Title : The Second Chance
Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F
Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya
Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidak Sengajaan
Pair : HaeHyuk
Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon
Support Cast : Super Junior member and Other
Rating : T
Genre : Romance and Hurt (maybe)
Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll
.
.
.
DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...
.
.
.
UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?
.
.
.
Suzume Saezuri Present The Second Chance
.
.
.
Don't Be A Plagiator
.
.
.
Preview :
"Kenapa kau menangis? Apa kau tak suka ketika aku mencium pipimu?" tanya Donghae yang merasa bersalah.
"Aniya, aku hanya terharu saja" Eunhyuk segera menyeka air matanya sendiri yang sudah mengering. Dan merasakan hatinya yang perih.
Eunhyuk POV ~
Mianhae Hae, Mianhae aku tak dapat berkata jujur padamu.
Eunhyuk POV End ~
Chapter : 5
Donghae lalu mengantarkan Eunhyuk pulang. Eunhyuk masih merasakan luka yang mendalam di hatinya. Walaupun begitu tapi dia juga senang diajak Donghae jalan-jalan.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Eunhyuk. Donghae segera berlari untuk membukakan pintu mobilnya untuk Eunhyuk.
"Gomawo Hae" Eunhyuk menunjukkan gummy smile-nya lagi, tapi yang membuatnya berbeda adalah Donghae melihat Eunhyuk tersenyum dan membalas senyuman Eunhyuk.
"Ne, besok kujemput lagi" Donghae segera menuju mobilnya dan bergegas pulang, tapi Donghae berhenti ketika Eunhyuk memangilnya.
"Ne, wae?" balas Donghae membuka kaca mobilnya.
"K-kau tak m-mau mampir dulu?" tawar Eunhyuk yang sekarang wajahnya memerah.
"Tak usah, lagian ini udah sore, dan aku ada janji dengan Jessica, besok jam 6.15 harus siap ne?" Donghae pun memacu mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Eunhyuk.
Eunhyuk POV ~
Apa Donghae hanya menganggapku sebagai teman saja? Apa hubungan Jessica dan Donghae? Apa mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih? Arrrrgghhttt... aku mengacak-acak rambutku, kebisaan ketika sedang mengalami frustasi. Kulangkahkan kakiku menuju pintu rumah. Hatiku yang semula perih kini bertambah perih. "Dor" kakakku yang berniat mengagetkanku, malah kaget sendiri melihat tingkahku yang tak menggubris kejutan yang di buatnya. Noona mengikutiku dari belakang.
"Hyukkie, kenapa mukamu kusut kayak gitu? Apa namja tadi menyakiti perasaanmu?" Noona ikut duduk di sampingku.
Eunhyuk POV End ~
Normal POV ~
"Hyukkie, kenapa mukamu kusut kayak gitu? Apa namja tadi menyakiti perasaanmu?"
"..." diam, Eunhyuk hanya merespon dengan keadaan diam.
Karena merasa lelah, Eunhyuk berjalan menuju kamarnya. Kepalanya terasa pusing dan nafasnya sesak. Segera dia merebahkan tubuhnya ke ranjangnnya.
"Lalu apa maksud kau menciumku Hae" kata Eunhyuk lirih. Eunhyuk terus saja mengoceh tak jelas sambil mengganti seragam sekolahnya. Hingga akhirnya dia pun tertidur.
OoOoOoOoOoO
Eunhyuk POV ~
Aku beranjak bangun. Ku raih i-phone ku dan melihat jam berapa sekarang. Ternyata aku tidur cukup lama. Aku beranjak dari kamarku menuju dapur menuruti kata perutku yang terus berbunyi minta diisi. Kutemukan 2 buah pisang dan segelas susu strawberry, ku lahap dengan cepat pisang-pisang tersebut dengan cepat dan menandaskan minumanku.
Aku menuju ruang keluarga dan menyalakan tv. Ku ganti terus chanel tv mencari saluran yang bagus. Tapi tak ada. Aku bosan. Ku pandangi jam dinding yang masih menunjukkan pukul 12.00 tengah malam. Tiba-tiba saja i-phoneku bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Kurogoh celanaku dan membuka pesan tersebut.
