Tittle :

Tomorrow, Will You Be Mine?

Author : Blaue Fee / Me

Part : 5/?

Pairing : Yoosu, slight!Yunjae, slight!Minkyu, slight!Sichul

Rate : K

Genre : Romance, Brothership, Friendship, Failed Angst

Warning : Yaoi, Boys Love, BoyXBoy, Typos. Ini FF Yoosu pertama saia. Moga gag aneh saat ngebaca nya. Harap dimaklumi ^^ alur kecepatan. Bahasa suka-suka saia.

Disclaimer : Semua yang ada disini murni milik diri mereka sendiri dan Tuhan. Cjes Ent & SM Ent memiliki mereka.

Summary :

Aku berharap, saat besok aku membuka mata, kau adalah milikku

Dan aku adalah milikmu.

Apa itu terlalu berlebihan ?

Np : You're My Melody By TVXQ

~! #%^&()_+_)*&^$

"Hmm, Min?" Kyuhyun akhirnya membuka suara setelah hampir setengah jam hanya duduk bersandar di bahu Changmin yang sibuk membuat tugas kuliahnya. Kyuhyun CHO yang merepotkan. Kau tak lihat kekasihmu kewalahan menerima berat badanmu padahal Ia harus menulis dan bekerja membuat tugasnya.

"Mmm, apa chagi?" Ucap Changmin tanpa menghentikan kerja kedua bilah tangannya—menulis dan membolak-balikkan buku.

"Aish, bisakah kau melihatku dulu saat bicara" Ucap Kyuhyun dan membalikkan tubuhnya menghadap Changmin. Memegang kedua tangan Changmin dan menghentikan gerak kerja tangan Changmin. Menggenggamnya dan meletakkan di paha kirinya. Sementara Changmin hanya menghela napas kecil. Kyuhyun memang suka manja dan seenaknya saja. Sebenarnya diantara mereka siapa yang lebih tua sih? Kenapa Changmin yang lebih terlihat dewasa.

"Min, kau tak mendengarkanku!" Ucap Kyuhyun kesal melihat Changmin hanya diam.

"Iya, baby. Aku mendengarmu kok. Ada apa?" Ucap Changmin manis. Secepat kilat Ia menyatukan kedua kening mereka dan tersenyum manis pada Kyuhyun. Melihat wajah Kyuhyun yang memerah dan menutup matanya.

"A-aish. Ja-jangan terlalu dekat juga kan" Ucap Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Changmin. Sedangkan Changmin hanya tertawa renyah. Membuat pipi chubby nya makin menggembung. Tidak lupa dengan ekpresi wajah khas nya saat tersenyum. Mata yang mengatup sebelah dan terlihat innoncent. Aishh, magnae sekali.

"Kau menyebalkan!"

"Ne, mian sayang. Jadi ada apa?" Changmin mengalah dan memegangi kembali tangan kanan Kyuhyun.

"Mm, itu. Apa menurut mu Yoochun hyung akhir-akhir ini tidak aneh?"

"Aneh kenapa? Setahuku dia memang aneh kok"

Pletak!

"Lihat saja. Aku akan mengadukannya pada Yoochun hyung. Aku sedang tidak becanda, Minnie!" Hardik Kyuhyun kesal.

"Aish, iya-iya. Tapi Yoochun hyung tidak aneh, Kyu. Dia makan seperti biasa. Dia juga bicara seperti biasa, hanya saja..."

"Hanya saja dia tidak menggoda gadis lagi. Benarkan?" Potong Kyuhyun saat nampak keraguan dalam ucapan Changmin.

"Iya sih. Aku tak pernah melihatnya lagi menggoda gadis. Yah, dia hanya meladeni pacarnya saja. Apa dia sedang rehat menggoda gadis ya?"

"Kau itu pabbo ya. Mana ada playboy yang rehat menggoda gadis" Ucap Kyuhyun yang di hadiahi cubitan di pinggangnya oleh Changmin.

"Aww. Yah, jangan mencubitku!"

"Kau jahat. Kenapa mengataiku bodoh. Apa salahnya sih playboy rehat? Mungkin Yoochun hyung sedang lelah menggoda. Semua orang pasti kelelahan melakukan sesuatu yang menjadi kebiasaannya, Kyunnie"

"Tapi Yoochun hyung juga selalu menanyakan Junsu hyung padaku. Dia selalu mengganggu ku. Bahkan dia juga beberapa hari ini tiba-tiba berada dirumahku. Yah, hyung mu itu kenapa sebenarnya?"

