Holaa! Duo Uzuhika come back! Nah, tengkyu banget yang udah review, aku seneng masih ada yang review.. Yah, langsung aja ya!
An Eyeshield 21 fanfic, sekuel dari 'AKU?':
The Return
Rated : T
Genre : Romance, Humor dan ada Horrornya.
Pair : YamaTaka, slight YamaKarin, KoiKarin.
Warning! OOC, OC, dan aku selalu mencoba untuk membuat tanpa typo.
Note : Ya, aku membuat sekuelnya karena sudah janji kepada Shuzuki Honoda a.k.a Ferin. Padahal aku yakin kalau ceritaku super duper jelek.
Happy Reading!
.
.
.
.
"Ayo berangkaaattt!" Teriak Yamano. Alexanders hanya ikut saja, toh, mereka ga mungkin ngelawan.
"Hey, Yamano-san, kakakmu ga ikut?" Tanya Karin sambil berjalan cepat.
"Eh? Ga dong, kamu mau mati apa?" Jawab Yamano.
"Ga, aku masih mau ngejar Yamato-san!"
"Heeeh! Yamato-san dibelakang, kalo mau ngejar, kamu harus lari mundur dong?"
Karin berhenti lalu menjitak Yamano. "BODOH!"
"Apa salahku?" Tanya Yamano sambil memegangi benjolan sebesar bola kasti.
Akhirnya mereka sampai ke pintu untuk mendeteksi logam (aku ga tau namanya, hehe). Semua boleh lewat, padahal Yamato menyelipkan handphonenya yang bercasing plastik (?). Yang terakhir pun Karin.
NIITT!
"Ah, maaf Nona, anda harus melepas segala benda logam anda." Kata petugasnya pada Karin. Ternyata dia membawa syal, sandal, dan kunciran dari baja (?). setelah semua dilepaskan, Karin bisa lewat, namun dia harus berjalan tanpa alas kaki a.k.a nyeker. Yang membuat Taka, Yamato, Ibarada, dan yang lain tertawa.
"Apaan sih kalian! Iih!" Karin pun ngambek. Rambutnya diacak-acak sehingga dia mirip errr- orang gila.
"Sudah, hmph! Sudah, kasihan Karin." Taka membela Karin, Duo Yama pun jealous. Karin menunduk, cemberut. Dia pun menabrak Kurita.
"Eh? Maaf!" Karin kembali menunduk. Dia pun menabrak Banba.
"Maaf!" Karin pun makin kesal dan semakin tertunduk. Lalu saudara-saudara, dia menabrak Gaou.
"Maaf!" Karin pun akhirnya sampai puncak. "Kenapa dari tadi gue nabrak orang gede terus sih?" Omel Karin. "Alexanders? Dimana mereka?" Tanya Karin. (sialnya nasibmu nak..)
"Hey! Cepat! Sudah mau berangkat!" Teriak Yamano dari depan. Akhirnya sampai di pesawat, semua sudah naik, saat Karin naik, ada keraguan dari pramugarinya.
"Apa liat-liat?" Tanya Karin judes.
"Ga, hiiyy!" Pramugarinya ngacir gara-gara ngeliat orang gila naik pesawat.
Karin pun masuk. Dia melihat Yamato duduk bersama Taka, tapi bangkunya ada tiga. Dia pun langsung duduk.
"Eh, Yamato-san! Kebetulan! Sendirian aja nih.." Kata Karin menggoda Yamato + pura-pura tidak melihat Taka.
"Ah? Karin-san, aku bareng sama Taka-san kok, nih!" Jawab Yamato sambil menunjuk-nunjuk Taka yang lagi tidur.
'Eh! Mereka berdua lagi! Sebel banget deh!' Batin Karin.
"Yama.. To-san kok tidur sih!" Yap. Yamato juga tidur. Karin mun mengendus-endus, layaknya banteng yang melihat warna merah.
-Skip Time-
Di Amerika, 02.00 pagi..
"Yap, sampai! Setelah ini kita harus naik bus ke sana!" Ujar Ibarada semangat.
TIIN TIIN. Baru dibicarakan busnya sudah datang. Semua bergegas naik, namun..
"Dimana Alexanders?" Tanya Yamano pada trio ace Alexanders.
"Aku tidak tahu. Kau tahu Yamato-san?" Dan saudara-saudara, pertanyaan dilempar ke Yamato! Apakah Yamato dapat menjawab? *ditabok Yamato*
"Aah! Itu busnya!" Seru Karin, yang lainnya malah ragu.
"Yamano-san, kok serem banget busnya?" Tanya Taka agak merinding.
"A-aku ga tau!" Jawab Yamano yang sudah membatu. Yap, bis yang berwarna serba hitam ini melaju dengan kecepatan 40 km/jam, dan bertebarkan kabut dimana-mana.
CUUSS
"Ayo naik. Tujuan berikutnya adalah-" Ucapan sopir bus itu terpotong.
"Ayo! Naik! Aku pegal tahu!" Kata Karin mulai naik ke bus. Semua pun ikutan.
"Kurasa Karin terlalu pede." Bisik Yamato pada Taka dan Yamano. Keduanya mengangguk.
