lohaaaa, udah lama nggak ketemu ama melody.

Kira-kira udah berapa abad yha#plakkkkk.

Udah deh nggak usah ba-bi-bu lagi mending back to story

RAIN

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

This fic belong to : hasukari melody

Pairing : Uchiha Sasuke X(female)namikaze Naruko

haruno sakura X sabaku no gaara

Rate : T

Genre : Romance,angst

sasuke: 20 tahun

naruko: 19 tahun

shikamaru: 20 tahun

kiba :20 tahun

part 7...

SASUKE POV

"jadi kau benar-benar pewaris tunggal semua jaringan uciha's restaurant di seluruh dunia?" tanya seorrang lelaki yang memperkenalkan dirinya dengan nama rock lee itu bersemangat.

Aku terdiam sambil berusaha mengikatkan tali clemek kebelakang. Ah, jangan sampai aku terlihat seperti banci gara-gara clemek biru ini. "menurutmu?" tanyaku datar.

Lee tersenyum makin lebar dan menyikut tangan lelaki yang bertato segitiga di masing-masing pipinya. "bagaimana menurutmu kiba?"

lelak yang bernama kiba itu menatapku lekat-lekat. Memperhatikanku dari atas sampai bawah. "kau tidak setampan ini bila kau bukan anak orang kaya. Bahkan, kau tetap terlihat tampan dengan clemek biru itu. Tidak seperti diriku yang mirip dengan ibu-ibu rumah tangga kesepian. Jadi, tentu saja aku sangat percaya bahwa kau anak pemilik restoran uciha." ujarnya lancar.

"sudah kuduga! Sudah kuduga! Dia memang terlalu tampan untuk kalangan kita," ujar lee dengan wajah yang berbinar binar seperti melihat artis-artis papan atas.

Senyumku semakin mengembang mendengar komentar mereka. Yah, setidaknya aku tidak terlihat seperti banci dengan clemek ini. Dan aku berhasil membuat mereka menghormatiku.

"hey, kalian disini untuk dibayar, bukan untuk menceritakan diri kalian sendiri," ujar suara sinis dari dapur. Aku melihat gadis menyebalkan itu berdiri dengan lap ditanganya, menatap kami bertiga dengan kesal.

"kita tidak membicarakan diri sendiri, kita sedang membicarakan sasuke,"ujar lee membela diri.

Gadis itu mendengus dan menatap kami bertiga maki galak. "itu justru lebih buruk lagi. Ayo, cepat! Banyak yang harus kita kerjakan," serunya dengan tegas.

Lee segera berjalan menyusul gadis itu bagai pengikut setianya. Aku menatap kiba yang masih berdiri disampingku.

"hei, siapa nama gadis menyebalkan itu?" tanyaku dengan nada penasaran.

Kiba melirik kearah yang kutunjuk dan mengangguk mengerti, "oh, dia Namikaze Naruko. Dia satu-satunya perempuan disini. Dia sangat cantik, bukan?"

mataku terbelalak mendengar ucapanya. "kau bilang dia cantik?"

"ya tentu saja. Naruko memang sangat cantik. Banyak sekali pengunjung yang memujinya. Banyak juga lelaki yang datang kemari hanya ingin melihatnya. Selain cantik, dia juga baik dan rajin. Oh, iya juga bertanggung jawab," jelas kiba seperti menerangkan proses terjadinya hujan pada anak kecil.

"dia baik?"

kiba mengangguk mantap. "dia itu sangat baik. Kalau aku harus teburburu pulang, dia yang menyelesaikan pekerjaanku. Yah, walaupun dengan mengomel, sebenarnya dia tidak marah, kok. Dia juga sangat ramah pada pengunjung."

"Arigatou!" seru gadis itu riang sambil membukakan pintu bagi pengunjung untuk keluar dan membelai lembut rambut anak kecil didepannya. Aku memperhatikan gerak-geriknya yang begitu ramah dan ceria. Muka dua, begitu kesimpulanku. Dia bisa berakting begitu ramah dan baik hati di depan pengunjung.

Aku menatapnya lekat-lekat. Mencari tahu alasan orang-orang sering memujinya sebagai gadis yang cantik.

Naruko memiliki rambut yang panjang, kuning. Sedikit mengingatkanku kepada... sakura. Aku menggelengkan kepala cepat. Tentu saja dia berbeda jauh dengan sakura. Sakura gadis yang ramah dan menyenangkan dan juga rambut sakura pendek tapi itu dulu mungkin saat ini rambutnya juga sudah panjang.

Kuamati wajahnya baik-baik. Naruko memiliki kulit putih seperti awan. Matanya berwarna biru safir seperti langit. Wajahnya bulat hampir oval dan senyumnya begitu...manis, ya, aku mungkin memang tidak bisa memungkiri bahwa naruko memiliki senyum yang manis. Perpaduan semua itu membuat kesan gadis yang polos dan baik-baik. Pantas saja banyak yang tertatik padanya.

"tapi dia sama sekali tidak terlihat baik kepadaku," ujarku mencoba berdebat. Kiba terdiam menatapku.

"bahkan sepertinya dia makin membenciku setelah mengetahui aku anak pemilik restoran ini," lanjutku.

Kiba menarik napas dalam-dalam. Dia duduk dikursi kosong terdekat."kau tahu? Dia memang semakin tak suka padamu saat tahu kau adalah anak pemilik restoran ini. Karena itu berarti kau orang kaya. Naruko membenci orang kaya."

"benci orang kaya? Bagaimana bisa?" tanyaku heran.

Kiba mengangkat bahunya tanda tak tahu-menahu soal itu. "tapi aku yakin da alasanya. Sekarang lebih baik kau bersikap manis kepadanya. Jangan bersikap dingin seperti ini. Mungkin saja anggapannya terhadap orang kaya bisa berubah," saran kiba sambil menepuk pundakku. "aku lanjutkan kerjaanku. Kau juga, ya!"

TO BE CONTINUTED

balasan review dari febri feven: sakuranya ada di suna untuk sementara waktu .

udah lama nggak muncul, pertama muncul langsung bikin chap yang pendek, inilah saya yang mempunyai kecerdasan terlalu tinggi#plakk makanya jadinya beginian dehh, hehehe .

Oh iya, ini cerita tambah jelek ataukah tambah hancurkah . . . ? ? ?

mohon review nya yha :)