Title: Round Round to You
Author: Arisa Arizawa
Main Cast: HunTao, KrisHo
Slight: LuMin, KaiSoo, ChanBaek, ChenLay, etc
Genre: Family, Romance, Hurt/Comfort
Rated: T-M
Warning!
Incest, BoysxBoys, Complicated, Typo(s), Crack Pair, Pedophile *smirk*
Don't Like? Read First:3
Flame for my story? Allowed. Flame for the cast? Please don't:)
oOo
Huang ZiTao (Tao), 6 years old. Suho's son, Kai and Chen's nephew.
Wu SeHun (Sehun), 20 years old. Kris's son, Xiumin's brother, Chanyeol's cousin.
Kim JoonMyeon (Suho), 30 years old. Tao's mom, Kai and Chen's brother.
Wu YiFan (Kris), 40 years old. Sehun and Xiumin's father, Chanyeol's uncle.
Xi LuHan (Luhan), 9 years old. Lay's son, Xiumin's boyfriend, Baekhyun and Kyungsoo's cousin
Wu XiuMin (Xiumin), 10 years old. Kris's son, Sehun's brother, Chanyeol's cousin, Luhan's boyfriend
Zhan YiXing (Lay), 29 years old. Luhan's mom, Baekhyun and Kyungsoo's uncle.
Park ChanYeol (Chanyeol), 21 years old. Kris's nephew, Sehun and Xiumin's cousin
Do BaekHyun (Baekhyun), 21 years old. Kyungsoo's brother, Lay's nephew, Luhan's cousin.
Do KyungSoo (Kyungsoo), 20 years old. Baekhyun's brother, Lay's nephew, Luhan's cousin.
Kim JongIn (Kai), 20 years old. Suho and Chen's brother, Tao's uncle.
Kim JongDae (Chen), 21 years old. Suho and Kai's brother, Tao's uncle.
oOo
"Yifan! Astaga, lihat kamarmu! Apa ini? Bungkus permen karet? Sungguh, kau seperti remaja saja! Bahkan kamar Sehun lebih rapi daripada kamarmu!" Kris hanya terkikik geli melihat calon istrinya itu marah-marah sambil memungut sampah yang tersebar di kamarnya.
"Dan, kamar yang kau bilang 'tidak lebih rapi dari kamar Sehun' ini akan jadi kamarmu, Myeonnie," balas Kris dengan tenang sambil memeluk Suho dari belakang. Suho pun memajukan bibirnya.
"Aku tidak sudi menempati kamar ini. Lebih baik aku tidur di kamar Tao," kata Suho sembari melepas pelukan Kris.
"Tao akan tidur dengan Xiumin, kau lupa?" balas Kris sambil terkekeh.
"Kalau begitu aku akan tidur dengan Sehun," Suho memeletkan lidahnya ke arah Kris.
"Tentu saja aku tidak akan mengizinkannya."
"Memangnya kau siapa melarangku?" tanya Suho dengan nada mengejek.
"Suamimu, tentu," jawab Kris dengan nada mengejek pula. Suho tertawa meremehkan.
"Calon, Wu YiFan. Ingat, masih calon," Kris menyandarkan badannya ke tembok di sebelah kanannya.
"Oh, kau seperti terpaksa menikah denganku, Kim JoonMyeon," Suho tertawa mendengar perkataan Kris.
"Memang aku terpaksa. Aku hanya kasihan padamu saat kau melamarku," kata Suho dengan semburat merah menghiasi pipinya. Namun, dirinya bingung saat Kris tidak membalas perkataannya. Ia menghadap ke arah Kris. "Kris –"
"Baiklah, jika kau memang terpaksa menikah denganku. Aku mencintaimu," Suho melebarkan matanya saat mendengar Kris berkata seperti itu sembari ke luar kamarnya. Ia langsung mengejarnya.
"Andwae! Aku tidak terpaksa, Yifan. Aku juga mencintaimu. Maafkan aku, jebbal," mohon Suho sambil memeluk Kris dari belakang tanpa melihat seringai jahil dari calon suaminya itu. Kris membalikkan badannya.
