MY PRETTY BOY / Chapter 3 [ Kaisoo ]
Author : Ichakyungie
Main Cast : Kai
Kyungsoo
Main Pair : other
Rated : T / tentuin sendiri yo
Genre : Romance/angst
Summary : Mereka hanya bisa membully tanpa peduli dengan perasaan ku dan aku salah mengartikan sifat mu selama ini pada ku ternyata kau sama saja dengan mereka, aku sudah tidak tahan lagi (Kyungsoo). Aku merindukan sifat mu yang dulu dan sekarang kau berubah, aku benar-benar menyesal atas sikap ku dulu pada diri mu (Kai).
Kai pun berjalan pulang menuju halte bis yang tidak jauh dari rumah Kyungsoo. Kaerana asyik berjalan sambil menunduk tanpa menyadari ada seseorang menepuk bahunya.
PUK
"Ternyata Kau benar-benar mendekatinya Kai" ucap seorang namja yang menepuk bahu Kai.
"Ternyata kau mengikuti ku rupanya" Kai menyeringai licik terhadap namja tersebut.
Chapter 3
"Aku tidak mengikuti mu Kai hanya saja aku tak sengaja bertemu dengan mu disini" ucap sang namja.
"Apa benar dengan ucapan mu" ucap Kai dengan senyum liciknya.
"Benar Kai, oh ayolah jangan mencurigai ku seperti itu" ucap sang namja misterius tersebut.
"Baiklah, apa yang kau lakukan di daerah ini" tanya Kai pada namja tersebut.
"Tidak ada hanya jalan-jalan saja dan aku tidak tau kau benar-benar mendekati si gendut itu Kai" Namja itu pun tertawa licik.
"Aku serius dengan ucapan ku dan jangan pernah meremehkan ucapan ku" Kesal Kai pada namja tersebut.
"Tenang Kai aku tidak meremehkan ucapan mu dan kau tidak lupakan dengan ucapan ku juga janji mu" ucap sang namja.
"Seorang Kai tidak akan pernah lupa dengan janji" Kai tersenyum meremehkan.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi" namja tersebut langsung merangkul Kai.
Seorang namja mungil dengan tubuhnya yang bulat baru saja memasuki rumah megahnya dengan tersenyum sampai-sampai ada sebuah suara yang membuyarkan senyumnya tersebut.
"Kau dari mana saja Kyungsoo, kenapa kau baru pulang" tanya seorang pria paruh baya terhadap Kyungsoo.
"Appa..." Kyungsoo sontak terkejut mendengar suara sang Appa.
"Chagi, kau dari mana saja Eomma dan Appa menghawatirkan mu" ucap wanita cantik adalah Eomma Kyungsoo.
"Tumben sekali kalian berdua menanyakan keadaaan ku" ucap datar Kyungsoo kepada kedua orang tuanya.
"Kenapa kau bicara seperti itu Kyungsoo Appa menghawatirkan mu apalagi Eomma dari tadi cemas menunggu mu" marah sang Appa karena jawaban Kyungsoo.
"Chagi jangan terlalu keras pada Kyungsoo tahan emosi mu" ucap sang Eomma Kyungsoo yang menenangkan suaminya.
"Dari mana saja aku dan apa yang ku lakukan bukan urusan kalian berdua kalian berdua hanya mementingkan perkerjaan kalian saja tanpa memperdulikan diriku" kesal Kyungsoo.
"Jaga cara bicara mu terhadap orang tua mu Kyungsoo apa selama ini Appa dan Eomma mu mengajari mu seperti itu" marah sang Appa Kyungsoo.
"Kalian tidak pernah mengajari ku seperti itu tapi kalian tidak peduli apa yang aku lakukan atau yang kau alami selama ini" ucap Kyungsoo.
"Sekali agi Appa bilang jaga bicara mu Kyungsoo" Appa Kyungsoo menahan marahnya pada anak semata wayangnya ini.
"Chagi tahan emosi mu dan Kyungsoo masuklah kekamar mu" ucap sang Eomma yang menenangkan pertengkaran antara ayah dan anak ini.