Aku membelalakkan mataku tak percaya. Ya, tadi yang mengirimiku pesan adalah Donghae. Katanya dia tak bisa tidur dan kini dia menungguku di halaman rumahku. Segera kulangkahkan kakiku menuju pintu depan dan memandang ke luar dari jendela. Mungkin saja dia berbohong padaku, tapi di masih menunggu di luar.
Secepat mungkin aku mengambil mantel yang terletak di samping pintu.
Kubuka kunci pintunya dan menghampiri namja tersebut. Dingin. Itulah yang kuarasakan ketika melangkahkan kakiku untuk mendekati Donghae.
"Hae, sudah lamakah kau disini?" tanyaku sambil mengosok-gosok kedua telapak tanganku.
"Baru setengah jam yang lalu" katanya enteng.
Ya, dia itu pabbo atau apa? Seandainya saja aku tadi belum bangun dan tak tahu ada pesan darinya. Mungkin saja dia akan jadi es balok.
"Apa kau tidak kedinginan? Ayo masuk" Ajakku
"Aniya, lagian aku kesini cuma mau melihat kamu" katanya sambil memeluk dirinya sendiri.
Entah apa yang sedang ku pikirkan, tiba-tiba saja aku semakin mendekatinya dan memeluk tubahnya yang dingin. Donghae membelalakkan matanya shock. Tapi tak lama kemudian dia membalas pelukanku.
Aku yang sudah sadar dengan tingkahku segera melepas pelukanku dari Donghae. Tapi Donghae malah mempererat pelukannya.
"Biarlah begini sebentar. Aku masih membutuhkan tubuh hangatmu" Donghae mengelus puncak kepalaku.
Tak lama diapun melepaskan pelukannya.
"Gomawo" katanya lirih. dia melambaikan tangannya dan segera menghilang bersama mobilnya.
Aku segera masuk kedalam, mengingat cuaca yang bertambah dingin. Kuhela nafasku panjang. Aku tak tahu apa yang diinginkan Donghae, apa dia berniat menyakiti hatiku? Memikirkannya saja sudah membuat mataku berkaca-kaca. Jam menunjukkan 01.00 dini hari. Aku kembali lagi kekamarku dan tidur.
OoOoOoOoOoO
Cuit cuit cuit...
Terdengar suara burung yang menandakan hari sudah pagi kuraih iphone ku di atas meja, jam 05.30. ah 10 menit lagi. Aku segera menarik selimutku sampai dagu bermaksud untuk tidur lagi. Mungkin gara-gara kemarin begadang jadi aku masih mengantuk. Omo! Aku ingat kalau aku nanti di jemput Donghae. Segera kusibakkan selimutku dan melipatnya. Bergegas ke kamar mandi.
Eunhyuk POV End ~
"Chagi~ ayo bangun... sudah jam 6 lho.." ujar nyonya Lee yang sedang menghidangkan sarapan pagi. Karena tak ada jawaban, nyonya Lee berinisiatif untuk mendatangi kamar anaknya yang berada di lantai dua.
"Cklek.."
Ternyata pintunya tidak terkunci. Diedarkan pandangannya menuju ranjang. Kosong. Sayup-sayup terdengar shower yang di nyalakan.
"Wah, sedang mandi rupanya" ucap nyonya Lee yang membuka gorden agar cahaya matahari pagi dapat masuk.
Nyonya Lee yang ingat belum menyediakan susu strawberry, bergegas turun.
Eunhyuk POV ~
Segar.., kulihat pintu kamarku terbuka, pasti eomma yang masuk. Kenapa aku yakin dengan jawabanku, karena kalau noona yang masuk kekamarku tak mungkin dia membukakan gorden jendela.
Aku menyandang ranselku menuju kebawah, kulihat susu kesukaanku sudah ada di meja. Tanpa disuruh, langsung ku tandaskan isinya dalam waktu kurang dari 10 detik.
Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 6.10 menit. Masih ada waktu 5 menit. Tanpa babibu ku habiskan segera nasi goreng kimchi yang masih hangat.
