Balada Para Siswa Gila
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Warning: OOC, AU, Multi Chapter,Bahasa gaul,Semua Chara merupakan anak SMP, Kaga nyambung antara chapter yang satu dengan yang lain, gaje, abal, ababil, labil, gila, sinting, sarap, semua kegilaan tidak ditanggung author(?), typo(s), ada yang berdasarkan pengalaman nyata author dkk maupun bukan.
Genre: Humor, Friendship, Romance
Rate: T
A/N: Maaf dah sekian lama gak publish ~~
.
.
Chapter 5
Maen ToD!? –PART 2— [Jellal, Erza, Natsu, Lucy, Gray, Juvia]
Berlanjut dengan kisah gila Natsu dkk maen ToD. Dan sekarang, ini gilirannya Lucy. Dan barusan, dia bilang, dia suka sama Natsu.
Erza, Jellal, Juvia, dan Gray tentunya ngeliatin Natsu dan Lucy. Tapi semuanya tiba-tiba kaget gara-gara Natsu yang seketika teriak. "GUA JUGA LUCE! TADINYA GUA YANG MAU NYATAIN KE ELO! TAPI MALAH ELO DULUAN!" teriaknya dengan ludah yang muncrat-muncrat. Mungkin gak mau kalah sama Gray yang tadi nembak Juvia ala preman pasar, ini ala ular kobra muncratin racun(?)
"WEEEEEEEE!" yang lain nyambut dengan tepuk tangan serba meriah, juga dengan sorak-sorai ala cheerleader gadungan serta buangan(?). Untung si Gray ga sampe ngestrip-tease gitu. Karena kalo sampe, jadi gawat.
Lucy malu. Sementara Natsu mukanya merah banget kayak tomat. Yang lain malah makin napsu buat ngejailin kedua manusia ini.
Namun semuanya berubah saat negara api—eh! Maksud author, si Mystogan dan Ichiya yang ngedobrak masuk begitu aja ke kamar Lucy.
Mystogan ketawa ala cetar bahananya itu. "Huahahahahaha!"
Sementara Ichiya yang terkenal dengan tawa sarap sejagad raya itu ga mau kalah. Lalu ia pun ikut tertawa. "Muahahahaha!" bersama, jadilah duet duo orang sarap (?)
Lucy, Natsu, Juvia, Gray, Erza, juga Jellal tentunya langsung cengo ngeliat aksi topan badai halilintar sarap(?) dua makhluk ini. Lalu Lucy selaku yang punya kamar langsung neriakin dua makhluk itu. "DIAAAM!"
Ichiya juga Mystogan langsung berenti. Terus ikut duduk di tempat yang lain duduk. Jellal bingung, kembarannya ini mau ngapain duduk di sini. Lalu Jellal buka suara. "Lu sama Ichiya ngapain di sini? Bukannya lu lagi maen uler tangga sama si Ichiya?"
"Yaah, gitu deh… Gue males. Terus gue inget lo lagi maen di kamar Lucy, akhirnya gue kesini bareng dia." Kata Mystogan normal. Ini perlu dimuseumkan. Soalnya selama fict ini, Mystogan ga pernah jadi normal sekalipun *digaplok*
Jellal ngangguk-ngangguk ngerti. Lucy malah bengong karena Ichiya mulai ngendus-ngendus ga jelas. Entah itu jurus apaan, tapi yang jelas kini jarak Ichiya dengan lemari pakaian Lucy menyempit. Ya, mungkin itu Pantsu no Jutsu yang gunanya buat nyari pantsu kali ya? Kaga tau dah.
Natsu langsung ngeliat Ichiya dengan tatapan mematikan yang seakan-akan ngomong: "MENDEKAT SATU LANGKAH LAGI, GUE BEJEK-BEJEK SAMPE JADI BUMBU SATE AYAM(?) LO!"
Ichiya kontan mengkeret di tempat gak berani mendekat ke lemarinya Lucy. "Aku ikut main truth or dare." Katanya. Yap, tumben normal.
Akhirnya, perubahan urutan pun terjadi. Urutannya sekarang jadi: Erza, Lucy, Juvia, Gray, Natsu, Ichiya, Mystogan, Jellal.
