Tittle : Lady in Red

MAIN CAST :

ALL MEMBER EXO

Disclaimer : EXO belong to themselves but this story original by me!

Genre : Horror, mistery, dark, Friendship

Author : Ririn Cross

Rated : T

Warning : Horror inside, so becareful if there "Someone Behind You"

I need you and you want me…

Naega mandeun history…

+++ - Lady in Red Part 3-+++

+++ - History Behind The Lady -+++


~XXX~

+++ - KRIS POV -+++

Suara burung kenari membangunkan kami dari malam yang berdarah. Kubuka sedikit mataku. Ternyata memang hari telah pagi. Oh, ini menyenangkan, kami semua tidur bertumpuk di ranjangku dan Lay. Cukup sempit, tapi ranjang ini memang begitu luas hingga dapat menampung satu ranjang 6 orang. Hebat. Seumur hidup aku tak pernah membayangkan dalam kondisi yang aneh seperti ini. Apakah tadi malam itu nyata?

Ouch.

Luka di pundakku masih cukup berkedut. Aku menatap perban yang terbalut disana, tentu saja karena aku hanya mengenakan kaos singlet. So, kejadian semalam memang benar-benar nyata? Sulit dipercaya.

Kulihat Lay sedang terbaring di ranjang sebelah. Sedikitnya mereka lebih leluasa karena berisikan namja-namja kecil minimalis yang tak boros tempat, siapa lagi kalau bukan Suho, Dio, Chen, Luhan, oh perkecualian untuk yang ini, si magnae panda ternyata bergabung disana.

Aku tertegun melihat lengannya yang terbalut kain kasa. Luka sayat yang pasti sakit sekali. Ah, dan juga bukankah Lay mempunyai sedikit masalah dalam pembekuan darah? Tadi malam aku melihatnya menelan pil-pil yang tak kuketahui. Mungkinkah itu pil pembeku dan penambah darah?

Namun, yang sangat jelas dapat kuakui, aku benar-benar salut dengannya. Ia melakukan ini demi melindungi EXO member yang lain, dan tindakanku semalam tepat dengan menyusulnya, karena tanpa aku, mungkin kami semua sudah terbunuh di rumah ini karena kemarahan dari wanita itu.

Aku menghela nafas panjang. Kini mataku terpaku pada sosok wanita di lukisan itu. "Tolong aku.." bisikannya tepat di telingaku.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Lidahku kelu, syarafku belum bekerja secara normal, ketakutan menyergap jiwaku. Kemudian tak beberapa lama setelahnya, suara itu berangsur menghilang.

~XXX~


"Kita harus pulang! Ini semua tidak logis! Lay dan Kris terluka, tidak mungkin hanya karena jatuh." Suho segera mengepak barang-barangnya. Well, kami memang berbohong tentang kejadian semalam. Hanya Luhan yang tahu apa yang terjadi. Tentu saja, kami melakukannya karena tak ingin mereka lari terbirit-birit jika tahu bahwa di rumah ini ada setan pembunuh.

"Mana mungkin kita bisa menghabiskan waktu di tempat seperti ini dengan hal-hal yang tidak jelas!" Aku sebenarnya setuju dengan pendapatmu Suho. Tapi justru suatu ketidak jelasan itu yang harus kita perjelas. Aku menatap leader EXO-K itu skeptis.

"Hyung.. tunggu.." Chen menahan Suho.

"Apa yang harus ditunggu Jong Dae? Kau ingin kita semua mati secara perlahan disini!" Suho benar-benar terlihat marah. Wajah putihnya menjadi merah padam. Suho memang orang yang paling sabar, namun dia akan menjadi tidak sabar dan sangat parno jika kaitannya dengan hal-hal mistik. Ia tak percaya hantu, lebih tepatnya sih karena ia takut hantu. Aku ingat, dulu ia bahkan sampai membanting ponsel Dio karena Dio terus bercerita tentang kisah hantu. Lucu sekali kau Kim Joon Myun.

"Percuma Suho. Hari ini tak ada kapal yang berlabuh karena badai.." Xiumin mencopot topi bepergiannya.

"Iya, Aku dan Xiumin hyung juga sudah mengusahakan rakit untuk pulang, tapi sepertinya itu tidak mungkin, badai benar-benar akan menyelimuti pulau ini. Rumah penduduk pun berada agak jauh dari jangkauan kita," jelas Sehun. Seketika kami semua yang ada disana hanya bisa termenung.

