Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook and Others
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik. Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja. Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
.
.
.
CHAPTER 7
Sungmin berjalan menuruni anak tangga demi menemui Kim Ahjumma yang sekarang berada di dapur. Sebelum sampai di dapur, Sungmin terlebih dahulu berpapasan dengan maid Kyuhyun yang lain
"Sedang mencari apa nona?"
"Apa Kim Ahjumma ada di dapur?"
"Kim Ahjumma sedang ke luar. Katanya membeli persediaan bahan makanan"
Sungmin menunduk lesu. Kim ahjumma sedang pergi batinnya
"Nona Gwaenchana?" Tanya maid tersebut karena melihat Sungmin yang menundukkan kepalanya
"Ani. Gwaenchana, baiklah kalau begitu nanti kalau Kim Ahjumma datang saya bisa menemui nya nanti"
"Baik nona. Kalau begitu saya tinggal dahulu"
Sungmin pun menghela nafas pasrah. Ya masih ada waktu untuk bertanya lagipula Kyuhyun juga masih di Jeju dan besok dia akan datang. Jadi waktu nya untuk berbicara dengan Kim Ahjumma juga masih banyak. Dengan semangat Sungmin kembali ke kamarnya sembari menunggu datangnya Kim Ahjumma.
.
.
.
"Kulihat dari tadi wajahmu kusut. Kau kenapa eoh? Apa masih belum dihubungi oleh namjamu itu?"
Ryeowook semakin menunjukkan wajah jengkelnya di hadapan yeoja di depannya "Bukan itu" Ujarnya
"Lalu?"
"Tadi aku pergi ke rumah namja Cho tersebut. Dan ternyata sesampainya disana aku diusir"
Yeoja tersebut melototkan matanya "Diusir? Kenapa bisa?"
"Huh padahal aku berniat hendak membawa Sungmin pulang karena namja tersebut sedang pergi ke Jeju Hyuk. Tapi rencana tinggal rencana, penjaga mansionnya yang menyebalkan itu menghalangi ku masuk. Dia menyuruhku untuk meminta izin pada namja tersebut"
"Tapi kenapa kau tidak mencoba menelponnya? Dengan begitu kau bisa membawa nya pulang bukan?"
Ryeowook mengacak rambutnya frustasi. Kenapa Eunhyuk bertambah bodoh batinnya
"Aishh kalau aku menelponnya bukannya mendapat izin tapi aku bisa mendapat larangan. Karena dia kenal dengan suaraku" Ujar nya dengan bibir yang setengah dimanyunkan
"Bersabarlah. Mungkin belum waktunya untuk kau membawa nya pulang"
"Tapi aku takut kalau namja tersebut menyakitinya. Karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau namja tersebut bersikap kasar sewaktu kami bertemu malam itu"
"Huh sepertinya dia namja yang susah ditebak"
"Sepertinya begitu" ujar Ryeowook dengan malas
.
.
.
"Hyung apa aku harus membeli ini atau ini?" Tanya Kyuhyun pada Yesung sambil memperlihatkan dua barang ditangannya
"Ani. Tidak dua-duanya Kyu, aku rasa perempuan seperti Sungmin tidak terlalu suka dengan barang mahal"
Kyuhyun memandang sepatu dan jam tangan mahal di tangannya tersebut. Tidak terlalu buruk memang tapi sepertinya perkataan Yesung memang benar. Sungmin hanyalah gadis polos dan sederhana
"Lalu aku harus membeli apa? Aku sudah memperlihatkan semua barang yang ada disini tapi kau selalu menjawab kurang cocok"
Yesung pun setengah berpikir untuk menjawab. Sebenarnya dia juga bingung untuk ukuran yeoja seperti Sungmin harus diberi hadiah apa
"Kurasa yang manis-manis dan imut. Cocok sekali bukan dengannya"
"Tapi aku tidak tahu yang manis-manis dan imut Hyung" Ujarnya dengan mengacak rambutnya frustasi
Yesung mengedarkan pandangannya di sekitar Mall besar tersebut hingga matanya menangkap sebuah Toko yang sepertinya menarik
"Kyu kau lihat Toko di seberang sana?" Tunjuknya. Kyuhyun pun mengikuti pandangan Yesung dan melihat Toko yang di tunjuk Hyung aneh nya tersebut
"Yang itu? Apa tidak salah Hyung?"
