Warning :

Typo, Canon, GaJe, OOC

Rate : K

Naruto milik Masashi Kishimoto

Ini mah cuman Fanfic karya author yang Unleash Imajination mereun

...

...

Happy reading

Don't like Don't read

Aku dibuat bingung lagi dengan apa yang dilakukannya, entah apa yang aku rasakan antara sedih dan senang. Sejak Sasuke pergi meninggalkan desa untuk yang kedua kalinya perasaan itu masih sama selama apapun akan tetap sama, kini inilah yang ku sebut ketulusan.

...

...

...

" Menjadi ninja pengembara dan pertapa mungkin."

Aku hanya tertawa lepas dalam hati membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan bertindak seperti itu.

Sebenarnya aku sangat menyesal kenapa dia tidak tinggal disini saja di Konoha, sejak perlakuannya yang manis aku jadi semakin bingung dan salah tingkah, tapi kini dia benar-benar akan pergi lagi.

Dia pergi.

Dan aku akan sedih sekali.

...

...

...

" kau masih menungguku bukan."

Ya Tuhan aku tak menyangka Sasuke berbicara seperti itu, sebenarnya apa maksudnya.

" sudahlah aku tahu jawabannya!."

Ah, benar saja dia menyentuhkan kedua jari tangannya di dahiku, sungguh mengejutkan.

"kuharap dugaanku benar, ahaha aku meniru gaya kakak saat bicara kepadamu, apapun yang kau lakukan aku akan tetap menyanyangimu."

Detik berikutnya aku hanya membisu, sungguh serasa ribuan kupu-kupu berterbangan dalam perutku saat Sasuke mengatakannya.

Aku memberanikan berbicara dengan mulut besarku yang medadak beku.

" tak akan pernah... takan pernah sekalipun aku melewatkannya."

Beberapa saat hening hingga akhirnya kami tertawa lepas di malam itu.

...

...

...

...

Halaman Rumah Sakit Konoha

Sudah tiga tahun setelah perginya Uchiha Sasuke dari Konoha dengan julukan pengembara, dan sudah selama itu juga aku tak melihat pemuda itu setelah melepasnya pergi di gerbang desa bersama guru Hatake yang baru diangkat Menjadi Hokage.

Kini aku bukan remaja belasan tahun lagi semuanya telah berubah, sedikit meniru penampilan Kak Tsunade menjadi lebih dewasa dan penuh talenta, tentu saja tanpa kebiasaan kalah judinya.

Bertambahnya usiaku juga bertambahnya masalah, akhir-akhir ini aku lebih banyak bertengkar dengan orang tuaku, ya padahal jika dipikir lagi itu hanya masalah sepele, jadi aku lebih senang menambah jadwal malam di rumah sakit, dengan penuh lelah daripada pulang kerumah.

...

...

...

Malam yang cerah untuk berjalan-jalan menghirup udara Konoha.

Tanpa sengaja aku bertemu Ino, ah sial sekali padahal belakangan ini aku malas untuk bergosip dengannya.

" Sakura, Kangen sekali"

Hah padahal tidak ketemu sehari saja kok.

" ahaha Ino, kangen sekali." Jawabku sekenanya

Akhir-akhir ini Ino memang terlihat manis sebagai seorang sehabat, tapi kelakuannya malah dua kali lebih menyebalkan dan diluar dugaan. Ah menggelikan misalnya saja, dua hari lalu saat berbicara tentang tips diet dari kak Shizune dia menanggapinya seolah-olah aku ini gendut sekali, ya ampun aku jadi membencinya sekarang.

Oke, kita lihat apa yang sekarang akan ia gosipkan kepadaku.

...

...

...

Tea corner

...

" ah, Sakura hari ini aku senang, aku senang sekali." Dengan gaya hiperaktif dia memainkan tangannya di udara.

"o...oh!."

" ah senangnya, sudah tiga hari ini Sai-kun mengunjungi toko dan membantuku melayani para pelanggan yang hendak membeli bunga.!"

Ah , lagi aku harus menghirup nafas panjang dan berusaha mengumpulakan kesabaran saat dia mulai berceloteh ria.

Dia mulai jurus mengejekku lagi.

" ah, masa benar sih?." Aku menjawab dengan nada malas mengaduk milk tea yang asapnya mengepul.

