Author : Seiya Aya
Rating : T (cari aman)
Pair : Rio Shino Sousuke
Type : romance
Warning : OOC, Ai-shounen, yaoi, EYD, geje, ambigu, Typo
Ciossu.
Chapter nomor empat muncul juga…. Banzaiiiiiiii
All character : berisikkkkkk (ngelempar pake spion)
Uhhh, oke oke, para karakter disini udah mulaei brutal, daripada mereka makin hilang kendalimendingan kita langsung aja ya.. mulei chapter keempat
Jeng..jeng…
All : uda dibilangin berisiiiiikkkkkk (ngelempar pake motor)
Author mati kehabisan uang (apa hubungannya)
_Monggo_
Dimulailah perjalanan Shino…
Begitu Shino keluar dari kediaman Sasaki, langsung terpancar senyuman bahagia dari wajahnya
Bagaimana tidak? Selama ini bila Shino melakukan perjalanan jauh selalu saja ada yang mengawasinya. Dengan adanya jiwa pemberontak di dalam diri Shino, hal itu tentu saja membuatnya risih. Maka, kali ini ia merasa sangat bersemangat dalam memulai langkah pertamanya menuju kemandirian
Masih dengan muka sumringah Shino merogoh kantong celananya
Tertulis:
'selamat, anda mendapatkan hadiah dari undian yang diadakan-
Maaf, maaf, bukan kertas itu yang dimaksud
Shino kembali merogoh saku celananya yang lain. Ia lihat tiket kereta api kelas satu yang baru akan berangkat pukul 11.00 WJ (Waktu Jepang)—er.. digampar massa
Itu berarti masih ada waktu 2 jam lagi bagi Shino sebelum kereta yang akan membawanya perjalanan jauh itu berangkat
Melihat waktu yang masih cukup lama itu Shino berinisiatif untuk bermain di Festival yang kebetulan sedang berlangsung di Ibu Kota itu.
Sampai di festival, mata Shino terlihat berbinar-benar kegirangan
Bagaimana tidak? Stand-stand makanan yang sangat banyak. Stand permainan pun tak kalah banyaknya. Dan yang paling membuat Shino tertarik, ada stand permainan yang mengambil bola berisi air dengan pengait kecil yang diikatkan dengan seutas benang.
Melihat stand itu Shino langsung saja berlari ke sana. Melihat bola warna-warni yang mengambang di permukaan air membuat senyum di wajah Shino semakin lebar.
Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, reaksi Shino ini bisa diibaratkan sebagai anak kecil yang menemukan tumpukan mainan. Bisa dilihat dari matanya yang kelap-kelip kegirangan, senyum lebar yang tak pernah lepas dari wajahnya, benar-benar terlihat-uhh… author kehilangan kata-kata *langsung samber Shino, bawa pulang, awetin, terus di xxx
Apa itu?
Oke, abaikan saja tindakan author sableng ini, tenang saja, itu hanya ada dipikiran author
*tidak juga, mungkin lain kali… hohohohohohoho (muncul rencana jahat)
Oke balik ke cerita…
Tak tahan ingin main, Shino segera pasang puppy eyes ke penjaga permainan itu
Oke, memang Shino terlihat pelit, tapi demi menjaga asupan jajanan selama perjalanan ini Shino mulai melancarkan jurusnya
Dan, tentu saja penjaga permainan itu terkena jurus Shino
Tanpa perlu membayar apalagi mennggunakan metode yang wajar (baca, mengait benang), si penjaga bertanya kepada Shino
"adik manis, kamu mau bola yang mana?"
Yesss-batin Shino, jurusnya berhasil yahuuuuu , hee?
