-Maji Burger. Sat, 26 July 20xx, 4:30 pm-
"APA? J-JANGAN BERCANDA!" protes Aomine yang kini tengah disidang oleh teman-teman SMP nya.
"Benar, Akashi! J-jangan bercanda! Aku tidak mau pergi!" pria berambut hijau juga memprotes sambil menampilkan wajah blushingnya.
"Diam kalian! Turuti saja apa kataku." Ucap pria lainnya dengan rambut warna merah sambil mengayun-ayunkan guntingnya, siap terjang.
"Akashicchi benar, Aominecchi.. Midorimacchi.. Bukankah itu bisa menjadi perkembangan bagus untuk hubungan kalian?" kali ini pria berambut kuning menyahuti.
"Iya, itu juga bagus buatku, karena aku bisa berburu snack di taman hiburan." Sekarang pria raksasa bersurai ungu yang bicara.
"M-memangnya Kagami mau? Hah?"
.
.
"Taman hiburan? Tentu saja."
"Baiklah, besok Minggu tunggu di depan Kurobas Land tepat jam sembilan pagi."
"Yaaah.. Baiklah."
Pip.
.
.
Aomine jawsdrop. Tak ada lagi yang bisa ia gunakan untuk membela diri. Terpaksa ia pasrah hari Minggu besok. Mana dia masih salting kalo di depan Kagami. Tentu saja tentang obat yang diberikan Kuroko kemarin.. Ukh. Sekarang, ia harus double date bersama Takao yang berisik dan pengikut aliran oha-asa yang super tsundere ini? *nunjuk Midorima**digampar Midorima*
Mana mauuuuu! Mending kalo berdua.. eh, ya nggak mending sih. Nanti kalo awkward gara-gara Aomine salting malah repot juga. Tapi.. Kenapa harus dengan si tsundere iniiiiii!? *nunjuk Midorima lagi**doule gampar dari Midorima* Kenapa tidak bersama Tetsu atau Atsushi saja sih! Mereka berdua kan tidak terlalu merepotkan!
"Diamlah, batin Daiki. Atau kau ingin ditancapi gunting?"
"B-baik! Si-siap, batin Daiki berhenti!" ucap Aomine gelagapan karena aura hitam serasa siap mencekik lehernya. Semua anggota kiseki no sedai bergidik.
Poor Aomine. Ah, and poor Midorima. Mereka menggeleng bersamaan.
.
.
Mission Failed?
.
.
Kuroko no Basuke is Tadatoshi Fujimaki's
A fanfiction from salmoow
.
.
Pair: (Aomine Daiki & Kagami Taiga) Generation of Miracles
Rated: M
Genre: Humor, Romance, Lovey Dovey, Fluffy, dll :v
.
.
Warning!: Ini pertama kali buat saya membuat fic yaoi rate M X)) Jadi, maafkan saya kalau ceritanya agak abal dan tidak menarik untuk dilihat. Typos. Pemilihan bahasa yang tidak tepat. Berpotensi mengakibatkan muntaber, panu, kadas, kurap, dll.
Chapter 3
.
.
-Minggu, 27 July 20xx, Kurobas Land.-
"Ooooiiii, Shin-chaaaaannn~ Aomine-saaaannnn~" seorang pria berambut belah tengah klimis a la om-om berlari dari arah pintu masuk Kurobas Land bersama pria berbadan kekar nan aduhai seksi menuju tempat eksekusi—ah, maksud author tempat para seme masing-masing.
Midorima facepalm. Di ikuti Aomine yang facepalm menanggung malu Midorima juga, karena sebenarnya yang memalukan hanya Takao, tidak termasuk Kagami yang berjalan dengan kerennya dengan iringan lagu drum band TK sebelah dan tatapan terpesona dari ibu-ibu yang lagi nemenin anaknya ikut lomba mewarnai.
Benar sekali pemirsah! Saat ini, Aomine dan Midorima tengah double date dengan naas nya atas perintah Bang Juro /gunting melayang/
PLAN 3
TUMBAL : MIDORIMA
TARGET : [MASIH] KAGAMI TAIGA dan tambahan Takao Kazunari
MISI : DOUBLE DUTCH RASA OREO :9—AH, MAKSUDNYA DOUBLE DATE
.
.
Aaah, taman hiburan yang ramai. Semua orang terlihat gembira. Yap, tak terkecuali manusia-manusia berkepala warna-warni yang sedang berjalan di dekat court makan. Benar sekali, waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, dan mereka baru saja selesai makan siang.
