Sad Love Song

Chapter 5: Threat or Deal?

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: AU, OOC, OC

Summary: Sakura gadis miskin bersuara emas bertemu Pemuda Tampan kaya raya yang manja dan kesepian, sebuah lagu membawa mereka ke dalam perasaan yang asing bernama 'cinta'. banyak rintangan yang harus mereka jalani, namun kenyataan tak semanis perasaan, dan takdir tak semulus keinginan.

-oOo-

Sakura menjalani aktifitas hariannya seperti biasa, namun nampaknya hari ini Ia sering terlihat murung seperti sedang memikirkan sesuatu.

Ya... memikirkan sesuatu yang sejak tadi malam mengusik konsentrasinya, sehingga membuat dirinya sering tidak fokus dalam bekerja. Contohnya saja tadi pagi Sakura beberapa kali melewati rute yang salah ketika hendak mengantar koran dan susu ke beberapa rumah yang menjadi langganannya, sehingga menyebabkan gadis bersurai bubble gum tersebut harus mengeluarkan tenaga ekstra mengayuh sepedanya jika tak ingin dapat omelan dari para pelanggannya.

Satu lagi kesalahan Sakura yaitu pada saat mengisi bahan bakar ke salah satu mobil, ya dia salah memencet nominal angkanya, alhasil bensinnya tercecer kemana-mana karena kelalaian yang diperbuatnya, dan tak elak pengemudi mobil tersebut memarahi Sakura atas kecerobohannya, tak lupa juga Paman Inoichi, ayah Ino, menegur Sakura akibat kesalahan yang sama.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

Sakura berhenti melangkahkan kakinya, sekarang ia sedang berada di pinggir jalan pertokoan kota Konoha, tepatnya di depan sebuah toko yang menjual kaset CD, DVD.

"Haahhhh~ hari yang melelahkan" gumam Sakura sambil membuka kotak gitar yang sudah terlihat usang, kemudian mengambil gitar coklat yang berada di dalamnya, mempersiapkan kursi lipat kecil yang selalu dibawanya disetiap pertunjukan solonya sebagai musisi jalanan.

Tanpa aba-aba Sakura menghenyakkan dirinya ke kursi yang tadi dibawanya, petikan gitar mulai terdengar diiringi suara merdu sang gadis yang mulai melatunkan bait-bait lagu andalannya.

Sakura:

Saigo made iwanakute mo iiyo sono kao mite wa wakaru kara

Itsumo machiawaseshiteta kaisatsu ga chikazukuyo

Oh~ everyday boku no tonari de waratteta

You far away mou nidoto ano hi no kimi ni aenai ne

Lovin' you tsunaideta kimi no te ga Lovin' you hanarete yuku

Lovin' you boku no te wa nukumori wo Lovin' you oboeteru no ni

Mamoreru to negatta kimochi wa nani wo oshitsuketa dake kana

Kimi no kokoro ga tojiteku sore sae mo kizukazu ni

Namun saat Sakura hendak melantunkan bait pertengahan lagu, seseorang menginterupsi Sakura untuk melanjutkan lirik lagu tersebut.

Sasuke:

Mou hard to say nani yori egao ga aita darou

So far away mou ichido egao no kimi ni shitai no ni

Lovin' you itsumademo tsuzuiteru Lovin' you yume wo miteta

Lovin' you donna hi mo kawarazu ni Lovin' you kagayaite itayo

Ashita mata aeru mitaini itsumo no youni furimuite hoshii

Kimi to mita sono subete omoide ni naru maeni

Lovin' you tsunaideta kimi no tega Lovin' you hanarete yuku

Lovin' you boku no te wa kimi dake wo Lovin' you motometeru no

Lovin' you itsumademo tsuzuiteru Lovin' you yume wo miteta

Lovin' you donna hi mo kawarazu ni Lovin' you kagayaite itayo

Lovin' you yume wo miteta...

Sakura mendengarkan suara baritone yang amat khas laki-laki, namun enak di dengar itu.

