Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook and Others
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik. Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja. Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
.
.
.
CHAPTER 6
Disinilah Ryeowook sekarang. Dia sekarang bersama seorang yeoja yang duduk disampingnya untuk mencari data seseorang
"Bagaimana. Apa kau sudah menemukannya"Tanya Ryeowook pada yeoja di sebelahnya
" Menurut data yang ada disini bahwa namja yang bernama Cho Kyuhyun tersebut tinggal di Distrik Gangnam"Ujar yeoja tersebut tanpa mengalihkan matanya di depan layar komputer
"Benarkah? Baiklah kalau begitu aku akan langsung datang kesana saja"
"Memangnya untuk apa?"
"Itu karena namja tersebut telah menculik sahabatku Hyuk-ah"Ujar Ryeowook menggebu-gebu
"Menculik? Berarti namja tersebut penjahat?"
Ryeowook pun mengibas-ngibaskan tangannya di depan Eunhyuk "Dia bukan penjahat hyuk. Dia hanya namja biasa tapi dia sudah membawa sahabatku"
"Tapi tetap saja dia penjahat bukan?"
"Terserah saja lah. Yang jelas aku sudah menemukan dimana sahabatku sekarang"
Eunhyuk hanya mengangguk "Sepertinya kau sangat sayang terhadap sahabatmu itu?"
"Dia hanya hidup sebatang kara sejak orang tua nya meninggal. Aku juga sudah menganggap dia sebagai adikku sendiri"
"Semoga kau cepat menemukannya ya. Aku hanya bisa berdoa"
"Terima kasih hyuk. By the way bagaimana hubungan mu dengan Donghae?"
Eunhyuk merona malu ketika Ryeowook menyebut nama Donghae "Kami berdua baik-baik saja. Dan dia berencana melamar ku. Dan aku sangat bahagia"
"Chukae Hyuk. Aku tidak menyangka kalau si ikan itu bisa melamarmu" Ujarnya
"Wae? Kau iri ya? Makanya cari namjachingu jangan hanya sendiri. Memangnya kau mau jadi perawan tua eoh?"
Ryeowook tersentak. Perawan tua? Bahkan Ryeowook tidak berpikir hendak menjadi perawan tua
"Jelas saja aku tidak mau. Aku juga menginginkan pasangan hidup"
"Kalau begitu cepat cari namjachingu. Jangan hanya berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk itu. Sesekali cari lah liburan"
"Hmm iya Hyuk. Kau sudah seperti umma ku saja"
"Bukan begitu. Hanya saja kau akan terlihat lebih tua kalau sering berkutat dengan berkas-berkas"
"Hyuk kau tau kemarin aku bertemu dengan seorang namja"
Eunhyuk menoleh kearah Ryeowook "Begitukah? Bagaimana rupanya"
"Dia lumayan tampan badannya juga tinggi tapi kepala agak besar. Tetapi walau bagaimanapun dia tetap keren"
Eunhyuk mendecih pelan"Apa Kim Ryeowook-ssi sedang jatuh cinta eoh?"
"Entahlah. Dan kemarin dia juga minta nomor handphone ku. Ya tuhan aku sangat gugup sekali ketika bertatapan dengannya"
Eunhyuk melihat wajah Ryeowook yang terlihat merona malu "Apa dia menghubungi mu sekarang?"
"Untuk sekarang belum. Dan yang lebih mengejutkan lagi namja tersebut adalah teman dari namja yang menculik sahabatku"
"MWO!"
Ryeowook mengusap pelan telinganya "Tidak usah berteriak juga"
"Tapi perkataan mu barusan begitu mengagetkanku"
"Aku juga. Tapi mau bagaimana lagi aku sepertinya terlanjur jatuh cinta dengannya"
"Hemm ternyata Ryeowook sudah besar eoh? Chukae semoga hubungan kalian berlanjut"
Ryeowook memukul pelang lengan Eunhyuk "Hyuk jangan menggodaku aku jadi malu"
"Santai saja Wook" Eunhyuk menatap arloji di pergelangan tangan kanannya "Sudah petang sepertinya aku harus pulang"
"Begitukah? Kenapa berlalu sangat cepat? Padahal kita baru bertemu"
"Nanti kalau ada waktu kita pasti bisa bertemu. Semoga kau cepat menemukan temanmu ya. Kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong"
"Annyeong". Ryeowook pun membereskan peralatannya yang berada di meja dan memasukkan nya kedalam tas
.
