TITANIC (Krisho version)
story by codenameL
Kris/Suho | Boys Love/Romance/Drama | Chaptered
Disclaimer: I don't own Titanic or the cast (kecuali OC)
A/N: Please take a time to read this note. Draft lama dan baru sekarang saya putusin buat dipublish (aslinya gak pede mau publish ini, tapi ya sudahlah). Basically, Titanic movie yang ditulis kembali dengan Krisho sebagai pair utamanya, keadaan dalam filmnya akan sama dengan sedikit perubahan dan ini bukan GS, purely shounen-ai/BL dan akan ada tokoh historikal juga dari filmnya.
I hope Krisho shipper would be happy to read this (although we know the ending will be really sad)
Happy reading!
.
.
.
New York, 22 Maret 1997.
Titanic.
Kapal dengan kisah yang melegenda. Kapal yang disebut-sebut sebagai kapal termewah dan terbesar di masa itu, tenggelam pada pelayarannya yang pertama, membawa 2227 jiwa di mana 1517 diantaranya tidak selamat. Karamnya Titanic menjadi informasi tersohor di media massa saat itu, banyak yang berspekulasi ini dan itu, sedangkan yang lainnya mendoakan agar jiwa-jiwa yang tidak selamat dapat tenang di sisi Yang Maha Kuasa.
Sebetulnya apa yang menyebabkan Titanic tenggelam?
"Bongkahan es. Itu sudah pasti,"
Kyungsoo baru selesai mengunyah sandwich miliknya ketika Baekhyun bertanya perihal kapal Titanic. Tentu saja ditanggapi dengan anggukan dari Baekhyun.
"Cukup mengherankan bukan?" tanya Baekhyun sambil menyesap cappucino miliknya. Kyungsoo menaikan sebelah alisnya, raut mukanya jelas terlihat bingung. "Maksudku, kapal itu dibuat dengan mesin dan walaupun hanya pinggirannya saja yang menabrak bongkahan es, seharusnya itu tidak membuatnya tenggelam," lanjut Baekhyun.
"Kau tahu Baekhyun, bagian yang dikenai oleh bongkahan es tersebut bukan bagian yang dibuat oleh mesin," kali ini giliran Baekhyun yang menaikan alisnya. "Maksudmu?"
"Ada bagian yang dibuat oleh pekerja di kapal itu. Kau tahu kan Titanic dibuat di laut, dan mesin tidak bisa menjangkau bagian tengah, karena itu sisanya dikerjakan oleh manusia,"
"Oh, jadi maksudmu bagian itu tidak cukup kuat menghadapi bongkahan es?" tanya Baekhyun sambil mengarahkan sendoknya ke arah Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk seraya meminum jus jeruk miliknya.
Seperti biasa kedua sahabat karib ini menghabiskan sarapan mereka sambil membahas hal-hal bersejarah, misteri atau pun yang unik. Ya, mungkin karena faktor jurusan yang mereka ambil di universitas.
"Kau tahu banyak tentang Titanic, eh?" tanya Baekhyun dengan seringaian khas miliknya. Kyungsoo menanggapinya dengan senyuman bangga, terkadang jika Baekhyun sudah bertanya seperti itu, ada hal lain yang tidak diketahuinya tapi diketahui oleh Kyungsoo. Mungkin sebentar lagi Baekhyun akan bertanya apa ada hal yang menarik perhatian Kyungsoo di Titanic.
"Jadi, ada hal yang menarik perhatianmu di Titanic?"
Tepat seperti dugaan.
Kyungsoo pun menegakkan posisi duduknya, kedua tangannya diletakan di atas meja dan ekspresi wajahnya penuh dengan keantusiasan. "Pernah dengar tentang Heartstring of Dragon?"
Baekhyun memiringkan kepalanya, matanya berkedip beberapa kali. Dirinya sedang berpikir, di mana dia pernah mendengar nama itu. "Oh!" Seakan ingat sesuatu dia pun menjetikan jarinya, "kalung berlian yang hilang pada tahun 1912!"
