Tittle : My Sweety Suffering

Author : .136

Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Lee Sooman

Other Cast : temuin sendiri okHAE!?

Rating : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Crime

Length : Chaptered

Warning : YAOI/BL / Death Charas / TYPO(s) / dll

Bagi yang jijikan jangan baca sambil makan atau minum!

Disclaimer : menurut saya, cinta itu seperti 'Yin dan Yang'. Perbedaan energi positif dan energi negative yang menyatu dan saling melengkapi membentuk suatu kekuatan tersendiri seperti 'Kyuhyun dan Sungmin', tapi fict ini murni milik saya sepenuhnya..

Summary : " Lee Sungmin, seorang namja yang tinggal berdua dengan ayahnya memiliki paras yang cantik dan mempesona. Mengundang banyak perhatian, namun setiap ada yang dekat dengannya mereka akan 'MATI' terbunuh. Bagaimana reaksinya saat mengetahui bahwa pembunuhnya selama ini adalah 'AYAH'-nya?" KYUMIN/BL/ JOYers silahkan berkunjung!

** .136 present **

~ My Sweety Suffering ~

.

.

.

enjoy

.

.

.

CHAPTER 3

PREVIOUS CHAPTER

' Atom 'L' melepas 3 elektron sehingga atom 'L' tersebut mempunyai jumlah elektron 4, jumlah neutron atom 'L' = 12. Tentukan massa atomnya!'

' Suatu atom 'L' mempunyai nomor atom= 35, massa atom= 48. Hitung jumlah neutron atom 'L' tersebut!'

.

.

.

.

NORMAL POV

Sungmin mulai mengerjakan soal-soal tersebut. Ia mulai dari soal yang pertama.

p = e = z = 7

e = z – x

4 = z – 3

z = 7

n = A – z

12 = A – 7

A = 12 + 7

A = 19

Jawaban pertama berhasil Sungmin dapatkan yaitu 19. Ia berlanjut ke soal berikutnya.

p = e = z = 35

A = 48

n = A – z

= 48 – 35

n = 13

dan jawaban kedua juga berhasil ia dapatkan. Ia memabaca perintah berikutnya.

' Bandingkan atom 'L' pertama dengan atom 'L' kedua!'

Sungmin kembali berkutat dengan jawaban yang berhasil ia dapatkan tadi.

Atom 'L1' : Atom 'L2'

19 : 13

Sungmin mengerutkan keningnya. Ia berpikir kembali. 19 : 13 = S : M

" Apa maksudnya?" gumam Sungmin bingung. Tiba-tiba jawaban tersebut melintas dipikirannya. Disaat Sungmin tengah sibuk dengan pemikirannya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Sesegera mungkin Sungmin menyembunyikan buku pemberian Yunho tersebut. Sungmin berjalan ke arah pintu dan membukanya.

" Minnie, boleh appa masuk?" tanya Sooman, Sungmin pun mempersilahkan. Mereka berdua duduk di atas ranjang king size bermotif bunny dan berwarna pink milik Sungmin.

" Gwenchana?" tanya Sooman khawatir melihat mata Sungmin sembab dan mendapati jejak-jejak air mata yang mengering di pipi chubby-nya.

" Nan gwenchana, Appa." Balas Sungmin. " Aku hanya terlalu sedih karena kehilangan Yunho hyung. Dia sudah ku anggap sebagai hyung kandungku tapi aku tak percaya secepat ini dia pergi meninggalkanku." Lanjut Sungmin dengan air mata yang kembali lolos dari kelopak mata indahnya tersebut.

' Mianhae, chagi.' Batin Sooman berujar.

.

.

.

.

Hari Minggu adalah hari yang paling membosankan untuk Sungmin. Ia harus berdiam diri di rumahnya tersebut karena appanya –Sooman, melarangnya untuk keluar rumah kecuali saat ia kuliah. Itu pun juga harus di kawal dengan bodyguard-bodyguard utusan Sooman. Sungmin berniat menuju dapur saat dirasa haus mendera di kerongkongannya. Namun, niatannya tersebut harus rela ia urungkan saat tak sengaja ia melewati sebuah ruangan di dalam rumahnya. Sebuah ruangan dimana 'hanya' Sooman yang boleh menapakkan kaki jenjangnya disana. Sungmin bimbang, ia ingin masuk dan melihat apa sebenarnya isi ruangan itu namun disisi lain ia juga ingin menghormati dan melaksanakan amanat appa tercinta-nya. Kali ini, rasa penasarannya lebih besar dibanding rasa hormat terhadap appa-nya. Dengan segenap keberanian ia mendekati ruangan tersebut hingga kini iaberhenti tepat didepan pintu itu. Diraihnya kenop pintu dan diputarnya secara perlahan. Ia mulai memasuki ruangan yang gelap tersenut. Tangan mungilnya meraba-raba dinding untuk mencari saklar lampu. Setelah berhasil, ia mulai menyusuri satu persatu sudut ruangan. Ruangan yang mirip dengan ruang kerja appa-nya.