"Kurasa tidak. Kenapa tidak mencoba. Ayo"
Dengan langkah setengah diseret, Kyuhyun mengikuti langkah Yesung menuju Toko yang menurut Hyungnya tersebut menarik
"Ppali Kyu. Lamban sekali" ejeknya
"Iya Hyung"
Kedua nya pun telah sampai di depan Toko yang di dalamnya penuh dengan pernak-pernik pink. Dengan penuh percaya diri Yesung masuk terlebih dahulu meninggalkan Kyuhyun yang masih berada di depan pintu. Tapi dia menyadari sesuatu dan berbalik melihat Kyuhyun yang masih berada di sana
"Ppali Kyu. Jangan melongo seperti itu"
Dengan wajah manyun, Kyuhyun memasuki Toko tersebut. Ya Tuhan, Toko tersebut penuh dengan pernak-pernik pink dan tidak cocok dengan namja berperawakan dingin dan datar sepertinya
"Ada yang bisa saya bantu untuk dua namja yang tampan ini?". Kyuhyun dan Yesung seketika menoleh karena mendengar panggilan dari seorang pelayan wanita di Toko ini
"Eoh? Saya kesini ingin…." Yesung menoleh kearah Kyuhyun yang hanya diam. Dengan jengkel dia menyikut perut
"Cepat katakan" Ancam Yesung
"E—eh begini saya ingin bertanya hadiah apa yang cocok untuk yeoja yang manis?"
Pelayan wanita yang diketahui bernama Sohee tadi menjawab "Mungkin boneka atau bunga atau mungkin juga hewan peliharaan"
Kyuhyun dan Yesung melongo seketika mendengarnya. Hewan peliharaan yang benar saja batin mereka berdua
"Hewan peliharaan? Apa anda tidak salah?"
"Maksud saya hewan peliharaan seperti Kucing atau Kelinci misalnya. Di Toko kami juga menjual beberapa Kucing dan Kelinci yang manis. Apa Tuan mau melihatnya?" Tanya nya dengan sopan
"Bagaimana Kyu?"
"Eumm baiklah kami lihat dahulu. Kalau tidak cocok kami akan membeli yang lain saja"
Pelayan wanita bernama Sohee tadi pun berjalan menuju ujung ruangan Toko tersebut dengan diikuti Kyuhyun dan Yesung. Toko tersebut memang besar, tidak hanya menjual pernak-pernik tapi kalau kalian lihat kedalam lagi Toko tersebut juga menjual beberapa Kucing dan Kelinci meski tidak banyak.
"Ini Tuan. Silahkan dilihat"
Kyuhyun dan Yesung pun bergerak kedepan demi melihat Kucing dan Kelinci yang menggemaskan tersebut. Banyak dari mereka yang berlarian di dalam kandang besar tersebut. Dan kyuhyun seperti nya tertarik pada Kelinci gendut berbulu putih menggemaskan tersebut.
"Sepertinya aku memilih yang ini" Tunjuk nya pada Kelinci putih tersebut
Pelayan wanita tadi tersenyum "Baiklah"
Setelah selesai melakukan pembayaran Kyuhyun dan Yesung keluar dari Toko tadi dan melangkah menuju Restoran yang ada di Mall tersebut demi mengisi perut mereka yang kosong.
"Kenapa kau memilih hewan yang tadi Kyu?"
"Entahlah. Kurasa cukup menggemaskan dan dia terlihat seperti Sungmin"
Yesung memicingkan matanya kearah Kyuhyun "Kau menyukai Sungmin Kyu?"
"E—eoh aku" Tunjuknya "Tidak"
"Tadi baru saja kau bilang Sungmin menggemaskan dengan wajah seperti orang yang jatuh cinta dan sekarang kau tidak mengaku kalau kau sedang jatuh cinta"
"Bisakah hyung diam sedikit saja?"
