Title : The Second Chance
Disclaimer : Mereka Hanyalah Milik Tuhan YME, Diri Mereka Sendiri, Orang Tua Mereka, Sment And The Last Mereka Milik Kita Para E.L.F
Tapi Kalau FF Ini Asli Milik Saya
Jika Ada Kesamaan dalam Cerita Ini, Itu Merupakan Ketidaksengajaan
Pair : HaeHyuk
Main Cast : Lee Hyukjae Lee Donghae Kim Kibum Choi Siwon
Support Cast : Super Junior member and Other
Rating : T
Genre : Romance and Hurt (maybe)
Warning :Yaoi, OOC, GaJe, Abal, Banyak Typo bersebaran dimana-mana dll
.
.
.
DON'T BASHING AND FLAME CHARA, OKAY b^.^d
.
.
.
IF YOU HATE YAOI, PLEASE DON'T READ MY FF...
.
.
.
UNLIKE DON'T READ
ARRASEO?
.
.
.
Suzume Saezuri Present The Second Chance
.
.
.
Preview :
"Sebaiknya anda segera mencarikan donor yang cocok untuk ditransplantasikan pada Tn. Lee. Keadaannya sudah semakin kritis."
Ucapan dr. Park membuat Donghae merasa bersalah. Tapi sebuah ide tiba-tiba melintas di otaknya.
Chapter 9 :
"Dr. Park, tunggu." Cegah Donghae sebelum dokter tersebut melangkah lebih jauh.
"Saya mau mendonorkan ginjal saya" ucap Donghae mantap.
Dokter Park menatap mata Donghae dengan lembut, dan mengajak Donghae mengecek ginjalnya.
OoOoOoOoOoO
Donghae POV ~
"Hasilnya akan keluar besok" ucap dr. Park sembari meninggalkanku.
Kulangkahkan kakiku menuju di mana Hyukkie dirawat. Kubuka perlahan pintu itu dan mendekati namja yang terbaring tak berdaya.
Ya Tuhan, lihatlah betapa pucatnya wajah ini. Kutelusuri rahangnya yang tegas namun memberinya kesan cantik itu. Tuhan, cocokkanlah ginjalku dengan ginjal Hyukkie, aku sudah tak tahan melihatnya menderita seperti ini. Apalagi dia sudah menanggungnya terlalu lama. Aku tak mau melihatnya seperti ini. Yang kuinginkan adalah senyum kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya ini.
Donghae POV End ~
Normal POV ~
Donghae menangis dalam diam. Hingga akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dengan keadaan tangannya yang menggenggam erat tangan Eunhyuk.
OoOoOoOoOoO
Pemuda dengan selang yang menyumbat hidungnya, terlihat tengah membuka matanya yang terusik dengan adanya sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela ruangan itu. Maklum saja, hari sudah pagi.
Namja berambut redbrown itu merasakan ada yang menindih tangannya. Dia tersenyum melihat orang yang tengah terlelap di sampingnya. Diusapnya rambut brunette itu dengan lembut, takut membangunkan sang pemilik rambut.
Terdengar lenguhan pelan dari namja yang masih terlelap. Namja itu membuka matanya perlahan. Merasa kalau dia masih bermimpi, namja berambut brunette itu mengucek matanya.
Mata beriris softbrown itu memandang tak percaya pada namja yang ada di depannya. Sekali lagi namja tadi mengucek kedua matanya.
"Hyukkie, kau sudah sadar?" tanyanya dan segera memeluk namja yang lebih kurus darinya.
"Kenapa kau menyembunyikan penyakitmu sendiri? Setidaknya kau memberi tahu eommamu, dia sangat mencemaskanmu kemarin." Donghae mencium pucuk kepala Eunhyuk dan menghirup aroma strawberrry yang menguar dari rambut redbrown itu.
"Mianhae, aku hanya tak ingin merepotkan dan membuat mereka khawatir terhadapku" Eunhyuk mengeratkan pelukannya dan menangis sesenggukan pada kemeja yang dikenakan Donghae.
"Ne, gwaenchanayo. Sssttt.. uljima ne, aku hanya merasa tak tega melihatmu yang menanggung beban ini sendiri. Mulai sekarang, kalau ada masalah, kau bicarakan saja denganku ne" Nasehat Donghae dengan senyum angelic-nya yang terpatri pada wajah tampannya.
Sepertinya mereka tak menyadari kalau sudah ada dua orang lain yang berada di ruangan itu.
"Oops!, sepertinya kita mengganggu Won" kata namja yang menunjukkan killer smilenya.
"Eh, Kibum" balas Eunhyuk yang reflek mendorong tubuh Donghae.