Sakura menajamkan netranya melihat siapa orang yang berani-beraninya menginterupsi pertunjukan solonya tersebut, wajah orang itu tak terlihat jelas karena posisinya membelakangi Sakura, namun dilihat dari ciri-cirinya yang memiliki rambut biru dongker mencuat kebelakang, badan yang berperawakan tinggi dan kokoh, serta gaya pakaiannya yang terlihat, err~ keren, nampaknya Sakura mengetahui siapa pemuda yang ada di hadapannya, pemuda yang selama ini mengganggunya.

Sasuke mengakhiri nyanyiannya diiringi suara riuh tepuk tangan yang kala itu menyaksikan pertunjukkan 'mereka'.

Sasuke menengok kebelakang, mengedipkan sebelah matanya kepada Sakura. "Ck, dia lagi, kenapa sih selalu muncul seenaknya, mengganggu saja!" Sakura hanya mendengus sebal saat mengetahui kebenaran tentang orang yang ada di hadapannya, perkiraanya tepat, pemuda itu, pemuda yang beberapa kali ditemuinya, pemuda yang membuatnya kesal, sangat kesal malah.

Disaat sakura sedang bergumul dengan pikirannya terhadap pemuda yang selalu mengganggunya, tanpa ia sadari Sasuke sedang berjalan kearahnya.

"Ini ambilah!" perintah Sasuke kepada Sakura sambil menyerahkan kantong kertas koran yang berbentuk kerucut kepada Sakura.

Sakura membelalakkan mata emeraldnya melihat isi dari kantong tersebut, uang?, uang dengan jumlah banyak yang tak pernah didapatnya dalam sebuah pertunjukkan selama ia menjadi musisi jalanan. "Wahhh... banyak sekali, bagaimana caranya kau mendapatkan uang sebanyak ini?" Sakura mendelik sambil memicingkan matanya ke arah pemuda berambut raven di depannya.

"Kau lihat saja sendiri." Sasuke memutar bola matanya bosan, kemudian pandangannya beralih ke gerombolan ibu-ibu dan gadis-gadis yang menatapnya dengan tatapan terpesona , dan bisa dilihat banyak gadis yang matanya terlihat love-love, fans dadakan Sasuke.

Sekarang Sakura mengerti arah pikiran sang pemuda berambut raven.

Sakura mengedikkan bahunya sambil ber-'oh' ria. "Arigatou". Sakura berkata tanpa memandang pemuda di hadapannya, ia hendak memetik gitarnya lagi, namun terhenti ketika tiba-tiba sebuah tangan besar menarik tangan kecilnya dengan menggunakan tangan kanan pemuda tersebut, sementara tangan kiri sang pemuda rambut raven menjinjing tas gitar milik Sakura.

"Hei, hei, kau mau membawaku kemana?" Sakura berbicara dalam keadaan tubuhnya yang terseret dan terhuyung ke depan, pertanda dirinya tak siap atas perlakuan pemuda di depannya.

"Aku ingin bicara denganmu, lagipula penghasilanmu malam ini sudah sangat cukup untuk 2-3 hari ke depan, jadi selama itu kau tak perlu bernyanyi lagi." Sasuke berbicara sambil terus menarik pergelangan Sakura, tak memperdulikan ekspresi kekesalan yang terlukis di wajah putih sang gadis yang menatapnya sebal.

"Huuh, seenaknya saja!" sakura mendengus, namun tak terlihat perlawanan dari dirinya saat sang pemuda menggandengnya secara paksa.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

Di taman kota Konoha...

"Uhmm,sekali lagi kuucapkan terima kasih, err-" Sakura menatap pemuda yang duduk disebelahnya sedang menenggak minuman bersoda.

Sasuke menoleh, menatap balik iris emerald indah yang tersaji di hadapannya."Sasuke, Uchiha Sasuke"

"Sekali lagi terima kasih, Uchiha-san, tak ku sangka kau bisa bersikap semanis ini, hihihi..." Sakura terkikik melihat ekspresi datar yang dimiliki pemuda Uchiha di hadapannya setelah ia mengatakan terima kasih dan sedikit menggodanya.

"Hn, namamu?"

"Sakura, Haruno Sakura, salam kenal." Sakura menunjukkan senyumannya.

