Sorry, ya, guys. Fanfict ini sampai disini aja. Aku capek nyelesainnya. Soalnya publish harus ke warnet, *belum ada komputer/laptop*. Kalo jalan ceritanya ngaco atau jelek, maklumin aja, ya. Chapter awal juga gak disertain disclaimer, sorry dorry morry banget, guys. Aku tetap mengharap review kalian.
Buat BLUE SENPAI, KENYKJ, JUNE25, thanks buat reviewnya.
'huh! Dasar sasuke pembohong. Katanya sahabat Naruto, tapi sekarang, didepan mataku sendiri, dia malah menjahilinya. Pake gandeng-gandeng Sakura segala lagi. Padahalkan Naruto naksir berat sama Sakura. Awas aja kau, Sasuke!' batin Hinata.
Wajah Hinata masih menatap Sasuke tajam. Terpancar jelas kekecewaan dimatanya. Tak masalah jika Sasuke merebut Sakura, gadis impian Naruto, lagipula itu baik untuknya. Namun, ngebully Naruto itu kan keterlaluan.
Kekuatan Sasuke dan Naruto pun tak sebanding, tapi Hinata, masih sebanding dengan Sasuke. Mungkin dia tak ahli karate, tapi dia sangat menguasai beladiri asal Thailand, Muaythai. Dalam hidup Naruto, Hinata selalu membantunya dalam hal apapun, bahkan kekuatan. Pernah suatu waktu , mereka berdua dihadang sekelompok preman, tapi berkat Hinata mereka selamat. Bahkan Hinata dapat menghabisi mereka dalam sekejap.
DAN SEKARANG SASUKE AKAN MERASAKAN PUKULAN TELAK DARI HINATA ...
Perlahan Hinata maju mendekati Sasuke. Jantung Sasuke berdegup sangat kencang, sangat kencang seakan jantungnya akan copot. Dia tahu bagaimana pelatih Hinata mengajarkannya beladiri, sangat profesional. Dia tahu bagaimana kemampuan Hinata dan sudah pernah mengujinya, sangat hebat. Dia tahu bagaimana ekspresi Hinata sebelum menghabisi lawannya, menatap dengan tajam. Perasaan yang paling menakutkan sedang Sasuke rasakan. Karna dia juga sudah tahu bahwa dialah lawan Hinata.
RRRRRRRRRRR!
"SAAAAAAASUUUUUUUUKEEEEEEE!"
BUAAAAAAKKKKKK!PRAAAAAAAKKKKK!
Badannya terjatuh, terhempas, memar, babak belur, dan hancur lebur dalam sekejap. Ini bukan kata kiasan, ini penggambaran keadaan Sasuke yang sesungguhnya. Mungkin pada awalnya Sasuke dapat menangkis sebagian serangan Hinata, tapi dia memutuskan untuk mengalah karna takut Hinata terluka.
Tubuhnya terkapar tak berdaya. Rasa penyesalan dirasakannya. Seharusnya dari awal dia sadar, menganggu pria Hinata itu menanggung resiko. Walaupun, sejak awal dia berharap pria itu adalah dirinya. Dan dia memutuskan untuk menyampaikan perasaannya pada Hinata,meskipun terlambat untuk sekarang.
"bagaimana, Sasuke? Sakit? Malu? Menyedihkan? Dapatkah kaurasakan perasaan Naruto saat kaulakukan itu padanya?" serbuan pertanyaan kembali Hinata luncurkan pada Sasuke.
"Hinata...dengarkan aku dulu..."kata Sasuke sambil sesekali merintih sakit.
"apalagi!?"kata Hinata sambil menyorot tajam mata Sasuke.
"aku menyukaimu.." kata Sasuke spontan.
"APA!?" , kini Hinata merasakan perasaan dilema antara terkejut dan tak percaya. Bagaimana tidak? Sasuke baru saja membuatnya kesal dan sekarang secara tiba-tiba pria itu menyampaikan perasaan padanya diwaktu yang sama.
"aku menyukaimu. Aku menyukaimu, Hinata." Sasuke terus mengulang kalimatnya karna resah melihat sikap Hinata yang terus menerus diam. Sementara, Sakura menatap Sasuke, yang sebenarnya adalah sahabatnya sejak kecil sekaligus cinta pertamanya. Walaupun, Sasuke tak pernah membalas perasaannya.
Dan Naruto, dia masih tak mengerti apa yang terjadi. Satu-satunya yang sedang dilakukannya saat ini adalah menatap dan menatap Sakura. Dia merasa percaya diri untuk mengucapkan kata suka pada Sakura, setelah Sasuke menyampaikan perasaaannya pada Hinata. Dan kalian tahu apa yang sedang dipikirkannya...
