Tittle : My Sweety Suffering

Author : .136

Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Lee Sooman

Other Cast : temuin sendiri okHAE!?

Rating : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Crime

Length : Chaptered

Warning : YAOI/BL / Death Charas / TYPO(s) / dll

Disclaimer : menurut saya, cinta itu seperti 'Yin dan Yang'. Perbedaan energi positif dan energi negative yang menyatu dan saling melengkapi membentuk suatu kekuatan tersendiri seperti 'Kyuhyun dan Sungmin', tapi fict ini murni milik saya sepenuhnya..

Summary : " Lee Sungmin, seorang namja yang tinggal berdua dengan ayahnya memiliki paras yang cantik dan mempesona. Mengundang banyak perhatian, namun setiap ada yang dekat dengannya mereka akan 'MATI' terbunuh. Bagaimana reaksinya saat mengetahui bahwa pembunuhnya selama ini adalah 'AYAH'-nya?" KYUMIN/BL/ JOYers silahkan berkunjung!

** .136 present **

~ My Sweety Suffering ~

.

.

.

enjoy

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5

.

.

.

" Kau pengecut, Kyu!" ucap Changmin dan Donghae mengangguk membenarkan.

" Jangan menyesal jika Sungmin hyung mendapatkan seseorang yang lebih mencintainya sedangkan kau hanya akan meratapi nasib malangmu."

" Cihh.. itu tidak mungkin!" cercah Kyuhyun namun hati kecilnya sangatlah takut akan kebenaran tersebut. Takut bahwa dirinya hanyalah menjadi tontonan belaka dari hubungan Sungmin dengan orang lain nantinya.

" Apanya yang tidak mungkin? Kau pikir Min hyung kembali ke Jepang hanya untuk menemui keluarganya? Bukan! Ia kembali ke Jepang juga untuk membicarakan masalah lamaran yang diterimanya dari salah satu anak presdir perusahaan terbesar nomor tiga di dunia, Choi Siwon. Dibandingkan denganmu, Siwon itu lebih tinggi, tampan, manis, sixpack dan tentunya mapan. Hahaha.. kasihan sekali nasibmu, Kyu. Kau terlalu munafik untuk mengakui perasaanmu sendiri. Egomu terlalu kuat mengalahkan perasaanmu. Bila Min hyung menerima lamaran tersebut, aku yakin cintamu hanya akan seperti kisah 'Bunga Dandelion dan Awan'. Hahaha.." ujar Changmin dengan tawa khasnya yang sedikit meremehkan sosok Cho Kyuhyun tersebut.

" Kurasa Sungmin hyung tak akan menolaknya. Apa yang kurang dari seorang Choi Siwon!? Pasti Sungmin hyung juga akan berpikir, mungkin dengan belajar mencintai dan menerima Siwon di dalam hatinya ia bisa melupakanmu karena yang Sungmin hyung tahu kau sangat membencinya, Kyu." Timpal Donghae semakin menyudutkan Kyuhyun dan membuatnya gelagapan. Namun sebisa mungkin Kyuhyun tetap memasang wajah stay coolnya.

Kyuhyun sedikit berpikir dan mencerna apa yang baru saja Donghae dan Changmin katakan. Seketika, ia langsung berlari keluar dan mengendarai audi putih miliknya dengan cepat. Donghae dan Changmin menggelengkan kepala mereka namun kemudian mereka saling berpandangan dan smirk tercetak jelas di wajah mereka. Dengan segera mereka berhigh-five dengan tampang evil mereka .

" Dasar! Kemana perginya otak jenius seorang Cho Kyuhyun. Memang Sungmin hyung pernah berkata demikian!? Kita berbakat dalam mengarang, hyung!" ucap Changmin dengan evil laugh.

" Sudahlah, ayo ikuti dia."

Dan mereka pun berlalu.

.

.

.

.

.

