Sad Love Song
Chapter 2: Interest
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: AU, OOC, OC
Summary: Sakura gadis miskin bersuara emas bertemu Pemuda Tampan kaya raya yang manja dan kesepian, sebuah lagu membawa mereka ke dalam perasaan yang asing bernama 'cinta'. banyak rintangan yang harus mereka jalani, namun kenyataan tak semanis perasaan, dan takdir tak semulus keinginan.
"Huft, untung saja uangku cukup untuk membayar baju itu, tapi gara-gara cowok sialan itu, aku tidak jadi membelikan baju untuk nenek, Rin, Sora dan Sara." Sakura berjalan dengan langkah gontai menuju halte bis.
Suara riuh yang terdengar dari sebuah ruangan kelas bertuliskan kelas XI-1, mereka sedang mengikuti kelas vokal di salah satu sekolah elit di Konoha, Konoha Art High School. Banyak siswa-siswi yang melakukan latihan secara individu sambil menunggu guru vokal mereka yang tak kunjung datang, memang kebiasaan guru yang satu ini tidak patut dicontoh, mengingat ada saja alasan yang tidak masuk akal yang acap kali dilontarkan ketika ada salah satu murid mempertanyakan perihal keterlambatannya.
"Yo, Teme!" Pekik salah satu siswa berambut pirang jabrik dengan kumis halus yang menghiasi pipi tannya yang diketahui bernama Naruto Uzumaki.
"Hn" Jawab pemuda berambut raven sambil menunjukkan seringainya.
"Teme, sepertinya ada sesuatu yang membuatmu senang, tidak biasanya kau menyeringai seperti itu" Naruto berkata sambil menaikan sebelah alisnya, tanda bahwa ia sedang bingung.
"Hn, kau benar Dobe"
"Ayo Ceritakan, Ceritakan!" sahut pemuda rambut kuning dengan antusias ingin mengetahui hal menarik yang dilami pemuda Uchiha di sampingnya.
- Sad Love Song-
"Hahaha kau keterlaluan sekali Teme!" Naruto berbicara sambil sesekali memegang perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa mendengar cerita dari sahabat karibnya dari SD sampai sekarang.
"Keu terlalu berlebihan Dobe, gadis itu pantas mendapatkannya" jawab Sasuke dengan nada angkuh tak peduli dengan nasib si gadis.
"Tapi kan itu gara-gara kau juga, membayangkan mukanya yang pucat karena ketakutan untuk membayar baju yang dirusaknya, dapat disimpulkan gadis itu bukan gadis yang memiliki uang banyak." Naruto berbicara seolah ia mengerti keadaan sang gadis, terlihat dari ekspresi wajahnya yang berubah serius.
"sudahlah Dobe, tak perlu mengurusinya, itu tidak penting" Sasuke berbicara sambil berjalan menuju tangga melewati Naruto yang sedang berbaring di bangku yang berada di atap sekolah.
"Ck, yasudahlah" Naruto berkata pelan sambil mengedikkan bahu dan berlari menuju Sasuke yang telah berjalan di depannya.
- Sad Love Song-
"Yosh, sekarang saatnya bekerja di POM bensin milik paman Yamanaka, Ganbatte ne!" Sakura menyemangati dirinya sendiri sesaat setelah selesai bekerja mengantar koran dan susu.
"Selamat siang Tuan, isi bensin berapa?" Sapa Sakura ramah kepada pelanggan yang hendak mengisi bahan bakar mobilnya.
"Sakura, nanti temani aku belanja ya di supermarket Konoha, sekalian aku ingin menemanimu bernyanyi, siapa tahu aku bertemu cowok tampan di pusat keramaian Konoha, hihihi..." kikik gadis berambut kuning pucat yang memiliki poni panjang yang hampir menutupi sebagian wajahnya bernama Ino Yamanaka, putri pemilik POM bensin Yamanaka tempat Sakura bekerja paruh waktu.
"Ok! Baiklah, tapi jangan lupa traktir aku makan ya Ino" Sakura berkata sambil mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Baru saja Sakura menjawab ajakan Ino, tiba-tiba ada sebuah mobil Ferrari hitam berhenti tepat di depannya, saat Sakura membungkuk untuk memberikan salam, pada saat itu juga pengemudi mobil mahal tersebut membuka kacanya dan menunjukkan siapa orang yang ada di depan kemudi mobil tersebut. Betapa kagetnya Sakura saat mengetahu siapa yang ada di balik kemudi.
"Selamat siang Tu-an" Sakura membulatkan mata emeraldnya yang indah saat mengetahui orang yang ada di dalam mobil mahal tersebut adalah pemuda sombong yang ditemuinya kemarin malam, dan pemuda itu juga yang membawa dirinya ke dalam masalah yang menyebabkan dirinya gagal memberi kejutan untuk keluarganya.