'sasuke sedang mengkhianati Sakura, kasihan Hinata, mendapat lelaki yang buruk. Eh!? Bodohnya aku. Kenapa Hinata yang kasihan?, tapi sebenarnya aku lebih kasihan pada Hinata daripada Sakura. Lagipula Hinatakan sahabatku..' batin Naruto.
Dasar naruto bodoh!
Sementara itu, Hinata memutuskan untuk tegas pada Sasuke. Dia hanya menganggapnya teman. Dan jika kesan yang Hinata berikan pada Sasuke seakan memberinya harapan. Dia akan coba menjelaskannya.
"sasuke.." panggil Hinata lembut, " aku minta maaf. Aku menyukai seseorang."katanya lagi. *tunggu, kemana sosok Hinata yang perkasa *.
"Hinata, aku tahu kau menyukai orang lain. Dan aku tahu siapa itu. Tapi..."Sasuke memberikan jeda panjang sehingga Hinata tampak gelisah, "aku lega telah mengucapkannya. Setidaknya, tak ada hal yang dapat mengganjal hatiku. Dan aku senang melihatmu bahagia. Tak harus memilikimukan agar dapat bersamamu."kata Sasuke panjang lebar.
"terima kasih."
"Hinata, kau bisa menyampaikan perasaanmu pada orang itu sekarang. Bukankah dia ada disini?"tanya Sasuke sambil memandang Naruto.
"a-apa ma-maksudmu, Sasuke?"tanya Hinata gugup, "apa kau benar-benar tahu orang itu?"
"kau anggap aku tak serius, ya?"kata Sasuke sambil tersenyum kecil.
"e-eh, ma-maaf mengganggu. Apa ada yang salah padaku, kenapa kalian menatapku seperti itu?"tanya Naruto yang sejak tadi diam.
"ayo, Hinata. Katakan saja!"kata Sasuke.
Wajah Hinata saat itu sudah sangat merah. Namun, dia memberanikan diri untuk menyatakannya pada Naruto. Sasuke benar, perasaan itu terud mengganjal hatinya. Bukan ketakutan untuk tak diterima, tapi ketakutan akan persahabatannya dengan Naruto akan hancur.
"Naruto-kun..."panggil Hinata pelan.
'Hinata memanggilku Naruto-kun!? Biasanya kan Hinata memanggil Naruto saja.'batin Naruto.
"Naruto-kun, aku menyukaimu, tidak!, aku mencintaimu...", Hinata mengambil langkah awal yang sulit.
"hinata...", gumaman Naruto terdengar bingung, "tapi, aku tak pantas untukmu. Aku idiot, bodoh, cupu, jelek, mis.." kalimat Naruto terputus setelah Hinata menyelanya.
"Naruto, aku mencintaimu. Bukannya ingin memanfaatkanmu, jadi kau maukan?"
Naruto masih terpaku tak percaya. Hinata harusnya sadarkan kalau dia tak sebanding dengannya. Hati Naruto tersentuh. Hanya Hinata gadis yang mau dekat dengannya. Lalu, Sakura, kini dia sadar, dia tak pernah mencintai Sakura, dia hanya mengaguminya. Karna Sakura itu manis, pintar, dan feminine.
Mungkin, selama ini Hinatalah yang disukainya karna Hinata selalu ada disampingnya. Karna jantungnya berdebar setiap Hinata memegang tangannya.
"Hinata, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu." Kata-kata Naruto sontak membuat air mata Hinata jatuh.
Lau apa yang terjadi...
Naruto dan Hinata berciuman ditempat. Sasuke hanya memalingkan muka saat mereka melakukannya. Sementara Sakura mendekati Sasuke. Dia mendekatkan bibirnya pada daun telinga Sasuke.
"aku mencintaimu."
Dengan cepat Sasuke berpaling menghadap Sakura. Rasa tak percaya dirasakannya. Apa yang dia pikirkan?
"Sakura.." Sasuke diam dan perlahan memejamkan matanya. Mungkin berharap Sakura melakukan hal yang sama seperti yang Hinata lakukan pada Naruto.
"hei! Jangan banyak berharap! Ayo kita pergi! Aku tahu kau merasa tak nyaman."
"Hn."
Mereka pergi meninggalkan Hinata dan Naruto yang masih asyik dengan kegiatan mereka. Untuk selanjutnya, masing-masing pasangan bahagia karna sudah saling terbuka satu sama lain. Dan sekarang mereka berempat bersahabat baik. Satu lagi, masing-masing sudah berubah dan merubah.
Sekarang Naruto menjadi maskulin karna Sasuke dan Hinata menjadi feminine karna Sakura. Mereka tak lupa pada beratnya perjuangan yang mereka hadapi dan mereka benar-0benar menjadi dua pasangan paling populer disekolah.
END
Thanks buat yang setia baca fict ini. Dan maaf yang bosen sama ceritanya. Kurang lebihnya mohon maaf. Semoga hari kalian indah.