"Apa kalian tau aku muak hidup seperti walau pun berlimpah harta aku meresa diri ku di lupakan dan kalian berdua hanya memikirkan pekerjaan kalian saja tanpa memperdulikan diri ku" Kyungsoo mengeluarkan isi hatinya yang selama ini di tahannya dengan air mata yang membasahi pipinya.
"KYUNGSOO HENTIKAN PERKATAAN MU" Appa Kyungsoo berteriak keras terhadap Kyungsoo.
"AKU MUAK DENGAN KALIAN BERDUA LEBIH BAIK AKU TIDAK MEMILIKI ORANG TUA SEPERTI KALIAN BERDUA" Kyungsoo pun berteriak terhadap kedua orangnya.
"PPLLAAKK"
Appa Kyungsoo pun menampar wajah mulus Kyungsoo terlihat pipi Kyungsoo menjadi merah karena tamparan sang Appa. Kyungsoo hanya memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan sang Appa dan air matanya pun keluar deras dari kedua bola matanya, Kyungsoo merasa kecewa dengan Appanya sekarang .
"KALIAN BERDUA HENTIKAN..Kyungsoo masuk kamur mu sekarang juga" ucap sang Eomma yang tidak tahan melihat pertengkaran Kyungsoo dengan Appanya.
Kyungsoo pun langsung berlari menuju kamarnya dengan berlinang air mata dan sang Eomma pun menenangkan suaminya yang sedeng mengontrol emosinya.
"Aku kecewa dengan mu, kenapa kau menampar pipi anak mu kau tau Kyungsoo sangat peka terhadap perasaannya" ucap sang Eomma.
"Maafkan aku, aku tidak bisa lagi mengontrol emosi ku karena ucapanya chagi" Appa Kyungsoo merasa bersalah karena sudah menampar anaknya.
"Yang dikatakan Kyungsoo memang benar kita hanya peduli dengan perkerjaan kita saja dan Kyungsoo sangat membutuhkan kita" lirih sang Eomma.
"Tapi kita berkerja untuk dirinya juga yeobo untuk masa depannya seharusnya dia mengerti" ucap sang Appa.
"Tapi kita sudah melupakannya dan terlalu sibuk dengan perkerjaan kita aku mengerti apa yang dirasakan Kyungsoo" Appa Kyungsoo tidak bisa berkata apa-apa lagi apa yang dikatakan istrinya memang benar.
"Istirahat lah yeobo aku kau tau lelah saat ini apa lagi di tambah dengan sikap Kyungsoo" ucap sang Eomma menyuruh sang suami untuk istirahat.
"Tapi bagaimana dengan Kyungsoo" tanya sang Appa yang khawatir dengan Kyungsoo.
"Aku akan menemuinya di kamar dan berbicara padanya masuklah ke kamar istirahat lah" suruh sang Eomma.
"Baiklah kalau begitu katakan padanya kalau aku menyesal" lirih sang Appa.
"Ne yeobo"
Appa Kyungsoo pun berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat karena dia merasa hari ini hari yang sangat melelahkan baginya. Eomma Kyungsoo pun menuju kamar anaknya untuk berbicara pada Kyungsoo dan menenangkan Kyungsoo sedangkan Kyungsoo menangis sejadi-jadinya dikamar karena sikap sang Appa yang menampar pipinya sampai Kyungsoo mendengar suara pintu kamarnya di buka oleh seseorang.
"CKLEK"
"Apa Kau sudah tidur chagi" tanya sang Eomma yang melihat anaknya sedang merebahkan dirinya di ranjang.
"..." tidak ada jawaban dari Kyungsoo.
"Apa Eomma boleh masuk" tanya sang Eomma lagi.
"..." masih tidak ada jawaban dari Kyungsoo dan Eomma Kyungsoo berjalan mendekati ranjang anaknya.
"Eomma tau kau belum tidur" ucap sang Eomma duduk disamping Kyungsoo.
