Mission Failed?
.
.
Kuroko no Basuke is Tadatoshi Fujimaki's
A fanfiction from salmoow
.
.
Pair: (Aomine Daiki & Kagami Taiga) Generation of Miracles dengan sedikit bumbu MidoTaka & NijiHai :3
Rated: M
Genre: Humor, Romance, Lovey Dovey, Fluffy, dll :v
.
.
Warning!: Ini pertama kali buat saya membuat fic yaoi rate M X)) Jadi, maafkan saya kalau ceritanya agak abal dan tidak menarik untuk dilihat. Typos. OOC. Pemilihan bahasa yang tidak tepat. Humor amat-amat sangat garing banget. Berpotensi mengakibatkan muntaber, panu, kadas, kurap, dll.
Chapter 4
.
.
-Kurobas Land: Sun, 27th July 20xx, 2:44 p.m.-
"Hueeee, Mamaaaaa.. Mamaaaa.. Mama manaaaa?" seorang anak kecil menangis dengan kencangnya.
"Ssshh, iya, kakak bantu carikan ya.. tapi nggak usah nangiiis!" ucap seorang mbak-mbak yang kini tengah menggendong dan menenangkan anak kecil yang kehilangan ibunya itu.
"Kakak dadanya besar, tapi aku mau Mamaaaaaa.. Hueeeeee!"
Mbak-mbak itu facepalm dengan unyu dan menggelindingkan bocah nista itu ke bagian informasi. Ia tidak tega kalau harus melakukan yang iya-iya pada anak kecil. Nanti dikira pedophil.. Nggak baik.
Okaaay, bertanya-tanya siapa mbak-mbak itu readers? Hahahaha, benar sekali!
Author juga tidak tau siapa mbak-mbak itu!
Krik.
Oke. Lanjut..
Yang diatas tadi hanya cuplikan kejadian di Kurobas Land yang kini makin ramai dengan keluarga-keluarga berlalu-lalang, para pasangan-pasangan yang sedang nge-date, bahkan segerombol peserta game edan yang sedang dilanda goncangan batin. Batin mereka sedang teriris-iris. Kasihan sekali mereka.
Mari kita mulai perjalanan kita dari menyorot pria kekar nan coughtampan dengan kulit sematang daging panggang yang kini tengah ayan di tanah sambil kejang-kejang karena melihat kostum hina berjejer di balik tubuh Kuroko Tetsuya yang mungil.
"O-oi! Kuroko! Apa maksudnya ini!?" pria hijau—bukan hulk—dengan perhiasannya yang baru a.k.a pria nggak punya malu yang menggelendotinya sedari tadi, mulai angkat bicara.
"Ya maksudnya kalian disuruh pake inilah, gimana sih." Ucap Kuroko diikuti tatapan dari semua peserta disana, tentu saja mereka semua berpikir sama—
Kok bisa sih ngomong gitu dengan muka datar.
"Baik, langsung saja saya jelaskan peraturan rincinya. Para peserta akan dibiarkan pingsut untuk menentukan siapa yang memakai baju pria dan baju wanita—"
"Tanya kak, pingsut itu apa? Krupuk yang biasa di mie ayam itu ya?" potong Haizaki dengan unyu.
"Bukan, itu sabun." Kuroko menjawab.
"PANGSIT WOY!" Aomine membenarkan.
Oke. Garing.
"Ck, cepat lanjutkan, Kuroko!" Nijimura memprotes.
"Baik, lalu, yang menang pingsut akan memakai kostum untuk pria, dan yang kalah harus memakai kostum untuk wanita."
"A-APAAA?" seseorang berteriak tidak percaya.
"Saya ulangi lagi, yang menang pings—" Ucap Kuroko dan jitakan melayang ke kepala birunya.
"—Itt—ittaii.." ucapnya datar sambil mengelus kepalanya.
"Kau tidak perlu menjelaskannya dua kali bodoh." Oh, ternyata itu Aomine-kun.
"Wh-what the hell, Kuroko!?" Kini Kagami yang protes.
"Tenang. Hadiahnya sepadan, Kagami-kun. Bisa kita mulai untuk sesi ganti kostumnya?" tanya Kuroko yang sudah pulih dari jitakan Aomine.
"Hmm, yah. Kalau cepat mulai akan cepat selesai." Ucap Nijimura.
"Baiklah, silakan tiap pasangan untuk pingsut!" perintah Kuroko.
Semua peserta dengan canggungnya pingsut.
"Ni-Nijimura senpaaai! Kau curang! Kau tadi ngeluarin gajah kok tiba-tiba jadi orang! Ayo ulangiii!" oh, rupanya Haizaki sudah pingsut.
"Maaf, Haizaki-kun. Pingsut tidak boleh diulangi. Lagipula, Nijimura-kun tidak bisa mengeluarkan gajah. Ada-ada saja." Kuroko, sang penjaga stand, berkomentar.
