Ye akhirnya update juga sebelum menjelang uas dan maaf karena lagi vakum kemarin-kemarin.
Ichi: kebiasaan lo thor updatenya lama.
Kusa: semoga suka dengan chap yang ini ya.
Hisa: Dan terhibur tentunya dengan fic ini.
Kaien: selamat membaca….
Bleach
Disclaimer: Tite Kubo.
Rate: T (sewaktu-waktu bisa berubah jadi M).
Genre: Family, Friends, Romantis, Hurt/comport.
Warnig: Gaje, Typoo(s), humor (mungkin), OOC, Lemon (Maybe di chap akhir), Yaoi.
Pair: Shuuhei x Ichigo, Kensei x Kaien.
A/N: Kaien: aniki.
Ichigo: Nii-san.
'': bicara dalam hati
Summary: Ichigo seorang siswa prodigy di sekolahnya. Hari-harinya di habiskan dengan belajar dan belajar. Ia selalu sendirian dan tidak punya teman, namun tiba-tiba datang seorang murid baru. Apakah murid baru ini bisa membantu Ichigo untuk keluar dari tekanan-tekanan yang di alaminya?
Chapter 3
Sesampainya di tempat kursus Shuuhei dan Ichigo langsung masuk ke dalam setelah Kaien berbicara dengan Rose sensei. Kaein pun tidak lupa terus mengingatkan pesan kepada Ichigo, ia pun mengganguk sebagai jawabannya. Sebelum pergi Kaien mencium kening Ichigo lembut, sebagai tanda kasih sayangnya terhadap adik yang di sayanginya. Shuuhei yang melihatnya hanya tersenyum saja, Kaien pun pergi ke rumah sakit.
Ichigo hanya mengulang lagu yang ia pelajari sebelumnya dan satu lagu yang baru saja ia pelajari. Kaien dan Shuuhei sudah meminta izin karena kondisi Ichigo yang tidak memungkinkan untuk bejalar lebih lama lagi dan ia bisa beristirahat sejenak. Shuuhei yang juga sudah terdaftar menjadi murid di sana dan pemapilan pertamanya ia memainkan lagu yang di berikan oleh Rose sensei, permainanaya tidak kalah dengan permainan Ichigo.
"Permainanmu bagus Shuuhei-kun cuma masih agak kurang saja dan Ichigo-kun permainanmu juga bagus. Pasti kalian bisa bermain duet nantinya. Hari ini cukup sampai di saja. Ichigo-kun semoga cepat sembuh ya." Ucap Rose sensei kepada mereka setelah Shuuhei dan Ichigo selesai belajar hari itu.
"Hai sensei, terima kasih untuk hari ini." Ucap mereka secara bersamaan dan kompak. Rose sensei pun masuk meninggalkan mereka ke ruangan kerjanya.
"Ichi-kun, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Shuuhei yang duduk di sebelah Ichigo dan manatapnya lembut.
"Sudah lebih baik kok Shuu-kun, walau agak pusing sedikit saja." Jawab Ichigo yang bersandar pada sofa dan membalas senyuman Shuuhei.
"Hm… Ya tapi agak panas sih." Ucap Shuuhei lalu menyentuh kening Ichigo dengan punggung tanganya. "Nah, masih ada waktu untuk istirahat. Aku belikan makanan ya, tunggu sebentar Ichi-kun." Kata Shuuhei lagi lalu pergi ke sebuah toko roti yang bersebelahan dengan tempat kursus piano.
"Arigatou Shuu-kun." Kata Ichigo saat Shuuhei sudah kembali dan memberikan sebuah roti dan susu hangat untuknya.
"Douita Ichi-kun." Ucap Shuuhei yang sudah kembali duduk di sampingnya. "makanlah dulu Ichi-kun, nanti kau bertambah sakit."
"Iya, Um… Shuu-kun tidak makan?" Kata Ichigo sambil meminum susu tersbut dan membuka roti coklatnya.
"Sudahlah kau makan saja, aku sudah ada kok." Ucap Shuuhei membuka roti rasa moca punyanya sendiri.