"Untuk apa Eomma kesini aku ingin tidur bisakah Eomma keluar aku ingin sendiri" ucap Kyungsoo mengusir Eommanya.
"Apa kau tega seperti ini dengan Eomma mu chagi" liri sang Eomma. Kyungsoo yang tak tega pun duduk menekati snag Eomma.
"Ada apa Eomma kesini?" tanya Kyungsoo.
"Appa merasalah bersalah sudah menampar mu tadi dan Appa minta maaf" ucap sang Eomma.
"Aku tak ingin membahasnya Eomma aku lelah" ucap datar Kyungsoo.
"Maafkan Eomma Kyungsoo..hiks" tanpa terasa air mata Eomma Kyungsoo mengalir diwajah cantiknya.
"Maafkan Eomma chagi..hiks..hiks" Eomma Kyungsoo mendudukan kepalanya.
"GREPP"
Kyungsoo yang mendengar Eommanya menangis langsung memeluk sang Eomma. Kyungsoo tak tega melihat sang Eomma menangis seperti ini apa lagi sekarang karena dirinya lah sang eomma menangis.
"Eomma ku mohon jangan menangis seperti ini aku tidak tahan melihat Eomma menangis" ucap Kyungsoo menenangkan sang Eomma.
"Maafkan Eomma selama ini tidak pernah memperhatikan anak Eomma selama ini" lirih sang Eomma di pelukan Kyungsoo.
"Gwenchana Eomma aku senang kalau Eomma masih ingat pada ku dan menghawatirkan ku maafkan atas perkataan ku tadi Eomma aku hanya kesal saja" ucap Kyungsoo sambil melepaskan pelukannya terhadap sang Eomma.
"Ne gwenchana chagi apa yang dikatakan mu memang benar kami hanya memperhatikan perkerjaan kami dan lupa memperhatikan mu, apakah pipi mu masih terasa sakit pipi mu terlihat sangat merah" Eomma Kyungsoo sambil memegangi pipi Kyungsoo.
"Tidak Eomma sakitnya sudah hilang" bohong Kyungsoo, Kyungsoo tidak ingin Eommanya terlihat khawatir.
"Apa Appa mu terlalu keras menapar mu" Khawatir sang Eomma.
"Tidak juga Eomma sudahlah Eomma aku tak ingin membahasnya" ucap Kyungsoo.
"Eomma..." panggil Kyungsoo.
"Ne chagi, wae?"
"Bolehkah aku tidur di pangkuan Eomma aku sangat merindukan Eomma" manja Kyungsoo.
"Anak Eomma ternyata masih manja rupanya, boleh chagi" Kyungsoo pun merebahkan tubuhnya kepangkuan Eommanya.
"Kyungsoo bolehkah Eomma bertanya" ucap sang Eomma sambil membelai surai Kyungsoo sayang.
"Ne Eomma tanyakan lah" jawab Kyungsoo yang nampak menikmati belaian sayang dari Eommanya.
"Kau dari mana saja Kyungsoo seharian ini Eomma sangat menghawatirkan mu" tanya sang Eomma lembut.
"Aku habis dari kedai ice cream Eomma" jawab Kyungsoo.
"Dengan siapa Kyungsoo apa dengan Baekhyun dan Tao" masih membelai sayang surai Kyungsoo.
"Bukan dengan mereka berdua Eomma"
"Dengan siapa kau pergi ke kedai ice cream chagi"
"Dengan Kai Eomma teman baru ku" ucap Kyungsoo.
"Apa dia tampan?" tanya sang eomma.
"Ne Eomma menurut ku dia tampan apalagi dengan tubuh yang tinggi dan juga kulitnya agak kecoklatan dia juga baik Eomma mau mengajak ku ke kedai ice cream favoritnya" jelas Kyungsoo entah kenapa Kyungsoo sangat bersemangat menceritakan Kai pada Eommanya.
"Semangat sekali anak Eomma menceritakan Kai apa jangan-jangan anak Eomma menyukainya" ucap sang Eomma sedikit menjahili anaknya.