"Ne Cho Kyuhyun-ssi"
Mereka berdua pun terdiam sembari menunggu makanan yang mereka pesan untuk makan malam.
.
.
.
sungmin menegakkan kepalanya yang tertunduk begitu mendengar siluet suara seseorang yang begitu dikenalnya Kim Ahjumma. Dengan tergesa-gesa dia menghampiri Kim Ahjumma yang baru saja datang.
"Ahjumma" Sapanya
"Eoh nona Sungmin. Ada yang bisa saya bantu nona"
Sungmin terdiam. Dia bingung harus bertanya apa pada Kim Ahjumma
"Nona Gwaenchana? Ada yang bisa saya bantu untuk menolong nona?"
Dengan segenap keberaniannya Sungmin menegakkan kepalanya "Bisakah kita berbicara sebentar Ahjumma?" Ujarnya mantap
"Tunggu saya meletakkan barang belanjaan saya terlebih dahulu nona baru kita berbicara"
"Kalau begitu saya terlebih dahulu kesana Ahjumma"
Selang beberapa menit Kim Ahjumma pun menghampiri Sungmin yang sedang duduk di sofa. Kepalanya tertunduk entah memikirkan apa
"Nona". Sungmin tersentak begitu mendengar suara Kim Ahjumma
"Sudah selesai Ahjumma?"
"Sudah nona. Mau berbicara tentang apa nona?"
Sungmin menegakkan tubuhnya "Tentang kyuhyun Ahjumma"
"Tu—an muda?"
"Ne. Apa Ahjumma mengingat kejadian 12 tahun yang lalu?"
"Tentu saja"
"Bisa Ahjumma ceritakan?"
.
.
.
"Kyu?"
"Hmm"
"Menurutmu Ryeowook sosok yang bagaimana?"
Kyuhyun mengerutkan keningnya begitu mendengar nama yeoja asing "Ryeowook? Nugu?"
"Kau lupa dengannya Kyu? Bukankah dia yeoja yang ribut denganmu sewaktu kita mau makan siang"
"Mwo yeoja cerewet itu? Kau benar-benar suka dengannya hyung? Kukira kau hanya bercanda"
Yesung mencebikkan bibirnya "Sejak kapan seorang Kim Yesung bercanda. Ayo cepat jawab pertanyaan ku tadi" Ujarnya memaksa
"Dia memang menyebalkan tapi dia sedikit manis"
"Lebih manis mana dia dengan Sungmin?"
Kyuhyun tersedak air liurnya setelah mendengar pertanyaan Yesung barusan "Kenapa bertanya seperti itu hyung?"
"Eyy kenapa wajahmu memerah Kyu. Kau malu ya?"
"Aisshh tentu saja tidak" Ujarnya mengelak
"Lalu kenapa pertanyaanku tidak dijawab?"
"Pertanyaanmu terlalu konyol hyung. Sudahlah aku mau istirahat. Aku duluan ke kamar hyung, Annyeong"
"Annyeong Kyu"
.
.
.
"12 tahun yang lalu saat itu Keluarga Cho baru saja pindah dari Ilsan. Mereka memperkerjakan saya sebagai Maid kepercayaan dan pada saat itu saya baru bertemu dengan Keluarga Cho. Tuan dan Nyonya Cho adalah orang yang baik. Dia memperlakukan kami semua dengan lembut"
Sungmin menganggukkan kepalanya. Itu memang benar karena Sungmin sudah mengenal keluarga Cho sejak dulu
"dan Tuan muda juga dulunya adalah anak yang periang, ceria meskipun kadang jahil. Dan saya menganggap Tuan muda sebagai putra saya sendiri. Di setiap ada kesempatan kami berdua selalu berbicara. Dan dia juga sering menceritakan seorang anak perempuan yang dulunya adalah sahabatnya dari Ilsan. Dia berkata pada saya bahwa dia sangat menyesal tidak memberitahu sahabatnya itu karena dikejar oleh waktu. Dan dia juga menunjukkan foto itu dengan saya, dia adalah gadis manis wajahnya sepertimu Min"
'itu memang aku ahjumma' batinnya
"Tapi kejadian itu kejadian yang membuat semuanya berubah" Kim Ahjumma menghela nafas nya yang tiba-tiba sesak sebelum berbicara "Kejadian yang juga membuat Tuan Kyuhyun berubah. Setelah 5 tahun saya bekerja semua memang masih tetap sama. Tapi pada saat Tuan Kyuhyun sudah berumur 17, Tuan dan Nyonya Cho tewas kecelakaan, untunglah waktu itu Tuan Kyuhyun selamat dari kecelakaan tersebut" Kim Ahjumma menghapus air matanya yang keluar
"Tapi Tuan Kyuhyun mengalami amnesia. Dia hanya bisa mengingat orang-orang tertentu saja"
"Apa Kyuhyun mengingat Ahjumma?"
