Copyright Fifty Shades of Grey adalah milik E.L. James. Cerita Budak Seks Anthony adalah milik anastasiagracia21. Enjoy! Xoxo
CHAPTER 2
Aq terbangun. Alarm di hp q berbunyi. Ini hari jumat dan aq hanya mengambil 2 mata kuliah hari ini jadi kemungkinan pukul 10 aq sudah bebas. Aq menatap meja kecil di samping tempat tidurku. Aq teringat Anthony memberikan aq iphone 5 terbaru. Katanya semua mahasiswa disana memakai gadget itu karena untuk bertukar file dan informasi perkuliahan sangat mudah. Selain itu bisa menjaga privacy penggunanya juga bila memang ada beberapa file yang ingin dikirim secara top secret. Ada-ada saja pikirku.
Jam perkuliahan berbunyi menunjukkan jam kuliah terakhirku selesai. Hari ini aq berencana akan mengelilingi kota ini sejenak. Kota ini seperti kota urban dengan gaya khas pedesaan tetapi yg tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi. Aq mampir ke apartemen, berganti baju dan memulai petualanganku. Ketika aq keluar hendak mengunci apartemenku, iphoneq berbunyi. Ada satu pesan dari Anthony.
To: Anastasia
From: Anthony
Malam ini aq mengundangmu dinner di kamarku. Pukul 8. Kamarku tepat di depan kamarmu. No.21. See you :)
Anthony William,
Chief of College Student Comittee
Aq langsung mendongakkan kepalaku memandang kamar yang jauh di depanku. Apartemen ini berbentuk U dan kamarku dan Anthony ternyata sekitar 100 meter jauhnya saling berhadapan. Ditengah-tengah apartemen jauh di bawah adalah hall apartemen yang dihiasi dengan pancuran raksasa. Oh God! Di kejauhan dia melambaikan tangan sambil tersenyum. Sepertinya dia tahu aq akan pergi. Aq melambaikan tangan balik. Walaupun jauh tubuhnya yg maskulin terlihat sangat menarik. Lalu aq menuruni tangga dan melanjutkan petualanganku.
Aq berlarian menuju kamar Anthony. Ini sudah pukul 8 lewat 10 menit. Aq tidak tahu jika kereta berhenti beroperasi pukul 7 malam dan aq harus berganti naik taksi. Aq memasuki hall apartemen Anthony yg berbeda. Sepertinya lebih luxurius dibanding punyaku. Jelas sekali, dia kan ketua komite, pikirku. Aq memencet tombol pintunya dan dia berdiri disana sembari memegang handuk mengusap rambutnya yang basah. God! He is even more gorgeous than Henry Cavill, the superman!
"Anastasia, aq pikir kau tidak datang.."
"Kau tidak boleh seperti itu, ini kan masih jumat." Balasku..
Lalu anthony mempersilahkan masuk.
Aq memasuki ruangannya yang langsung terhubung dengan ruang tamu. Disana terdapat meja makan yang sudah dilengkapi hidangan dan..wine. Lalu terdapat bar pemisah untuk dapur mungilnya. Setelah itu baru terlihat balkon, yg tentu saja lebih besar dari punyaku. Aq duduk di kursi tamu. Anthony terdiam sambil mengeringkan rambutnya. Uhh bau sabunnya tercium lembut. Dia terdiam sepertinya marah karena aq terlambat.
"Kau sepertinya tidak pulang ke apartemenmu?"
"Iya. Aq tidak bisa pulang. Aq harus berganti angkutan karena..".
"Mandilah", potong Anthony. Dia memberikan aq baju handuk. Aq bingung. Bagaimana bisa seorang wanita mandi di apartemen laki2 yang tidak dikenalnya dgn dekat.
"Anastasia.. Apakah aq harus mengingatkan bahwa di NDA kau harus patuh dengan pemberi donor?"Ucapnya melihatku masih duduk karena asiik melihatnya mengeringkan rambut.
"Ah iya", kataku. "Dan maaf jika aq terlambat.." Kataku sambil menunduk dan pergi.
Kami memakan hidangan sambil mengobrol kesana-kemari. Dibalik sikap kalemnya, ternyta Anthoni laki-laki yang humoris, baik dan hangat. Beberapa kali Anthony memegang tanganku ketika aq bercerita. Aq kaget tapi aq hanya menganggapnya sebgai perasaanku saja.
Anthony menuangkan wine ke gelasku, lalu ke gelasnya.