"Shin-chaaaaan, ayo naik ituuuu!" Takao Kazunari, pemilik rambut belah tengah itu menarik-narik seme nya yang bulu mata bawahnya mulai berdiri dan wajahnya mulai menghijau sewarna rambutnya—pengen muntah—karena wahana yang Takao inginkan sedari tadi adalah wahana yang berputar, menukik, terbang, melayang, dan menghilang.
"Oi, Midorima, turuti saja Takao. Jarang-jarang kan kalian bisa bermain ke taman hiburan seperti ini." Ucap Aomine yang membuat Midorima makin mual dan hampir saja dikira ibu-ibu hamil. Midorima men-deathglare Aomine.
"Diamlah, arang! Urusi urusanmu sendiri!" ucap Midorima kesal, namun dengan segera mengehentikkan perasaan khususnya pada Aomine itu karena ia tengah merasa bahwa ada aura yang sangat tajam, menusuk mata, hidung, dan telinga, yang kini terasa hampir menyentuhnya dari belakang. Nah, di ruang sebelah sini, terasa sekali hawa—
Maaf. Salah acara.
Midorima menelan ludah.
"A-aa.. Sudah ya Aomine, aku mau main sama Takao dulu. D-daaaahhh.." dan pasangan alay itu menghilang. Seratus tahun kemudian—ah, maksud author, kini tinggallah Aomine berdua Kagami yang cengo ditinggal pasangan alay tadi.
"O-oi, Kagami, kau mau naik apa?" tanya Aomine dengan gugupnya.
"Hng, apa saja boleh." Berkebalikan dengan Aomine, Kagami menanggapinya dengan santai.
"Haaaai, kakak-kakak yang di sanaa! Mau coba permainan baru kami? Diperuntukkan khusus untuk pasangan corethumucoret yang serasi seperti Anda-Anda sekalian!" tiba-tiba sebuah mas-mas lekong menghampiri mereka berdua yang saat ini tengah blushing karena baru saja dikira pasangan uhukhumu serasi. Kyaaaaaaa! /
"Ma-maaf, t-tapi kami hanya teman.. Tidak lebih. Lagipula, siapa yang mau sama cowok dekil dan bodoh kayak dia!" ucap Kagami yang menohok langsung di alveolus dan rempela Aomine. Sakit hati, men! Aomine dibilang dekil, bodoh lagi! Mana udah di friend-zone! Rasanya ingin menangis.. Tapi bohong.
Baru beberapa jam main sama Midorima, Kagami sudah tertular dengan tsunderenya. Jangan-jangan tsundere itu adalah penyakit kronis yang bisa menular lewat media apa saja. Sepertinya Aomine harus mengusulkan penelitian lebih lanjut tentang tsundere. Ah, kembali ke cerita.
"O-oi! Kau harusnya ngaca, kau ini lebih bodoh dariku tau!" ucap Aomine tidak terima.
"Ck, yang lebih bodoh itu kau tau!" Kagami makin ngajak berantem.
"Iya, lebih bodoh aku sedikit, banyakan kau!" Aomine tidak mau kalah.
"Apa kau bilang?" Kagami makin naik darah.
"Aku bilang—"
"Ettooooo! Sudah cukup berantemnya, ih! Ayo ikut ekye aja, boow!" ucap mas-mas lekong yang sedari tadi mendengarkan pertengkaran sepasang kekasih itu. Mas-mas itu kini menarik lengan Kagami. Aomine membelalakkan matanya kaget melihat crushnya ditarik-tarik.
"He-hei! Mas! Lepasin aku! Aku udah nggak mau sama mas lagi!" ucap Kagami memelas minta dilepaskan.
Maaf. Bukan skrip yang ini.
"Mas! Mas ini ngapain sih! Aku sudah punya Aomine! Kita udah nggak bisa bersama lagi!" Kagami menyeka air matanya.
Ah, bukan yang ini juga.
"O-oi, mas! Jangan paksa aku! Aku masih mau jadi perawan!" aaah, ini bukan skrip yang benar sih. Tapi cukup untuk membuat imajinasi mesum Aomine terhenti karena Kagami masih ingin jadi perawan. Ah, maksudnya perjaka.
Namun, kejadian yang sesungguhnya adalah, Aomine membiarkan Kagami ditarik-tarik oleh mas-mas lekong tadi menuju sebuah stand sambil cekikikan. Sebenarnya ia setengah senang karena dengan begitu, mereka dianggap sebagai pasangan. Dasar Aomine-kun liciiikkk!
Setelah beberapa saat berjalan, merekapun sampai di sebuah stand yang cukup besar dan ramai dengan cewek-cewek—yang beberapa sedang mimisan yang diyakini bahwa itu adalah gerombolan fujoshi yang ikut berpartisipasi 'menonton' game-game yang tersedia. Yah, mereka hanya menonton karena mereka bukan uhukpasangan uhukhomo tentunya. Karena menonton saja sudah cukup untuk mereka. Yang penting pasangan-pasangan uhukhomo itu bahagia.