Aku melangkah menjauh dari tempat itu meninggalkan keramaian. Aku menuju teras depan dan berusaha menghirup udara segar. Aku benar-benar merasa penat hari ini. Semuanya memang terlihat tidak logis, tapi aku tidak ingin meninggalkan rumah ini begitu cepat. Yeoja putih itu menginginkan aku untuk menolongnya? Dan entah kenapa walau ada rasa takut menyergap, aku malah penasaran, aku tak bisa menolak.

Aku menyibak poniku. Kutatap langit yang mulai menghitam. "Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" ucapku tertahan.

Periksalah lukisan itu…

Aku mengamati sekeliling. Lagi-lagi bisikan itu. Ia gemar berbisik denganku. Apakah aku sebegitu menakutkannya untuk diajak bicara empat mata? Setidaknya agar aku bisa menatapnya lebih lama. Aku menyeringai tipis. "Tidak mungkin.." desisku pada diri sendiri. Tidak mungkin aku tertarik dengan hantu.

+++ - END OF KRIS POV -+++

~XXX~


+++ - AUTHOR POV -+++

Chan Yeol membaringkan tubuhnya di kasur. Ia gunakan tangannya sebagai bantalan. Sejak semalam ia mengalami penat yang begitu menyiksa. Kurang tidur itu pasti. Tentu saja, jam 4 subuh mereka baru dapat tertidur pulas. Itu saja mereka dikejutkan oleh kedatangan Lay dan Kris yang bersimbah darah. Kris bilang mereka tergores papan saat memeriksa gudang. Tapi luka mereka mengerikan. "Seperti sayatan…" bisik Chanyeol.

"Ada apa Yeollie?" Baek Hyun yang baru masuk kamar langsung duduk di tepi ranjang Chan Yeol.

"Aniyo. Aku hanya merasa ada sesuatu yang aneh." Chan Yeol menatap lurus langit-langit kamar mereka. "Kau percaya jika Lay dan Kris hyung mendapatkan luka sayatan hanya karena tergores benda saat memeriksa gudang?"

Baek Hyun tertawa renyah. "Tipuan untuk anak SD. Mana mungkin…" Baek Hyun kemudian beranjak tiduran di ranjangnya. "Hhhhh… Aku mengantuk. Ingin tidur siang~" Namja bereyeliner itu merentangkan tangannya, meregangkan otot-otot yang kaku.

"Kau tidak takut Baekkie?" Chan Yeol masih membuka matanya menatap langit.

"Aniyo. Aku percaya pada mereka." Baek Hyun bergumam. "Kita pasti selamat."

++_Flashback_++

Pintu terbuka dan terlihat Kris, serta Lay dengan tubuh bersimbah darah. Luhan segera menghampiri keduanya. Dengan sedikit kata-kata entah apa ia balutkan kalimat-kalimat itu di lengan Lay yang tersayat, dan pundak Kris yang berdarah.

"Apa yang terjadi Kris, Lay?!" Suho terlihat ketakutan saat menatap dua rekannya terlihat pucat dan berdarah.

"Aniya.. Gwaenchana, hyung,," Lay hanya bisa tersenyum.

"Kami hanya tergores saat memeriksa gudang, ini karena aku dan Lay tak hati-hati." Kris memberikan alasan, yang membuat dahi seluruh pemuda tampan di ruangan itu berkerut.

"Sekarang kalian tidurlah.. Lay dan Kris aku yang urus.." Luhan tersenyum kemudian mengkomandoni semua member itu untuk tidur.

"Benarkah tidak apa-apa,Ge?" Tao mulai mendekati Kris, tapi ditahan oleh Luhan. Tidurlah Tao. Luhan tersenyum. "Semua akan baik-baik saja."

"Ya, akan baik-baik saja." Lay tersenyum diselingi anggukkan Kris.

++_END of Flashback_++

Chan Yeol menatap rekannya yang ternyata telah tertidur. Baek Hyun cepat sekali terlelap? Namja jangkung itu tersenyum kecil. Ia kemudian mencoba memejamkan matanya. Namun, dahinya berkerut.

PRANGGG PRANGG

Ia mendengar suara benda pecah belah. Kemudian diselingi maki-makian, dan jeritan menderita. Dahi Chan Yeol semakin berkerut saat ia mendengar ada suara tangisan bayi. Namja jangkung nan tampan itu kemudian membuka matanya. Ia melihat sekeliling, tampak sepi. Tak ada suara-suara seperti yang tadi ia dengarkan.

