Title : My Love

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook and Others

Genre : Drama, Romance, Hurt

Rate : M

Warning : Genderswitch, Typo(s)

Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik. Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja. Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

.

.

.

CHAPTER 8

Suasana makan malam saat ini sangat tegang. Tidak ada pembicaraan di antara dua belah pihak. Sungmin kadang-kadang mencuri pandang ke arah Kyuhyun dan Kyuhyun juga mengetahui ketika mata rubah itu memandangnya tapi namja tersebut hanya menanggapi dengan santai.

"Kenapa menatapku seperti itu" Kyuhyun mengeluarkan komentarnya karena Sungmin tak henti-hentinya menatapnya

Dan Sungmin merasa gelagapan "Ti—idak. Maaf kalau tuan merasa risih" Ujar Sungmin dengan mata

"Malam ini aku tidur di kamarmu" seketika Sungmin menegakkan kepalanya "A—pa tidur dikamar? Malam ini?"

"Tentu saja. Memangnya kenapa?"

"Tapi hanya tidur kan? Tidak melakukan yang lain bukan?"

"Kalau aku ingin melakukan yang lain bagaimana?"

Wajah sungmin berubah muram "Ooh nde"

"Tenang saja aku hanya akan tidur karena aku juga masih lelah. Jadi kau tidak usah takut"

Tanpa Kyuhyun sadari Sungmin tersenyum tipis mendengarnya

"Aku selesai. Aku akan menunggumu dikamar". Kyuhyun berdiri dari duduknya dan Sungmin terus menatap kepergian Kyuhyun sampai menghilang di balik tembok dan dia pun mulai membereskan meja makan dan menyusul mengikuti Kyuhyun

.

.

.

Ketika Sungmin membuka kamar di langsung membelalakkan matanya. Kyuhyun namja tersebut bertelanjang dada meski masih menggunakan celana piyama. Namja tampan itu duduk menselonjorkan kakinya di atas ranjang dengan mata menatap smartphonennya. Kyuhyun menoleh ketika ada orang yang menatapnya

"Kenapa berdiri disana? Tidak ingin kesini" Kyuhyun menepuk sisi ranjang kosong di sebelahnya.

Dengan langkah pelan Sungmin berjalan menuju ranjang dan duduk dengan sangat pelan ketika menaiki ranjang tersebut. Sungmin masih berusaha menetralkan rasa gugupnya ketika duduk bersampingan dengan Kyuhyun meski namja tersebut masih sibuk dengan ponselnya. Sibuk dengan lamunannya membuat Sungmin tidak tahu kalau Kyuhyun sedang menatapnya intens. Namja tersebut mengelus lembut pipi Sungmin dan membuat sang empunya tersentak. Sungmin menoleh kearah Kyuhyun yang masih menatap dan mengelus pipinya. Yoeja itu tidak tahu apa yang ada dipikiran namja Cho tersebut, karena Kyuhyun hanya diam sambil menatapnya dan Sungmin tidak dapat mengerti arti lain dari tatapan tersebut. Setelahnya Kyuhyun berhenti mengelus pipi Sungmin dan bergerak mengambil selimut yang berada di bawah kaki mereka.

"Sebaiknya kita tidur. Aku tau kau pasti ngantuk dan akupun juga" Kyuhyun merebahkan dirinya dan namja tersebut mengerut heran melihat Sungmin yang tidak berbaring

"Kenapa tidak berbaring. Cepatlah ini sudah malam"

Dengan gugup Sungmin masuk ke dalam selimut yang sama dengan Kyuhyun. Tiba-tiba saja Kyuhyun menariknya ke dalam sebuah pelukan. Sungmin berniat memberontak tapi ketika melihat Kyuhyun yang menatapnya tajam Sungmin mengurungkan niat tersebut

"Jangan membantah. Dan cepat tidur"

Sungmin pun langsung menuruti perintah Kyuhyun tanpa tahu namja tersebut tersenyum tipis melihat tingkahnya yang menggemaskan tersebut

.

.

.

