Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik
Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja
Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
.
.
.
"Kau…" Tunjuknya
DEG
.
CHAPTER 4
.
"Heh bertemu lagi denganmu ternyata" Jawabnya dengan senyum meremehkan. Ya, orang tersebut adalah Cho Kyuhyun. Orang yang bertemu dengannya tadi malam
"Dimana Sungmin. Kau bersama dengannya bukan?" Ujar Ryeowook dengan pandangan menuduh
"Sungmin?" Kyuhyun meletakkan telunjuk di dahinya memasang pose berpikir "Dia sekarang berada di tempat yang sangat aman" Kyuhyun menjawab dengan wajah polosnya yang membuat Ryeowook berdecih
"Cih, tempat yang aman kau bilang? Tadi malam aku melihatmu memaksanya!"
"Sudahlah jangan habis kan air liurmu untuk berdebat denganku. Yang jelas dia berada di tempat yang aman"
"Kembalikan Sungmin denganku. Aku tidak akan segan-segan mengambilnya darimu!" Ryeowook berteriak di depan wajah Kyuhyung. Yesung yang baru datang dari toilet pun mengerut bingung. Pasalnya dia baru kembali dari toilet dan menemukan Ryeowook, yeoja yang baru bertemu dengannya sedang berdebat dengan sahabatnya, Kyuhyun.
"Cepat kembalikan. Kalau tidak….." Ucapan Ryeowook kala Yesung memotong ucapannya
"Ada apa ini?" Ujarnya dengan wajah penuh tanya
"Aku juga tidak tahu hyung. Tiba-tiba yeoja ini berteriak di depanku"
"Maaf Ryeowook-ssi ada apa sebenarnya?" . Kyuhyun mengerut bingung mendengarnya. Apa Yesung mengenal yeoja kecil ini?
"Hyung kau kenal dengannya?"
"A—anu tadi aku tidak sengaja berkenalan dengannya di toilet"
Ryeowook kembali menyela ucapan Yesung "Sudahlah. Cepat kembalikan Sungmin denganku"
"Kalau aku tidak mau" Kyuhyun menatap tajam Ryeowook. Gadis itu pun tidak mau kalah dengan menatap tajam Kyuhyun pula
"Aisshh ada apa sebenarnya dengan kalian. Siapa itu Sungmin? Bisakah kalian berbicara dengan jelas dan tidak membuatku ambigu"
"Sungmin sahabatku dan temanmu ini menculiknya"
"Mwo? Kyu kau…?"
"Kita pulang saja hyung. Tiba-tiba selera makanku hilang gara-gara yeoja ini" Tunjuk Kyuhyun pada Ryeowook
"Ta—pi kyu"
"Tidak ada tapi-tapian. Cepat" Kyuhyun pun menarik tangan Yesung agar dia terbebas dari Ryeowook
"Ya, mau kemana kau urusan kita belum selesai"
Kyuhyun hanya menyeringai tajam sambil menatap yeoja tersebut. Ryeowook pun membulatkan mata melihatnya. Dan dia pun juga melihat Audi hitam tersebut sudah melaju
"Aisshh awas kau. Kalau kita bertemu lagi akan ku hajar kau"gumamnya. Dengan kesal Ryeowook meninggalkan restoran tersebut
.
.
.
"Kyu aku benar-benar tidak mengerti maksud yeoja tadi" Yesung bertanya kepada Kyuhyun yang sejak tadi diam. Dan dia juga bingung mengapa Ryeowook selalu menyebutkan nama Sungmin
"Sudahlah hyung. Aku lelah bukankah kita besok akan pergi ke Jeju"
"Tapi Kyu aku sangat penasaran"
"Bisakah kau diam Kim Yesung-ssi" Yesung pun mendadak diam karena kalau Kyuhyun sudah menggunakan embel-embel ssi dia bisa apa. Dia pun menghela nafas pasrah ketika melihat wajah datar Kyuhyun
.
.
.
