Holaaa! Uzuhika ber-ehm-saudara kembali lagi! *tiup terompet*
Zu sedang pergi membeli amplop di Jepang, jadi dia tidak ada kali ini~
Zu : Yow! Yang me-review sudah kakakku balas di PM ya.
Lala san Machiru : terimakasih suda me-review! itu buat nama peliharaanku :3 *dibantai Kuro* yaaay, termakasih sekali lagiii~
Kali ini bakal lebih banyak YamaTaka-nya loh. Maaf kalau jelek, aku pertama kali bikin fanfic shounen-ai soalnya._.
The Return
Disclaimer : Eyeshield 21 itu akan selalu menjadi milik Riichiro-san dan Yusuke-san T_T
Rated : T
Genre : Romance, Humor dan ada Horrornya, dan sedikit berdarah.
Pair : YamaTaka, slight YamaKarin, KoiKarin.
Warning! OOC, OC, dan aku selalu mencoba untuk membuat tanpa typo, GEJE BANGET. CHARA-DEATH! *nah loh*
Note : Ya, aku membuat sekuelnya karena sudah janji kepada Shuzuki Honoda a.k.a Ferin. Padahal aku yakin kalau ceritaku super duper jelek. Dan bunuhlah author yang updatenya lama banget. Hampir 2 tahun gak apdet. *pundung di pojokan*
Happy Reading! :D
.
.
.
.
Baju yang dikenakan Yamano tergores dan menimbulkan luka.
"Cepat beritahu dirimu!" Yamano kembali mengancam.
"Perlukah?" Kuro tersenyum licik.
"SANGAT!" Yamano sudah tidak sabar (?).
"Baiklah, jika ini mau kalian, Honjo-san, kau harusnya tahu aku siapa." Kuro menyeringai, Taka terlihat bingung. "Aku adalah…"
DEG DEG DEG
"… adalah…" Dia menyeringai. "Pedagang kaki lima di lampu merah seberang."
Hening.
"Eh, bukan deh. Aku adalah Titus Bonai yang sudah menjadi akuma."
Hening.
"Eh? Salah ya? Aku Akito."
Hening.
"Oh, maaf. Aku salah skenario." Dia mulai bergaya lagi. "Aku adalah iblis penjaga garis keturunan Honjo."
Hening.
Hening.
"A-apa?" Taka shock.
"Honjo. Keluarga malang itu harusnya sudah tidak ada. Namun Ayahmu, Masaru, telah membuat perjanjian denganku, dan Kousuke." Jelas Kuro.
"Mengapa… mengapa ayahku…" Taka masih tidak percaya.
"Ayahmu itu sebenarnya adalah…"
"HAAAAAH!" Taka terbangun. Ternyata hanya mimpi –yang sangat- buruk. Fantasi yang sangat hebat, bukan?
"A-ada apa, Taka? Apa Karin menggigitmu?" Tanya Yamato cemas.
Ti-tidak. Aku hanya mendapat mimpi buruk. Ngomong-ngomong, kita sudah dimana?"
"Kita ada daerah dekat Darkness Abyss. Kenapa Taka?"
"Kita akan celaka!"
"Haah? Apa maksudmu, Honjo?" Karin langsung bangkit dari tempat duduk. Taka terlihat panik.
"Dimana Alexanders?" Taka semakin menjadi-jadi.
"Kami disiniiii!" Sahut seisi bus. Taka sedikit lega. Dia langsung merebahkan dirinya ke tempat duduk.
'Lalu… siapa Kuro itu? Apa maunya?' Taka berfikir keras.
Yamato duduk disebelah Taka. "Taka?" Tidak ada sahutan.
"Taka?" Masih belum ada.
"Taka!" Taka terkejut.
"Eh? Ada apa Yamato-san?" Taka akhirnya menjawab. Yamato menatap matanya beberapa detik.
"Ad- Umh!" Yamato mencium bibir Taka. Beberapa detik setelah itu, Yamato melepaskannya.
"Jika ada yang kau pikirkan, ceritakan padaku! Jika ada yang kau takutkan, katakan padaku! Aku akan melindungimu, Taka!" Ucap Yamato tegas. Mata Taka membulat.
"Hahaha…" Taka tertawa kecil. "Tenang saja, Yamato-kun. Aku pasti akan menceritakannya jika aku sudah siap."
"Tolong, jangan buat aku khawatir, Taka."
"Tentu, Yamato-kun." Keduanya berpandangan, saling melempar senyum.
Sesampainya di Hotel, Alexanders merebahkan badannya masing-masing ke kasurnya. Tentunya mereka lelah. Termasuk Yamano bersaudara.
Keesokannya…
Yamato PoV
Hari ini ada latihan pagi di stadion sebelah hotel ini. Aku sudah siap, dan sekarang aku akan membangunkan Taka.
TOK TOK
"Taka?" Tidak ada jawaban. Apa dia masih tidur?
"Ta-" Pintunya tidak dikunci. Aku masuk sajalah. "Taka, aku masuk ya!" Didalam juga tidak ada. Sebentar, ada surat! Surat apa ini?
"Ah… ini surat tagihan hutang." Kukira ap- chotto! Ini surat tagihan nyawa! Ada saja yang membuat surat seperti ini… dan dia meminta nyawa Taka. Apa yang harus kulakukan!? Dia bilang, aku harus datang ke gudang sebelah hotel ini. Oke.