"Sekali lagi arigatou gozaimasu dan maaf ya Shuu-kun, aku jadi merepotkan terus seperti ini." Kata Ichigo pelan sambil memakan roti.
"Hei Ichi-kun, tidak usah berbicara begitu. Sudah aku katakan bukan, Ichi-kun sama sekali tidak merepotkan. Jadi jangan bilang begitu aku tidak menyukai kalau Ichi-kun begini dan berbicara begitu padaku." Kata Shuuhei meraih kedua sisi wajah Ichigo sehingga mereka saling betatapan satu sama lain dan berbicara dengan serius.
"Shuu-kun arigtaou." Kata Ichigo dengan terseyum lembut kepadanya.
"Douita, lanjutkan saja makannya." Ucap Shuuhei lalu mengelus pelan kepala Ichigo. 'Senyuman itulah yang aku ingin lihat darimu Ichi-kun.' Ucap Shuuhei dalam hati dan tidak bisa berhenti memperhatikan wajah Ichigo. Ichigo sendiri merasa canggung dengan keadaan yang begini tetapi ia mencoba bersikap lebih tenang.
Selama Shuuhei dan Ichigo berbicara ringan sambil menunggu jam beriktunya, Rose sensei memperhatikan dari dalam ruangan kerjanya. Tepat jam 6 sore Ichigo dan Shuuhei pamit kepada Rose sensei. Tidak lama mereka pun sampai di tempat kursus berikutnya dan langsung ke kelas setelah Shuuhei di beritahukan sudah terdaftar di sana. Ichigo memilih tempat duduk dekat jendela dan Shuuhei bersebelahan dengan tempat duduk Ichigo. Mereka tidak menunggu terlalu lama dan murid yang ada di kelas itu hanya berjumlah 20 orang termasuk Shuuhei, guru yang akan mengajar mereka sudah datang dan mulai pengajarannya.
Ichigo mendengarkan pelajaran fisika dengan baik dan Shuuhei juga mencatat semua yang di jelaskan oleh sang guru. Tetapi Ichigo sama sekali tidak bisa berkonsentrasi karena demam yang di deritanya, tanpa sengaja ia tertidur ketika masih dalam belajar. Shuuhei melihat Ichigo yang tertidur dengan pulas lalu ia pun melapaskan jaketnya dan memakaikan ke Ichigo. Ia pun kembali mencatat untuk membantu Ichigo belajar nantinya.
Sesekali Shuuhei melihat Ichigo sama sekali tidak tergangagu ketika dalam suasana belajar. Tidak terasa jam pelajaran pun berganti dengan pelajaran yang lain, Shuuhei yang ingin membangunkannya tetapi tidak tega. Sehingga ia membiarkannya saja untuk kali ini dan ia terseyum lembut kepada Ichigo yang masih tertidur meski Ichigo tidak dapat melihatnya.
Waktu berjalan dengan cepat pelajaran hari itu pun sudah selesai. Shuuhei merenggakan badannya yang kaku dan ia mengerti perasaan Ichigo yang setelah pulang sekolah harus kursus di beberapa tempat. Di rasanya sudah tidak kaku lagi Shuuhei membereskan buku-bukunya ke dalam tas dan ketika ia ingin membangunkan Ichigo ia menerima sms dari Kaien yang memberitahukan ia sudah ada di depan tempat kursus.
'Hm… Sabtu dan Minggu juga hari yang padat ya untuk Ichi-kun? Pantas saja. Lebih baik aku bangunkan saja Ichi-kun deh.' Ucap Shuuhei dalam hati dan melihat jadwal yang di berikan oleh Kaien. "Ichi-kun, ayo bangun. Ini sudah waktunya pulang." Kata Shuuhei seraya membangunkan Ichigo dengan cara lembut.
"Nghh.. S-Shuu-kun? Aku ketiduran ya?" Gumam Ichigo pelan sambil mengerjapkan matanya perlahan.
"Iya, sudah selesai tapi aku sudah mencatat semuanya kok. Ayo Kaien-nii sudah menunggu di luar." Kata Shuuhei sambil membantu Ichigo membereskan buku-bukunya.