"Ku-Kurokooooo! Aku tidak mau pakai kostum wanitaaa!" rengek Haizaki dengan tidak etisnya. Dia tidak berpikir bahwa disana banyak anak-anak. Tidak baik kalau ditiru.
Ngaca woy, acaranya lebih nggak baik! :v
"The hell! Ahomine! Kau dari tadi sama sepertiku terus sih ngeluarinnya! Jangan ikut-ikutan dong!" Araaa, rupanya pair AoKaga juga menyusul.
Yang tidak terdengar kasak-kusuknya sedari tadi adalah pasangan MidoTaka.
"Anoo, Midorima-kun, Takao-kun, kalian sudah selesai pingsut?" tanya Kuroko begitu dia menemukan pasangan itu di pojok stand. Lagi berduaan ceritanya.
"Ung, kami tidak perlu pingsut Kuroko. Aku yang akan pakai kostum wanita, biar Shin-chan yang pakai kostum pria. Dia pasti terlihat keren! Nee, Shin-chan?" Ucap Takao yang sepertinya sedang mendalami peran Yuno Gasai dari anime tetangga.
Lalu Takao mencium Midorima yang kini tengah blushing, dan..
Pip. Pip. Pip. Pip.
"Wow, peserta! Rupanya disini ada yang sedang menyalakan sensor borgol mereka. Ayo, jangan mau kalah!" Kuroko memberitahu peserta lain sambil mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
"Cih, Midorima. Sudahlah Kagami, kau saja yang pakai kostum wanitanya!" Aomine memutuskan.
"Hah? Enak saja! Kau lebih cocok tau! Kau saja yang pakai!" tangan Kagami menunjuk dada bidang Aomine dengan telunjuk.
"Hey, hitung jarimu! Yang mengarah ke aku hanya satu, yang lainnya ke arahmu, jadi kau yang pakai!"
"Apa? Cih, sialan kau, Aho!"
"Bakagami!"
"Aho!"
"Bakaaa!"
"Aho!"
"Kuroko."
..
..
..
"Ku-Kuroko! Berhenti menggunakan missdirection selain di pertandingan!" ucap Kagami kesal. Aomine sudah kembali menggelepar di tanah.
"Sumimasen, tapi lebih baik kalian cepat pingsut saja." Ucap Kuroko memberi solusi kepada kedua pria kekar yang ababilnya bukan ilusi.
"Ck, dia benar. Yasudah, ayo pingsut lagi!" ajak Kagami yang kepalanya sudah mulai mendingin tapi belum mendingan.
Akhirnya pasangan AoKaga itu pingsut lagi. Dan yang menang Aomine.
"YESSSS! KAU KALAH KAGAMI! Yang bisa mengalahkanku hanya—"
"Aku! Ck, lain kali aku tidak akan kalah, Aho!" Kagami menerima kekalahannya dalam kejuaraan pingsut kali ini dengan dada bidang—ah, maksudnya dada lapang.
"Perhatian semua peserta! Saya akan buka borgolnya hanya untuk berganti pakaian, dan saya hanya akan memberi waktu 5 menit untuk setiap peserta. Silakan berbaris untuk dilepaskan borgolnya, setelah itu, diminta yang menang pingsut untuk berdiri di kanan saya, dan yang kalah di kiri saya." Ucap Kuroko yang udah cocok jadi permbawa acara di Take Me Out Indonesia.
Para pesertapun berbaris di depan Kuroko dan ia mulai membuka satu persatu borgol mereka.
"Ck. Borgol ini benar-benar bikin frustasi." Keluh seseorang, ah, panggil saja dia C.
"Sudahlah, tidak usah terlalu banyak mengeluh." Ucap pasangannya, D.
"Memang sih, apalagi hadiahnya bisa berlibur ke luar negeri itu benar-benar hebat!" komentar C.
"Yah, kupikir juga begitu." Jawab D.
"Anoo, sumimasen, kalian bisa berpisah sebentar untuk membagi kostumnya?" Kuroko tiba-tiba menyela.
"WHOOA! Duh, mas, jangan ngagetin saya gitu dong! Kalo saya serangan jantung gimana?" Itu si C yang protes.
"Maaf, C-san, tapi borgol kalian sudah saya lepas. Silahkan menuju ke kelompok masing-masing."
"Cih." dan pasangan CD itupun berpisah, dipisahkan oleh jarak dan Kuroko diantara mereka.
"Nah, peserta, di depan kalian sudah berjajar kostum yang akan dipakai oleh pasangan kalian." Ucap pria kepala biru muda, semua orang disana menelan ludah, "kalian yang akan menentukan kostum milik pasangan kalian."
"Naniiiii?" semua peserta dengan kompak memprotes. Kalo disuruh protes aja, baru kompak.
"Benar sekali. Jadi, berikan pasangan kalian kostum yang terbaik!" ucap Kuroko lagi.
"O-oi, Kagami! Jangan pilih kostum yang membuat kita susah bergerak!" Aomine mengantisipasi. Yang di seberang sana hanya sweat drop.
