WE GOT MARRIED
ChenMin Part 2
"We were so in love"
.
.
Rate: T
Main Cast : Xiumin, Chen, Kai, Tao
Side Cast : Sehun
Cameo : -
Pairs : ChenMin
.
.
Genre : Gender Switch (GS), Romance, Love, Hurt/Comfort, Drama
.
Disclaimer : EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,
dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...
Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya
serta semagat untuk terus mencintai EXO… ah.. Saranghaeyeo!
.
.
.
WARNING : TYPO IS EVERY WHERE
.
.
NEED REVIEW
NO BASH
NO PLAGIARISM
NO HATE
JUST LOVE EXO
.
.
HAPPY READING!
.
.
.
Previewes
Drrrt... Drrrt...
Ponsel Xiumin bergetar, Xiumin segera mengambilnya dan melihat nama "Sehunie Appa" di layar ponselnya
"Yeobuseo?"
"Xiumin-ah... Sehunie sudah tidur?"
"Nampaknya sih begitu,... aku juga baru pulang.."
"Kau darimana?"
"Mengajar..."
"mmm... mianhae,"
"Gwuenchana... ada apa Jongdae-ah?"
"Ah ya... besok aku akan menjemput Sehun di sekolahnya saja ya... setelah dia pulang sekolah.."
"Guere yeo? mmm... apa kau yakin itu tidak akan merepotkanmu?"
"Repot? ya... kenapa harus repot? Sehun kan anakku juga..."
"Nde... dia memang anakmu juga.."
"mm.. Aku dan Zitao pasti menjaganya dengan baik selama dia bersamaku.. kau jangan khawatir ya.."
"Oh... nde... kau... dan Zitao... nde... kalian pasti menjaga Sehun dengan baik"
"Okay, besok aku menjemputnya... chalja..."
PIP
Xiumin bengong sebentar ketika mantan suaminya itu menutup telponnya. Dia sedikit tertegun dengan keadaan yang dia hadapi. Setelah itu Xiumin langsung berjalan gontai ke arah kamar Sehun dan mendapati Jongin sedang memeluk sehun dan tertidur bersama dengan tenang.
"Jongin-ah... irreona..." Xiumin membangunkan Jongin dari tidurnya
"Oh! noona... mianhae.. aku ketiduran.." Jongin mengucek matanya setelah terduduk di tempat tidur Sehun
"Gumawo sudah mau menjaga Sehun seharian... Mianhae sudah merepotkanmu..." Xiumin berkata sambil memperbaiki selimut Sehun
"Anii.. aku senang melakukannya... Sehun-ah sudah kuanggap anakku sendiri..."
Kata - kata Jongin membuat Xiumin memalingkan wajahnya dan memandang namja berkulit tan yang masih berstatus sebagai adik tiri Jongdae sekaligus kekasihnya sekarang.
.
.
.
Part 2 : We were so in Love
.
.
.
FLASHBACK
Seharian penuh jalan - jalan bersama Jongdae nampaknya membuat mood Xiumin terbang melayang. Xiumin dari tadi tersenyum sendiri dan mendengarkan lagu di Ipodnya. Jongdae hanya bisa melihat Xiumin seceria itu, dadanya berdegup sangat kencang, entah kenapa hanya melihat Xiumin tersenyum seperti itu saja membuat Jongdae seakan lebih bahagia daripada debut saat ini juga.
Xiumin mempoutkan bibirnya sambil mengerjakan tugas yang Jongdae lupa buat dan dikumpul jam pelajaran berikutnya. Walaupun itu tugas Jongdae, Xiumin akan senang hati mengerjakannya. Xiumin masih anteng mendengarkan lagu melalui earphone yang menempel di telinganya. Jongdae mencabut earphone yang menempel ditelinga kanan Xiumin dan memasangkan di telinga kanannya.
"OH!... ini kan lagunya Super Junioe sunbaenim..." Jongdae segera berhasil menebak lagu dengan judul 'Track 07' itu.
"All My Heart... Bonamana repackage!" mereka berdua berkata bersamaan lalu tersenyum.
"Tapi mengapa hanya ada satu lagu saja di ipodmu? dari tadi kau hanya mendengarkan ini?" Jongdae membelalakkan matanya heran sambil mengecek track list ipod Xiumin
"Wae? tidak boleh ya?" Xiumin kembali mempoutkan bibir imutnya yang membuat Jongdae serasa ingin mengecupnya
"Ani... hanya saja kau terlihat begitu menikmati lagu ini... dari tadi lo... berulang - ulang terus?" Jongdae manatap Xiumin seakan bertanya 'apa kau tidak bosan?'
Xiumin yang menangkap pandangan itu lalu menyetop lagu yang dia dengar lalu menjelaskan salah satu kebiasaan uniknya itu pada Jongdae.
"Aku... adalah seorang penikmat arti lagu, bukan hanya sekedar musik dan penyanyinya saja.. aku lebih suka pada makna lagu tersebut..." Xiumin tersenyum lucu
"Aku akan hanya mendengarkan satu lagu yang menggambarkan perasaanku saat ini, jika perasaanku berubah barulah lagu di track list ini ikut berubah" Xiumin menjelaskan lagi.
Xiumin lalu menekan tombol play untuk memutar lagu itu dari awal, dia ingin Jongdae menangkap maksud lagu itu.
Baby
It's all my heart,Babe.
My hearts filled with you
Give me your hand on my chest
It's beating
You're everything in my head
Within the difficult day in the world
You make me alive in the tiring day
After wandering for a long time (Alone)
I've been with stand without you (Without you)
Now I gradually feel peaceful and suddenly smile
Bind up the dark curtain (Far away)
Hold up the feeling (Your feeling)
Facing me, you shade away my sadness
I still can't saying that
I'm falling head over, tingling to say that word
Love you more than anyone else
Only you and me and me, and me, and me
I'm really happy in this moment
Really thank you for coming to me
Thanks for the one who loves me
Only you and me and me, and me, exactly you,
Jongdae mendengarkan lagu itu dengan seksama dan menganggukkan perlahan kepalanya. Dia segera tau jika Xiumin sedang jatuh cinta. Tapi yang memberatkan hatinya adalah sebuah pertanyaan, 'siapakah orang yang mebuat Xiumin jatuh cinta?'... Dia masih tidak berani berpikir bahwa orang itu adalah dirinya.
Sementara Xiumin yang sedari tadi nyengir sudah memberikan kode pada Jongdae, namun senyumnya memudar ketika Jongdae sama sekali tidak bereaksi apa - apa. Xiumin pikir dia sudah cukup memberikan Jongdae clue dengan lagu itu, tapi kenapa dia hanya diam saja...
"Kau sedang jatuh cinta ya?" Jongdae bertanya tiba - tiba
Xiumin menangguk pelan, wajahnya memerah
"Aiiih... dengan siapa?" Jongdae bertanya dengan ekspresi meledek namun dadanya berdegup sangat kencang
"Kau benar - benar tidak tau, atau pura - pura tidak tau?" Xiumin membalasnya dengan pertanyaan
"Memangnya siapa?" Jongdae berharap namanya yang akan disebutkan
"Kau... masa kau tidak tau?" Xiumin menjebak perasaan Jongdae.
