendekat diikuti Changmin. Menyelusupkan jemari putihnya diantara pinggang Junsu dan menyenderkan kepalanya pada bahu dongsaengnya itu. Sedangkan Changmin hanya berdiri disebelah Junsu. Mengikuti Junsu melihat pemandangan sore berkarya seni murni.
"Kau boleh tak memberi tahu hyung, Su-ie. Tapi kembalilah.." Jaejoong menatap wajah Junsu dari samping. Melihat mata Junsu yang bergerak suram. Tak menampakkan senyum tipis seperti biasa kala melihat anak-anak dari hujan—gerimis.
"Aku tetap disini, hyung. Tak kemana-mana.." Junsu menanggapi ucapan Jaejoong dan menatap Jaejoong sekilas. Hanya sekilas. Takut matanya yang sudah berkaca ketahuan oleh hyungnya itu.
"Kau disini, tapi jiwamu seperti bukan dongsaengku lagi. Mana Su-ie yang akan membantuku memasak. Mana Su-ie yang akan heboh jika Yunnie membicarakan bola. Mana Su-ie ku yang akan bergegas jika di ajak bertanding game. Dan mana..." Jaejoong menangkup kedua bilah pipi Junsu. Menghadapkan pada wajahnya.
"..mana senyuman innoncent milik lumba-lumbaku ini?" Ucap Jaejoong mengakhiri. Menatap intens pada mata Junsu yang sudah menitikkan satu-persatu air itu. Sama seperti langit, Junsu menjatuhkan air dari kedua bola matanya.
"Mianhae.." Junsu memeluk tubuh Jaejoong dengan erat. Meminta kehangatan untuk tubuhnya yang mulai dingin dengan hujan yang sudah membesar. Dari kedinginan hatinya bersebab oleh pria yang dicintainya. Tubuh dan hatinya, perlu kehangatan.
"Sssst..Uljimaeyoo.." Jaejoong balas memeluk Junsu dan menepuk-nepuk punggungnya. Masih sama. Biar 20 tahun yang lalu, biar sekarang, Junsu nya masih sama.
Sedangkan Changmin hanya tersenyum tipis kala melihat adegan hyung-dongsaeng itu. Dirinya melangkah kearah bed milik Junsu dan mengistirahatkan tubuhnya di kasur King Size itu.
~! #$%^&()_+_(*
"Yaa.. Yoohwan, berikan ponselku cepat!" Siang hari, di kediaman keluarga PARK terlihatlah pasangan kakak adik yang sangaaaaaaaaaaaaaaatttt akur sekali. Mereka bermain kejar-kejaran, memeletkan lidah, perosotan, kelereng, lempar lembing, lompat jauh.. *duakkh! Appoo~~. Oke2 kita ulang lagi.
"Yaa.. Yoohwan, berikan ponselku cepat!" Siang hari, di kediaman keluarga PARK terlihatlah pasangan kakak adik yang sibuk berlari. Sang kakak—Yoochun—kewalahan sedari tadi mengejar sang adik—Yoohwan—yang berlari membawa kabur ponselnya. Tak menghiraukan tatapan heran nan imut milik Junsu. 'Mereka ngapain sih' Batin Junsu bingung.
"Park Yoohwan, jika kau tak memberikan ponselku, jangan harap aku akan bicara padamu seumur hidup!"
Tep!
Gotcha!
Tak ada yang lebih mempan dari pada ancaman yang satu ini. Siapapun juga tahu bahwa Yoohwan sangat bergantung dan manja pada Yoochun. Tidak bicara? Ohh, itu lebih parah dari pada uang jajannya dipotong lebih dari setengah.
"Ya~~ hyung.. Jangan gitu donk~ Aku kan hanya bercanda. Ini~~" Yoohwan menggoyang-goyang lengan kiri Yoochun yang hanya diam. Membujuk. Yoohwan sibuk membujuk Yoochun agar tak marah lagi. Dan dengan segera memberikan ponsel Yoochun pada sang empunya.