"Iya, ini jaket Shuu-kun ya? Maaf merepotkan lagi." Ucap Ichigo saat ia menyadari jaket yang di kenakan sekarang bukanlah miliknya.
"Hm.. Iya itu punyaku dan satu hal lagi aku sudah bilang berulang kali tidak meroptkan Ichi-kun, karena kau tidak bawa makanya aku pinjamkan saja padamu. Pakai saja dulu kembalikannya bisa kapan-kapan saja. Oh Ya! aku lupa memberitahumu rumah kita bersebelahan dan kamarmu juga bersebelahan denganku, jadi kalau perlu kau tinggal memanggil ku saja." Ucap Shuuhei dengan tersnyum dan kembali mengelus kepala Ichigo. 'Aduh, kenapa aku jadi begini? Sudah lama tidak seperti ini. Manis banget aku mau memelukmu Ichi-kun.' Ucapnya dalam hati dan tidak bisa berhenti menggerakkan kepalanya.
"Shuu-kun iya arigatou." Ucap Ichigo agak gugup dan nyaman ketika di perlakukan begini oleh Shuuhei.
"Sama-sama, ayo kita pulang. Tasnya biar aku bawakan dan jangan menolak." Kata Shuuhei membawakan tas Ichigo dan punya dirinya. Ichigo hanya mengganguk pelan sebagai jawaban, mereka pun pergi ke tempat Kaien.
"Ichi, Suuhei-kun. Ichi daijobu?" Ucap Kaien saat ia melihat mereka keluar dan cemas ketika melihat Ichigo wajahnya agak merah karena demam. "Makin panas badanmu, kita makan baru pulang. Shuuhei-kun arigatou." Kata Kaien saat menyentuh kening Ichigo dengan tangannya.
"Aniki aku hanya lelah saja." Gumam Ichigo pelan memang tak bisa di pungkirin kalau kepalanya terasa berat dan pusing.
"Douita Kaien-nii. Ichi kau tidak apa-apa?" Ucap Shuuhei saat melihat Ichigo terhuyung tidak bisa menahan berat badanya.
"Ichi? Aniki bantu. Baka sudah aniki katakan tadikan kau tidak usah ke sini dulu." Kata Kaien membantu Ichigo masuk ke dalam mobil.
"Aku baik-baik saja aniki. Gomen Aniki" Gumam Ichigo pelan dengan napas yang terengah-engah.
"Shuuhei-kun kau jaga Ichi biar aku yang nyetir, kau istirahat ototou." Kata Kaien lalu menjalan mobilnya setelah Shuuhei naik dan menjaga Ichigo di belakang. Mereka pun pergi ke sebuah tempat makan yang masih buka di malam hari, ketika sampai mereka mencari tempat yang masih kosong. "Ichi, Shuuhei-kun apa kalian sudah makan tadi?" Tanya Kaien yang sedang memesan makanan untuk mereka.
"Sudah kok Kaien-nii tapi cuma roti dan segelas susu hangat saja." Jawab Shuuhei dengan sedikit gugup kepada Kaien.
"Iya yang penting kalian makan, Ichi kenapa?" Ucap Kaien lalu melihat Ichigo memegangi kepalanya.
"Tidak apa-apa Aniki, aku mau ke toilet dulu." Kata Ichigo pergi menuju ke kamar mandi yang ada di restoran itu.
"Shuuhei-kun tunggu di sini dulu ya, aku cemas kepda Ichigo." Ucap Kaien lalu mengejar Ichigo ke toilet. Shuuhei menggauk saja dan memperhatikan mereka yang pergi sambil menunggu pesanan datang ia mendapat sms dari Kusaka tentang teman-temannya yang tidak suka ia dekat dengan Ichigo.
'Celaka, Ichi-kun bisa-bisa? Aku harus melindungi Ichi-kun.' Ucapnya dalam hati dan semakin cemas dan ia pun membalas sms dari Kusaka.