Deg, blush...

Senyuman itu...senyuman terindah, termanis, dan... terlihat sangat tulus yang pernah Sasuke lihat dari seorang gadis.

Sasuke tidak sadar kalau dipipinya yang tirus itu muncul rona kemerahan yang amat sangat tipis, sehingga gadis di hadapannya tak mampu menyadari perubahan warna pipi Sasuke.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

"Umm, apa yang ingin kau bicarakan Uchiha-san"

"Suaramu bagus, kukira kau berbakat Haruno-san, apakah kau mempunyai pengalaman di dunia tarik suara sebelum ini?" Sasuke bertanya kepada Sakura dengan nada yang terdengar serius.

"Aku pernah bersekolah di Suna Art Junior School, kelas vokal, dan melanjutkan ke Suna Art High School pada kelas yang sama." Sakura menjelaskan.

"Dan sekarang, apakah kau putus sekolah?" Sasuke bertanya dengan nada yang terkesan agak menyelidik.

"Aku menyelesaikan sekolahku saat aku berusia 15 tahun, bisa dibilang lebih cepat daripada murid biasa, senseiku bilang itu karena aku berbakat, jadi aku beberapa kali loncat kelas." jelas Sakura lagi.

"Aku punya tawaran untukmu Sakura-san, err-"

Sasuke menjelaskan mengenai tawarannya kepada Sakura dengan penjelasan yang amat detail, ia tidak ingin ada penolakan dari Sakura, namun pada kenyataanya,Sakura beberapa kali melontarkan keberatan.

"Kuharap kau mau menerima tawaranku Haruno-san, pikirkan baik-baik, jangan sampai kau menolaknya, aku tunggu, Jaa!" Sasuke berlalu meninggalkan Sakura yang masih dalam keadaan bingung sekaligus marah, mengingat perkataan yang baru saja dilontarkan pemuda tampan beriris onyx tersebut.

Baru saja Sakura bangkit. "Ta-tapi Uchiha-san." Sakura berteriak ingin menolak tawaran yang baru saja ditawarkan sang pemuda Uchiha. Tapi terlambat, Sasuke sudah menghilang dari hadapannya.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

-Sakura POV-

.

.

Aku termenung, melamunkan hal yang baru saja terjadi di taman tadi, dengan seorang pemuda yang sudah beberapa kali ini aku temui, ia menawarkan sesuatu yang mungkin akan menguntungkanku, karena aku akan dapat banyak uang bila aku menerima tawarannya. ya, ia menawarkanku sesuatu bukan dengan cuma-cuma bukan?

"Apakah aku harus menerimanya? Arrgghhh! Mana mungkin dia mau bekerja sama dengan gadis miskin sepertiku? Aku yakin dia hanya ingin mempermainkanku saja, ya, orang kaya memang begitu kan?" Sakura berbicara dengan nada frustasi , meyakinkan dirinya agar tidak terpengaruh oleh kata-kata yang diucapkan pemuda tampan yang ditemuinya ditaman barusan.

.

.

-Flashback On-

.

.

"Haruno-san, maukah kau jadi partnerku?" Sasuke berkata sambil memandang lurus ke depan air mancur yang terletak di sebuah taman, taman kota Konoha.

"...Ma-maaf, apa yang kau katakan barusan? Menjadi partnermu? Untuk apa?" Sakura menoleh ke pemuda berambut raven yang ada di sebelahnya.

"Hn, aku sedang mencari partner untuk menjadi teman duetku bernyanyi di acara ulang tahun sekolah, Konoha Art High School." Sasuke menjelaskan dengan tatapan mata yang masih setia memandang lurus ke depan.

"Lalu...kenapa kau mengajakku? Bukankah banyak gadis cantik di sekolah elit-mu yang aku yakin dengan senang hati akan menjadi partnermu, lagipula aku kan bukan salah satu siswi di sekolahmu, aku juga tidak pan-" ucapan Sakura terputus.