.
.
Sungmin terus merenung di dalam kamar. Sudah satu jam yang lalu dia kembali dari taman dan menuju kamarnya. Pandangan matanya terlihat kosong, entahlah apa yang ada dipikiran yeoja tersebut. Tiba-tiba Sungmin tersentak dari acara lamunannya karena mendengar ketukan pelan dari pintu kamar. Sungmin pun bangkit dari acara duduknya dan senyumnya mengembang begitu mengetahui siapa yang dating
"Kim Ahjumma ada apa?"
"Tidak ada apa-apa nona. Hanya ingin mengetahui keadaan nona. Karena sejak kembali dari taman tadi nona tidak keluar dari kamar"
Sungmin tersenyum mendengar perhatian dari Kim Ahjumma "Sungmin hanya kelelahan Ahjumma. Makanya Sungmin meninggalkan taman dan masuk kedalam kamar"
Helaan nafas lega terdengar dari Kim Ahjumma "Syukurlah. Saya takut kalau sampai terjadi apa-apa dengan nona"
"Sungmin baik-baik saja Ahjumma. Ahjumma tidak usah khawatir"
"Baiklah kalau begitu Ahjumma kembali kedapur. Kalau sudah waktu makan malam Ahjumma akan memanggil nona"
"Terima kasih Ahjumma" . Setelah Kim Ahjumma berlalu dari kamarnya, Sungmin langsung menutup pintu dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
.
.
.
Kyuhyun dan Yesung terlihat menikmati makan malamnya bersama . Walau terlihat menikmati wajah Kyuhyun tetap terlihat datar namun tidak mengurangi kadar ketampanannya berbeda dengan Yesung yang sedari tadi memperlihatkan senyumnya
"Saya sangat senang begitu mengetahui anda mau bekerjasama dengan saya "
Yesung menoleh kearah Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam. Dia pun menyenggol pelan lengan Kyuhyun dan membuat namja tersebut tersentak "Ah maafkan saya . Saya jadi melamun. Bisakah anda ulangi lagi?"
"Saya bangga terhadap anda. Di usia yang masih muda anda sudah menjadi direktur yang hebat. Bahkan menurut orang-orang yang sering membicarakan anda, anda bukanlah orang yang sembarangan bukan?"
Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengarnya "Jangan begitu . Saya juga senang bisa bekerja sama dengan anda"
pun menatap arlojinya sebentar sebelum memanggil asistennya "Saya pamit undur diri terlebih dahulu . Karena besok pagi saya harus kembali ke London. Terima kasih atas kerja samanya " Ujarnya sambil menjabatkan tangan kepada Kyuhyun dan tak lupa berjabat juga dengan Yesung
"Oke. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu "
"Saya harap juga begitu. See you again "
"See you too"
pun keluar dari ruang makan malam yang ada diresort tersebut bersama dengan asistennya. Kyuhyun dan Yesung pun juga membereskan diri mereka berniat untuk keluar dari ruang makan
"Istirahatlah Kyu, besok pagi-pagi sekali kita harus mencek pekerjaan kita yang ada disini"
"Iya hyung. Kurasa dari tadi kau selalu mengatakan hal itu"
Terdengar helaan nafas dari Yesung "Bukan begitu. Aku hanya tidak ingin kau kelelahan sepulangannya kita dari Jeju"
"Aku tau hyung. Dan aku duluan hyung. Selamat malam"
"Selamat malam Kyu". Kyuhyun pun langsung melenggang meninggalkan Yesung
.
.
.
Sudah enam hari semenjak Kyuhyun pergi Jeju dan besok namja tampan tersebut akan kembali ke Seoul. Dan Sungmin pun sampai sekarang belum mengetahui kebenaran siapa namja tampan tersebut. Sebenarnya selama ditinggal Kyuhyun Sungmin selalu mencari tahu jati diri namja tersebut. Tapi tetap tidak ada, ingin dia memasuki kamar namja tampan tersebut tapi dia tidak berani. Takut ketahuan para maid Kyuhyun meski kamar namja tampan tersebut terletak di lantai dua bersebrangan dengan kamar tidurnya.
