Balada Para Siswa Gila
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Warning: OOC, AU, Multi Chapter, Bahasa gaul, Semua Chara merupakan anak SMP kecuali kalo guru, gaje, ga nyambung antara chapter yang satu dan chapter lainnya, abal, ababil, labil, gila, sinting, sarap, kalo gak lucu jangan ketawa, kalo misalnya udah baca fict ini dan mulai ketawa-ketawa sampe dikira gila mending stop baca, semua kegilaan tidak ditanggung author(?), typo(s), ada yang berdasarkan pengalaman nyata author dkk maupun bukan.
Genre: Humor, Friendship, Romance
Rate: NAEK JADI M GARA-GARA BAHASANYA.
.
.
Chapter 2
That Pantsu Maniac?! [Lucy, Ichiya, Mystogan, Edo!Natsu]
[A/N: AGAIN! Ini beneran dan baru terjadi beberapa hari yang lalu! Animaa! *ngejerit kayak Mystogan(?)*]
Lucy's POV
Rabu, 30 Oktober 2013
Hari kesialan gue, dan orang-orang yang gak suka hari Rabu.(?)
Pagi itu, gue berangkat sekolah, terus abis Morning Assembly di aula sekolah gue, gue pun ke kelas, oke, ini terlalu biasa. Tapi entar juga ada yang nggak biasa kok (?)
Gue lagi berusaha buat nahan ngantuk di kursi gue, eh tiba-tiba seorang manusia dengan nama Ichiya ngedatengin gue. Penampilannya itu ya gitu(?) berwujud manusia walau menurut gue bukan manusia melainkan Dewa Otaku yang datang ke bumi untuk menularkan Ajaran (baca: virus) Ecchi-isme dan juga Hentai-isme.
"Lucy…" Panggilnya. Gue cuman bales, "apaan?"
Ichiya ketawa sarap, karena emang dia itu sarap sejati sampai mati *digampar* Ehm, yah, gitu deh. Dia aja pas upacara, ditanya 'siapa yang sakit?' malah jawab 'Saya seperempat sakit jiwa!' sambil ketawa ala cetar bahananya itu.
"Loe tau gak, kemaren itu gue liat di webnya Mr. Choo (maksudnya Danny Choo), gue liat-liat nendroid sama figurine," katanya ngasih jeda buat gue biar gue ngerespon.
"Oh, terus?" bales gue males.
Mulai lagi, dia ketawa sarap bin gila lagi. "Hehehehehehe, gue ketemu figurine Miku yang…" Ichiya berenti ngomong. Terus mukanya jadi merah gitu, terus giginya nongol, terus ngisep darah—eh salah! Itu vampire ya? Tapi mirip kok. Kalo vampire ngisep darah, ini ngisep quota internet gara-gara keseringan browsing.
"Apa?" balas gue. Ya, semoga dengan gue bilang gitu, dia cepet-cepet jawab dan pergi ninggalin gue dan meja gue yang udah mulai terkontaminasi.
"Gue nemu figurine yang roknya Miku Hatsune bisa dibuka terus ada pantsu (pantsu: underwear) yang ada motivenya lho!" katanya semangat '42, ya iyalah, dia kan maniak Jepang sejati, makanya semangat '42, semangat Jepang saat ngejajah Negara Indonesia dan itu adalah tiga setengah tahun terkeji di Indonesia karena Jepang menjajah dan memerintah seenak jidat. *malah sejarah*
"Terus, gue mulai browsing tentang pantsu! Muahahahaha!" Sarap-meter meledak, menandakan kesarapan nih dewa udah overdosis. "Gyahahaha, ternyata pantsu itu ada yang polos, ada yang berenda, ada yang mini, ada yang—" STOP WOII, LOE CUMA BIKIN OTAK GUE JADI MESUM! DASAR DEWA SESAT AJARAN KEMESUMAN(?)
"Oh… Ok," kata gue nahan marah. Oh ya, coba deh habiskan satu minggu penuh dengan Richie. Dijamin hasilnya maksimal. Antara maksimal jadi ecchi-hentai maupun jadi otaku akut level 9999(?) dan juga, bisa jadi anda jadi extra penyabar, kalo ngadepin orang sabaaar banget.
Ichiya ngelenggang pergi.
Gue bernafas lega, ku rasakan hawa kebebasan yang telah sekian lama tak kujumpa, aku ingin sekali lagi mendapatkan rasa itu, rasa yang seakan telah terkubur jauh di dalam hatiku. *SOK PUITIS LOE!*
.
.