"Ini acara yang memperbolehkan kita mengajak orang dari luar, aku tidak memiliki satupun orang yang cocok di sekolahku untuk dijadikan partnerku, ini acara penting untuk menunjukkan kemampuanku, banyak agency pencari bakat yang akan menonton di acara itu, Huuh!" Sasuke mendengus sebal sambil melengoskan wajahnya ke samping.

"Aku tidak mau, lagipula aku banyak kerjaan, tidak punya waktu." Sakura berbicara dengan nada yang ikut-ikutan terdengar sebal, ia sebal karena Sasuke berbicara dengan nada yang terdengar tidak menyenangkan ditelinganya. "Dan aku sangat yakin kalau latihan denganmu pasti menghabiskan banyak waktu, walau kuakui suaramu memang bagus." 'tapi tidak dengan sikapmu, huuh! Maaf saja' Sakura membatin.

"Aku akan membayarmu, berapapun yang kau minta, aku tak mau ada penolakan, kalau kau berani menolak tawaranku...liat saja akibatnya, akan kulakukan hal-hal yang tak pernah kau alami sebelumnya baik dihidup maupun di mimpimu selama ini." Sasuke menyeringai dan meninggalkan Sakura yang masih mematung mendengar perkataan Pemuda tampan yang kini berlari meninggalkan dirinya sendirian di taman.

"Dia hanya mengancamku, dengar Sakura dia hanya meng-an-cam." Sakura Meyakinkan dirinya sendiri, menganggap ucapan yang dilontarkan pria bermata onyx tadi adalah sebuah lelucon. 'mana mungkin dia ingin menjadikan gadis miskin sepertiku untuk menjadi partner duetnya...' lirih Sakura dalam hati.

.

.

-End of Flashback-

.

.

"Yosh, Sakura! Kau tak boleh memikirkan hal yang tidak penting, sekarang kau harus memikirkan pekerjaanmu besok, semangat!" Sakura menyemangati dirinya sendiri, mengenyahkan pikiran tentang perkataan sang pemuda rambut raven.

.

.

-End of Sakura POV-

.

.

"Yo teme! Kau sudah menemukan partner duetmu untuk acara ulang tahun sekolah nanti?" Naruto, si pemuda rambut kuning jabrik bertanya dengan antusias kepada pemuda rambut raven di hadapannya yang sedang tertidur di atas bangku atap sekolah.

"Hn" Sasuke menggumam disela matanya yang masih terpejam.

"Woww cepat sekali! Ku dengar sudah banyak gadis di sekolah yang kau tolak untuk menjadi partnermu, bahkan Karin yang merupakan primadona sekaligus siswi paling berbakat dan memiliki suara emas itupun kau tolak, benar begitu teme?"

"Hn, pergi sana! Kau mengganggu tidurku."

"Eitttss, tunggu dulu, sebelum aku pergi, siapa gadis beruntung yang menjadi partner duetmu teme?" Naruto berbicara sambil menatap lekat-lekat pemuda rambut raven yang tengah tertidur di hadapannya.

"Dia...gadis yang waktu itu aku ceritakan,-gadis yang menginjak kakiku." Sasuke masih berbicara dengan mata tertutup, enggan menanggapi serius lawan bicara yang masih setia mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya tidak penting.

"Kau yakin Sasuke? seharusnya dia membencimu bukan? Mana mungkin dia mau menjadi partnermu, setelah kau melakukan hal yang menyebalkan begitu." Naruto berbicara dengan nada sedikit mengejek, ia tak percaya tentang kebenaran yang Sasuke katakan kepadanya.

"Memang, dia belum mengiyakan tawaran itu, tapi aku yakin, cepat atau lambat ia akan menerimanya." Sasuke membuka mata onyxnya, kemudian menampilkan seringai yang tersirat niat licik di dalamnya.

Naruto menautkan kedua alisnya, menatap bingung wajah sahabatnya yang menampilkan seringai khas Uchiha Sasuke, seringai yang tak dapat diartikan.

'Lihat saja, kau akan menerima tawaran itu, Sakura...' Sasuke membatin dalam hati. Percaya diri sekali kau Sasuke.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

"Sakura, aku sudah mendapatkan pekerjaan,dan hari ini aku sudah bisa masuk kerja." Gaara berbicara kepada Sakura yang hendak mengambil sepatunya di rak sepatu dekat pintu.