"BLUSHHHH"
"Ya Eomma, apa yang Eomma bicarakan mana mungkin aku menyukainya" wajah Kyungsoo langsung berubah menjadi mereh.
"Kenapa muka anak Eomma menjadi merah seperti itu jadi benar apa yang Eomma katakan kalau anak Eomma mulai menyuakai Kai" Eomma Kyungsoo tersenyum melihat tingkah laku anaknya yang malu.
"Ya Eomma sudah lah jangan meledek ku" ucap Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya lucu.
"Baiklah baiklah, ajak lah Kai lain kali kerumah kita Eomma ingin sekali mengenalnya bagaimana wajah seorang Kai yang bisa membuat anak Eomma merona malu" ucap sang Eomma sambil tersenyum jahil.
"Dan jangan lupa ajak Baekhyun dan Tao juga Eomma merindukan mereka berdua" pesan sang Eomma.
"Apa Eomma tidak sibuk" tanya Kyungsoo pada Eommanya.
"Besok Eomma akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pekerjaan jadi acara pertemuannya kita tunda dulu" ucap sang Eomma raut wajah Kyungsoo pun berubah murung.
"Tapi Eomma janji kalau semua pekerjaan Eomma selesai semuanya Eomma akan mengajak mu ke Amerika" Eomma Kyungsoo yang melihat perubahan wajah anaknya memberi Kyungsoo kejutan.
"Jeongmal Eomma"Kyungsoo pun langsung mendudukan dirinya.
"Ne chagi sudah lama kita berdua tidak liburan kita berdua bisa menghabiskan waktu bersama disana" ucap sang Eomma.
"Gomawo Eomma..Sharanghae Eomma" senang Kyungsoo langsung memeluk Eommanya.
"Nado chagi, baiklah saatnya tidur hari sudah malam besok kau sekolah Eomma akan membangunkan mu besok pagi"
"Ne Eomma"
At School
Pagi ini pagi yang sangat menyenangkan bagi Kyungsoo saat berjalan didepan pintu gerbang sekolah pun Kyungsoo tersenyum sendiri. Kyungsoo sangat kerena malam kemarin bisa menghabiskan waktunya dengan sang Eomma saat Kyungsoo sedang berjalan ada seseorang yang dengan sengaja mendorongnya dari belakang dan Kyungsoo pun terjatuh.
"BRUUKKK"
"Hai gendut apa kau sudah gila berjalan dengan tersenyum sendiri" ucap sang Namja yang mendorong Kyungsoo.
"Kalau sudah gila jangan bersekolah disini dan seharusnya kau tidak cocok bersekolah disini" Kyungsoo yang mendengarkan ocehan tidak memperdulikannya dia hanya sibuk membersihakan bajunya yang kotor akibat terjatuh.
"Doyun bagaimana kita buat pelajaran saja untuk si gendut ini" ternyata namja yang mendorong Kyungsoo tersebut adalah Doyun.
"Boleh saja" Doyun pun langsung mencekram kerah baju Kyungsoo.
"Aa-a-p-ppa yang kalian lakukan" takut Kyungsoo.
"Aku ingin menyelesaikan permasalahan kita di toilet apa kau ingat" ucap Doyun yang tidak peduli dengan para siswa memperhatikan mereka.
"Tapi Doyun apa kau tidak takut kau di perhatikan murid satu sekolah" ucap Kyungsoo sedikit bergetar.
"Aku tak peduli dan itu bukan urusan ku kau nikmati saja pukulan ku" ucap doyun dengan seringaiannya.
Doyun pun mulai melayangkan pukulannya pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah apa yang akan terjadi.
"BUGH"
Kyungsoo merasakan nyilu dibagian rahangnya dan merasakan bau anyir darah dari sudut bibirnya ternyata pukulan Doyun sangat keras mengenai wajah Kyungsoo dan terlihat memar diwajah putihnya. Doyun pun ingin melayangkan pukulan keduanya kepada wajah Kyungsoo.
"SRETT"
"GREP"
"Lepaskan tanagan ku Kai dan jangan ikut campur" ternyata Kai lah yang menahan tangan Doyun.