"Err.. apa aku mengganggu kalian?" Ucap Junsu canggung. Ayolah, berdiri selama 10 menit dan melihat adegan live di depan matanya cukup membuat kakinya pegal.
"Eh Junsu-ah, apa yang kau lakukan disana?" Tanya Yoochun heran.
"Menunggu kalian berhenti berkejaran, mungkin?" Ucap Junsu ragu. Dia juga tak tahu yang sedang dia lakukan.
"Mwo? Kenapa tidak bilang kau datang?" Tanya Yoochun lagi.
"Bagaimana bisa bilang, kalau kalian berlari kesana-kemari tanpa menghiraukan orang lain" Ucap Junsu sebal dengan tampang imut yang menguar tanpa disadari. Bibirnya mengerucut lucu dan mengatupkan kedua tangannya.
"Hehee ^^ Mian" Ucap Yoochun sedikit bersalah. Benar juga. Sedari tadi mereka sibuk berlari tanpa menghiraukan sekitar.
"Su-ie hyung, itu apa?" Tanya Yoohwan saat melihat bungkusan dibelakang tubuh Junsu. Dia mendekat kearah Junsu namun malah melewati Junsu berjongkok dan melihat bungkusan yang dibawa Junsu.
"Oleh-oleh ya :D" Ucap Yoohwan senang.
Pletakk!
"Jangan tidak sopan begitu Hwannie!" Ucap Yoochun yang merasa malu dengan perbuatan Yoohwan.
"Apaan sih. Junsu hyung saja tidak marah. Kenapa hyung yang marah, iya kan Su-ie hyung?" Tanya Yoohwan pada Junsu. Sedangkan Junsu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Huwaaaaa... senyum Su-ie hyung indah sekali. Mau tidak jadi pacarku?" Ucap Yoohwan bercanda.
Mwooo?
"Ya! Enak saja kau bicara!" Ucap Yoochun kesal. Enak saja mengambil Junsu-nya. Junsu-nya? Junsu? Miliknya? Eehh? Huwaaaaa... Apa yang kau pikirkan Yoochun!
"Biasa aja kali bicaranya hyung. Aku kan Cuma bercanda. Lagian aku sudah punya Caewon" Ucap Yoohwan. "Ah, kau sudah jatuh cinta pada Su-ie hyung ya? Sampai tak rela Su-ie hyung diambil" Ucap Yoohwan mengerling nakal.
"Enak saja! Siapa yang jatuh cinta. Aku masih normal tahu!" Ucap Yoochun sedikit keras. Yoohwan membeku dan mengalihkan matanya pada Junsu. Sedangkan Yoochun langsung tersadar dengan ucapannya. Matanya beralih pada wajah Junsu yang terlihat...baik-baik saja? Junsu bahkan seperti tak mendengar apapun. Seharusnya dia marah. Iya kan?
"Waeyo, kenapa melihatku seperti itu?" Ucap Junsu bingung diberi tatapan yang entahlah, Junsu tak mengerti.
"A-ani. Jadi hyung, ini apa?" Ucap Yoohwan mengalihkan topik pembicaraan. Junsu mendekat dan mengatakan itu titipan bumonimnya yang baru kembali dari Paris kemarin untuk Tuan dan Nyonya PARK.
Sedangkan Yoochun masih memperhatikan Junsu. 'Ada apa dengannya? Terakhir aku berucap kasar, tangannya gemetar. Harusnya terjadi sesuatu dengannya kan? Kenapa malah diam saja' Ucap Yoochun khawatir. Dasar Yoochun, orang terluka kau khawatir. Orang baik-baik saja kau malah tambah khawatir. Apa maumu sebenarnya tuan PARK?
"Hmmm... hyung, tadi ada pesan dari Sora. Dia mengajakmu berkencan hari ini" Ucap Yoohwan tanpa memandang wajah Yoochun. Dirinya sibuk dengan sekotak dark coklat yang ada ditangannya.
"Yah, kau membuka pesanku sembarangan!" Ucap Yoochun kesal.
