Sad Love Song
Chapter 3: Fascinated
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: AU, OOC, OC
Summary: Sakura gadis miskin bersuara emas bertemu Pemuda Tampan kaya raya yang manja dan kesepian, sebuah lagu membawa mereka ke dalam perasaan yang asing bernama 'cinta'. banyak rintangan yang harus mereka jalani, namun kenyataan tak semanis perasaan, dan takdir tak semulus keinginan.
Tuhan selalu punya rencana dibalik semua kejadian yang kita alami
Entah itu melalui cara yang menyenangkan ataupun menyedihkan
Kita tak pernah tahu...
Bahwa disetiap rencana tersebut selalu ada setetes kebahagiaan
yang meneduhkan hati disaat kita merasa kesepian
Namun...
Disaat yang bersamaan, pasti ada kesedihan yang membayanginya
-Sad Love Song-
"Ohayou Tuan muda Sasuke" setiap pelayan yang ada di kediaman Uchiha memberikan salam kepada Tuan mudanya yang hendak melakukan aktifitas minggu paginya, jogging pagi ke taman sekitar komplek perumahannya.
"Hn, ohayou" Sasuke menjawab cuek, sambal berlalu keluar mansion Uchiha.
Di saat Sasuke memegang kenop pintu gerbangnya dan hendak membukanya, disaat yang bersamaan ada seseorang yang meletakkan koran minggu pagi di kotak surat mansion mewah tersebut.
"Ah, kau lagi gadis bodoh" Sasuke mendengus sebal setelah mengetahui orang tersebut adalah gadis bersurai bubble gum yang ditemuinya beberapa hari lalu.
'SIALL! Kenapa sih aku selalu bertemu dengan cowok menyebalkan ini, menyebalkann!' rutuk Sakura dalam hati disaat melihat pemuda di depannya.
Baru saja ketika Sakura ingin meninggalkan mansion mewah tersebut, seseorang menyela langkahnya berdiri membelakangi Sakura.
"Hei gadis penguntit! Berhenti mengikutiku!" Ucap Sasuke sarkastik.
Sakura yang mulai geram melangkah melewati Sasuke dan berhenti tepat di depan pemuda tersebut.
"Coba katakan sekali lagi! Berani kau mengatakan aku penguntit, kuantar kau neraka biar iblis-iblis mencabik-cabik wajahmu yang sok tampan itu, huh menyebalkan!" sakura mendecak sebal sambil menatap pemuda angkuh di depannya.
Emerald bertemu onyx, sesaat Sasuke terpana melihat iris indah yang dimiliki gadis di depannya, begitu teduh dan tersirat ada banyak kesedihan dan kekosongan dalam tatapannya.
Tanpa menghiraukan perkataan Sakura, Sasuke melangkah pergi dan memulai kegiatan jogging paginya.
-Sad Love Song-
Banyak pasang mata yang memperhatikan pemuda tampan berambut raven pagi itu, tak sedikit juga gadis yang mencari-cari perhatian si pemuda dengan bertingkah konyol seperti tak sengaja terjatuh dan memamerkan tubuh indah yang seksi dengan baju olahraga yang terlihat ketat dan minim, menjijikan sekali pikir Sasuke.
"Cih, mengapa taman ini ramai sekali sih" Sasuke berjalan mengitari taman sambil mencari tempat yang agak sepi.
Sasuke menemukan tempat yang menurutnya sepi dan terletak agak jauh dari taman yang tadi dijadikan tempatnya berjogging, sebuah danau yang terletak agak jauh dari taman. Di pinggiran danau tersebut banyak tersedia bangku panjang yang berjejer apik dan terlihat nyaman.
Disaat Sasuke mendudukan dirinya yang rumayan lelah sambil megistirahatkan tubuhnya di salah satu bangku yang terletak di sebelah pohon momiji besar, ia melihat seorang gadis yang tengah memandang langit yang kebetulan agak berawan, gadis tersebut menengadahkan kepalanya, menyenderkannya ke senderan bangku sambil memejamkan matanya menikmati sepoi angin musim semi. Namun tak sengaja topi rajut yang terlihat kendor itu terjatuh sehingga menampilkan surai merah muda indahnya yang tergerai diterpa angin.
"Haaahh, indahnya musim semi" ucap sang gadis disaat dirinya terbuai oleh nyamannya angin musim semi yang menerpa kulit putihnya pagi itu.
Sakura membuka matanya, menampilkan iris emeraldnya yang indah. Kemudian ia memungut topinya dan memasangkannya kembali, tak lupa menggulung rambutnya dan memasukkannya ke dalam topi rajut usangnya. Saat Sakura hendak bangkit dan ingin mengambil sisa koran dan susu yang diletakkan di salah satu sisi bangku yang tadi di dudukinya, Sakura merasakan ada cairan kental yang merembes keluar dari hidung mancungnya, cairan yang diketahui bernama darah tersebut menetes dan mengenai bagian atas koran yang digenggamnya.
"Ahh, lagi-lagi, penyakit ini selalu merepotkan!" Decak Sakura sebal sambil mengelap darah tersebut menggunakan sapu tangan miliknya.