"N-nijimura senpai! Jangan pilihkan aku kostum yang memalukan ya!" teriak Haizaki dari sisi lainnya. Nijimura hanya memejamkan matanya erat, dengan napas terengah..
Hshshshshs.. Haizaki pakai kostum sailor..
"Sumimasen, Nijimura-kun, jangan berpikiran kotor selama borgol kalian di lepas, karena itu tidak ada gunanya." Kuroko mengingatkan.
Blush.
"B-Bakaero! Aku tidak berpikiran kotor! Sial." Ucap Nijimura sambil menutupi wajahnya yang memerah dengan OOC nya. Dapat dilihat bahwa kini segerombol orang hina tengah menahan tawa mereka.
"Baiklah, minna-san. Masing-masing sisi hanya ada empat kostum. Jadi, kalian harus segera mengambil salah satu kalau tidak mau pasangan kalian mengenakan kostum 'sisa'" ucap Kuroko.
"Kostum sisa?" D bertanya.
"Nanti kalian akan tahu." Ucap Kuroko sambil menyunggingkan senyum. Semua orang sweat drop, "baiklah, dalam hitungan ketiga, kalian boleh berlari untuk memilih salah satu kostum."
"Yossshhhhaaaa!" Kagami bersiap.
"Ck. Mendokusai na.." kini Aomine yang mendengus malas.
"Ready? 3.."
Bathump..
"3.."
Bathump..
" 3.."
"WOY, KAPAN MAU MULAI!?"
"Ah, sumimasen.. Ready? 3.. 2…."
"1!"
Dan teriakan para fujoshipun menggelegar dalam rangka mendukung ship masing-masing. Terdengar dari telinga para peserta, teriakan seperti..
"Nijihaaaaaiii! Kyaaaaa! Mereka tu unyu banget tau nggak!"
Atau
"Apasih! MidoTaka paling unyu tauuu! Kyaaaaa!"
Atau
"Diam kalian semuaa! AoKaga ship paling kereeeeenn! Ganbatteee!"
Atau
"CD! CD! CD!"
—okay, yang ini agak aneh.
Mari tinggalkan para fujoshi beringas itu dan kembali ke para peserta yang dengan cepatnya memilih kostum untuk pasangan mereka.
"Yossshhh! Aku dapat yang bagus!" Oh, itu suara Kagami. Rupanya Kagami baik juga ya, nyariin Aomine kostum yang bagus.
"Hshshshshshs.. Aku mendapatkannya, Haizaki.." bisik Nijimura pada dirinya sendiri. Fanboying.
"Peserta dipersilakan memberikan kostum yang sudah didapatkan kepada pasangan masing-masing."
Semua peserta game nista itupun menemui pasangan masing-masing dan memberikan kostum yang sudah mereka dapatkan. Dan banyak komentar seperti..
"THE HELL! APA INI!?" terlontar. Atau yang seperti ini..
"Chikuso!" dengan blushing di wajahnya. Dan masih banyak ekspresi-ekspresi lain yang tidak bisa ditafsirkan dengan kata-kata. Yang jelas, mereka semua menelan ludah dengan susah payah.
"Baiklah, kalian akan diberi waktu untuk berganti pakaian selama lima menit di bilik yang sudah tersedia di pojok sana, mulai dari…. Sekarang!" Kuroko membunyikan peluit yang entah dari mana dia mendapatkannya.
Teriakan-teriakan nista dari para fujoshi maupun peserta pun mulai terdengar lagi. Ada yang berteriak minta tolong karena tidak bisa memakai bajunya. Ada yang berteriak menyemangati ship mereka. Ada yang berteriak karena ia memang suka berteriak. Yah, seperti itulah.
Mungkin sebaiknya kita skip sampai 5 menit setelahnya.
"Prit!" peluit Kuroko telah berbunyi. Satu persatu peserta yang malangpun mulai keluar dari tempat persembunyian mereka. Mari kita lihat dari bilik yang paling kanan. Bilik milik Nijimura.
"HOLY SHIT! Kenapa Raja Nijimura ada di sini! Bukankah dia seharusnya di kerajaan?! Kemana karpet terbang miliknya!?"
"Kyaaaaa! Nijimura-kun!"
"What the hell! Nijemuran kok nggak kering-kering sih!"
—ups. Salah skrip :v
Yak, muncullah sesosok Nijimura Shuuzou dengan kostum ala Raja Minyak. Raja minyak semua jenis. Mulai dari minyak gosok, minyak goreng, minyak tanah, minyak zaitun, minyak tawon, minyak lebah, minyak kupu-kupu, bahkan minyak di wajah.
Dengan jubah di balik punggungnya, sepatu yang benar-benar terlihat mewah—meskipun itu hanya kostum. Dia benar-benar terlihat seperti Raja Minyak. Yah, saya sudah bilang tadi. Dengan postur tubuh yang tegap, dan wajah yang bisa dibilang 'lumayan' wow, dia tampak seperti Raja Minyak. Ya, itu memang benar. Oh, apalagi kalau kalian melihat ekspresi wajah angkuh dicampur dengan blushing. Itu benar-benar seperti—
Bilang Raja Minyak sekali lagi, kepalamu tak akan ditemukan dalam seabad, thor.