Sungmin sekarang berada di taman belakang mansion Kyuhyun sambil matanya menatap hamparan bunga yang tertanam disana. Yeoja cantik tersebut sangat mencintai bunga dan dia baru mengetahui kalau mansion ini mempunyai taman yang cantik, sedikit menyesal karena dia tidak keluar dari kamar sewaktu kemarin. Mungkin saja dengan pergi kesini hatinya sedikit tenang
Seorang maid pun mendatangi Sungmin yang tengah duduk di kursi taman belakang mansion tersebut. Maid yang ternyata Kim Ahjumma tersebut memberikan senyummnya ketika Sungmin menoleh kepadanya
"Apa yang nona lakukan disini?"
"Aku sedang melihat tanaman bunga disini. Indah sekali Ahjumma" Sungmin menatap kagum berbagai warna dari Bunga indah tersebut
"Cantik bukan nona?"
Sungmin menolehkan kepalanya "Sangat cantik. Siapa yang menanam Bunga sebanyak ini Ahjumma?"
"Nyonya Cho". Sungmin tersentak mendengarnya. Nyonya? Apa itu berarti Ibu Kyuhyun?
"Ny—onya Cho?"
"Iya Nyonya Cho. Memangnya ada apa nona?"
"Apa dia Ibu Kyuhyun?"
"Iya nona. Dia Ibu Tuan muda Kyuhyun"
Karena penasaran Sungmin kembali menanyakan satu hal"Kalau begitu dimana Nyonya Cho. Bukan kah seharusnya dia berada disini bukan Ahjumma?" Sungmin menatap Kim Ahjumma yang menunjukkan wajah sendunya
"Nyonya Cho dan Tuan Cho sudah meninggal sejak Tuan Muda berumur 17 tahun. Ketika itu mereka pergi berlibur dan tiba-tiba mobil mereka ditabrak oleh Truk yang sedang kebut-kebutan" Kim Ahjumma menghapus air matanya yang keluar dan kemudian melanjutkan ceritanya
"Sejak saat itu Tuan muda terpuruk selama satu tahun lamanya" Sungmin terganga. Selama satu tahun? Bukan waktu yang mudah mengingat dirinya yang juga kehilangan orang tuanya disaat dia masih 16 tahun
"Satu tahun?" Sungmin bertanya ragu kepada Kim Ahjumma
Kim Ahjumma pun menatap Sungmin"Iya nak, selama satu tahun namun setelah itu Tuan muda kembali berubah menjadi Tuan muda yang periang sejak….."
"Apa yang kau bicarakan Ahjumma?" Sungmin tersentak mendengar suara dingin tersebut. Ingin rasanya dia membalikkan tubuhnya tapi sepertinya dia tidak sanggup
"E—eh Tuan muda sudah pulang?" Kim Ahjumma kikuk kepada Kyuhyun karena sedari tadi namja tersebut hanya menatapnya tajam
"hmm" gumamnya
"Sungmin. Ahjumma masuk terlebih dahulu" Kim Ahjumma pun membungkukkan badannya dan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang sedang berdua. Sungmin yang jengan pun berniat meninggalkan Kyuhyun sebelum tangan kekar mencengkram tangannya erat
"Apa yang Kim Ahjumma katakan?" Kyuhyun menatap tajam Sungmin tanpa melepas cengkramannya
"Kim Ahjumma tidak mengatakan apapun. Lepaskan tanganmu itu" Sungmin ingin menyentak tangan Kyuhyun namun genggaman tersebut sangat kuat.
"Tidak. sebelum kau jelaskan apa yang Kim Ahjumma katakan
Sungmin merasa geram karena Kyuhyun tidak mengerti juga "Bukankah sudah ku katakan. Kim Ahjumma tidak berbicara apapun"
"Bohong. Aku tau seandainya tadi aku tidak datang pasti Kim Ahjumma ingin menjelaskan sesuatu bukan?"
Sungmin terdiam. Sebenarnya tadi Kim Ahjumma ingin mengatakn sesuatu tapi keburu terlambat karena Kyuhyun terlebih dahulu datang dan memotong ucapan yeoja paruh baya tadi
"Kenapa tidak menjawab. Aku benar bukan?"