"Dia juga hyungmu. Dia juga selalu bertanya Junsu hyung padaku. Apa salahnya sih. Toh Junsu hyung itu tunangan Yoochun hyung kan?" Tanya Changmin dan beranjak menuju pintu kamarnya. Dan keluar meninggalkan Kyuhyun yang bengong.

"Ya! Berani sekali kau meninggalkanku! Minnie.. Minnie.. Yak, Shim Changmin!" Kyuhyun berlari menyusul Changmin yang ternyata berada di dapur.

"Ada apasih sayang? Kau berteriak kesetanan seperti itu?" Ucap Changmin yang setelahnya meminum air dingin yang tadi diambil nya dalam tubuh Soulmatenya—kulkas.

"Kau meninggalkanku. Aku belum selesai bicara. Bukankah Yoochun hyung tidak menyukai Junsu hyung. Dan ku kira Yoochun hyung tidak berniat meneruskan perjodohan mereka"

"Memang iya"

"Lalu kenapa kau hanya tenang-tenang saja?"

"Aku harus apa? Junsu hyung menyukai Yoochun hyung. Namun, Yoochun hyung sebaliknya. Aku tak mungkin membantu salah satunya kan. Junsu hyung itu adik Joongi hyung, jika aku macam-macam, bukan hanya Joongi hyung, bahkan Yunho hyung bisa-bisa membunuhku. Kau jangan lupakan juga kucing jadi-jadian si Heenim itu"

"Iya, tapi Yoochun hyung.."

"Dia sudah memikirkannya. Dia bilang dia sudah tahu bagaimana cara agar Junsu hyung membatalkan perjodohan ini"

"Apa rencananya?" Kyuhyun mendekati Changmin. Mengambil gelas yang dari tadi di pegang Changmin dan meletakkannya di meja makan. Lalu memandangi Changmin penasaran.

"Hufft, entahlah. Yoochun hyung tak memberi tahuku" Kyuhyun nampak tak percaya dan memandangi Changmin seakan menelik kebohongan dari kekasih tingginya itu.

"Wae? Aku tidak bohong, baby. Ayo kembali ke kamar, tugasku masih banyak. Dan kau sebaiknya tidur saja. Badan mu berat tahu!" Ucap Changmin berlari kearah kamarnya dan tertawa puas.

"Ya! Changmin! Aku tidak berat tahu!"

~! #$%^&*()_+_)(*&^%$#

"Awas kau kuda. Aku tidak akan bicara padamu selama sebulan. Aisshh.."

"Hyung, sudahlah. Jangan mencak-mencak begitu. Kau dilihat orang-orang tuh" Ucap Jaejoong menyadarkan Heechul dari keautisannya. Dibelakang mereka sudah ada Kyuhyun dan Junsu yang sibuk memegangi kedua belanjaan para namja cantik di depan mereka.

"Hyung, memang kita ini pembantu mereka apa? Mereka yang belanja kenapa kita yang membawakannya?" Ucap Kyuhyun lemas sambil membawa belanjaan di kedua belah tangannya.

"Sudahlah Kyuhyun, jangan protes terus. Hyung juga berat ini" Ucap Junsu yang juga kewalahan membawa belanjaan Heechul dan Jaejoong.

"Hyung, sudah dong belanjanya.." Rajuk Kyuhyun dan mendekat pada Jaejoong. Kyuhyun memperlihatkan jurus evil yang bertranformasi menjadi malaikat lemah tak berdaya pada Jaejoong. Jaejoong hanya melirik Kyuhyun sekilas dan mengalihkan matanya pada Heechul. Seakan mengerti, Kyuhyun kembali beringsut kebelakang, ketempat Junsu.

"Aisshh, katanya marah dengan Siwon hyung. Tapi napsu belanjanya tidak menurun. Dasar ratu shopping gila!" Umpat Kyuhyun setengah berbisik. Yah, walau berbisik tak akan bisa membohongi pendengaran seorang Heechul KIM.

"Kau bilang apa tadi Kyunnie ^9^?" Ucap Heechul—pura-pura—manis. Bahkan aura sekitarnya menunjukkan kegelapan tiada tara(?).

