.::Attention::.
nah disini baru chapter kelanjutan yg sesungguhnya :D maaf ya kalau jelek atau apa lah mohon maklumi baru first fiction

.

.

.

.

.

.

.::You are wrong!::.

Ketika aku sudah menyelesaikan perpindahan kelas, aku bertemu dengan DIA !

"Pagi vani !" sapa si menyebalkan padaku

"kau lagi ! apa mau mu?" tanyaku kesal ya jujur saja aku benci dia , karena dia murid kesayangan master eraqus , master Xehanort ga suka dengan master eraqus walaupun mereka bersaudara, jadi aku ikut master ku murid master eraqus adalah musuhku

"heh kau jangan mentang mentang paling kuat jadi kau bisa bentak bentak kk ku seperti itu !" bantah seseorang dari belakangku, yang ternyata adik kembar Ven yaitu Roxas

"ehhh Roxas sabar dulu aku Cuma mau menyapa dan menanya Vani doang!" jawab Ven untuk menenangkan Roxas

"arghhh kk itu …"
sebelum Roxas menyelesaikan kata katanya bell tanda masuk berbunyi semua murid langsung lari-lari menuju kekelasnya karena takut pada Guru Keliling yg killer yaitu ibu Larxene. Karena bell itu aku selamat jadi nggak usah bertarung dengan orang yg menyusahkan!. Roxas pun langsung kabur ke ruang Seni, sepertinya bell itu cuku pun dikit ddikit mengikuti Ventus dari belakang. Saat sampai di kelas IPA aku langsung ngambil tempat kesukaanku yaitu tempat yg paling strategis , yah apa lagi kalau bukan pojok belakang.

"ehhh vani tumben kamu sekelas ama aku (^_^)" kata ven padaku
"hmphhhh …" jawabku singkat (kalau bukan karena master aku nggak bakal mau sama kamu bodoh ! )#kataku dalam hati
"owhhh ia aku boleh duduk disini ga?" tanyanya padaku
"terserah kau saja !" jawabku kesal

Setelah itu Ven duduk disampingku .yah seperti yg kuduga dia pasti berisik ngobrol dengan orang lain terutama kalau ada pelajaran yg paling dia suka yaitu pelajaran kosong dia udah kyk ibu ibu lagi arisan mencak sana mencak sini abis itu ngobrol sepanjang itu dia memamggil namaku yg membuatku kaget (karena aku lagi melamun).

"ehhh vani kamu ga kesepian apa?"tanyanya
"hah? Buat apa aku sudah punya master Xehanort!"jawabku kesal
"tapi apakah itu yg sesungguhnya yg kamu inginkan?" tanyanya padaku
"ya tentu saja !, dasar …" sebelum aku menyelesaikan perkataanku wajah Ven menunjukan kalau dia kecewa padaku.
"… kalau aku sihhh nggak bakal bisa hidup sendiri sepertimu … setelah ditinggal oleh kak terra dan aqua aku sudah pontang panting apalagi kalau harus semua aku yg lakukan sendiri … sebagai manapun manusia membutuhkan orang lain untuk membantunya kan?" jelasnya pada ku
"cihhh kau ini kenapa sih? Itu hanya manusia bodoh yg membutuhkan satu sama lain memangnya kau terlahir bersamaan?"jawab ku dengan nada marah

Tiba-tiba saja ven memukul ku dengan kencang sepertinya dia tidak suka ucapanku yg tadi.
"kau lah yg Bodoh !, Kau yg salah !" ketus Ven kesal
dan secara hebatnya bell pulangpun bunyi, tidak seperti baisanya Ven langsung Pergi keasramanya sendiri biasanya dia ngekorin aku dulu setelah aku bentak baru dia pulang tapi kali ini dia langsung pulang.

"ternyata benar … kau sama saja dengan Xehanort" ucap ven lalu ia meninggalkanku dengan cepat

Cihhh dia itu kenapa sih ? dasar aneh dikit dikit ngedeketin sekarang malah ngejauhin pake bilang aku sama saja dengan Xehanort lagi, itu kan sudah pasti master Xehanort kan yg mendidikku dasar anak aneh, ahhh bodo amat aku mau beli es krim aja (gerutu ku dalam hati).

Ketika sampai di depan sebuah kuburan di pinggir jalan aku melihat Ven sedang membawa karangan ku terhenti disitu aku memperhatikannya di balik pohon besar, sepertinya yg terbaring di kuburan itu adalah orang yg berharga buat Ven, karena ia berwajah sangat sedih.

"ayah … ibu … kak terra … kak aqua … aku sudah capek pura-pura tersenyum" grutu Ven lalu dia menangis

Hal itu membuatku serentak bingung awalnya aku mengira dia hanya manja seperti yg lainnya ternyata dia sama sama yatim sepertiku. Aku pun langsung mendekati Ven.

"heh kau itu cwok kan ! jangan nagis dong" ketusku padanya

Sepertinya perkataanku tadi membuat dia kaget. Wajahnya menunjukan bahwa ia sedang bingung.

"Vani? Apa yg kau lakukan disini? Apa kau dari tadi…"tanyanya
"dasar bodoh ! mana mungkin aku mengikutin kamu ! lebih baik nyari kecebong daripada ngekorin kau !" jawabku ketus
"Vani … kau … apa tadi kau dengar yg ku bilang … ?" tanyanya sambil menatap kebawah
"yah begitu lah …" jawab ku santai

Wajah Ven menunjukan ketakutan seketika

"… awal nya aku pikir kau sama dengan anak bodoh yg lain , yg suka bermanja manja pada orang tua mereka…" lanjutku
"apa maksud mu? Apa kau juga anak yatim?" tanyanya padaku
"yah kita sama…" jawabku

Lalu Ven tersenyum padaku seperti menandakan aku menereminya menjadi teman…

"tapi jangan terlalu senang ! … aku murid terpintar di academy jadi kalau kau mau jadi temanku jaga image mu ! mengerti!" lanjutku ketus sambil menyembunyikan rasa malu
"ehh yg benar? Terimakasih Vani ! akan ku coba menjaga image ku"jawabnya menyeringai
"ngomong ngomong kau mau kemana…?" Lanjutnya pdaku
"aku mau beli es krim … kau mau ikut?" jawabku rada rada ragu menanyakan hal itu
"yap aku mau … tapi teraktir ya !" jawabnya sambil menyeringai
"ughhh dasar… gini aja yg sampai duluan di toko es krim yg bakal di teraktir" tantangku padanya
"Ayo siapa takut !"jawabnya

Yap lalu kami berlari ketoko eskrim secepat cepatnya. Ini adalah … teman pertamaku. Aku tidak yakin apa bisa berteman denganyg lainnya.

.

.

.

~another side~
X:"kerja bagus Vani ! dekati dia lalu ambil benda yg kau inginkan itu !"
.

.

.

.

.

.

.

Arwah sang author 1: "maaf kalau jelek atau tidak di mengerti TTATT ini fic pertamaku"
Arwah Author 2: "maaf ya kalau banyak typo dan hal hal yg tidak di mengerti karena author yg bikin juga nggak ngerti bikinnya gimana rasanya ga simetris banget deh !" *arwah author 2 di tembak ama Death the kid (padahal udah mati ditembak lagi).

Roxas: "udah ahh dari pada dengerin para arwah yg mau diusir ini aku tutp aja ! assallammu allaikum!"