Sungmin merasa sudah cukup untuk melihat-lihat ruangan tersebut. Ia hendak keluar sebelum ekor matanya menangkap sebuah lemari yang amat menarik baginya. Sebuah lemari kayu yang mampu membuat kata hati beserta seluruh alat gerak dalam tubuhnya seperti terhipnotis. Ia mendekati lemari tersebut dan membukanya. Ia menemukan sebuah map berwarna Pearl Sapphire Blue diantara banyaknya map didalamnya. Penasaran, ia ambil map tersebut dan membaca apa isinya. Matanya seketika membelalak kaget saat ia membaca kata demi kata, deret demi deret, dan bait demi bait secarik kertas di dalam map itu. Setetes air mata jatuh mengalir membasahi pipinya.

" A-aku bukan anak kandung Sooman appa." Ucap Sungmin tak percaya. Ia kembali meneliti kertas yang menyatakan bahwa ia 'BUKAN' anak kandung Sooman tersebut agar kembali menemukan bukti yang barusan ia baca adalah salah, namun tenyata itu adalah benar. Ia mengacak-acak isi lemari tersebut untuk menemukan bukti lain namun nihil, semua bukti menyatakan bahwa Sungmin bukanlah anak kandung dari Lee Soo Man. Sungmin bergegas kembali ke kamarnya dan menunggu appanya pulang untuk menanyakan perihal tersebut.

" Apa yang kau lakukan di dalam?" tanya Sooman saat Sungmin membuka pintu ruangan dengan wajahnya yang mengerikan karena terlihat menahan amarah.

" A-appa…" gagap Sungmin.

.

.

.

.

Sooman geram, ia pun menyeret Sungmin menuju kamarnya –Sungmin lalu menguncinya. Sungmin memberontak namun apa daya, ia tak bisa melawan barang sedikitpun. Sungmin menangis di dalam kamarnya hingga pada akhirnya ia kelelahan dan tertidur.

Lama ia terlelap hingga akhirnya kesadarannya kembali. Sungmin hendak berteriak mendapati seseorang yang tidak dikenalnya berada di dalam kamarnya, namun orang itu lebih dahulu membekap mulutnya. Orang itu mengisyaratkan Sungmin untuk diam dengan meletakkan jari telunjuknya didepan bibirnya. Ia menatap Sungmin dengan pandangan memohonnya yang berhasil membuat Sungmin kehilangan suaranya karena kini ia hanya diam. Sungmin menatap manik hazel seseorang dihadapannya kini seolah-olah mata tersebut mengatakan bahwa 'aku adalah orang baik-baik'.

" Siapa kau?" tanya Sungmin takut-takut.

" Ini bukan saatnya untuk saling memperkenalkan diri. Aku harus menyelamatkanmu terlebih dahulu. Jja!" ajak orang itu. Awalnya Sungmin menolak namun saat ia menatap lagi manik tersebut ia tak bisa mengelak lagi.

" Tapi bagaimana caranya keluar dari sini? Apa kita akan terjun dari lantai ini? Aku tak ingin mati dulu." Ucap Sungmin polos. Orang itu hanya memutar bola matanya jengah.

" Naiklah ke punggungku." Titah orang tersebut dan Sungmin pun menurut. Setelahnya orang itu turun dari balkon rumah Sungmin dengan Sungmin yang berada di punggungnya menggunakan seutas tali. Ia berlari secepat kilat membawa Sungmin menuju suatu tempat yang tak asing lagi bagi Sungmin.

.

.

.

.