Mereka berdua hanya berakhir dengan berdebat siapa orang yang membuat Xiumin mendengarkan lagu itu. Setengah hati Jongdae berpikir jika orang itu adalah dia, tapi dia tak berani memastikan karena bukan Xiumin sendiri yang mengatakannya. Jongdae dan Xiumin nampak masih canggung dengan perasaan suka yang baru mereka sadari kemarin.
FLASH BACK END
.
.
.
"Sehun-ah... irreona... irreonaa... palli irreonaa..." Xiumin memeluk dan mengguncangkan tubuh Sehun yang masih tertidur pulas
Sehun hanya menggeliat dan tak bergeming dari posisinya. Sehun memang susah bangun pagi, seperti Jongdae. Xiumin dengan sabar membangukan anak semata wayangnya itu, Xiumin mencium pipi Sehun, mengelitik tubuh Sehun dan mengguncang lembut tubuh mungil itu. Tapi tetap saja Sehun sangat kukuh pada pendirian malas bangun paginya.
"Sehun-ah... tidak mau bangun ya? Sehun tidak mau pergi sekolah?" Xiumin berbisik imut ditelinga Sehun.
Sehun sedikit mengernyitkan alisnya, Xiumin tau jika Sehun sebenarnya sudah bangun, hanya saja anak itu memang sangat senang melihat eommanya selalu meraung - raung setiap pagi.
"Guere... jika Sehun tidak mau bangun, eomma akan telpon appa sekarang... biar Sehun tidak usah dijemput"
Xiumin akan beranjak dari tempat tidurnya namun Sehun langsung membuka cepat matanya dan langsung duduk di tempat tidurnya
"Appa mau jemput Thehun?" Sehun berteriak, wajah imutnya kini berseri - seri ketika mendengar sang appa akan menjemputnya
"Pulang sekolah, appa sendiri yang akan menjemput Sehun... Sehun akan tinggal di rumah appa selama 1 minggu..." Xiumin berkata sambil membuka kancing piama Sehun
"Eomma juga ikut?" Sehun sedikit melompat diatas tempat tidurnya
"Mianhae Sehun-ah... eomma kan harus kerja, rumah appa juga jauh dari tempat kerja eomma,... jadi eomma di rumah saja ya.." Xiumin menatap sedih pada Sehun
Selama ini Sehun tidak pernah tau jika eomma dan appanya sudah berpisah, Jongdae dan Xiumin sepakat untuk tidak memberitaukan pada Sehun tentang perceraian mereka sampai Sehun benar - benar siap dan bisa menerima keadaan mereka. Keadaan yang sebenarnya mereka sendiri tidak mampu menerimanya.
.
.
"Uri sehunnie sudah siap berangkat sekolah?" Jongin datang dan langsung menyapa Sehun yang sedang duduk manis menyantap sereal sarapannya
"Jongin ajhuthi... kenapa thetiap pagi Jongin ajhuthi datang kelumah Thehun?" Sehun bertanya ketika Jongin telah duduk di sebelahnya
"mmm... kan Jongin ajhusi bertugas untuk mengantar dan menjembut Sehun ke sekolah..." itu lah alasan yang selalu Jongin katakan apabila Sehun mempertanyakan keberadaannya di rumah itu, Jongin yang mengerti betul keadaan Xiumin dan Jongdae dengan senang hati menuruti keinginan mereka dan menyembunyikan statusnya sebagai 'calon appa barunya Sehun' itu.
"Kalau begitu Jongin ajhuthi tidak pellu jemput Thehun, Thehun nanti dijemput appa..." Sehun mengayunkan kepalanya kekiri dan kanan pertanda dia sedang gembira.
"Cincayeo?" Jongin agak kaget mendengar pernyataan Sehun, Jongin langsung menghampiri Xiumin yang sedang mengepak pakaian dan kebutuhan Sehun.
"Noona..." Jongin mendekat pada Xiumin
"Sehun akan tinggal bersama Jongdae selama 1 minggu..." Xiumin langsung tau apa yang ingin Jongin tanyakan
"Geureyeo?" Jongin nampak masih kaget
"mmm... setelah 2 tahun bercerai dari Jongdae, Sehun sama sekali belum pernah tinggal bersama Jongdae... padahal seharusnya kita mendapat waktu seimbang untuk mengurus Sehun" Xiumin kembali pada kesibukannya
"Apa itu akan baik - baik saja?... maksudku... hyung kan selalu sibuk.." Jongin berkata dengan takut
"Meolla... aku hanya tidak ingin terkesan menghalangi mereka untuk bertemu..." Xiumin menuliskan beberapa keterangan tentang kebiasaan Sehun dan apa yang Sehun perlukan.
Xiumin terhenti sejenak dan tertegun melihat catatan itu.
"Lagi pula... Jongdae sekarang kan sudah punya Zitao, jadi itu lebih baik..." Xiumin menghela napas panjangnya.
GREB
Jongin tiba - tiba memeluk Xiumin dari belakang dan membenamkan wajahnya di bahu Xiumin.
"Gwuenchana noona... noona juga sudah punya aku disamping noona..." Jongdae berbisik, Xiumin terkejut dengan pelukan Jongin.
Hening sejenak dan Jongin masih memeluk yeoja yang sangat dia cintai itu.
"EOOOMMAAAAAA..." Sehun tiba - tiba berteriak, Xiumin dengan sigap melepaskan pelukan Jongin dan segera berlari kearah dapur.
"Ada apa Sehun-ah?" Xiumin sedikit panik mendengar jeritan Sehun
"Ponthel eomma tadi belgetal..." Sehun menunjuk ponsel Xiumin yang dekat dengan dirinya.
Xiumin mengecek ponsel itu dan mendapat sebuah pesan
From : Sehunnie Appa
Nanti Sehun pulang jam berapa?
Xiumin menatap pesan itu, lalu membalasnya dengan segera.
Di sisi lain, ponsel Jongdae bergetar, Jongdae mengeceknya dan melihat sebuah pesan diterima.
From : Uri Baozi
Jam 2 siang,
Jongdae mengerutkan keningnya, dia sebenarnya sangat membenci pesan yang sesingkat itu, terutama jika nama pengirimnya adalah 'uri Baozi'
.
.
FLASH BACK
Ponsel Jongdae bergetar ketika dia sedang terbaring di ruang latihan vokal. Jongdae mengambil ponselnya dnegan malas, namun senyumnya mengembang ketika dia membaca pesan itu.
From : Uri Baozi
Jongdae-ah... apa kau sedang latihan?Apa kau lelah? Apa latihannya menyenagkan?
Sekolah terasa sepi tanpa kau disini,
aku tidak tau bagaimana orang lain merasakannya
tapi track list ipodku jadi berubah gara - gara ini
aku harap kau bisa segera ke sekolah,
banyak minum air mineral ya, semoga latihanmu menyenangkan
Fighting!
Jongdae mebaca pesan itu berulang kali, hatinya serasa melompat bahkan ketika dia membacanya untuk yang ke 5 kalinya. Sampai saat ini, walaupun mereka saling menyukai dan sudah begitu frontal satu sama lain, tapi tak satupun dari mereka ada yang berani menyatakannya terlebih dahulu. Mereka nampak masih nyaman bersembunyi dibalik status sahabat itu,
Xiumin melebarkan mata sipitnya ketika ponselnya menerima sebuah pesan, senyum yang sama terkembang diwajah imut itu ketika membaca pesan dari orang spesialnya itu.