Kyungsoo menggelengkan kepalanya seraya tertawa kecil, hal itu sedikit membuat Baekhyun terganggu. "Apa?"
"Kalung itu tidak hilang bodoh,"
"Maksudmu?"
"Kalung itu mungkin masih ada di Titanic,"
Kyungsoo pun berdiri setelah menghabiskan sarapannya dan meninggalkan Baekhyun yang masih tercengang. "Bibi, Baekhyun yang bayar ya!" sahut Kyungsoo kepada pemilik kedai langganan mereka. "Hei! Kyungsoo tunggu!" tanpa basa basi Baekhyun segera menghabiskan cappucino miliknya, tidak lupa membayar jatah makanan dirinya dan Kyungsoo.
Kyungsoo tentu saja tidak langsung pergi, dia menunggu di luar.
"Well, bagus sekali Kyungsoo," gerutu Baekhyun yang baru keluar dari kedai makanan tersebut. Kyungsoo membalas dengan cengiran khas miliknya.
Mereka pun mulai berjalan, menyusuri keramaian kota di pagi hari. Sebenarnya Baekhyun tidak tahu arah mana yang Kyungsoo tuju, tapi ikut sajalah. Toh ini hari Sabtu, tidak banyak kegiatan yang menantinya.
"Ngomong-ngomong soal kalung. Maksudmu tadi, kalung itu berada di dalam Titanic, tenggelam bersamanya?" pertanyaan pertama yang dilontarkan Baekhyun ketika mereka menunggu di halte bus. Kyungsoo hanya mengangguk.
"Tapi dari mana kau tahu?"
"Ya, hanya menebak saja." Baekhyun yang tertawa mendengar itu mendapat pukulan ringan dari Kyungsoo. "Kita seharusnya membuktikan dari fakta-fakta yang ada kan, bukan dari tebakan semata," ucap Baekhyun yang masih tertawa. Tidak ada jawaban dari Kyungsoo, hanya tatapan malas ke arah pemuda berambut coklat tersebut.
"Sebenarnya kita mau ke mana?" pertanyaan lain dari Baekhyun saat mereka menaiki bus. Bus yang tujuannya Baekhyun yakin menuju pusat kota.
"Kau nanti juga tahu," jawab Kyungsoo singkat.
Ya, nanti juga Baekhyun tahu.
.
.
"Perpustakaan? Haruskah kita ke perpustakaan pada hari Sabtu?" pertanyaan lain yang dilontarkan saat mereka sampai di perpustakaan kota. Baekhyun berkacak pinggang, mengedarkan pandangannya ke arah perpustakaan lalu ke arah Kyungsoo.
"Ayolah, sumber informasi selain wikipedia ada di sini," jawab Kyungsoo yang langsung menarik Baekhyun ke dalam gedung tersebut.
"Hei, Kyungsoo jangan bilang kau mau mengerjakan tugasmu di sini? Ah~ Sabtu pagi ku yang terbuang percuma...aw!" Baekhyun mengelus kepalanya yang baru terkena bogem mentah milik Kyungsoo. "Ini masih soal Titanic dan kalung itu,"
"Oh, kalung yang sampai sekarang belum ditemukan oleh para kolektor seni?" tanya Baekhyun ketika keduanya telah sampai di depan lift. Kyungsoo pun menekan tombol lift yang menuju ke atas, "yang hilang tahun 1912? Jadi, maksudmu ada seseorang membawa kalung itu ke dalam Titanic?" lanjut Baekhyun, tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan mereka berdua pun masuk. Untuk sesaat mereka diam sambil menikmati alunan musik dalam lift.
"Bukan seseorang tapi Kim Yunghee," jawab Kyungsoo memecah keheningan.
"Kim YungHee?" tanya Baekhyun sesaat keluar dari lift. Kyungsoo mengikutinya di belakang. "Tapi bukannya yang membuat kalung itu..."
"Edward Smith. Iya, sesaat sebelum dirinya meninggal, keluarga Kim...ah, tepatnya suami Kim YungHee membeli kalung tersebut untuk dirinya."