"Kau tidak perlu berpura-pura, Joon –"
Cup
"Aku tidak berpura-pura," Suho langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada Kris usai mencium bibirnya.
"Hey, kecupan sesingkat itu tidak membuktikan kau mencintaiku," ujar Kris sambil menyeringai lebih lebar. Suho mendongakkan kepalanya tepat saat Kris mengganti wajahnya menjadi dingin kembali.
Cup
Kali ini, Suho menempelkan bibirnya pada bibir Kris lebih lama dari sebelumnya. Kris tertawa dalam hati.
'Got you, Honey.'
Kris menggendong Suho ke dalam kamarnya sambil tetap berciuman yang perlahan semakin memanas itu. Setelah itu, hanya terdengar suara pintu ditutup. Entah apa yang mereka lakukan di dalam. Ada baiknya untuk tidak mengetahuinya.
oOo
"Tao," panggil Sehun pada calon adik tirinya. Tao memajukan bibirnya.
"Hyung! Jangan memanggil Tao terus, dong! " teriak Tao pada Sehun.
"Aku bosan! Huft, pasti si tua bangka itu sedang melakukan sesuatu yang aneh dengan Mamamu," ujar Sehun. Tao memiringkan kepalanya sambil menatap Sehun dengan intens.
"Melakukan apa?" tanya Tao yang membuat Sehun gelagapan.
"Entahlah. Mungkin mereka sedang 'bermain'," tiba-tiba Tao berteriak dengan gembira.
"Bermain?! Tao mau bermain dengan Mama dan Kris ahjussi!" Tao langsung berlari ke arah tangga menuju kamar Kris.
"Tidak boleh, Taozi. Itu permainan yang rahasia," bisik Sehun sambil menggendong Tao setelah sebelumnya Ia dengan panik menyusul Tao.
"Eh, rahasia?" tanya Tao dengan wajah polos yang sarat dengan keingintahuan.
"Iya rahasia. Hanya mereka berdua yang boleh tahu. Kalau sampai ada yang tahu –" Sehun memotong sendiri perkataanya, menatap Tao yang penasaran.
"Kenapa, hyung? Ayo lanjutkan!"
"Orang yang tahu akan dikunci di loker Davy Jones," lanjut Sehun dengan wajah menakut-nakuti. Tao pun memasang wajah kaget mendengarnya.
"Hyu- hyung bohong! Kata Mama, loker itu nggak ada!" elak Tao dnegan suara bergetar. Sehun tersenyum jahil.
"Aku tidak bohong. Karena, kalau bohong, hidungku akan memanjang seperti Pinokio, benar, kan?" wajah Tao semakin pucat. Dalam hati, ia membenarkan setiap perkataan Sehun dengan polosnya.
"Baiklah, Tao nggak jadi ikut main dengan Mama," Tao memajukan bibirnya. Ia lebih memilih penasaran ketimbang dikunci di loke Davy Jones yang ia lihat di film kartun kesayangannya itu.
"Bagus!" kata Sehun sambil mengacak rambut Tao.
Brak
"Daddy! Hyung! Aku pulang!" teriak Xiumin yang tiba-tiba membuka pintu utama dengan cukup keras. "Ah, hai Tao. Aku tidak tahu kau datang," katanya ketika melihat Tao di gendongan Sehun.
"Ya, Wu XiuMin! Kau bisa, kan, memencet bel dahulu sebelum merangsek masuk seperti itu? Membuatku kaget saja!" kata Sehun. Xiumin hanya senyum jahil sambil menurunkan Tao dari gendongan Sehun.
"Umin ge! Ayo main sama Tao! Lihat, Tao punya boneka bakpao! Mirip dengan gege!" ujar Tao dengan riang. Sedangkan Sehun tertawa mendengar perkataan Tao yang membuat Xiumin menggembungkan pipinya.
"Ayolah, Taozi! Kau tidak lihat pipiku ini tirus!" kata Xiumin.