"An-aniya. Aku tak mengatakan apapun kok. Hehe.." Kyuhyun akhiri dengan tawa terpaksa.

"Kalau kau merasa sebal, jangan katakan padaku. Marahi saja si kuda itu yang seenaknya pergi ke China. Aish, tidak. Kau harus memarahi si China Oleng Hankyung yang seenaknya saja membawa Siwon pergi!" Ucap Heechul sambil mengipaskan sapu tangannya kearah Kyuhyun dan melenggang kembali memasuki sebuah toko. Yang tentunya di ikuti Jaejoong dengan semangat. Dan helaan napas dari Junsu dan Kyuhyun.

'Apa hubungannya napsu belanja Heechul dengan Siwon. Lagipula, mana mungkin aku memarahi Siwon hyung yang tak tahu apa-apa' Batin Kyuhyun mengejar Junsu yang sudah memasuki toko tadi duluan.

"Ya jidat! Apa yang kau lakukan disini?" Yoochun melengos. Berdiri dan merapikan celananya yang sedikit kusut karena selama satu jam duduk menunggu.

"Aish. Tenanglah Jaejoong hyung. Aku hanya ingin menemui Junsu kok" Ucap Yoochun dan bergegas menghampiri Junsu. Sebelum Jaejoong memegangi tangan Yoochun. Membuat Yoochun berhenti dan menatap heran pada Jaejoong.

"Hyung? Aku bukan hyungmu! Jangan mendekati Junsu. Kau tuli atau apa?!" Marah Jaejoong tepat di depan wajah Yoochun.

"Oke, aku tak akan memanggilmu 'hyung', Jaejoong-sshi. Tapi kau tak ada hak melarangku mendekati Junsu. Junsu itu tunanganku. Aku berhak akan hal itu" Ucap Yoochun dengan kalem dan melepaskan cengkraman tangan Jaejoong dengan perlahan, tidak kasar. Lalu berjalan melewati Jaejoong dan berdiri dihadapan Junsu. Tak lupa memberikan senyum pada dongsaengnya yang berdiri di belakang Junsu, Kyuhyun.

"Su-ie, aku ingin bicara" Ucap Yoochun tanpa basa-basi.

"Bi-bicara apa?" Gugup Junsu yang wajahnya di perhatikan Yoochun. Yoochun terkekeh sejenak. Namun, tiba-tiba tengkuknya meremang. Seperti ada aura setan yang melingkupinya. Matanya beralih pada Jaejoong seketika. Tapi, hanya pemandangan Jaejoong yang sedang diceramahi oleh Heechul tentang—jangan-judes-dengan-calon-adik-iparku—oleh Heechul.

'Bukan Jaejoong-sshi yang mengeluarkan aura setan, jangan-jangan...' Batin Yoochun.

Sett!

Yoochun segera melihat kearah Kyuhyun. Benar saja, evil maknae ini sedang melihat intens kearah Yoochun. Pandangan seperti mengulitinya hidup-hidup. Matanya memancarkan keingintahuan dan...kemarahan?

"Kyu-ah, kau kenapa melihatku seperti itu?" Ucap Yoochun. Seakan tersadar, Kyuhyun langsung menghentikan tatapan 'aneh'nya pada Yoochun.

"Ah, apa aku menatapmu tadi hyung?" Ucap Kyuhyun pura-pura bodoh.

"Sepertinya, kalau aku tidak salah, yah begitulah.." Ucap Yoochun kurang yakin.

"Ah, begini Su-ie, ayo—"

"Baiklah, karena Yoochun ada disini, sebaiknya kita makan saja" Ucap Heechul seenaknya dan melenggang pergi dari toko dengan menyeret Jaejoong yang nampak makin kesal. Lalu Heechul mengomandoi Kyuhyun dan Junsu untuk mengikutinya. Mau tak mau Yoochun ikut bergabung bersama mereka. Padahal niat awalnya untuk menjemput Junsu, bahkan Ia sudah hampir satu jam menunggu di toko langganan keluarga KIM tersebut. Ck, usahanya mengajak Junsu pergi sia-sia.