"Hehe^^" Sedangkan Yoohwan hanya nyengir. Lagi-lagi mata Yoochun melihat Junsu. Tak ada perubahan berarti, Junsu masih terlihat baik-baik saja. Apa Junsu tak cemburu pada Yoochun seperti beberapa hari lalu saat Junsu melihat Yoochun mengobrol mesra dengan Haerin? Yoochun menggeleng. Apa yang dipikirkannya?
"Ya sudahlah. Aku malas pergi dengannya" Ucap Yoochun entah pada siapa. Lalu dia berpikir. Ah, benar!
"Su-ie, kau ada acara hari ini?" Tanya Yoochun pada Junsu.
"Ani, hanya nanti sore aku ada janji dengan Heechul dan Siwon hyung dan yang lainnya untuk mencari baju pernikahan Heechul dan Siwon hyung" Ucap Junsu dengan tampang memikir. Tangannya sengaja di letakkan di dagunya. Benar-benar seperti orang yang berpikir =="
"Ah, benarkah? Mereka akan menikah?" Tanya Yoochun penasaran.
"Hum! Mungkin bulan depan. Habis, Siwon hyung ingin cepat-cepat menikahi Heechul hyung. Karena bulan depan Ahjussi dan Ahjumma KIM sudah kembali dari Belanda. Makanya pernikahannya akan dilaksanakan saat orangtua Heechul hyung kembali ke Korea"
"Ohh.. Jadi apa kau mau pergi denganku?"
"Kemana?"
"Jalan!" Ucap Yoochun semangat. Lalu berlari menuju kamarnya meninggalkan Junsu yang terbengong dan Yoohwan yang belepotan memakan coklat dari orang tua Junsu.
"Ya~ Yoohwan. Itu untuk Ahjummaa..~" Ucap Junsu melengking. Sedangkan Yoohwan tak memperdulikan dan terus memakan coklatnya dengan rakus. Junsu Cuma mencubit pipi Yoohwan gemas.
"Kajja!" Ucap Yoochun dan menarik tangan Junsu yang hanya pasrah dengan perbuatan Yoochun.
~! #$%^*()_+
"Hyung, apa tidak ada tempat lain selain ini?" Ucap Junsu melas. Dikira mau dibawa kemana oleh Yoochun. Eh, dirinya malah dibawa ke Departement Store untuk belanja.
"Waeyo? Kau tak suka tempat seperti ini?" Tanya Yoochun.
"Aku tak terlalu menyukai tempat ramai seperti ini hyung"
"Bukankah ditaman bermain kemarin kau senang saja walau ramai"
"Itu beda. Di taman kita bisa bermain dan bersenang-senang. Dari pada disini, Cuma menghamburkan uang" Ucap Junsu. 'Bahkan kau bisa berkencan dengan yeojachingumu' Lanjutnya dalam hati.
"Eoh? Disini juga bisa bersenang-senang Su-ie" Ucap Yoochun mendekati Junsu yang tadi tertinggal dibelakangnya dan menarik tangan Junsu untuk mengikutinya.
Yoochun mengajak Junsu mengelilingi Departemen Store yang sebenarnya milik Siwon itu. Salah satu Departement Store terbesar di Korea. Yoochun tampak tak lelah sama sekali berkeliling. Bahkan hobby belanjanya bisa menyaingi Heechul dan Jaejoong. Junsu heran, untuk apa barang sebanyak ini untuk Yoochun.
"Hyung, aku lelah. Kita istirahat saja ne~?" Ucap Junsu melas sambil membungkuk dan sedikit mengurut pergelangan kakinya yang terasa sangat lelah.
"Hmm.. baiklah. Apa kita makan dulu. Kajja! Makan disana saja" Ucap Yoochun yang lagi-lagi menyeret Junsu. Junsu pun lagi-lagi hanya pasrah saja.
"Nah, kau pesan saja dulu Su-ie. Aku ke toilet dulu" Ucap Yoochun dan meletakkan barang belanjaannya di salah satu kursi dari empat kursi meja makan.