"Aniyo, lihat, pipi Umin ge mirip dengan boneka Tao," balas Tao sambil mendekatkan bonekanya ke pipi Xiumin.
"Sudahlah, Xiumin. Memang takdirmu menjadi baozi," celetuk Sehun. Xiumin mendelikkan matanya ke arah Sehun.
"Tuh, Sehun hyung bilang juga Umin ge jadi baozi! Jadi, Tao nggak salah, kan?" Tao menjulurkan lidahnya ke arah Xiumin yang dibalas dengan cubitan di pipinya oleh Xiumin. "Sakit, ge!"
"Maaf. Makanya, jangan mengejekku," kata Xiumin sambil mengelus bekas cubitannya di pipi Tao.
"Tapi ini sakit sekali, hiks..." Tao mulai menangis.
"Aigo, mianhae Tao. Apa benar sesakit itu?" tanya Xiumin dengan nada panik. Sehun, yang sedang mengambil minum di dapur, langsung kembali ke ruang tengah rumahnya itu ketika mendengar tangisan Tao.
"Xiumin, kenapa Tao menangis begitu?" tanya Sehun yang panik pula. Xiumin pun menggigit bibir bawahnya. Dan Tao menangis semakin kencang.
"Aku tadi hanya mencubitnya sedikit," jawab Xiumin sambil mengelus kepala Tao. Sehun menepuk keningnya.
"Xiumin, sadarlah dengan kekuatan mencubitmu itu," Xiumin memasang wajah meringis. Sehun melihat keadaan pipi Tao. "Merah sekali."
"Maaf. Tao terlalu lucu untuk tidak dicubit," kata Xiumin dengan polosnya. Sehun pun hanya diam sambil terus memandangi pipi Tao.
'Pipinya menggoda sekali,' pikir Sehun. Tanpa sadar, ia mendekatkan bibirnya ke arah pipi Tao.
Bite
"Huwe appo!" jerit Tao ketika Sehun mengigit pipinya yang telah dicubit oleh Xiumin. Sehun pun terdiam. Xiumin melebarkan matanya ke arah Sehun. Tao pun berlari ke tangga menuju kamar Kris, tempat Mamanya berada sambil menangis kencang. Beberapa kali ia terjatuh di tangga.
"Hyung! Apa yang kau lakukan!" teriak Xiumin pada Sehun. Lalu ia berlari menyusul Tao. Sehun pun ikut mengejar Tao.
Sementara itu, Tao sedang berusaha membuka pintu kamar Kris.
Brak
"Hiks, Mama! Sehun hyung menggigit pipi Tao!" teriak Tao sambil menangis. Sementara itu, dua orang yang berada di atas kasur berhenti melakukan kegiatan mereka.
"Tao! Kau– huwa! Daddy!" teriak Xiumin sambil menutup kedua matanya ketika melihat keadaan Kris dan Suho yang hanya bisa mematung dalam keadaan naked dan sedang dalam keadaan 'puncak' permainan mereka.
"Xiu! Ada– " wajah Sehun memerah ketika ia juga melihat posisi ayah dan calon ibu tirinya itu. "Astaga, kalian berdua!" teriaknya sambil menggendong Tao yang sedang berusaha menaiki kasur Kris.
"Huwe, Mama! Tolong Tao hiks," isakkan Tao semakin kencang ketika ia melihat siapa yang menggendongnya.
"Ya! Kalian bertiga sedang apa di sini?! Cepat keluar!" teriak Kris. Ia pun dengan panik menutupi tubuh bagian bawahnya dan Suho.
"Salahkan kau yang tidak mengunci pintu kamarmu! Tao menangis dan mencari Suho umma," jelas Sehun sambil mengelus kepala Tao. "Sudah, kalian lanjutkan saja kegiatan kalian." kata Sehun sambil menutup pintu kamar Kris dari luar.
Kris menghela nafasnya. Ia menatap Suho yang berada di bawahnya lalu mencium pipinya.
"Ayo, kita lanjutkan, honey," kata Kris sembari menggigit pelan leher Suho.