"Sudah, tak usah kau sembunyikan dari kita. Kita sudah tahu kok, kau sudah jadian dengan Donghae." Ujar Kibum terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.
Eunhyuk hanya menundukkan kepalanya sebagai respons dari pernyataan yang baru saja dilontarkan Kibum.
"Untung kalian sudah datang, aku mau membeli beberapa camilan dulu, tolong jaga Hyukkie ne?" pinta Donghae yang mengecup sekilas dahi Eunhyuk.
"Ne, dengan senang hati, kami akan menjaga Eunhyuk untukmu" balas Siwon.
"Aku 'kan bukan anak kecil" sepertinya Eunhyuk tengah merajuk dengan bibir plump-nya yang dimanyunkan.
Tapi Donghae sudah terlebih dahulu keluar ruangan sehingga tak mendengar rajukan menggemaskan dari Eunhyuk.
OoOoOoOoOoO
Donghae POV ~
Hari ini aku akan mengambil hasil test kemarin. Aku merasakan jantungku berdetak tak normal. Mungkin karena hasil test ini yang akan menentukan hidup Hyukkie.
"Ya Tuhan aku mohon cocokkan ginjalku dengannya" gumamku ketika aku sudah sampai di depan ruang kerja dokter Park.
Tok...Tok...Tok...
"Ya, silahkan masuk" terdengar sahutan dari dalam ruangan itu.
Aku membuka pintu tersebut dengan perlahan.
"Cklek"
"Oh, anda rupanya" kata dokter Park yang terlihat tengah mencari sesuatu.
"Ini hasil testnya" dokter Park menyerahkan sebuah surat yang tadi dicarinya kepadaku.
"Kamsahamnida dok" ucapku sembari mengambil surat tersebut dan membungkukkan badanku pada orang yang sudah lima tahun merawat Hyukkie-ku.
"Saya permisi dulu" lanjutku
OoOoOoOoOoO
Aku tengah berada di taman rumah sakit. Mencari tempat yang tepat untuk membuka hasil test tersebut. Ku temukan tempat di bawah sebuah pohon yang berhembus pelan, menenangkan diriku yang gugup.
Dengan perlahan namun pasti, aku buka surat tersebut. Kubuka kertas itu dan membacanya dengan seteliti mungkin.
Mataku terbelalak dengan hasil akhir yang tertera pada lembaran putih itu. Kuulangi sekali lagi. Tapi itu memang hasil akhirnya.
Tak kurasa bulir-bulir cairan rasa asin meleleh dari sudut mataku. Aku pun terisak pelan, masa bodoh dengan orang-orang yang berlalu lalang di hadapanku memandang diriku aneh. Biarlah mereka menganggapku gila, karena diriku yang tiba-tiba menangis layaknya anak berusia 5 tahun. Yang membuatku bahagia adalah, kabar bahwa ginjalku cocok dengan Hyukkie-ku.
Kuseka sisa-sisa air mataku dengan kasar. Dan aku segera beranjak dari sana menuju tempat Hyukkie .
Donghae POV End ~
OoOoOoOoOoO
Normal POV ~
Donghae melangkahkan kakinya dengan ringanseolah tak ada beban yang mengganggunya. Terdengar senandung riang dari bibir tipisnya.
"Cklek"
Pintu tempat Eunhyuk dirawat dibuka oleh Donghae yang menyebulkan kepalanya dari luar.
"Oh, anda rupanya tuan Lee?" sapa dokter Park ramah.
"Eh, ne " balas Donghae.
"Kalau begitu saya permisi dulu Hyukjae sshi"
Donghae menduga kalau dokter Park datang untuk memberitahu Eunhyuk bahwa dia sudah mendapatkan donor ginjal.
"Hae" ucap Eunhyuk lirih.
Donghae yang tahu kalau Eunhyuk akan menangis, segera menghampiri dan juga memeluknya.
Setelah merasakan kalau Eunhyuk sudah sedikit tenang, Donghae melepaskan pelukannya.
"Hae, kau tahu..." sebelum sempat Eunhyuk meneruskan kata-katanya bibir cherry itu telah dibungkam dengan bibir tipis milik Donghae.
"Ne, aku tahu" balas Donghae setelah melepaskan tautannya pada bibir ranum nan menggoda milik Eunhyuk.
Teringat kalau mereka sedang tak berdua, Donghae mengalihkan pandangannya kepada dua sosok yang juga tengah memandang dirinya, namun dengan tatapan yang tajam.
"Gomawo mau menjaga Eunhyuk" ujar Donghae dengan melemparkan cengiran ikannya dan juga wajah tanpa dosanya.
"Kalau begitu, aku dan Bummie permisi dulu" ujar Siwon
"Cepat sembuh ne" Kibum melambaikan sebelah tangannya yang tak digenggam oleh Siwon.