Baik, mari kita beralih ke bilik sebelahnya. Bilik milik Aomine Daiki-kun.
Dengan munculnya beliau dari balik tirai, sudah cukup membuat beberapa fujoshi kejang-kejang dan beberapa harus mendapatkan donor darah secepatnya. Dia terlalu bersinar untuk ukuran kulit yang remang-re—
IYA, MIN. MAAP!
Yak, dan inilah, Aomine Daiki dengan kostum butler yang diambil dari butler milik tetangganya Author di Inggris sana. Iya benar, butler yang itu. Yang ganteng dan suka kucing. Iya yang itu, yang majikannya hobi pake softlens. Yang—
Sudah cukup, thor.
Wajah oh-so-sexy Aomine membuatnya tidak kalah dari butler ganteng itu kok. Apalagi tubuh kekarnya.. dan dada bidangnya.. oh, dan tentu saja suara serak-serak basah yang di seiyuu oleh Juniichi Suwabe itu.. membuat semua orang merinding, termasuk author yang membayangkan bagaimana kalau Aomine melayani author dan whispering di telinga author dengan nada seduk—
Jangan mulai lagi.
Okay. Alright. Dan dia, Aomine-kun yang sedang membenarkan sarung tangan dengan menggigitnya diantara gigi putihnya, dan kini ia terlihat oh-dammit-he's-fucking-so-hot. Betapa ia memberi semua fujoshi disana dengan fanservice. Dan itu membuat banyak lagi fujoshi yang tumbang, dan lebih banyak lagi suara teriakan shipper yang fangirling bahkan fanboying.
Lalu, bergeser ke kiri lagi, kita akan menemukan seonggok kepala yang menyembul dari balik tirai. Aiiiihhhh, dia malu-malu, nggak berani keluar. Siapakah dia?
Yap, benar. Dia leak.
Ah, maap. Dia Haizaki Shougo. Betapa unyunya wajah merahnya yang hanya terlihat sebagian. Akhirnya, dia terpaksa ditarik keluar dari tempat persembunyiannya oleh Kuroko dengan susah payah.
"Yamettee! Yamette o, b-baka!" dia berteriak-teriak ala artis JAV /woy
Aaaahhhhh, lihat itu! Kostum sailor! Jadi, ini yang kau rencanakan, Nijimura-kun. Yang di sebut hanya berblushing-blushing ria melihat pasangannya yang kini serasa Sailor Moo*n.
Di sebelah kiri Haizaki-unyu-kun, ada C dan D yang tak perlu kita bahas, dan disebelahnya lagi, muncullah Takao-kun dan kostum wow-nya.
Bunny girl!
Takao blushing sambil mencoba mengolor baju yang hanya sampai di selangkangan. Dan itu cukup membuat 'gundukan'nya ngecap. Seriously, jangan dibayangkan. Okay? Oh, tentu saja dengan stocking, high-heels, dan bando kuping kelinci.
Semua yang melihatnya ikut blushing. Betapa unyu nya Takaoo!
"A-ano.. boleh aku minta ganti kostumnya?" ucapnya yang wajahnya sudah semerah tomat sambil menundukkan kepala.
"Tidak bisa, Takao-kun. Maafkan aku." Kuroko kembali mengelap hidungnya yang berdarah.
Dan di sebelah bilik milik Takao Kazunari, berdirilah seorang pria bersurai hijau dengan kacamata membingkai di wajahnya dan, tentu saja kostumnya. Celana renang. Dengan motif kupu-kupu. Yah, mirip sama milik Ryugazaki Rei dari anime sebelah yang kini berenang tanpa celana.
Ups.
"Kuroko, aku minta penjelasan tentang kostum ini." Ucapnya sambil menaikkan kacamatanya yang turun.
"Pfftttt. Hanya ada satu penjelasan, Midorima-kun, itu kostum 'sisa'." Ucap Kuroko yang wajahnya memerah, menahan tawa, namun tetap datar seperti biasanya.
"Sialan. Takao! Kenapa kau memilih kostum iniii?" Midorima bertanya pada pasangannya yang masih mecoba mengolor kostumnya.
"Kupikir kau akan terlihat lucu dengan kostum itu, Shin-chan! Lagipula, kenapa juga kau memilihkan aku kostum seperti iniii!?" Takao bertanya, masih blushing.
"Bukan maksudnya aku memilihkannya untukmu atau apa! Aku tidak memperhatikan apa yang kuambil, okay! Lagipula Scorpio memang berada diurutan paling bawah hari ini." wajah blushingnya mengatakan hal sebaliknya. Hohooo, naughty Midorima-kun.