"Yifan," panggil Suho. Kris bergumam. Lalu Suho mendorong Kris ke samping. "Tao menangis dan dia mencariku!" kata Suho sambil memakai bajunya yang berserakan di lantai.
"Ayolah, ada Sehun dan Ciumin yang menghiburnya," Suho memberikan death glare gagal pada Kris.
"Aku lebih mementingkan Tao ketimbang dirimu, Wu YiFan," kata Suho setelah selesai memakai bajunya. Ia segera keluar menemui Tao.
"Andwae!" teriak Kris dengan nada frustasi yang berlebihan. "Awas kalian bertiga, akan kubalas!"
Oh, Kris, ini bukan kesalahan mereka. Benar perkataan Sehun, jangan lupa mengunci pintu.
oOo
"Aish, kau lama sekali Kyungsoo!" teriak Baekhyun pada adiknya yang sedang mengikat tali sepatunya itu.
"Sebentar, hyung! Ini diputar ke sini, dimasukkan dan tarik! Selesai!" kata Kyungsoo sambil melonjak-lonjak gembira.
"Hyung, yang sebelah kiri belum kau ikat," kata Kai mengingatkan Kyungsoo. Baekhyun langsung melayangkan death glare pada Kai yang tersenyum polos.
"Ah, benar! Terima kasih Kai!" kata Kyungsoo sambil duduk kembali dan mulai mengikat tali sepatunya yang bisa memakan waktu 5 menit untuk satu sepatu. Terima kasih, Kai-ssi.
"Sungguh, Baek, kenapa kau tidak memeriksakan Kyungsoo ke dokter syaraf?" tanya Chen sambil menyandarkan badannya ke kusen pintu utama rumah kediaman Do.
"Adikku tidak sakit, JongDae-ssi!"
"Tapi lihatlah, semua gerakan dan responnya lambat sekali!" kata Chen sambil merangkul Baekhyun dan mengelus puncak kepalanya. Wajah Baekhyun pun memerah mendapat perlakuan semesra itu dari Chen.
"Aish, kalian berdua! Jangan bermesraan sekarang!" kata Chanyeol menginterupsi kegiatan Chen dan Baekhyun. Sedangkan Kai, lagi-lagi, tertawa melihat ketiga sahabatnya itu. Sementara Kyungsoo masih sibuk membongkar tali sepatunya yang ternyata salah ikat, lagi, itu.
"Hey, bagaimana jika kalian bertiga pergi ke rumah Sehun sekarang? Aku dan Soo-ie hyung akan menyusul menggunakan motormu, Baekhyun hyung," usul Kai yang mengalihkan pandangan ke arah sepatu Kyungsoo yang, lagi-lagi, dibongkar pasang talinya oleh pemiliknya.
"Baiklah! Kajja, Baek, kita berangkat!" kata Chen sambil menarik tangan Baekhyun ke arah mobilnya setelah sebelumnya Baekhyun memberikan kunci motornya pada Kai.
"Aish, Kai, kau ingin sekali membuatku panas, eoh? Calon paman tiri macam apa kau?!" Kai meliriknya.
"Oh, ayolah, kau bisa mengganggu mereka sepanjang perjalanan!" kata Kai sambil mengibaskan tangannya, menyuruh Chanyeol untuk pergi.
"Cih, bilang saja kau ingin berduaan dengan Kyungsoo!" balas Chanyeol sambil berjalan ke arah mobil Chen yang sedari tadi klaksonnya sudah berbunyi untuk memanggil Chanyeol.
"Terserah kau," bisik Kai sambil menatap Chanyeol yang memasuki mobil. Baekhyun melambaikan tangan ke arah Kai dan Kyungsoo yang dibalas oleh Kai.
"Kai, mereka meninggalkan kita berdua?" tanya Kyungsoo. Kai menggelengkan kepalanya.
"Ya, untuk menghemat waktu," jawab Kai sambil mengikatkan tali sepatu Kyungsoo. Wajah Kyungsoo memerah.