_at the airport_

Sungmin tengah menyeret kopernya, menunggu giliran pemeriksaan tiket pesawat. Entah mengapa pikirannya melayang pada seseorang yang sangat ia cintai yaitu Cho Kyuhyun. Ia sangat berharap Kyuhyun datang kemari dan meminta Sungmin untuk berada disampingnya namun segera Sungmin tepis pikiran tersebut. Itu hanya sebuah angan-angan yang terlampau tinggi untuk ia gapai. Sesekali Sungmin menengokkan kepalanya ke belakang disaat ia merasa ada seseorang yang tengah memanggilnya. Entah mengapa ia merasa panggilan tersebut adalah suara hati Kyuhyun yang memintanya untuk tinggal, namun sekali lagi ditepisnya perasaan anehnya tersebut. Pemeriksaan sudah selesai, bersama Pak Hong ia melanjutkan perjalanan menuju pesawat yang akan membawanya pergi ke 'Negeri Sakura' itu.

.

.

.

.

_at other side_

.

.

Kyuhyun berlari membelah kerumunan orang yang berlalu lalang memadati Seoul International Airport. Pikirannya hanya terpatri pada satu orang yaitu Lee Sungmin. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah berharap segera menemukan sosok mungilnya itu. Ia ingin mengatakan bahwa ia sangat mencintainya. Ia ingin meminta maaf atas segala kata-kata kasar nan tajam yang pernah ditujukannya. Ia ingin mengakui perasaannya sekarang. Ia berdoa dalam hati, bila Tuhan mendengar dan mengabulkan doanya maka sepanjang masa hingga akhir ia tak akan menyia-nyiakan lagi seorang Lee Sungmin. Ia terus mencari hingga pada akhirnya pandangannya tertumpu pada sesosok namja dengan topi rajutan berwarna pink yang sedang menarik kopernya dan menunggu giliran pemeriksaan tiket. Ia pun berlari menghampiri sosok tersebut sambil meneriakkan namanya. Tak dipedulikannya lagi tatapan aneh orang-orang yang berada disekitarnya karena baginya Lee Sungmin adalah yang terpenting untuk dilewatkan.

" Lee Sungmin!" teriak Kyuhyun dengan lantang di tengah keramaian yang tercipta bak pasar ikan di Mokpo. Ia berlari dan terus berlari.

" Lee Sungmin!" ulangnya lagi. Dapat dilihatnya sosok itu menoleh dan mengedarkan pandangannya namun karena bandara tersebut sangatlah jauh dari kata sepi alhasil pandangan mereka tak dapat bertemu terhalang oleh orang-orang yang berlalu lalang. Sungmin terus berjalan menghiraukan panggilan tersebut karena ia berpikir bahwa suara tersebut adalah angan-angannya belaka. Kyuhyun berusaha masuk mengejar Sungmin namun karena ia tak mempunyai tiket terpaksa ia harus urungkan niatannya tersebut. Dapat dilihatnya sosok Sungmin yang berjalan dengan Pak Hong memasuki lapangan bandara tersebut untuk menaiki pesawat yang sebentar lagi lepas landas.

Kyuhyun berjalan mendekati kaca yang membatasi ruang dalam bandara dengan lapangan pesawatnya. Dengan peluh yang membanjiri sekujur tubuhnya, ia terus merapalkan nama Sungmin. Setetes air mata lolos membasahi pipi tirusnya, ia meratapi lagi. Seandainya waktu dapat berputar, Kyuhyun akan berterus terang akan perasaannya dari awal. Mungkin dengan begitu, saat ini pasti ia tengah memeluk bunnynya dan berbagi perasaan cinta dengan Sungmin. Ia tersenyum miris.

" Sungmin…" lirih Kyuhyun sarat akan luka yang mendalam.

" Sungmin.." ucap Kyuhyun lagi diiringi derai air mata yang kian lolos dari mata hazelnya itu. Tiba-tiba saraf-saraf nya seperti mati bekerja. Tubuhnya terasa lemas bagaikan tak ada penompang yang membuatnya terlihat tegap. Tubuhnya merosot jatuh terduduk dengan besar harapan Sungmin kembali padanya dan membuat tubuhnya kembali berfungsi secara baik dan benar. Ia menangis dalam diam dengan segala harapan yang diharapkannya dapat terwujud.