Dan kini ada peraturan baru. Selama tiga giliran, setiap orang harus memilih pilihan yang sama. Jadi kalau misalnya sekali pilih dare ya akan mendapat dare terus selama 3 kali. Dan sebaliknya.
Erza memulai. "Lucy, ToD?" tanyanya.
Lucy menimbang-nimbang, mukanya kusut juga abis nembak Natsu terus disuruh mikir. "Dare deh." Katanya. Sungguh, pilihan Lucy itu sepertinya salah… Soalnya yang ngasih dare Erza. Dan biasanya Erza kalo ngasih dare itu… DI LUAR NALAR MANUSIA BIASA.
Erza ketawa-ketawa ga jelas. "Coba peragakan goyang itik!" katanya ke Lucy.
Sekarang ngerti maksud author dengan "di luar nalar manusia?"
Lucy malu banget. Malu to the max. Kayaknya pilihannya salah kalo maen sama orang-orang sekelasnya yang sarap semua kayak gini.
Terus dia mulai berdiri, terus menaruh tangan kanannya diluruskan di depan sambil membentuk angka 1, sementara tangan kirinya di posisi tolak pinggang. Lalu kakinya digerak-gerakin. Author masih ga ngerti gimana ngejelasinnya. Tapi yang jelas, begitu.(?)
Entah darimana, Ichiya tiba-tiba nyetel lagunya Zaskia si artis Indonesia yang judulnya "Satu Jam Saja" .. Natsu cengo ngeliatin aksi pacarnya itu goyang itik di hadapannya, Erza ngakak, Juvia nahan tawa. Sementara Gray sama Jellal Cuma senyum-senyum ngeliat temannya begitu.
Akhirnya Erza nyuruh Lucy stop goyang itik. Dan permainan berlanjut. Sekarang giliran Juvia.
"Juvia pilih truth." Katanya.
Lucy berpikir sejenak. Lalu nanya. "Juvia kenapa suka sama Gray?" tanyanya. Spontan Juvia blushing to the max.
"Itu… Ya, soalnya… Ehmm… Gray selalu baik sama Juvia. Belum lagi, dia tuh orang yang bisa nerima Juvia apa adanya. Makanya Juvia suka." Lagi, semuanya nyorakin Juvia dan Gray.
"Gray." Panggil Juvia. "ToD?"
"Dare aja…"
"Coba striptease disini."
Semua yang ada di ruangan ini syok bin kebakaran jenggot ngeliat cewek ekstrim yang barusan ngomong gitu. Gray sendiri ngeliat pacarnya dengan pandangan "WHAT?!"
Karena ngeri sama temen-temennya yang udah mulai kambuh sarapnya, Gray pun ngelakuin striptease. Biasanya emang buka baju sih kalo di kelas. Tapi ini kan pake langkah-langkah striper. Jadi beda gitu kesannya. Dan author ga bisa nyeritain gimana. Karena kalo author nyeritain… Ratenya nambah huahahah.
Gray malu banget abis dikerjain gitu. Dan lebih parahnya, sama pacarnya sendiri pula. Terus Gray duduk lagi, dan nanya ke Natsu, "ToD?"
"DARE! KARENA LUCY-KU PILIH DARE, AKUPUN DEMIKIAN!" kata Natsu berapi-api. Gray langsung nyeletuk. "Halah, bilang aja ga mau dikatain banci, kan?"
"Oke," lanjut Gray. "Coba loe nyanyi Fall For You-nya Secondhand Serenade!" kata Gray sadis.
Inilah kelemahan seorang Natsu Dragneel. Yak! Nyanyi. Tapi karena udah disuruh gitu… Yasudahlah, dia pun berdiri. Terus sambil nyanyi, dia mendekat ke arah Lucy.
"Because tonight will be the night that I'll fall for you.. Over again, don't let me change my mind.." katanya sambil megang tangan Lucy. Yang lain tepokin tangan, sementara Mystogan dan Ichiya… Ngakak gak jelas. Ya, biarkanlah, asalkan ga ngeganggu adegan Natsu-Lucy barusan. Dan author, author cuman terharu sama adegan yang barusan ia tulis, karena selama jadi author yang NaLu shipper, baru kali ini dia bikin yang beginian #abaikan.