"Maaf Anthony, aq tidak terbiasa minum wine"
"Benarkah? Jangan berbohong. Tanganmu terlalu dingin. Wine akan menghangatkanmu",
"Tidak apa2.. Aq.."
"Anastasia, jangan buat aq memaksamu.."Ujarnya tajam. Akhirnya aq menerimanya..
"Ayo ke kamarku" ucap Anthony berdiri. Memegang tanganku sambil menuntunku ke kamarnya.
Ketika aq masuk, aq merasa ini adalah momen yg tepat untuk bilang Wow! Ternyata kamarnya lebih besar daripada ruang tamunya. Setengah dindingnya adalah kaca yang langsung bisa melihat pemandangan kelap kelip kota. Di sisi pinggir kaca ada meja memanjang sampai ke tempat tidur yg sepertinya dia gunakan untuk belajar. Anthony menuntunku ke sebuah sofa panjang yang langsung berhadapan dengan kaca. Suasana lampu meremang sehingga semakin jelas kelap kelip perkotaan di bawah.
"Anthony, ini indah sekali..." Ujarq setelah duduk di Sofa ditemani Anthony di sebelahku. Sofa itu sepertinya hanya cukup untuk berdua sehingga kami harus duduk berdekatan.
Anthony meminum wine-nya. Dia tersenyum.
Aq juga meminumnya sedikit.
"Kau suka Anastasia?"
"Suka sekali"
Benar sekali. Wine membuatku hangat. Dan jauh lebih rileks. Aq masih terkesima dengan pemandangannya dan Anthony memperhatikanku dengan seksama. Aq meminum wine lagi. Anthony tersenyum dan mengelus lengan kananq yang waktu itu aq hanya memakai dress panjang putih polos tanpa lengan yang sudah disiapkan Anthony.
Aq menoleh. Wajah Anthony dekat sekali denganku.
"tak kusangka.. Kau jauh lebih cantik daripada di foto formulir itu Anastasia.."
Wajahku memerah. Perasaanku berkecamuk. Dengan berani aq memandang Anthony. Wajahnya yang good-looking seakan membuatku meleleh.
Anthoni memainkan rambut brunette lurusku yang ujungnya hampir mengenai pantatku.
"Kau memakai shampoku Anastasia.." Ucapnya tersenyum mencium aroma rambutku. Bibirnya semakin dekat denganku. Hatiq berdegup kencang. Anthony akan menciumku, dan benar saja Anthony menciumku perlahan tapi manis sekali. Setelah itu melahapnya seperti lapar. Setelah itu kami berhenti. Saling menatap dan mengambil napas. Seperti ada gairah aneh disitu. anthony tersenyum nakal, matanya seakan seperti melihat blue film.
"Anastasia.. Kau harus membaca NDA mu dengan benar. Aq akan mengambilkan NDA yg kemarin sudah kamu tandatangani... Tunggu disini..."
"Aq tidak ingin membacanya.. Aq sudah tahu.." Mataku menerawang karena ciuman hot itu.
"Benarkah? Kau tahu ini bukan sekedar ospek kan Anastasia? Kamu cerdas dan kamu harus benar-benar membacanya. Karena kamu milikku. Kau menandatngani untuk menjadi milikku, Anastasia. Aq tak ingin kau ceroboh" tuturnya sambil mencium lagi bibirku.
Anthony berlalu.
Aq takpaham ucapannya. Aq memejamkan mata. Si ketua komite itu baru saja menciumku! Dengan ciumannya yang basah, lapar itu! Aq tersenyum sambil memandang hamparan pemandang kota melalu kaca jendela.. Ahh anak dewa itu menciumku!
Anthony masuk, "anastasia, ini dokumennya. Bacalah dan tanyakan bila..." Dia terdiam ketika mengetahui Anastasia sudah terbaring lelap di tempat tidurnya.
Aq terbangun. Aq ingat beberapa bajuku harus kumasukkan laundry. Tapi sedetik kemudian aq sadar ini bukan kamarku. Aq memandang sekitar dan yang kutakutkan menjadi kenyataan. Disampingku, Anthony masih tertidur pulas. Bertelanjang dada dan memakai celana piyama panjang. Aq memegangi kepalaku mendadak pening. Apakah aq berhubungan seks dengannya tadi malam? Jerit batinku. Aq berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam. Aq menoleh kearah meja samping tempat tidur. Ada beberapa tumpukan kertas disitu. Aq ingat semalam qt membicarakan NDA.