"Ahoo! Tolong aku!" Kagami merengek-rengek minta dilepaskan dari cengkraman om-om tadi yang ternyata cukup kuat. Aomine hanya memberi smirk dan mengangkat bahunya, namun tetap memperhatikan Kagami dari kerumunan.
"Aiihh, ente juga gak usah malu-malu gitu cyin! Siniiihhh!" ahaha, ternyata karma masih berlaku. Aominepun ditarik dari kerumunan fujoshi dan diajak bergabung bersama Kagami.
"O-oi! Kenapa aku juga!?" Aomine protes dan berusaha meraih-raih kerumunan yang ternyata malah mendorong-dorongnya untuk segera menyusul Kagami. Dasar fujoshi!
Begitu Aomine duduk di sebelah Kagami, Kagami refleks memegangi lengannya cukup erat. Glek. Aomine menelan ludah dengan susah payah. Kokoronya doki-doki dengan cepat. Wajahnya sudah panas.
k-kenapa Kagami me-memegangiku?
"Agar kau tidak kabur, bodoh! Memangnya kau kira aku akan malu sendiri? Tidak akan! Kau harus ikut bersamaku! Muahahahahaha!~"
Doeng.
Rupanya begitu…
Aomine kira, Kagami takut pada fujoshi-fujoshi ababil yang hilang kendali itu. Ternyata.. Aomine menghela napas kecewa.
Aomine menoleh ke kanan, untuk melihat pasangan lainnya. Dan menemukan..
"Mi-midorima!? Dan… Pffftt! Kalian serasi sekali!" Aomine menahan tawanya. Kenapa? Karena ia melihat Takao dengan kostum putri dan kini tengah menggelayuti lengan Midorima yang wajahnya pucat pasi. Mengapa Takao memakai kostum putri? Karena kostum putri adalah lucky itemnya hari ini. Muahahaha! Makan tuh lucky item!
"U-urusai! Jangan lupa, kalau kau juga ikut game bodoh ini.. bersama Kagami!" Midorima menunjuk Kagami yang rupanya sudah terbahak-bahak melihat Takao.
"Hmppphh! Yah, paling tidak, kami terlihat lebih normal dari kalian.." Ucap Kagami sambil memegangi mulutnya yang kalau tidak ditutupi, bisa nyembur tawanya. Midorima makin pucat, namun tidak bisa menyangkalnya, karena.. itu memang benar.
Kemudian Aomine menoleh ke bangku di sebelah kiri Kagami. Betapa terkejutnya ia begitu menemukan...
"Haizakiii?! Kau sedang apa disini bersama..." Aomine menelan ludah dengan susah payah, "N-ni-nijimura s-senp-pai..?!"
"A-aomineee?! Kau sendiri sedang apa disinii!?" tanya pria beruban yang kini tengah duduk bersama pria bersurai hitam dengan kerutan abadi selain Aomine.
"A-aku sendiri tidak tahu! Salahkan author yang membuat semuanya jadi begini!" ucap Aomine memprotes.
"Jangan salahkan Author, Aomine-kun. Author hanya memenuhi kebutuhan hidup para fujoshi kelaparan yang ngeship AoKaga di luar sana.. ngiahahahahaha!" jawab sang author.
"Cih, sial. Mati saja kau author!" Aomine mengumpat dengan segala kebenciannya pada author.
"Oi, bodoh, kalau author mati, fic ini tidak akan ada yang melanjutkan. Kau mau dibantai sama readers?" ucap pria bersurai hitam dengan tegas.
"E-eh? Ah, yah.." Aomine tak mampu menjawab. Kagami yang daritadi hanya melihat akhirnya ikut bertanya, meskipun hanya berbisik.
"Siapa mereka, Aomine?" tanya nya.
"Haaah.. Mereka teman SMP ku." Ucap Aomine malas.
"Aomine, aku tidak pernah mengajarkan memeperkenalkan orang lain dengan berbisik-bisik lho.." ucap Nijimura. Aomine merinding.
"Cih. Baiklah, Kagami, perkenalkan, Nijimura Shuuzou, kapten tim basketku dulu," menunjuk pria bersurai hitam, "dan yang rambutnya ubanan ini namanya Haizaki Shougo. Dia teman setimku di SMP. Dan kalian berdua, perkenalkan, ini Kagami Taiga.. emm.. err.. temanku."
"A-apa kau bilang? Ubanan!? Aomine sialan! Lihat saja kau nanti!" Haizaki merutuk.