"ummm…."pikir Shino sambil menempelkan jari di bibirnya yang membuatnya tampak sangat menggemaskan
Penjaga bola itu hanya dapat merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, tangannya sudah gatal ingin memeluk pemuda mungil itu, sekuat tenaga ia tahan. Takut disangka pedofil mesum yang bisa-bisa diamuk massa
-poor si penjaga bola
"yang mana ya…" ucap Shino. "itu, aku mau yang itu" katanya sambil menunjuk bola bewarna biru langit dengan motif spiral bewarna putih
Penjaga bola itu dengan sigap langsung mengambil bola yang dimaksud Shino itu dan segera memberikannya kepada bocah manis itu
"ummm… arigatou nii-san" kata Shino tak lupa memberikan senyuman seribu wattnya kepada si penjaga bola itu yang mana langsung pingsan. Menurut orang-orang yang berkerumun, orang itu pingsan karena detak jantung bergerak terlalu cepat. Segera ditandulah orang malang itu. Sedangkan Shino? Tentu saja. Pergi dengan cueknya
Anak nakal…
Ck…
Tapi manis
Ngegemesin…
Uwa… Shinooooooo (author pergi meluk Shino, nyium-nyiumin Shino, terus dikeroyok warga)
Uhuuk, ok..oke, balik ke cerita lagi *keadaan babak belur
Melihat kesuksesan luar biasa dari jurus puppy eyes-nya Shino, tentu saja pemuda itu tak menyia-nyiakan pesona(?) yang dimilikinya
Setiap barang yang ia inginkan, langsung saja ia keluarkan jurus pamungkasnya untuk mendapatkan barang itu tanpa hrus menguras isi uang sakunya
Dan tak perlu heran, tak lama kemudian barang-barang seperti permen kapas, topeng, pisang coklat, permen apel, takoyaki, taiyaki bahkan jimat keberuntungan ia dapatkan secara Cuma-Cuma
Dasar anak ini, tau aja bagaimana memanfaatkan pesonanya *author geleng-geleng
Ada yang Tanya bagaimana nasibnya murasame?
Gagak hitam itu tentu saja masuk ke dalam tubuh Shino. Tetepi di saat Shino mendapatkan makanan, gagak itu langsung keluar dan meminta jatah makanan kepada Shino
Dua makhluk itu sama saja, nggragas… *diamuk massa lagi
Saat sedang asik-akinya Shino dan Murasame memakan makanan gratis itu Shino dikejutkan oleh suara tangisan yang anak kecil yang tak begitu jauh darinya
Shino menengok kanan dan kirinya, bingung kenapa anak itu menangis dan sendirian di pinggir jalan. Didekatinyalah anak kecil itu
"ada apa? Kau terpisah dengan orang tuamu?" Tanya Shino ramah
"hiks..hiks…" anak itu hanya bisa menangis
"um.. bagaimana kalau kita pindah dari sini? Hari ini matahari sedang terik, pindah ke bawah pohon itu yuk" ajak Shino sambil menggandeng gadis kecil itu
Tanpa disangka, gadis kecil itu menurut saja digandeng Shino yang membawanya duduk di bawah pohon rindang tak jauh dari situ
"apa yang terjadi? Kenapa kamu menagis sendirian?" Tanya Shino lagi setelah mereka duduk di bawah pohon itu
Anak kecil itu terdiam. Ia hanya memangdang pada satu arah. Matanya tak bisa lepas dari taiyaki yang dipegang Shino. Tak lama kemudian terdengar suara perut. Jangan-jangan anak ini lapar—pikir Shino
"ini, kau mau makan?" tawar Shino sembari menyerahkan sebungkus plastic berisi taiyaki yang masih mengepulkan asapnya
Dengan girang gadis kecil berkuncir dua itu mengambil taiyaki yang disodorkan oleh Shino dan langsung memakannya dengan lahap
Shino yang duduk disamping anak itu hanya bisa memandangi gadis kecil yang sedang tersenyum sambil senyum-senyum sendiri *apa yang kau pikirkan Shinoooooo
Tak perlu waktu lama bagi gadis kecil itu untuk menghabiskan seluruh taiyaki Shino. Dengan ekspresi kekenyangan gadis itu menatap Shino
"onii-chan, arigatou nee" kata anak itu sambil menghadiahkan senyum termanisnya kepada Shino
"hahahaha, sama-sama" jawab Shino sambil mengelus kepala anak itu
"apa yang membuatmu menangis? Dimana orang tuamua? Apa kau terpisah dari orang tuamu?" lanjut Shino
Gadis kecil itu menggeleng "ano.. sakura menjatuhkan barang penting. Sakura sudah mencarinya kesana sini tapi belum juga ketemu, padahal benda itu sangat berarti bagi sakura…" jawab anak itu yang ternyata bernama sakura
"dimana kira-kira kau menjatuhkannya?"