Sungmin dan orang tersebut sudah sampai di sebuah rumah tak kalah mewah dari rumah Sungmin, dan Sungmin pun merasa tak asing dengan rumah tersebut. Ia seperti pernah menapakkan kakinya disini namun ia tak tahu kapan dan mengapa. Tak mau ambil pusing, ia memilih untuk mengikuti orang yang membawanya ke tempat ini. Ia terkejut bukan main saat mendapati Changmin dan Donghae berada disini pula.

" Hae-ya, Min-ah, apa yang kau lakukan disini?" tanya Sungmin. Changmin dan Donghe tersenyum.

" Syukurlah kau selamat, hyung." Ungkap Donghae lega sambil mengacak surai hitam Sungmin. Sungmin memandangnya bingung.

" Masuk dan duduklah dulu, akan kujelaskan apa yang terjadi." Ajak Donghae pada Sungmin.

.

.

.

.

" Jadi begini, kami sebenarnya sedang menyelidiki tentang ayahmu 'Lee Soo Man'. Kami bergabung dengan ayah Changmin dalam sebuah agen rahasia yang menyelidiki beberapa kasus pembunuhan yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Menurut bukti yang terkumpul, ayahmu adalah pelaku utama dibalik ini semua. Kami akan segera memeriksa ayahmu dan untuk menghindari hal buruk yang kemungkinan terjadi padamu, kami mengamankanmu terlebih dahulu. Aku tahu kau sedang dikurung oleh 'ayah BUKAN kandungmu' tersebut." Jelas Donghae sembari menekankan kata bukan.

" Dan dia adalah Cho Kyuhyun, yang menyelamatkanmu tadi." Tukas Changmin memperkenalkan. Kyuhyun melirik Sungmin sekilas melihat ekspresi bingung Sungmin dan sedetik kemudian ia kembali berkutat dengan 'kekasihnya'.(read;PSP)

Sungmin tidak percaya dengan semua ini. Baiklah, ia akui kalau ia bukanlah anak kandung Sooman namun mendengar penuturan Donghae yang menyatakan bahwa Sooman adalah seorang 'PEMBUNUH', ia tak bisa menerima. Biar bagaimanapun, Sooman juga sudah memberinya kasih sayang selama ini meski ia bukanlah anak kandungnya. Pasti ada alasan lain mengapa Sooman mengurungnya dikamar, bisa jadi karena Sungmin lancang dan tidak menuruti amanat 'ayah'-nya tersebut hingga mengharuskannya untuk menerima hukuman.

" Ayahmu itu 'PEMBUNUH berdarah dingin'!" desis Kyuhyun tajam tanpa memperhatikan raut wajah Sungmin yang merah padam dibuatnya.

" Jaga ucapanmu! Kau tidak punya bukti yang akurat yang mengatakan bahwa ayahku adalah seorang pembunuh." Balas Sungmin setengah berteriak.

" Hey! Apa kau tidak sadar diri, huh? Atau memang kau tidak peka? Sejak kau menginjakkan kakimu di SEOUL, pembunuhan seringlah terjadi dan rata-rata adalah orang yang mendekatimu. Apa kau tidak diajari untuk membaca situasi? Atau kau memang terlalu 'BODOH' untuk menyadari ini semua, hah!?" bentak Kyuhyun.

Bagaikan ditusuk ribuan pisau tajam yang menusuk tepat di ulu hati. Perkataan Kyuhyun berhasil menancap di hati Sungmin.

" Dengar, Cho! Ayahku bukanlah seorang pembunuh. Mekipun dia bukan ayah kandungku, tapi dialah yang membesarkanku hingga kini. Jaga ucapanmu itu, kau belum mengenal sosok appaku. Aku yakin appa punya alasan lain mengapa ia mengurungku di dalam kamar. Kalian semua pembual! Aku benci kalian!" teriak Sungmin tak terima sambil menahan tangisnya. Dengan segenap raga, ia berlari meninggalkan tempat tersebut.

" Min hyung, kau mau kemana?" Donghae berusaha mencegah Sungmin pergi. Sungmin berhenti sambil menghapus kasar air matanya.

" Jangan sebut namaku lagi. Aku ingin pulang." Ucap Sungmin dingin tanpa membalikkan badannya.

" Tapi hyung-"

" Biarkan dia pergi, hyung." Potong Kyuhyun cepat. " Sana pergi!" usir Kyuhyun. Sungmin membalikkan badannya dan menatap tajam Kyuhyun.