From : Si Calon Artis
Ya! Baozi! jika kau ingin aku semangat, maka tersenyumlah
karena senyummu bisa menaikkan moodku 70 kali lipat!
apa kau mengikuti semua pelajaran dengan baik?
Jika kau tidak mengerti, tanyakan saja pada seongsaengnim
jangan memukul kepalamu sendiri atau menggarukknya hingga rambutmu berantakan
aku ingin bertemu dengamu...
Xiumin juga membaca pesan itu terus berulang - ulang. Tak pernah bosan membaca pesan singkat yang dia terima. Jongdae begitu spesial untuknya, tapi dia begitu takut untuk mengatakannya. Takut jika Jongdae tak menerima perasaannya karena itu memang tidak boleh, Jongdae adalah seorang calon bintang.
FLASH BACK END
.
.
.
Jongdae terus menatap ponselnya, yang kini dia pandangi adalah sebuah foto yang diambil saat pentas seni di sekolah Sehun. Jongdae tersenyum menatap fotonya bersama dengan Sehun dan Xiumin. Foto itu terlihat begitu sempurna dan nyata. Sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ayah, Ibu dan anak yang tersenyum gembira. Jika orang yang tidak tau melihat foto ini, maka mereka akan mengira bhawa mereka benar - benar keluarga yang bahagia, tanpa perceraian dan tanpa orang lain di sisi mereka masing - masing.
"Ini sudah ketiga kalinya aku melihat oppa memandangi foto itu..." Zitao bergumam lemah disamping Jongdae
Jongdae tak menyangka jika Zitao sudah bangun, yeoja manis itu melingkarkan tangannya di pinggang telanjang Jongdae dan menidurkan kepalanya di bahu Jongdae.
"Sebenarnya oppa melihat Sehun atau melihat Xiumin unii?" Zitao berkata dengan nada cemburu.
"Yaa... kau cemburu?" Jongdae meletakkan ponselnya lalu menggenggam tangan Zitao yang memeluknya. Zitao mengangguk perlahan.
"Nde... nanneun angwuenchana oppa..." Ziato berkata lembut
"Tidak ada yang perlu dirisaukan, kau kan calon istriku..." Jongdae mengusap lembut kepala Zitao dan mengecupnya.
Zitao lalu mempererat pelukannya dan mencium bahu Jongdae.
"Oh ya,... Sehun akan tinggal 'bersama kita' selama seminggu kedepan" Kata Jongdae perlahan melepaskan pelukan Zitao
"MWO? Anakmu akan tinggal disini? oppaa..." Zitao merengek memprotes keputusan Jongdae
"Ya... kau kan calon istriku, jadi kau harus dekat dengan anakku... Sehun harus mengenalmu dan menyukaimu.." Jongdae mengacak rambut Zitao yang sebenarnya sudah berantakan sejak tadi
"Tapi aku tidak suka anak kecil..." rengek Zitao manja
"Dia anakku Zitao-ah... kau akan menikahi seorang namja dengan satu anak.." Jongdae menatap wajah Zitao
"Tapikan dia harusnya tinggal bersama eommanya, bukan sama kita.." Zitao masih merajuk dan mengerucutkan wajahnya
"Mianhae... jika kau benar - benar ingin bersamaku, kau harus menerima Sehun juga.." wajah Jongdae kini benar - benar serius.
"Guere... arraseo! Aku mandi dulu,,," Zitao beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi.
.
.
.
Sehun menunggu jemputannya dengan sabar, Baekhyun juga ikut menunggu bersama Sehun. Baekhyun adalah guru wali Sehun di sekolah, jadi dia merasa bertanggung jawab pada setiap siswa sampai mereka kembali dijemput orang tuanya. Namun kini sudah jam 4 sore, jemputan Sehun belum juga datang. Baekhyun mulai resah, bukan karena jadwal pulangnya yang ngaret, dia resah melihat wajah Sehun yang tadinya ceria, kini berubah jadi murung dan tidak jelas.
"Sehun-ah... bagaimana kalau seongsaengnim menelpon ajhusinya Sehun ya... biar Sehun dijemput dulu sama ajhusinya.." Bakehyun mengelus surai namja mungil yang sedang manyun itu.
"Thileo! Appa thudah janji mau jemput Thehun... Thehun akan tunggu appa..." Sehun masih kukuh pada pendiriannya.
"Oke... kalau begitu kita menunggu 30 menit lagi ya,,, jika 30 menit lagi Sehun belum dijemput, Byun Seongsaeng akan antar Sehun pulang... arraci?" Baekhyun membelai pipi lembut siswanya itu.
Ekspresi frustasi sangat jelas terpancar dari wajah mungil bermata sipit itu.
.
.
Sementara itu di apartemen mewah Jongdae, Zitao dan Jongdae sedang bertengkar hebat. Jongdae meminta Zitao untuk kembali ke apartemennya sendiri selama Sehun tinggal dengannya, namun Zitao menolak, Zitao tetap ingin tinggal berdua bersama Jongdae.
"Tapi Sehun belum tau kalau aku dan Xiumin sudah berpisah Zitao-ah..." Jongdae berteriak memelas kearah yeoja yang sedari tadi melempar berbagai macam benda kesegala arah.
"YA! Oppa, aku tau ada tujuan lain dibalik kedatangan anak oppa ke sini... apa oppa mau rujuk kembali pada mantan istri oppa?" Zitao kini sudah penuh emosi
"Kau... kenapa kau tidak pernah mendengarkanku? Apa kau tidak percaya padaku? Aku dan Xiumin... kita... sudah berpisah" Jongdae memikirkan masak - masak segala kata yang keluar dari mulutnya
"Ani... aku tidak yakin... aku tidak mau oppa kembali pada mantan istrimu!" Zitao melemparkan kotak tissue ke arah Jongdae
"Baiklah... apa yang bisa aku lakukan agar kau bisa tenang?!" Jongdae mendekati Zitao yang napasnya masih tidak beraturan
"Setelah satu minggu Sehun tinggal di sini,... kita harus mengumumkan pada publik tnentang hubungan kita!" Zitao mengutarakan keinginannya
Jongdae hanya mengangguk pelan, semata - mata agar Zitao mau tenang dan segera mengemasi barangnya dan tinggal di apartemennya.
.
.
.
Sehun berayun di sebuah ayunan, Baekhyun masih setia menunggu murid kesayangannya itu. Tentu Baekhyun tau keadaan keluarga Xiumin dan Jongdae. Dia adalah salah satu fans Jongdae yang dulu sempat ikut kesal karena Jongdae memutuskan untuk menikahi Xiumin, dia juga tau bagaimana hebohnya keadaan saat itu. Tapi kini Baekhyun justru sangat menyukai Xiumin karena sikap Xiumin yang selalu ramah, baik dan suka membantu. Sebagai sesama guru, Baekhyun tentu tau reputasi Xiumin yang bekerja sebagai guru SMA itu. Dia jadi agak menyesal mengapa rumah tangga Jongdae dan Xiumin hanya bertahan 3 tahun.
TIIN..
Sebuah mobil memasuki halaman sekolah yang sudah sangat sepi itu. Sehun dan Baekhyun langsung terlonjak meliat mobil van yang kini sudah terparkir mulus di parkiran sekolah. Pintu Van terbuka dan Jongdae pun turun dari mobilnya.