" K-kyu…" lirih seseorang tiba-tiba dari arah belakangnya. Kyuhyun tersentak, ia mengenal suara ini. Bahkan teramat sangat mengenalnya. Ia menoleh lalu mendongakkan kepalanya mendapati sosok yang tengah ia tangisi sedang menatapnya dengan mata foxy yang berkaca-kaca. Sungguh Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa Tuhan akan membalas doanya. Kyuhyun berani bersumpah, bila ini adalah mimpi ia tak ingin terbangun bahkan selamanya pun ia rela asalkan ia bisa bersama Sungmin. Namun sepertinya Tuhan memang tak pernah membiarkan ciptaanya menangis pilu karena cinta, nyatanya kini Kyuhyun dipertemukan kembali dengan Sungmin.

" Sungmin…"

" Sungmin!" seru Kyuhyun tak percaya. Senyum senantiasa terpatri di bibir kissable nya itu. Dengan segera direngkuhnya sosok Sungmin yang terkejut akan tindakannya.

" Jeball.. jangan pergi, Min. Aku berjanji bila kau kembali aku akan mengatakan yang sejujurnya jadi kumohon beradalah disisiku untuk selamanya. Saranghae, Min.. Jeongmal Saranghaeyo.. Maaf bila selama ini aku berkata kasar padamu, maaf bila selama ini aku selalu menoreh luka dihatimu, maaf bila selama ini perbuatanku selalu menyakitimu. Sungguh aku minta maaf, Min. Aku berbohong pada hatiku sendiri selama ini dan sekarang aku ingin kau mengetahui yang sebenarnya.. Saranghae.." ujar Kyuhun panjang lebar. Kyuhyun menangis dalam pelukan itu, bahkan ia semakin mengeratkan pelukan itu seolah-olah tak ingin membiarkan Sungmin lepas dari dekapannya.

Sungmin diam tak bergeming. Kyuhyun merasa sedikit takut bila Sungmin sudah tak mencintainya lagi. Takut bahwa fakta akan Siwon dan Sungmin benarlah terjadi dan ia benar-benar terlambat. Namun, Kyuhyun merasa ada yang janggal disini. Dia merasa dadanya basah. Ya! Sungmin menangis. Sungmin menangis dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun melepas pelukan itu, ditangkupnya wajah Sungmin dan diusapnya buliran air mata yang berjatuhan dari manik foxy itu.

" Waeyo, Min?" tanya Kyuhyun khawatir.

" Aku tidak tahu, Kyu. Rasanya sesak di dalam sini." Balas Sungmin sambil memegang dadanya yang terasa sesak. " Mianhae, Kyu. Aku memang tidak berguna, dimanapun aku berada pasti akan membuat masalah. Kau benar, seharusnya aku hilang di telan bumi. Mianhae, Kyu. Kau pasti kecewa karena aku masih disini." Cicit Sungmin. Kyuhyun menggeleng kasar. Dihapusnya air matanya sendiri lalu dengan segera diraih nya tangan Sungmin dan dituntunnya menuju dada kirinya.

" Dengarkan baik-baik, Min. Kau memang selalu menjadi pembuat masalah. Kau selalu berhasil membuat 'ini' berdegup seribu kali lebih cepat. Kau selalu membuat masalah dipikiranku karena wajahmu selalu membayangi setiap langkah hidupku. Kau membuat kacau hidupku karena kau pergi jauh dariku." Jelas Kyuhyun. Tak dipedulikannya orang-orang yang kini menjadi penonton antara dirinya dengan Sungmin. Biarlah orang-orang menilai kata-kata yang diucapkannya barusan adalah bualan atau sekedar gombalan belaka namun yang terpenting kata itu tulus terujar dari lubuk hatinya yang terdalam.

" Kumohon tetaplah disini, Min. Aku mencintaimu. Kau bagaikan air bagiku, bila kau tak ada aku akan haus dan sedih. Hatiku pun juga begitu, ia haus akan cintamu, Min." ucap Kyuhyun meyakinkan Sungmin kembali. Sungmin kembali menangis.