Pagi hari nya Sungmin tak mendapati Kyuhyun berada di sampingnya. Yeoja itu pun lekas beranjak dari acara berbaringnya dan langsung melesat ke kamar mandi. Selang beberapa menit, penampilan yeoja itu sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Sungmin membuka pintu ke kamar berniat ke luar tapi yeoja itu terpekik setengah mati ketika menemukan sebuah kandang yang berisi seekor Kelinci. Sungmin juga menemukan sepucuk surat diatas Kandang besi bercat pink tersebut. Sungmin pun lekas membuka surat yang isinya hanya sedikit itu

Untukmu. Kuharap kau menyukainya

-Cho Kyuhyun

Sungmin tersenyum membaca surat tersebut. Meski hanya singkat tapi surat itu sangat berarti untuknya. Dan Sungmin lebih tersenyum ketika melihat hewan kesukaannya berada di depan matanya. Sungmin pun langsung membuka pintu kandang tersebut dan mengeluarkan hewan menggemaskan itu. Sungmin memangkunya dan membawa ke bawah.

"Kelinci. Dari siapa nona?" Tanya Kim Ahjumma yang entah datang dari mana

Sungmin tersenyum "Dari tuan Kyuhyun Ahjumma" Ujar Sungmin sambil memperlihatkan hewan berbadan gendut itu

"Menggemaskan sekali. Kenapa saya tidak tahu kalau tuan muda membawa hewan ini?"

"Entahlah. Tadi Sungmin juga menemukannya di depan pintu kamar" Ujar Sungmin kembali. Dia tersenyum mengingat Kyuhyun memberikannya hewan ini

"Apa kelinci nya sudah punya nama Nona?"

"Belum. Tapi aku akan memberikannya nama Joy. Apa bagus Ahjumma?" Tanya Sungmin dengan kerjapan polos di matanya

Kim ahjumma yang tak tahan segera mencubit kedua pipi bulat itu "Tentu saja bagus. Tapi apa artinya nona?"

"Gabungan dari nama marga kami berdua. Cho dan Lee"

"Cantik sekali. Kalau begitu saya mohon undur diri nona. Saya pamit pergi ke belakang"

Sungmin maju berniat menawarkan diri "Apa perlu saya bantu membereskan rumah Ahjumma. Karena selama saya disini saya tidak pernah membantu Ahjumma sama sekali"

"Tidak perlu nona. Nona hanya bermain dengan Joy saja, Ahjumma bisa mengerjakannya sendiri. Lagi pula masih ada maid yang lain" Ujar Sungmin dengan mengelus lembut rambut hitam Sungmin

"Baiklah. Tapi kalau Ahjumma memerlukan bantuan panggil Sungmin saja. Sungmin siap membantu Ahjumma"

"Baik nona"

.

.

.

Seharian ini Sungmin gunakan bermain dengan kelinci pemberian Kyuhyun itu. Tapi pikirannya masih melanglang buana, dia memikirkan tentang Kyuhyun. Dia bingung apakah harus mengatakan yang sejujurnya pada namja itu siapa dirinya yang sebenarnya. Tapi disisi lain dia takut kalau Kyuhyun tidak mempercayainya dan Kyuhyun juga sedang amnesia pastinya namja itu tidak akan percaya dengan semudah itu padanya. Sungmin memandang langit cerah tersebut sambil tangannya mengelus lembut kelinci gendut tersebut.

"Apa yang harus aku lakukan Tuhan. Apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun oppa" Gumamnya

.

.

.

"Kenapa senyum sendiri seperti itu hyung?" Tanya Kyuhyun. Pasalnya sedari tadi dia melihat Yesung selalu tersenyum sendiri dengan tangan kanan memegang smartphonennya

"Hanya sedang senang Kyu"

"Senang? Memang kau sedang menang sesuatu Hyung?" Kyuhyun terus bertanya pada hyungnya itu. Katakana dirinya terlalu banyak tahu. Tapi dia sangat penasaran apa yang membuat hyungnya itu selalu tersenyum

"Dia menerima ajakanku Kyu, ah senangnya"

"Dia siapa hyung? Jangan mengatakan hal yang terlalu ambigu hyung"

"Ambigu? Kau saja yang terlalu lambat untuk memprosesnya"Cibir Yesung

Kyuhyun hanya menghela nafas "Aku hanya bertanya. Kenapa kau terlalu sewot hyung" Ujarnya

"Habis nya kau terlalu banyak Kyu"

"Haisshh sudahlah. Kalau begitu siapa si 'dia' maksudmu itu hyung?"