"Sekali lagi kau melayangkan tinju mu padanya aku tidak segan-segan membuat wajah mu tidak berbentuk lagi" ucap datar Kai dengan tatapan marahnya.
"Kenapa kau membela si gendut ini Kai dan aku tidak peduli dengan ancaman mu" Doyun masih kukuh ingin memukul Kyungsoo.
"Aku tidak main-main dengan ucapan ku Doyun atau aku benar-benar memukul mu" ancam Kai.
"Aku tak peduli dan aku tidak takut dengan ucapan mu" Kai yang mendengar ucapan Doyun pun langsung menarik tangan Doyun.
"SRET"
"BUGH"
"BUGH"
"BUGH"
"BUGH"
"KAI HENTIKAN..ku mohon hentikan hiks..hiks..hiks" Kyungsoo pun berteriak untuk menyuruh Kai berhenti memukuli Doyun secara brutal.
"Sekali lagi kau menyentuh Kyungsoo tak segan-segan aku akan menghabisi mu" ucap Kai di wajah Doyun yang bersimbah darah karena pukulannya.
"PERGI KALIAN SEMUA, apa yang kalian tonton dan kalian berdua bawa Doyun pergi dari hadapan ku" Kai memerintahkan anak buah Doyun yang takut melihat apa yang terjadi pada Doyun dan langsung memapah Doyun yang tak sadar kan diri.
Kai pun langsung menghampiri Kyungsoo yang terdudduk sambil terisak ketakutan karena melihat Kai yang memukul Doyun secara brutal. Tubuh Kyungsoo bergetar melihat kejadian tadi karena baru pertama kalinya Kyungsoo melihat Kai sangat marah seperti tadi.
"Kyungsoo gwenchana?" Kai menghampiri Kyungsoo yang terisak.
"...hiks...hiks...hiks..." Kyungsoo masih saja menangis karena takut.
"Keterlaluan sekali Doyun pada mu lihat bibir mu sampai terluka dan wajah mu menjadi lebam kerena pukulannya" Kai yang mengangkat wajah Kyungsoo yang dari tadi terus menundukan kepalanya.
"Hiks..hiks..hiks..a-a-ku tidak apa-apa Kai" jawab Kyungsoo yang masih takut terhadap Kai.
"Apa kau takut pada ku Kyungsoo tak perlu takut itu hal biasa bagi ku memekul orang" ucap Kai sambil memapah Kyungsoo untuk berdiri.
"Mianhe Kai bukan maksud ku..."
"Sudahlah tak perlu di pikirkan ayo aku antar kau UKS untuk mengobati luka mu" Kai langsung membawa Kyungsoo ke ruang UKS sambil menggenggam tangan Kyungsoo.
"Ne.." jawab Kyungsoo sambil menundukkan wajahnya memutupi rona merah yang ada di pipinya karena Kai menggenggam tangannya.
Kai dan Kyungsoo pun menuju keruangan UK, Kai masih saja menggenggam tangan Kyungsoo tanpa melepaskannya sedangkan Kyungsoo hanya bisa menundukkan wajahnya karena genggaman Kai, sampailah mereka berdua di ruangan UKS Kai pun menyuruh Kyungsoo untuk duduk di dalah satu ranjang UKS.
"Kau duduk lah disini aku mengambil kotak P3K dulu" Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya. Tak berepa lama Kai pun kembali.
"Coba kulihat luka mu Kyungsoo" Kai memperhatikan bibir Kyungsoo yang terluka akibat pukulan Doyun.
"Sepertinya bibir sedikit robek Kyungsoo, aku kan membersihkannya mungkin akan sedikit sakit karena obat merah" ucap Kai sambil menetekan obat merah pada kapas dan menempelkannya kebibir Kyungsoo dan menekan-nekannya.
"SShhhhhhhh..." ringis Kyungsoo karena merasa perih di sudut bibirnya.
"Apakah terasa sangat sakit Kyungsoo, mianhe" ucap Kai disela mengobati Kyungsoo.
