jaaaa inilah chapter 3 enjoy:D
Disclaimer : Kuroko No Basuke bukan punya saya u,u
Sebelumya:
'Dasar yandere yandere sadis' bati Kotori dan Aomine yang paling sering kena kesadisan yandere Akashi dan Kurumi
'hooo yandere kah?makin menarik aja' batin Akashi tersenyum yandere
"hoi Kurumi katanya nggak akan bawa gituan lagi!" kata Kotori kesal
"aku nggak bisa tidur kalo nggak bawa pisau" jawab Kurumi yang membuat semuanya sweatdrop
'tidur macam apa sambil bawa bawa pisau?!' batin meereka
"lagian lumayan buat jaga jaga kalo kamu susah diatur" lanjut Kurumi tersenyum licik membuat Kotori merinding
"kapan aku susah diatur?aku kan penurut?" protes Kotori sambil menggembungkan pipinya
"hoo penurut? Siapa yang sering bolos sekolah dan sering pakek baju seragam nggak bener hmm?" kata Mana tersenyum menggoda
"dan siapa yang sering kena hukum gara gara terlambat, makan dikelas atau tidur dikelas hmm?" sambung Tohka tersenyum menggoda juga
"siapa yang nilai ujian semesternya paling rendah diantara kita sampek hampir nggak naik kelas?" tanya Origami dengan wajah datar
"dan siapa yang pernah menghajar guru dua kali?" tanya Reine dengan wajah datar
"iya sampai di skors 2 minggu dan hampir dikeluarkan dari sekolah" tambah Yoshino
Mendengar semua kenakalan Kotori mereka semua tertawa (nggak semua sih, ada beberapa yg Cuma senyum) dan membuat muka Kotori memerah karena malu
"haha ternyata Itsukachii nakal kayak Aominechii" kata Kise sambil tertawa
"iya apalagi sampek pernah menghajar guru" kata Midorima tersenyum
"hei aku nggak nakal" protes Aomine
"moooo berhenti dong ! dan Reine kau juga pernah menghajar guru kan?" protes Kotori
"aku nggak pernah menghajar guru aku cuma pernah hampir menghajar guru" balas Reine tenang
"sama ajaaa" protes Kotori
"nggak iitu sangat berbeda kamu dengan terang terangan menonjok gurunya kalo aku cuma meremas wajahnya gurunya soalnya dia ngatain aku zombie kurang tidur" balas Reine tetap tenang dan dengan pokerface
"samaaaaaa ajaaa" balas kotori
"hmm terserahlah seenggaknya aku nggak pernah hampir dibunuh Kurumi chan pakek pisau karena bolos latihan" jawab Reine dengan senyum kemenangan
Mendengar jawaban Reine Kotori langsung merinding "jangan bahas yang itu" katanya sambil ketakutan
"h h hampir dibunuh?" tanya momoi tergagap
"haha iya Kotori paling sering jadi korban kesadisan Kurumi karena sering bolos latihan" kata Mana tersenyum membuat Aomine merinding
"benar benar sepertimu ne Aomine?" kata anggota KnS
"diamlah" kata Aomine
"oke deh gimana kalo kita cari tempat makan malam?" tanya Mana
Semuanya mengangguk dan mereka pergi ke salah satu restoran setelah mereka memesan makanan mereka menunggu makanannya sambil terdiam sampai Murasakibara memecah keheningan dengan mengajak Reine bercakap cakap
"kalo diperhatikan mata Murachin (maksudnya Murasame Reine :3) emang kayak zombie kurang tidur mungkin gurumu nggak salah, Murachin" kata Murasakiba yang duduk di depan Reine sambil terus makan
"mungkin iya, tapi sepertinya kurang pantes kalo Murachan yang ngomong mengingat matamu juga kayak zombie kurang tidur, Murachan" balas Reine
"haha sepertinya Murachin bener juga" kata Murasakibara tertawa sambil mengucek ucek(?) matanya yang hanya dibalas oleh senyuman dari Reine
'ghhhh obrolannya suram banget!apaan coba mbahas mbahas mata yang kayak zombie kurang tidur' batin mereka semuanya yang ikut mendengarkan percakapan mereka
'dan apa apaan nama panggilan Murachin dan Murachan itu' batin Kise dan Tohka
Setelah selesai ber Sweatdrop ria mereka mulai mengobrol
Kurumi & Akashi
Tohka & Kise
Kotori & Aomine
Murachan & Murachin (Murasakibara&Reine)
Momoi & Mana
Midorima & Origami
Kuroko & Yoshino
Mereka kebanyakan mengobrol tentang basket dan posisi mereka di tim semenjak mereka yang ngobrol berdua punya posisi yang sama selesai ngobrol dan makan mereka kembali ke hotel
-di hotel atau lbh tepatnya di kamar KnS-
"aaaaaa kaptennya sangat menakutkan, Cuma denger ceritanya dari Kotori aja aku merinding" kata Aomine saat masuk ke kamar
"tapi Tokisaki san sangat menarik, terutama koleksi pisaunya" kata Akashi sambil tersenyum yandere
'dasar yandere gila' batin mereka sweatdrop
"ja bagaimana kalo kita tidur, besok aku mengajak Murachin dan lainnya ke gym jadi kita bisa lihat kemampuan mereka" kata Murasakibara
"tentu aku udah nggak sabar mau lihat seberapa hebatnya Kotori " kata Aomine
"aku juga pingin liat defense tak tertembusnya Murachin" kata Murasakibara