Eunhyuk POV End ~
Normal POV ~
Ting-tong
Terdengar bel rumah berbunyi yang menandakan ada yang datang. Eunhyuk yang tahu bahwa itu Donghae langsung membukakan pintu rumahnya.
"Apa kau sudah siap?" tanya Donghae yang sedang berdiri di ambang pintu.
"kajja kita berangkat" lanjut Donghae yang menarik tangan Eunhyuk secara paksa.
"Eh, n-ne. Eomma aku berangkat dulu" Eunhyuk langsung menyesuaikan langkah Donghae yang lebar-lebar.
"Mian, yang kemarin. Gara-gara aku, kau kurang tidur" Doghae membuka pembicaraan.
"Ah, itu bukan salahmu, aku memang sudah bangun" balas Eunhyuk yang menunduk dan segera masuk ke mobil Donghae.
OoOoOoOoOoO
Akhirnya mereka sudah sampai di sekolahan.
"Hatchu" suara bersin terdengar dari Eunhyuk. Donghae yang mendengar,langsung mengahampiri Eunhyuk.
"Apa kau terkena flu, gara-gara kemarin? Kenapa kau masih sempat sekolah? Bagaimana kalu flumu tambah parah? Sebaiknya kita ke ruang UKS. Serentetan pertanyaan di ajukan oleh Donghae dengan nada khawatir di dalamnya.
Eunhyuk hanya menggeleng menjawab semua pertanyaan Donghae.
"Benar, kau tidak apa-apa?" tanya Donghae lagi untuk memastikan.
"Sudahlah Hae, itukan hanya flu biasa, tak pelu khawatir sampai begitu. Nanti juga sembuh" Eunhyuk mulai berjalan ke kelasnya bersama Donghae.
"Apa aku boleh tanya sesuatu?" Donghae menangkup pipi Eunhyuk yang terasa dingin, agar melihat mata pandanya.
"A-apa Hae" kata Eunhyuk yang berusaha melepaskan tangan Donghae dari pipinya.
"sejak kapan kau jadi tak gugup jika bersamaku?" kini tangan Donghae merangkul pundak Eunhyuk dan mengajakknya berjalan lagi.
"A-anu, kau tahu dari mana kalau aku selalu gugup jika bersamamu?" Eunhyuk hanya menuruti Donghae.
"Kibum" jawab Donghae singkat
"Sebenarnya aku punya kepribadian aneh. Kalau aku sudah kenal seseorang dengan lama, aku dapat bicara leluasa, begitu juga kalau lewat jejaring sosial. Tapi kalau aku baru dekat dengan seseorang yang baru kukenal aku akan tergagap di sampingnya" jelas Eunhyuk panjang lebar.
"Oh, pantas saja ketika aku pertama bertemu denganmu kau sangat semangat menceritakan sesuatu pada Kibum" kata Donghae
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap mereka dengan senyum evil menghiasi wajahnya.
"Ehmm"
Sontak Donghae dan Eunhyuk mencari asal suara. Seketika itu mata Eunhyuk membulat sepenuhnya.
"Ki-ki-kibum" ucap Eunhyuk tergagap seperti pencuri yang tertangkap basah.
"Wah wah wah, sepertinya ada sepasang kekasih bermata panda nih" goda Kibum yang mulai mendekati Eunhyuk.
"A-apa maksudmu?" tanya Eunhyuk yang menunduk malu
"Lihatlah mata kalian sama-sama memiliki kantung mata. Apa yang menyebabkan kalian tak bisa tidur? Ah~ jangan-jangan kalian tidak bisa tidur gara-gara memikirkan satu sama lain ya? Wah so sweet banget, kalau begitu aku pergi saja dari pada mengganggu kalian. Bye-bye" Kibum langsung melenggang pergi begitu saja.
Suasana yang semula terasa akrab berubah canggung gara-gara perkataan seorang Kim Kibum.
Seolah tersadar. Donghae memecah keheningan tersebut dengan sebuah pertanyaan pada Eunhyuk.
"Eh, sejak kapan Kibum tak pernah terlambat sekolah lagi?"
