Title : The Second Chance

Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F

Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya

Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidak Sengajaan

Pair : HaeHyuk

Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon

Support Cast : Super Junior member and Other

Rating : T

Genre : Romance and Hurt (maybe)

Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll

.

.

.

DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d

.

.

.

IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...

.

.

.

UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?

.

.

.

Suzume Saezuri Present The Second Chance

.

.

.

Preview :

"Apakah kematianku sudah dekat?" gumam Eunhyuk.

"Tapi masih ada satu keinginanku yang belum terpenuhi. Keinginan untuk menjadi namjachingunya. Namjachingu seorang Lee Donghae. Setelah itu terwujud, aku akan sangat siap menghadapi kematianku, dan aku akan mati dengan menyunggingkan senyum di wajahku" lanjut Eunhyuk dengan tetesan-tetesan air mata yang mengalir dari muaranya.

Chapter : 8

Eunhyuk POV ~

Kuusap air mataku dengan kasar. Dan segera melihat isi ranselku.

"Kalau tak salah, tadi aku bawa obat yang kemarin diberi dokter Park" Gumamku pelan.

Ternyata benar, aku segera meminum obat tersebut dengan air mineral yang telah disediakan oleh eomma.

Masih sakit, tapi jauh lebih baik daripada tadi.

Eunhyuk POV End ~

OoOoOoOoOoO

Normal POV ~

Siwon yang kembali kekelas setelah mengantar – dan berkencan dengan – Kibum, tak sengaja berpapasan dengan Donghae yang berlawanan arah denganya di koridor.

"Hae, mau kemana?" Tanya Siwon yang menghentikan langkah namja berambut brunette itu.

"Kelas X B" balasDonghae singkat.

"Boleh aku berbicara denganmu sebentar ?tapi tidak di sini" pinta Siwon.

"Mmm, baiklah" balas Donghae

"Tapi, sebaiknya tak disini" lanjut Siwon yang mulai melangkahkan kakinya menuju atap sekolah.

OoOoOoOoOoO

Setelah sampai di atap, hening sesaat menghampiri mereka. Donghae pun tak mau memaksa apa yang ingin dibicarakan Siwon. Dan memilih untuk merasakan angin yang berhembus dengan lembut dengan memejamkan kedua matanya.

Selang beberapa menit, akhirnya siwon mulai angkat bicara, sembari menghampiri Donghae yang masih merasakan belaian angin pada wajahnya.

"Kau masih ingat, ketika Eunhyukkie tak berangkat?" tanya Siwon mengingatkan Donghae pada waktu itu.

"Ne" balas Donghae yang tak berpaling pada tempatnya semula.

"Kau tahu, aku melihatmu tengah membaca buku Biologi, setahuku kau tak suka dengan pelajaran Biologi." Akhirnya Siwon memulai pembicaraannya dengan Donghae.

"Haaah~ mungkin ini waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya padamu."

Donghae mulai bercerita pada Siwon.

OoOoOoOoOoO

Terlihat Donghae bercerita dengan bulir-bulir mata yang menuruni pipinya. Ya, Donghae menangis mengingat masa lalunya.

Sebagai sahabat yang baik, Siwonpun menenangkan Donghae dengan kata-katanya.

"Sudahlah Hae, aku percaya, Lee ahjuma pasti tengah memperhatikanmu dari surga dengan senyum yang mengembang karena melihat anaknya yang menepati janjinya"

"Gomawo" balas Donghae, lalu segera dia menghapus jejak-jejak air matanya dan bangkit dari duduknya.

"Mau kemana?" Tanya Siwon.

"Mau membasuh muka" ujar Donghae singkat.

OoOoOoOoOoO

Eunhyuk POV ~

Aku menuju toilet untuk membasuh mukaku yang basah karena air mata. Tiba-tiba aku melihat sesosok bayangan yang sangat familiar. Tak lama bayangan itu makin jelas dan menuju kearahku. Benar seperti yang kuduga, dia memang sanagt familiar dimataku, ya dia adalah Donghae. Ku sapa dirinya yang ternyata mau ke toilet. Tapi dia tak menghiraukan sapaanku dan masuk ke toilet begitu saja.

Tanpa sengaja aku mengerucutkan bibirku dan menyusulnya masuk ke toilet.~

OoOoOoOoOoO

Bel pun berbunyi menandakan waktunya masuk kelas. Nampaknya Kibum tengah gelisa menunggu seseorang.