"Haizaki, berhenti bersikap kekanakan." Nijimura bertitah. Haizaki langsung diam seribu bahasa. Aomine kembali menahan tawanya, sampai-sampai wajah dekilnya menjadi abstrak.
"Kau juga, Aomine." Nijimura kembali bertitah. Aomine ikut diam. Kagami tertawa terbahak-bahak. Rupanya, ada orang lain selain Akashi yang bisa membuat Aomine bungkam.
"Yuhuuuuuu, mas-mas yang ganteeng~ reuniannya udahan dulu yaaaw~ kita akan mulai game nya!" mas-mas lekong yang menghilang ketika reunian dimulai itu kini telah bangkit dari ajal—ah, maksudnya sudah kembali dari keperluannya.
"Cih."
"Yah, karena kita sudah disini, kita harus menang."
"Aku tidak mauuuu!"
"Kita akan terus bersama, nee, Shin-chan?"
"Hoeeeeekkkk!"
"…"
"Mi-mitobe! Kau belum boleh keluaaaar!"
Dan gerutuan-gerutuan lainnya yang bisa terdengar.
.
.
"Permainan ini bernama 'Goda si Dia!'" sang mas-mas bences itu kemudian memborgol salah satu tangan Aomine dan satu tangan Kagami.
"He-hei! Apa-apaan ini!?" Kagami berteriak memprotes.
"Nanti permainannya akan dijelaskan ya, mas. Nggak usah pake protes dulu." Mas-mas itu mencolek dagu Kagami.
Gulp. Sweat drop.
Kemudian, ia menyuruh teman-temannya untuk memborgol tangan pasangan lainnya yang berjumlah lima pasang itu.
"Baiklah, pesertaa!" mas-mas itu mulai menjelaskan, "borgol kalian sudah diberi sensor testosteron, yang artinyaaaa.."
Semua orang di sana terlihat bingung dan tidak mengerti, kecuali para fujoshi yang kini semakin beringas.
"..kalau ada libido pasangan kalian yang naik, borgol itu normalnya akan berbunyi 'pip' sebanyak empat kali, namun bisa lebih, tergantung presentase kenaikan libidonya." Mas-mas itu terkikik.
"Permainannya adalah, kalian harus membuat borgol itu bunyi sesering mungkin. Karena borgol itu juga sudah diberi perlengkapan canggih, kami akan tahu borgol mana yang paling sering berbunyi sampai akhir permainan, dan yang paling sedikit berbunyi pada batas waktu tertentu, akan dieliminasi!"
"A-apa!? Tapi itukan memalukan!" Ucap seseorang yang tak Aomine maupun Kagami kenal, memprotes.
"Yap! Karena itu memalukan, makanya kami memberi hadiah yang sepadan! Hadiah utamanya adalah menginap di resort bintang lima di Bali, Indonesia, minggu depan bersama pasangan Anda selama dua hari, dan kupon makan gratis di Ramen Kurobas selama setahun!"
"Eeeehhhhh? Kupon makan gratis?" Kagami bersemangat.
"Benar! Dan dalam jumlah yang tidak terbatas!" ucap sang mas-mas bences itu lagi kemudian mengedipkan sebelah matanya.
Semua orang terlihat berbinar, tak terkecuali Kagami yang memang porsi makannya layaknya bapak ngidam. Mungkin kupon ramen itu akan sangat-sangat bermanfaat bagi dirinya.
"Daaaaannn.. Di dalam permainan ini, kami memiliki beberapa tantangan untuk kalian! Tantangan-tantangan yang ada dibuat untuk menstimulasi godaan dari pasangan kalian. Jadi, sebenarnya, ini cukup membantu lho~"
"Cih, langsung saja mulai permainannya!" ucap Aomine yang tidak sabaran. Tidak sabar ingin digoda Kagami yang sangat bersemangat itu maksudnya.
"Baiklah, kakak dekil tidak sabaran *wink*. Checkpoint pertama, adalah setelah kalian menyelesaikan stand pertama. Dan saat itulah akan ada salah satu pasangan yang akan gugur. Stand pertama ada disana, yang dijaga mbak-mbak yang montok itu.. Kalian siap?"
Semua pasangan terlihat siap. Tentu saja karena hadiah yang lumayan itu. Terlebih Kagami, matanya sudah berapi-api membayangkan setumpuk ramen gratis.
"Silahkan dimulai!" mas-mas bences itupun menembakkan peluru permulaan. Semua peserta terlihat berlari ke stand tantangan pertama, termasuk Aomine dan Kagami. Tentu saja Kagami yang memimpin di depan. Demi ramen gratisnya.