Mereka makan di restoran mewah dekat dengan deretan pertokoan elit yang mengelilinginya. Sepertinya restoran ini sengaja di bangun agar para pemburu—shopping holic—dapat mengisi perut mereka setelah lelah belanja di toko-toko tersebut. Toko khas kalangan elit yang percayalah, bahkan hanya untuk sapu tangan saja kau dapat mengeluarkan jutaan won. Ck,

Mereka makan dengan sesekali berbicara—bercanda. Tapi yang paling aktif hanya Heechul dan Kyuhyun. Sedang tiga orang lainnya merengut tidak karuan. Kita lihat posisi duduk mereka. Oke, mereka duduk di meja bundar yang terletak paling sudut restoran. Tempat duduknya beralaskan sofa yang melingkari meja tersebut. Sehingga tak ada pembatas dengan teman disampingmu untuk duduk. Kyuhyun duduk paling ujung, di kirinya ada Yoochun, dikirinya lagi ada Jaejoong, lalu Junsu dan terakhir Heechul yang juga di ujung. Tapi masih berdekatan dengan Kyuhyun yang di ujung satu lagi. Mejanya melingkar bukan?

Jaejoong sengaja duduk diantara Junsu dan Yoochun. Tadi Heechul sempat menyeret Jaejoong agar duduk disebelahya saja. Tapi memang dasarnya Jaejoong itu keras kepala. Dengan segala macam cara bahkan puppy eyes mata doe nya yang hampir gagal karena Heechul yang merasa kesal. Dan, Jaejoong harus bersyukur pada Uri Kyunnie yang membela Jaejoong. Aissh, tidak salah Changmin—calon adik iparnya—memilih Kyuhyun untuk jadi kekasihnya.

Dan setelahnya mereka kembali berburu di toko lagi. Dan sepertinya sekarang hanya Heechul lah yang berburu. Karena Jaejoong kehilangan selera belanjanya dan lebih memilih untuk mengganggu pasangan Yoosu. Entah dengan menyeret Junsu dan melempar barang belanjaannya pada Yoochun. Atau mengajak Junsu mengobrol dan mengacuhkan Yoochun. Atau dengan sengaja mencibir Yoochun di depan mereka yang kedapatan sesekali memandangi gadis-gadis yang berpapasan dengan mereka.

Yoochun? Dia hanya bisa bersabar. Kalau untuk kesabaran sih, jangan tanya lagi. Yoochun bukan orang yang mudah tersulut emosi. Kehebatannya menjaga emosi bukan hal baru lagi. Dari kecil Yoochun memang jarang sekali marah-marah. Apalagi harus di hadapkan dengan sikap manja Yoohwan. Sedikit banyaknya bisa membuat hal itu sebagai latihan untuk Yoochun.

Dan Kyuhyun? Entahlah, sedari tadi dia memandangi err.. Yoochun? Hell! Jangan bilang kau mulai menyukai Yoochun, Uri Kyunnie. Awww, jangan mencubitku Kyuhyun!

Dengan segala macam kejengkelan ulah adiknya, Heechul menggenggam erat pergelangan tangan kanan Jaejoong yang dihadiahi tatapan bingung Jaejoong. Setelahnya dia menyeret kasar Jaejoong dengan sebelumnya mendorong Junsu pada Yoochun—yang sebelumnya berada tepat dibelakang Junsu. Sontak Yoochun melepas barang belanjaannya—milik Jaejoong sebenarnya. Dan menahan tubuh Junsu agar tidak terhempas ke lantai marmer toko yang dingin dan pastinya keras. Dan Jaejoong, matanya membulat dengan gerakan cepat dan kuat—kasar—milik Heechul.

"Kyuhyun, letakkan saja belanjaannya di tempat belanjaan Jaejoong itu" Tunjuknya pada belanjaan Jaejoong yang terjatuh. Kyuhyun hanya menurutinya. Sempat syok melihat kejadian kilat tadi.

"Aku akan menghubungi orang untuk membawa belanjaannya. Dan kau, Yoochun dan Su-ie. Tunggu disini sampai orangnya datang. Baru kalian boleh pergi. Aku memberi waktu satu jam untuk kalian. Jangan pergi dari kawasan ini. Sudah, ayo Kyuhyun!" Ucap Heechul panjang lebar dengan masih menggenggam erat tangan Jaejoong. Kyuhyun mengangguk dan berdiri disamping sisi Heechul satunya. Yoochun tersenyum senang.

"Gomawo Heechul hyung ^^" Ucap Yoochun.