Sebelum seongsaenim masuk, aku segera menuju tempat dudukku dan mendapati namja yang duduk disampingku memberikan death glare terbaiknya padaku. Tapi aku tahu dalam tatapan matanya terselip rasa khawatir.

"Ya, kemana saja kau? Huh?" Tanya Kibum dengan berkacak pinggang dan masih memperlihatkan death glarenya.

"Dari toilet" jawabku singkat dan mendudukkan diriku disamping Kibum.

Kurasakan dia menunggu penjelasan dariku.

"Haaah~ kau tahukan kalau jarak toilet sampai kelas kita itu agak jauh, aku kesana dengan jalan kaki, kalau aku lari nanti "itu" ku kambuh bagaimana?" jawabku tanpa memandang Kibum.

"Arra,arra" jawabnya.

Eunhyuk POV End ~

OoOoOoOoOoO

Normal POV ~

Tak terasa jam pulang sekolah telah berdenting. Terlihat seorang namja berambut brunette sedang terburu-buru menuju tempat parkir.

Donghae POV ~

Semoga saja dia tak menungguku. Kupercepat lagi langkahku. Dan akhirnya sampai juga,

"Huft~untung dia belum datang" gumamku.

Setelah menunggu beberapa menit, terdengar seorang yang sangat familier tengah menyapa pendengarnku.

"Hae, apa kau telah menunggu lama?" tanyanya

"Baru saja aku sampai disini, kajja!" ajakku, tak lupa kubukakan pintu untuknya.

Donghae POV End ~

OoOoOoOoOoO

Normal POV ~

Mobil tersebut sudah sampai di sebuah taman bermain. Eunhyuk yang ingat akan janjinya langsung meminta maáf pada Donghae.

"Mianhae, Hae, aku tak dapat menepati janjimu, seharusnya kita kesini kemari, mianhae, jeongmal mianhae"

"Gwaenchana, yang penting kau mau menemaniku"

OoOoOoOoOoO

Tak terasa senjapun menjelang, matahari dengan perlahan mulai tenggelam di ufuk barat. Terlihat sepasang namja yang tengah bergandengan tangan menuju kearah sebuah wahana bianglala.

Ya, mereka adalah Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Terlihat namja berambut brunette itu mengacungkan jempolnya pada petugas yang mengatur bianglala tersebut tanpa sepengetahuan Eunhyuk.

Donghae mempersilahkan Eunhyuk agar masuk terlebih dahulu. Lalu di susul oleh Donghae.

Kini mereka duduk saling berhadapan. Bianglalapun mulai bergerak. Tak terasa mereka sudah sampai puncak tertinggi. Namun bianglala tersebut malah berhenti berputar, membuat orang-orang yang menaiki bianglala itu mulai panik, tak terkecuali dengan namja manis yang sedang menangis tertahan, Karena bahunya yang betgetar.

Sedangkan Donghae malah menyeringai,pertanda bahwa rencananya mulai berjalan dengan lancar, tanpa mengetahui bahwa namja yang sebentar lagi akan menjadi namjachingunya sedang terisak pelan.

"H-H-Hae, aku, aku, aku takut" ujar Eunhyuk yang memandang Donghae dengan linangan air mata yang berhasil lolos dari pertahanannya.

Kaget, itulah yang sedang dialami Donghae. Kaget karena ini tidak masuk dalam perhitungannya. Namun sedetik kemudian Donghae mendekat kearah Eunhyuk dan memeluknya. Dielusnya punggung Eunhyuk yang masih bergetar.

"Gwaenchana, aku ada disini" ucap Donghae yang masih mengusap punggung Eunhyuk.

Eunhyuk membalas pelukan itu. Akhirnya Eunhyuk berhenti terisak karena pelukan Donghae yang terasa nyaman dan menenangkan.

Merasa tak enak pada Donghae, Eunhyuk segera melepaskan pelukannya, walaupun tersirat rasa tak rela. Namun, apa haknya untuk memeluk Donghae, dia bukan siapa-siapa bagi Donghae.

Hening sesaat, namun keheningan ini tak mengandung unsur kecanggungan melainkan ketenangan. Ditambah Dengan semburat jingga menghiasi langit sore yang menjadi latar belakangnya. Menambah kesan romantis.