"Kau sedang apa, Kai? Aku bisa melakukannya sendiri."
"Dan menghabiskan 5 menit lagi? Kurasa, lebih cepat jika aku membantu," balas Kai sambil tersenyum. Kyungsoo balas tersenyum.
'Ternyata kau bisa juga tersenyum manis, Kai. Kupikir kau hanya bisa tertawa seperti orang bodoh,' kata Kyungsoo dalam hati.
"Kajja, bisa-bisa kita disuruh membelikan camilan jika terlambat!" kata Kai sambil menarik tangan Kyungsoo.
Kai menaiki motor Baekhyun lalu menyalakannya. "Ayo, naik hyung," Kyungsoo pun naik ke atas motor Baekhyun. Setelah dipastikan Kyungsoo duduk dengan nyaman diboncengannya, Kai perlahan melajukan motornya meninggalkan kediaman Do.
oOo
"Chen, kau tidak mempunyai kaset lagu pop modern? Astaga, semuanya berisi kaset klasik!" kata Baekhyun sambil mengobrak-abrik tempat kaset di mobil Chen.
"Ayolah, klasik itu keren, Baek! Kau harus mendengarkannya sesekali!" kata Chen. Sementara itu Chanyeol yang berada di jok belakang hanya menghela nafas lalu mengeluarkan kaset hip hop yang selalu dibawanya.
"Kau suka hip hop, Baek? Aku membawanya satu jika kau ingin memasangnya," tawar Chanyeol sambil menyerahkan kaset itu pada Baekhyun.
"Setidaknya ini lebih baik daripada kaset-kaset ini," kata Baekhyun sambil mengambil kaset milik Chanyeol dan memasangnya di CD player mobil Chen. Lalu ia dan Chanyeol bernyanyi bersama. Sementara itu, Chen merasakan adrenalinnya terpacu mendengar musik itu.
Chen seperti kehilangan konsentrasi mengendarai mobilnya dan tanpa ia sadari ia menginjak pedal gas terlalu dalam. Ia tidak sadar lampu lalu lintas telah berubah menjadi merah dan ada seorang anak sedang menyebrang jalan sendirian.
"Chen, awas!" teriak Chanyeol. Namun terlambat, anak itu tertabrak mobil Chen sesaat sebelum Chen menginjak pedal rem. Chanyeol langsung keluar untuk membantu.
oOo
"Ayo, Mama! Aku mau memberikan bakpao ini untuk Xiu ge!" kata Luhan sambil menarik tangan Lay.
"Iya, sayang, lihat! Penggorengan ini sedang diskon 20 persen!" kata Lay sambil memasukkan penggorengan yang dimaksud ke dalam keranjang belanjaannya. Luhan hanya memasang wajah kesalnya.
"Ayolah, Mama!"
"Tunggu sebentar! Lihat, tuna ini sedang ada diskon! Kita bisa membuat sushi malam ini, bagaimana?" rayu Lay pada Luhan yang akhirnya bisa di'sogok' menggunakan sushi.
"Baiklah! Tapi cepat, bakpao ini mulai mendingin!" kata Luhan yang diangguki oleh Lay. Yah, walau pada kenyataannya mereka tetap berada di dalam pasar swalayan selama 45 menit setelah Lay menyanggupi permintaan Luhan.
"Cepat Mama! Xiu ge pasti sudah menunggu!" kata Luhan yang merasa lega sudah berada di dunia luar setelah hampir 2 jam di dalam pasar swalayan.
"Aduh, kau tidak melihat Mama membawa banyak belanjaan, eoh?" kata Lay sambil bersungut-sungut.
"Salah Mama! Sudahlah, aku berlari saja ke rumah Xiu ge," kata Luha sambil berjalan cepat.
"Luhan, jangan cepat-cepat sayang! Di depan sana ada perempatan jalan!" teriak Lay sambil berjalan menyusul Luhan.