"Ichi?" Panggil Kaien dari luar kamar mandi ia semakin cemas karena mendengar suara Ichigo yang mengeluarkan makanannya. "Ichi? Kau tidak apa?" Tanya Kaien setelah Ichigo keluar.
"Iya Aniki perutku hanya mual saja." Ucap Ichigo sambil bersandar pada dinding toilet.
"Ichi, setelah makan kita pulang nanti kau langsung istirahat saja." Kata Kaien memeluk lembut Ichigo yang sudah kelihatan lemas. Kaien bisa merasakan Ichigo mengganguk pelan sebagai jawabannya, mereka pun kembali ke dalam restoran dan melihat makanan sudah datang. Shuuhei melihat Kaien dan Ichigo sudah kembali, mereka pun makan bersama malam itu. Setelah selesai dan membayarnya mereka pun pulang karena malam sudah larut. Kaien menyetir dalam keadaan masih cemas terhadap adiknya tetapi ia tetap fokus.
Kaien pun memarkirkan mobilnya di bagasi ketika sampai di rumahnya, Shuuhei membantu Kaien dengan menggendong Ichigo ke kamarnya. Kaien bernapas lega ayahnya belum pulang saat itu juga, dan ia menunjukkan kamar Ichigo ke Shuuhei. Dengan perlahan Kaien membuka kamar Ichigo dan Shuuhei pun membaringkan Ichigo perlahan di tempat tidurnya. Setelah membantu Kaien dalam beberapa hal ia pamit pulang Kaien mengantar Shuuhei hingga depan rumah, ia pun kembali ke kamar Ichigo.
"Ichigo, tidurlah dengan nyenyak Ototouku sayang." Ucap Kaien ketika ia duduk di sisi tempat tidur Ichigo dan menggantikan kompres yang sudah panas. Ia memperhatikan wajah Ichigo yang tidur dengan pulas dan mengelus kepalanya lembut.
"Shuuhei kau sudah pulang? Bagaimana keadaan Ichigo?" Ucap Kensei ketika melihat adiknya yang sudah pulang.
"Iya Nii-san, demamnya naik lagi. Tapi belum tahu besok masuk apa tidak?" Kata Shuuhei dengan menghela napas pelan.
"Begitu, Hm… adik nii-san ini sedang kasmaran nih. Ada apa? Ceritakan pada nii-san?" Ucap Kensei yang menangkap kekhawatiran lain pada adiknya itu.
"Nii-san… itu baiklah aku akan ceritakan." Kata Shuuhei menceritakan semuanya pada Kensei yang ia dapat dari Kusaka.
"Begitu, berarti kau harus exstra menjaga pacarmu itu." Ucap Kensei dengan nada menggoda ke Shuuhei.
"Nii-san… aku mau ke kamar dulu." Kata Shuuhei dengan kesal lalju pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua, ia pun menyalakan lampu dan melihat lampu kamar Ichigo masih menyala. Setelah ia mempersiapkan untuk besok dan membersihkan badannya, ia kaget kakaknya masuk ke kamarnya lalu membuka jendela dan mengetuk jendela kamar Ichigo dengan sebuah penggaris yang panjang.
"Lo, Kensei-kun, Shuuhei-kun tumben ada apa?" Ucap Kaien pelan dan membuka hanya sebagian jendela kamar Ichigo.
"Keadaaan Ichi-kun sekarang bagaimana? Shuuhei sangat khawatir lo." Gumam Kensei dengan tertawa kecil melirik adiknya yang sedikit cemberut.
"Begitu jangan cemas ia sudah tidur kok walau demamnya belum turun, arigatou atas bantuanmu Shuuhei-kun." Ucap Kaien melihat Ichigo sebentar lalu melihat mereka.
"Douita Kaien-nii. Apa besok ia masuk?" Tanya Shuuhei dengan penarasan dan ia sudah hafal pasti Ichigo memaksakan dirinya lagi.
"Kalau di tanya begitu aku bakal tidak mengijinkan ia masuk dulu tetapi pasti besok ia minta masuk. Kensei-kun apa besok kau ada tes olah raga?" Jawab Kaien dengan tertawa kecil dan bertanya ke Kensei yang berada di sebelah Shuuhei.