Namun ketika matanya terpejam. Kembali ia mendengarkan suara itu. Bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ia kembali membuka mata. Dahinya dibanjiri keringat. Pertanda apa ini?

+++ - END OF AUTHOR POV -+++


~XXX~

+++ - KRIS POV -+++

Semua anak-anak EXO masih betah berada di kamar. Kecuali Suho yang buru-buru ingin enyah dari tempat ini. Namun ditahan oleh beberapa dongsaeng tercinta, karena mereka masih melihatku yang begitu santai, dan Lay malah asyik berbaring sambil mendengarkan musik. Ia lupa dengan lukanya itu ya? Benar-benar anak ajaib.

"Ouch…" Kudengar Lay merintih. Ia terlalu bersemangat dance di bed sehingga menyenggol lukanya.

"Hati-hatilah kawan.." bisikku. Namun aku masih terus melangkah mendekati lukisan itu.

"Aku sudah cukup berhati-hati, sobat." Lay kini berdiri dan menarik headsetnya. "Apa yang ingin kau lakukan?" Ia menggelengkan kepalanya tak mengerti.

Aku telah berdiri tepat di depan lukisan itu. Kemudian kupalingkan wajah pada Lay. "Ingin memeriksa sesuatu.." ucapku singkat. Kemudian dengan sekali sentakan aku menarik lukisan itu dari dinding. Sepertinya tadi malam Luhan yang merapikan lukisan ini? Tak ada yang lecet, semuanya masih utuh. Hal ini membuatku sangat gembira.

Kuperiksa setiap inci wajahnya. Masih sama. Benar-benar cantik dan mempesona.

"Sepertinya kau mulai gila Kris karena melihat lukisan itu dengan senyum pervert."

Aku mengerucutkan bibir ketika tahu Lay yang mengatakan itu. Dia malah tertawa lebar melihat ekspresiku. Tidak ada yang lucu Lay.

Kemudian aku balikkan bingkai foto itu. Ada sesuatu disana. Sebuah sobekan yang disengaja, dan beberapa bercak darah. "Apa ini?" Aku bertanya.

"Bukalah.. Mungkin ini bisa membantu kita untuk mensucikan roh itu.." Luhan sudah ada di sampingku. Sejak kapan dia berada disitu?

Aku mengangguk. Kurogoh lubang itu mencari sesuatu yang mungkin disembunyikan di dalamnya. Hingga aku merasakan sebuah benda persegi tipis di tanganku. Kutarik perlahan supaya tidak merusak lukisan bagian depan. Kuletakkan lukisan hati-hati dan menatap benda itu tak mengerti.

"Diary?" Lay mengerutkan alisnya. Aku mengangguk. Buku berwarna merah dengan motif gelap terang itu kini ada di dalam genggamanku. Tidak terlalu besar dan minimalis, seperti buku diary remaja pada umumnya. Kris mulai membukanya dan membaca isi buku itu.

21 November, 2010

Kau hanya perlu tahu, aku adalah seorang gadis biasa yang tidak mengenal cinta dan kasih sayang bahkan hingga umurku menginjak 18 tahun ini. Eomma appaku sibuk dengan dunia mereka sendiri, dan aku begitu kesepian. Tapi kurasa, suatu saat nanti ada namja yang benar-benar akan mencintaiku tulus. Mungkin…

2 Desember, 2010

Aku bertemu dengan seorang namja tampan, namanya Kyuhyun. Ia sangat baik. Ia mengantarku ke rumah karena melihat kakiku terkilir saat tak sengaja menabraknya. Dari situ aku tahu, dia adalah namja yang berhati lembut dan penuh kehangatan.

9 January, 2011

Awal tahun, salju masih menyelimuti kota ini. Dingin, tapi terasa hangat karena Kyuhyun. Kami telah menjadi sepasang kekasih. Hebat bukan? Hariku yang kurasa akan sepi kini mulai diisi dengan kehangatan olehnya. Ia sering berkunjung ke rumah, bermain games, atau mengajakku berjalan-jalan keliling desa. Menyenangkan.