"Ne, cheonman. Ayo pergi.." Dan Heechul pergi bersama Kyuhyun dengan tetap menyeret Jaejoong yag tak berkutik lagi. Heechul hanya akan sekali seabad mengeluarkan kekerasan. Pada dasarnya Heechul bukan tipe orang yang suka kekerasan. Walau dia sering sekali bertingkah kasar. Namun, ini hal yang berbeda. Dan jaejoong, ayolah dia sangat menghormati—takut—dengan sikap Heechul yang satu ini. Sesekali Jaejoong hanya menoleh kebelakang dan menatap intens pada Yoosu yang sedang berbicara. 'Aishh, gagal lagi' Batin Jaejoong.

Back to Yoosu

"Nah, kita akan kemana, hyung?" Ucap Junsu. Mereka sudah meninggalkan tempat tadi, karena orang suruhan Heechul sudah menjemput barang belanjaan mereka tadi.

"Karena kita sedang ada di daerah pertokoan. Bagaimana kalau kau menemani ku membeli kado?" Tanya Yoochun.

"Hmmm, baiklah^^" Ucap Junsu tanpa curiga.

'Ck, polos sekali' Batin Yoochun.

Mereka memasuki salah satu toko kusus dengan barang-barang khusus yeoja. Junsu tetap melangkah mengikuti Yoochun tanpa curiga sedikitpun.

"Su-ie ah, kau pernah berkencan?" Tanya Yoochun tiba-tiba. Junsu menoleh. Keningnya mengkerut. Untuk apa menanyainya.

"Belum. Aku kan belum pernah pacaran" Jawabnya polos. Dan jujur saja, Yoochun merasa sangat senang. Berarti hanya dia satu-satunya orang yang mengajak Junsu jalan.

"Hehe, benar juga ya? Changmin pernah bilang sih. Tapi aku tak percaya jika bukan kau langsung yang mengatakannya" Ucap Yoochun lagi dan melangkah pergi. Junsu juga hanya mengikuti Yoochun. Yoochun berhenti di depan deretan gaun wanita. Jejeran dress mahal dengan merk terkenal. Glamour dan elegan. Junsu bingung.

"Jika nanti kau berkencan, hadiah apa yang kau berikan pada yeojachingumu?" Tanya Yoochun tanpa mengalihkan matanya dari deretan gaun mahal dihadapannya.

Deg!

Jantung Junsu berpacu cepat. Aliran darahnya tersendat. Yeojachingu? Untuk apa dia memiliki yeojachingu sedangkan yang ada dipikirannya hanya Yoochun, Yoochun, Yoochun dan Yoochun lagi.

Lama Yoochun menunggu jawaban dari Junsu. Yoochun memejamkan matanya. Merasa terusik dengan keheningan yang dia sebabkan. Matanya mengatup rapat. Tak berani membukanya atau berbalik ke arah Junsu. 'Mungkin sekarang dia sedang menahan tangis?' Batin Yoochun. Dan dia tak mau melihatnya. Membuat rasa bersalah menghalanginya.

"Entahlah, mungkin hyung bisa memberitahuku. Kau kan berpengalaman dengan gadis-gadis, hyung..." Yoochun membuka matanya lebar. Jantungnya entah kenapa terasa pedih. Bukan jawaban ini yang dia harapkan. Pria bersuara husky ini mengontrol tubuhnya dengan segera. Dia yang memulai, dan dia harus menjalankan 'peran'nya dengan baik.

"Aishh, kau mendapat kabar dari mana? Aku hanya beruntung di kelilingi gadis-gadis" Ucap Yoochun yang sebelumnya telah berbalik melihat langsung mata Junsu. Ada luka disana, tapi wajah Junsu tenang-tenang saja.

"Mungkin hyung bisa memberitahuku apa saja hadiah yang bisa kuberikan pada yeojachingu-KU kelak" Ucap Junsu dengan menekankan satu kata 'KU'. Mengekspresikan keteguhannya akan hal abstrak yang sebenarnya mempermainkan mereka. Sandiwara.

Yoochun terkekeh. Antara geli dan heran. Bisa-bisa Junsu mengucapkan kata itu sedangkan pipinya memerah menahan kesal.

"Baiklah. Kau harus melihat caraku memilihkan hadiah untuk para gadis-gadis cantik" Yoochun mengerling nakal pada Junsu yang hanya di balas tatapan datar oleh Junsu. Setelahnya hanya ada Yoochun yang berkeliling ke berbagai toko. Tak jauh berbeda dengan Heechul dengan Jaejoong tadi. Tapi bedanya, sekarang Junsu harus bisa memainkan 'peran'nya dengan baik dan mengatur rasa sakit yang mulai mengulur naik hingga ke kepala. Membuatnya sedikit pusing. Menahan sakit di hati ternyata juga membuatnya merasakan amat sakit di kepalanya.

