Balada Para Siswa Gila
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Warning: OOC, AU, Multi Chapter, ADA OC DI CHAPTER INI, Bahasa gaul, KHUSUS CHAPTER INI, ADA MAGIC, Semua Chara merupakan anak SMP, Kaga nyambung antara chapter yang satu dengan yang lain, gaje, abal, ababil, labil, gila, sinting, sarap, semua kegilaan tidak ditanggung author(?), typo(s), ada yang berdasarkan pengalaman nyata author dkk maupun bukan.
Genre: Humor, Friendship, Romance
Rate: T
A/N: Yo, I'm back~! *ditimpukin* XD Reviewnya yaa~~! *entah kenapa jadi autis gini* Maaf update lama~!
.
.
Chapter 4
Maen ToD!? –PART 1— [Jellal, Erza, Natsu, Lucy, Gray, Juvia]
A/N: Ceritanya nyata, walau darenya dan tempatnya gak begini XD
Hari itu, kira-kira jam 5 sore di Asrama Magnolia—Sekolah yang bangunannya megah, mewah, keren, mirip kastil-kastil kuno gitu dah pokoknya—ada enam orang manusia yang lagi ngumpul di salah satu kamar teman mereka yang bernama Lucy Heartfilia.
"Jadi maen ToD?" Kata seorang cowok berambut pink yang namanya Natsu Dragneel, cowok yang cita-citanya nemuin bapaknya yang ilang pas dia masih kecil. Cowok ini cocok maen sinetron yang berjudul "Bapak yang Hilang" (?) kali ya?
"Muehehehe, jadi lah. Kalo gak jadi gue ogah dateng ke sini," kata temen si cowok rambut pink, Gray Fullbuster.
"Ya udah, ayo maen…" Kata Lucy Heartfilia alias si empunya kamar.
"Gray-sama…" kalo ini suara cewek stalker yang namanya Juvia Locksar. Dia tuh fans beratnya Gray Fullbuster sekalipun cowok itu udah pernah kecemplung di got deket asrama dan juga sering telanjang-telanjang gitu di depan orang banyak.
"Juvia juga ikut toh?" kata seorang cewek berambut merah. Ini yang paling waras dari antara semuanya yang udah sering demam pelajaran. Namanya Erza Scarlet.
"Kamu jahat banget deh 'Za, kasian tuh Juvia. Masa gak kamu anggep?" nah, ini suara cowok berambut baby blue yang punya tato—atau malah luka bakar(?)—di pipi kanannya. Namanya Jellal Fernandez, pacarnya si Erza Scarlet.
"Ya udah ah, mulai aja…" Kata Lucy mulai kesel karena gak mulai-mulai.
Mereka sekarang duduk dalam posisi membentuk lingkaran… Urutannya yakni: Lucy, Natsu, Gray, Juvia, Erza, Jellal.
Lucy mulai, "Natsu, Truth or Dare?" katanya ke Natsu yang lagi bengong sambil ngiler. Jijik banget deh pokoknya.
Natsu mikir sejenak. Setelah lima hari pikirannya gak bisa refreshing gara-gara pelajaran yang sedemikian beratnya sampe otak Natsu rada geger sekarang.
"Gue pilih T aja… Buat pemanasan," kata Natsu sambil nyengir lebar. Yakinlah, kalo anak umur 3 taon pasti kabur ngeliatnya.
"Hmmm…" Lucy mikir. Seketika bohlam lampu animasi nyala di atas kepalanya Lucy. "Aha!" katanya. "Siapa yang lagi loe suka?"
Muka Natsu memerah gara-gara dia malu. Merah banget, sampe tuh cowok salah tingkah. "G-gue suka sama … L-loe Luce." Katanya. Lucy yang tadinya senyam-senyum sumringah sekarang malah nutup mukanya pake kardus Indomie(?) yang entah dari mana didapatkannya.
"CIEEEEEE!" Gray, Juvia, Erza dan Jellal nyorakin si Lucy.
"Lanjut ya!" kata Natsu natap Gray sinis dan dengan tampang membunuh. "ToD?!" kata Natsu.