Natsu malu, terus langsung duduk ke tempatnya yang semula. Dia lalu teriak ke Ichiya. "ICHIYA! TOD?!"
Ichiya langsung bales teriak. "TE AJAA!"
Natsu senyum penuh kemenangan. "Loe itu homo ga?" tanyanya pada Ichiya.
Ichiya bingung mau jawab apa. Tapi kemudian dia jawab juga. "SEPEREMPAT MAHO DAN TIGA PEREMPAT TIDAK!"
Natsu cengok. Gray dan Jellal mundur sedikit dari posisinya kini. Sementara Lucy dan cewe-cewe lainnya juga ngeliat Ichiya dengan tatapan "iyuwh-banget-sih-nih-orang"
Lalu Ichiya ketawa. Ketawa penuh kesarapan dan kegilaan "Huahahahaha!" dia nanya ke Mystogan, sahabatnya yang setia itu.
"ToD?"
"T! Anima!" kata Mystogan. Ga jelas maksud "Anima" di akhir katanya itu apaan, tapi yang jelas, dia milih T.
"Emmm… Siapa orang yang pernah ataupun lagi elo suka di sekolah ini?" kata Ichiya. Tumben pertanyaannya normal.
"ANIMAAAA!" Mystogan ngaco lagi. Tapi ternyata dia ngaconya boongan(?) "GUE SUKA SAMA KNIGHTWALKER!" katanya terang-terangan.
Jellal senyum-senyum ga jelas ngeliat kakak kembarnya bilang gitu. Terus dia pun ditanyain. "ToD?"
"Dare, kalo T entar lo bilang gue ngikutin elu lagi." Kata Jellal poker face.
"Coba gombalin pacar loe si Erza," kata Mystogan menggantung. Terus dia ketawa. "Tapi harus ada unsur anima nya!"
Jellal diem sejenak, mikir. Terus diapun mulai melancarkan segenap gombalannya. "Za, kamu tau gak bedanya kamu, sama anima yang selalu dibilang sama Mystogan?"
Erza geleng-geleng. "Engga."
"Kalo anima itu berarti jiwa, dan Mystogan suka banget ngomong gitu. Sementara kalo Erza itu belahan jiwaku dan hanya milikku." Katanya. Entah ini gombal macem apaan, soalnya aneh juga isinya.
Erza malu-malu. Sementara yang lain senyum-senyum. Dan Mystogan yang seketika teriak: "GOMBAL LOE GA MUTU 'LLAL!" katanya.
"YA UDAH SIH, BODO AMAT" balas Jellal.
"Lanjut-lanjut!" seru yang laen.
"Halah!" seru Gray tiba-tiba. "Loe ga liat si Natsu udah tepar?" katanya sambil nunjuk Natsu yang matanya udah merah, menandakan dia ngantuk banget.
"Gimana kalo udahan aja?!" usul Erza kayak ngajakin ribut.
"Yodah!" sahut Gray gak kalah brutal, kayak orang mau ribut. Sementara Juvia, Lucy, dan lainnya udah mulai sweatdrop ngeliat orang-orang ini.
"Sudah-sudah…" kata Jellal layaknya seorang penengah yang adil, arif, bijaksana, dan tidak sombong(?) "Mending tidur yok!"
"Za, loe mau tidur di kamar gue?" tanya Jellal. Kesambet apa ini anak?
BUAGH!
Jellal sukses kena tonjok. "Jangan mesum di depan gue." Terus, cowok itupun langsung sujud-sujud minta maaf di lantai. Sementara Ichiya sama Mystogan udah kabur duluan, Lucy udah langsung naek ke tempat tidurnya, dan Gray udah pamitan sambil gendong Natsu yang ternyata udah berada di alam sebelah (baca: alam mimpi)
"Ya udah say," kata Erza. Ini juga entah ada apa, bisa manggilnya pake "say" gitu. "Sono tidur. Aku juga mau tidur di kamarku."
Setelahnya, mereka pun bubaran. Lalu ya tidur di kamar masing-masing.
.
.
.
To Be Continued