"Ne. kau benar" Sungmin menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan tatapan tersebut. Kyuhyun pun menghempaskan tangannya dan meninggalkan Sungmin yang berdiri disana dengan wajah heran
"Kenapa dia itu?" gumam Sungmin pada kesunyian
.
.
.
Kyuhyun berlari ke kamarnya setelah meninggalkan Sungmin yang masih berdiri disana. Dia mendudukkan tubuhnya di lantai marmer kamarnya. Dia meletakkan tangannya di dada kirinya. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat, lama-lama berada disisi Sungmin membuat sesuatu dalam dirinya berdetak. Entahlah sejak kapan Kyuhyun mengalami hal tersebut hingga dia meninggalkan Sungmin tadi. Sebenarnya bukan hanya itu saja, seandainya dia tidak datang mungkin Kim Ahjumma akan menceritakan semua masa lalunya. Dia hanya tidak ingin kenangan buruk tersebut kembali keluar. Dia hanya ingin menyimpannya rapat tanpa dia ketahui itu akan membuatnya semakin sakit dan terpuruk dengan masa lalunya
Kyuhyun pun berdiri dari duduknya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan beristirahat. Karena besok pagi-pagi sekali dia harus pergi ke Jeju untuk menyelesaikan pekerjaannya.
.
.
.
Waktu malam hari pun tiba, sungmin keluar dari kamar karena telah dipanggil oleh Kim Ahjumma untuk makan malam. Ketika dia sudah sampai di meja dapur, Sungmin tidak sosok Kyuhyun. Dia mengira tadi Kyuhyun terlebih dahulu dipanggil untuk makan malam namun nyata nya tidak
Sungmin pun sedikit bernafas lega karena ketidakhadiran Kyuhyun jadi dia bisa makan. Namun sepertinya takdir tidak berpihak padanya, Kyuhyun terlihat menuruni anak tangga untuk malam. Sejenak Sungmin terpanan melihat penampilan Kyuhyun, penampilannya memang biasa hanya mengenakan T-shirts bewarna biru laut dan celana training berwarna putih. Namun itu sukses membuat Sungmin merona. Kyuhyun sudah sampai di meja makan dan duduk dikursinya tapi alisnya mengerut bingung melihat wajah Sungmin yang merona merah. Dengan cuek dan tanpa menghiraukan Sungmin, Kyuhyun mengambil makan malamnya. Kim Ahjumma yang baru saja menyediakan air putih pun menegur Sungmin
"Kenapa tidak dimakan nak?". Sungmin tersentak dari acara melamunnya dan langsung menatap Kim Ahjumma
"ehh…i—ni juga mau dimakan Ahjumma" Dengan kikuk Sungmin mengambil hidangan lezat tersebut. Kyuhyun yang diseberangnya hanya mengulum Senyum tertahan melihat sifat polos Sungmin.
Suasana makan tersebut terasa hening seperti kuburan. Kyuhyun yang menyatap makan malamnya sambil sesekali matanya melirik Sungmin dan Sungmin yang menyatap makan malamnya dengan kepala tertunduk karena Sungmin tahu Kyuhyun sedang menatapnya.
"Aku selesai" Ujar Kyuhyun. Namja tersebut pun meneguk air putih nya dan mengambil serbet untuk membersihkan mulutnya
"Mau hidangan penutupnya tuan?" Tanya Kim Ahjumma yang baru saja datang dari dapur
"Tidak perlu Ahjumma. Aku mau langsung istirahat saja". Kyuhyun langsung melenggang pergi meninggalkan Sungmin yang masih berada di meja makan
.
.
.
"hah" Kyuhyun menatap langit-langit kamarnya. Seminggu kedepan dia akan berada di Jeju untuk keperluan pekerjaannya dan tidak bertemu Sungmin. Entahlah apa yang ada dipikiran namja tampan tersebut hingga memikirkan Sungmin. Matanya terus menerawang ke atas. Sungmin, yeoja polos tersebut mengingatkannya akan masa lalunya. Seorang gadis yang juga dianggap nya Adik karena Kyuhyun anak tunggal dan tidak mempunyai saudara lagi. Tapi namja tampan tersebut tidak dapat mengingat siapa nama gadis tersebut. Ingin dia mencoba mengingat alhasil hanya membuat kepalanya sakit.