Sedangkan Junsu langsung memesan makanan saat pelayan datang menghampirinya. Beberapa saat kemudian pelayan datang membawa pesanan. Namun, Yoochun belum kembali juga.
"Ah, Yoochun hyung mana sih? Lama sekali. Aku sudah lapar" Ucap Junsu bermonolog dan mengaduk-ngaduk jus melonnya.
"Ah mian, aku lama" Ucap Yoochun dan langsung duduk di kursi tepat di hadapan Junsu.
"Memangnya hyung kemana tadi?" Ucap Junsu mengerucutkan bibirnya.
"Tadi aku bertemu dengan yeoja manis. Hah, kulitnya benar-benar bagus. Dia pasti merawatnya dengan baik" Ucap Yoochun antusias dan mengambil ponsel di saku jeans nya. "Lihat, aku bahkan sudah mendapatkan nomor ponselnya" Ucap Yoochun lagi dan memperlihatkan sederetan angka dalam ponsel Yoochun kehadapan Junsu. Junsu hanya mengangguk.
"Hmm.. baguslah. Jadi namanya Arika. Dia orang Jepang" Ucap Junsu mengerti saat melihat nama gadis tersebut di phonebook Yoochun.
"Dari mana kau tahu?" Ucap Yoochun penasaran. Penasaran antara kenapa Junsu bisa tahu dan juga penasaran karena Junsu tak terlihat kesal, marah bahkan...cemburu. Yoochun frustasi. Harusnya Junsu cemburu. Paling tidak pria lumba-lumba di depannya ini sebal.
"Tentu saja. Aku kan tinggal di Jepang dari umur 4 tahun. Aku baru kembali 2 tahun lalu dari Jepang" Ucap Junsu menjelaskan.
"Ah, benar juga. Aku tak tahu apa-apa tentang Junsu, ya? Jadi kau baru kembali dari Jepang?" Ucap Yoochun mengenyampingkan rasa penasarannya.
"Ne, baru kembali 2 tahun lalu. Habis tidak lagi aktivitas disana. Aku bosan" Ucap Junsu.
"Tidak ada aktivitas. Memang sebelumnya kau mengerjakan apa?" Ucap Yoochun makin penasaran.
"Tentu saja kuliah. Setelah kuliah, aku tak tahu lagi mau ngapain. Appa bilang aku akan mengurus perusahaan saat umurku 23 saja. Aku kan baru 18 tahun waktu itu. Masih ada waktu 5 tahun. Aku bosan di Jepang. Apalagi si Hyukjae babbo itu kerjaannya kencan mulu" Ucap Junsu panjang lebar. Dan di akhir kalimat dia berdecak kesal mengingat sahabat baiknya dari SD di Jepang yang selalu saja mengumbar kemesraan dengan pacar ikannya itu. Huh, Junsu jadi sebal sendiri.
"M-mwoo? K-kau sudah lulus kuliah Su-ie?" Ucap Yoochun kaget. Bagaimana tidak kaget. Junsu setahun lebih muda darinya. Bahkan tampang Junsu masih seperti anak SMP—walau umurnya 20 tahun. Tapi tetap saja, masa Junsu sudah tamat kuliah saat umur 18 tahun sedangkan dia baru semester 5. Huwaaa.. Yoochun kalah telak.
"Sudah.. Kan aku sudah bilang tadi. Kenapa Hyung?" Tanya Junsu lagi.
"A-ani. Kita makan saja" Ucap Yoochun dan segera mengalihkan wajahnya pada makanan yang sedari tadi dibiarkan begitu saja. Tapi tangan Yoochun terhenti saat melihat hidangan di depannya ini.
"Siapa yang memesan ini Su-ie?" Tanya Yoochun.
"Tentu saja aku. Siapa lagi"
"Dari mana kau tahu makanan kesukaanku?" Ucap Yoochun bingung. Dari mana Junsu tau makanan kesukaan Yoochun. Makan bersama saja baru sekarang—jangan hitung acara makan malam keluarga mereka.