"Tidak Kai hanya perih saja" jawab Kyungsoo sambil tersenyum pada Kai.
"Seandainya aku lebih cepat datang ke sekolah mungkin wajah mu tidak seperti ini" lirih Kai.
"Tidak apa-apa Kai aku sudah terbiasa dengan sifat Doyun terhadap ku" Kyungsoo sambil tersenyum pada Kai.
"Tapi Doyun sungguh keterlaluan terhadap mu akan ku balas dia" kesal Kai terhadap Doyun.
"Tidak perlu Kai aku tidak ingin membuat masalah lagi sudah cukup aku melihat mu memukulnya" ucap Kyungsoo.
"Baiklah kalau itu mau mu Kyungsoo" ucap Kai melanjutkan mengobati luka Kyungsoo.
Hening itulah yang terjadi di antara mereka berdua Kai masih mengobati luka lebam pada wajah Kyungsoo sedangkan Kyungsoo mengatur deru jantungnya yang berdegup kencang berhadapan dengan wajah Kai karena wajah Kai sangat dekat beberapa cm dengan wajah Kyungsoo. Kyungsoo terus saja memandangi wajah Kai tanpa mengedipkan matanya sampai-sampai suara Kai yang mebuyarkan lamunannya.
"Aku tau aku tampan" ucap Kai.
"A-ap-pa maksud mu Kai?" gugup Kyungsoo karena ketahuan memandang Kai.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu Kyungsoo aku tau kau terpesona dengan ketampanan ku" ucap Kai dengan arogan.
"Aku tidak memandang mu Kai kau saja yang percaya diri" jawab Kyungsoo.
"Mengaku sajalah dan aku tau wajah merah Kyungsoo" canda Kai pada Kyungsoo.
"Muka tidak merah mata mu saja yang bermasalah Kai" kesal Kyungsoo sambil mengerucutkan bibir imutnya.
"Hahahahahahahahaha lihat wajah mu Kyungsoo lucu sekali saat kau marah" goda Kai pada Kyungsoo.
"Kai berhenti tertawa atau aku pergi" kesal Kyungsoo.
"Hahahahahahahahaha aku hanya bercanda Kyungsoo" Kai masih saja terus mentertawakan Kyungsoo.
"Baiklah kalau begitu aku pergi aku sedang tidak mood meladeni mu" Kyungsoo pun langsung pergi meninggal Kai yang masih tertawa.
"GREP"
"Aigoo..kau marah pada ku Kyungsoo" Kai yang langsung menggenggam tangan Kyungsoo.
"Menurut mu..." kesal Kyungsoo sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Kyungsoo tunggu dulu biar kulihat kaca mata mu" Kai langsung mengambil kaca mata Kyungsoo dari wajahnya.
"Ada apa lagi Kai, aku tidak bisa melihat tanpa kaca mata ku" ucap Kyungsoo sambil menggusak matanya.
"Kaca mata mu retak Kyungsoo apa kau masih melihat dengan kaca mata seperti ini" Kai masih memeriksa kaca mata Kyungsoo.
"Benarkah Kai, mungkin terkena tamparan Doyun tadi pagi" ucap Kyungsoo.
"Ini kaca mata mu ku kembalikan" Kai menyerahkan kaca mata Kyungsoo dan betapa terkejutnya Kai saat menyadari Kyungsoo tidak memakai kacamata.
"Terimakasih Kai" Kyungsoo mengambil kaca matanya di genggaman Kai.
"Cantik...kenapa wajahnya cantik sekali" batin Kai yang masih melihat wajah Kyungsoo tanpa kaca mata.
"Kai bisakah kau melepaskan genggaman mu dari kaca mata ku"
"Ternayata dibalik kaca mata wajah Kyungsoo sangat cantik" Kai masih saja memandangi Kyungsoo.
"Kai..Kai..Kai..hhhuuuffftt KAI" Kyungsoo sedikit berteriak pada Kai dan Kai pun sadar dari lamunannya.
"Ya bisakah kau tidak berteriak telinga ku sakit" kesal sambil mengelus telinganya.