Sakura menjatuhkan sepatu lusuhnya, segera meluruskan badannya dan menghadap pemuda merah dihadapannya, emeraldnya melebar tak percaya. "So-Souka? Senpai diterima kerja dimana? Kenapa baru bilang sekarang?"

"Gomen ne Saku-chan, Aku diterima di salah satu agency film, bukan agency yang besar memang, aku menjadi salah satu crew yang bertugas menyiapkan peralatan shooting." Gaara berbicara sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

Sakura berlari menerjang Gaara yang berdiri beberapa langkah di hadapannya, memeluknya dengan erat laki-laki yang sudah dia anggap sebagai kakak kandungnya.

Gaara gelagapan dipeluk tiba-tiba. "Sa-sakura, jangan kencang-kencang, aku tidak bisa bernafas."

Sakura melepaskan pelukkannya dan tersenyum lebar. "Otanjoubi! Gaara senpai, akhirnya kau mendapatkan pekerjaan, apakah kau sudah memberitahukan hal ini kepada nenek?"

"Hn"

Sakura merengut sebal. "Curang, kau memberitahuku belakangan." Sakura berbicara sambil mengerucutkan dan menggembungkan pipinya, ekspresi yang sangat lucu.

Gaara mengacak gemas surai merah muda milik Sakura. "Siapa bilang kau yang kuberitahu terakhir, Rin, Sora dan Sara kan belum kuberi tahu."

"Tetapi kan tetap saja, kau menyebalkan." Sakura meninju pelan dada bidang Gaara.

Gaara tersenyum tipis sambil mengelus rambut halus Sakura. "Kau ini seperti anak kecil saja."

Keduanyapun tertawa-bersama-sama.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

"Selamat Siang, mau isi berapa tu—an?" Sakura melebarkan iris emeraldnya, kaget melihat sosok yang kini menatapnya tajam lewat iris onyxnya yang kelam.

"Aku ingin berbicara denganmu Haruno."

'Cih menyebalkan' Sakura mendecih dalam hati. "Hn, baiklah, tapi jangan lama-lama." Tak lama Sakura berteriak. "Jii-san, aku izin sebentar, ada keperluan yang harus kuselesaikan."

Terlihat dari jauh, Inoichi, ayah Ino mengangguk, kemudian memberikan isyarat kepada Sakura, Inochi mengetukkan telunjuk tangannya ke atas jam tangan yang dikenakannya, berarti Sakura tidak boleh pergi lama-lama meninggalkan pekerjaannya, karena siang ini banyak pelanggan yang datang.

Sakura mengangguk tanda mengerti kemudian menghampiri pintu mobil Sasuke.

"Masuk!" Sasuke memerintah gadis merah muda yang sedang menatapnya sebal.

Sekarang Sasuke dan Sakura berada di sebuah cafe, cafe yang menyediakan berbagai macam jenis olahan dari kopi yang berkualitas dari berbagai negara.

"Cepat katakan, aku tidak punya banyak waktu." Sakura memandang datar pemuda tampan yang duduk di hadapannya.

Sasuke meyeringai. "Cih, pura-pura tidak tahu kau rupanya, gadis bodoh."

Sakura membalas perkataan Sasuke tak kalah sengit. "Apa kau bilang? Kau yang bodoh, dasar baka idiot."

"Huhh, sudahlah, tak ada gunanya kau berpura-pura, aku minta jawabanmu sekarang, kalau tidak kau akan tahu akibatnya." Sasuke berbicara setelah menyesap kopi Espressonya yang cukup pahit.

Tak lama kemudian Sakura menyesap Cappucino miliknya, sambil memikirkan sesuatu.

'Dia membicarakan ini lagi, apa yang harus kukatakan, aku yakin dia hanya ingin mempermainkanku, tapi aku tidak boleh menganggap enteng ancamannya, dia orang kaya, bisa sajakan dia berbuat macam-macam kepadaku, arrghhh!' Sakura membatin frustasi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menepis pikiran negatifnya.