"Entah, sepertinya dia sering berangkat pagi akhir-akhir ini" balas Eunhyuk.
"Hae" panggil seseorang dari kejauhan.
Donghae menoleh kebelang mencari orang yang baru saja memanggilnya. Di dapatinya Siwon setengah berlari menghampirinya.
"Annyeong Hyuk" sapa Siwon ketika sampai di tempat berdirinya Donghae.
"Annyeong hyung" jawab Eunhyuk sopan
"Ehm, bukannya tadi kau memanggilku Won? Tapi kenapa aku yang di acuhkan?" Donghae sebal atas kelakuan Siwon.
"Hyuk, sepertinya namjachingumu cemburu pada kita" goda Siwon.
"Ah, itu, anu a-aku bukan namjachingunya" ucap Eunhyuk kaget.
"AWW" jerit Siwon yang kakiknya diinjak oleh Donghae.
"Heh, jangan bilang padanya kalau aku akan menjadikannya namjachinguku" ancam Donghae berbisik pada Siwon.
"Haah, kau belum menyatakan perasaanmu? Kalau kau tak segera menyatakan perasaanmu. Mungkin dia akan cari penggantimu" ujar Siwon
Eunhyuk melihat tingkah laku kedua sunbaenya dengan polos tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
"Eh, kalau begitu aku pergi dulu, aku tak mau menggangu kalian bye" Siwon menepuk bahu Donghae dan beralalu dari hadapan mereka.
"Awas kau" ancam Donghae yang mengepalkan tangannya.
"Memangnya apa salah Siwon hyung hingga kau mengancamnya?" tanya Eunhyuk sedikit penasaran.
"Ah, tah usah dipikirkan. Kajja kita ke kelas" ajak Donghae
OoOoOoOoOoO
Tak terasa waktu istirahat telah datang. Donghae sedang tak ingin menemui Eunhyuk entah apa alasannya.
Donghae POV ~
Entah mengapa aku tak ingin melihat Eunhyuk. Kulangkahkan kakiku menuju halaman belakang sekolah yang jarang di tempati siswa. Aku selalu berfikir setiap aku berada di sampingnya, aku merasa waktu Eunhyuk sangat terbatas. Seolah dia akan pergi jauh.
"Dor" aku terkejut ketika ada seseorang yang mengejutkanku dari belakang. Aku menoleh ke belakang. Ternyata Jessica.
"Hey, masih pagi jangan melamun terus, nanti kesambet setan lho oppa" katanya sembari duduk di sampingku
Donghae POV End ~
Normal POV ~
"Hey, masih pagi jangan melamun terus, nanti kesambet setan lho oppa" kata Jessica sembari duduk di samping Donghae.
"Apa yang membuat oppa melamun?" lanjut Jessica.
Donghae malah melanjutkan melamunnya tanpa mempedulikan Jessica.
"Apa kau memikirkan 'dia'?" Jessica menekankan kata dia dalam kalimatnya.
Seolah tahu maksud Jessica, Donghae mengangguk pelan. Entah mengapa matanya memancarkan kesedihan di dalamnya.
OoOoOoOoOoO
Eunhyuk POV ~
Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh kantin. Tak ku temukan namja bermbut brunette itu.
Kibum...?, entah kemana bocah itu, semenjak istirahat langsung melesat pergi meninggalkanku.
Mungkin Donghae ada di halaman belakang sekolah. Aku juga tak tahu mengapa aku dapat beranggapan seperti itu. Tapi mau cari kemana lagi? Ke kelasnya, kosong. Di kantin juga tak ada.
Akhirnya Donghae ketemu. Tapi dia tidak sendiri, di sampingnya ada seorang yeoja yang tengah merangkulnya. Hatiku seolah tertusuk pisau berkali-kali melihat pemandangan yang kurang mengenakan itu.
Tak dapat kutahan lagi bendungan air mataku, toh akhirnya jatuh juga.
Kupalingkan wajahku dan berlari-lari kecil menuju toilet yang tak jauh dari situ. Dengan air mata yang masih mengalir bak anak sungai. Ku usap cairan tersebut yang telah berbekas di kedua pipiku.