"Hyung, ini sudah hampir sejam. Bisakah kita kembali? Nanti Heechul hyung bisa marah" Tanya Junsu meminta persetujuan Yoochun yang masih sibuk memilih barang-barang. Walaupun sesekali membeli barang-barang untuk wanita. Dia juga terkadang menyelipkan barang-barangnya sendiri -,-

"Ah, baiklah. Ini, kau ambil barang-barangnya" Ucap Yoochun mengarahkan barang belanjaannya ke hadapan Junsu.

"Untuk apa? Aku kan tak punya yeojachingu. Aku juga tak mungkin memakainya kan?" Ucap Junsu datar.

"Haha, tapi jika kau mau mencoba boleh juga :p" Ucap Yoochun bercanda.

Hening.

Tak ada yang di ucapkan Junsu. Selain tak mau membahasnya lebih jauh, sakit di kepalanya juga bertambah. Junsu lebih memilih mengambil smartphone miliknya dan menghubungi Heechul tentang keberadaannya. Dan memintanya menjemput Junsu segera. Setelahnya dia mematika telponnya dan melihat Yoochun lagi.

"Sebaiknya hyung berikan pada yeojachingu hyung. Sepertinya hyung beli banyak. Apa cukup untuk kekasih hyung yang jumlahnya tak dapat di hitung itu?" Ucap Junsu sarkastik. Kemudian duduk di bangku yang memang di sediakan toko tersebut untuk pengunjung agar bisa duduk. Yoochun hanya terperangah dengan ucapan Junsu. Ini pertama kalinya Junsu berkata dingin dan seolah tak bersahabat dengannya. Ini pertama kalinya Junsu yang ramah dan mudah tersenyum berucap pelan namun menusuk padanya.

"Su-ie, kau.. apa.." Yoochun tak bisa melanjutkan kata-katanya.

"Aku pusing hyung. Bisakah tenang sebentar?" Sambung Junsu tanpa mengalihkan wajahnya dari lututnya. Junsu sudah membungkuk dan meletakkan kepalanya pada paha dan lututnya. Urgh, rasanya kepalanya di hantam banyak jarum tajam. Berdenyut dan sakit.

"Su-ie hyung..." Tiba-tiba Kyuhyun datang dan memegang bahu Junsu. Membuat Junsu mendongak dengan wajah yang sudah sangat pucat. Tak pelak membuat Kyuhyun cemas, begitupun Yoochun.

"Hyung, kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun khawatir.

"Tidak tahu Kyu. Kepala ku rasanya sakit sekali" Ucap Junsu pelan. Kyuhyun langsung duduk di sebelah Junsu dan di ikuti Yoochun duduk di sisi Junsu satunya.

"Kesini hyung.." Kyuhyun menuntun kepala Junsu agar bersandar pada bahunya dan sedikit mengusap wajah Junsu yang berkeringat. Yoochun hanya pongo melihat tingkah Kyuhyun. Ada sedikit rasa tak nyaman saat melihat Kyuhyun memperlakukan Junsu seperti itu. Tak lama Heechul dan Jaejoong datang. Dan reaksi mereka saat melihatnya Junsu, tentu saja syok! Junsu sakit, dan mereka malah asyik bersenang-senang tadi. Heechul langsung berisiniatif menelpon sopir agar menjemput mereka di toko yang di datangi Junsu dan Yoochun tadi—mereka sekarang. Sedangkan Jaejoong mengambil alih peran Kyuhyun dam mengusap sayang peluh di wajah Junsu. Sedangkan Kyuhyun langsung menyeret Yoochun yang hanya bisa mengikuti Kyuhyun pergi.

"Jadi ini maksudmu, hyung?" Ucap Kyuhyun setelah berhenti menyeret Yoochun ke toilet terdekat. Mereka sedang berdiri di depan wastafel kamar mandi khusus pria.

"Maksud? Maksud apa Kyu?" Tanya Yoochun tak mengerti.