"SEHUNIIEEE..." Jongdae berteriak dan berlari kearah anaknya
Sehun segera berlari menuju appanya dan memeluk Jongdae sekuat tenanga.
"HUUAAAAA..." Sehun kemudian menangis dalam pelukan Jongdae
"Sehun-ah mianhae... appa telat menjemput Sehun... mianhae,..." Jongdae menggendong anaknya dan mengusap - usap punggung anaknya itu.
"Huuuaaa... thehun kila appa tidak akan jemput Thehun..." Sehun masih mencengkram erat tubuh Jongdae
"Mianhae adeul..." Jongdae sangat menyesal melihat Sehun menangis, tangisan yang sudah lama tak ia tenangkan
"Thehun taku appa belbohong lagi,..." Sehun makin terisak dalam tangisannya, kata 'lagi' diakhir kalimat sehun barusan seperti menyayat hatinya.
"Sehun dari tadi sudah menunggu anda Kim Jongdae-ssi..." Baekhyun mendekat membawakan tas ransel dan sekoper perlengkapan Sehun
"Nde... Ghamsahamnida sudah menjaga Sehun..." Jongdae membungkukkan badannya yang masih menggendong Sehun
"Dari tadi juga eommanya Sehuniie sudah menelpon saya terus,..." Baekhyun belum selesai dengan kalimatnya Jongdae langsung berkata "Nde... biar aku yang menghubungi eommanya Sehun.."
Jongdae segera mengajak Sehun masuk ke mobil dan segera pulang ke apartemennya. Shooting drama Jongdae sudah berakhir, maka dari itu dia mendapatkan jatah liburannya selama 1 minggu. Dan 1 minggu ini ingin dia dedikasikan kepada anaknya yang kini sedang tertidur dipangkuannya, tertidur manis persis seperti cara Xiumin tidur. Jongdae membelai lembut surai Sehun dan menepuk punggung anak itu perlahan.
.
Sesampainya di apartemen, Jongdae langsung mengecek ponselnya yang sengaja dia tinggalkan. Ada 10 panggilan tidak terjawab dan itu semua dari Xiumin. Jongdae sangat takut untuk menelpon balik, dia tau saat ini mood Xiumin pasti sangat buruk, itu salahnya karena sangat telat menjempun Sehun di sekolah. Jongdae lalu menidurkan Sehun di kamarnya, awalnya Jongdae sudah mempersiapkan kamar tamu untuk Sehun, tapi dia berubah pikiran. Jongdae sangat ingin lebih dekat dengan putranya itu.
Jongdae meletakkan tas ransel Sehun diatas meja komputernya. Dia langsung membuka koper besar yang berisi segala kebutuhan Sehun. Mulai dari baju, vitamin, alat mandi, maian, buku pelajaran, obat - obatan yang diperlukan, dan juga sebuah daftar yang dibuat dalam agenda. Jongdae membaca daftar itu dan tersenyum. Dia tersenyum buka karena kebiasaan lucu Sehun atau makanan kesukaan Sehun yang sama sepertinya. Jongdae tersenyum melihat tulisan Xiumin, tulisan yang rapi dan sama sekali tidak berubah dari yang dulu.
.
.
FLASH BACK
"Xiumin-ah..." Jongdae berteriak memanggil nama sahabatnya itu dari ujung koridor sekolah mereka. Xiumin berbalik, tangannya masih menggenggam erat tali ransel yang ia gendong. Tumben kali ini mereka tidak berangkat sekolah bersama karena Jongdae sangat sibuk dan beberapa hari sudah tidak masuk sekolah.
"Jongdae-ah... kau datang..." Xiumin melambaikan tangannya, wajahnya yang tadi murung kini kembali berseri dan cerah.
Sudah 3 hari Jongdae tidak masuk sekolah karena sibuk dengan kegiatan rekamannya. Dan sudah 3 hari pula wajah imut Xiumin tidak tersenyum semanis biasanya, entah mengapa hatinya terasa begitu kosong dan sepi, dia kehilangan Jongdae, dia kehilangan seseorang yang selalu mengganggunya ketika mencatat, dia kehilangan seseorang yang selalu menatapnya dengan tatapan puppy eyes jika ingin meminjam catatannya. Xiumin benar - benar merasa kehilangan walaupun itu hanya untuk 3 hari.
Tapi hari ini, Jongdae datang ke sekolah. Hari ini Xiumin tersenyum lagi. Hari ini mereka bertemu lagi.
"Ya... aku merindukanmu..." Jongdae mencubit gemas pipi chubby Xiumin.
Xiumin merasa aliran darahnya mengalir lebih cebat dari biasanya, dadanya berdegup sangat kencang melihat sahabatnya itu mencubit pipinya, Jongdae sebenarnya lebih ingin memeluk Xiumin daripada hanya mencubit gemas pipi imut itu. Jongdae sangat ingin memeluk sahabat yang ia cintai itu.
"Nadoo... bogoshipeoseo" Xiumin memegang tangan Jongdae yang masih mencubit pipinya, kini giliran mata Jongdae yang menatap wajah Xiumin dengan tatapan mata berbeda, dengan tatapan mata yang seakan berkata 'aku sangat merindukanmu, benar - benar rindu'
.
.
"MWO? kau akan debut minggu depan? tapi minggu depan kan ujian kelulusan?" Xiumin mengerutkan dahinya
"Arrayeo... tapi perusahaan menginginkan aku untuk segera debut,,," Jongdae menghela napas panjang
Xiumin seharusnya bahagia karena Jongdae sebentar lagi bisa meraih mimpinya, tapi apa ini? hatinya benar - benar tidak rela jika Jongdae berhasil debut secepat itu. Secepat itu juga hubungan mereka akan berakhir, secepat itu juga jarak akan memisahkan mereka.
Demikian juga dengan Jongdae yang seakan tak rela jika harus meninggalkan menit - menit yang dapat ia habiskan bersama Xiumin, dia tau betul konsekuensi menjadi seorang idol star, menjadi seorang bintang dan tidak bisa menjalani kehidupannya sebagai orang biasa.
Xiumin merasakan wajahnya memanas, keheningan ini sungguh janggal, tak biasanya mereka berdua sehening ini. Kepala Xiumin terlalu banyak berpikir tentang bagaimana cara mengatakan pada Jongdae jika dia mencintainya.
Jongdae juga terlalu sibuk berpikir apa yang harus dia lakukan agar bisa tetap bersama Xiumin jika dia sudah debut nanti, tentunya itu adalah hal yang mustahil, perusahaannya begitu ketat terhadap hal - hal seperti itu.
"Xiu-ah... nanti malam kau ada acara?" Jongdae memecahkan keheningan
"Anii..." Jawab Xiumin, wajahnya masih resah kini menatap Jongdae yang berkata tanpa melihatnya
"Ayo kita pergi bermain lagi, aku takut jika aku tidak bisa melakukannya lagi jika tidak malam ini.." Jongdae menatap ujung sepatunya
"Membeli ddukkbokki lagi?" Xiumin menaikkan sebelah alisnya
"aahaha... anii... aku ingin mengajakmu ke tempat kesukaanku, kau mau ikut kan?" Jongdae kini mentapa wajah imut itu dengan senyumnya
"Okay..." Xiumin menganggukkan kepalanya, seperti biasa, itu adalah anggukan kepala favorit Jongae.