"Gue sebagai cowok yang beneran cowok tulen milih Dare! Emang elo 'Tsu?" kata Gray ngejek Natsu yang tadi pilih T. Dan juga entah kenapa si Gray malah kayaknya kesambet Elfman, cowok yang gila dengan kata "Lelaki" walau bukan berarti dia suka sama lelaki.
Natsu ketawa ala psikopat. Terus dengan jari telunjuk mengacung ke arah Gray, dia bilang: "COBA LOE NYATAIN CINTA KE ORANG YANG LOE SUKA DI RUANGAN INI!" teriak Natsu. Juvia langsung salah tingkah dengan ngebenerin penampilannya.
"Oke. Karena gue udah terlanjur bilang dare tadi…" Kata Gray sambil nyengir gaje. "Dan karena gue udah suka sama nih orang sejek lama…" Gray ngelirik Juvia.
"GUE SUKA SAMA LOE DAN GUE MAU LOE JADI PACAR GUE, MAU GAK?!" Kata Gray udah kayak preman pasar malak orang tapi pake aksen rapper gitu(?) Juvia salting sampe terdengar dengan jelas dia bilang "ini mimpi kan? Ini mimpi kan?"
Mungkin Juvia kalo udah bisa pingsan dia bakal pingsan di tempat. Mungkin. Tapi sayangnya dia gak bisa pingsan gitu. Dan dia dihadapkan pada pertanyaan yang sulit. Tapi akhirnya, dia pun menjawab "T-tentu. A-aku mau."
PLOK PLOK PLOK…!
Semuanya kecuali Gray sama Juvia nyorakin mereka. Kalo bisa dibanjur sekalian gitu kali ya? Biar seru pake tepung sama terigu dicampur telor sama susu gitu. Jadi kue deh! Yaay *eh*
"Ah, sekarang giliran Juvia ya?" Kata Juvia. "Erza, ToD?"
"Ah, aku pilih T saja. Untuk pemanasan…" kata Erza sambil ketawa-ketawa.
"Hmm… Baiklah. Apa yang Erza suka dari Jellal?"
Erza salah tingkah sejenak. "Hmm… Sifat, penampilan… Yah, semuanya lah." Kata Erza terkekeh. Lalu ia tersenyum sadis(?) ke Jellal, pacarnya sendiri, "Truth or Dare?"
Jellal terdiam sejenak, kalau memilih truth bisa jadi aibnya dibongkar habis-habisan, sementara kalau dare… bisa saja yang lebih mengerikan. "Aku pilih… Truth saja." Katanya.
"Hmmm… Truth ya…?" lagi lagi Erza ketawa ketiwi gak jelas, dan menurut rekan-rekan se-asramanya, itu tawa psikopat kalo lagi mau nyiksa mental tawanannya(?). "Berapa banyak majalah Weekly Sorcerer yang kau beli kali ini? Terutama yang ada photo-bucket Jenny Realightnya? Hmmm…"
DEG!
"T-tiga! E-eh! Empat!" kata Jellal gagap dan megap-megap, beneran kayak ikan kalo dikeluarin dari air terus ditaroh di minyak panas gitu(?)
"Hehehehe, oke, kusimpan itu untuk nanti~" kata Erza mengeluarkan handhponenya dan mengetik sesuatu di notenya. Mungkin itu hukuman untuk Jellal. Who knows?
Jellal ngelirik Lucy yang masih nutupin mukanya pake kardus indomie. "ToD?"
"ToD, hah?"
"GUE PILIH T! EH D! EH T AJA DEH!"
"PLIN PLAN LOE LUCE!" kata Erza pada akhirnya. Oke, Erza ngamuk, namun berhasil ditahan Jellal, yang gak yakin bahwa idupnya sebagai Jellal masih lama. Bisa jadi, dirinya bakal dijadiin jelly. Yep, jelly. Itu lho, makanan yang kenyel-kenyel(?) itu.
"Oke, oke…" kata Jellal dengan muka mesum—eh salah, muka troll gitu. "Hmmm… Loe suka sama Natsu gak? Kalo loe suka, silahkan tembak, kalo nggak, ya udah."
Lucy diem. Itu Truth tapi kok kayak Dare ya… "S-suki. Natsu-kun, daisuki."
.
.
To be Continued
