Haaiii ! Aku balik lagi... Tau ? Zu lagi sakit, jadi ga bareng aku. Nah, tengkyu banget yang udah review, aku seneng masih ada yang review… Maafkan aku, karena tak becus buat fic doang... Yah, langsung aja ya!
An Eyeshield 21 fanfic, sekuel dari 'AKU?':
The Return
Rated : T
Genre : Romance, Humor dan ada Horrornya.
Pair : YamaTaka, slight YamaKarin, KoiKarin.
Warning! OOC, OC, dan aku selalu mencoba untuk membuat tanpa typo, GEJE BANGET.
Note : Ya, aku membuat sekuelnya karena sudah janji kepada Shuzuki Honoda a.k.a Ferin. Padahal aku yakin kalau ceritaku super duper jelek. Dan bunuhlah author yang updatenya lama banget.
Happy Reading!
.
.
.
.
"KYAAA!"
Di dalam rumah kecil itu ..
BRUUKK!
"UH!" Yamato meringis kesakitan. "Apa yang- akh!" Lanjutnya.
"Auww ! Sakit banget!" Karin juga meringis.
"Kita… Terhisap kedalam rumah ini?" Tanya Yamano meyakinkan bahwa yang ia alami adalah asli.
"Uh! E-entahlah , tapi kalau kau ingat kejadian tadi… Bisa jadi." Jawab Taka yang memegang kepalanya.
-Apa isi rumah itu ? Mari kita gambarkan !- *Author lewat*
Dindingnya bersih, tapi bercat hitam , lantainya dari kayu. Penerangannya adalah lilin, barang yang ada disana hanya kursi goyang tua yang sedikit dimakan rayap. Oh ya, ada 1 lagi! Rak yang penuh dengan cairan berwarna terang. Dan di depan mereka ada lorong yang tidak terlihat dalamnya.
"Hihihihi…" Terdengar tawa mencekam. Karin langsung berlindung dibalik Yamano.
"I-itu siapa? Kalian… mendengarnya juga, kan?" Tanya Karin.
"Tentu, ayo, kita selidiki." Jawab Yamato dengan gentlenya. Yamato berdiri dan menuju lorong hitam di depan mereka. "Taka… Kemari." Panggil Yamato pada Taka.
"A-ada apa?" Taka berdiri dan berjalan menuju Yamato. Tangan Taka langsung digenggam.
"Sini, temani aku… Aku… TAKUT! Huwwaa!" Yamato OOC mode on.
"Cup… Sayang jangan nangis (?)." Taka menenangkan layaknya ibu-ibu yang menenangkan anak. Yamano dan Karin sukses sweatdrop. Oke, balik lagi ke jalur yang benar.
TAP TAP TAP
"Hihihihi…" Terdengar suatu suara dari dalam lorong.
"Berisik kamu, Karin-chan! Diam ah!" Yamato emosi.
"Bu- bukan aku, Yamato-kun!" Sangkal Karin.
"Lalu?" Yamato mulai keringat dingin dan mengencangkan genggaman tangannya ke Taka.
"Sudahlah, ayo, kita selidiki agar lebih jelas." Ucap Yamano.
Tiba-tiba…
"Hihihi…halo kakak! Hihihi…" Ujar seorang remaja laki-laki memegang boneka sejenis Chakky yang dijahit bibirnya dan terciprat darah. Penampilannya? Wajahnya tampan sih, tetapi… Seram.
Karin berjongkok, "Maaf. Kami tidak bisa… Oh ya, ibumu mana?" Tanya Karin dengan Angel Face.
"Ibu? Oh, ibuku sudah meninggal karena tinggal didalam rumah ini." Jawab anak itu.
Keempatnya seketika merinding. "Ah… Kenapa bisa?" Tanya Taka dengan wajah serius.
"Dulu… Aku tinggal disini dengan ayah, ibu, dan adikku. Namun semua berubah karena babysitterku." Jelas anak itu. "Dia merampok rumahku, karena keluargaku melawan… Semuanya dibantai." Lanjut anak itu.
"Kenapa kamu masih hidup?" Kini Yamato yang bertanya.
"Aku baru pulang sekolah waktu itu. Sewaktu aku membuka pintu rumah, ibuku digantung, ayahku dipenggal, adikku ditusuk." Kini dia terlihat sedih.
"Cup… Kamu tinggal disini bersama siapa?" Karin menenangkan.
"Oh ya, ada Kousuke. Kousuke!" Panggilnya. "Ahh. Akhirnya kamu datang. Perkenalkan, ini Kousuke."
"Ti-tidak ada siapa-siapa… Kamu bergurau, adik kecil?" Karin agak menjauh.
"Tidak, dia tidak berbohong." Yamato angkat bicara. "Kau Kousuke?" Tanya Yamato pada "Kousuke".
PRANGG!
"Dia memang Kousuke."