"Besok tidak ada kok hanya pertandingan basket saja. Ne, Shuuhei kau mau setim dengan Ichigo?" Jawab Kensei dan menggoda adiknya lagi membuat Shuuhei sedikit blushing. Kaien hanya tertawa kecil saja melihat Shuuhei jadi salting.
"A-Aniki?" Gumam Ichigo seraya membuka matanya dan mencoba bangun.
"Ichigo? Baka kenapa bangun, tidurlah lagi." Kata Kaien mendekat ke Ichigo dan masih membuka jendela kamarnya sehingga bisa terlihat jelas oleh Shuuhei dan Kensei.
"Tapi-" Ucap Ichigo dengan lemah dan melihat Kaien sedikit kabur. Ucapannya terpotong oleh Kaien yang langsung menyambung perkataannya lagi.
"Sudah kembali tidur aniki akan menjagamu. Besok kau tidak usah sekolah saja dulu." Ucap Kaien seraya membaringkan Ichigo perlahan.
"Aku mohon ijinkan aku masuk aniki." Kata Ichigo yang kaget mendengar perkataan sang kakak.
"Dasar keras kepala." Ucap Kaien pelan dan ia sudah menebak hal ini akan terjadi.
"Aniki? Shuu-kun, Kensei-nii." Ucap Ichigo kaget melihat Kaien memandang ke arah jendela.
"Ichi-kun lebih baik kau tidur saja sekarang nanti makin sakit dan tidak usah memikirkan besok. Kita mengkhawatirkanmu jika kau tidak istirahat." Ucap Shuuhei dari seberang tetapi bisa terdengar oleh Ichigo, Kensei dan Kaien.
"Shuu-kun.. uhuk.. a-arigtaou." Ucap Ichigo dengan melihat ke arahnya dan tersenyum lembut, ia pun kembali tertidur ketika Kaien mengelus kepalanya.
"Douita Ichi-kun." Ucap Shuuhei dengan tersenyum juga dan ia lega suara masih terdengar oleh Ichigo lalu melihat wajahnya yang tidur dengan tenang.
"Ne Shuuhei-kun sepertinya ia nyaman bersamamu dan langsung tidur lagi ketika kau yang menyuruhnya. Aku sudah lama tidak melihat senyuman Ichigo yang seperti itu." Kata Kaien mendekat ke jendela lagi dan melanjutkan pembicaraan mereka.
"Begitu ya Kaien-nii. Aku senang jika Ichigo bisa tersenyum lagi." Ucap Shuuhei sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Iya, sudah malam dan waktunya tidur, sampai bertemu besok. Oyasumi Kensei-kun, Shuuhei-kun." Kata Kaien dengan pelan dan ia juga sudah mengantuk.
"Baiklah Oyasumi Kaien-kun." Ucap Kensei seraya menutup jendela dan korden kamar Shuuhei, begitu juga dengan Kaien. Setelah itu Shuuhei pun tidur ketika Kensei sudah kembali ke kamarnya.
Kaien pun menyalakan lampu kamar Ichigo dan ia mengganti kompresannya dengan yang baru, lalu membenarkan selimut yang di pakai Ichigo. Ia pun tidur di sebelah adiknya dengan keadaan seperti memeluk adiknya. Pada tengah malam Kaien terbangun karena Ichigo mengingau dalam tidurnya, ia pun menenangkan Ichigo dan mengengam tanganya. Tidak lama Ichigo kembali tenang lalu Kaien mencium puncak kepalanya.
Matahari pagi pun terbit dengan indah dan suara bernyanyi burung bisa terdengar. Ichigo bangun dan melihat kakaknya sudah bangun lebih awal dari padanya, ia pun pergi menuju kamar mandi di kamarnya untuk bersiap-siap untuk ke sekolah. Memang ia masih demam dan kepalanya pusing tetapi apa boleh buat, setelah siap ia duduk di tepi tempat tidur.
"Ichigo." Ucap seorang yang lebih dewasa dari pada dirinya yang ternyata dalah tousannya.
