Title : The Second Chance
Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, SMEnt And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F
Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya
Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidak Sengajaan
Pair : HaeHyuk
Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon
Support Cast : Super Junior member and Other
Rating : T
Genre : Romance and Hurt (maybe)
Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll
.
.
.
DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...
.
.
.
UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?
.
.
.
Suzume Saezuri Present The Second Chance
.
.
.
Preview :
"Aniya, aku tak mencintainya Kibum" balas Eunhyuk yang menggelitiki Kibum. Tapi dari hati Eunhyuk mengucapkan bahwa dia bukan mencintainya saja, tapi amat sangat mencintai namja berambut brunette itu.
Eunhyuk dan Kibum tak menduga ada orang lain yang mendengarkan percakapan kedua namja imut itu. Yang membuat sang pemilik telinga meringis menahan sakit di hatinya mendengar kata terakhir yang di ucapkan namja berambut merah kecoklatan tersebut. Seandainya dia mendengar apa isi hati Eunhyuk yang sebenarnya, dia tak mungkin menahan rasa sakitnya. Malah dia akan bernafsu untuk memberi kabar yang sangat membahagiakan baginya.
Chapter : 4
Donghae POV ~
Aku menghela nafas kecewa mendengar perkataan Eunhyuk. Apakah benar kau tak mencintaiku Hyuk? Kupegang dadaku yang terasa perih. Rasanya ingin ku menangis sekarang.
Donghae POV End ~
Normal POV ~
"Hae, sedang apa kau" tanya namja yang tak lain adalah sahabat Donghae,Siwon. Donghae yang masih memikirkan apakah namja yang disukainya itu memang tak memiliki perasaan yang sama dengannya mengacuhkan Siwon.
"YA,LEE DONGHAE, apa kau tak punya telinga, heh?" sindir Siwon yang kesal karena omongannya tak di tanggapi sama sekali.
"Tolong jangan ganggu aku dulu Won" Donghae meninggalkan sang kepala OSIS yang sudah mengarahkan death glare-nya pada Donghae
Segera Siwon berlari mengejar Donghae yang sudah meninggalkannya. Disamaknnya langkah Siwon dengan Donghae yang dapat dikejarnya itu. Donghae tak menghiraukan kehadiran Siwon.
"Hae, apa kau sakit? Kenapa dadamu terus kau pegangi? Siwon menempelkan punggung tangannya ke dahi Donghae.
'Tak panas sekalipun' pikir Siwon.
"Hatiku..., hatiku sangat sakit" akhirnya Donghae mau menceritakan apa permasalahan yang sedang melandanya.
"Boleh aku mendengar alasan kenapa hatimu sakit Hae?" tanya Siwon yang tak mau merubah suasana Donghae yang sedag kacau itu, tak pernah dia melihat sahabatnya bermuka seperti sekarang ini.
"Won, sepertinya namja yang aku cintai tak mencintai aku seperti aku mencintainya Won" ucap Donghae dengan tangan yang masih setia pada dada bidangnya.
"Ya. Donghae, kau itu pantasnya jadi seme, tapi kalau aku melihat tingkahmu yang seperti ini, mingkin kau pantas jadi uke saja" celetuk Siwon yang tak bermaksud menghina Donghae.
Donghae malah menambah lekukan di mukanya yang bertambah kusut.
"Lagian darimana kau tahu Eunhyuk tak mencintaimu? Heh?" ucap Siwon yang mengumbar senyum manisnya pada semua orang yang menyapanya pagi ini.
"Darimana kau tahu aku mencintai Eunhyuk?" Yang di tanya malah balik bertanya dengan tatapan tak percaya.
"Saat kau meneriakkan nama Eunhyuk dengan mata berbinar-binar" Siwon merespon pertanyaan Donghae dan membuka pintu ruangan OSIS.
"Hehehe" terdengar cengiran dari pemuda berambut brunette itu.
Donghae yang mendapat tatapan Siwon yang bermakna 'kalau dia harus menjawab pertanyaan yang telah terlontar dari mulutnya beberapa menit yang lalu.
"Tadi aku mendengarnya sendiri" wajah Donghae yang tadi sudah mulai menunjukkan mentarinya berubah kusut kembali.