End Yamato PoV
Yamato berlari. Dia –walaupun tidak tahu arah- sangat percaya diri.
"Yamato-san? Kau tidak ikut latihan?" Kata Karin.
"Ah, maaf. Aku ada urusan. Ja nee!" Yamato meninggalkan Karin sendiri.
"Ada apa sih dengan Yamato-san?! Hmmmph!"
Disanalah Yamato sekarang. Di sebuah gudang tua, yang penuh dengan bahan peledak.
"Taka! Apa kau mendengarku?! Jawab, Takaaa!" Tiba-tiba gudang gelap itu menjadi terang. Terlihat Taka tergantung tiang, dibawahnya terdapat tungku api. Dan Karin, tepat berada dibawah katana, tangannya terikat. "Ada apa ini?!"
"Selamat! Kamu berhasil! Kau terpilih dalam game-ku ini." Kata seseorang yang menggunakan topeng diwajahnya.
"Uhuk! Ya-ma-to-kun! Bawa-lah, Karin-san pu-lang. Dan per-gilah!" Ucap Taka yang sudah kehabisan harapan. Kepalanya berdarah.
"Tidak akan, kulepaskan begitu saja." Kata seseorang-bertopeng itu.
"Kau… siapa!?" Tanya Yamato yang kebingungan.
"Aku? Oh ya! Aku Tsuki Kuro. Atau yang biasa kau panggil dengan… Yamano Kouichi."
"Y-Yamano-san?! Sudah kuduga, kau terlalu mencurigakan!"
"Lebih baik kau cepat, atau tidak Taka kesayanganmu ini akan MATI."
"TAKA! KARIN! BERTAHANLAH!" Yamato panik. Mereka berada di dua tempat yang berjauhan. "Siapa… siapa yang harus kudahulukan!?"
"Kau kuberikan waktu 60 detik untuk membebaskan 2 temanmu ini. Kau bisa menyelamatkan mereka berdua, atau salah satunya, atau… tidak sama sekali…"
"Selamatkan aku dulu, Yamato-san!" Kata Karin memaksa dengan nafas yang tidak teratur.
"Betul, Yamato-kun. Selamatkan saja Karin dahulu. Aku belakangan. Ini semua salahku, maaf…" Taka tertunduk sedih. "Carilah anggota baru untuk Alexanders, ya?" Taka melempar senyum kepada Yamato.
Yamato terdiam. Tetapi waktu terus berjalan.
"Apa yang kau tunggu, Yamato-san!? Selamatkan aku!" Karin semakin geram.
44, 43,42, 41…
"Ya, kita akan mencari anggota baru." Yamato mengangkat dagunya, Karin tersenyum kemenangan. "Untuk menggantikanmu," Taka pasrah. "Karin." Yamato langsung berlari menuju Taka. Menurunkan Taka.
21, 20, 19, 18…
Lalu dengan sekuat tenanga, Yamato langsung berlari menuju Karin…
10, 9, 8, 7, 6…
"Tinggal satu setengah meter lagi! Bersabarlah, Karin!"
5, 4, 3, 2, 1…
Ketika Yamato ingin melepaskan tali yang mengikat Karin…
0.
JLEB
Karin terbunuh didepan Yamato. Darahnya pun mengenai wajah Yamato. Dan jelas, Yamato shock.
"Go-gomenasai… Karin… " Ucap Yamato yang gemetar. Taka pun juga shock.
"Hahaha, ka-u me-mang sang-at me-nyayangi Honj-ou, k-kan? Wa-j-jar sa-ja." Karin hanya bisa melempar senyum terakhirnya.
"Game Over, paling tidak aku mendapatkan 1 jiwa malam ini. Hahaha!" Ucap Kuro yang merasa senang.
"Kau puas sekarang? Hah!" Taka menggertak.
"Belum. Aku belum mendapat jiwamu, Honjo-san…"
"ARRRGGHHH!"
Taka PoV
Lagi-lagi aku terbangun.
"Yamato-kun, kita dimana?" Huh, kepalaku sakit sekali!
"Sudah bangun ya? Kita di Jepang, di rumah sakit." Jawab Yamato.
"Dimana… Karin?" Aku ingin memastikan kalau ini hanya mimpi!
"Dia sudah dimakamkan 4 bulan yang lalu."
"APA? 4 bulan yang lalu?!"
"Ya. Kau koma selama 4 bulan."
"Bagaimana dengan Kuro?"
"Sudah disegel (baca: dikaretin(?)) oleh ayahmu."
"Syukurlah…." Tiba-tiba Yamato mendekat.
Cup
Dia menciumku untuk kedua kalinya. Dasar Takeru!
"Siap untuk memulai hidup baru di universitas, Taka?"
"APA?!" Kuso! Aku melewatkan acara kelulusaaaaan!
"Tenang saja, kau peringkat pertama." Yamato tersenyum lembut. "Kita harus terus bersama ya, Taka."
Aku hanya bisa tersenyum.
"Tentu, Takeru."
Finish!
AAAAAAAAA GAJE BANGETTTTT T.T
ada gereget sendiri kalo bikin fanfic shounen-ai TAT
Aku emang gak bakat bikin fanfic shounen-ai… *pundung*
OVJ VERSI EYESHIELD? Sedang on going! Sabar bagi yang tak sabar!(?)
Zu : Review, please? *angel smile* *gaplok*
Review ya minna-san! ^^b