"Holaaa, pesertaaa~" ucap mbak-mbak bertubuh sintal yang telah diketahui bahwa dia adalah…
"Satsuki!? Kenapa kau yang jaga staaand?" Aomine histeris. Disusul oleh Haizaki yang juga ikut histeris. Midorima? Masih pucat.
"K-kau sedang apa di sini, Momoii?!"
"Apa yang salah? Aku hanya kerja sambilan. Semoga berhasiil~" Momoi Satsuki tersenyum tanpa dosa. Aomine jawsdrop.
"Di setiap stand, akan ada satu mini game~ selesai dari sini, kalian bisa langsung ke stand ke dua! Pemenang untuk setiap mini game akan mendapat stiker bintang. Kalian bisa tukarkan kumpulan stiker bintang di stand utama di akhir acara! Ada hadiah menariknya lhoo~" Momoi menjelaskan kepada setiap peserta. Para peserta mengangguk mengerti.
"Baiklaah, langsung saja dimulai dengan mini game pertama! Pocky game!" Satsuki melompat-lompat dengan ceria. Pasangan MidoTaka, Aomine—tanpa Kagami, dan NijiHai hanya bisa blushing akut.
"P-p-p-ocky gamee?" Haizaki tergagap-gagap. Momoi mengangguk dengan semangat.
"Di depan kalian telah tersedia sekotak pocky! Siapa yang paling banyak menghabiskan pocky dalam sepuluh menit, dialah pemenangnya!"
"Yooosshhh! Itu sangat mudah!" Kagami bersemangat.
"Ups, Kagamin, kau pasti tau aturannya kan~" Momoi mengingatkan.
"Hah? Tentu saja yang paling banyak menghabiskan dialah pemenangnya kan?"
"A-a-a-a! kalian juga harus memakan setiap batang pocky berdua dengan pasangan kalian! Pocky yang jatuh atau tidak termakan tidak akan dihitung." Momoi semakin bersemangat.
"Wh-what the—?" Kagami menatap Aomine, minta kebenaran. Aaah, namun ia berhenti begitu melihat Aomine yang sudah berwarna seperti sosis goreng diberi saus tomat. Atau arang dengan bara api, atau warna rambut Kagami—Merah-hitam. Blushing.
"Ja-jadi.." gulp. Kagami menelan ludah. Wajahnya kini sudah memerah dan terasa terbakar. Membayangkannya saja…
Pip. Pip. Pip. Pip.
"Dan, yak! Sudah ada satu borgol yang berbunyi! Ayo, yang lain jangan mau kalaah!" Momoi menyadarkan Kagami dan Aomine dari dunia imajinasi mereka.
"Ka-kagami.. Tadi yang bunyi borgol kita? Kau pasti sedang berpikiran mesum ya.." Aomine dengan tidak sopannya menuduh Kagami.
"A-apa? P-pasti itu karena pikiran mesummu Aho! Bukan aku!" Kagami membela diri.
"A-ah! Sudahlah! Mau dilanjutkan atau tidak nih game nya?" Aomine akhirnya bertanya to the point terhadap apa yang tengah Kagami pikirkan juga. Apakah mereka akan melanjutkannya?
Sedetik..
Dua detik..
Tiga detik..
"B-baiklah! Ayo lakukan, demi ramen!" Kagami menyetujui. Aomine menganga. Wajahnya tengah di rebus dan diberi banyak merica. K-kagami mau main pocky game dengannya?
"Ka-kau serius?" Aomine butuh kepastian. Kagami dengan mantap mengangguk, meskipun wajahnya juga sangat merah.
"Kalian semua siaaap? Dalam hitungan ketiga.. satu.. dua.. tiga.. mulai!"
Kagami mengeluarkan sebatang pocky dari bungkusnya. Ia masih terus berpikir. Kalau tidak boleh bersisa atau jatuh.. berarti.. dia harus menempelkan bibirnya pada bibir Aomine! A-apa? B-bagaimana bisa? Shshshshshsh.. Tenang Kagami.. tenang.. Ini semua demi ramen gratis, dan liburan ke Bali! Kau harus berhasil!
Kagami memasukkan batang pocky itu ke dalam mulutnya yang bervibrasi, akibat kegugupannya. Lalu ia berkontak mata dengan Aomine, menyuruhnya memakan ujung yang lain. Aomine menelan ludah. Ia memajukan wajahnya dengan perlahan, lalu membuka mulutnya.
"Yak! Yang di sebelah sini sudah dapat satu pocky!" ucap Momoi. Kagami dan Aomine terkejut. Rupanya itu Midorima dan Takao!