"Ahh!" Karin duduk dengan rileksnya didepan. "Ayo kalian duduk!" Lanjutnya. Yamano pun duduk disebelahnya. Taka duduk dengan Yamato.
"Semuanya sudah siap? Ayo kita berangkat." Kata Sopir bus itu. Anehnya, sopir itu tidak terlihat matanya, dan lampu di bus itu tidak menyala –ada, tapi kedap-kedip – yang membuat Yamano merinding.
Sementara itu, di bus Alexanders..
"Hei, dimana Honjo-san, Yamato-san, Karin-san, dan Koichi-chan?" Tanya sopir bus Alexanders a.k.a Haruka Yamano –yang katanya tidak ikut– itu. Tidak ada yang menjawab. (Yaiyalah! Teler semua!)
Kembali lagi kepada 4 tokoh utama..
Semua tertidur karena sudah sangat lelah, melihat itu, sopir bus 'menyeramkan' itu membelokkan arah ke jurang terdekat (?)
"Ah?" Yamato bangun karena kepalanya.. Bahasa gaulnya sih, kejedot. Dia masih setengah sadar, setelah mengucek matanya, dia sadar sepenuhnya. "HEII! APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?" Teriaknya yang sontak membangunkan semuanya.
"Oh, maaf, saya mengantuk." Sang sopir pun mengelak, lalu dia membelokkan bisnya ke jalan.
'Dari awal aku tahu kalau bis ini sangat aneh.' Batin Yamato. "Stop pak, kami turun disini." Ucap Yamato dengan tegas.
"Apa yang kau katakana Yamato-san?" Tanya Karin agak kesal.
"Ini demi kebaikan kita semua, ayo turun." Ajak yamato menarik tangan Taka dan Karin.
Mereka pun turun, semua merinding dengan suasana yang mencekam ini. "Ini seperti.. Rumah hantu di Darkness Abyss[1], tapi kita di Amerika, bukan?" Kata Yamano sambil membuka komik kesukaannya.
"Ya, paling tidak begitu,-"
"Kita.. Di .. Darkness Abyss.. Karena Darkness Abyss memang benar ada di Amerika." Taka membenarkan kata-kata Yamano.
"HAH?" Karin pun kaget dan reflek memeluk Yamato.
"Hei, jangan memelukku dong..." Kata Yamato sambil berusaha melepaskan pelukan Karin.
"Berarti tadi kita sudah jatuh." Taka melihat keatas, hanya kabut yang terlihat. "Sekitar, 500 meter." Lanjutnya. Yang lain tercengang.
"Sok tahu kamu Honjo-san! Kau tahu dari mana?" Tanya Karin yang kalah pintar dengan Taka.
"Dari tebalnya kabut." Jawab Taka serius.
"Oh, Taka-chan, aku jadi makin suka deh!" Kata Yamato sambil memeluk Taka gaje, dan sukses membuat Taka blushing.
"Lebih baik kita jalan saja dulu." Kata Yamano. Mereka pun berjalan sampai menemukan rumah kecil lalu berencana mengintip atau sebut saja rencana Karin. Tiba-tiba pintu terbuka, lalu menarik mereka ke dalam.
"KYYAAA!" Teriak Karin, yang panic duluan adalah Yamano.
"Karin-saaannn!" Yamano pun terhisap kedalam.
"Hei, apa yang- ARRGGGHHH!" Teriak Yamato yang muali terhisap, namun dia memegang pohon disana.
"Yamato-san!" Taka yang ingin menyelamatkan, malah terhisap.
"AARRRGGHHH!"
BLAM!
"KYYAAAAA!"
TBC
Hika : Huuuhh! Pegel! Mana harus ngebuat fic lagi. Huhu.. Terus kok jadi horror gene, yah?
Zu : Curcol mbak? *makan rujak*
Hika : He eh, emang napa?
Zu : Ga. Mending jelasin Darkness Abyss deh!
Hika : Iya yah..
[1] : Tempat buatan Author yang terlalu banyak menghayal. Haha. Jadi ini jurang yang cukup dalam (500 meter lo bilang 'cukup dalem'? *plak!*) nah, bus yang mereka naiki itu, sebenarnya sudah jatuh, dan 'rencananya' akan jatuh lagi sedalam 500 meter ke dalam.
Kalo masalah busnya, itu sopirnya bukan manusia, tujuan mereka memang Darkness Abyss, namun karena kata sang sopir dipotong sama Karin yang, "Ayo naik. Tujuan berikutnya adalah-". Keadaan busnya, gelap, cahaya hanya remang-remang. Dan tak ada penumpangnya, yang membuat Yamato merasa aneh dari awal jumpa (?) dengan bis itu.
Hika : Kelanjutan kisahnya, yah, liat reviewnya saja. Hehe.
Zu : Hn. Peace.
Hika : Love.
YamaTaka : And review!
Hika : Ngapain kalian disini?
Yamato : Ga tau.. *inosen*
Taka : Ayo kita pulang *balik badan langsung jalan*
Zu : Sableng. Review ya!
09 : 32 PM.
