Title : The Second Chance
Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F
Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya
Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidak Sengajaan
Pair : HaeHyuk
Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon
Support Cast : Super Junior member and Other
Rating : T
Genre : Romance and Hurt (maybe)
Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll
.
.
.
DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...
.
.
.
UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?
.
.
.
Suzume Saezuri Present The Second Chance
.
.
.
Preview :
"Apa kau sedang mempermainkan hatiku?hiks hiks Seandainya kau tak menyukaiku, kenapa kau memberikan perhatian lebih padaku? Hiks hiks" gumamku lirih, untung saja tak ada orang selain diriku di toilet. Jadi aku bisa meluapkan perasaanku yang begitu rapuh.
Teng Tong Teng Tong
Terdengar bel berbunyi segera ku basuh mukaku yang penuh air mata itu dengan air. Kulihat diriku di cermin, mataku sembab.
Eunhyuk POV End ~
Chapter : 6
Eunhyuk sampai di kelasnya tepat waktu sebelum seongsaenim sampai di kelas. Kibum memadang sahabatnya yang matanya sembab.
"Hyuk, kenapa matamu sembab? Apa kau habis menangis?" tanya Kibum yang masih menatap Eunhyuk.
"Ah, tidak kok, tadi ada debu yang masuk ke mataku, jadi aku membasuh mukaku" bohong Eunhyuk. Kebiasaan buruknya ketika dia sedang sedih atau terluka. Menyembunyikan perasaan dan rasa sakitnya rapat-rapat.
Tapi Kibum yang sudah menjadi teman dan sahabatnya semenjak masih TK tahu apa yang sedang di rasakan Eunhyuk.
"Apa ini ada kaitannya dengan Donghae hyung?"
Sebulir air mata kembali turun dari iris coklatnya dan membasahi pipinya lagi.
"Apa dia melukaimu?" lanjut Kibum
Nanti sepulang sekolah aku akan ke rumahmu, jadi nanti ceritakan apa masalahmu" tutur Kibum lagi.
Eunhyuk hanya mengangguk dan menghapus air matanya. Kembali fokus pada pelajaran.
OoOoOoOoOoO
Eunhyuk ingat kalau dia berangkat bersama Donghae. Tak mau hatinya terluka lebih dalam lagi, Eunhyuk pulang dengan berjalan kaki.
Donghae POV ~
Aish.. aku lupa kalau aku tadi bersama Eunhyuk. Apa dia masih menugguku? Aku bergegas menuju parkiran mobil dan melihat ke gerbang.
Tak ada
Kupacu mobilku dengan kecepatan yang dapat dibilang di atas rata-rata. Kulihat namja berambut merah kecoklatan.
Tin Tin...
Dia Cuma menghindar saja tanpa menoleh. Ku pandangi lekat-lekat namja berambut merah kecoklatan itu. Memastikan apa itu Eunhyuk apa bukan.
Itu memang Eunhyuk tapi mengapa tubuhnya bergetar seperti itu?
Segera aku turun dari mobil dan menghampirinya.
"Eunhyuk" panggilku dengan suara agak keras. Tapi dia tak menoleh. Kubalikkan badannya secara paksa.
"Eunhyuk" kata ku. Tapi ketika melihat wajahnya aku terbelalak dengan apa yang ada di hadapanku.
Donghae POV End ~
Eunhyuk POV ~
Ku dengar namaku di panggil oleh seseorang yang sangat kukenali itu. Tapi aku tak berani menoleh, aku masih takut... takut melihat wajahnya yang akan membuat hatiku serasa di hujam pisau. Perih.
Tapi apa dayaku yang tengah rapuh, ketika tangannya memegang pundakku dan membalikkan badanku secara paksa.
Aku sudah tak dapat menahan air mataku lagi, entah sudah keberapa kalinya hari ini aku menangis.
"Hyuk... kenapa kau menangis?" tanyanya mengelus puncak kepalaku dengan rasa kasih sayangnya.
"T-tadi aku hanya mendengarkan lagu yang sangat menyentuh hingga aku menangis" bohongku padanya walau setengahnya benar. Sembari menyeka air mata yang masih tersisa dipipiku.