Sungmin terus-menerus gelisah dari duduknya. Matanya terus menatap keatas, ingin dia masuk tanpa ketahuan tapi batinnya selalu berperang. Tapi disisi lain dia benar-benar ingin mengetahui riwayat namja Cho tersebut. Dan pada akhirnya Sungmin mengalah pada batinnya sendiri, dengan penuh tekad kaki mungilnya melangkah keatas tanpa ketahuan para maid Kyuhyun meski memang tidak ketahuan juga. Setelah sampai di depan pintu kamar Kyuhyun, tangan mungil tersebut membuka pelan pintu cokelat tersebut dan setelah berhasil masuk ke dalam Sungmin kembali menutup pintu tersebut tanpa membunyikan suara
Sungmin menatap sekelilling kamar yang dihiasi cat bewarna biru langit tersebut. Sungmin tertawa kecil melihatnya, pribadi Kyuhyun yang dingin dan kejam sangat besebrangan apabila memasuki kamar yang kebanyakan bewarna baby blue tersebut. Sungmin juga menemukan sebuah lemari besar di sudut kamar, seperti nya itu lemari baju nya pikirnya.
Selain itu di dalam kamar tidur tersebut juga terdapat sebuah ranjang King size dengan bed cover bewarna baby blue tak lupa bantal guling yang bewarna baby blue tersebut. Mata sungmin terus menjelajahi ruang tidur tersebut dan pandangan Sungmin tertuju pada sebuah lemari kecil yang terletak di samping ranjang tersebut
Dengan langkah lebar Sungmin melangkah mendekati meja kecil tersebut dan dengan pelan membukanya. Dahi Sungmin mengerut begitu menemukan banyaknya berkas-berkas Kyuhyun yang sepertinya penting tersebut. Dengan hati-hati dia mengeluarkan berkas tersebut dan membacanya satu-satu.
Berkas pertama hanya berisi tentang ijazah sekolah Kyuhyun. Sungmin terus membuka berkas-berkas tersebut sampai ada satu berkas yang membuatnya terkejut setengah mati.
.
.
.
"Hyung aku tidak sabar untuk kepulangan kita besok" Ujar Kyuhyun dengan senyum lebarnya
"Sudah merindukan gadismu itu ya?"
Pipi Kyuhyun merona malu begitu Yesung menyebut Sungmin adalah Gadisnya "euum..a—nu hyung…."
"Apa Kyu? Seandainya para pegawai di kantor melihat wajah bodohmu seperti ini mungkin mereka akan mengoreksi kembali"
"Ya! Bisakah kau diam Kim Yesung" Ujarnya sedikit membentak
Mereka berdua terdiam dan Yesung menoleh cepat ke arah Kyuhyun "Hemm Kyu mungkin perhatianmu untuk Sungmin hanyalah sekedar perhatian karena kau telah membelinya. Tapi aku yakin perhatian mu tersebut akan berubah jadi cinta"
'cinta?' bahkan sangat sulit bagi Kyuhyun untuk memikirkan cinta karena kejadian 4 tahun yang terus membayanginya meski kejadian tersebut sudah sangat lama
"Kyu" Yesung menepuk pelan bahu Kyuhyun hingga membuat namja tersebut tersentak pelan "ehh ada apa hyung?"
"Kenapa melamun?"
"A—ku" Tunjuk Kyuhyun pada dirinya sendiri "Aku sedang tidak melamun hyung"
Yesung hanya ber-oh ria mendengarnya dan kembali menatap Kyuhyun "Kyu apa kau tidak ada niat membelikan sesuatu misalnya untuk gadismu yang bernama Sungmin itu?"
"Aku tidak tahu selera perempuan hyung. Aku takut salah membelinya"
"Aisshh aku yakin perempuan seperti Sungmin bukanlah orang yang pemilih. Dia pasti akan menerima hadiah darimu"
Kyuhyun setengah berpikir sebelum mengangguk "Sepertinya kau ada benar adanya hyung. Mungkin sore ini kau harus menemani ku membeli sesuatu untuk Sungmin"
"Itu baru Cho Kyuhyun". Mereka pun bergegas pulang untuk beristrihat sebentar karena pada sore hari mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan bersama.
.
.
.
"Ya tuhan penjaga nya banyak sekali. Bagaimana aku masuk"
"Haishh kenapa harus takut. Bukankah niat ku kesini untuk mengambil Sungmin"
Dengan langkah cepat, Ryeowook berjalan menuju mansion mewah tersebut. Setelah didepan pagar seorang penjaga bertubuh besar menghadang nya
"Ada urusan apa nona?"