Akhirnya, pelajaran Bahasa Indonesia(?) dengan Madam Porlyushica. Si Medem(?) juga Wakil KepSek gue yang bener-bener kocak namun sadis. Yes. SADIS.
"Bu, ibu tau gak kalo saya lagi menggilai sesuatu?" kata Ichiya nantang sang Madam yang katanya maha-tau akan segala murid-muridnya.
"Tau lah…" kata Madam Porly lembut. Nah, kalo lagi kayak gini, si Madam bener-bener lembut, selembut pembersih ultra Molt* softener *digampar*
"Eheheh." Ichiya lagi-lagi ketawa sarap. Memang sarapers(?) sih si doi, demen nyarap(?) gitu. "Iya, saya lagi suka sama apa bu? Ehehehe.."
Gue yang udah gak tahan sama sifatnya Ichiya di kelas langsung teriak ke Madam Porlyushica dari tempat duduk gue di barisan belakang. "DIA ITU MANIAK PANTSU BU! YANG DALAM BAHASA INDONESIA DIBILANG KANCUTT!"
Si Elfman dari barisan depan langsung ngerespon. Biasanya dia bolot, tapi tumben dia bisa gak lemot gini. "BAHAHAHAHAHA!" tawanya. Nah, yang ini gak kalah dalam urusan sarap-menyarap sama Ichiya. Mereka rival dalam hubungan sarap-menyarap gini. "DASAR MANIAK KANCUUUT!"
Itu Guru berambut pink melotot ngeliat gue. Gue mendelik balik ngeliat dia, gue gini-gini juga takut sama tuh manusia… Gue takut kalo ternyata bener apa yang dibilang sama guru-guru laen, kalo Madam Porlyushica itu titisan Naga (?). "BENER KAMU KAYAK BEGITU, HAH, ICHIYA?!" teriaknya menggelegar cetar membahana.
"MUAHAHAHAH!" Ichiya balas ketawa, sarap tuh bocah… Tapi pas saat itu juga bel pelajaran berakhir. Dan karena guru tercinta gue itu juga ada janji sama orang, ya udah, kepaksa gue bungkam buat sementara, namun gue gak akan berenti ngelaporin kemesuman si Ichiya kalo dia begitu lagi! GA AKAN! INGET BAIK-BAIK, ICHIYA! DEMI TITANNN! *dibacok*
.
.
Satu hari berlalu, satu hari penyiksaan mental terhadapku telah berakhir, kutunggu kau, kelulusanku… dan selalu kutunggu. *MULAI LAGI-_-*
.
.
Kamis, 31 Oktober 2013
Halloween yah? Kalo di Barat kan biasanya pada pake costume dan dandanan zombie, vampire, gitu-gitu dah pokoknya, tapi disini gue ngeliat setannya asli. REAL! Namanya Ichiya Vandalay Kotobuki.
Sepagian itu, gue berasa lagi dikejer-kejer setan, satu badan gue keringetan, muka gue jadi merah, gue kehausan(?)… Bukan, itu bukan Ichiya yang ngejer gue. Tapi itu pelajaran OR… Dan sama Jiemma si sadis, guru OR gue nyuruh semuanya buat muterin lapangan ukuran 500x500m sebanyak 5 kali. Bayangin. Tapi beruntunglah karena neraka dunia itu udah lenyap dan kita diselamatkan oleh bel.
Gue pun masuk kelas, bertepar ria disitu untuk sejenak~
Natsu nepok bahu gue, cowok berambut girly itu ngeliat gue dengan tatapan horror. "Loe Lucy kan?" tanyanya. Gue nonjok dia, "YES AI EM, NATSU!" jawab gue.
Tiba-tiba Mystogan si cowok nerd kutu buku yang sering teriak-teriak bilang 'Anima' itu teriak ke Ichiya "DASAR MANIAK PANTSU!" Gila, cowok yang sedemikian suci taat beribadah itu ternyata bisa ngebacot juga.
Gue sama Natsu cuman bisa bengong, "Ini Mystogan ato dia punya kembaran dalam dirinya sih?" Pikir gue sama Natsu.
Konon, sampai hari ini dan sudah ku-publish cerita ini, masih sering terdengar yang teriak seperti itu, "Ichiya maniak pantsu!" demikian~
Owari~
Murasaki: ^^ gomene ceritanya beginian… Tapi emang bener begini ceritanya.
To pidachan99: Gomene Mysto gak terlalu (baca: DIKIT BANGET) tampilnya… Semoga di chap depan dia tampil lagi…
To ErinMizuMizuna-san: Etto… NaLunya Cuma begini gak apa-apakah? ^^ kalo kurang kubuatin di fict next chap~!