Agar lebih percaya ku serahkan headphone yang dari tadi melingkar manis di leherku. Ku rogoh sakuku dan mengambil iphone ku serta kuputar lagi lagu yang tadi memang sedang ku dengarkan yang merupakan cerminan isi hatiku saat ini.
Dia hanya mengangguk tanda mengerti. Dan menggaet tanganku agar pulang bersamanya.
Saat perjalanan pulang aku hanya menunduk menahan sakit di hatiku yang tambah perih.
Eunhyuk POV End ~
Donghae POV ~
Entah mengapa sikapnya tak seperti biasanya. Kulirik dia yang masih menundukkan kepalanya. Terlihat jelas iris matanya menyiratkan rasa sakit yang sangat mendalam. Membuat hatiku ikut merasakan perih.
Donghae POV End ~
Normal POV ~
Keadaan yang tercipta dalam mobil Donghae, membuat perjalanan pulang terasa amat lama.
Eunhyuk yang sudah tak dapat menahan rasa perihnya langsung mengucapkan terima kasih dan tak usah menjemputnya besok, ketika mereka sudah sampai pekarangan rumah Eunhyuk.
Tanpa mempedulikan balasan dari Donghae, Eunhyuk langsung melenggang pergi.
Donghae hanya mengangguk dan meninggalkan halaman rumah Eunhyuk dengan rasa penasaran dengan sifat Eunhyuk tadi.
Donghae POV ~
Apa yang membuatmu jadi berubah seperti itu? Apa masalahmu ini ada kaitanya dengan diriku hingga kau tak mau di jemput olehku?
Donghae POV End ~
"Cklek"
"Aku pulang" kata Eunhyuk tanpa semangat mengiringi kalimatnya. Tak seperti biasanya.
Langsung saja dia pergi kekamarnya, menumpahkan semua air matanya, tak mempedulikan Kibum yang sudah ada di sana.
"Hyuk, gwaenchanayo?" tanya Kibum yang mendekat ke arah Eunhyuk.
Eunhyuk langsung mendekap tubuh Kibum yang telah berada di sampingnya dan meluapkan emosinya.
"Hatiku sakit Kibum" kata Eunhyuk yang terus memegangi dadanya
"Apa gara-gara Donghae?" tebak Kibum yang tepat sasaran.
Eunhyuk hanya mengangguk di sertai suara tangisan yang masih mengalun dari bibirnya.
"D-dia sudah punya seorang yeojachingu, a-apa selama ini perhatiannya yang berlebih itu hanya sebatas kakak adik? Kenapa dari dulu dia tak pernah bilang tentang perasaannya yang hanya sebatas itu? Itu membuatku beranggapan lebih, kalau dia juga merasakan apa yang kurasakan. Tapi ternyata itu hanya mimpi belaka bagiku" Eunhyuk yang semula menangis kini sudah mereda, dia mengatakan dengan senyum yang miris. Jelas senyuman yang terlihat sangat di paksakan.
"Kibum..." panggil Eunhyuk
"Ya, Hyuk? Apa kau sudah merasa sedikit lega?" tanya Kibum yang masih memeluk Eunhyuk.
"Ne, Gomawo, gomawo kau mau mendengarkan setengah isi hatiku" balas Eunhyuk yang mulai melepaskan pelukannya pada Kibum.
"Pulanglah Kibum, aku sudah tak apa" lanjut Eunhyuk
"Benar kau sudah tak apa? Tapi kenapa wajahmu memucat seperti itu?" Kibum menunjuk muka Eunhyuk yang memang pucat pasi.
"Ya, aku sudah tak apa. Kasihan ahjumma nanti mengkhawatirkanmu yang belum pulang-pulang padahal sudah waktunya pulang" Eunhyuk mengantar Kibum hingga depan rumahnya.
"Pai-pai" Kibum berjalan meninggalkan Eunhyuk sambil melambaikan tangannya.
Tiba-tiba saja Eunhyuk merasa sangat pusing. Seolah tak dapat menahan bebannya lagi, Eunhyuk menyusuri tangga menuju kamarnya.
Eunhyuk langsung menghempaskan tubuhnya yang melemas ke atas ranjangnya yang empuk. Dia berusaha memejamkan matanya dan melupakan rasa sakit di pinggangnya.