"Dia Kim Ryeowook. Yeoja yang waktu itu Kyu, dia menerima ajakanku untuk dinner dan kau tahu mungkin ini memang terlalu cepat karena aku baru mengenalnya tapi aku akan mengatakan cinta dengannya"

Kyuhyun mengulum senyum melihat wajah berseri-seri Yesung. Tidak pernah dipikirannya hyungnya itu akan jatuh cinta pada yeoja. Karena dia tahu hyungnya itu adalah tipe orang yang cuek meski lebih cuek dirinya

"Kenapa harus dengan yeoja itu hyung, apa kau tidak takut kalau nantinya dia berteriak akan membuat telinga mu panas. Aku yang baru bertemu dengannya saja hampir menyerah karena suara cemprengnya itu" Ujar Kyuhyun santai

"Yahh meski dia memiliki suara yang cempreng tapi dia memiliki hati yang lembut. Don't judge people by the cover Kyu"

"I know Yesung-ssi. Tapi bisakah kau katakan padanya untuk tidak selalu berteriak. Dia adalah seorang yeoja dan sebagai yeoja dia harus memiliki sikap dan sifat yang lembut. Dan kalau bisa ikuti cara sikap dan sifat Sungmin yang memiliki hati yang lembut" Ujar Kyuhyun tanpa sadar

"Bisakah kau ulangi lagi Tuan Cho?"

Kyuhyun membekap mulutnya sendiri. Dia keceplosan ketika menyebutkan nama Sungmin tadi. Dan dia benar-benar merutuki mulutnya yang tidak bisa diajak bekerja disaat seperti ini, dan yang lebih menjengkelkan lagi Yesung sekarang memasang wajah tak berdosanya

"Aku tidak mengatakan apa-apa hyung. Dan lupakan soal yang tadi" Kyuhyun kembali pura-pura berkutat pada dokumennya untuk tidak melihat wajah Yesung yang menurutnya menyebalkan itu

"Haishh sampai kapan kau akan mengelaknya Kyu. Lama-lama kau juga akan jatuh cinta dengannya" Ujar Yesung cuek. Dan Kyuhyun hanya diam. Dia tahu selama beberapa minggu ini Sungmin tinggal tapi soal hatinya namja tersebut masih belum tahu apakah nantinya dia akan jatuh cinta untuk Sungmin atau tidak

.

.

.

Kyuhyun melangkah memasuki rumahnya. Menapaki tangga rumahnya satu-peraatu. Kepala namja tampan tersebut terus menunduk. Dia masih mengingat perkataan Yesung tadi siang mengenai Sungmin. Namja itu tahu dulu dia memang membeli Sungmin tapi siapa tahu ada salah satu diantara mereka yang akan jatuh cinta. Dan Kyuhyun, entahlah apakah pria ini merasakannya juga. Memang sewaktu pertama kali mereka bertemu dia tidak merasakan apa-apa. Tapi setelah beberapa malam Sungmin disini, namja itu selalu gugup. Tidak pernah memang seorang Cho Kyuhyun yang dikenal dingin dan kejam terlihat gugup di depan yeoja seperti Sungmin akan terlihat konyol memang bagi presdir muda tersebut

Karena terus-menerus menduduk Kyuhyun tidak melihat seorang yeoja berjalan di depannya hingga

DUKK

Dagu Kyuhyun serasa mati rasa ketika membentur kepala seseorang. Kyuhyun juga mendengar ringisan seseorang dan membuat namja tampan itu menunduk.

DEG

Kyuhyun tertegun melihat bola mata indah itu. Bola mata yang memancarkan sinar kepolosan juga keteduhan. Ya, yeoja yang di hadapannya sekarang adalah Sungmin. Yeoja yang hanya dengan membayangkannya saja sudah membuat sang presdir muda itu tak karuan rasa.