"Ne, Gomawo sudah menjengukku" Eunhyuk membalas lambaian Kibum.
"Grep"
Donghae kembali memeluk Eunhyuk. Meluapkan seluruh rasa bahagianya pada tubuh ringkih Eunhyuk.
"H-hae, s-sesak" ucap Eunhyuk dengan susah payah. Tangannya berusaha menahan dada Donghae yang memeluknya terlalu erat.
"Oooh, mianhae" ujar Donghae yang lagi-lagi mengeluarkan cengiran ikan andalannya.
"Cklek"
Lagi-lagi pintu dibuka, nampaklah seorang suster yang tengah membawa nampan berisikan bubur untuk sarapan pasien.
"Kamsahamnida" ucap Donghae yang menerima nampan tersebut. Donghae langsung duduk di samping Eunhyuk dan menyuapinya. Tak memperdulikan suster yang masih berada di sana. Yang terlihat tengah terburu-buru untuk segera keluar setelah melihat Donghae yang berusaha menyuapi Eunhyuk.
"Aaaa" Donghae membuka mulutnya untuk memperagakannya pada Eunhyuk. Tapi Eunhyuk malah menggeleng sembari menutup mulutnya rapat-rapat.
"Ayolah Hyukkie, kau harus makan, supaya kau lekas sembuh" bujuk Donghae menampakkan puppy eyes-nya.
"Aku tak mau makan itu, rasanya tidak enak. Aku maunya es krim strawberry." Eunhyuk mulai merajuk dan memalingkan kepalanya ke samping agar tak bertemu dengan sendok yang berisikan bubur.
"Ne, aku akan membelikan es krim strawberry" balas Donghae yang masih mengarahkan sendok itu ke mulut Eunhyuk.
"Jinjjayo?" Eunhyuk mencoba mencari kepastian dari kalimat yang baru saja Donghae lontarkan.
"Ne" balas Donghae singkat
OoOoOoOoOoO
Kini mereka tengah berada di taman rumah sakit. Sesuai janji Donghae, dia membelikan sebuah es krim rasa strawberry untuk namja pemilik gummy smile.
"Bagaimana kalau kita duduk di bawah pohon itu saja" Donghae menunjuk pada pohon yang dimaksud.
Tanpa menjawab pertanyaan Dongahe, Eunhyuk menggaet tangan Donghae menuju pohon tersebut.
Angin berhembus menerpa rambut kedua insan yang saling mencintai itu.
Es krim yang dibelikan Donghae sudah habis dilahap oleh Eunhyuk, yang sekarang tengah berbaring manja dengan berbantalkan paha Donghae.
"Gomawo" kata Donghae dengan lirih,tapi masih didengar oleh Eunhyuk.
Eunhyuk yang semula menutup mata untuk menikmati momen, segera membua matanya yang bulat.
"Untuk apa Hae?" balas Eunhyuk yang disambut dengan tatapan sendu milik namja ikannya.
"Gomawo sudah menyadarkanku" Donghae membela surai redbrown milik Eunhyuk dengan penuh cinta.
Eunhyuk hanya membalas dengan mengedipkan matanya beberapa kali. Dia tak tahu apa maksud kata yang baru saja dilontarkan kekasihnya.
Melihat Eunhyuk yang kebingungan, Donghae menghela nafas sejenak dan mencoba membuat namja manis itu mengingatnya.
"Kau ingat,saat aku menemukan bukumu di lapangan sekolah? Dan apa kau ingat catatan yang tertulis di halaman akhir bukumu itu? Nah itulah awal aku menyadari kesalahanku" Donghae menjelaskan panjang lebar, tapi di telinga Eunhyuk itu masih terkesan ambigu.
"Memang kesalahan apa yang kau perbuat?"
Sepertinya Eunhyuk mulai penasaran dengan cerita Donghae.
"Ini sedikit panjang" balas Donghae dengan air muka yang tiba-tiba berubah.
Eunhyuk yang menyadainya segera meminta ma'af.
"Eh, mianhae, kalau Hae tak mau cerita tak apa kok" Eunhyuk bangkit ari tidurnya dan menatap manik cokelat milik Donghae yang tersirat rasa penyesalan.
.
.
.
.
.
TBC
Author's Note :
Readerdeul jeongmal mianhae ne, mianhae aku tahu ini lama, pakai banget pula, mianhae ne, jeongmal mianhae ^/\^. Dan lagi-lagi minahae saya tak dapat membalas reviewan kalian, mianhae.
Samapi jumpa di chap depan doakan saja chap depan publishnya gak lama-lama. Goamwo yang udah review, baca dan yang lewat saja. Gomawo juga yang udah mau nunggu ff abal saya. Jeongmal