"Oh, kau rupanya gadis bodoh, kau bekerja disini heh?" Sasuke berbicara dengan nada mengejek yang sangat kentara, dan tentu saja sangat menyebalkan bagi Sakura.
"Tak perlu basa-basi, mau isi berapa?" Jawab Sakura ketus sambil menghentakkan kasar kakinya ke aspal, berharap pemuda di depannya segera enyah dari hadapannya.
"Hn, full tank, cepat!" Sasuke berbicara seolah tidak menghiraukan gadis yang ada di depannya.
"TERIMA KASIH TUAN!" Ucap Sakura ketus sesaat Sasuke membayar dan melajukan mobilnya. 'Dasar cowok sombong berhati es!' omel Sakura dalam hati.
- Sad Love Song-
"Ahh, puas sekali setelah selesai belanja,perutpun sudah kenyang, Sakura ayo saatnya kita beraksi" Ino berceloteh riang sambil mengelus perutnya yang sedikit menggembung karena kebanyakan makan.
"Akulah yang beraksi, bukan kau Ino" Jawab Sakura malas melihat tingkah konyol sahabatnya yang satu ini.
Sakura dan Ino berjalan menyusuri pinggiran jalan kota Konoha yang sekiranya dapat dijadikan tempat yang cocok untuk menyajikan penampilan Sakura malam ini tentunya, khusus malam ini Ia ditemani oleh Ino sebagai asisten untuk mengumpilkan uang.
Sakura dan Ino akhirnya menemukan tempat yang cukup strategis di dekat salah satu butik yang menjual gaun-gaun kenamaan rancangan desainer terkenal dunia yang cukup ramai karena banyak orang berlalu lalang di sekitar butik itu.
Sakura mempersiapkan gitar kesayangannya dibantu dengan Ino yang berteriak mengajak orang-orang melihat penampilan Sakura.
Sakura mulai memetik gitar dan melantunkan sura merdunya.
I wanna to a place where i can say
That i'm all right and i'm staying there with you
I wanna know if there could be anyway
That there's no fight, i'm safe with you
And everytime i look, i thought you were there,
But it was just my imagination
I don't see it anymore
Cause i see thru you now
Imademo kidzukanai deshou
Kono shizuka na sora ni
Itsudemo omoidasu kedo mou
Doko nimo modorenai
Soshite zutto kokoro de samete
Sotto kidzuite
Itsuka kitto yasashisa mietekuru you ni
What's stopping me? I get stuck again
Is it really OK? It's never OK for me
What's going into me? I get lost again
Is it really OK? It's never going to be
Soshite motto sagashite
me no mae ni kidzuite
asu wa kitto kazamuki mo
kawaru you ni
kazze ga sotto sasayaku
ugomeki nowa kono daichi
mayawanaide yasashisa
mietekuru you ni...
Di tengah-tengah pertunjukkan Sakura, seorang pemuda terlihat menikmati pertunjukkan yang disuguhkan sang gadis musim semi malam itu, pemuda tersebut mendengarkan setiap bait nyanyian yang dilantunkan sang gadis dengan penghayatan penuh dan menikmati setiap petikan merdu dari gitar akustik yang mengiringi nyanyian indah sang gadis.
"Hn, gadis yang menarik" Si pemuda menyeringai kemudian berlalu pergi sebelum Sakura menyelesaikan bait dari nyanyian terakhirnya.
-TBC-
Gimana, gimana? Minna-san? Chapter 2 ini? Maaf ya kalo ngebosenin hehehe
Balesan review yang chapter 1
Waduh beribu terima kasih, ternyata fic pertamaku ada yang suka, terimakasih juga atas sarannya, karena tanpa saran dan kritik reviewer sekalian fic ini jauh dari kata sempurna.
Racchan cherry desu : makasih cherry-san, ini udah update ya, ditunggu review selanjutnya
Yuuki Edna: salam kenal juga yuuki-san, maaf ya posisi sasusaku disini gak dibalik, yosh ini udah ku update, ditunggu ya review selanjutnya
Princess Emeralyna: makasih banyak emeralyna-san, aku juga sebenernya mau kasih genre angst, tapi aku bingung, namun berdasarkan saran yang emeralyna-san berikan, aku janji ubah genrenya ke angst deh, terus summarynya aku ubah sedikit biar readers yang belum membaca fic ini sedikit penasaran, hehehe
Hanazono yuri: ini udah update, 2 chapter sekaligus loh
Jangan bosan untuk memberikan kritik dan sarannya ya, tolong jangan flame aku, aku belom siap mental...
Akhir kata, mind to Read And Review?