"baiklah sekarang ayo istirahat" kata Akashi
-keesokan harinya di gym-
"ohayooo" sapa Ayumu
"ohayo" balas KnS dan GoM
"jaa sekarang kalian pada mau ngapain?" tanya Ayumu
"aku mau ke tempat memanah" jawab Origami
"oooh memanah aku blm pernah nyoba itu aku ikut ya Orichwan" kata Tohka semangat
"terserah kamu" balas Origami
"kalo gitu kita juga ikut soalnya kita masih bingung mau kemana" kata Kurumi
"Akashi kun dan lainnya mau ikut?" tanya Kurumi
"boleh" kata Akashi
Sesampainya di tempat memanah origami langsung bersiap dengan panahnya
"Orichwan mau lomba?" kata Tohka
"boleh, aku mulai duluan ya" kata Origami sambil bersiap memanah
Saat dia memanah, panah nya dengan mudah mengenai sasaran dengan keakuratan yg sempurna bahkan sampai menembus sasarannya
'wow hebat, padahal dia menembaknya asal asalan tanpa menghitung gerakannya, kekuatan tangan nya pun luar biasa' batin anggota KnS saat menganalisa kekuatan Tobichi
" Sugoi yo Tobichi san" kata Ayumu kagum
"wow OriChwan hebat sekali" kata Tohka
"iya lah la kamu pikir aku Cuma bisa nembak bola basket apa? Lagian ini nggak sulit pakek mata tertutup pun bisa" kata Origami enteng
"oke kalo gitu aku juga nyoba" kata Tohka sambil bersiap siap menembak
Saat Tohka melepaskan panahnya di sasaran yang sama seperti milik Origami panahnya langsung melesat dan menembus panah Origami yang terbelah jadi dua
"ha ternyata emang gampang sekali coba langngsung bisa hahaha" kata Tohka yang membuat anggota KnS dan Ayumu kaget
"s s s sekali coba?" tanya Ayumu
"iya emang kenapa, emang gampang kok masih susahan kendo?" jawab Tohka bingung
"Yatogamichii bisa bermain kendo?" tanya Kise yang dijawab anggukan oleh Tohka
"sebenernya olahraga apaaja yang kamu kuasai?" tanya Ayumu
"Kendo, judo, voli, golf, emmm… sepakbola, bulu tangkis, tenis , terus lainnya aku lupa"kata Tohka polos
"banyak banget? Pasti uda belajar dari kecil ya?" tanya Momoi
"enggak aku belajarnya Cuma 1 bulan pas habis masuk sma" kata Tohka polos yang membuat semua orang minus GoM kaget
"ha ? 1 bulan? Terus butuh berapa lama kamu buat menguasai 1 olahraga?" tanya Ayumu kaget
"emm eto biasanya sehari belajar langsung bisa, hari kedua udah jadi pemain tingkat satu di klub sekolah, terus hari ketiga aku keluar dari klub nya" kata Tohka tersenyum bego dan lagi lagi semuanya kaget
"t ti ti ga hari?kenapa?" tanya Ayumu dan Tohka hanya menangguk
"aku bosan, sejak tau kemampuanku mereka semua mengemis ngemis minta aku bergabung ke klub nya bahkan sampek ada yg berlutut tapi setelah aku bergabung mereka semua ternyata mengemis ngemis bukan karena aku tapi karena menginginkan kemampuanku" kata Tohka dengan senyum kecut
"lalu kenapa kau masih bertahan dengan basket?" tanya Akashi
"la kalo itu beda lagi, tim basket disekolah kita terkenal kuat makanya aku coba bergabung saat aku bergabung dengan basket aku pikir mereka semua sama saja pasti bakalan ngemis ngemis dan membuat basket semenarik mungkin jadi aku nggak cepet bosen tapi ternyata mereka berbeda…"
flashback
-klub basket smp Raizen-
"Ohayo.. saya Yatogami Tohka saya anggota tim basket yang baru yoroshiku" kata Tohka
Melihat Tohka semua orang senang karena tau kalo tim basket nya mendapat orang yang hebat walau punya reputasi suka gonta ganti klub seenaknya. Mereka semua senang kecuali GoM
"Yatogami Tohka ya? Maaf meskipun pelatih menerimamu sebagai anggota baru tapi aku sebagai ketua klub basket menolak. Kami nggak bisa nerima orang yang nggak serius" kata Kurumi dengan tegas membuat Tohka terkejut
"ya kami nggak butuh orang yang Cuma main main atu iseng iseng sama basket" kata Kotori sambil mendribel bola dan melakukan Jumpshot sementara Tohka masih membeku
"kami tau kalo kamu hebat tapi nggak perlu merasa kasihan ke kami karena kehebatanmu" kata Origami sambil meng-shoot bola yg ditangannya
"karena meskipun tanpa belas kasihanmu kami sudah cukup kuat" kata Reini yang menggelantung(?) di keranjang basket selesai melakukan dunk
End flashback
"kata kata mereka sangat menyentuh saat itu untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan sesuatu, aku merasa tertantang dengan basket dan ingin cepat cepat menakhlukkannya. Semenjak saat itu aku suk- enggak.. aku cinta sama basket " kata Tohka tersenyum diikuti senyum semua orang..
Okeee end of Chapter 3
Aaaa saya mungkin akan mempair kan mereka :3 dan buat fic ini ada romance nya
RnR minna san :D
Jaa nee