" K-kyu.." cicit Sungmin lagi. Sedikit banyak ia tersipu bahkan terharu mendengar isi hati Kyuhyun sampai-sampai tangis tak kuasa dibendungnya lagi. " Na-nado saranghaeyo, Kyu." Balas Sungmin sambil kembali memeluk Kyuhyun menyembunyikan wajah meronanya di balik dada bidang Cho Kyuhyun. Orang-orang yang melihat adegan romantis ini ada yang tersenyum, iri dan bahkan ada yang ikut menitikkan air matanya melihat ketulusan yang tercipta diantara dua orang ini. Donghae dan Changmin yang sedari tadi ikut menyaksikan mengulas senyum bahagianya.

" Gomawo, Min.. Jeongmal gomawo.."

.

.

.

.

_ at Handel n Gretel_

Sungmin sedang duduk bersama Kyuhyun, Donghae dan Changmin.

" Kalian benar-benar romantis. Aku jadi iri melihatnya." Goda Donghae.

" Kau benar. Aku bahkan ikut menangis tadi. Hahh.. kalian harus mentraktirku makan sepuasnya karena membuatku kehilangan air mata ku yang beharga." Timpal Changmin. Sungmin terkikik sedangkan Kyuhyun memutar bola matanya jengah. Kyuhyun menatap Sungmin.

" Gomawo karena kau tidak jadi pergi ke Jepang. Kau tidak jadi menerima lamaran Siwon dan lebih memilihku dan berada disini. Gomawo, Ming." Ucap Kyuhyun membuat Sungmin megukir senyum tulusnya.

" Ne, jangan berterimakasih terus, Kyu. Apa kau tidak lelah, eoh? Lamaran apa yang kau maksud? Siwon?"

" Ne, Siwon. Tadi Changmin dan Donghae hyung bilang kalau kau kembali ke Jepang juga untuk mengurus masalah lamaran yang Siwon ajukan padamu. Lengkapnya Choi Siwon putra presdir Hyundai Coorporation." Jelas Kyuhyun. Sungmin mengangguk paham.

" Ohh.. Siwon. Anio, Siwon itu tidak melamarku. Dia itu sahabatku dan dia sudah bertunangan dengan Kim Kibum. Dia teman sebangku ku saat SMA dulu." Jelas Sungmin. Donghae dan Changmin menyibukkan diri dan mengalihkan pandangan dari death glare gratisan Kyuhyun.

" Kalau tidak begitu kau juga tak akan bersama Min hyung saat ini." Balas Changmin sengit. " Pokoknya kalian tidak boleh lupa untuk mentraktirku makan atau ku doakan hubungan kalian tidak akan langgeng." Tambahnya membuat Kyuhyun mendelik kesal.

" Arasseo arasseo." Balas Sungmin akhirnya yang membuat senyum kemenangan tercetak jelas di wajah Changmin. " Dan Kyu, tadi kau memanggilku apa? Ming?" tanya Sungmin heran.

" Ne, Ming. Itu adalah panggilan sayangku untukmu dan HANYA aku yang boleh memanggilmu begitu." Mutlak Kyuhyun yang dihadiahi senyum tulus Sungmin dan pandangan tak suka dari Changmin dan Donghae.

Memang Sungmin tak jadi pergi ke Jepang karena Pak Hong yang memutuskan untuk pergi sendiri. Sungmin terlihat ragu saat di bandara jadi Pak Hong memutuskan untuk membiarkan Sungmin berada di Seoul sampai dia siap. Dan sepertinya Sungmin memang siap, siap menerima balasan cintanya terhadap Kyuhyun. Keempatnya pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali bercanda menimbulkan gelak tawa dari berbagai pihak. Sesekali Kyuhyun mencuri pandang ke arah Sungmin.

' Gomawo, Ming.' Ujar Kyuhyun dalam hati.

.

.

.

.

_TBC_

#annyeong saya balik lagi.. mian gak bisa bales review satu-satu dan gak seutin nama kalian tapi saya sudah baca kok semua reviewnya.. lain kali saya akan membalasnya sambil bercurcol ria. Hahaha~! Evil laugh# mian ketularan hastag Haeppa. Saya bikin ff baru judulnya Different Love in the Same Persons. Bagi yang berminat dibaca yha.. gomawoo..

.

.

.

.

MIND TO REVIEW AGAIN?

.

.

.

GOMAWO CHINGUDEUL.

.

.

.

~ himCHANrin ~