Siwon yang melihat perubahan dari wajah Donghae segera merutuki dirinya sendiri dan mencari solusi yang dapat membuat sahabat yang sudah dianggapnya sebagai hyung kembali menampakka mentari cerah berseri di wajahnya.
"Kalau dia memang tak mencintaimu, apa yang akan kau lakukan?" ucap Siwon yang telah menemukan solusi dengan mengandalkan otak geniusnya.
"Ya, apa kau berdoa agar itu terjadi, heh?" Donghae yang kesal akan pernyataan Siwon menghempaskan dirinya ke sofa yang disediakan sekolah untuk mengadakan rapat.
"Ya, aku sangat mendoakan agar Eunhyuk tak mencintaimu Hae" ujar Siwon yang menyeringai karena Donghae sudah terjerat dalam jebakan yang telah di siapkannya.
"YA,CHOI SIWON, apa kau juga menyukai Eunhyuk, hingga kau berani berdoa macam itu?" Donghae membentak Siwon dengan amarah yang meluap-luap.
"Aku memang sangat amat mendoakan agar Eunhyuk tak mencintaimu" ucap Siwon sekali lagi.
"CHOI SIWON KAU...," belum sempat Donghae meneruskan kata-katanya, Siwon memotong ucapan Donghae.
"Memang Eunhyuk tak mencintaimu Hae, tapi dia amat sangat mencintaimu, makanya Eunhyuk bilang Aniya. Mungkin karena cintanya padamu terlalu besar hingga tak boleh di ucapkan hanya dengan kata mencintaimu" lanjut Siwon yang dapat respon baik dari Donghae.
"Gomawo, untuk ceramah yang satu ini" kini Donghae sudah menyunggingkan senyum cerianya lagi.
Donghae POV ~
Benar apa yang baru saja di katakan Siwon, aku tak boleh jatuh begitu saja. Yak, aku akan menyatakan perasaanku Minggu nanti. Dan akan kusiapkan rayuan maut yang akan membuatnya jatuh hati padaku. Eh, tapi 6 hari lagi itu masih lama. Masa' sih aku harus menunggu selama itu? Tring muncullah ide di benakku. Tadi dia berangkat bersamaku jadi pulangpun bersama. Akan ku ajak dia main bola aja, ntar kalau aku atau dia menang harus memberi syarat. Ide yang bagus.
Donghae POV End ~
OoOoOoOoOoO
Normal POV ~
Teng Tong Teng Tong
Bel tanda berakhirnya kegiatan sekolah berbunyi. Semua siswa bergegas keluar dari ruang kelas. Entah mereka mau langsung pulang, pacaran, nongkrong, shoping atau yang lainnya. Eunhyuk yang melihat Kibum sedang tergesa-gesa langsung menanyainya.
"Heh, mau kemana kau?"
"Bukan urusanmu" balas Kibum yang menjejalkan bukunya ke dalam tas.
"Apa kau sedang ada rencana dengan seseorang?" tanya Eunhyuk lagi.
"Hn, aku duluan" Kibum menyampirkan tasnya di pundak dan pergi dengan langkah seribu meninggalkan Eunhyuk.
Eunhyuk ingat bahwa dirinya tadi berangkat bersama Donghae, dia segera melangkahkan kakinya lebar-lebar, takut kalau Donghae sudah menunggu lama.
Setiba di gerbang sekolah Eunhyuk merasa lelah sekali. Kemudian dia membungkuk memegangi lututnya.
"Tin... tin..." terdengar suara klakson yang berbunyi. Sontak Eunhyuk mendongakkan kepalanya.
"Kau sudah menunggu lama ya?" tanya pemilik mobil yang tak lain adalah Donghae.
"Aniya, aku baru sampai" balas Eunhyuk yang di persilahkan Donghae naik ke mobilnya.
Donghae pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam perjalanan mereka hanya duduk dalam diam.
"Eh, kita mau kemana?" tanya Eunhyuk yang sadar bahwa ini bukan jalan menuju rumahnya.
"Ah, iya, mianhae aku lupa ngasih tahu ke kamu, kita akan pergi jalan-jalan dulu, tapi kalau kau keberatan, aku bisa putar balik kok" tawar Donghae yang memandang Eunhyuk dan kembali fokus pada jalan.