"Apa yang kau lakukan disini Sungmin?" tanya Kyuhyun yang masih menatap yeoja itu

Sungmin menunduk ketika mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun "A-anu tuan saya berniat turun ke bawah" Ujar Sungmin masih dengan kepala di tundukkan

"Begitukah. Baiklah" Kyuhyun berniat melangkah tapi suara Sungmin menghentikan langkah panjangnya tersebut.

"Terima kasih untuk hadiahnya tuan. Maaf kalau sudah merepotkan tuan" Ucap Sungmin

Kyuhyun menoleh ke arah yeoja itu dan langsung menatap matanya "Aku tidak merasa di repotkan. Dan jangan berpikir kalau aku terus direpotkan olehmu" Setelahnya Kyuhyun kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar meninggalkan Sungmin yang masih terpaku disana

"Matanya memang milik Kyuhyun oppa. Tapi tatapannya kosong. Semoga aku masih bisa mengembalikan tatapan mu seperti dulu oppa" gumamnya. Tanpa sadar setetes air mata keluar dari bola mata bening tersebut.

.

.

.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Bukan bermaksud meninggalkan Sungmin sendirian diluar tapi detak jantungnya tidak bisa si kompromi hingga membuat dirinya meninggalkan yeoja itu di luar

"Kenapa setiap melihat dirimu aku seperti mengenal seseorang Sungmin-ah. Apa sebelumnya aku memang mengenal dirimu"

.

.

.

Sungmin duduk merenung di balkon kamarnya. Di tangannya yeoja itu memegang sebuah kalung liontin. Matanya menatap langit bertaburan bintang tersebut

"Oppa apakah kau ingat dulu kau sering mengajakku ke taman demi melihat Bintang. Aku merindukan moment itu Oppa"

Tanpa Sungmin sadari seseorang telah berdiri dibelakangnya. Seseorang itu adalah Kyuhyun. Namja tampan itu memang sudah lama berada disana. Dan dia sedikit tidak suka ketika Sungmin menyebut 'Oppa' di perkataannya tadi

"Siapa yang kau sebut 'Oppa' Sungmin" Ujar Kyuhyun sedikit dingin

DEG

Sungmin berbalik dan melihat wajah Kyuhyun yang menatap nya dingin. Wajah yeoja itu pucat pasi dan badannya juga sedikit bergetar.

Kyuhyun bergerak melangkah mendekati Sungmin dan memegang erat bahu yeoja itu

"Kenpa tidak menjawab? Apa kau punya seseorang di masa lalu mu?" Kyuhyun bertanya dengan terus menggoyangkan tubuh kecil yeoja itu

Sungmin bungkam. Dia bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Kyuhyun. Karena orang di masa lalu yang di maksud namja itu adalah dirinya sendiri. Tapi namja itu Amnesia, otomatis dia tidak mengingat Sungmin.

"Sa—saya..." ucapan Sungmin terpotong oleh perkataan Kyuhyun

"Saya apa? Atau jangan-jangan kau sengaja menjual dirimu demi orang yang kau sebut 'Oppa' itu. Dan setelah kau sukses kau akan kembali menjalani hidup dengannya. Begitu bukan?"

Nyutt

Hati Sungmin terasa tercubit karena perkataan dingin tersebut. Dia tidak pernah bermaksud membuat namja tampan itu marah dengannya. Lidah nya tiba-tiba kelu bagaimana cara nya untuk menjelaskan siapa 'Oppa' yang di maksud Kyuhyun barusan.

"Aku Kecewa padamu Sungmin. Mungkin aku memang tidak menyesal karena telah mengeluarkan uang banyak demi membelimu. Tapi aku kecewa karena kau menyebut seseorang yang aku tidak tahu namanya di mansionku".

Kyuhyun meninggalkan Sungmin dengan perasaan yang amat kecewa. Dan Sungmin hanya meratapi kepergian Kyuhyun. Yeoja itu masih belum siap untuk menjelaskan yang sebenarnya pada namja tampan itu. Karena Sungmin yakin Kyuhyun pasti akan bingung

"Hikss…maafkan aku Oppa. Aku tidak bermaksud membuatmu kecewa hikss"

.