Xiumin kembali menggunakan earphonenya dan mendengarkan lagu dari ipodnya. Jongdae yang sudah tau kebiasaan Xiumin mendengarkan lagu itu kini jadi penasaran, lagu apakah yang didengarkan oleh orang yang dia cintai saat ini. Jongdae memeriksa Ipod Xiumin yang digeletakkan begitu saja di samping kepalanya yang tertidur di meja dan menghadap ke arah Jongdae.
Track 10
Hanya tulisan itu yang tertera, tentu itu adalah track yang berbeda dengan yang sebelumnya dia lihat, perlahan Jongdae mengambil eraphone yang menempel di telinga kiri Xiumin dan mendengarkan lagu itu bersama dengannya.
"Super Junior, So I?" gumam Jongdae yang ikut menidurkan kepalanya diatas meja sehingga wajahnya dan wajah Xiumin saling berhadapan
So I pray for you (oh) so I
So I promise you (oh) so I
I promise you everything.
I am going to believe that it's you (I'm going to believe that it's you)
Will you come to me
I want to be just a little closer to your embrace
Oh I love you my love
I'm always going to be this way
Then and now those words still make my heart race,You love me.
I wait but am afraid that this feeling of emptiness might
just be my own selfishness.
Even if I'm afraid of lonliness, I genuinely want you.
.
Malam itu Jongdae menjemput Xiumin dirumahnya, Leeteuk bahkan memeluk Jongdae ketika Jongdae berpamitan padanya, ya... Jongdae memang sudah lama tidak mampir ke rumah mungil itu dan Leeteuk tau betul alasannya.
Jongdae membonceng Xiumin yang duduk manis dibelakang, Xiumin melingkarkan tangannya di pinggang Jongdae dan menyandarkan kepalanya di punggung namja yang sedang mengayuh sepedanya itu. Xiumin agak kaget ketika mendengar deburan ombak, dia yang sedari tadi memejamkan matanya mulai mencari - cari tau keberadaan mereka.
"Kau membawaku ke pantai?" Xiumin terkejut
Jongdae memarkirkan sepedanya itu dan menggandeng tangan Xiumin menuju pasir yang terbentang luas. Deburan ombak dan desiran angin malam pantai yang pelan tapi menghanyutkan itu membuat keduanya agak canggung diawal. Jongdae mengambil sebuah kayu dan menulis sesuatu di atas pasir.
Saranghae Kim Xiumin
Xiumin yang membaca tulisan itu langsung tidak percaya dan menggigit bibir bawahnya segera. Dia membaca tulisan itu berulang kali, kemudian menatap Jongdae yang sudah nyengir di depannya.
"Ige Mwo?" Xiumin bergumam perlahan, hanya itu kata - kata yang ada di kepalanya.
"Saranghae Xiumin-ah... aku mencintaimu!" Jongdae mengatakannya, mengatakan perasaan yang hampir setahun sudah dia pendam.
"Tapi... kau kan... ini tidak boleh..." Xiumin masih terkejut dengan apa yang Jongdae lakukan
"Aku tau, aku akan debut minggu depan, aku tidak akan memiliki kesempatan lain jika aku tidak melakukannya sekarang" Jongdae berkata dan menatap lekat mata sipit Xiumin.
"Aku..."
"Aku tau, kau pasti takut karena ini adalah hal yang terlarang... apalagi setelah aku debut, tapi aku lebih takut jika aku tidak memilikimu... aku mencintaimu Xiumin-ah..."
Jongdae menutarakan perasaannya, dia masih terus menatap wajah polos yeoja yang dia cintai menatap balik dirinya yang kini hampir frustasi memendam perasaan.
Xiumin berlari kecil lalu mendekap Jongdae. Xiumin memeluk erat tubuh Jongdae, dan Jongdae juga membalas pelukan itu. Di pantai yang sepi, hanya ada mereka berdua, cahaya bulan purana, hembusan angin malam dan suara deburan ombak.
"Maafkan aku Jongdae-ah... aku juga mencintaimu" Xiumin berbisik dalam pelukan Jongdae.
Tak lama mereka saling melonggarkan pelukan mereka, mata Xiumin berair Jongdae segera mengusapnya dan menenangkan Xiumin.
Jongdae mendekatkan wajahnya pada wajah Xiumin, perlahan Xiumin dapat merasakan hembusan napas hangat Jongdae. Jongdae menempelkan bibirnya ke bibir Xiumin, Jongdae menecup bibir imut itu perlahan, Xiumin nampak tenggelam dalam ciuman pertama mereka, dengan lembut Jongdae mulai melumat bibir Xiumin, mereka berdua saling melumat dan menghisap setiap kecupan bergairah itu.
"Jadi... bagaimana kita sekarang?" tanya Xiumin setelah mereka berdua melepaskan tautan bibir mereka
"Kau... adalah yeojachinguku, dan aku... adalah namjachingumu..." kata Jongdae masih menakup wajah Xiumin
"Gwuenchana?" Xiumin kembali bertanya
"Karena yang aku cintai adalah kau, maka ini semua akan baik - baik saja" kata Jongdae lalu mengecup kening Xiumin yang kini resmi menjadi pacarnya.
FLASH BACK END
.
.
.
Sehun terbangun dari tidurnya, perlu waktu beberapa menit sampai ia sadar dimana dia sekarang. Sehun memang belum pernah ke apartemen Jongdae sebelumnya, tapi dia tau ini adalah apartemen appanya saat dia sadar siapa sosok yang tengah memainkan tablet PC disebelahnya. Dia adalah Jongdae, appanya.
"Appa..." Sehun mengedipkan matanya lucu
"Yaaa... uri Sehunie sudah bangun?" Jongdae menyambut Sehun yang tidur dari kemarin sore hingga pagi menjelang
"Appa..." Sehun tersenyum melihat appanya menakup wajah imutnya
"Nde... Sehun lapar? Sehun mau sarapan apa?" Jongdae bertanya pada Sehun sesuai dengan anjuran yang terdapat di buku agenda itu.
'jika Sehun sudah bangun, tanya padanya dia mau sarapan apa, dia hanya mau sarapan apa saja yang dia mau makan' .
Sehun naik kepangkuan appanya dan menjawab dengan manis. "Sehun mau sarapan egg roll Kornet..."
"Egg roll Kornet?" Jongdae mengulangi nama makanan yang baru saja disebutkan anaknya itu. Jongdae belum pernah mendengar makanan itu sebelumnya, apakah itu adalah resep makanan milik Xiumin? entahlah, yang dia tau adalah menelpon Xiumin dan bertanya bahan dan cara membuat sarapan yang anaknya minta.
tuuut... tuuut...
"Nde Jongdae-ah... wae?"
"Sehun mau sarapan Egg roll Kornet... bagaimana cara membuatnya?"
"hahaha... Sehun... kenapa tiba - tiba mau itu,"
"Wae? memangnya kenapa?"
"Anii... dia biasanya tidak suka makan telur di pagi hari, biasanya itu adalah menu makan malamnya.."
"Aaaah... mianhae... kemarin sehun tidur dari sore, kemarin dia tidak sempat makan malam.."