Dengan helaan nafas berat Kyuhyun mencoba untuk tidur. Karena besok pagi-pagi sekali dia harus pergi ke Jeju dan meninggalkan Sungmin meski ada beberapa maid yang mungkin menjaganya
.
.
.
Bias-bias mentari menerobos masuk melalui jendelanya. Sungmin menyipitkan matanya kala sinar tersebut menyilaukan matanya. Dia pun berbalik dan mendapati Kim Ahjumma sedang berada di kamarnya.
"Nona Sungmin sudah bangun?" Kim Ahjumma menyapanya sambil tersenyum lembut kearahnya
"Sejak Ahjumma membuka gorden ini. Kenapa Ahjumma bisa berada disini?"
"Saya ingin membereskan kamar nona. Sebaiknya nona cepat mandi karena air hangat nya sudah saya siapkan
"Terima kasih". Sungmin pun langsung melesat kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sangat lengket. Setelah selesai dengan langkah ringan Sungmin menuruni tangga untuk segera sarapan pagi. Tetapi dia tidak menemui siapapun dirumah ini selain dirinya dan beberapa maid. Dia tidak melihat sosok Kyuhyun padahal masih pukul 7 pagi dan dia mendengar kalau Kyuhyun pergi Pukul setengah delapan pagi. Kenapa namja tersebut tidak ada?
Sungmin pun mengendikkan bahunya acuh dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju meja makan. Dihadapannya terhidang sepiring Sandwich berisi ikan tuna lengkap dengan Susu putih. Dengan semangat Sungmin pun memakan sarapannya tanpa menghiraukan Kim Ahjumma yang sedari tadi melihat tingkah polosnya.
"Sepertinya nona sangat senang sekali hari ini?"
"Entahlah Ahjumma. Tiba-tiba aku merasa lebih ceria dari sebelumnya" Sungmin mengembangkan senyum manisnya. Senyum yang beberapa bulan ini sudah tidak ditampakkannya.
"Baguslah nona saya turut senang mendengarnya"
"Terima Kasih Ahjumma"
"Eumm nona tadi Tuan Kyuhyun berpesan agar saya dan beberapa maid menjaga anda". Sungmin mengerutkan keningnya heran. Kenapa Kyuhyun berpesan seperti itu?
"Bukankah Kyuhyun akan pulang. Kenapa dia berkata seperti itu?"
"Tuan Muda pergi ke Jeju selama seminggu"
"Ke Jeju? Keperluan apa?"
"Tuan sedang melihat pekerjaannya yang sedang berada disana nona". Sungmin hanya be-oh ria mendengarnya. Seminggu tidak ada Kyuhyun membuatnya merasakan nafas legas. Terkadang apabila berhadapan dengan Kyuhyun jantungnya tidak terkontrol selalu berdetak cepat meski pemuda tersebut tidak mencintainya. Sungmin kembali menyelesaikan sarapan tertundanya dan kembali mengunjungi taman belakang mansion yang penuh dengan bunga tersebut
.
.
.
Sesampainya di Jeju, Kyuhyun langsung pergi ke resort miliknya yang berada di tepi pantai. Mengistirahatkan badannya sebentar agar dapat melaksanakan tugas nya. Namja tersebut terlihat menikmati perjalanannya selama menuju resort miliknya,dilirikanya Yesung yang berada di sampingnya. Namja tersebut terlihat murung sejak kepergian mereka tadi
"Hyung, apa yang kau pikirkan?"
Yesung tersentak dari alamnya setelah mendengar suara Kyuhyun"Aku?" Tunjuknya "Ahh aku baik-baik saja Kyuhyun-ah"
"Mulutmu boleh berdusta tapi hatimu tidak hyung" Kyuhyun mencebikkan bibirnya
"Yaishh anak ini. Aku hanya sedang memikirkan Ryeowookkie. Sedang apa dia sekarang? Apa dia sudah bangun dari tidurnya?"