"T-Tousan.." Kata Ichigo pelan lalu berdiri dengan bersandar pada meja belajarnya.
"Semalam kau tidak belajar lagi di rumah? Berdiri dengan tegak anggkat celanamu" Ucap ayahnya yang bernama lengkap Isshin Kurosaki, ternyata ia menyiapkan sebuah hukuman untuk Ichigo.
"G-Gomen tousan." Gumam Ichigo pelan dan menuruti yang diperintahkan oleh ayahnya. "I-itaii.." Ichigo meringis kesakitan ketika kedua kakinya di cambuk oleh ayahnya, Kaien yang mendengar hal itu langsung pergi ke kamar Ichigo.
"Tousan hentikan, Ichi kau baik-baik saja?" Kata Kaien menahan tangan ayahnya dan menangkap tubuh Ichigo yang limbung.
"Buat apa kau menolong adikmu ini bikin kesal saja." Kata Isshin dengan nada yang kasar bisa dengar hingga keluar rumah.
"Tousan Ichigo sedang sakit. Tousan tidak akan mengertikan. Ichi?" Ucap Kaien yang sudah kesal dengan kelakuan ayahnya terhdap Ichigo. Ia pun menggendong Ichigo ke atas kasur dan melihat Ichigo menahan sakit. "Ichi?"
"A-Aniki I-Itaii." Ucap Ichigo pelan dan Kaien mengeluarkan P3K yang ada di kamar Ichigo.
"Ichi, aniki akan mengobatimu. Tahan ya." Kata Kaien mengelus kedua wajah Ichigo lalu mengobatinya secara perlahan.
"Itai aniki.." ucap Ichigo dengan keringat deras yang mengalir dari tubuhnya. Isshin yang melihat hal itu langsung pergi meninggalkan kamar Ichigo.
"Ichi…" Kata Kaien melihat Ichigo dengan cekatan dan lembut ia menyelesaikan pengobatannya. "Nah, sudah Ichi apa masih sakit?" Tanya Kaien lalu mengelap keringat Ichigo di sekujur tubuhnya.
"Sudah baikkan aniki arigatou." Jawab Ichigo tersenyum lemah dan ia mengganti bajunya di bantu oleh Kaien.
"Douita, kau yakin mau berangkat sekolah Ichi?" Tanya Kaien dengan cemas yang begitu terlihat dengan jelas di wajahnya.
"Iya Aniki." Jawab Ichigo lalu bagun dan mencoaba berdiri walau masih agak susah.
"Baiklah, ayo Ichi." Kaien mengambil tas Ichigo dan miliknya lalu membantu Ichigo berjalan.
Sesampainya di ruang makan ayah mereka sudah berangkat kerja dan mengantar kedua adik perempuannya. Ia pun makan hanya dengan Ichigo saja dan bekal untuk mereka juga sudah di siapkan oleh Yuzu. Kaien kembali naik ke atas untuk mengambil barang dan di masukkan ke tas Ichigo. Ketika selesai mencuci peralatan makan ia dan Ichigo pun siap untuk berangkat.
Ternyata keributan tadi terdengar oleh Shuuhei dan juga Kensei, mereka berangkat setelah Kaien dan Ichigo berangkat. Pada saat yang bersamaan mereka sampai secara bersama-sama masih cukup pagi mereka datang para murid yang datang belum begitu banyak. Shuuhei mengetuk kaca mobil Kaien pelan dan melihat Ichigo yang memejamkan matanya, Kaien pun keluar dari mobil.
"Ohayou Kensei-kun, Shuuhei-kun." Ucap Kaien mendekat ke mereka lalu membuka pintu mobil dimana Ichigo ada. "Ichi, kita sudah sampai." Bisik Kaien pelan di telinga Ichigo.
"Ohayou mo Kaien-kun, Ichigo-kun." Ucap Kensei membalas sapaan Kaien di pagi hari.
"Aniki…" Gumam Ichigo membuka matanya perlahan lalu keluar dari dalam mobil.
"Jangan terlalu memaksakan diri kalau itu ke UKS saja." Kata Kaien mengecup kening adiknya pelan.