14 February, 2011

Hari ini adalah hari kasih sayang. Aku ingin membuktikan kasih sayangku padanya. Dan kami, 'melakukannya' pada malam itu. Entah setan apa yang merasuki jiwa kami, atau karena cupid sedang menyatukan jiwa kami dengan panah cintanya. Malam itu aku merasa sangat bahagia.

17 Maret, 2011

Kyuhyun bilang ia ada urusan di luar kota karena pekerjaannya. Dan baru akan pulang bulan depan. Ia meninggalkanku sendirian. Aku kesepian.

24 April, 2011

Aku merasakan banyak perubahan dalam diriku. Apakah terjadi sesuatu? oh my God.. Aku...

1 Mei, 2011

Ia menolakku. Memintaku menggugurkan kandunganku, bahkan ia menamparku. Mengapa kau berubah Kyu?

19 Juni, 2011

Setelah didesak oleh banyak orang akhirnya Kyuhyun menikahiku. Ini bukan cinta. Dia berubah. Dia tak menginginkanku. Lelaki dimanapun sama saja. Brengsek.

30 September, 2011

Bayiku lahir. Dia sangat lucu. Matanya indah sepertiku, wajahnya tampan seperti ayahnya. Kuharap hatinya tak sebejat ayahnya. Tumbuh besar dan jadi namja yang hebat untuk eomma.

27 Oktober, 2011

Siapapun… Tolong jaga bayiku… karena aku harus membalas dendam pada hari yang sama di hari kematianku.

Tanganku bergetar hebat. Tak sanggup membaca paragraf terakhir dari buku harian itu karena ia menulisnya dengan darah. Apa yang terjadi padanya? Dia… Dia meninggal pada hari itu? Pada tanggal 27 Oktober?

"27 Oktober.." Lay terlihat menopang dagunya. "Bukankah hari ini?" Disertai dengan berakhirnya kata-kata Lay hujan pun turun membasahi bumi.

+++ - KRIS POV END -+++

~XXX~


Sebuah tangan perlahan mendekati Tao. Tangan pucat itu mulai mencekik lehernya. Perlahan tapi pasti tangan itu menekan kuat lehernya sehingga Tao kehabisan nafas. "Arrghhh!" rintih sang magnae EXO-M dengan sekuat tenaga. Ia hanya bisa meronta tapi tak dapat melepaskan.

"Tao bangun… Tao!"

Suara itu membuat Tao membuka matanya dan seketika tangan itu terlepas. Dilihatnya Kai masih mengguncang-guncang tubuhnya. "Kau mimpi buruk?" Tao langsung menegakkan punggungnya. Nafasnya begitu terengah. Mimpi? Tapi itu terlihat seperti nyata.

"Sepertinya," jawab Tao singkat. "Ah Chen hyung dimana?" Tao menatap ranjang kosong di sampingnya.

Kai bertolak bahu. "Sepertinya masih di ruang tengah, menenangkan Suho hyung bersama Xiumin hyung."

Tao memegang dahinya. Kepalanya pening. Semua tiba-tiba terasa berputar. Ia melihat Kai memegang bahunya. Kakinya masih berbalut perban. Tao tersenyum miris. Ia merasa sangat bersalah. Bukan. Bukan Kai semalam yang menjatuhkan lukisan itu, tapi dia karena tak sengaja menyenggolnya dengan tongkat wushu. Justru karena itulah kaki Kai cedera tertimpa jatuhnya lukisan itu. Tao takut dimarahi Kris. Dan entah mengapa Kai justru malah membelanya.

"Kai.. Cederamu?" Tao menatap kakinya.

"Tidak masalah. Akan segera sembuh." Kai menepuk pundak Tao dan tersenyum miring. Tao melihat Kai berjalan menjauh dengan terpincang. Tapi, sang magnae EXO M itu merasakan sesuatu yang tidak enak. Lampu. Lampu kamar itu bergetar. "Aku mau ke ruang tengah, kau mau bergabung?" Kai tersenyum.

"KAIIII AWAS!"

+++ - TO BE CONTINUED -+++


FF lama setahun lalu yang akhirnya aku post lanjutannya ^^ Mianhae readers, tapi aku akan berusaha untuk mengupdatenya lebih cepat u.u

Kuharap readers tetap setia memberikan komentar, kritik, dan sarannya. Terima kasih ^^ Kalian juga bisa ceritakan pengalaman misteri kalian di comentar, siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk part berikutnya/? Oke RCL please ^^ *bow*