Kim Ahjumma mengangguk "Iya dia mengingat Ahjumma Min. Tapi sikapnya berubah, dia menjadi pria yang dingin, pemurung bukanlah Tuan Kyuhyun yang dulu. Hingga 1 tahun setelah kejadian itu dia bertemu dengan Jung Haneul"
"Haneul. Nugu?"
"Dia adalah yeojachingu Tuan Kyuhyun. Haneul juga membawa perubahan bagi Tuan muda. Dia kembali menjadi seperti yang dulu meski dia mengalami amnesia. Namun 4 tahun setelahnya Tuan muda kembali menjadi pria yang dingin"
"Kenapa bisa Ahjumma?"
"Itu semua karena Haneul. Ahjumma mengira dia adalah yeoja yang baik dan yeoja yang bisa menjaga Tuan Kyuhyun. Tapi itu semua hanya palsu. Dia hanya mencintai harta Tuan muda, bahkan yeoja tersebut mengaku tidak mencintai Tuan Kyuhyun. Dan yang lebih menyakitkan yeoja tersebut sudah hamil 3 bulan dengan pacarnya yang lain, tentu saja membuat Tuan muda marah. Tuan muda pun terkadang berubah menjadi pemarah setelah kejadian itu dan Ahjumma hanya bisa memakluminya karena Tuan muda waktu itu sedang sakit hati" Kim Ahjumma menarik nafas nya setelah selesai menceritakan kejadian tersebut
"Ahjumma sebenarnya ada yang ingin aku katakan"
Kim Ahjumma menatap wajah Sungmin yang tertunduk "kau ingin mengatakan apa Min?"
"Aku lah yeoja itu. Yeoja kecil yang sering diceritakan oleh Kyuhyun. Dan aku jualah sahabatnya dari Ilsan"
"Mwo! Apa kau orang yang bernama Lee Sungmin itu?"
"Ne. aku Lee Sungmin sahabat dari Cho Kyuhyun"
Kim Ahjumma secara spontan langsung memeluk Sungmin. Dia meneteskan air matanya dan tak lupa mengucapkan syukur karena bisa bertemu dengan yeoja kecil sahabat Tuan muda nya
"Ya Tuhan Min, Ahjumma sangat senang mendengarnya. Akhirnya semua perkiraan ahjumma benar. Kau adalah yeoja itu karena wajahmu begitu mirip dengan di foto waktu itu"
"Aku juga senang Ahjumma karena bisa bertemu dengan Kyuhyun oppa"
Kim ahjumma pun melepas pelukannya dan menatap Sungmin "Maafkan perilaku Kyuhyun karena bersikap kasar denganmu. Ahjumma juga tahu dia telah merebut keperawananmu tapi bersabarlah Tuan Kyuhyun pasti akan berubah asalkan nona Sungmin selalu berada di sampingnya"
"Aku akan selalu berada di sampingnya Ahjumma" Ujarnya mantap
"Ahjumma percaya itu Min". dan mereka pun kembali berpelukan erat malam itu
.
.
.