- Sad Love Song-
- Sasuke POV-
Kusandarkan punggungku ke sebuah bangku kayu di pinggir danau, sambil merilekskan tubuhku, kulihat pemandangan danau pagi hari yang masih tertutupi kabut tipis, sedikit menyamarkan pemandangan indah yang tersembunyi yang dimiliki danau itu. Saat aku menoleh ke samping, tak sengaja mata onyx ku menangkap siluet tubuh seorang gadis, gadis yang beberapa kali tak sengaja bertemu denganku beberapa hari ini, gadis yang telah menyita sebagian perhatianku, gadis yang terlihat sangat kuat sekaligus rapuh, terlihat jelas saat pertama kali aku melihat manik emeraldnya yang indah, gadis yang menurutku berbeda dengan gadis yang lainnya, gadis yang berani mengacuhkanku, gadis yang terlihat begitu tegar, gadis yang yang... membuatku terpesona saat pertama kali melihatnya.
Aku memicingkan mata onyxku, menajamkan netraku melihat seseorang yang duduk di sebuah bangku kayu di sebelah kiri pohon momiji besar yang menjulang tinggi, cukup untuk menyamarkan keberadaanku yang duduk di bangku sebelah kanan pohon momiji besar itu.
'Apa yang dilakukan si bodoh di tempat seperti ini?' batin Sasuke bertanya.
Di saat Sasuke sedang memperhatikan si gadis musim semi, sesaat Sasuke terpana, melihat wajah damai yang dipancarkan sang gados ketika ia sedang memejamkan matanya, menyembunyikan iris emeraldnya yang indah, bermandikan cahaya matahari musim semi yang menyorot wajahnya yang ayu tanpa cacat, melihat helaian merah muda tertiup angin, memperlihatkan indahnya mahkota sang gadis yang panjang menjuntai menutupi sebagian wajahnya yang ulus bak porselain.
Kekaguman Sasuke hilang ketika ia melihat cairan kental yang merembes keluar melalui hidung mancung sang gadis, Sasuke mengetahui cairan tersebut adalah...
Darah—
Sasuke terlihat sedikit khawatir "Apa yang dilakukan si bodoh itu, mengapa ia tidak sadar kalau hidungnya mengeluarkan darah." Sasuke tergerak untuk menghampiri sang gadis, sekedar bertnya tentang keadaannya, tidak masalah bukan.
"Ck, Merepotkan" decak Sasuke yang berdiri hendak menghampiri gadis yang masih setia memejamkan matanya.
Saat Sasuke melangkah, ternyata sang gadis terbangun, nampaknya gadis itu terlihat sedang menggerutu, terlihat dari bibirnya ranumnya yang dikerucutkan sambil berguman tak jelas, itulah ekspresi sang gadis yang dapat Sasuke angkap dari mata onyxnya yang tajam.
Sang gadis bangkit membawa tumpukan koran dan beberapa botol susu, kemudian meletakkannya kembali ke dalam keranjang sepeda miliknya, tak lupa menyeka kasar darah yang keluar dari hidung mancungnya menggunakan sapu tangan yang ia letakkan di saku celana lusuh miliknya. Gadis itupun pergi dengan mengayuh sepeda butut milik tempatnya bekerja, meninggalkan Sasuke yang masih mematung menyaksikan kejadian tadi.
"Datang dan pergi secara tiba-tiba, dasar keras kepala" Sasuke mendengus, namun ada sedikit perasaan khawatir di dalam dadanya, tak terlalu ambil pusing, pemuda emo itupun berlalu.
-End of Sasuke POV-
Rin, Sora dan Sara mendengar pintu diketuk, segera mereka berlari untuk membukanya "yeay! nee-chan~ pulang" sahut mereka secara serempak, merekapun berhambur memeluk Sakura yang pulang lebih awal malam itu.
Nenek Mito tersenyum melihat salah satu cucu kesayangannya sudah pulang, namun ada raut kekhawatiran yang terlukis di wajah nenek Mito yang sudah terlihat mengeriput disana-sini.
"Sakura...kau terlihat tidak sehat nak, apa kau sakit?" nenek Mito berbicara sambil mengusap-usap surai merah muda milik Sakura.
"Tidak kok nek, mana mungkin Sakura sakit, aku kan gadis kuat, tak ada satupun penyakit yang berani menyerangku, hohoho" Sakura berbicara seolah ia adalah super hero yang sering di tonton Sora di televisi.
Nenek Mito menautkan kedua alisnya "benar begitu Saku?"
"Percayalah padaku Nek" sahut Sakura dengan cengiran lebar miliknya. "daripada mengkhawatirkanku, aku punya berita bagus untuk kalian" Sakura mengedarkan penglihatanya dan menginstruksikan kepada keiga bocah yang sedang asyik belajar itu untuk mendekat ke arah nenek dan dirinya berada.
"berita apa itu Nee-chan?" tanya Rin antusias.
"janji jangan kaget ya"
"hu umm, janji, cepatlah Nee-san, kami tak ingin menunda belajar kami lebih lama lagi" sahut Sara dengan nada tak sabaran.
"Masuk" perintah Sakura entah pada siapa, ia hanya melengkungkan bibir ranumnya kepada orang yang berada di hadapannya.
-TBC-
Hai hai hai minna san, ini chapter 3 nya, gimana? Membosankankah?
Yodah deh akhir kata
Mind to Read And Review?