"Oohh itu. Aku tanya-tanya pada Changmin dan Kyuhyun" Ucap Junsu enteng dan menyantap kembali makanannya. Sedangkan Yoochun, ada sedikit rasa bahagia menyelusup dalam pori-pori kulitnya, darah yang bergerak cepat ke nadi dan otaknya. Dan, sedikit rasa hangat yang menjalar ke hatinya. Junsu memperhatikan makanan kesukaan Yoochun. Bahkan kekasihnya tak satupun mau tahu kesukaan Yoochun apa. Tapi Junsu... Entahlah. Saat memulai suapan pertamanya, sudut bibir Yoochun tak berhenti tertarik ke atas.
~! #$%^&*()_+
"Hyung, sepertinya aku harus pergi. Ini sudah sore, aku ada janji dengan hyungdeul. Nanti mereka bisa-bisa menceramahiku" Ucap Junsu setelah melihat jam di pergelangan tangan kirinya.
"Ah, cepat sekali. Padahal aku masih ingin lama-lama dengan Junsu" Ucap Yoochun memelas dan memegang tangan kanan Junsu dan menggoyangnya pelan. Junsu hanya tersenyum dan terkikik kecil. 'Yoochun hyung seperti Jaejoong hyung yang merajuk pada Yunho hyung jika Yunho hyung pergi ke luar kota' Batin Junsu geli.
"Hei, kenapa senyum-senyum sendiri begitu?" Ucap Yoochun.
"Ani, hyung antar aku ke tempat Heechul hyung ya?" Sekarang Junsu yang memelas. Mengeluarkan tatapan puppy eyes maximum nya.
"Huh, kalau di tatap seperti itu. Aku tak bisa melawan, kajja!" Yoochun menarik tangan Junsu—entah yang keberapa kalinya hari ini. Membuka pintu bagian penumpang untuk Junsu dan segera menempati tempat menyetir untuknya. Perjalanan dimulai dengan perlahan. Yoochun nampak berhati-hati mengemudi. Sangat Yoochun sekali, yang selalu bersikap tenang. Membuat Junsu yang duduk disebelahnya juga merasa tenang.
"Hei, memangnya siapa saja yang ada disana?" Tanya Yoochun memecah keheningan antara mereka. Dahi Junsu mengkerut tak mengerti, sedetik kemudian dia paham.
"Selain Heechul dan Siwon hyung juga ada Jaejoong dan Yunho hyung. Lalu Kang In hyung teman dari kecilnya Heechul dan Yunho hyung. Mungkin Leeteuk hyung juga ikut. Mm.. ah, Changmin dan Kyuhyun pasti juga ada disana. Mereka mana mau melewati acara penting seperti ini"
"Oh.." Yoochun mengangguk paham. Dan kembali hening tercipta. Saat lampu merah, mobil Yoochun pun berhenti. Matanya mengedar ke berbagai arah. Tak sengaja matanya beralih pada mobil disampingnya. Mobil sport merah tanpa atap. Ada 2 yeoja disana.
"Su-ah, kau mau taruhan?" Ucap Yoochun.
"Taruhan apa?" Tanya Junsu penasaran.
"Kau lihat gadis itu?" Ucap Yoochun menunjuk pada dua gadis tadi. Junsu hanya mengangguk canggung. "Kalau aku berhasil berkenalan dan mendapatkan nomor ponsel mereka, kau janji akan melakukan apapun untukku?"
"Eeeh? Kenapa begitu?" Ucap Junsu tak mengerti.
"Aissh, sudahlah. Mau tidak? Nanti lampunya berubah jadi hijau"
"Baiklah.." Junsu hanya mengangguk tak mengerti. Perlahan Yoochun membuka kaca mobilnya dan mulai berbincang dengan dua gadis tersebut. Entah apa yang mereka bicarakan. Sedangkan Junsu? Dia sibuk meredam detak jantungnya. Meremas kuat kausnya. Tetap di dada kirinya.