Setelah menenangkan hatinya, Donghae segera berlutut didepan Eunhyuk.

"Lee Hyukjae saranghae, would you be mine? Menjadi yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku? Dalam kehidupan cintaku?" Tanya Donghae dengan mantap, yang berbanding terbalik dengan keadaan jantungnya yang tengah berdetak dengan keras.

Eunhyuk yang mendengar ucapan Donghae, langsung memfokuskan tatapannya pada iris Donghae. Mencari kejujuran, juga ketulusan yang ada. Terlalu lama menyelami manik dark brown tersebut, semburat merah mulai menjalar pada pipi Eunhyuk, dan berakhir dengan kepala Eunhyuk yang tertunduk.

"Hah~, jangan merasa terbebani, aku hanya ingin mengucapkan apa yang tengah aku rasakan, jadi bolehkah aku mencintaimu?" Tanya Donghae gugup dengan apa yang akan Eunhyuk ucapkan padanya.

"Nado saranghae Lee Donghae" Eunhyuk mengucapkan kalimat tersebut dengan wajah yang menunduk disertai warna merah seperti buah kesukaannya.

Donghae yang ragu dengan apa yang baru saja ia dengar, meminta Eunhyuk untuk mengulaninya lagi.

"Saranghae." Ulang Eunhyuk, yang langsung menerima pelukan hangat dari Donghae.

"Gomawo Hyukkie, jeongmal gomawo telah membalas rasa cintaku padamu."

Donghae merasakan tangan Eunhyuk yang mulai membalas pelukannya. Namun tak lama kemudian tangan yang melingkari leher Donghae melemas. Sadar dengan hal itu, Donghae melepaskan pelukannya dan sangat terkejut melihat namja yang baru saja menjadi namjachingunya sedang tak sadarkan diri.

"Hyukkie, Hyukkie, gwaenchanayo? Hyukkie, sadarlah chagi" Donghae menggoncang bahu namja bersurai redbrown tersebut dengan agak keras.

Dongahe segera menghubungi petugas bianglala agar bianglala tersebut berjalan dengan normal.

Akhirnya mereka sampai dibawah, Donghae segera membopong Eunhyuk ala bridal style dan melariaknnya ke rumah sakit terdekat.

OoOoOoOoOoO

"Suster, suster, tolong selamatkan Hyukkie"teriak seorang namja denga langkah yang tergopoh-gopoh mengangkat seorang namja manis yang tak sadarkan diri.

Tak sengaja Donghae bertemu dengan dokter keluarga Lee, dokter Park. Beliau segera menyarankan para suster tersebut untuk membawanya keruang ICU.

OoOoOoOoOoO

Donghae POV ~

Pikiranku sedang kacau, berjalan mondar-mandir layaknya setrika. Aku masih memikirkan kenapa Hyukkie langsung dibawa keruang ICU tanpa memeriksanya lebih lanjut? Aku tahu, dokter tersebut memang bekerja menjadi dokter pribadi Hyukkie. Tapi, separah itukah penyakit Hyukkie? Ya tuhan, semoga saja Hyukkie baik-baik saja.

Puk

Kurasakan sesuatu menepuk pundakku pelan. Sontak saja, aku langsung menolehkan kepalaku kearah sumbernya.

"Bagaimana keadaan Hyukkie" Tanya Kibum, namja yang baru saja menepuk pundakku. Terdengar nada khawatir dalam pertanyaannya.

"Mollayo" jawabku lesu.

Kibum kesini karena aku yang menghubunginya, untuk menelfonkan Lee ahjuma, eommanya Hyukkie.

Suasana semakin membuatku tegang. Kulihat Siwon yang datang bersama Kibum juga ikut tegang menunggu pintu ICU itu dibuka.

"Sebenarnya Hukkie sakit apa?" tanyaku memecah kesunyian.

"Hah~, sebaiknya aku segera bercerita pada kalian." Jawab Kibum dengan nada penyesalan yang mengikuti kalimatnya.

"Hyukkie, mianhae aku tak dapat memenuhi janjimu" lanjut Kibum dengan lirih.

Walaupun lirih, samar-samar aku mendengarnya dan menyernyitkan dahiku.

Apa sebegitu parahnya hingga Hyukkie tak mau berbagi cerita dengan orang lain?

Donghae POV End ~

Normal POV ~

"Sebenarnya Huykkie terkena kelainan ginjal sejak 5 tahun yang lalu. Dan yang mengetahui penyakit ini hanya aku dan dr. Park saja."