"Hei, baka." Sasuke mengibas-ngibaskan telapak tangan kanannya di depan wajah Sakura.

"Aku menolak, aku tidak mau menerima tawaranmu Uchiha-san." Sakura berbicara sambil menatap lekat-lekat iris onyx Sasuke, tidak ada keraguan dalam kata-katanya.

JLEBBB

Sasuke merasa dirinya direndahkan, baru kali ini ada orang yang berani menolak keinginannya, bahkan oleh sorang gadis miskin seperti Sakura, tak ada satupun gadis di dunia ini yang berani menolak tuan muda tampan Uchiha satu ini, gadis-gadis di luar sana bahkan rela melakukan apapun untuk mendapat kesempatan emas ini, kesempatan berduet dengan Uchiha Sasuke.

'Gadis keras kepala, Cihh!, padahal acara ini adalah acara penting untukku, aku akan menunjukkan kemampuanku pada Tou-san dan Kaa-san, sudah susah payah aku melewati audisi sekolah agar bisa tampil di acara itu, dan sekarang aku harus membujuk gadis bodoh ini untuk menjadi partnerku, aku memang sudah gila!, gila karena hanya gadis ini yang mampu...mampu menarik perhatianku selama ini.' Sasuke membatin lirih di dalam hati, kecewa dengan jawaban yang diberikan sang gadis.

Sasuke tetap memasang wajah innocent, berusaha menutupi kekecewaanya. Tak lama ia menyeringai tipis, sangat tipis hingga Sakurapun tak dapat menyadarinya.

"Kau akan segera menyesal Haruno, menolak tawaran dariku." Sasuke berbicara angkuh sambil menampilkan seringainnya yang mampu membuat setiap wanita yang melihatnya langsung meleleh ditempat.

Glekkk

Sasuke bangkit dari tempat duduknya, kemudian mencondongkan wajah tampannya ke arah Sakura.

5 cm...

3 cm...

1 cm...

Sakura menutup matanya, bersiap menerima hal terburuk yang akan terjadi pada dirinya, mungkin Sasuke akan memakannya hidup-hidup, a-atau...

Hal yang ditakutkan Sakura tak kunjung terjadi, masih setia memejamkan matanya, Sakura mendengar sesuatu yang diucapkan Pemuda yang ada di hadapannya, Sakura merasakan hembusan nafas hangat menerpa telinganya.

Sasuke berbisik. "Kau akan menyesal Ha-ru-no."

Sakura membuka matanya, kembali menampilkan iris emeraldnya yang indah, ia tak berkedip ketika tiba-tiba saja...

Cup~

Sasuke mendaratkan bibir tipisnya ke atas bibir ranum Sakura, menyapu permukaan atas bibir Sakura yang kemerahan.

Seketika keadaan Cafe menjadi hening, pengunjung Cafe itu tak sengaja melihat adegan sepasang makhluk berbeda jenis sedang melakukan hal yang biasanya dilakukan orang dewasa.

Sakura melebarkan matanya, kaget dengan perlakuan tiba-tiba pemuda tampan di hadapannya, pemuda yang telah merebut first kiss-nya.

"Ada foam yang menempel." Sasuke berbicara sambil mengusap-usapkan jari telunjuk tangannya ke atas bibirnya sendiri.

'Rasakan, ini baru permulaan Haruno, tak lama lagi kau akan memohon-mohon kepadaku sambil menangis tersedu-sedu, berlutut di hadapanku dan..dan...hmmpphhtt' Sasuke membatin dalam hati, Sasuke tak dapat menahan tawanya, memikirkan apa yang akan dilakukan gadis dihadapnnya ketika rencana liciknya terealisasikan.

Sasuke meninggakan Sakura yang masih duduk mematung sambil membelalakan matanya, Sasuke keluar cafe dengan seringai penuh kemenangan.

.

.

.

- Sad Love Song-

.

.

.

Sakura kini tengah berjalan di salah satu jalanan teramai di pusat kota Konoha, sambil menenteng tas gitarnya, Sakura bergumam. "Itu hanya kebetulan Sakura, dia hanya mempermainkanmu, tidak lebih." Sakura mengingat-ingat kejadian tadi siang bersama pemuda rambut raven di cafe yang dikunjunginya.

Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha melupakan kejadian memalukan tadi siang. "Lupakan, lupakan Sakura, fokus! Fokus!" Sakura kembali melangkahkan kakinya setelah tadi sempat terhenti.

Tak lama kemudian Sakura melihat kerumunan orang yang nampaknya sedang menyaksikan sesuatu. Betapa kagetnya Sakura saat mengetahui orang tersebut adalah...

"Uchiha sialan! Apa yang ia lakukan disini?" Sakura melangkahkan kaki jenjangnya menerobos kerumunan orang-orang menuju tempat dimana Sasuke berada.

Orang-orang yang tengah menikmati pertunjukkan Sasuke tersita perhatiannya, sekarang mereka memperhatikan gadis merah muda yang sedang berjalan menuju pemuda rambut raven mencuat yang berada di depan mereka.

"Hei,apa yang kau lakukan disini TU-AN U-CHI-HA?" Sakura berbicara sambil menautkan kedua tangannya kedepan dada dan mengetuk-ngetukkan kakinya ke aspal, pertanda dia sedang kesal terhadap kegiatan yang sedang dilakukan oleh pemuda di hadapannya.

"Aku sedang bernyanyi, menghibur orang-orang yang ada disini, apa itu tidak boleh?" Sasuke berbicara sambil memetik-metik gitarnya dengan nada tak beraturan.

Sakura berteriak ke depan wajah Sasuke. "Ka-kau! Berani-beraninya kau bicara seperti itu, ini pekerjaanku, untuk apa orang seperti mu bernyanyi di tem- Hmmphhh..." Sakura tak dapat menyelesaikan perkataanya ketika tiba-tiba sebuah tangan kokoh membekap mulutnya.

Sasuke berbisik pelan ke telinga Sakura yang menimbulkan sensasi geli. "Sudah kubilang Haruno-san, kau akan segera menyesal jika kau berlama-lama bersikap seperti ini."

Sasuke membelakangi Sakura, kemudian berkata sesuatu yang sejenak menulikan pendengaran Sakura saat itu.

"Mohon maaf mengganggu penonton sekalian, gadis ini adalah kekasih saya. Maaf kali ini saya hanya menyanyikan dua buah lagu, mungkin kalau ada kesempatan lagi saya akan menyanyikan banyak lagu untuk kalian."

Sasuke berbicara sambil menggenggam sebelah tangan Sakura. Sakura hanya diam tak berkutik, berusaha mencerna kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh sang pemuda secara sepihak.

Banyak orang yang merengut sebal karena tak dapat lama-lama menyaksikan pertunjukkan indah Sasuke, tak sedikit gadis yang menjadi fans dadakan Sasuke, ada yang kecewa karena mengetahui pemuda tampan tersebut sudah memiliki seorang kekasih dan ada juga yang berteriak histeris seperti...

"Kyaaaa romantis sekali...aku juga ingin menjadi kekasihnya."

Teriak-teriakan histerispun mulai terdengar.

Tak menghiraukan teriakan-teriakan tersebut, Sasuke mengamit tangan Sakura yang sedang menenteng tas gitar usang mliknya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menenteng gitar akustik mahal miliknya.

"Hei baka! Jangan menyeretku seenaknya." Sakura berlari mengimbangi langkah Sasuke yang lebar-lebar sambil mengomeli pemuda yang tengah menyeret paksa dirinya.

Tiba-tiba Sasuke menghentikan langkahnya, gerakan tiba-tiba tersebut tak elak membuat Sakura menabrak punggung kokoh pemuda di hadapannya.

Sakura mengusap-usap kepalanya yang sedikit sakit. "Hei dasar baka, bilang dulu kalau kau mau berhen-" Sakura tak dapat melanjutkan kata-katanya ketika menyadari wajah tampan sang pemuda berada tepat di depan wajahnya yang berjarak tak kurang dari 2 cm.