"Yah dapat! Kau lihatkan Junsu. Aku mendapatkannya" Ucap Yoochun dan melempar ponselnya pada Junsu. Junsu menerimanya dengan mata menerawang jauh. Tak lama Yoochun melajukan mobilnya kembali karena lampu rambu lalu-lintas sudah berwarna hijau.
"Jadi kau akan melakukan apapun yang kuminta kan?" Ucap Yoochun lagi.
"Ne~~ Hyung mau minta apa?" Ucap Junsu yan tetap menatap kedepan, kearah jalanan.
"Hmm.. apa ya? Belum ku pikirkan. Nanti saja oke?" Junsu hanya mengangguk mengerti. Setelahnya dia sudah berada di depan butik terkenal milik salah satu JUNG Corp. Junsu segera turun dan menawari Yoochun untuk masuk. Namun, Yoochun masih ada urusan yang harus dilakukan. Jadinya Junsu masuk sendiri dalam butik tersebut.
"Annyeong semua.. maaf aku telat" Ucap Junsu pada semua orang yang sudah ada di salah satu ruang ganti butik itu. Junsu langsung mendekati Jaejoong dan duduk di samping pria cantik itu.
"Kau kemana saja Su-ie?"
"Hmmm.. ada urusan sebentar" Ucap Junsu sedikit berbohong. Dia tak mau Jaejoong marah atau kesal jika tahu dia habis pergi bersama Yoochun.
"Hmm, ya sudah. Kau pilihlah kemeja dan jasnya. Heechul hyung sedang mencoba jas pernikahannya" Ucap Jaejoong memberi gesture agar Junsu bergegas mencoba pakaiannya.
"Yah hyung, aku kan ingin lihat Heechul hyung dulu. Nanti saja , oke^^?" Ucap Junsu dan menatap Jaejoong lucu. Jaejoong hanya mengangguk. Tak lama suara tirai yang dibuka. Menampilkan sosok cantik nan anggun Heechul. Memakai kemeja hitam dan jas putih dengan aksen sedikit emas di sekitar pinggiran kancing jasnya. Di kedua ujung tangan jasnya berwarna hitan dan dipenuhi giwang 3 jejer vertikal. Rambutnya juga ditata rapi. Rambutnya sudah di cat kelam berbeda denga kemarin yang masih pirang. Semuanya memandang takjub pada Heechul. Tak ayal Siwon yang langsung mendekat dan mengamit telapak tangan Heechul dan mencium punggung tangannya.
"Kau cantik sekali My Princess.." Ucap Siwon. Sedangkan Heechul sudah memerah dengan perlakuan Siwon juga karena teriakan gaje yang dikeluarkan Changmin dan Kyuhyun. Aih, dia merasa sangat malu sekarang.
~! #$%^&*()_+
"Hyung, kenapa kau mau dengan Yunho hyung?" Tanya Junsu inonncent pada Jaejoong yang sedang asyik menyeruput ice cream nya.
"Ye~?" Ucap Jaejoong memastikan pertanyaan Junsu.
"Kenapa kau mau dengan Yunho hyung? Kan masih banyak gadis cantik. Kenapa malah pacaran dengan Yunho hyung?"
"I-itu sih, mau bagaimana lagi. Hyung sudah terlanjur jatuh cinta pada Yunnie sih" Ucap Jaejoong malu-malu.
"Yunnie itu sering main kerumah bersama Kang In hyung untuk bermain dengan Heechul hyung. Yunnie juga orang yang baik. Walau agak pervert" Lanjut Jaejoong saat merasa Junsu masih ingin mendengar ceritanya.
"Lalu?"