"ano…mungkin di sekitar situ onii-chan" kata anak itu sambil menunjuk jalanan yang saat ini cukup banyak orang berlalu lalang karena adanya festival itu
Sulit juga ni, banyak banget orangnya—pikir Shino
"bagaimana bentuk benda itu?" Tanya Shino lagi
"bentuknya kecil, warnyanya hijau ada motif bung-bunganya gitu, terus ada loncengnya juga" jelas anak itu
"baiklah, kakak akan membantumu menemukan benda itu. Kamu pasti capek dari tadi mencarinyanya terus. Biar kakak yang mencarinya. Sakura tunggu disini saja ya" ucap Shino sambil mengelus kepala Sakura
"arigatou, onii-chan" kata anak itu senang yang dibalas dengan senyum yang sangat manis oleh Shino *gak kuat gebayanginnya…. Lol
Shino segera beranjak dari tempat itu menuju ke pesimpangan yang tadi ditunjukkan oleh Sakura. Perlu beberapa lama bagi Shin sebelum akhirnya benda itu dapat ditemukannya sedang tergeletak di depan toko obat yang sepertinya baru saja terbakar
Segera saja Shino mengambil benda itu yang ternyata adalah sebuah jimat yang bungkusan bulat seperti yang digambarkan Sakura dan ada tali merah putus di kedua sisinya. Rupanya jimat itu terjatuh karena tali yang menggantunggya putus. Pantas saja—pikir Shino
Sementara itu, sakura yang menunggu Shino sedang asik mengamati Murasame yang dari tadi tenang karena memakan takoyaki Shino. Dasar murasame….
Tak lama kemudia Shino dating dengan senyum yang tersungging di wajah manisnya.
"apa benda ini yang kamu cari dari tadi?" Tanya Shino seranya menggantungkan jimat itu tepat di depan wajah Sakura
"iya.. ini yang sakura cari dari tadi. Bagaimana onii-chan menemukannya?" Tanya anak itu sambil mengambil jimat itu
"hahahaha, terjatuh di depan toko obat itu." Jawab Shino sambil menunjuk toko obat yang dimaksud
"arigatou nii-chan. Sakura senang sekali bisa menemukan jimat ini. Benda ini benar-benar penting bagi sakura" kata anak itu sambil terpejam dengan tawa yang tak lepas dari wajahnya
"kalau begitu, simpan jimat ini baik-baik ya. Jangan sampai hilang lagi. Sakura janji?" kata Shino sambil mengulurkan jari kelingkingnya
Sakura yang masih senang karena jimatnya ditemukan kemudian menatap dalam mata kuning Shino. Kemudian mengulurkan jari kelingkingnya juga dan menautkannya di jari kelingking Shino. " hai onii-chan. Sakura janji akan terus menjaga jimat ini" kata anak itu
"baguslah. Kalau begitu kakak harus pergi. Kakak harus segera ke stasiun kalau tidak mau ketinggalan kereta. Sakura tidak apa-apa ditinggal?" Tanya Shino yang sedikit khawatir dengan gadis cilik itu
"iie. Sakura tidak apa-apa. Sakura sudah punya jimat ini. Jadi sakaura pasti baik-baik saja" jawab anak itu sambil tersenyum lebar
"baiklah" kata Shino sambil berdiri dan menepuk-nepuk celananya. "kakak pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik" ucap Shino tak lupa kembali mengelus kepala gadis kecil itu
"umm… jaga diri nii-chan… hati-hati di jalan yaa…" jawab anak itu