.

.

BRAKK

Kyuhyun menutup pintunya dengan debuman yang sangat keras. Dada nya naik turun menahan amarah barusan. Kyuhyun juga tidak mengerti apa yang membuatnya semarah ini, padahal mendengar ucapan 'Oppa' yang di katakan Sungmin barusan dia harus bersikap biasa saja. Tapi tiba-tiba saja perasaan cemburu hinggap di dadanya.

"Arrghh…" teriak nya frustasi. Kyuhyun mengacak-acak rambut ikal coklatnya dan menghempaskan pot bunga yang berada di sampingnya ke dinding

"Aku tidak akan membiarkan kau lepas dari diriku Sungmin. Ingat itu" Ujarnya dengan wajah yang memerah

.

.

.

Pagi ini diselimuti hawa yang dingin. Bukan cuacanya, melainkan sikap Kyuhyun pada Sungmin. Seperti sekarang Kyuhyun tidak sekalipun menatap yeoja itu padahal Sungmin duduk di hadapannya. Sedangkan Sungmin yeoja itu hanya menunduk. Dia masih takut dengan kejadian tadi malam. Dan Sungmin rasa Kyuhyun pun juga tidak mau membahas kejadian itu

"Aku selesai. Aku berangkat dahulu Ahjumma karena ada meeting pagi ini. Titip rumah" kyuhyun beranjak dari kursinya dan melangkah tanpa menatap Sungmin. Yeoja itu berbalik ke belakang menatap kepergian Kyuhyun. Dia menyesal karena tidak bisa menjelaskan apa-apa pada namja yang sudah mengisi hati nya itu.

Sungmin kembali berbalik menghadap meja makan. Tanpa dia sadari Kim Ahjumma melihat itu semua dari dapur. Kim Ahjumma merasa ada sesuatu yang membuat Sungmin dan Kyuhyun tidak bertegur sapa. Kim Ahjumma menaruh serbet di tangannya dan berjalan mendekati Sungmin.

"Kenapa bersedih nak. Apa ada sesuatu" Kim Ahjumma mengelus pundak Sungmin agar yeoja itu nyaman

Sungmin tertunduk sedih "Kyuhyun oppa marah denganku Ahjumma" Ujarnya

"Kenapa. Apa ada suatu masalah yang membuat Tuan muda marah denganmu nak?"

Sungmin menegakkan kepalanya dan menatap Kim Ahjumma dengan wajah basah nya "Kyuhyun oppa salah sangka denganku. Karena tadi malam saya tidak sengaja mengucapkan nama Oppa. Dan saya tidak tahu kalau Kyuhyun Oppa ternyata berdiri di belakang. Jadi dia mendengar semua ucapanku Ahjumma" Sungmin langsung memeluk tubuh Kim Ahjumma dan menangis sesegukan disana

"Kenapa nona tidak menjelaskan saja yang sebenarnya pada Tuan muda. Mungkin dengan begitu dia bisa mengerti"

"Tapi aku bingung bagaimana harus menjelaskannya Ahjumma. Semua terjadi secara tiba-tiba. A—aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa mungkin aku pergi saja dari rumah ini. Dengan begitu Kyuhyun oppa tidak akan marah lagi"

Kim Ahjumma langsung membulatkan matanya mendengar perkataan Sungmin. Pergi dari rumah? Sama saja Sungmin mencari mati dengan Kyuhyun. Namja itu pasti tidak akan rela Sungmin pergi dan Kim Ahjumma tidak ingin itu terjadi

"Saya mohon nona jangan ucapkan hal demikian. Jelaskan lah perlahan demi perlahan, karena Ahjumma yakin Tuan Kyuhyun pasti akan mendengarkan nona"

"Tapi saya tidak yakin Ahjumma" Ujar Sungmin dengan kepala tertunduk sedih

"Apa nona tidak mencintai Tuan Kyuhyun?" seketika Sungmin menegakkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya itu

"Tidak Ahjumma. Saya mencintai Tuan Kyuhyun"

"Kalau nona mencintainya pasti nona akan berkorban bukan. Bukankah nona mengatakan waktu itu tidak akan meninggalkan tuan Kyuhyun dan akan membuatnya sembuh"

Ya, Sungmin masih mengingat perkataan nya waktu itu bahwa dia akan terus berada di samping Kyuhyun sampai namja itu sembuh dan kembali mengingatnya seperti dulu.