"Baka no Shin-chaaan!" satu tanganTakao menyilangkan tangannya untuk menutupi tubuhnya yang terekspos dan yang satunya menggebuki Midorima dengan kapak.
Oke, lanjut ke peserta terakhir.
"Ahominee! Kenapa kau ambil kostum seperti ini sih!?" protes pria bermanik crimson yang masih menutupi tubuhnya dengan tirai.
"Tch, sudah untung tidak kuambilkan seperti milik Takao. Atau lingerie yang dipakai C itu." Oh, rupanya si C pakai lingerie.
Blush.
Adalah Kagami Taiga, pria yang tubuh atletisnya bikin mimisan, dengan tinggi 190 cm yang datang ke Jepang untuk menjadi pemain basket nomor satu, namun malah berakhir di game hina nan nista ini.
"Ck, urusai!" Kagamipun muncul dengan kostum suster dengan rok yang sangat minim. Dan, gantian Aomine yang blushing. Oh, Kami-sama.. Paha putih Kagami yang terekspos itu sangat menggodanya. Terlebih kakinya tidak memiliki terlalu banyak bulu, yang membuat kakinya terlihat mulus. Holy crap. Jagoannya dibawah sanapun terasa sesak.
"Stop staring at me, Aho!" ucapnya blushing menyadari si Aomine mesum tengah memperhatikan pahanya.
Yes. Pilihannya tidak salah untuk mengambilkan kostum suster seksi. Terlebih, Kagami memang suster pribadi Aomine kan? Lupa? Buka lagi chapter satu :3
"Nah, semua peserta sudah siap dengan kostum masing-masing? Kalau begitu bisa kita mulai mini gamenya." Ucap Kuroko yang kini memasangkan kembali borgol-borgol milik para peserta, "dan ini balon milik kalian."
Kuroko kembali ke hadapan seluruh peserta.
"Saya bacakan peraturan permainannya." Kuroko mungilpun membuka kertas contekannya, "pertama, kalian akan diminta untuk menari dengan balon untuk dijepit diantara masing-masing pasangan—"
Okay, itu peraturan umum.
"—yang kedua, selama menari, siapa yang balonnya pecah akan dianggap gugur."
Ah, yah, itu tidak masalah.
"dan yang ketiga, kalian dilarang menggunakan tangan selama game ini berlangsung. Bisa dibilang bahwa kalau balon jatuh, kalian harus mengambilnya tanpa tangan."
Okay, yang ini ekstrim.
"yang keempat," masih ada rupanya, "pemenangnya adalah yang lebih dulu membawa balon dari kaki sampai ke kepala. Ada juga bonus untuk peserta yang menari paling hot." Dan Kuroko selesai dengan diikuti tatapan horror dari seluruh peserta.
"Oi, Kagami. Kau benar-benar ingin memenangkan game ini ya?" tanya Aomine pada Kagami yang berusaha menurunkan roknya yang sangat mini itu.
"Tentu saja! Kapan lagi bisa makan gratis setahun?" Kagami masih bersemangat. Aomine menghela napas.
"Baiklah, tapi, jangan salahkan aku kalau aku kebablasan seperti tadi." Ucap Aomine yang tampak sangat tersiksa. Kagami ada di hadapannya, bermain dengannya, namun Kagami masih bukan miliknya.
"Hmm.. aku tidak apa-apa. Toh itu juga resiko." Jawab Kagami sambil memalingkan wajahnya dari Aomine. Aomine tersenyum singkat. Sangat singkat. Bahkan author pikir tak ada satupun yang melihat senyumnya itu.
"Minna-san, saya akan segera memulai game nya. Silahkan balon diletakkan di bawah." Titah Kuroko. Seluruh pesertapun menuruti.
"Saya akan mulai permainannya sekarang. Kalian semua siap?" Semua peserta mengangguk. Kuroko bersiap di dekat sound system.
"Yak, mulai!" musikpun dinyalakan. Lagu yang diputar adalah lagunya Lina Geboy, jarang pulang. Terdengar kembali penonton yang awalnya cukup tenang kini kembali berfangirling ria, ada yang berjoget-joget, bahkan ada yang datang ke operator untuk request lagu. Para peserta juga mulai menari dengan gerakan seadanya.
"O-oi, Aomine! Kau tetap seperti itu! Aku yang akan membawa balonnya naik." Ucap Kagami pada Aomine, mengoordinasi gerakan mereka berdua.
Kagamipun berjongkok untuk mengambil balon itu dengan kedua lututnya. Dan Kuroko yang ada di seberang sana kembali mengelap hidungnya. Sepertinya dia bisa melihat sesuatu.
"Aomine, tolong taruh balonnya ke lututku dengan kakimu." Aomine mengangguk. Sambil menari-nari, ia menuruti apa yang Kagami ucapkan. Kagamipun membuka sedikit lututnya untuk menjepit balon. Lalu ia berdiri perlahan.
Aomine mendorong balon itu semakin ke atas, di antara paha Kagami.