"hmmmm...kumohon buatlah aku percaya bahwa kau bisa menjanga Sehun"
"Nde... Mianhae.."
"Sehunie appaa..."
"Nde?"
"Anii... ah ya, aku akan mengirimkan cara membuatnya lewat sms.."
"Ah... nde...nde... itu lebih baik.."
"Okay... kalau begitu.."
"mmm... Xiumin-ah.."
"Nde?"
"Anii.. Semoga harimu menyenangkan.."
"Ah... gumawo... oh ya, jangan sampai Sehun telat sekolah ya.."
"Ah pasti.."
"OK! Sehunie appa fighting!"
"Fighting!"
PIP
Jongdae mendapatkan pesan singkat dari Xiumin dan segera membuatkan seporsi egg roll Kornet yang diminta Sehun. Sehun sedikit membelalakkan matanya ketika melihat egg roll Kornet yang appanya buat sedikit lebih coklat dari yang biasa eommanya buat, Sehyun mencicipi sepotong egg roll itu lalu mengunyahnya pelan.
"Appa... kayaknya appa gak bakan mathak deh.." Sehun memaksa menelan egg roll itu.
"Rasanya tidak enak ya?" wajah Jongdae kini merah
"Gwuenchana... kalena ini peltama kalinya appa mathak buat Thehun, Thehun akan habithkan themuanya.." Sehun melahap satu persatu egg roll yang agak gosong dan asin itu. Jongdae hanya menatap putra kecilnya yang sarapan dengan mata terpejam.
"Kalau tidak enak jangan dipaksa Sehun-ah.." Jongdae memelas
"Thehun thuka kok..." kata Sehun setelah menelan suapan terakhirnya lalu meneguk segelas susunya.
Jongdae berusaha memandikan Sehun yang sudah 2 tahun sudah tak pernah ia mandikan, Jongdae berusaha keras mengingat catatan Xiumin tentang keperluan Sehun dan semua yang Sehun harus lakukan setiap hari.
Tepat jam 8 pagi mobil jongdae sudah terparkir rapi di areal sekolah Sehun, tampak beberapa orang tua yang lain juga mengantar anak mereka. Jongdae menggendong Sehun dan menenteng tas ransel anaknya itu, kali ini Jongdae tak menggunakan full make up atau baju mewah, dia hanya tampil biasa, sebiasa mungkin dirinya dulu.
"JONGIN AJHUTHIIII!" Sehun meneriakkan nama seseorang yang membuat mood baik Jongdae menurun
"Sehun-ah... Ajhusi lupa kalau Sehun minggu ini tinggal sama appa sehun, jadi ajhusi kerumah Sehun tadi pagi.." Jongin menghampiri Sehun yang masih ada di dekapan Jongdae.
"Okay... thekalang ajhuthi thudah ketemu Thehun kan?" Jongin mengangguk dan memberikan high fivenya pada bocah 5 tahun itu.
Jongdae merasa sedikit iri pada Jongin yang begitu dekat pada Sehun, apa lagi melihat Jongin kini mengecek tas Sehun dan menemukan bahwa Jongdae lupa memasukkan crayon Sehun padahal hari ini adalah hari khusus drawing exhibition. Jongdae segera memberikan crayon baru untuk Sehun, Sehun dengan senantiasa mengecup pipi Jongin dan dengan manisnya Jongdae hanya mampu menonton apa yang putranya lakukan.
"Anyeong appa... anyeong Jongin ajhuthi!" Sehun melambaikan tangannya imut lalu masuk kelas bersama temannya
"Gumawo... crayonnya..." Jongdae tersenyum masam kearah adik tirinya itu
"Gwuenchana hyung... kau pasti belum tau betul jadwal - jadwalnya Sehun.." kata Jongin datar
"Nde... dia lebih terlihat seperti anakmu jika begini..." Jongdae mengalihkan pandangannya
"Aniya... hyung tetaplah appanya Sehun... aku hanya..."
"Kekasih eommanya?" Jongdae membubuhkan nada cemburu pada pertanyaannya
"Atau calon appanya?" Kini jongdae menaikkan sebelah alisnya
Jongin yang merasa terintimiadasi hanya bisa diam. Jongin sangat tau jika dari dulu Jongdae memang tak pernah menyukainya, karena appanya meninggalkan eommanya demi menikahi eomma Jongin.
Mood Jongdae tidak begitu bagus hari ini, Jongdae memutuskan untuk berputar - putar Seoul, suatu hal yang sederhana namun jarang dia lakukan. Jongdae memainkan setir mobilnya, perlahan tapi pasti mobil itu melaju kesebuah tempat yang sangat dia kenal, itu adalah apartemen Xiumin, tempat mereka dulu pernah tinggal bersama, sebagai keluarga kecil yang bahagia.
Jongdae lama bengong di depan apartemen itu sampai sesosok yang dulu pernah dia cintai keluar sambil menggendong tas ransel dan memegang payung, hari itu memang sedang gerimis.
Xiumin seperti menunggu sesuatu, Xiumin menunggu sambil mengembungkan pipinya dan melihat kekanan dan ke kiri.
"ya... dia masih terlihat imut jika mengembungkan pipinya seperti itu..." gumam Jongdae sambil merogoh ponselnya
Perlahan Jongdae mulai mengambil foto Xiumin dari dalam mobilnya, Jongdae tersenyum dan merasakan getaran suka. Tak lama setelah Xiumin masuk kedalam taksi. Ponsel Jongdae bergetar.
Zitao calling
Jongdae menatap ponsel itu lalu menekan menslide layar ponselnya untuk menjawab panggilan itu.
"Nde... ada apa Zitao-ah?"
"Oppa neun oddie? kenapa tidak ada di apartemen?"
"Aku sedang berada di luar, baru saja mengantar Sehun sekolah.."
"Jadi kau lebih sibuk dengan anakmu sekarang?"
"Nde... dia anakku.."
"Oppa cepatlah pulang..."
"Wae?"
"Apa perlu alasan lagi?"
PIP
Zitao memutuskan sambungan telpon itu. Jongdae menghela napas panjangnya dan menutup matanya.
"Aku lelah Zitao-ah..." gumamnya
.
.
.
FLASH BACK
Xiumin berjingkrak didepan TVnya bersama Leeteuk, melihat seseorang yang dia cintai begitu gugup di depan kamera. Ya, ini adalah debut stage Kim Jongdae yang bernama panggung Chen. Xiumin sungguh bisa merasakan seberapa gugupnya Jongdae sekarang, bahkan dia menangis ketika Jongdae menyanyi dengat baik di TV.
Sebelum tidur, Xiumin juga tak henti - hentinya menonton debut MV Jondae... bahkan playlist di ipodnya kini tak lagi hanya ada satu lagu... semua play list itu adalah lagu - lagu Jongdae. Tentunya Xiumin sudah membeli CD dan poster Jongdae dan lihat saja, kini poster Super Junior di kamarnya perlahan terganti dengan poster - poster Jongdae.
Dia adalah kekasih rahasianya Jongdae. Xiumin dengan ikhlas menjalani hubungan backstreet dari dunia nyata, harus rela hanya menatap kekasihnya melalui layar televisi maupun layar ponselnya. Xiumin terus tersenyum tanpa henti ketika melihat wajah Jongdae yang kini terkenal dengan nama Chen itu.