"Ah, tidak apa-apa kok hyung" Eunhyuk menerima tawaran Donghae dengan hati yang bahagia, tanpa memandang Donghae yang duduk di sampingnya.
'Aish..,dia kelihatan jauh lebih imut jika dia malu seperti itu' batin Donghae yang sempat melirik Eunhyuk tadi.
OoOoOoOoOoO
Tak disangka Eunhyuk yang tadi menerima tawar Donghae terlihat kecewa ketika mereka sudah sampai di tempat tujuan.
'Haaahhh, kukira kita akan makan di restauran atau semacamnya dengan suasana romantis, tapi ini malah sebaliknya' Eunhyuk berkata dalam hatinya dan tanpa sengaja dia mengerucutkan bibirnya juga menyilangkan tangannya di dada.
'Tahan dirimu Hae, jangan kau cium dirinya sebelum dia menjadi namjachingumu' Donghae mengelus-elus dadanya dan memalingkan pandangannya dari pemandangan yang amat menggoda iman itu.
"Hyung, kita mau melakukan apa di tengah lapangan?" ujar Eunhyuk dengan wajah penasarannya dan hati yang masih kecewa.
"Panggil aku Hae saja, kau nanti akan tahu sendiri" Donghae segera menuju ke bagasi mobilnya dan mengambil sesuatu.
Eunhyuk yang melihat apa yang di bawa Donghae langsung membelalakkan matanya dengan mulut yang tercengang.
"Nih, tangkap" ujar Donghae yang melemparkan benda bulat tersebut.
"Hap" Eunhyuk sukses menagkap benda bulat yang ternyata adalah sebuah bola sepak.
"Hyu, eh anu H-Hae, apa kau mau mengajakku bermain sepak bola?" tanya Eunhyuk yang sedang memainkan benda yang sudah lama tak dimainkannya itu.
"Ne, tapi ada satu syarat yang harus kita ajukan. Misalnya, kalau aku menang kau harus memajukan ajakanku ke Lotte World menjadi hari Jum'at" ucap Donghae yang merebut bola dari Eunhyuk.
"Baiklah" kata Eunhyuk dengan semangat dan merebut kembali bola yang di curi oleh Donghae.
"Apa syarat yang kau ajukan padaku?" Donghae memandang Eunhyuk dengan kagum, tak pernah dia melihat Eunhyuk sesemangat ini.
"Eh, a-aku hanya minta di ajak ketempat yang indah menurut Hae" Eunhyuk menghentikan aksinya dan menunduk dengan semburat pink di kedua pipinya.
"Oke, kalau begitu ayo kita mulai pertandingannya" ajak Donghae yang kembali ketengah lapangan dan memulai kick off.
OoOoOoOoOoO
Pertandingan berakhir dengan hasil seri 2-2. Yang membuat kedua namja itu lelah dan merebahkan diri di atas rerumputan hijau.
"Wah, kau handal juga Hae" kata Eunhyuk yang menjadikan tangannya sebagai bantalan.
"Kau sendiri juga hebat" Donghae merubah posisinya menjadi duduk dan memandang Eunhyuk.
Donghae POV ~
Aku merubah posisiku menjadi duduk dan memandangi Eunhyuk, aku terbelalak melihat wajah Eunhyuk yang pucat pasi dan sangat kelelahan. Dia sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Aku segera pergi ke mobil mengambil dua buah minuman isotonik dan melemparkannya pada Eunhyuk. Kulihat Eunhyuk menandaskan minumannya dengan sangat cepat. Kupegang dahinya dan berkata "Apa kau baik-baik saja?" dahinya terasa amat dingin dengan keringat yang begitu banyak di wajahnya. Segera ku ambil sapu tangan yang berada di sakuku dan menyeka keringat di dahi Eunhyuk.
Donghae POV End ~
Eunhyuk POV ~
Donghae menyeka keringat di dahiku segera ku tepiskan tangannya dari dahiku dan berdiri. "Aku tak apa-apa Hae" jawabku yang mengambil bola dan mulai memainkannya. Kualihkan dirinya pada sebuah pertanyaan.