Ryeowook menelan ludah nya sebelum berbicara "Aku ingin menemui Sungmin"
"Maaf tapi anda harus ijin terlebih dahulu dengan Tuan Kyuhyun"
"Kenapa harus? Sungmin adalah sahabatku"
"Maaf nona Tuan Kyuhyun sedang dalam perjalanan dinas ke jeju dan dia menitipkan Sungmin pada kami semua"
Ryeowook mendesah kasar. Kenapa menemui Sungmin harus serumit ini batinnya
"Tapi bukankah kau bisa menelpon bos besar mu itu dan mengatakan bahwa ada seorang perempuan yang harus menemui Sungmin"
"Maaf nona Tuan kami sedang sibuk dan sebaiknya nona bisa kembali di lain waktu"
Ryeowook menatap jengkel penjaga bertubuh besar tersebut. Seandainya badannya tidak sekecil ini mungkin dia sudah meremukkan penjaga berwajah angkuh tersebut
"Baiklah" dengan kesal Ryeowook membalikkan badannya dan pulang dengan perasaan dongkol karena penjaga tersebut terus menatap kepergiannya.
.
.
.
Sungmin meneteskan air matanya. Ternyata dugaannya selama ini benar, Kyuhyun adalah Oppa nya. Oppa yang dicari nya selama 12 tahun. Kyuhyun meninggalkan Sungmin ketika yeoja tersebut berumur 6 tahun dan Kyuhyun berumur 12 tahun.
FLASHBACK
Ketika itu Kyuhyun berjanji hendak mengajak Sungmin makan es krim di kedai langganan mereka berdua tapi janji tinggallah janji. Kyuhyun tidak dating di hari itu dan Sungmin menunggunya hingga yeoja tersebut kehujanan. Besoknya dengan wajah pucat Sungmin mendatangi rumah Kyuhyun dan menemukan rumah mewah tersebut begitu sunyi tidak berpenghuni. Dan ketika dia bertanya kepada tetangga Kyuhyun, ternyata namja tersebut beserta keluarganya telah pindah pada saat hari mereka hendak bertemu
Sungmin jatuh terduduk saat itu begitu mengetahui namja tersebut telah pindah dari rumahnya tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu. Dan selama bertahun-tahun Sungmin terus mencari keberadaan Kyuhyun. Menanyakan teman-teman sekolah Kyuhyun tapi hasil nya nihil, mereka juga tidak tahu dimana keberadaan Kyuhyun.
Sungmin pun telah bertransformasi menjadi gadis remaja berusia 15 tahun bukanlah Sungmin kecil yang suka merengek. Kadar kecantikannya juga bertambah tidak jarang banyak namja yang melirik yeoja januari tersebut. Meski begitu baik wajah maupun ukuran tubuhnya tetap tidak berubah, wajah polos, mata rubah menggemaskan dan juga badan mungilnya. Dan soal Kyuhyun dia terus mengorek informasi dimana keberadaan namja tersebut meskipun sudah 9 tahun.
Dan pada hari itu dia mengetahui kabar bahwa keluarga Cho berada di Seoul dan itu membuat Sungmin sangat senang. Dia pun berniat menyusul Kyuhyun bersama keluarga nya tapi naas sebuah kejadian yang membuatnya harus kehilangan orang yang dicintainya. Kedua orang tuanya tewas kecelakaan pada saat mereka dalam perjalanan menuju ilsan. Sungmin kembali terpuruk begitu mengetahui kejadian tersebut. Mobil orang tua nya hancur tak berbekas karena mobil tersebut jatuh ke jurang dan meledak. Sungmin pun hampir tak bisa mengenali jenazah kedua orang tuanya. Di hari pemakaman Sungmin hanya diam karena air matanya sudah kering dan tidak lupa matanya juga sangat bengkak.
Selama seminggu Sungmin terpuruk dan setelahnya dia bangkit karena dia masih harus mencari Kyuhyun. Berbekal uang seadanya, Sungmin nekat pergi ke Seoul seorang diri menggunakan kereta. Dia tidak mau menjual rumah peninggalan orang tua demi pergi ke Seoul. Sesampainya di Seoul pun Sungmin begitu kebingungan. Seoul berbeda dengan kampong halamannya di Ilsan. Gadis mungil tersebut terus melangkah menelusuri kota Seoul. Uangnya pun hampir menipis karena selalu dia gunakan untuk makan. Dan Sungmin tidak mau mati kelaparan hanya karena demi mencari Kyuhyun.