'cih, sial! Aku tidak boleh kalah dari pasangan aneh itu!' pikir Kagami dan Aomine. Akhirnya, Aomine langsung meraep batang pocky di mulutnya. Begitu pula Kagami. Hingga..
Kraus.. cup.
"Mnngh.." nah, ini dia. Kagami sudah mulai.
Pip. Pip. Pip. Pip.
"Whoaaa! Rupanya yang di sebelah sini, pasangan Aomine-Kagami menyusul! Dan tidak lupa mereka juga menyalakan sensor borgol mereka!" Momoi kembali memperpanas keadaan.
Pip. pip. pip. pip.
"Dan, yak! Ternyata pasangan Nijimura-Haizaki juga tidak mau kalah! Bunyi sensor pertama mereka! Siapakah yang akan menjadi pemenangnya?" Momoi kembali memberikan hasil.
Pocky kedua Aomine dan Kagami. Kali ini, Aomine yang memasukkan ke mulutnya duluan. Kagami menyusul di ujung lainnya. Wajah Kagami yang memerah dan matanya yang terpejam membuat Aomine kewalahan.
Kraus.. Cup.
"Nggghh.." K-kagami no baka! Ngapain pake ngedesah-desah erotis gitu sih!? Aomine kan jadi tidak sanggup melepaskan bibirnya dari bibir Kagami. Kagami terlalu eksotis!
"Mnnnggh! A..mmh.. Aomine! Apa yang.. mpph!" Kagami memprotes Aomine. Aomine masih melumat bibir Kagami. Mungkin ia salah menganggap bibir Kagami sebagai pocky? :v
Pip. Pip. Pip. Pip. Pip. Pip. Pip.
Semua orang menoleh ke arah Aomine dan Kagami yang kini tengah berciuman dengan panasnya.
"Kyaaaa! Fujoshiiii! Lihat ke sebelah sini! Ada yang tidak bisa menahan kemesraan mereka!" Momoi semakin mengheboh. Para fujoshi yang tadinya memperhatikan semua pasangan, kini beralih ke dua orang bodoh yang libidonya tumpeh-tumpeh itu.
"Mmmnngg.. Aho.." Kagami meracau.
Pip. Pip. Pip. Pip. Pip. Pip. Pip.
Sensor mereka masih terus menyala. Aomine sudah tidak peduli lagi pada permainannya, dan malah fokus ke bibir Kagami yang kakinya gemetar itu. Aomine memegangi pinggang Kagami untuk menahannya agar tidak jatuh, namun masih tetap melumat bibir Kagami, dan tidak lupa ia menyelipkan lidahnya diantara bibir panas itu.
"Fu-fujoshi! Kalian pasti tidak akan mau ketinggalan yang satu ini!" Momoi ikut gemetaran sambil menyumpal hidungnya dengan tisu. Terdengar suara jeritan-jeritan fujoshi yang makin beringas. Bahkan ada yang menjeduk-jedukkan kepalanya ke tembok. Ada juga yang berlari-lari berputar-putar. Ada yang sudah tepar kehabisan darah.
Kagami juga terlihat menikmati permainan Aomine yang panas itu.
"Hmmppphh.." Aomine memang hebat..
E-eh? APA?
What the hell!?
Kagami yang sudah sadar akan keadaan mereka, mulai mendorong Aomine untuk menjauh.
"Amnggg.. Ahomine! Stop!" Kagami membentak Aomine. Aomine yang cukup shock mendengar bentakan Kagamipun menghentikan ciumannya.
"A-aho! Kita ini ada di tempat umum! D-dan lagi, kita harus memenangkan mini game ini!" Kagami menjelaskan dengan napas yang tidak beraturan. Wajahnya yang merah, saliva yang mengalir dari sudut bibirnya, matanya yang sayu, tidak mengatakan hal yang sama dengan kalimat yang ia katakan sebelumnya.
Damn body with it hormones! Kagami merutuk dirinya sendiri.
"Ah, yah.. Kau mau melanjutkan game nya?" tanya Aomine kemudian. Tatapannya tak dapat diartikan. Namun, terlihat kilatan.. kecewa?
"Euhm.. y-ya! Ayo kita lanjutkan!" Kagami kembali mengambil pocky lainnya, memasukkan ke mulutnya, dan kembali menyuruh Aomine memakan ujung yang lain.
Kraus. Pik.
"Aaaahhh, pocky ketiga milik pasangan Aomine dan Kagami terjatuh. Ayo ambil yang lain! Waktunya kurang tiga menit lagi!" Momoi masih menyemangati pair favoritnya itu.