"Hae, kitakan seri, jadi bagaimana kalau kita memenuhi semua syarat yang kita ajukan tadi"
Eunhyuk POV End ~
Normal POV ~
"Hae, kitakan seri, jadi bagaimana kalau kita memenuhi semua syarat yang kita ajukan tadi" usul Eunhyuk.
"Baiklah, ayo kita pergi, sudah sore" Donghae mulai berdiri dan melangkahkan kakiknya menuju mobilnya.
OoOoOoOoOoO
Tiba-tiba saja Donghae memberhentikan mobilnya. Eunhyuk yang penasaran mengapa mereka berhenti di tepi sungai hanya menuruti Donghae yang menyuruhnya untuk segera turun
"Kajja, nanti kita terlambat" Donghae yang terlihat tergesa-gesa langsung menarik tangan Eunhyuk.
"Eh, bukannya kita mau pulang?" ujar Eunhyuk yang bingung sekaligus malu karena tangannya di genggam erat oleh tangan Donghae yang begitu hangat.
"Syukurlah, kita tak terlambat" ucap Donghae yang tengah menyeka keringat di dahinya.
"Terlambat untuk apa?" balas Eunhyuk. Donghae hanya menunjuk ke arah timur tanpa menoleh pada sang penanya.
Eunhyuk hanya mengikuti arah telunjuk Donghae. Dan Eunhyuk juga tercengang dengan suguhan pemandangan yang begitu luar biasa. Ya, mereka sedang menyaksikan tenggelamnya sang mentari. Donghae mempererat genggaman tangannya dan menoleh ke arah Eunhyuk.
Chu~
Donghae mengecup pipi Eunhyuk kilat. Eunhyuk yang merasakan hangat di pipinya langsung menatap Donghae dan menunduk malu.
"Apa kau menyukainya?" tanya Donghae sembari memegang dagu Eunhyuk agar menatap matanya yang teduh.
Eunhyuk yang sudah malu setengah mati hanya dapat mengangguk mantap. Dan tanpa Eunhyuk sadari bulir air mata jatuh dari kedua manik matanya.
Melihat orang yang sedang berhadapan dengannya menangis,reflek Donghae mengulurukan tangannya dan menyeka air mata Eunhyuk dengan ibu jarinya.
"Kenapa kau menangis? Apa aku berbuat salah" tanya Donghae yang merasa bersalah.
"Aniya, aku hanya terharu saja" Eunhyuk segera menyeka air matanya sendiri yang sudah mengering. Dan merasakan hatinya yang perih.
Eunhyuk POV ~
Mianhae Hae, Mianhae aku tak dapat berkata jujur padamu.
Eunhyuk POV End ~
.
.
.
.
.
TBC
Author : hai ketemu saya lagi. Mian, baru update, soalnya saya gak tahu ada di mana? Jadi saya harus nanya sana-sini pada penduduknya. Ini juga karena tendangan si Kuda
Siwon : siapa yang lu maksud dengan kuda# mengeluarkan aura hitam dari belakangnya
Author : lho? Kok oppa bisa ada di sini #garuk-garuk kepala
Siwon : #masih mengeluarkan aura hitam dan kini mengepalkan tangannya
Author : perasaan saya kok mulai gak enak ya..
Siwon :# mendekati author
Author : #menghindar
Siwon : #mengejar author
Author : hieee ma'af kalau ceritanya makin aneh. Jangan lupa review ya, kalau tidak review sama saja membunuh saya #mimik serius hahaha... tidak, tidak saya hanya bercanda, kalau ga review juga gak apa-apa kok.
Eunhyuk : memang author aneh, udah di kejar kayak gitu masih aja bisa bercanda dengan santainya
Author : jeongmal mianhae, saya tak dapat membalas reviewan readers, dan tak segera meng-update cerita ini, sekali lagi saya minta ma'af. Dan jeongmal kamsahamnida readers yang menyempatkan waktunya buat baca epep abal saya, apalagi yang menyempatkan review, sekali lagi jeongmal kamsahamnida chingudeul#deep bow Eunhyuk : thor, jangan minta ma'af mulu', sono minta review
Author : Seharusnya saya yang berkata kayak gitu =.=a, yah terserah deh, readersdeul saya minta reviewnya ne? tapi kalau tak sempat juga tak apa. sampai jumpa dengan saya di chapter depan... pai-pai ^.^/
Hug warm ~