"Yunnie mengatakan perasaannya saat hyung SMP, tapi Heechul hyung menentang keras. Heechul hyung kan tidak mau aku jadi gay. Kalau tidak mengingat Yunnie itu sahabat Heechul hyung, mungkin Cinderella itu sudah menghajar Yunnie habis-habisan" Jaejoong tertawa mengingat Heechul yang memukul teman SMP Jaejoong karena mengatai Jaejoong cantik dan membuat Jaejoong menangis. Alhasil, CinderellaMan yang cantik itu menghajar teman Jaejoong. Satu sekolahanpun gempar, karena untuk pertama kalinya Heechul menghajar orang. Sejak saat itu, KIM Brothers ini jadi pembicaraan disekolah—SMA dan SMP Heechul dan Jaejoong masih satu yayasan.
"Lalu kenapa sekarang Heechul hyung setuju?" Ucap Junsu makin penasaran.
"Itu karena Yunnie tidak menyerah. Dan walau benci mengakuinya, Heechul hyung sangat menghormati orang yang tak menyerah. Lalu, saat hyung harus masuk SMA, Heechul hyung memberi syarat, jika Yunnie bisa membantu hyung masuk Seoul International High School dan mendapatkan kelas bagus, maka Heechul hyung merestui hubungan kami.."
"Ah! Aku ingat, waktu itu hyung menelponku di Jepang. Kau menangis dan mengadu padaku bagaimana cara masuk SMA dengan mudah. Waktu itu aku hanya bingung. Waktu itu hyung seperti dongsaengku saja :p"
"Ya! Enak saja. Aku kan frustasi. Heechul hyung memberi syarat yang sangat berlebihan. Dia pasti sengaja agar aku tak bisa bersama Yunnie. Heechul hyung memang licik" Tapi sedetik kemudian Jaejoong tersenyum.
"Tapi ternyata Heechul hyung sengaja melakukannya. Itu permintaan appa. Saat hyung lulus dan mendapat kelas terbaik, appa sangat bangga pada hyung. Selain mendapat restu dari Heechul hyung, hyung juga bisa membanggakan umma dan appa"
"Jadi hyung dapat restunya Heechul hyung?"
"Hehe, kata Heechul hyung dia sudah lama merestui. Tapi sengaja menghalangi. Agar ingin tahu saja seberapa cinta Yunnie pada hyung. Hyung kan adik kesayangan Heechul hyung :D" Ucap Jaejoong bangga dan menepuk dadanya pelan.
"Aku juga adik kesayangan Heechul hyung dan Jaejoong hyung" Ucap Junsu merajuk. Keke~~ lumba-lumba saraapp. *dicekek
"Lalu, kalo Heechul hyung dan Siwon? Aku kan tahunya Heechul hyung dulu masih straight"
"Kalau itu tak jauh beda dengan hyung dan Yunnie. Cuma bedanya, Siwon hyung berusaha meluluhkan hati Heechul hyung. Heechul hyung sangat keras kepala. Bahkan sengaja menunjukkan yeojachingunya di depan Siwon hyung agar Siwon hyung menyerah. Tapi tak pernah menyerah. Dan saat itu Siwon hyung harus ke London selama sebulan dan menghilang tanpa kabar. Heechul hyung langsung gelisah. Pasalnya sehari sebelum Siwon berangkat, Heechul hyung memarahi Siwon hyung habis-habisan.."
"Heechul hyung bilang apa?"
"Choi Siwon bodoh! Aku bukan gay! Jangan temui aku lagi, lebih baik kau mati saja sana!"Ucap Jaejoong meniru kata-kata Heechul.
"Heechul hyung mikirnya Siwon hyung bunuh diri atau apa. Eh, pas lihat Siwon di kantor Yunnie, Heechul hyung langsung minta maaf dan memeluk Siwon hyung. Yah, jadilah. Mereka pacaran. Bahkan Siwon hyung langsung melamar Heechul hyung pada appa dan umma yang tampak syok. Keke~~ appa dan umma pasti sangat syok karena kedua anaknya gay xD" Jaejoong hanya nyengir tak berdosa mengingat muka aneh yang ditunjukkan kedua orang tuanya saat Siwon datang melamar Heechul.
"Lalu, kalau Changmin dan Kyuhyun bagaimana?"
"Kalau mereka sih karena karma!" Sentak Jaejoong.