Xiumin bahkan sering kaget ketika yeoja lain memuja kekasihnya. Namun dia hanya bisa tersenyum dan bergumam dalam hati, "Yaa...dia adalah kekasihku... arra?"
Yeoja ber pipi chubby itu sedang berdandan di depan cerminnya, memilih baju manakah yang terbaik untuk dia kenakan hari ini. Dia memutuskan untuk menggunakan dres one piece berwarna caramel dengan blazer coklat muda diluarnya, tidak lupa syal putih yang Jongdae berikan beberapa waktu lalu juga dia kenakan. Xiumin memasukkan sebuah CD dan juga hadiah yang ingin dia berikan pada kekasihnya.
Xiumin berdiri diantara antrian yang panjang, sama dengan orang yang berdiri diantrian itu. Acara Fansign pertama Jongdae, Xiumin sudah lama tidak bertemu kekasih tercintanya itu secara langsung, ini adalah kesempatannya. Perlahan langkah Xiumin semakin dekat, dapat dia lihat Jongdae sedang tersenyum ramah dan bersalaman pada fans - fansnya. Jongdae begitu bersinar.
"Aku tanda tangani untuk siapa?"
"Kim Xiumin..."
Jongdae langsung mendongakkan kepalanya, demi apapun juga Jongdae sangat ingin sekali memeluk yeoja imut yang tersenyum lucu dihadapannya itu. Wajah Jongdae memerah dan diapun salah tingkah, dia tak tau apa yang harus dia lakukan, dia juga merindukan Xiumin.
Dengan senyum gembira Jongdae mulai menulis dibalik foto yang Xiumin berikan... "Untuk yang aku orang yang aku cintai, yang selama ini berada disisiku, yang terbaik dalam hidupku, yeoja dengan senyum paling imut di dunia... my Baozi, Kim Xiumin... saranghae! aku merindukanmu selalu.."
Jongdae menyerahkan CD dan foto yang sudah dia tanda tangani...
"Gumawo oppa..." Xiumin tersenyum menggoda, dia menyodorkan sebuah kotak hadiah yang sudah dia persiapkan, kotak itu tak begitu besar namun sangat berarti bagi Jongdae.
"Gumawo, Saranghae.." bisik Jongdae.
Xiumin sadar betul kesempatannya untuk bertemu Jongdae sangatlah singkat, namun walaupun begitu Xiumin tetap bahagia dia bisa melihat wajah kekasihnya lagi, kekasih yang sangat dia rindukan.
Setelah makan malam, Leeteuk tentu menemani Xiumin menonton reality show yang tak biasanya dia tonton, kali ini Xiumin menontonnya karena ada Jongdae sebagai bintang tamunya.
MC : " Chen-shi... nama asli anda Kim Jongdae... benar kan?"
Chen : "Nde... majja yeo..."
MC : "Waaah... jarang sekali artis yang dari awal debut solo menyanyi bisa sesukses anda... daebak!"
Chen : "Ahaahaha... ghamsahamnidaaa"
"Kyaa... eomma... lihat betama gugupnya dia... hahaha,..." Xiumin dengan semangat menertawai wajah nervous kekasihnya itu.
MC: "Chen-sii... tipe ideal wanita idamanmu... seperti apa?"
Chen : "Dia memiliki mata sipit dengan single eyelid, pipi yang chubby, bibir yang manis, senyum yang imut, tidak terlalu tinggi dan berkulit putih"
MC: "Waaah spesific sekali... apa kau sudah menemukannya?"
Chen : "Nde... dia pasti sedang menontonku dirumahnya.."
MC : "Duguseo?"
Chen: "Uri eomma..."
"Uahahahahahahaaaaa... ya kau jahat sekali... masak sih aku dibilang ibunya,... yaa... awas kau Kim Jongdae"
Seperti biasa, Xiumin memang selalu berakhir dengan menertawai Jongdae di televisi. Mengucapkan kata rindu pada semua foto Jongdae dan tak lupa mengirimkan pesan teks pada kekasinya.
To : My beloved Star
Gumawo... apa aku begitu mirip eommamu?
Kau terlihat semakin baik Jongdae-ah...
Bogoshipeoseo...
Jongdae yang baru saja menyelesaikan shootingnya, langsung terkulai lemah didalam vannya, ingin sekali dia memeluk Xiumin disaat seperti ini. Dan kerinduannya terobati karena pesan Xiumin. Seperti biasa, jongdae selalu tersenyum sendiri bahkan saat membaca pesan itu untuk yang ke 5 kalinya.
To : Uri Baozi
Anii... yang ku maksud benar - benar kau,
Calon eomma anak - anakku kelak..
Nadoo Bogoshipeoseo...
Jongdae juga terlelap dalam tidurnya setelah mengirimkan pesan itu. Dia sangat bahagia bisa memiliki seseorang dengan tingkat pengertian dan perhatian yang luar biasa tinggi seperti Xiumin. Semakin hari rasa cintanya semakin dan semakin bertambah.
.
.
.
3 tahun kemudian
Xiumin sedang menunggu bus langganannya di halte dekat kampusnya, seseorang berpenampilan aneh mendekati Xiumin. Orang itu menggunakan celana jeans dan jaket kulit yang kerahnya menutupi sedikit wajahnya, pria itu juga memakai topi dan kacamata baca. Xiumin agak takut pada kehadiran pria itu dan terus mencengkram erat tasnya.
"Ya... Baozi!" kata namja aneh itu.
Xiumin langsung mengenali si empunya suara dan senyumpun terkembang di wajahnya. Tanpa pikir panjang Xiumin langsung memeluk Jongdae.
"Jongdae-ah,... kau di sini... ini benar kau.."
"Nde..."
Jongdae akhirnya mengajak Xiumin ketempat favorit mereka, tempat yang paling aman untuk mereka berdua kunjungi, itu adalah pantai dimana mereka mengutarakan perasaan mereka masing - masing.
"Ya... tidak terasa ya...sudah 3 tahun sejak debutmu... kau sangat menakjubkan" Xiumin bersandar pada bahu Jongdae
"Aku mulai lelah sayang... aku ingin selalu ada kau disisiku..." Jongdae memeluk erat pinggang ramping Xiumin
"Aku akan selalu setia menunggumu Jongdae-ah... menunggu hingga kau benar - benar bisa aku miliki" Xiumin bergumam dan matanya terpejam.
"Aku akan selalu untukmu Xiu..." Jongdae mengecup mesra bibir manis itu, ciuman hangat yang sangat dia rindukan, sentuhan penuh cinta yang hanya dia dapatkan dari Xiumin kekasihnya.
Seberapapun sibuknya Jongdae, dia tetap bisa meluangkan waktunya untuk sekedar menelpon Xiumin. Entah itu saat baru bangun tidur atas saat akan tidur. Jongdae selalu merindukan Xiumin, bahkan yang sangat santer diberitakan adalah Jongdae selalu memakai gelang yang sama kapanpun dan dimanapun, juga sebuah kalung yang berbentuk huruf X selalu dia gunakan.
.
.
Dua bulan kemudian...
Sebuah foto beredar luas di dunia maya, foto saat Xiumin dan Jongdae tengah berjalan bersama dan saling bergandengan tangan saat mereka sedang berlibur di pulau Jeju.
Sontak foto itu menggegerkan masa dan juga membuat manager Jongdae kewalahan menerima telpon dari para wartawan.