"Sudah menyerah belum? Heeh gadis bodoh." Sasuke menyentil dahi lebar Sakura sambil menyeringai lebar. "Aku bisa bertindak lebih dari ini Saku-chan." Sasuke sedikit menggoda gadis di hadapannya sambil melangkahkan kakinya ke depan, berusaha mendesak sang gadis agar mau menerima tawarannya.

Sakura panik, ia reflek mundur kebelakang dengan langkah bergetar. "Ap-apa yang mau kau la-lakukan padaku? jangan macam-macam!" Sakura berbicara sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya membentuk hurif 'X'.

Sasuke berhasil menghimpit Sakura, sekarang Sakura terpojok antara dinding pertokoan yang sedikit sepi dan pemuda tampan di hadapannya.

Sasuke menyeringai, kemudian kembali mencondongkan wajahnya ke depan wajah Sakura. Sakura memejamkan matanya. Sebelum wajah mereka saling bersentuhan. Sakura membuka kembali matanya kemudian menghela nafas pasrah.

"Ba-baiklah, aku menerima tawaranmu, puas kau, hah!" Sakura menatap tajam pemuda di depannya.

Puas dengan pernyataan yang dilontarkan Sakura, Sasuke menyeringai penuh kemenangan.

"Tapi ini akan sangat mahal Uchiha-san, karena kau telah mempermalukanku di depan umum beberapa kali dan otomatis aku akan meninggalkan salah satu pekerjaanku untuk memenuhi keinginan bodohmu itu."

"Tentu, berapapun yang kau minta Saku-chan." Sasuke berbicara sambil memegang dagu runcing Sakura. "Dan satu lagi yang perlu kau tahu." Sasuke melepaskan tangannya dari dagu Sakura. "Kau harus meninggalkan semua pekerjaanmu, karena kau akan sering bersamaku, berlatih di studio musik pribadiku, dan kau harus segera datang jika aku panggil, bagaimana? Deal? Sasuke menjulurkan tangan kanannya.

"Ap-apa? semuanya? Kau gila Uchiha-san, dan seenaknya saja kau menyuruhku untuk datang setiap kau memintanya, kau kira aku ini budakmu hah!" Sakura berbicara sambil menatap nyalang iris onyx di hadapannya.

"Terserah saja, tapi ingat ancamanku, kau tak mau mengalami hal yang lebih memalukan daripada ini kan Saku-chan?" Sasuke menyeringai sambil sedikit menggoda Sakura.

Glekkk

"Ba-baiklah! Aku menyetujuinya, tapi janji jangan melakukan hal aneh lagi padaku, U-CHI-HA-SAN." Sakura menjabat tangan Sasuke tanda bahwa ia menyetujui permintaan pemuda raven di hadapannya.

"Anak manis." Sasuke menyeringai sambil menepuk-nepuk puncak kepala sang gadis musim semi.

Sedangkan yang diperlakukan seperti itu oleh Sasuke hanya bisa merengut sebal sambil mengucapkan sumpah serapah di dalam hatinya, menyumpahi pemuda yang telah berbuat seenaknya terhadap dirinya.

"Besok, jam 10 pagi, datang ke rumahku, kita akan mulai latihan." Sasuke meninggalkan Sakura yang masih menatapnya Sebal.

'See, pada akhirnya akulah pemenangnya' Sasuke menyeringai.

"Nampaknya aku akan sibuk besok, mengurusi pengunduran diriku dari tempat kerja dan menjelaskan kepada nenek, Gaara senpai, Rin, Sora dan Sara, entah mereka menyetujui keputusanku atau tidak." Sakura melangkah gontai, berjalan menyusuri trotoar pertokoan yang sudah terlihat agak sepi.

.

.

.

.

.

-TBC-

.

.

.

.

A/N: Holaa minna, ketemu lagi nih di chapter 5, sudah kuusahakan chapter ini lebih panjang dari chapter2 sebelumnya, maaf kalau masih banyak terjadi kesalahan, dan ceritanya gak sesuai dengan harapan para reader.

Reviewnya kubalas lewat PM ya minna...

Sampai jumpa di chapter selanjutnya... Jaa...

Akhir kata...

Mind to Read and Review?