"Apa kau sedang mempermainkan hatiku?hiks hiks Seandainya kau tak menyukaiku, kenapa kau memberikan perhatian lebih padaku? Hiks hiks" gumamku lirih, untung saja tak ada orang selain diriku di toilet. Jadi aku bisa meluapkan perasaanku yang begitu rapuh.
Teng Tong Teng Tong
Terdengar bel berbunyi segera ku basuh mukaku yang penuh air mata itu dengan air. Kulihat diriku di cermin, mataku sembab.
Eunhyuk POV End ~
.
.
.
.
.
TBC/END
Author : Hai, hai hai? masih adakah yang ingat dengan epep abal-abal ini? Mian baru bisa publish. Dan tak terasa udah nyampe chap 5 :D Ini semua berkat dukungan kalian semua#deep bow jeongmal kamsahamnida #deep bow
Saya langsung balas review saja ne ini juga untuk chap 3 :
ayKyuMina :
hwaa…, benarkah :') umur saya 15 tahun. Itu muncul dari mimpi dan pengalaman juga imajinasi saya. Saya udah buat epep baru, itu juga ada tokoh Kyumin nya, tapi gak jadi main pair. Kalau mau akan saya publish. Nado kamsahamnida udah mau mereview epep saya. Review lagi ne
ressijewelll :
Ha'a, itu emang Donghae. Saya gak tega misahin HaeHyuk. Jeongmal kamsahamnida udah mau review, review lagi ne n.n
Aiyu Kie :
Kalau pengen tahu ikuti aja ceritanya ne n.n ini juga udah di lanjut~ Jeongmal kamsahamnida udah mau review epep saya. Review lagi ne
HyukmilikHae :
Jinjja? Mian baru bisa publish dan mian membuat chingu menunggu lama. Ini udah dilanjut. Jeongmal kamsahamnida udah mau review. Kalau bisa review lagi ne
Lee Eun Jae :
Ikuti ceritanya aja ya? Jeongmal mianhae saya tak dapat update kilat, soalnya saya takut kilat#appa'ansih -.- kamsahamnida udah mau mereview epep abal-abal saya. Kalau bisa, review lagi ne#menengadahkan tangan
Siwon lewat, "ma'af gue gak punya uang receh" #pergi begitu saja -.-"
anchofishy :
soal… soal… soal apaan ya?#gubrak Saya maunya ya, cepet-cepet. Tapi Haeppa masih dag dig duer…. Untuk nyatain perasaannya -.- Jeongmal kamsahamnida sudah mau mereview epep saya. Review lagi kalau mau n.n
Lee Eun In :
Gak apaapa. Temukan sendiri aja ne, apakah Hyukkie punya penyakit, apa nggak. Hehehe Tanya aja langsung sama Haeppa#digorok reader mian-mian, maksud saya ikuti aja jalan ceritanya# reader: ujung-ujungnya itu lagi -.-" Jeongmal kamsahamnida telah review epep saya, review lagi ne
myfishychovy :
Ini udah dilanjut, tapi update kilatnya nggak bisa, mian ne tapi gomawo udah meluangkan waktu untuk epep gaje saya. Review lagi ne
Guest :
Kalau mau tahu ikuti alur ceritanya ne. jeongmal kamsahamnida udah mau review. Bolehkah saya minta review lagi?
Hwuaa akhirnya selesai juga balas review. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak pada semua reader yang udah nyempetin baca ni epep,#deep bow
Terima kasih juga buat yang udah memfave, memfollow cerita gaje bin abal ini#deep bow
Big thank's for : sweetyhaehyuk, , nyukkunyuk, feykwangie,Aiyu Kie, Arit291, ressijewelll, HyukmilikHae, ayKyuMina, Riana TrieEdge, Daevicto024, nurul. , gdtop, Lee Eun Jae, anchofishy, Lee Eun In, myfishychovy, dan Guest
Kalau ada nama yang belum tercantum, atau salah penulisan bilang sama saya. Nanti saya ganti. Yang review lewat akun, saya balesnya lewat pm ne. sekali lagi terima kasih banyak, pai-pai di chap depan \^.^/