"Kaien-nii tadi aku tidak sengaja mendengar suara Ichigo yang kesakitan. Sebenarnya ada apa?" Tanya Shuuhei kepada Kaien mengenai yang tdai pagi ia dengar.
"Itu… baiklah tousan marah ke Ichigo karena setelas pulang Ichigo tidak belajar kembali. Aku kira tousan mengerti Ichigo sedang sakit, tetapi tetap saja Ichigo juga di hukum." Jawab Kaien dengan lirih dan menyandar Ichigo di pundaknya.
"Begitu. Ichi-kun.." Ucap Shuuhei pelan ia mengelus wajah Ichigo lembut. Kensei dan Shuuhei sama-sama kaget mendengar yang di ucapkan oleh Kaien baru saja.
"S-Shuu-kun." Ucap Ichigo pelan dan merasakan sentuhan yang di berikan Shuuhei.
"Bagaimana keadaanmu? Aku mengkhawatirkanmu Ichi-kun." Tanya Shuuhei dan membawa Ichigo ke dalam pelukannya, Ichigo kaget tiba-tiba saja Shuuhei memeluknya seperti ini.
"Shuu-kun aku baik-baik saja. Arigatou sudah mengkhawatirkan aku." Jawab Ichigo pelan dan membalas pelukannya.
"Douita Ichi-kun." Ucap Shuuhei lalu melepaskan pelukannya dan mengecup keningnya.
"Ayo masuk ke kelas." Kata Kaien ketika melihat jam tangannya dan menuju ke ruang guru.
Shuuhei membantu Ichigo untuk masuk ke kelas, setelah mereka berganti pakaian olah raga. Tidak lama mereka bel pun berbunyi semua murid yang masih menuju ke kelas segera berbegegas ke kelas mereka masing-masing agar tdak terlambat sebelum guru mereka datang.
Kensei sensei pun masuk ke dalam kelas dan memberitahukan bahwa hari itu mereka akan tanding basket. Mereka pun menuju lapangan dan segera melakukan pemanasan seblum melakukan pertandingan basket. Shuuhei melihat terus kea rah Ichigo dengan cemas, tidak lama setelah pemanasan pertandingan pun di mulai dengan tim Shuuhei dan tim Uryu.
Waktu pertandingan sudah berjalan terus dan tim Shuuhei sudah berhasil memasukkan bola basket sebanyak tiga kali. Tetapi di tim Uryu yang ingin memasukkan bola ia malah hampir mmengenai seseorang.
"Ichigo…" Ucap Shuuhei ketika menangkap Ichigo yang kehilangan keseimbangan badannya.
"Hampir saja bola ini mengenai Ichi-kun." Kata Kusaka yang menangkap bola basket yang hampir saja mengenai Ichigo tadi dan Renji juga menahan bola basket yang datang berlawanan arah. Kusaka melihat orang yang melempar bola yang di tangkap oleh Renji. Mereka yang melihatnya menjadi bingung dari mana bola yang satu lagi datang.
"Ichi-kun? Kau tidak apa-apa?" Ucap Shuuhei dengan cemas melihat Ichigo yang menahan rasa sakit. "Ichi-kun?" Panggil Shuuhei pelan.
"A-aku baik-baik saja S-Shuu-kun…" Kata Ichigo dengan napas yang terengah-engah dan napas yang tidak beraturan. "J-jangan beritahu Aniki Shuu-kun…" Bisik Ichigo pelan di telinga Shuuhei dan ia pun kehilangan kesadarannya.
"Ichi-kun jangan cemaskan hal itu, ayo ke uks. Sensei saya ijin Ichi-kun sedang sakit." Ucap Shuuhei meminta izin kepada Kensei sensei untuk membawa Ichigo ke uks dan tidak mengikuti pelajaran. Ia pun menggendong Ichigo ala bridal setelah posisinya nyaman. 'Ringan sekali berat badan Ichi-kun.'