"Aah-Aomine, jangan terlalu ke atas.." Kagami cukup kesulitan karena ia harus sedikit melebarkan kakinya dengan rok sependek itu. Oh, kalian harus tahu saat ini Aomine tengah menahan darah yang menggumpal di pangkal hidungnya untuk mengucur keluar. Kagami dengan wajah merah dan sedang menari sambil berusaha keras menaikkan balon mereka terlihat sangat manis dan.. menggoda.
Akhirnya, Aomine mengeluarkan balon itu dari paha Kagami dengan lututnya untuk kemudian segera dijepit oleh pasangan super itu.
"Mmh.. Jangan menekan terlalu keras, Aomine!" Kagami memprotes karena sekarang mereka tengah menjepit balon dengan selangkangan mereka. Aomine blushing.
"M-maaf."
Pip. Pip. Pip. Pip.
"Oh, waw, pemirsah! Pasangan AoKaga sudah membunyikan borgol mereka lagi! Hebat sekali!" Kuroko berkomentar.
Pasangan itu kini berpikir, bagaimana cara mereka kembali menaikkan balon itu. Meskipun begitu, mereka terlihat tidak terlalu kesulitan. Tidak seperti pasangan NijiHai di sisi lain yang sedang mengejar-ngejar balon yang tertiup jubah Nijimura. Atau seperti Takao yang masih mencoba mengolor kostumnya.
"Oi, Kagami. Bagaimana kalau kita lepaskan balonnya, tapi begitu dilepas, kita langsung jongkok. Jadi balonnya bisa langsung ada di atas." ucap Aomine berbisik di telinga Kagami.
"Wow, Aomine, kadang kau pintar juga ya! Baiklah, kita lakukan dengan caramu!" ucap Kagami bersemangat. Aomine kembali tersenyum. Iyalah! Siapa yang nggak senyum-senyum dipuji begitu!
Mereka berduapun akhirnya bersiap untuk melepaskan balon dan berjongkok.
"Oke, dalam hitungan ke tiga. Satu.. dua.. ti..ga!"
Krek!
Semua orangpun menoleh ke asal suara itu. Mata Aomine membelalak. Mata Kagami keluar dari lubangnya. Kuroko pingsan kehabisan darah. Dan semakin banyak korban bertumbangan.
"Kyaaaaaa! Lihat ituuu! Rok milik Kagami-kun sobek! Cepat foto!"
"Manaaa? Wah, kau benar! Cepat, mana kameramu!"
"Kenapa bukan bajunya Takao saja sih?!"
"…"
.
.
Blush. Kagami yang gelagapan tidak tau harus berbuat apa hanya sanggup duduk dengan menghimpitkan kedua pahanya yang polos tanpa benang. Wajahnya merah saking malunya. Bahkan di sudut matanya sudah ada beberapa bulir air mata.
Aomine yang melihat hal itu, dengan sangat cepat memakaikan jasnya yang cukup panjang ke pundak Kagami. Tentu saja karena satu sisinya tidak bisa dibuka karena borgol, diapun merangkul Kagami ke dalam pelukannya. Kagami terkejut. Sangat terkejut.
"Tak apa, ayo kita cari bajumu yang tadi." Ucap Aomine dengan sok gentle membawa Kagami ke ruang ganti.
"Tch. Kenapa pake sobek segala sih!" Kagami mendengus kesal meskipun tubuhnya tengah gemetaran. Wajahnya sangat merah, dan beberapa bulir air mata yang tadi menggenangpun ikut jatuh. Aomine yang tak tahan melihat keadaan Kagami kemudian memeluknya erat tanpa pikir panjang. Siapa coba yang nggak reflek meluk orang yang disukai kalo dia nangis?
"Sst. Tenanglah. Sudah, cepat pakai celanamu." Ucap Aomine yang menenangkan Kagami dengan mengelus pundaknya. Namun, Kagami masih terdiam.
"Kagami, kau tak apa?" tanya Aomine heran karena Kagami masih tak bergeming.
"Gomen, Aomine.. Aku tidak mau ikut game ini lagi.." Ucapnya parau di pundak Aomine. Aomine menghela napas.
"Haaahh.. Baiklah, ayo bilang pada Kuroko." Aomine dapat merasakan Kagami mengangguk. Selesai memakai celana, mereka berduapun keluar dari ruang ganti. Suara riuh penonton kembali terdengar.
Aomine menggandeng tangan Kagami menuju ke arah Kuroko yang masih membawakan acara.
"Oi, Kuroko. Dia bilang, dia ingin keluar dari permainan." Ucap Aomine. Kuroko mengangguk dan menghela napas.
"Haah.. Aku maklum kok. Kalian bisa ke tenda utama untuk mengembalikan borgol. Terimakasih sudah berpartisipasi, Aomine-kun, Kagami-kun." Ucap Kuroko yang kemudian membungkuk hormat. Akhirnya, Aomine dan Kagami pergi dari stand itu diikuti oleh teriakan para fujoshi yang kecewa, terharu, dan mendukung mereka.