Pagi ini kota Seoul di guyur hujan deras sekali. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat seorang yeoja yang saat ini bangun dengan suasana ceria. Dia bergegas bangkit dari ranjang nyamannya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Selang 30 menit yeoja tersebut keluar dari kamar. Terlihat sangat cantik menggunakan mini dress berwarna peach dengan lengan pendek. Yeoja itupun menuruni anak tangga dengan senyum yang tak hilang bibir uniknya. Dia pun berjalan menuju dapur dan melihat seseorang membelakangi tubuhnya sedang memasak
"Selamat Pagi Kim Ahjumma"
Kim ahjumma yang mendengar suara Sungmin tersentak kaget, dia pun mengelus dada nya pelan "Astaga Min-ah kau mengagetkan Ahjumma"
"Mian Ahjumma"Cengirnya
"Sedaang apa kau disini hmm?"
"Tidak ada. Hanya ingin bertemu dengan Ahjumma"
"Sebaiknya kamu tunggu di meja makan saja. Nanti pakaianmu kotor"
"Oke Ahjumma"
Sungmin berjalan menuju meja makan sambil menunggu Kim Ahjumma selesai memasak makanan. Namun baru beberapa langkah berjalan telepon rumah berdering dan teriakan dari Kim Ahjumma menyuruhnya untuk mengangkat telepon tersebut
"Min tolong angkatkan telepon itu sebentar. Ahjumma sedang memasak"
"Baik Ahjumma"
Sungmin segera mengangkat telepon yang sedari tadi tidak berhenti berdering
'yeobosseo'
'yeobosseo Ahjumma. Ini aku Kyuhyun'
DEG
'kyuhyun' batin Sungmin
'Ahjumma' kembali terdengar suara di seberang sana
'Aku bukan Kim Ahjumma. Tapi sungmin'
'Ooh ternyata kau. Bisakah kau katakan pada Kim Ahjumma untuk menjemputku jam 5 sore ini di bandara'
'Baik akan kusampaikan'
'Oke. Kalau begitu aku tutup teleponnya. Terima kasih sebelumnya'
'Ya'
Telepon itu pun berhenti dan menyisakkan Sungmin yang masih menahan detak jantungnya. Ya Tuhan itu suara yang selama seminggu ini tidak di dengarnya bahkan terdengar lebih lembut meski hanya di telepon.
"Siapa yang menelpon Min?" suara Kim Ahjumma menyentak alam sadarnya dan membuatnya kembali tertarik untuk masuk kedalam
"Dari Tuan Kyuhyun Ahjumma"
"Kyuhyun. Ada apa dengannya?"
"Tuan Kyuhyun meminta di jemput jam 5 sore ini di bandara"
"Baiklah nanti akan Ahjumma sampaikan pada Kang Ahjussi. Sebaiknya kau makan terlebih dahulu. Semua nya sudah siap di meja makan"
"Baik Ahjumma"
.
.
.
Hati Kyuhyun bergetar. Barusan saja dia menelpon ke mansionnya meminta untuk di jemput. Dan dia mengira Kim Ahjumma lah yang akan mengangkat teleponnya dan ternyata bukan melainkan Sungmin, yeoja yang juga tinggal di mansionnya. Suara Sungmin juga terdengar lembut karena sudah seminggu ini tidak di dengarnya. Kebahagiaan sedikit merasuk ke dalam hatinya begitu mendengar suara Sungmin. Tangannya menuju dada nya sendiri untuk merasakan detak jantungnya yang sedari tadi tak berhenti.
"Kyu kenapa hanya diam? Kau sakit?"
"Ani. Aku tidak hyung" Ujarnya setengah menunduk
"Begitu rupanya. Apa kau sudah menelpon orang di rumahmu untuk menjemput kita?"
"Sudah hyung baru saja. Kalau begitu aku tinggal ke kamar mandi hyung, aku mau mandi". Setelahnya dia pun meninggalkan Yesung dan berjalan menuju kamar mandi.
.
.
.
"Ahjumma?"
"Ya Min"
"Apa setelah ini Kyuhyun akan mengingatku?"