"Aku ikut Shuuhei-kun, Sensei lanjutkan saja pertandingannya." Kata Kusaka yang Izin juga ke Kensei sensei untuk menyelidiki siapa orang yang melakukannya.
"Baiklah, kita lanjutkan pertandingannya. Gantikan posisi Kusaka, Shuuhei dan Ichigo." Kata Kensei dan mencari pengganti untuk mereka yang izin dan melanjutkan kembali ke pertandingan. Shuuhei bersama dengan Kusaka membawa Ichigo ke uks.
"Permisi Unohana sensei." Kata Shuuhei yang masuk ke dalam uks lalu membaringkan Ichigo di kasur yang kosong.
"Shuuhei-kun, Kusaka-kun, ada apa dengan Ichi-kun?" Tanya Unohana sensei yang melihat Ichigo yang pingsan di bawa oleh Shuuhei.
"Ichi-kun pingsan saat pelajaran olah raga sensei." Jawab Shuuhei dengan cemas melihat keringat keluar dari keningnya dan napasnya belum juga normal.
"Saya akan periksa Ichi-kun dulu." Kata Unohana Sensei berjalan menuju tempat Ichigo di baringkan lalu segera memeriksa kondisi badan Ichigo saat ini. "Ichi-kun demam tinggi jika di biarkan ia akan terkena gejala tipes, biarkan ia istirahat untuk sekarang. Saya akan berikan resep nanti bisa dan di tebus nanti di apotik dan surat izin untuk di kelas." Kata Unohana sensei melanjutkan penjelasannya dan menulis resep di sebuah kertas lalu memberikan kepada Shuuhei.
"Baik arigatou sensei." Kata Shuuhei menerima resep obat tersebut, sedangkan suratnya ia menyerahkan langsung
"Douita, saya akan keluar dulu untuk memberikan surat dan menemui kepala sekolah." Ucap Unohana Sensei seraya keluar dari ruang UKS.
"Aku keluar dulu Shuuhei-kun. Aku ada keperluan penting, nanti aku ke sini lagi." Kata Kusaka lalu berjalan keluar menuju tempat yang di tujunya.
"Baiklah Kusa-san. Ichi-kun… Cepatlah sembuh, aku tidak suka melihatmu yang begini." Ucap Shuuhei seraya mengompresnya dan mengengam tangannya. Ia menganti kompres Ichigo yang sudah hangat.
TBC
Ye terima kasih yang sudah membaca. Karena mau uas saya akan hiatus lagi.
Shuuhei: waktunya bales review, pertama dari Hikary Cresenti Ravenia: wah enak saja aku ka=gak mesum tahu tapi karena wajah manis ichigo makanya jadi tersenyum. Iya aku dan kusa sudah lama kenal kok dari dulu. Oi thor katanya makin keren.
Ichigo: lalu dari Hideyashu Shigemori: ini sudah update. Mohon maklum jika updatenya lama… thor katanya shu keren ficnya…
Arigatou gozaimasu Shi senpai dan Shu senpai….
Kusaka: lanjut dari Hitsugaya ShiroRen: iya makin manis kok-*di shikai shuuhei*, oi shuuhei apa-apaan sih?Sakit tahu…
Shuuhei: biar aku yang jawab. Iya makin manis dan tidak seperti ishida kok. Iya enak dapat pelukan dari Ichi terus. Mau di peluk juga Ren?
Kusaka: dasar, dan ini sudah update kok.
Kaien: beramtem mulu lo berdua. Nah lanjut dari Namikazenoah: iya Ichi sakit karena dapat hukuman terus sampai satu hari tidak makan dan karena kehujanan pada esok harinya. Yang mukul Ichi sudah terjawabkan di chapter ini dan itu sangat berhubungan sekali dengan ayah.
Hitsu: dan yang terakhir dari Kuroi Akari: ini sudah update makasih udah review, dan fic ini sudah update. Terima kasih sudah bersedia menunggu.
Salam kenal Nami-san, makasih ya udah mau membaca dan review. Dan Akari-chan sudah saya jawab di Pm-kan?
All: Sampai jumpa di chap selanjutnya. Akhir kata berniat untuk RNR Please.