Sampai suatu ketika dia hampir dirampok dan diperkosan oleh beberapa preman dan seorang pria paruh baya menyelamatkannya dan memintanya untuk tinggal dip anti asuhan miliknya. Dan disana juga dia bertemu dengan Ryeowook. Yeoja mungil yang umurnya dua tahun lebih tua darinya. Ryeowook juga menyayangi dirinya sebagai adiknya sendiri karena Ryeowook juga anak tunggal seperti dirinya dan orang tua Ryeowook juga meninggal sama seperti dirinya
Hingga tiga tahun berjalan dan Sungmin sekarang berusia 18 tahun. Meski sudah di Seoul tapi dia tetap tidak menemukan keberadaan Kyuhyun. Seluruh penjuru kota Seoul sudah dia cari. Menunjukkan foto Kyuhyun sudah dia gunakan juga. Kyuhyun benar-benar menghilang dari kehidupannya. Mengingat janji Kyuhyun yang akan selalu menjaganya membuat Sungmin terus meneteskan air matanya.
Tapi gadis mungil tersebut tak pantang menyerah. Seolah-olah waktunya digunakannya untuk mencari Kyuhyun di sela dia sedang bekerja. Tak lupa juga dia menunjukkan foto Kyuhyun pada orang-orang yang sedang berkunjung ke restoran tempatnya bekerja meski jawaban yang sama selalu di dapatnya.
Dan pada malam itu dimana malam ketika dia hendak pulang setelah lelah bekerja. Langit Seoul sangat mendung dan jalanan juga sepi tidak biasanya sampai ada sebuah van besar berjalan dan menghadang jalannya. Sungmin tidak tahu siapa orang-orang bertubuh besar tersebut. Gadis mungil tersebut sudah berusaha kabur tapi apa daya orang-orang tersebut berhasil menangkapnya dan membenamkan wajah Sungmin pada sapu tangan yang sudah di lengkapi dengan obat bius. Ketika Sungmin terbangun ternyata dia sudah berada di rumah prostitusi milik Nyonya Kim.
Nyonya Kim memberlakukannya seperti anaknya sendiri meski terkadang yeoja tersebut marah terhadapnya karena melakukan kesalahan kecil. Entahlah Sungmin seperti di istimewakan di tempat tersebut berbeda dari yeoja-yeoja yang berada disana. Sampai malam itu untuk yang pertama kalinya Nyonya Kim mengajaknya ke bar dan menyuruhnya menggunakan pakaian seseksi mungkin dan di tempat itu jualah dia bertemu dengan Kyuhyun sang- Oppa.
FLASHBACK END
Sungmin mengusap air matanya dan kembali memasukkan lembaran foto tersebut. Dia sangat yakin bahwa namja yang ada foto tersebut adalah Kyuhyun, orang yang selama ini dicarinya. Dan dia juga mengenali wajah orang tua Kyuhyun karena mereka adalah orang yang baik.
Sungmin pun memasukkan berkas-berkas tersebut kedalam lemari kecil tadi dan tidak lupa dia mengusap wajahnya karena air mata. Keluar dari kamar tersebut seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sungmin berpikir keras apakah dia harus menanyakan hal ini dengan Kim Ahjumma. Karena dia yakin Kim Ahjumma adalah kunci dari segalanya.
TBC
Annyeong saya bawa chapter 6. Maaf untuk para readers bukannya saya mangkir dari fanfic ini tapi kemarin laptop saya bermasalah dan semua file saya hilang jadi nya harus ngetik ulang chapter 6. Maaf juga karena ceritanya masih pendek ini karena saya buru-buru mau update. Untuk review chapter kemarin terima kasih, kritikan dan pujian nya menjadi acuan juga bagi saya. Dan untuk Hello137 yang review fanfic saya, lebih baik kalau anda tidak suka keluar saja karena saya tidak memaksa orang untuk membaca fanfic saya. Saya harap kalian masih menyukai cerita saya. Jangan lupa review
Kamsahamnida
Sign,
elfkyumin137