"Lee ahjuma juga tak tahu tentang hal ini?" tanya Donghae tak percaya.

Kibum hanya mengangguk sebagai jawaban, karena air mata yang mati-matian dia tahan akhirnya jatuh membasahi kedua pipi chubby-nya.

Donghae POV ~

Benarkah itu Hyukkie? Kenapa kau sembunyikan dari orang-orang disekitarmu? Bahkan eommamu sendiri kau tak beri tahu? Apa alasanmu? Mungkinkah kau takut jika orang yang kau sayangi menjadi khawatir terhadap kondisimu? Kenapa kau tak memikirkan keadaanmu?

Tuhan, tolong selamatkan Hyukkie-ku Aku tak ingin kehilangan orang yang sangat berharga bagiku untuk kedua kalinya. Kumohon selamatkanlah dia

Donghae POV End ~

Normal POV ~

Sudah ½ jam lebih Donghae menunggu ruang ICU dibuka. Bibirnya masih menggumamkan doa-doa untuk keselamatan Eunhyuk dengan sangat tenang. Hingga tak mendengar bahwa ruang ICU baru saja terbuka.

"Apa anda keluarga dari ?"

"Saya namjachingunya, bagaimana dengan keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" ujar Donghae yang menyudahi acara berdoanya.

"Kita bicarakan di ruangan saya saja." Ajak dr. Park yang kemudian diikuti oleh Donghae.

OoOoOoOoOoO

"Sebaiknya anda segera mencarikan donor yang cocok untuk ditransplantasikan pada Tn. Lee. Keadaannya sudah semakin kritis."

Ucapan dr. Park membuat Donghae merasa bersalah. Tapi sebuah ide tiba-tiba melintas di otaknya.

.

.

.

.

.

TBC/END

Author :" Readerdeul mianhae ne? Saya baru bisa update sekarang, gara-gara dongsaengku lagi mau ujian, jadi lappie terpaksa disita T.T

Siwon :"Thor, kenapa lo malah curcol gaje gitu?

Author :" Eh, mianhae ne. Saya gak bisa cuap-cuap karena keterbatasan waktu, jadi langsung balas review ne?

Chen Clouds : disini udah di kasih tahu penyakitnya. Jadi kalau kurang jelas tunggu chap berikutnya. Gomawo udah review. Review lagi ne ^^

mei Hun15 : ya ini udah di lanjut. Mianhaeyo lama T.T gomawo udah mau review dan jangan lupa review lagi ne ^^

casanova indah : hidup HaeHyuk ^^9 gomawo udah mau review, review lagi ne ^^

HyukmilikHae : disini udah dijelaskan. Jadi, selamat menikmati ^^ gomawo reviewnya, review lagi ne ^^

Kim HoJoong : salam kenal juga ^^ ne, ini udah update, mian lama T.T gomawo udah review, jangan lupa review lagi ne ^^

Anchofishy : ini, Haeppa udah nyatain perasaanya. Tapi.. hahh gomawo reviewnya, kalau boleh, saya minta review lagi ^^ ne

AykyuminA : uwaa, makasih udah review dari chap sebelumnya T.T #hug mian saya baru bisa update T.T. tapi saya berterimakasih atas reviewnya, jadisemangta, review lagi ne ^^

Maichi : kau tahukan, kalau saya sibuk #plak ne,ne akan saya usahakan gomawo ^^

TaeRi EunMin : salam kenal juga ^^ disi udah dikatakan Hyuk eomma sakit apa, jadi tak usah penasaran ne ^^. Gomawo udah review, review lagi ne ^^

Author : fyuhh~ akhirnya selesai juga ^^

Jeongmal gomawo kepada :

Leehyunseok99, chen clouds, mei Hyun15, Daevict024, Park EunRa JewELFishy, sweetyhaehyuk, BooFishy, aninda. , nurul. , rumisujatmiko(7), casanova indah, HyukmilikHae, Kim HoJoong, anchofishy, AykyuminA(4), maichi, lindaariezz, TaeRi EunMin

Mianhae kalau ceritanya lama-lama membosankan, terimakasih semuanya. Tanpa dukungan kalian saya tak dapat melanjutkan epep pertama saya, jeongmal gomawo #BOW

Pai-pai di chap depan#hug