"A-aho?" Kagami memanggil Aomine di tengah game. Aomine mendongak menatap Kagami. Mata Aomine terasa kosong. Kagami sadar, perlakuannya tadi itu mungkin keterlaluan. Kalau ia memang ingin menang, seharusnya ia juga sudah tahu resikonya. Ia harus membuat libido Aomine naik. Tapi, kalau libido Aomine naik, yang akan terjadi tidak lain dan tidak bukan adalah hal yang seperti tadi.
"Kenapa?" Aomine menjawab sekenanya. Wajahnya tak berekspresi.
"O-oi, maafkan aku tadi sudah membentakmu. Aku tidak—"
"Hng, tak apa. Lupakan saja." Ucap Aomine datar. Hanya itu?
Kagami merasa sangat-sangat bersalah sekarang. Padahal ia yang lebih bersemangat untuk menang, tapi ia juga yang sudah bersikap semaunya. Bakagami! Bakagami!
"Yaaaaak, dan waktunya tinggal semenit lagi!" Momoi memberitahu.
Kau harus bagaimana Kagamiii.. Kau yang sudah menghancurkan mood Aomine, kau juga yang harus mengembalikannya! Ya, Kagami yang harus mengembalikannya.
Bathump. Bathump. Bathump.
Gulp.
"A-aomine.."
"Ada apa lagi?" Aomine mendongak lagi, masih tak berekspresi.
Cup!
"Mngh!" Mata Aomine terbelalak. Tentu saja! Siapa yang tidak kaget tiba-tiba diserang oleh crushnya!
Kagami sudah merasakan kehangatan di bibirnya yang berarti, kini ia sudah mencium Aomine.
"Woooowwww! Semuanya! Lihat kemari, di detik-detik terakhir ini mereka malah melupakan mini game nya!" Momoi kembali kembang kempis.
Puh!
"M-maafkan aku, Aomine.." ucap Kagami sambil blushing dengan OOC nya. Semoga cara ini berhasil.. pikir Kagami. Karena ini satu-satunya cara yang terpikir olehnya.
"B-bakagami! Sudah kubilang tidak apa-apa!" Aomine menutupi wajahnya yang blushing dengan punggung tangan.
Fyuuuuhhhh! Kagami menghela napas lega. Dengan ini, dia bisa meneruskan game dengan tenang.
"Daaaaan, waktunya habis! Pemenang mini game kali ini adalah tim Nijimura-Haizaki yang sudah menghabiskan 9 batang pocky!" Momoi bertepuk tangan, diikuti oleh penonton yang mendapatkan banyak fan service. Mengapa? Dapat dilihat, kini, pasangan Nijimura-Haizaki sedang terengah dengan saliva berceceran di sudut bibir masing-masing. Wajah yang memerah, mata berkabut, dan keringat yang bercucuran. Mereka sudah berusaha keras.
"A-apa? Waktunya sudah habis?" Kagami kaget. Sepertinya ia ketinggalan banyak waktu selagi memikirkan bagaimana mengembalikan mood Aomine.
"Silakaaaan, ini stiker bintangnya!" Momoi menempelkan stiker bintang di salah satu sisi borgol milik NijiHai.
"Ahooo! Kamu sih, ngapain pake ngambek-ngambek gitu coba!? Kita kalah kaaan!" Nah, udah muncul nih sisi pubertasnya Kagami.
"He-hei! Siapa yang suruh bentak-bentak di tengah permainan! Orang tadi udah mau menang juga, malah marah-marah!" sisi pubertas Aominepun menyusul.
"Aduuuuh, kalian ini pasangan paling heboh deh ya!" Momoi tiba-tiba menengahi. Aomine dan Kagamipun berhenti begitu tau mereka sedang diperhatikan banyak orang yang berbisik-bisik. Ah, de javu.
" Okaaaaay, pesertaa! Karena checkpoint pertama sudah terlewati, maka, akan ada satu pasangan yang harus gugur dalam permainan selanjutnya! Siapakah mereka?"
Deg. Deg. Deg.
"..Maaf, A dan B, kalian harus tereliminasi. Silahkan kembali ke stand utama untuk mengembalikan borgol." Ucap Momoi dengan tampang sok sedih. A dan B yang gagal mendapatkan tiket gratis liburan itupun keluar dari arena permainan dengan lunglai.
"Yooosh! Untung saja bukan kita yang tereliminasi!" ucap Kagami bersemangat.
"Haha, pasti kau yang selanjutnya tereliminasi, Aomine!" Haizaki tiba-tiba memprovokasi peserta lainnya.
"Che. Tidak mungkin. Kami akan memenangkan kupon ramen itu!" Aomine terlihat sudah kembali bersemangat.
"Apa? Kau menantangku?" Haizaki memperkeruh keadaan.