"Kok, kamu bisa melihat, Yamato-kun?" Tanya Karin dari belakang.
"Dia memiliki indera ke-6." Takalah yang menjawab.
"Oh ya. Namamu? Namaku Yamano! Salam kenal!"Yamano mengulurkan tangannya kepada anak itu.
"Namaku? Ku-… ro? Entahlah." Dia menunduk sedih, sambil mengacak rambutnya sedikit.
"Baiklah Kuro! Bantu kami yaa!"
"Kemudian, ini Karin-san, ini Yamato-san, ini Honjo-san."
"Oooohh… salam kenal ya!" Kuro terlihat senang.
BLAM!
"Ku-… ro! Nenek meninggal!" Teriak seorang perempuan dengan paniknya.
"A-apa? B-baiklah, Nee-chan duluan kesana, aku menyusul." Wajah Kuro berubah menjadi sedikit terguncang. Perempuan itu pun langsung pergi.
"Nee-chan? Kau tidak membicarakan soal itu..." Gumam Taka.
"Apakah kalian perlu tahu aku sejauh itu? Tidak perlu kan?" Kuro makin tersudutkan.
"Tidak, tidak. Baiklah, nama keluargamu apa?"
"Tsu-tsuki! Ya, Tsuki! Entah."
"Tsuki? Kuro Tsuki? Keluarga itu bukannya sudah habis dibunuh ya?"
"Ha-hanya aku yang tersisa! Sudahlah. Kalian tidak perlu tahu lebih dari ini..." Mata Kuro berubah, pupilnya berwarna putih, pinggirannya hitam.
SIINNGG. Boneka Kuro mengeluarkan cakar dari kepalanya.
"Mati kalian... selamat tinggal, kalian semua."
CRINGG! TRANGG!
'Fiuh, untung aku bawa pisau...' Batin Yamano.
TRAAANNNGG!
"Uh!" Boneka Kuro pun terpental jauh.
"Cepat mengaku! Kau sebenarnya siapa?" Ancam Yamano sambil mengacungkan pisau ke wajah Kuro.
"Tidak akan!"
"CEPAT!"
"Tidak!"
"Cepat, atau mau kubunuh kau?"
"Ti-tidak!"
Sementara itu...
Karin menggigil. Yamato menenangkan. "Karin-chan. Jangan takut, kami tidak akan meninggalkanmu, kecuali..."
"Ke-kecuali apa?" Tanya Karin.
"Taka tidak bersamaku." Jawabnya. Karin terpukul, menggigilnya makin hebat.
"A-apa yang kau katakan, Yama... to?" Tanya Taka yang merasa terpanggil.
"Hhh... lupakan. Ayo kita bantu Yamano."
"Awas, Yamano!" Teriak Taka yang melihat boneka Kuro sudah berada di belakangnya.
"Uwwaaa!"
SREETT
Baju yang dikenakan Yamano tergores dan menimbulkan luka.
"Cepat beritahu dirimu!" Yamano kembali mengancam.
"Perlukah?" Kuro tersenyum licik.
"SANGAT!" Yamano sudah tidak sabar (?).
"Baiklah, jika ini mau kalian, Honjo-san, kau harusnya tahu aku siapa." Kuro menyeringai, Taka terlihat bingung. "Aku adalah…"
DEG DEG DEG
"… adalah…"
T-B-C.
Hika : ZZZ.
Zu : Hachim! Na-napa lo? *kedinginan*
Hika : *sedih* kok geje yaa?
Zu : Lo siih yang buat, Kak.
Hika : *deathglare*. Maaf aku updatenya lama. Aku gak punya waktu buat ngerjain fic, ribet banget sekolah di negri ya .. *curcol* . Oh ya, bagi yang gak ngerti, 'The Return' bukan saja kembalinya Karin dari kubur *dibantai Karin* tapi juga kembalinya Kuro. Kuro ada hubungan dengan Taka lho. Tapi karena pakai nama samaran jadinya gak tahu. Umurnya sekitar… 14 tahun. Ini idenya spontan abis, random pula. Kalo mau tau Kuro siapa, baca chapter 4nya yaaaa! Review pliss. ^^b. kalo gak MUNGKIN gak akan kulanjutkaan.
Zu : Shuzuki-san, kamu kenapa request fic sama Kakak saya yang gendheng kayak gini? Hasilnya jadi jelek… kaya wajahnya.
Hika : Sewot aja. Maaf kalo jadi begini Ferin… hiks hiks.
Question : Pengennya nama asli 'Kuro' siapa? Kiiro? Aka? Bambang? Atau Tresno? *PJP mode on*
Jawab ya. :D terus pengennya selesai dichapter berapa?
Yang mau kenal author ini add yaa,
Fb : Wira Ayu M *membuka aib*
Twitter : (at)wiraayu_M
Heello : (at) wiraayuM
Last words,
See You In Next Chapter ! ^^b (kalau ada, hihihi)