"Jangan pura-pura. Aku mengikuti kalian dari tadi. Aku tahu apa saja yang kalian lakukan, dan.. dan apa kau ucapkan tadi pada Junsu hyung. Hyung, kau menyakiti Junsu hyung..." Ucap Kyuhyun melemah.

"Kyu..." Yoochun tak tahu lagi apa yang akan di ucapkannya. Benar. Yoochun menyakiti Junsu.

"Kau bilang pada Minnie, kau punya cara sendiri agar membatalkan perjodohan kalian. Kau sengaja dekat-dekat dengan Su-ie hyung. Lalu kau juga menggoda wanita di hadapannya. Kau sengaja memperlihatkan sikap playboy mu di depannya agar Junsu hyung tak mau bertunangan denganmu"

"Kyu..."

"Aku belum selesai! Kau sengaja bertanya semua tentang Junsu hyung padaku agar tahu kebiasaan Junsu hyung. Agar kau tahu tempat yang sering di kunjungi Junsu hyung. Lalu, kau dengan sengaja mengajak wanita-MU ke tempat Junsu hyung berada. Bermesraan disana tanpa menghiraukan Junsu hyung yang melihat, atau memang kau pura-pura tidak tahu!"

"Kyu..."

"Kau juga dengan sengaja menanyakan makanan kesukaan Su-ie hyung dan membanding-bandingkannya dengan para wanita-MU! Kau juga sengaja meninggalkan ponselmu di mobil Junsu hyung. Yang aku tahu pasti banyak puluhan gadis yang selalu menghubungimu dengan ponsel sialanmu itu! Dan sialnya Su-ie hyung yang harus mengangkat semua telponmu itu. Brengsek!"

"Kyu! Berhentilah bicara!" Ucap Yoochun gusar. Benar. Semua ucapan Kyuhyun. Yoochun memang melakukan itu semua. Semuanya sudah Dia rancang dalam otak jeniusnya. Dan Yoochun tampaknya bukan apa-apa di hadapan Kyuhyun yang tentu lebih jenius dari pada dirinya. Kau kalah telak Yoochun. Kyuhyun dapat membacanya dengan mudah.

"Kenapa aku harus berhenti? Cukup hyung. Kau tak tahu serapuh apa Su-ie hyung itu. Dia bahkan menangis saat tahu Jiji sakit. Kau salah menetapkan target hyung!"

"Demi Tuhan. Aku tak menjadikan Su-ie target, Kyu. Aku hanya mencoba membuatnya membatalkan perjodohan kami"

"Ya! Dan kau berhasil. Lebih dari kata berhasil. Kau dulu bilang tak bisa menyakiti Junsu hyung"

"Aku juga mau begitu. Tapi Junsu akhir-akhir ini berubah. Walau sudah mencoba memanasinya, tapi dia terlihat baik-baik saja. Tak ada perubahan.."

"Dan kau memilih untuk menyakitinya? Ck" Kyuhyun mendecis pelan. Sialan. Si playboy ini berubah jadi jahat. Setidaknya itu pemikiran picik Kyuhyun.

"Aku tak bermaksud begitu.."

"Selamat. Kau berhasil. Aku dan Minnie akan membujuk Su-ie hyung untuk membatalkan perjodohan ini. Ah iya, dengan bantuan Jae hyung. Sepertinya dia akan dengan SANGAT RELA membantuku. Jadi hyung tak perlu melanjutkan siksaan untuk Su-ie hyung. Aku akan mengurusnya.." Kyuhyun pergi dengan meninggalkan tatapan meremehkan pada Yoochun.

Sedangkan Yoochun mengepalkan tangannya dengan erat. Mengatur emosinya dengan menghembuskan nafas beberapa kali. Ucapan Kyuhyun, entah mengapa berhasil menyulut emosinya. Membujuk Junsu untuk membatalkan perjodohan mereka? Bukankah harusnya Ia senang? Karena Changmin dan Kyuhyun selama ini tak mau membantunya sama sekali. Tapi, tetap saja, rasanya ada yang berdenyut sakit di sekitar dada kirinya.

TBC

Oke2, maaf untuk update yang sangat lama...

Sedikit saia panjangin untuk menebus dosa =="

Dan saia akan fokus pada Yoosu saat ini. Cuma akan ada sedikiiiiittt Yunjae, sichul dan minkyu nantinya.

Mungkin bakal tamat minimal 2 chap lagi. Mudah-mudahan.

ng nemu ^^