Kyungsoo pun membuka pintu salah satu ruangan dan mendapati Luhan, seorang librarian yang sering mereka temui.
"Kyungsoo, Baekhyun tumben sekali kalian ke sini," sapa Luhan.
Ruangan itu cukup sepi, hanya ada beberapa orang tua dan kutu buku yang sedang membaca. Perpustakaan di hari Sabtu tidak seramai hari-hari biasanya. Ya, karena pada hari Sabtu orang-orang lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga, teman atau pacar.
"Hai hyung!" sapa Kyungsoo sambil tersenyum. "Maksud hyung tumben sekali kami ke sini hari Sabtu kan?" tanya Baekhyun yang membuat Luhan tertawa kecil. Mereka pun berjalan mendekati meja tempat Luhan bekerja.
"Jadi, buku apa yang kalian cari?" tanya Luhan sambil melihat ke arah komputernya, bersiap-siap untuk mengetik. "Titanic. Kalaupun ada arsip tentang data penumpang mereka itu lebih bagus, hyung," jawab Kyungsoo. Luhan sedikit mengerutkan dahinya, Baekhyun yang menyadari itu menyikut sahabatnya. "Hei, mana mungkin hal seperti itu ada di sini," bisiknya.
"Sebenarnya ada, hanya saja arsip seperti itu tidak ada di ruangan ini," Luhan pun berdiri dan berjalan ke arah pintu. "Buku yang kau cari ada di rak kelima, Kyungsoo," ucap Luhan sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
Baekhyun memandang Kyungsoo dengan tatapan heran. "Kau kira aku tahu Kim Yunghee dari mana?" tanya Kyungsoo sambil menyeringai.
Mereka pun berjalan menuju rak kelima dan mencari beberapa buku yang berhubungan tentang Titanic. Kyungsoo juga mencari buku yang membahas tentang kalung itu.
"Aish. Kenapa kau tidak memberitahuku, Kyungsoo?" gerutu Baekhyun sambil meletakan buku-buku tersebut di atas meja. "Aku tidak sengaja menemukannya di meja, sepertinya Luhan hyung lupa mengembalikan ke ruang arsip," jawab Kyungsoo sambil menarik sebuah kursi.
"Kukira kau mencari informasi tersebut di internet," Baekhyun sedikit mengerucutkan bibirnya dan ikut duduk di samping Kyungsoo. Kyungsoo tertawa mendengar itu, "aku juga mencarinya di internet, tapi tidak banyak,"
"Boys," panggil Luhan sambil membawa dua buah dokumen. Kyungsoo dan Baekhyun pun menoleh. "Ini data tentang penumpang dan ini hasil pencarian dari Max Changmin,"
"M-max Changmin? Dia baru mencari sesuatu di Titanic?" tanya Baekhyun segera mengambil dokumen dari tangan Luhan. "Apa ada yang ditemukannya, hyung?" tanya Kyungsoo dengan kedua bola matanya yang seperti burung hantu. Lucu sekali kelihatannya.
"Ya, dia menemukan sebuah gambar tapi dia tidak menemukan berlian yang dicarinya," Luhan meletakan kedua tangannya di atas bahu Kyungsoo dan Baekhyun, "kalian harusnya banyak menonton televisi. Selamat mencari!" sahutnya sebelum meninggalkan kedua sahabat itu dan kembali ke meja kerjanya.
"Tak kusangka Changmin hyung mencari soal Heartstring of Dragon juga," gumam Baekhyun sambil melihat isi arsip tersebut. Kyungsoo tidak menggubris dia sibuk membolak-balik halaman yang berisi data penumpang.
Setelah berkutat hampir dua puluh menit, Kyungsoo dan Baekhyun saling meneriakan "AH!" dan mendapatkan beberapa 'sst' dari orang di sekitar mereka.
"Apa yang kau temukan?" tanya Baekhyun.