"Tentu saja, kau pasti akan kalah!" Aomine semakin panas.
"Sialan kau, Ao— Auch! Senpai, kenapa kau memukulkuu!?" Haizaki memegangi kepalanya yang baru saja di jitak oleh Nijimura.
"Kau terlihat sangat bodoh tahu! Bisa tidak bersikap lebih dewasa?" Nijimura menggurui.
"Pfffffftttt! Sukurin, dimarahin semenya!—auch!" Aomine berbisik sambil tertawa, namun terhenti ketika ia merasakan kepalanya juga dijitak.
"Kau juga sama saja, aho! Berhentilah menggerutu!" Kagami sepertinya sudah muncul sisi ke-ibu-ibuannya.
"Cih!"
"Diam kalian semua!" dan semua orangpun diam, "hanya aku dan Shin-chan yang boleh menang! Hihihi, ayo Shin-chan~"
Glek.
Sejak kapan Takao berubah jadi yandere, woy?
Midorima yang digeret-geret kemana-mana itu hanya bisa pasrah dan pucat. Sepertinya setelah ini ia harus memeriksakan mental Takao. Baiklah, kembali ke para pasangan yang kini tengah berjalan ke stand ke dua.
"Haloooo, ada orang disini?" Haizaki berteriak begitu mereka sampai di stand ke dua.
"Hah? Kenapa di sini tidak ada orang?" seorang pria bermanik crimson bertanya-tanya, namun tetap tidak terlihat kalau stand itu dijaga.
"Sumimasen, saya di sini."
Dan seorang tumbang terkena serangan jantung mendadak.
"Ku-Kurokoooo?" Kagami dan Haizaki berteriak bersamaan. Aomine hanya bisa berbusa dari mulut karena masih shock tiba-tiba sudah ada Kuroko di sebelahnya.
"T-tetsu.. Bi-bisakah kau berhenti.. ukh.. muncul tiba-tiba.. seperti itu?" Aomine berbicara seolah mautnya akan datang.
"Aku sudah menyambut kalian ketika kalian datang tadi, Aomine-kun." Ucap Kuroko Tetsuya datar. Semua orang jawsdrop.
"Baiklah peserta, saya adalah penjaga stand ini. Mini game di sini adalah 'Strip tease'. Kalian akan diminta untuk menari dengan menjepit balon bersama pasangan kalian dengan menggunakan kostum yang telah di sediakan." Jelas sang biru muda.
"Kostum?" Nijimura yang sedari tadi calm mulai bertanya-tanya.
"Ya, kostum." Dan Kuroko membuka tirai di belakangnya. Jreeeeeng~
"The Hell!"
"Wh-"
"Kyaaaaa!"
"Uohooookkk!"
"Yeaaay, aku tidak perlu ganti kostum!"
Dan ungkapan-ungkapan kaget lainnya.
Hihihi. Di balik tirai itu, sudah tersedia kostum-kostum yang akan dipakai oleh peserta. Kostum apakah itu?
.
.
Tbc~
:v nggak enak ya bersambung di bagian yang kayak gitu :v
Sabar ya :v
Nah, ini saya mau membalas review dari para reviewers tercintah dulu :")
mey-chan nih, saya tambahin tisyuuu *lempar tisu* X)) iyaaa, disini kan Aomine jadi gak tegaan, apalagi sama calon uke :v wkwkwk terimakasih sudah review mey-chan, dan maaf chap lalu unamenya kepotong :") silakan mampir baca lanjutannya lagiih *ketjup*
TheTsubasaYuki kyaaaa X)) kok kita sama sih kak? suka sama blushing Kagami :v akan saya buat yang banyak! demi kejayaan fangirl di seluruh dunia X)) wkwk terimakasih sudah mau review dan sudah mau membaca :") ikutin terus yaaah~
Pichann T-terimakasih-nanodayo! akan saya lanjutkan! ('-')7 terus semangati saya ya! wkwkwk
Allennad E-etto.. adegan pamungkas akan ada chapter gong! X)) Ups. Spoiler dikit :v di sana, akan ada bertaburan AoKaga do 'this and that' bersama sama *author mimisan* terimakasih Allennad-san, ikutin terus ceritanya ya X))
Ruki-chan SukiSuki'ssu A-apa? Ruki-chan kehabisan darah? Kemari, biar suster Kagami yang merawat /stop/malah tambah parah/ terimakasih sudah review :") dan ikutin terus lanjutannya yaaa :")
Terimakasih juga saya peruntukkan kepada para silent readers.. Saya tetap menghargai kalian semua :") terimakasih!
Aaaaaaannnd~
At last but not least :") Review pleaaaseee~