"Aisshh hyung. Gag usah pake nyolot juga, kau menakutkan tahu!" Ucap Junsu sebal. Lihat saja, karena Jaejoong ice cream Junsu jatuh ulah Jaejoong yang tiba-tiba berteriak.
"Hyaaa... Kau bilang apa tadi Su-ie? Aku ini sangat imut dan manis" Ucap Jaejoong narsis.
"Ne, dan cantik!"
"Aku gak cantik. Aku tampan!"
"Ne~~ terserah... Lanjutkan ceritanya" Ucap Junsu seperti memerintah. Jaejoong hanya berdecak sebal. Dongsaengnya berani memerintahnya.
"Minkyu itu jadian karena karma. Mereka itu sering bertengkar waktu SMA. Lalu teman mereka yang bernama Ryeowook menyusun rencana untuk mendekati Kyuhyun. Alhasil, Changmin kelabakan. Karena tak mau Kyuhyun diambil orang, makanya Changmin buru-buru menyatakan perasaannya. Satu sekolah gempar karena mereka jadian. Padahal mereka musuh bebuyutan. Keluar-masuk ruang guru karena bertengkar. Saling mengejek dan lainnya. Tapi sekarang malah sok romantis begitu. Cih~~" Jaejoong menghakhiri ceritanya dengan hirupan napas besar. Capek juga ternyata bercerita.
"Lalu aku bagaimana hyung?" Tanya Junsu menghadap Jaejoong. Jaejoong menghentikan langkahnya. Dahinya mengkerut tanda tak mengerti.
"Bagaimana apanya?"
"Aku dan Yoochun hyung. Dari semua cerita hyung tak ada satupun yang mirip denganku. Apa aku dan Yoochun hyung akan jadi sepasang kekasih?"
"Junsu-ah, hyung sudah bilang, jangan berharap pada playboy itu. Kau hanya akan tersakiti. Kisah bagaimanapun, jika pemerannya adalah kau dan Dia, tak akan ada akhir yang bahagia" Ucap Jaejoong datar dan melangkah kembali. Meninggalkan Junsu yang terpaku. Senyum hambar terpahat di wajah putihnya.
'Benar. Tetap sakit walau aku sudah berusaha. Tapi, aku tak bisa menyerah begitu saja'
.
.
.
TBC
maaf lama~~
balesan ripiu :
Revita Kuzo : Yoochun itu belum tahu gimana perasaannya sebenarnya. makanya masih suka main mata.
khas? hehe, gomawo ^^
KiKyuWook :makasi udah ripiu, udah lanjut maaf gag kilat. hehe
VoldeMIN vs KYUtie : chun emank suka jelalatan liat cewek dikit aja. bener, changkyu emank manis #emutchangkyu *eh?
makasi udah ripiu^^
.9 : Udah lanjut. gomawo ripiunya ^^
Shim shia : yah, jan marah-marah ntar cepet tua *plakk
haha, chun belum nyadar keseksian(?) junchan aja kok ..
makasi udah ripiu ^^
CassieCiel : eh, jatuh cintanya buat bales denddam?
beneran ni?
makasi udah ripiu ^^
Chokyulate : haha, ini udah lanjut. makasi udah ripiu ^^
Princess Yoosu : haha, liat aja aksi dou kim entar. eh, waktu lagi nulis emank lagi senang Sichul *lempar gege XD
makasi udah ripiu ^^
Guest : chun gag kejam. cuma belum terbuka aja pikirannya(?).. gag ada orang ketiga. adanya ke 4,5,6. kan chun bnyak pacarnya. hehe .. makasi udah ripiu ^^
Kim Seo Jin : iya, susah nyari yoosu disini u,u
*hug samchon&imo
ini udah lanjut. makasi ripiunya ^^
Bambaya : haha..
ini cuma beberapa chapter kok..
gag bisa bikin yang panjang2 :)
makasi udah ripiu ^^
makasi buat ripiunya di chap lalu. gag tau apa masih ada yang inget ma niy ff u,u
r
e
v
i
e
w