"Di sini tertulis bahwa Heartstring of Dragon terdaftar dalam kapal Titanic, tapi bukan atas nama Kim Yunghee," tutur Kyungsoo lalu menoleh ke arah Baekhyun. "Lalu siapa?" tanya Baekhyun.
"Kim Junmyeon,"
"Um...anaknya atau?"
"Anaknya mungkin," Kyungsoo menaikan bahunya, "tapi dalam catatan ini mengatakan bahwa Kim Junmyeon masuk dalam korban yang tenggelam, lalu apa yang kau temukan Baekhyun?"
"Gambar yang ditemukan Changmin hyung," Baekhyun mengambil sebuah foto. Di dalam foto itu terpotret sebuah sketsa yang digambar dengan pensil. Gambar seorang pria yang tengah memegang kalung, ekspresi wajahnya susah dijelaskan entah itu senang, sedih atau cemas tapi satu hal yang Baekhyun yakin pria itu tampak seperti malaikat.
"Kenapa aku merasa dia seperti malaikat?" gumam Kyungsoo yang sepertinya takjub melihat gambar tersebut. Ternyata bukan Baekhyun saja yang berpikiran seperti itu. "Um, menurutmu pria ini hanya bertelanjang dada sajakah atau..." Kyungsoo melirik ke arah Baekhyun yang sedang memasang ekspresi berpikirnya.
Ya, hanya setengah dari badannya saja yang digambar. Tidak tahu apakah pria yang ada digambar ini bertelanjang dada saja atau tidak memakai pakaian sama sekali. "Entah, kalau dia tidak berpakaian bukankah lebih baik digambar seluruhnya saja," ujar Baekhyun sambil menyengir. "Yak, byuntae!" gerutu Kyungsoo sambil memukul lengan Baekhyun, kali ini agak keras. "Tapi ini gambar yang bagus walaupun hanya setengah badan," ucap Baekhyun sambil menyenderkan punggungnya ke kursi.
"Siapapun yang menggambar ini, dia bisa mengeluarkan kharisma yang ada pada pria ini..." Dahi Kyungsoo sedikit berkerut saat melihat kalung yang ada di gambar itu. Rasanya tidak asing. Dia pun segera mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah gambar. "Hei, Baekhyun...rasanya kalung ini tidak asing," Baekhyun menyeringai saat mendengar ucapan Kyungsoo. "Aku juga berpikir seperti itu tadi,"
Jemari Kyungsoo berhenti memencet tombol yang ada di ponselnya, dia terdiam sejenak lalu memandang ke arah gambar itu lalu kembali memandang ke arah ponselnya. Terakhir, dia memandang ke arah Baekhyun dengan ekspresi yang menurut Baekhyun agak horor. "Itu Heartstring of Dragon,"
Kyungsoo segera menunjukan foto kalung itu kepada Baekhyun. Mata Baekhyun membulat seakan tidak percaya tebakannya benar. "Jadi, pria ini..."
"Wah, itu foto yang bagus ya," ucap sebuah suara yang berasal dari belakang Baekhyun. Kedua pemuda itu segera menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang kakek sedang membetulkan posisi kacamatanya, mungkin untuk melihat foto yang ada di tangan Baekhyun dengan jelas.
"A-ah begitulah kek," jawab Baekhyun ragu yang diikuti dengan anggukan Kyungsoo. Kakek itu hanya tersenyum memandangi kedua pemuda di hadapannya, perlahan dia menarik kursi yang letaknya tidak jauh dari meja Kyungsoo dan Baekhyun. Kyungsoo tanpa ragu segera membantu kakek tersebut dan mendudukannya, tidak lupa kakek itu mengucapkan terima kasih pada Kyungsoo.
"Umur segini memang sedikit menyusahkan," ucapnya sambil meletakan tongkat kayu di sebelah tempat duduknya. Kyungsoo dan Baekhyun hanya tersenyum tipis, di dalam benak mereka berbagai pertanyaan muncul, salah satunya 'untuk apa kakek ini datang ke tempat mereka?'