" Tanpa kau perintah dua kalipun aku akan pergi." Balas Sungmin sengit dan ia pun berlalu tanpa menghiraukan panggilan Changmin dan Donghae yang memintanya kembali. Hatinya terlalu sakit dan ia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh seseorang bernama 'Cho Kyuhyun'.

.

.

.

Sungmin sampai di kediamannya. Ia melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk rumahnya tersebut. Baru saja ia membuka pintu tersebut, tiba- tiba Sooman menariknya kasar dan menghempaskan tubuh Sungmin ke lantai.

" Aww.." ringis Sungmin pelan. Ia mendongakkan kepalanya mendapati sosok Sooman yang menatapnya berang sambil membawa pisau lipat di tangannya. Sungguh ia berani bersaksi bahwa orang yang dihadapannya ini bukanlah sosok appa yang selama ini ia kenal.

" Appa.."

.

.

.

.

_TBC_

*annyeong haseyo~! Saengil chukhae hamnida Kibum oppa. Kapan nih balik lagi ke Suju? Mau jadi Bang Toyib sampe kapan nihh? Ayo dong cepet balik. Ajak Han Gege sekalian biar tambah rame.

Hayo readerdeul,, ketahuan pada 'LALIaceae' semua! Selamat dehh buat yang berhasil jawab pertanyaannya.. gomawo banget buat yang udah ikut mikir. Gimana nih? Apa kurang panjang? Mian kalo kurang panjang coz di next chap saya mau siksa Sungmin sama Kyuhyun. Hahaha~! *evil laugh jadi adain partnya sendiri buat acara siksa-siksaan. Kkk~!

Kyuhyun dah keluar nih.. buat yang nungguin abang kyu ini dia special buat kalian. Tapi biasa kyu munculnya juga evil disini. Tapi tenang saja, kalo belum siksa Kyuhyun saya gak bakalan lega. Jadi tunggu aja chapter selanjutnya..

Mau ngingetin kembali aja:

p = e = z

p = proton

e = elektron

z = nomor atom

A = massa atom

n = neutron

Buat pertanyaan diatas saya buat sendiri cuman konsepnya sama kayak di film Death Note 3 yang 'Near' (anak kecil yang pandai matematika dan selalu bergelut dengan angka) itu berhasil jawab pertanyaan yang apa yah saya juga gaktahu pokoknya mulek banget tapi jawabannya itu 11;13 kalo gak salah terus sama si 'L' ia ubah ke abjad Indonesia jadinya K:M sebuah penawar virus yang terjangkit dalam tubuh si cewek kecil(lupa namanya) *reader: gak tahu filmya #nangis bareng Sooman!

Yah pokoknya mirip disitulah cuman saya ganti pertanyaan dan jawabannya jadi S:M.

Sekian dulu dehh, mian kalo saya telat update. Ulangan formatif numpuk dari dan hampir setiap hari ulangan jadi mumpung ada waktu saya lanjut jadi tolong hargai saya yang susah payah ngeluangin waktu buat ngelanjutinnya.

Gomawo reviewnya ne~!? mian kemaren ada yang kelewat ToT

Bales review dulu:

min jiae : gomawo. Iya dia over banget ma ming. Yang mana yha? Lupa #plakk Ni kyuhyun nya dah muncul. Semakin lama ntar semakin jelas wujudnya..#nah loh? Gomawo reviewnya.. rev lagi ne~!?

WONHAESUNG LOVE : gomawo dah review chingu. Ni dah di lanjut. Keep review, okHAE~!?

Sissy : ni dah di lanjut chingu. Gomawo, rev lagi ne~!?

Winecouple : iya.. ni yang terakhir.. kk~! Iya tuh. Dasar monster food! #senggol Changmin

Dan seperti biasa, bagi yang punya akun sudah saya balas lewat PM. Mian kalo ada yang kelewat.

Big thanks to:

deviyanti137 ; min jiae ; abilhikmah ;

Joyer Cloudsomnia ; sitapumpkinelf ; Ketiban KyuMin ;

1307 ; Zahra Amelia ; WONHAESUNG LOVE ; sissy ;

winecouple ; Yuuhee dan buat para SIDERS sekalian.

Mian kalo ada yang kelewat.

Mind to REVIEW again?

Gomawo.

HWAITING~!

~himCHANrin~