"murasame, ayo" kata Shino menyuruh si gagak hitam itu untuk mengikutinya
"kakkkkk" murasamepun terbang dan bertengger di bahu Shino
Tap…tap…tap… suara langkah kaki Shino menjauhi tempat itu
"oii Shinooo…. Kau tak sadar?" Tanya Murasame
"sadar apaan hee?" Tanya Shino yang balik bertanya
"dia bukan manusia" kata Murasame enteng
"apa maksudmu?" Tanya Shino yang telah menghentikan langkahnya
"anak itu, gadis kecil itu. Dia bukan manusia. Dia itu roh. Sejenis hantu gitu. Kaaaakkkk" jawab Murasame sambil terus berkoak koak
"yang benar saja? Jangan menakutiku. Kau tahu sendiri aku paling tidak tahan yang begituan!" kata Shino yang merasa bulu kuduknya mulai meremang
"kalau tidak percaya, lihata saja sendiri di belakangmu itu Shino. Kaaakkkkk" ucap gagak hitam itu sambil terbang dari bahu Shino
Dengan takut-takut dan bulu kuduk yang masih meremang Shino memberanikan diri untuk menengok ke belakang.
Apa yang dilihat Shino?
Anak kecil itu sedang melambaikan tangannya di depan took obat yang hangus terbakar itu. Dan yang membuat Shino takut setengah mati, ternyata kaki kecil anak itu tidak menapak di jalan dan terlihat transparan. Kontan saja Shino langsung histeris
"hantuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu" sontak Shino sambil berlari sekuat tenagan menuju stasiun
Sedangkan anak- err hantu itu hanya tersenyum dan terdengar ia berkata lirih, "sekali lagi, arigatou, nii-chan" lalu menghilang.
.
.
.
Hahahahaha, selesai juga chapter empat. Sebenernya mampet ide ni. Dikit-dikit aku masukin unsure mistik, walopun ga serem sih. Hahahahahahaha, itung-itung author pengen ngerjain Shino, habis disuruh mijetin tangannya author yang pegel kagak mau sih *dihajar massa
Sampai jumpa di chapter berikutnya yaa
TBC
OMAKE
Author : uada Shino, itu Cuma hantu di fanfic ini kok
Shino : *mendekan di bawah meja
Murasame : siluman gak takut, tapi sama hantu gitu aja takut, payah. Kakkkk
Shino : itu beda!
Rio : beda apanya Shino? *sambil memeluk leher Shino dari belakang
Shino : huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa *lari ke pojokan
Author : hahahahahaha *ketawa ngakak
Shino : author sialan. Awas kau, aku balas nanti
Author : gimana caranya coba. Apa chapter berikutnya aku kasih sakura-sakura yang lain ya…. *ketawa jahat
Rio : author sableng, pantes aja fanfic ini ancur
Kaname : jangan panggil-panggil begituan. Datang baru tau rasa kau
Author : apanya yang datang? Ini kan cuma fanfic. Hohohohoho
Rio+Shino+Kaname+Murasame : *tiba-tiba pucat pasi dan langsung kabur entah kemana
Author : pada kemana tokoh-tokohku, woiiiiii jangan pada kabur lo pada. Masih banyak chapter niii
permisiiii
Author : *glekkkk ada suara apaan tu di belakangku (tiba-tiba menoleh) huwaaaaaaaaaaaaaaa, woiii tungguin woiiii (ikutan kabur)
Sakura : dasar author, aku kan Cuma mau ikutan dapet bagian di omake ini. hiks
Jaa ne (~^,^)~_ ~(^,^~)