NON-DISCLOSURE AGREEMENT
Pihak 1: penerima donor beasiswa pertama dan kedua
Nama : Anastasia Gracia
Pihak 2: Donor beasiswa kedua
Nama: Anthony William
1. Pihak 1 akan selalu patuh dengan setiap keputusan baik secara lisan maupun perilaku yang diberikan pihak 2 selama masa studi di Universitas dan/ selama pihak 2 memberikan donor pada pihak 1
2. Pihak 1 tidak diperbolehkan melakukan hal-hal yang membuat dirinya bahaya/terancam bahaya yang mengakibatkan gangguan mental, fisik, ataupun kematian.
1 berhak menerima seluruh fasilitas yang diberikan pihak 2. Adapun fasilitas yang diterima terlampir.
4. Pihak 1 tidak diperbolehkan mempublikasikan kepada khalayak, baik secara lisan, ataupun semua media perekam, selama masih berhubungan kontak dalam bentuk apapun dengan pihak 2
5. Pihak 1 tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual dengan siapapun selama masa studi di universitas dan/ sesuai dengan keputusan pihak 2.
Pihak 2 telah berjanji untuk menjaga nama baik pihak 1 selama masa studi dan sesudahnya di Universitas (terlampir). Apabila salah satu dari pasal diatas dilanggar oleh pihak 1, maka pihak 1 siap diproses secara hukum sesuai dengan pasal-pasal yang dibebankan dan menanggung hukuman moril yang berupa pencemaran nama baik pihak 1 di media massa dan khalayak.
Yang bertandatangan di bawah ini,
Anastasia Gracia
Dan yang terbodoh selama hidupku: Aq menandatanganinya. Aq memegang kepalaku lagi. Sepertinya aq tidak membaca ini sewaktu mendatngani surat-surat yang kemarin. Ahh.. Aq benar2 ceroboh!
"Ada yang perlu ditanyakan Anastasia?" Ucap Anthony di belakangku sambil mencium bahuku. Aq terkesiap. Ternyata dia sudah terbangun.
"Maaf, aq harus melepas bajumu. Aq tidak terbiasa tidur dengan seorang wanita yang memakai baju". Ujarnya tenang.
Aq melihat diriku yang separuhnya masih terbalut selimut tebal. Dan benar saja, aq telanjang. Aq terkesiap. Aq meraih seluruh selimut itu untuk menutupi bagian tubuhku yang terlihat. Entahlah tiba2 suaraku tidak bisa keluar. Sambil memandang Anthony ketakutan, aq merapat di sisi tempat tidur.
"Kau..! Melihatnya?" Kataku hampir teriak.
"Iya. Kau sangat...cantik. Di segala hal. Aq suka kulit eksotismu. Tidak pucat" matanya membara.
"Apakah tadi malam qt melakukan..ehm...seks?" Ujarku parau.
"Tidak..mmmm.. Mungkin dalam waktu dekat ini.." Anthony tenang dan perlahan mendekatiku. Matanya tajam menghunus mataq yang hampir menangis.
"Jangan takut Anastasia.."
"Tidaaak!" aq berlari kesusahan dengan berselimut ketika tangannya hampir menyentuh wajahku. Kertas2nya berserakan kemana2.
Aq berlari menuju pintu, dan tentu saja pintunya terkunci. Anthony dengan cepat mengejarku. Aq bingung. Aq berlari taktentu arah hingga menabrak kaca jendela. Aq merasakan hantaman yang hebat di sekujur badanku. Oh God! Aq takut dan aq mulai menangis. Tiba-tiba Anthony sudah didepanku dan memelukku.
"Ssshh.. Jangan menangis Anastasia.."
"Jangan.. Menjauhlah.. Jangan.." Aq menangis.
"Tenanglah.." Anthony terus memelukku hingga aq merasa tenang. Lalu aq dibopong menuju tempat tidur tak berdaya karena kelelahan menangis.
"Aq ingin kembali ke apartemenku"
"Tidak bisa. Kau baru bisa kembali minggu malam. Hari di luar perkuliahan adalah hari milikku, Anastasia. Apakah kau ingin melanggar NDA nya?" Tanyanya tenang tetapi sedikit khawatir.
Air mataku kembali menetes. Aq sudah tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Aq memandang Anthony. Wajahnya yang sedikit khawatir memandangi wajahku. Secara otomatis otakq mengambil kejadian2 dramatis. Aq lemas. Empat tahunku seperti apa...