DEG
Kim Ahjumma berbalik dan menatap wajah sendu Sungmin "Kalau kau berusaha keras dia pasti akan mengingat mu sayang" Ujarnya dengan membelai pipi Sungmin
"Semoga saja Ahjumma"
"Ya semoga saja"
.
.
.
"Wook siang ini mau menemani ku sebentar?"
Ryeowook berpikir keras "Tidak ada. Memangnya kenapa?"
"Mau menemani ku pergi mencari baju. Donghae berencana untuk mengajak ku kencan"
"Uwahh enak sekali"
"Namja itu belum menelponmu?"
Wajah Ryeowook memerah menahan malu "Dia menelponku tadi malam" Ujarnya dengan kepala setengah menunduk
"Apa yang dia katakan?" Eunhyuk bertanya dengan semangat
"Setelah dia pulang dari Jeju dia akan mengajakku kencan. Aku malu sekali"
"Tidak apa-apa. Semoga sukses, ku harap dia namja impianmu selama ini"
"Terima kasih hyuk-ah"
.
.
.
Kyuhyun dan Yesung keluar dari bandara Incheon. Mereka berdua mendapat tatapan kagum dari orang-orang yang lewat baik namja maupun yeoja. Dan tidak jarang juga beberapa perempuan sengaja berhenti demi melihat mereka berdua. Kyuhyun dengan wajah tampan dan dinginnya sedangkan Yesung dengan wajah cutie dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibir nya. Berbanding terbalik dengan namja di sebelahnya. Kyuhyun hanya menanggapi tatapan tersebut dengan cuek karena dia sudah terbiasa mendapat tatapan memuja seperti itu. Yang dipikirannya hanya lekas pulang karena badannnya lelah sekali
"Kyu dimana supirmu?"
"Aku juga tidak tahu hyung "Ujar Kyuhyun tanpa melihat Yesung karena sedari tadi matanya mengedarkan pandangan mencari supir yang akan menjemputnya
Tak lama setelahnya terdengar suara teriakan dari arah kiri mereka berdua yang ternyata adalah Kang Ahjussi. Kang ahjussi menghampiri Kyuhyun dan Yesung yang masih berdiri di depan pintu
"Maaf menunggu lama Tuan. Tadi saya tersesat mencari sewaktu mencari anda"
"Gwaenchana Ahjussi. Sebaiknya kita lekas pulang karena kami berdua kelelahan"
"Baik Tuan"
Kang Ahjussi membawa beberapa barang yang di bawa Kyuhyun dan Yesung dan sisanya di bawa oleh KyuSung sendiri
Selama beberapa menit perjalanan hanya ada suasana hening. Yesung yang tertidur dan Kyuhyun di sampingnya sedang melihat pemandangan Kota Seoul di sore hari yang sedang turun hujan. Padahal baru beberapa jam yang lalu reda tapi kota Seoul kembali di guyur hujan deras dengan petir dan kilat yang tak berhenti. Kyuhyun menghela nafas bosan karena tidak ada yang bisa di lakukannya sekarang. Dia sedang malas memainkan PSP nya begitu juga membuka handphone nya. Karena tidak ada yang bisa di lakukannya lagi Kyuhyun pun tertidur untuk menghilangkan rasa bosannya
.
.
.
"Tuan kita sudah sampai".
Kyuhyun terbangun begitu mendengar suara Kang Ahjussi yang membangunkannya. Kyuhyun tertidur sangat pulas karena suasana yang sangat mendukung dan factor kelelahannya. Dengan mata setengah mengantuk Kyuhyun keluar dari mobilnya dan melangkah masuk menuju rumahnya
"Selamat datang di rumah tuan ". Kyuhyun tersenyum saat Kim Ahjumma membuka pintu
"Terima kasih Ahjumma" Kyuhyun langsung memeluk Kim Ahjumma yang sudah di anggapnya sebagai ibu sendiri
"Bagaimana kabar tuan selama di sana?"