" tentu saja, dia itu manis sekali, bahkan dia mebuatkanku banyak lukisan."

" ah itu memang hobinya pig..."

" terserah mau percaya atau tidak.!"

Bukan hanya menyebalkan dia juga jadi dua kali lebih berisik, setelah kepergian Sasuke untuk pertamakalinya ia memang sudah menyerah bersaing denganku.

Sejak Sai masuk sebagai tim tujuh Ino begitu terkesima dan jatuh cinta padanya, jujur, aku juga pernah kagum dengan Sai karena fisiknya menyerupai Sasuke, tapi dia sama menyebalkannya dengan si pig waktu itu.

Mungkin lama bersama Naruto dan teman-temannya yang baru ia menjadi lebih menyenangkan, terlebih setelah tahu masa lalu Sai berasama Shin, kakaknya.

Itulah Sai, aku juga tidak tahu apa yang mereka lakukan hingga bisa sedekat ini, mengingat Sai itu orang yang teoritis.

"oh ya, minggu ini ada festival Hanamatsuri, Sai-kun mengajakku pergi kencan!"

Tuhan, bocah ini benar-benar keterlauan apa ia bermaksud menghinaku karena kesepian

" omong-omong, apa kabar Sasuke-kun mu itu?".

Cih dia mulai lagi memancing emosiku, dengan sabar aku hanya menghela nafas lalu meneguk teh yang asapnya masih mengepul.

" mungkin dia masih bertapa!."

...

...

...

Perdebatan dengan Ino membuatku kesal, sebenarnya siapa yang harus aku salahkan ibu, ayah, Ino, Sasuke, atau diriku, bahkan Naruto saja kini menjadi orang paling terkenal seantero Negara Api, ah lupakan, ia tidak ada hubungannya dengan kekacauanku saat ini.

...

...

...

" kau sudah kembali, Sasuke?"

" hn. Guru Hatake"

" baguslah, sepertinya ada seseorang yang sangat menunggu kedatanganmu."

" ah...!"

...

...

...

Rumah Sakit Konoha

Hari yang cukup melelahkan di rumah sakit, tubuhku pegal-pegal, sudah lama juga aku tidak pergi ke pemandian air panas, sepertinya ini saat yang cocok.

Warna jingga mendominasi sore Konoha, sial lagi-lagi aku memikirkan perkataan Ino, hidupnya manis sekali belakangan ini, sedangkan aku?, orang yang kutunggu tak kunjung datang dan pergi entah kemana.

" aku benci, diperlakukan begini."

" aku bosan.!"

" Sasuke-kun cepat pulang, sebenarnya kemana kau pergi.?

Dengan kerasnya aku berbicra.

...

" aku disini!, aku bisa mendengarnya!."

Suara itu, apakah mungkin dia benar-benar mendengarku?.

" Sakura..."

"...!."

Pria didepanku itu tidak salah lagi dia Sasuke, aku masih tak percaya, rasa senang menjalari setiap jengkal tubuhku, entah kenapa perasaanku sesak dan air mata tak bisa ku tahan lagi.

"...! kau, pulang." Refleks tubuhku menghambur memeluk Sasuke dengan isakan, cairan bening mengalir deras dari mataku.

" kau kemana saja?... aku merindukanmu, sangat merindukanmu."

Dia balas memeluk dan mengelus rambutku, perasaanku menghangat rasa benci dan marahku yang tadi tiba-tiba saja hilang, seketika ia membalas perkataanku.

" aku juga merindukan Sakura..."

" kau jadi semakin tinggi saja, oh lihatlah dirimu, darimana kau mendapatkan pakaian seperti itu, dan ikat kepalanya juga, rambutmu lebih panjang sekarang, hahahaha kau seperti Rikudo Sannin saja, kau terlihat lucu."

" apa aku terlihat aneh?"

" iya benar kau sangat aneh, tapi tetap keren kok!"

" ah!. Kau ini benar-benar menjengkelkan." Lagi dia meletakan kedua jarinya didahiku percis yang dilakukan Itachi padanya dulu.

Ah kebetulan sekali, aku ajak saja ia pergi ke pemandian air panas, siapa tahu teman-temanku yang lain ada disana.

...

...

...

Pemandian air panas

...

...

...

" hai Teme kau pulang juga."

" hahah Naruto, tentu saja begitu.!"