Eunhyuk POV ~
Apa sakit yang kurasakan ini pertanda hidupku yang makin pendek? Aku masih ingin hidup lebih lama.
Kucoba pejamkan mata dan melupakan rasa sakit yang teramat sangat ini. Tapi sekeras apapun ku mencoba, aku tak bisa memejamkan mata.
Kuambil air putih yang tak jauh dari tempat tidurku, lalu ku tandaskan hingga habis. Kulirik jam di dinding yang telah menunjukkan pukul 18.00.
Aku teringat bahwa aku belum mandi. Dengan langkah terseok-seok aku menuju kamar mandi.
OoOoOoOoOoO
Kurasakan badanku masih terasa letih. Dan kantuk telah menyerangku. Tak lama kemudian aku sudah terbang ke alam mimpi.
Eunhyuk POV End ~
OoOoOoOoOoO
Normal POV ~
"Chagi ayo bangun? Sudah jam 5.30 nanti kau terlambat lho?" teriak sang eomma. Tak ada jawaban.
Di biarkannya sang buah hati untuk tidur sebentar lagi, mungkin masih lelah.
Nyonya Lee meneruskan acara memasaknya dengan Lee Sora.
Karena keasyikan memasak, mereka tak sadar ketika jam telah menunjukkan pukul 06.00 pagi.
"Wah sudah jam 06.00, tapi aku belum lihat si monyet menampakkan batang hidungnnya, dan lagi susu strawberrynya masih tergeletak manis di meja" dengan langkah penasaran, Sora menuju kamar saengnya. Dibukanya pintu yang ternyata tak terkunci.
Mata Sora terbelalak kaget dengan pemandangan yang baru saja di saksikannya itu.
"Eomma, Hyukkie pingsan" teriak Lee Sora yang sukses membuat nyonya Lee kaget dan berlari tergopoh-gopoh meraih telphone rumah.
OoOoOoOoOoO
"Dia hanya terlalu lelah dan dia harus beristirah untuk beberapa waktu, jangan biarkan dia mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat. Dan ini obat yang harus dia minum" ucap dokter Park yang telah selesai memeriksa Eunhyuk dan memberikan obat pada nyonya Lee.
"Terima kasih banyak" nyonya Lee yang tadinya duduk segera berdiri dan menjabat tangan dokter Park.
"Ah, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter keluarga anda nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu, annyeong" dokter Park pergi meninggalkan pasiennya.
"Annyeong" balas nyonya Lee.
OoOoOoOoOoO
Kibum POV ~
Kulirik bangku disebelahku yang kosong. Perasaanku berkata bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan namja yang duduk di sampingku. Kulihat jam yang sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Apa yang terjadi dengannya? Kalaupun dia tak berangkat, kenapa tak membawa surat izin, tak seperti biasanya.
Saat pelajaran aku masih berdebat dengan pikiran yang berkecamuk di dalam kepalaku yang membuatku tambah pusing.
Nanti saja aku tanya langsung dengan Donghae hyung.
Kibum POV End ~
Normal POV End ~
Kibum tengah berlari kekantor OSIS. Sesampainya di sana Kibum mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Dilihatnya Donghae yang sedang membaca sebuah buku. Tanpa mengetuk pintu, Kibum langsung menerobos masuk.
"Hyung, apa tadi Eunhyuk terlambat?" Kibum memandang Donghae dengan tatapan harap-harap cemas.
"Eunhyuk? Tidak, memang kenapa?" Donghae menyernyitkan dahinya sambil menatap Kibum.
"Ah, terima kasih" Kibum segera meninggalkan Donghae yang terbengong-bengong.
"Ya, memang ada apa dengan Eunhyuk" Donghae yang telah tersadar dari keterbengongannya mengikuti Kibum yang belum berjalan lebih jauh.
.
.
.
.
.
TBC
Author : Masih adakah yang ingat epep ini? Kalau ada, saya mau ngucapin jeongmal mianhaeyo, karena update terlalu lama#deep bow, sekali lagi saya minta ma'af, Mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo readerdeul yang ini karena tak dapat membalas review readerdeul, tenang saja aku sudah membaca semuanya. Dan jeongmal kamsahamnida