"Baik. Hanya sedikit lelah"
"Syukurlah. Apa tuan mau istirahat atau mandi, biar nanti Ahjumma siapkan"
Kyuhyun berpikir sebentar "Sepertinya mandi tidak buruk" Kyuhyun mencium bau badannya "Karena badanku sudah lengket Ahjumma"
"Baiklah. Akan Ahjumma siapkan air hangat"
Kyuhyun berjalan ke atas dan tak sengaja matanya menatap kamar Sungmin yang tertutup rapat. Kyuhyun sangat merindukan Sungmin sewaktu dia masih di Jeju meski hanya seminggu tidak berjumpa.
"Air nya sudah siap tuan". Kyuhyun tidak menjawab tapi Kim Ahjumma mengikuti arah pandang mata namja tampan tersebut. Kim Ahjumma tersenyum saat tahu Kyuhyun menatap kamar Sungmin
"Nona Sungmin ada di dalam Tuan. Mau Ahjumma panggilkan?"
"Tidak perlu Ahjumma mungkin dia sedang istirahat. Aku masuk ke dalam dulu Ahjumma"
"Nanti kalau waktu makan malam sudah tiba, saya akan memanggil tuan kembali"
"Terima kasih Ahjumma"
Kyuhyun akhirnya masuk kedalam kamarnya tapi sebelumnya dia menatap Kamar tertutup Sungmin dan tersenyum tipis setelahnya
.
.
.
Kyuhyun melangkah keluar dari kamarnya. Hampir beberapa langkah dia mencapai dapur, Kyuhyun mendengar suara Sungmin dan Ahjumma yang sedang asyik bercengkrama. Dengan langkah pelan dia bersembunyi di balik tembok agar tidak ketahuan Sungmin
"Ahjumma?"
"Ya Min"
"Tadi aku bermimpi indah" Senyuman manis terpatri dari wajah cantiknya
"Apa yang kau mimpikan Min? Boleh Ahjumma mendengarnya"
"Aku bermimpi bertemu Umma dan Appa. Mereka berdua terlihat indah dengan pakaian serba putih. Dia juga mengatakan kepada ku agar selalu bahagia meski mereka sudah tidak ada disini" Kyuhyun dapat melihat wajah sendu Sungmin saat Yeoja manis tersebut bercerita tentang mimpinya
Kim Ahjumma mengelus kepala Sungmin dengan lembut "Yang sabar nak, itu berarti mereka melihatmu dari atas sana dan menginginkan mu untuk tidak bersedih lagi"
"Benarkah Ahjumma?" Kyuhyun tersenyum saat melihat wajah polos Sungmin yang seperti anak-anak
"Itu benar. Kim Ahjumma juga memiliki Umma, meski Umma Ahjumma tidak ada tapi Ahjumma dia ada di hati Ahjumma"
Sungmin tersenyum senang mendengarnya "Umma dan Appa juga ada di hatiku karena aku menyayangi mereka berdua"
"Kau memang harus menyayangi mereka"
Mereka berdua pun tertawa bersama yang juga membuat ku Kyuhyun tersenyum di balik tembok tersebut.
"Astaga!"
"Kenapa Ahjumma?"
"Ahjumma harus membangunkan tuan Kyuhyun karena sudah waktu nya makan malam". Kim Ahjumma hampir saja melangkah tapi kedahuluan oleh Kyuhyun yang sedari tadi sudah datang
"Ahjumma tak perlu membangunkan ku karena aku sudah disini"
DEG
TBC
Haii haii saya bawa chapter 7. Maaf telat update nya reader ku tercinta. Disini juga di jelaskan sedikit masa lalu Kyuhyun. Bagi yang review chapter kemarin saya sangat2 berterima kasih. Maaf kalau alur nya cepat karena saya tidak terlalu suka menyiksa OTP saya sendiri. Dan hari ini saya sangat senang karena ada nya KyuMin moment pas #SS6Shanghai. Dari pas sushownya sampai mereka pulang. Airport Couple Is Back. Semoga kalian para JOYers tidak meninggalkan Sungmin hanya karena dia sudah menikah
Oke sudah dulu ya cuap2nya. Jangan lupa review untuk chapter ini
Kamsahamnida
Sign,
elfkyumin137