"Ryeowokkie? Nugu?"
"Mwo kau lupa dengannya Kyu? Bukankah dia gadis yang beradu mulut denganmu sewaktu di restoran itu bukan? Yang selalu menyebut nama Sungmin disetiap katanya?"
Sejenak Kyuhyun terdiam. Tapi tiba-tiba saja namja tersebut membelalak. Ryeowook? Yeoja bersuara cempreng yang sudah membuatnya emosi dan yang mengaku sebagai sahabat Sungmin tapi tidak itu saja yeoja itu sudah mengatakannya sebagai Penculik. Kyuhyun mencebikkan bibirnya mengingat itu semua dan Yesung yang berada di sampingnya hanya memasang wajah heran melihat sikap Kyuhyun
"Kau kenapa Kyu?"
"Aku baik-baik saja"
"Kau sudah mengingat siapa Ryeowook Kyu?"
Kyuhyun memalingkan wajahnya ketika mendengar Yesung kembali bersuara"mmm. Yeoja pendek itu bukan hyung?"
Yesung membelalakkan matanya lebar "Pendek kau bilang? Dia itu bukan pendek tapi mungil Kyu"
"Apa bedanya. Bahkan sama saja"
"Jelas saja beda. Kalau mungil terlihat lebih imut"
"Kau terlihat menyukainya hyung" Ujar Kyuhyun dengan wajah meremehkan
"Aku memang menyukainya. Memangnya kenapa? Kau cemburu. Awas saja kau berani merebutnya aku tidak akan segan-segan membunuhmu"
Kyuhyun terperangah. Menyukai Ryeowook? Astaga bahkan dia tidak pernah bermimpi untuk menyukai yeoja menyebalkan seperti Ryeowook
"Hyung kalau kau mau ambil saja. Aku tidak menyukai yeoja sepertinya"
"Baguslah. Jadi aku tidak membutuhkan pesaing sepertimu"
"Sudahlah Hyung. Kita kesini untuk bekerja bukan berdebat. Jadi kalau kamu berdebat denganku simpan saja dulu kata-kata yang ada didalam otak besarmu" Ujar Kyuhyun dengan cueknya.
'seandainya dia bukan sahabatku mungkin aku sudah membuangnya. Dasar bocah tengil'Yesung membatin
.
.
.
Tidak terasa Kyuhyun dan Yesung sudah berada di depan Resort tersebut. Resort yang mengarah ke laut tersebut begitu indah, udara segar pun juga menyapa mereka berdua. Mereka pun langsung mengarahkan kaki mereka ke dalam Resort tersebut. Beberapa karyawan yang bekerja disitu langsung menunduk hormat begitu mengetahui atasan mereka datang berkunjung kesini. Kyuhyun dan Yesung hanya tersenyum simpul melihatnya dan mereka pun membalikkan badannya tatkala ada seorang bawahannya yang memanggil KyuSung
"Tuan malam ini jadwal makan malam bersama . beliau mengatakn bahwa makan mala mini dilaksanakan untuk membicarakan kerja sama Tuan bersama "
"Baiklah. Aku berisitirahat sejenak dan nanti malam aku akan bersiap"
Setelah nya bawahan tersebut menunduk hormat dan meninggalkan Kyuhyun dan Yesung untuk mengerjakan tugas nya yang lain. KyuSung pun melanjutkan langkah mereka menuju kamar yang sudah disiapkan
.
.
.
"Hah" Kyuhyun menghempaskan badannya di atas ranjang king size tersebut. Matanya menatap langit-langit kamar resort mewah tersebut. Pikirannya sedang melayang sekarang. Entahlah apa yang sekarang dipikirkan oleh namja tampan tersebut. Sejenak Kyuhyun melirik ponselnya untuk menghubungi seseorang namun setelahnya dia kembali menatap langit-langit kamar tersebut. Merasa tak tahan akhirnya dia mengambil ponsel hitamnya dan mendial nomor seseorang
Tutt….tutt….tutt
'Yeobosseo'
"Yeobosseo Ahjumma"
'Ah Tuan Muda. Apa ada yang anda butuhkah sekarang Tuan Muda?'