"Habis kau dari tadi melamun Kai sebenarnya apa yang kau lamunkan" Kyungsoo langsung memakai kaca matanya.
"Tidak ada, aku tidak melamunkan apa-apa"
"Baiklah kalau begitu kajja kita kembali ke kelas" Kyungsoo pun pergi meninggalkan terlebih dahulu.
"Apa yang kau pikirkan Kai, tidak boleh ini tidak boleh terjadi jangan sampai aku terjebak" Kai berbicara dengan diri sendiri saat Kyungsoo meninggalkannya sendiri. Kai pun langsung menyusul Kyungsoo.
"Kyungsoo pulang sekolah bagaimana aku yang mengantarkan mu kerumah" tawar Kai pada Kyungsoo.
"Sepertinya tidak perlu Kai pulang sekolah nanti aku akan mampir ke toko kacamata" jawab Kyungsoo.
"Kalau begitu aku temani kau pergi ke toko kaca mata sepulang sekolah nanti bagaimana" tawar Kai lagi.
"Apa tidak merepotkan mu Kai sebaiknya tidak usah aku bisa pergi sendiri" tolak Kyungsoo pada Kai.
"Oh ayolah Kyungsoo jangan seperti" rengek Kai pada Kyungsoo.
"Baiklah kalau kau memaksa" akhirnya Kyungsoo menerima tawaran dari Kai.
"Pulang sekolah nanti temui aku di depan gerbang sekolah aku menunggu disana"
"Baik Kai"
Kai dan Kyungsoo pun masuk ke dalam kelas mereka masing, mereka berdua tidak mengikuti jam pertama pelajaran karena berada diruang UKS cukup lama. Jam pelajaran kedua pun di mulai para murid sedang serius dalam mengikuti pelajaran sampai jam pelajaran selanjutnya dan tidaka terasa jam pelajaran pun telah selesai dan bel pulang pun berbunyi para murid pun berhamburan keluar. Terlihat Kai yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah untuk menunggu Kyungsoo, saat Kai sedang menunggu Kyungsoo ada dua orang namja sedang mendekati Kai.
"Hai Kai.." ucap seorang namja.
"Apa yang kalian berdua lakukan di daerah sekolah ini" nampaknya wajah Kai sangat tidak suka saat bertemu dengan dua namja tersebut.
"Tenang Kai kami hanya berjalan-jalan saja untuk melihat sekolah mu Kai" ucap namja satunya lagi.
"Sudah lah jangan basa-basi apa yang sebenarnya yang kalian inginkan" tanya Kai pada kedua namja tersebut.
"Kami hanya ingin tau kau tidak lupakan dengan janji mu kan Kai" ucap namja misterius pada Kai.
"Kalian masih tidak percaya dengan ucapan ku ternyata" Kai tersenyum licik.
"Bukannya kami tidak percarya Kai tapi kapan kau memulai rencana mu" tanya sang namja.
"Kalian tunggu saja tanggal mainnya dan kalian tidak lupakan apa hadiahnya untuk ku" Kai tertawa remeh pada dua namja tersebut.
"Kami berdua tidak akan lupa Kai dan satu lagi jangan sampai kau terjebak dengan permainan mu sendiri Kai"
"Tidak akan, aku tidak akan terjebak dengan permainan ku sendiri" jawab Kai.
"Baiklah seandainya kau terjebak berarti kau gagal Kai" ucap sang namja.
"Mana mugkin bisa terjebak dengan seseorang seperti dia akan ku buat dia menyesal nanti siapa sebenarnya diri ku" jawab Kai sambil tersenyum evil kepada kedua sahabatnya.
"Kai..."
"K-kk-Kyung-gsoo..."
~TBC~
Akhirnya selesai juga ff saya.
Mian kalau jalan ceritanya ga nyambung inilah yang ada dalam pemikiran saya (T-T).
Seperti biasa saya mau minta Review dari para readers bagaimana ff Author dan bisa lanjut atau tidaknya.
Gomawo yang sudah baca ff Author dan baca ff saya yang sebelumnya( ^_^).