"Cucuku bahkan melarangku untuk pergi ke tempat umum jika tidak ditemani olehnya," kakek itu tersenyum, matanya membentuk seperti bulan sabit saat dia tersenyum, membuat kerutan-kerutan yang ada di sekitar matanya ikut tertarik. Tidak hanya di wajahnya, tangannya juga sudah terdapat kerutan-kerutan, selain itu seluruh rambutnya sudah berwarna putih. Hal itu membuat Kyungsoo dan Baekhyun bertanya-tanya, berapa umur kakek ini sebenarnya?
"Kakek sering ke tempat ini?" tanya Kyungsoo seraya meletakkan berkas yang tadi dia pegang. Kakek itu mengangguk pelan, matanya yang menatap ke arah Kyungsoo perlahan menatap ke arah Baekhyun yang sedang asyik melihat foto. "Apakah itu foto yang berhasil didapatkan dari Titanic?" tanyanya ke arah Baekhyun. Baekhyun yang sejak tadi serius meneliti sedikit kaget mendengar pertanyaan kakek itu. "Iya, kek. Ini foto dari gambar yang ditemukan di Titanic,"
"Apa kalung itu sudah ditemukan?"
Pertanyaan yang membuat Kyungsoo dan Baekhyun saling berpandangan, mereka kembali menoleh ke arah sang kakek dan menggeleng bersamaan. Kenapa kakek itu bisa tahu?
Mungkin kakek ini mengikuti berita yang ada di televisi, pikir Baekhyun.
Apa mungkin dia pernah naik Titanic, tapi kalau begitu umurnya lebih dari 100 tahun, begitu yang ada di pikiran Kyungsoo.
"Anak muda, boleh kulihat foto itu?" Baekhyun mengangguk dan segera memberikan foto tersebut pada sang kakek. Pria tua tersebut memajukan kepalanya dan sedikit memicingkan matanya untuk melihat gambar itu dengan jelas. "Apa kakek kira-kira tahu, siapa orang yang ada di gambar tersebut?" tanya Kyungsoo.
Kakek itu tersenyum mendengar pertanyaan Kyungsoo, dia pun mengembalikan foto tersebut kepada Baekhyun. "Orang yang ada di gambar itu aku,"
"APA?!" sekali lagi Kyungsoo dan Baekhyun mendapat 'ssst' dari pengunjung yang ada di sana bahkan Luhan pun ikut memperingati mereka. "Ja-jadi kakek pernah naik kapal Titanic?" tanya Baekhyun sedikit mengecilkan volume suaranya namun nada suaranya terdengar begitu antusias. Kakek itu mengangguk. "Berarti kakek yang memiliki kalung ini? Heartstring of Dragon?" tanya Kyungsoo sambil menunjukan sebuah foto kalung dari ponselnya. "Dari dulu aku selalu berpikir bahwa nama kalung ini aneh," jawabnya sambil tertawa kecil.
"Kalau begitu bisa kah kakek menceritakan apa yang terjadi di atas kapal Titanic?" tanya Baekhyun sambil membenarkan posisi duduknya, Kyungsoo pun ikut mengangguk. Kakek itu terdiam sejenak, pandangan matanya terlihat sendu seakan mengingat memori lama yang menyenangkan tapi pilu untuk dikenang.
"Ini foto yang diambil dari Titanic," ucap Baekhyun perlahan sambil menunjukan beberapa lembar foto kapal Titanic. Mata kakek itu menelusuri foto-foto Titanic satu persatu, otaknya kembali memutar kenangan itu, seakan baru kemarin dia menaiki kapal tersebut.
"Sudah 84 tahun berlalu..." ucapnya mengambil salah satu lembar foto, sejenak memandangi foto kapal tersebut, "mereka bilang Titanic adalah kapal impian," lanjutnya. Kyungsoo dan Baekhyun sudah siap di tempat duduknya masing-masing, siap untuk mendengarkan cerita kakek tersebut. Kakek itu tersenyum ke arah dua pemuda di hadapannya, "Titanic memang benar kapal impian..."
.
.
.
to be continued