Tapi yang membebani pikiran Jongdae bukanlah masalah perusahaan. Jongdae sedang memikirkan betapa berat hari - hari yang harus Xiumin hadapi setelah foto itu tersebar.
Xiumin mendapatkan prilaku yang sangat buruk, dia dikucilkan dari lingkungan kampusnya. Rumahnya sering diteror, dia juga sering dikerjai oleh fans fanatik Jongdae.
"Noona... gwuenchana?" Jongin menghampiri Xiumin yang frustasi dengan kelakuan fans - fans Jongdae
"Apa kau terlihat baik - baik saja Jongin-ah?" Xiumin menatap mata Jongdae dengan pandangan sarkastik
"Hmmm... memang seperti ini konsekuensinya,... aku harus menerima.." Xiumin lalu mengacak kasar rambutnya.
Jongdae berusaha mencari hari yang pas untuk mengadakan konferensi pers tentang siapakah yeoja yang bersamanya itu. Perusahaan meminta Jongdae untuk mengatakan bahwa yeoja itu hanyalah sahabatnya waktu SMA dan mereka sengaja bertemu untuk meminta sahabatnya itu menjadi guru privat bahasa inggris bagi Jongdae.
.
.
Tiba di hari H konferensi pers, Jongdae dan Xiumin mendapatkan sedikit pengarahan tentang apa yang mereka akan katakan. Namun tanpa mereka berdua sangka Jongin juga datang, tak jelas apa alasannya dia datang, dia memang selalu begitu, mengikuti kemanapun Xiumin pergi.
Seperti apa yang dikatakan Manager Jondae tadi, akan ada banyak media dan fans yang datang untuk meliput langsung acara konferensi pers ini. Begitu mereka berdua masuk kedalam ruangan, blitz kamera langsung menyerang mereka berdua, demikian juga teriakan histeris dari fans Jongdae yang terus mencaci maki Xiumin.
Dari kecajuah beberapa sesaeng fans mengincar Jongdae. Xiumin nampak dapat melihat kejanggalan itu. Dengan sigap Xiumin melindungi Jongdae dan akhirnya telur yang fans itu lempar mengenai wajah Xiumin. Melihat itu, dengan segera Jongin bangkit dari tempatnya lalu berdiri di depan Xiumin dan satu telur mengenai dahinya. Jongin lalu berbalik dan memeluk Xiumin dengan cepat sehingga telur yang dilempar mengenai punggungnya. Bukannya menghindar Jongdae hanya terdiam melihat adik tirinya itu memeluk dan melindungi kekasihnya tepat didepan bola matanya.
'seharusnya aku yang memeluk Xiumin. Seharusnya aku yang melindunginya. Seharusnya itu posisiku' batin Jongdae, Ia mulai merasa cemburu.
.
Acara Konferensi pers diundur 1 jam. Acara yang awalnya terbuka untuk fans kini menjadi privat khusus untuk wartawan saja. Jongdae dan Xiumin diberikan waktu untuk membersihkan diri mereka, serta Jongin yang entah apa pentingnya dia disana, dia telah berhasil membuat mood Jongdae rusak parah.
Jongdae mencari handuk basah untuk membantu membersihkan telur yang mengenai wajah Xiumin. Begitu Jongdae sampai di ruang ganti, ia melihat Xiumin dan Jongin saling membersihkan wajah satu sama lain sambil tertawa dan bercanda. Entah darimana datangnya rasa cemburu itu. Hati Jongdae rasanya sangat panas. Ia meremas handuk basah itu. Sebenarnya semua kejadian itu disaksikan sendiri oleh Jongin. Jongin melihat tatapan mata cemuru Jongdae melihat dirinya dan Xiumin sedang bersama. Namun Jongin mengabaikannya, karena sejak awal, Jongin memang menyukai Xiumin dan berniat untuk merebut Xiumin dari Jongdae.
.
Konferensi perspun dilanjutkan. Seperti yang sudah di duga, wartawan pasti bertanya siapa Xiumin dan bagaimana mereka bisa bersama di pulau Jeju. Ketika manager Jongdae ingin menjawab, Jongdae terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.
"Sebelumnya aku meminta maaf jika ada sebuah foto yang telah beredar dan membuat masalah ini semakin melebar karena netizen mulai berasumsi sendiri. Dan aku juga tidak menyukai jika fans bertindak anarkis dan mencelakai serta mengusik kehidupan tenang Xiumin. Tapi hari ini... aku sendiri akan menegaskan bahwa, memang benar... Xiumin adalah kekasihku! Foto itu adalah momment dimana kami sedang berlibur bersama di pulai Jeju..."
Sontak semua orang mendelik ke arah Jongdae, begitu juga Xiumin. Manager Jongdae kini tampak seperti akan meledak karena wajahnya sudah begitu merah dan matanya melotot hingga nyaris melompat.
"Aku mohon maaf, tapi aku sangat mencintai yeoja yang duduk di sebelahku ini, dia adalah yeojachinguku yang sudah berhubungan denganku bahkan sebelum aku memulai debut. Aku berniat untuk menikahinya dalam waktu dekat"
FLASH BACK END
.
.
.
-TBC-
.
.
Part 3! What if I still love you? *TEASER*
"Sehun-ah... dia Zitao teman appa" Zitao tersenyum ramah seperti tak ada yang terjadi
"Sehun alergi seafood!" Xiumin panik dan membanting ponselnya
"Sehun-ah... maafkan appa nak..." "Gwuenchana,... appa kan tidak tau.."
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA SEHUNKU?"
Xiumin menampar Jongin dengan sekuat tenanganya.
"Aku tidak suka kau merebut posisi appanya!"
"Chen dan Zitao akan menikah bulan depan?"
Jongdae meremas majalah yang ada di tangannya, dia mengutuk semua orang yang menusuknya
"Oppa... aku membutuhkanmu..." Zitao berteriak melalui ponselnya
"Kau kenapa? Aku akan segera kesana!" Jongdae mengambil jaketnya dan meninggalkan Xiumin dan Sehun yang tertidur
"Jongdae-ah... khajima.." Xiumin menghentikan langkah kaki Jongdae.
"Sudah cukup kau menghancurkan rumah tanggaku yang dulu! Sekarang aku mohon jangan merusak jalanku untuk kembali"
.
.
.
AUTHOR CORNER
Anyeonghaseo... author update WGM ChenMin Version... maaf banget ya kalo ceritanya too much complicated,... mood author masih belum bener nih... T_T... masih berasa melankolis dan penuh amarah... Tapi Author sudah sangat berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang cukup berbeda di sini,... mianhae... kalau yang baca pada boring *pinky promise
.
.
.
Thanks to my beloved Reviewers!
- zoldyk - Ai Rin Lee - MidnightPandaDragon1728 - chuapExo31- Niiraa - hyona21 - Kim HyeKa -
Thaks alot for ypur huge support and attention!
Semoga author tidak mengecewakan nde...
mianhae author gak balesin satu - satu, author lagi dalam kondisi mood gak enak karena lagi sakit...
*minta disembuhin bang Lay*
RnR hajuseo... :)
*Bow*
.
.
Akhir kata, seperti biasa,,,, author mengucapkan... aauuuuu... AH! SARANGHAEYEO!
Happy reading readerdeul!