Kini, Aomine dan Kagami tengah berjalan menuju stand utama. Kagami dengan wajahnya yang masih merah, dan Aomine yang membawa borgol yang sudah terlepas di tangannya. Mereka berjalan tanpa ada yang bersuara. Mungkin Kagami masih memikirkan hal yang memalukan tadi. Oh, tentu saja. Bagaimana bisa ia melupakan hal itu dengan sangat cepat.
"Oi, Kagami. Kau tidak apa-apa kan?" Aomine akhirnya membuka suara. Kagami mendongak menatap Aomine yang berjalan di depannya.
"Hng. Aku tak apa-apa." Ucapnya lesu. Aomine kembali menghela napas.
"Lalu kita mau kemana sekarang? Masih mau keliling taman bermain?" tanya Aomine.
"Tidak usah. Ayo pulang saja." Kagami memasukkan tangannya ke kantung celana. Benar-benar deh. Susah kalo udah ngambek.
"Mau one-on-one?" Ucap Aomine menyejajarkan langkahnya dengan Kagami. Kagami kembali mendongak dan menatap Aomine.
"Yaah, boleh saja. Tapi di lapangan belakang apartemenku saja ya" Ucapnya kemudian tersenyum.
Ukh. Aomine ingin senyum itu hanya untuknya.
"Hng.. Terserah." Kagami merangkul bahu Aomine dan mereka langsung pergi dari tempat kejadian.
.
.
-Basketball court: Sun, 27th July 20xx, 8:20 p.m.-
"Hhaah.. Hah!"
Ciit.. dug! Dug! Bang.
"Yeaaaah, masuk lagi!" Kagami melompat-lompat dengan gembira. Aomine hanya tersenyum lalu berjalan mendekati Kagami dan mengacak helaian rambutnya.
"Nice." Ucapnya. Mata Kagami melebar. Sejak kapan Aomine suka memuji orang?
"Bagaimana mood mu? Sudah baikan?" tanya Aomine yang kini duduk di pinggir lapangan sambil meneguk air minumnya.
"Yah, lebih baik. Basket memang moodbooster." Kagami menyusul Aomine duduk di pinggir lapangan.
"Baguslah.." Aomine mengusap lehernya yang basah oleh keringat dengan handuk. Wow. Di saat seperti ini, Kagami suka saat wangi khas Aomine menguar sampai ke hidungnya. Ia suka saat wangi itu ada, rasanya sangat menenangkan. Terlebih kalau Aomine baru saja pulang dari rumahnya dan meninggalkan bau khasnya yang nyaman itu. Entah sejak kapan Kagami berpikir bahwa ia menyukai bau itu. Ia juga tak tau, sejak kapan pula rasanya ia mengantuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Aomine seperti saat ini.
Gulp.
.
~Aomine's POV~
.
Well, mungkin aku sedang bermimpi. Kalau benar, aku berharap tak usah terbangun dan tetap seperti ini. Aku tau aku bodoh, tapi matipun aku mau kalau Kagami terus disampingku seperti sekarang. Rasanya sangat nyaman. Rasanya diriku begitu dibutuhkan.
Kulihat wajahnya yang teduh itu. Terdengar pula deru napasnya yang sangat tenang. Haha.. wajah Kagami yang tertidur tampak seperti anak kecil yang tak berdosa. Padahal biasanya dia cerewet. Apalagi kalau bersamaku, lebih dari cerewet, bahkan ngajak berantem.
"Hei, Kagami. Ayo masuk, jangan tidur di sini." Ucapku. Naïve sekali. Padahal aku ingin ia tetap seperti ini, di bahuku, tidur dengan nyaman. Tapi, dia bisa sakit kalau seperti ini terus.
"Ngg.. Aomine.."
Eh? Apa?
Barusan dia mengigau… namaku?
.
~End of Aomine's POV~
.
Kagami merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya. Rasanya sangat nyaman, membuatnya ingin tetap seperti itu. Rasa nyaman yang menjalar dari bibirnya, membuatnya ingin membuka mata untuk melihat siapa yang memberinya kehangatan itu. Perlahan tapi pasti, ia melihat warna biru tua. Ah, pasti itu adalah langit malam. Eh? Sekarang sudah malam ya? Kenapa dia ada di sana.. dan kenapa..
"Mmnngh.."
Aomine sedang menciumnya?
.
.
Omake:
"Baiklah, kakak dekil tidak sabaran *wink*. Checkpoint pertama, adalah setelah kalian menyelesaikan stand pertama. Dan saat itulah akan ada salah satu pasangan yang akan gugur. Stand pertama ada disana, yang dijaga mbak-mbak yang montok itu.. Kalian siap?"
Semua pasangan terlihat siap. Tentu saja karena hadiah yang lumayan itu. Terlebih Kagami, matanya sudah berapi-api membayangkan setumpuk ramen gratis.