"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya"
'ingin bertanya tentang apa Tuan muda?'
"Apa Sungmin sedang berada dirumah?"
'Dia sedang berada dirumah Tuan muda'
"Dimana dia sekarang?"
'Nona Sungmin sedang berada di taman belakang Tuan'
Kyuhyun menghembuskannafas leganya ketika mendengar Sungmin berada di rumah. Ketakutannya pun perlahan luntur
"Baguslah. Terus awasi dia dan jangan biarkan dia keluar dari mansion. Karena aku disini selama 1 Minggu'
'Dilaksanakan Tuan Muda. Kami akan terus mengawasi Nona Sungmin'
Kyuhyun menganggukkan kepalanya meski Kim Ahjumma tidak melihatnya
"Baiklah aku percayakan Sungmin padamu. Kalau begitu aku tutup teleponnya"
'Baik Tuan Muda'
Tutt….tutt….tutt
Kyuhyun pun mematikan sambungan teleponnya. Dan meletakkan kembali ponselnya diatas meja nakas. Matanya perlahan menutup untuk melepas penat karena perjalanan jauh tadi
.
.
.
Sungmin terus mengawasi bunga yang bermekaran tersebut. Ingin dia memetik setangkai bunga indah itu namun hati kecilnya tahu kalau bunga ini bukan miliknya dan kalau sampai Kyuhyun tahu dia pasti akan marah besar karena Sungmin memetik setangkai bunga tersebut. Sungmin menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikiran buruk tersebut. Mata bulatnya terus mengedarkan pandangannya terhadap bunga tersebut. Senyum menawan terus terukir dari bibir mungil nya. Tangannya tanpa henti mengelus bunga lembut tersebut.
Tiba-tiba saja pikiran Sungmin melayang ke dua belas tahun yang lalu. Dimana seorang laki-laki tinggi yang sering memberikannya bunga lilly kesukaannya. Tapi laki-laki tersebut meninggalkan nya seorang diri. Laki-laki yang dianggap olehnya Oppa, Oppa yang sangat menyayangi dan melindungi nya dari apapun. Mata sungmin menengadah mengingat percakapannya bersama laki-laki tersebut
"Oppa sudah berjanji bukan untuk melindungi Minnie?"
"Ne, Oppa berjanji karena Oppa menyayangimu. Dan Oppa akan menghajar orang-orang yang sampai membuat Minnie menangis"
"Yaksok?"
"Yaksok"
TES
Air mata Sungmin mengalir. Percakapan 12 tahun yang lalu dan membuat dirinya kehilangan orang yang selalu melindunginya. Sungmin tidak tahu dimana sang Oppa sekarang berada, namun ketika melihat Kyuhyun dia seperti melihat jati diri Oppa nya berada di namja berkulit pucat tersebut. Wajah datarnya, tubuh tingginya, kulit pucatnya, pipi tirusnya dan semua yang ada dalam diri Oppa nya juga ada dalam diri Kyuhyun
.
.
"Sepertinya aku harus mencari sesuatu tentang Kyuhyun. Maafkan aku Oppa tapi aku harus membuktikan sesuatu mengenai Kyuhyun"Gumamnnya
TBC
Annyeong saya bawa Chapter 5 lagi. Maaf karena telat update, soalnya saya sedang Ujian akhir dan mau masuk semester 2 juga. Dan sepertinya semakin kesini cerita bisa semakin tertebak. Maaf juga kalau feelnya ga dapet itu karena saya kehabisan ide dan ceritanya baru rampung jadi saya kehilangan idenya.
Terima kasih juga buat yang review chapter sebelumnya. Saya sangat berterima kasih kepada reader tercinta.
Jangan lupa review ya
Kamsahamnida
Sign,
Elfkyumin137