" lama tidak bertemu Sasuke-san."

"benar juga Sai!"

" Oi Sasuke, apa kau bertapa dengan benar, atau seperti tuan Jiraya menjadi pertapa genit yang suka perempuan.?"

" jaga mulut besarmu.!"

" ahaha kurasa tidak begitu ya."

" Sasuke, bagaimana hubunganmu dengan Sakura, belakangan ia terus mengharapkan kedatanganmu.!"

" Sai? Dari mana kau tau?."

" Ino-chan yang bilang begitu, bukannya mereka sehabat.!"

" begitu rupannya!, pantas saja tadi saat bertemu denganku dia agresif sekali."

" ah Teme kau mengerikan juga, apa yang kau lakukan dengan Sakura-chan."

" eh kau gila Naruto, memangnya aku melakukan apa?."

" tapi wanita memang sulit ditebak, ya kadang mereka itu akan memperlakukan kita dengan manis, dan disatu sisi saat emosinya memuncak mereka akan melampiaskan amarahnnya sesuka hati." Kini Sai angkat bicara lagi dengan penuh antusias sambil menikmati air panas yang merendam tubuh mereka.

" benar juga.!" Sasuke jadi teringat Uzumaki Karin rekannya dulu di tim Taka, yang akan berubah genit saat mereka berdua saja .

" yang paling penting yang kau lakuan adalah, harus selalu bersikap tenang, berusaha membuatnya senang dan kalau bertengkar kita harus selalu mengalah."

" Sai?, kau tidak bercanda? Kenapa harus mengalah?."

" karena Tuhan menciptakan kita harus selalu begitu didepan Wanita, Sasuke."

" mmh kau luar biasa!." Tiba-tiba Naruto memasang tampang serius dan memejamkan matanya.

" yah, berdasarkan pengalamanku serta apa yang tertulis dibuku seperti itu!, dan yang paling parah, aku setuju perkataan Shikamaru-san Wanita itu merepotkan." Sai hanya tesenyum mengingat-ingat apa yang ia perdebatkan dengan Ino.

" tapi kau jangan menyerah, wanita akan melakukan segalanya untuk mendapatkan perhatianmu, berusaha merendah saja didepan mereke kau pasti menyukai kekasihmu akan bersikap manis bukan.?"

" wah..., tapi Sai?.. ya bahkan aku dan Sakura bukanlah sepasang Kekasih?." Sasuke hanya tersenyum kecut saat mengungkapkan kenyataan itu.

" ah teme kalau mendengarkan Sai memang benar sih, tapi sekalipun bersikap bodoh, kalau Hinata tidak akan marah padaku, ia malah menyemangatiku, dia selalu tersenyum dan jarang, ah dia tidak pernah marah."

" Naruto, kau pacaran dengan Hinata?."

" kau benar-benar ketinggalan!, meskipun aku dulu menyukai Sakura, tapi ternyata yang selalu ada di sampingku itu yah Hinata, dia itu baik, lembut, perhatian, mmh imut, cantik, dan bodynya kalau pertapa genit bilang itu ah..."

" ah kau mesum sekali."

" hei Teme, kau mengacaukan imajinasiku!."

" seperti yang kubilang tentu saja wanita itu akan sulit ditebak.!"

" Sai?. apakah kau melakukan sesuatu dengan Ino?

" hooo, tentu tak sejauh itu."

" ayolah Naruto, Sai?" kalian memberikan berbagai penjelasan, bahkan aku juga bukan kekasihnya Sakura."

" ayolah teme, dia itu setengah mati menunggu kau mengungkapkan Cinta!."

" aku takut!."

" kau mempermalukan nama Uchihamu itu !."

"..."

" jika kau butuh bantuan datang saja padaku!." Sai tersenyum ramah diikuti oleh cengiran Naruto.

...

Kira-kira apa yang akan terjadi...?

mau lanjut gak...?

mind to Review ...?

Note : wahahah author ngebet nulis meski lagi ujian sekolah nih, mohon doanya senin ini author bakalan To lagi dan dua minggu kedepan UN semoga lulus dan nilainya bagus Aminnnn.

Special thank's for : Nigt teror, GaemSJ, caesarpuspita, Afisa UchirunoSS, Ly Melia, phaniechan72 dan seluruh reader yang berkenan membaca FF abal ini.