"Silahkan dimulai!" mas-mas bences itupun menembakkan peluru permulaan. Semua peserta terlihat berlari ke stand tantangan pertama, termasuk Aomine dan Kagami. Tentu saja Kagami yang memimpin di depan. Demi ramen gratisnya.
.
.
"Fuwah! Pake topeng beginian ternyata gerah banget ya! Mana Aominecchi daritadi cerewet banget!" ucap seorang pria bersurai emas yang kini tengah duduk di balik stand bersama seorang lainnya.
"Kau tak apa, Kise-kun? Akashi-kun memang sudah keterlaluan menumbalkan kita semua." Kuroko menatap langit yang biru dengan sendu.
Trrrtt.. trrrt..
Akashicchi's calling…
"Hai, Akashicchi! Semua berjalan dengan lancar! Eh, Kurokocchi? T-tidak! Dia tidak bilang apapun!— "
Glek. Wajah pria bersurai biru muda itu hanya memucat dengan suksesnya.
"—a-aku tidak berbohong, Akashicchi!"
"Oh, benarkah?" suara di balik telepon itu kian lama, entah kenapa menjadi bercabang. Seperti ada dua suara yang berbicara.
"B-benar, kok!" Kise Ryouta merinding. Kuroko merasa hawa keadaan di sekitarnya menjadi makin tajam.
"Tentu saja. Aku percaya padamu, Ryouta." Dan seseorang menepuk punggung Kise dari belakang dengan unyu. Dan tampaklah sepasang mata heterochrome yang indah.
Ckris.
Ckris.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Kise Ryouta dan Kuroko Tetsuya kini tinggal nama.
Tbc~
Jegeeeerrrrrr.. Entah kenapa endingnya jadi romance banget gini :v dan saya minta maaf yang sebesar-besarnya kalau di chap ini humornya amat-amat-sangat-garing-banget :" terus juga minta maaf kalo di chap ini kurang fanservice :"" gomennasaaai!
Yaaaa, memang sih. Chapter ini saya selesaikan pukul 04.57 WIB (barusan liat jam) :v jadi udah agak ngelantur gitu otaknya~ mwehehehehe~
Ah, saya mau balas ripiew yang cimit-cimit dulu :*
Mey-chan ini tisu mey-chan! Ini tisu! Kyaaaaa, saya juga doki-doki bikin ceritanya X)) kan sekalian fangirling :v lol jawabannya sudah saya tulis yaa X)) ini memang rencananya Akashi, full :v terimakasih sudah mereview, Mey-chan! Ikutin terus ceritanya ya! :)
Rin-hisagi gomeeeen, hanya segini NijiHai yang bisa saya berikan :") terimakasih sudah mengikuti ceritanya, Rin-san! Tetap ikutin yaa X))
Aratsuuuki terimakasih sudah review, Ara-san X)) maaf porsi NijiHainya cuma sedikit.. hehe.. keep reading juga yaaah!
Guest a-arigatou / / / / /
Pichann karena NijiHai adalah pasangan terunyu kedua setelah AoKaga / / / / e-eh? Jangan teriak-teriak, Picchan-san X)) nggak baik di denger tetangga :v terimakasih sudah review dan keep reading!
Dorarin yo, fir, yo :v
Ruki-chan SukiSuki'ssu ciaaaatttt X)) itu si Kise sama Kuroko sudah masuk koran, jadi korban mutilasi :v /woy! Terimakasih sudah review, Ruki-chan-san X)) and keep reading!
Fish'nchips a-arigatou / / / / iyanih, Kagami kan uke sejati :v lol gomennasai, mas-mas bencongnya si Kise :v terimakasih sudah review, Fish-san, and keep reading!
Allennad gomeeeen X)) emang sengaja saya potong disitu X)) maaf juga karena saya bikin mereka berdua nggak nerusin gamenya :" saya kasian sama Kagami-kun.. terimakasih sudah review, Allennad-san, and keep reading!
LeoD wkwkw, ini lanjutannya sudah saya post X)) beneran nggak yandere kok si Takao! Maaf juga karena ga ada BDS* nya :v Taiga-chan kan uke sejatiiihhh X)) terimakasih sudah review, LeoD-san, and keep reading!
CENAYANG Te-terimakasih CENAYANG-san! Anda memang benar-benar cenayang!
Snack and scissors gomen NijiHainya cuma segini ya, Snack-saan :" e-eh? Jadi saya sudah lulus bikin lemon? X)) wkwk, arigatou for review, Snack-san, and keep reading!
RisaSano go-gomennasaaai karena saya tidak memberikan Kagami kostum cat woman :" karena menurut saya kostum suster itu unyu *fangirling* sumanaaai, Akashi di cerita ini single :v aiiihhh, saya perlu chu! *mancungkan bibir* arigatou for review, Risa-san! And keep reading!
Soooooooo, thank you for reading minna-san! X))
At last but not least, reviews/favs/follows/flame akan diterima dengan dada bidang :")