Namun, Luhan memang pintar. Ia menunggu hingga lampu untuk pejalan kaki berubah hijau agar ia bisa menyebrang jalan. Setelah lampunya berubah hijau, ia melihat kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada lagi mobil yang melaju. Ia mulai melangkahkan kaki kecilnya. Tanpa ia sadari ada sebuah mobil melaju dengan cepat ke arahnya.
Brak
Luhan terpental beberapa meter. Yang selanjutnya ia ingat adalah teriakan Mamanya dan suara seorang laki-laki remaja sebelum ia hilang kesadaran.
-TBC-
Reply for Review "Round Round to You [Prologue]"
kikiikyujunmyun : makasih review nya~ aduh, maaf ya nggak bisa menuhin keinginan chingu, soalnya Risa sampai sekarang belom bisa ngebayangin Sehun jadi uke^^" Risa juga gak suka KrAy kok, lihat aja nanti ada KrAy moments atau nggak^^
liJunYi : makasih review nya~ seneng banget bisa bikin chingu ketawa^^ maaf ya, sepertinya di sini para penggembira nya sedang tidak bergembira, jadinya nggak ada yang lucu:(
jimae407203 : makasih review nya~ Wah, makasih pujiannya, chingu, Risa jadi malu/.\ hehe~
KrisHo WonKyu : makasih review nya~ fighting too~
Huang Lee : makasih review nya~ makasih pujiannya^^ ini udah dilanjut:)
PikaaChuu : makasih review nya~ maaf ya udah bikin chingu bingung:( sekarang udah Risa kasih penjelasan^^
DahsyatNyaff : makasih review nya~ ini udah lanjut:)
SungRaeYoo : makasih review nya~ ini udah dilanjut:3 makasih udah nunggu:3
saya. orchestra: makasih review nya~ ini udah lanjut~ maaf ya kalo kelamaan:(
Kirei Thelittlethieves : makasih review nya~ wkwk, makasih ini udah lanjut:3
feyy : makasih review nya~ ini udah lanjut:)
krichsuho : makasih review nya~ ini udah lanjuutt~
krishonymous : makasih review nya~ itu udah ada KrisHo moment nya hehe~
DragonAqua : makasih review nya~ wkwk, KrisHun emang mirip di rl nya, makanya Risa bikin mereka kelakuannya sama~ sama-sama pedoxD
ada. tiada .73 : makasih review nya~ makasih pujiannya:3 ini udah lanjut~
Babychennie : makasih review nya~ wkwk, tenang aja, mereka cuma beda 8 tahun kok~ lagi pula, Lay kan awet muda *plak*
Jung Eunhee : makasih review nya~ emang itu salah satu inti permasalahannya~ tapi, setelah permasalahan pernikahan KrisHo selesai, masih banyak permasalahan lainnya, kokxD
AulChan12 : makasih review nya~ wkwk iya kasian Sehun. Mending sama Risa aja, ya gak? *digorok* ini udah lanjut:3
junmyunyifan : makasih review nya~ iih chingu kepo dehxD ini udah dilanjut~
Risa's Cuap-Cuap
Annyeong chingudeul, Risa balik lagi ngebawa Round Round to You Chap 1! Yaay~ maaf atas keterlambatannya huhu T-T
Aduh, Risa seneng banget banyak yang nge respon dengan review makasih semuanyaa~ baru kali ini Risa dapet review sebanyak ini:3 *nangis bareng Tao(?)*
Maaf kalau chap ini aneh, nggak nyambung, nggak ngena, absurd, makin gak jelas, maaf banget, sumpah semua itu bukan kemauan Risa
Sekali lagi Risa minta maaf ya atas ketidak nyamanan pembaca yang nggak ngerti sama ceritanya, Tao anak siapa, umur berapa, tinggal dimana(?) yang gitu-gitu:( itu, udah Risa kasih penjelasannya di atas, tapi seiring berjalannya cerita, pasti ada yang berubah kok:3 ikutin aja ceritanya~ kalo masih nggak ngerti, kasih tau Risa ne? Soalnya Risa takut ada typo di bagian situ
Last, review and flame are needed. Thank you^^