"Nona tidak jadi pergi kan. Nona akan tetap disini sampai tuan Kyuhyun sembuh bukan?"

Sungmin menganggukkan kepalanya. Yeoja itu yakin dia pasti bisa bertahan berada disini demi kesembuhan Kyuhyun

"Sungmin akan tetap disini Ahjumma. Dan saya tidak akan meninggalkan Kyuhyun oppa"

Kim Ahjumma memeluk erat tubuh mungil itu. Yeoja paruh baya itu tersenyum bahagia mendengarnya. Dia yakin Sungmin bukanlah orang yang salah. Dia adalah orang yang tepat untuk selalu berada di samping namja tampan itu

.

.

.

"Kenapa dengan wajahmu Kyu. Kulihat dari tadi wajahmu masam sekali" ejek Yesung

Kyuhyun menatap Yesung tajam "Bisakah kau diam Hyung. Aku sedang berkonsentrasi melihat dokumen ini" Ujarnya cuek

"Tapi bisakah jangan tunjukkan wajahmu itu dihadapan ku Kyu"

"Bukankah kau sudah biasa melihat wajah dinginku Hyung, jadi diamlah" Yesung langsung bungkam seketika mendengar ucapan dingin itu. Bahkan sangat dingin dari biasanya

"Bukan begitu Kyu, hanya saja….." Ucapan Yesung langsung terpotong

"Hanya saja apa? Bukankah wajahku memang sudah seperti biasanya. Jangan lah banyak bertanya Hyung"

Yesung menatap Kyuhyun yang masih melihat dokumen-dokumen itu. Demi cangkang Ddangkoma miliknya Yesung ingin sekali membentur kepala Kyuhyun agar namja tampan itu sadar.

"Baiklah kalau begitu aku kembali keruangan ku Kyu"

"Hmm". Yesung hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah namja itu. Yesung pun melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar. Menatap sekali ke arah namja dingin itu dan menutup pintu ruangan Kyuhyun

.

.

.

Sudah seminggu Kyuhyun dan Sungmin tidak bertegur sapa. Berbagai usaha yeoja itu lakukan agar Namja itu mendengar penjelasannya. Namun bagai payung tak bersambut, namja itu terus menghindari nya. Bahkan Kyuhyun lebih meluangkan waktu nya diluar daripada harus bertatap wajah dengan Sungmin.

Seperti sekarang Sungmin menunggu nya di ruang tamu mansion itu. Sungmin terus mondar-mandir di ruang tamu luas itu. Dia masih menunggu kepulangan Kyuhyun. Sudah cukup baginya satu minggu Kyuhyun tidak menegur nya dan ini saatnya dia menjelaskan kepada namja itu siapa dirinya sebenarnya

"Kenapa kau belum pulang Oppa. Apa kau masih berniat menghindariku" Sungmin terus menatap jam yang tergantung di dinding tersebut. Sudah jam 11 malam dan Kyuhyun belum juga menampakkan batang hidungnya. Tapi seperti nya doa yeoja itu sedikit terkabul karena dia mendengar derap langkah seseorang. Dengan semangat yeoja itu menghampirinya

"Tuan tunggu" teriaknya. Orang yang dipanggil nya 'Tuan' itu adalah Kyuhyun. Dia menahan langkah Kyuhyun yang sedang menapaki tangga

Namja tampan itu menoleh dan menatap wajah yang selama satu minggu ini selalu dihindarinya

"Kumohon dengar penjelasanku Tuan. Jangan menghindari saya lagi". Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin dan menatap yeoja itu tajam

"Ingin menjelaskan apa? Apa kau ingin menjelaskan bahwa orang itu bukan siapa-siapa mu begitu?"

"Bu—bukan. Dia tidak ada hubungannya dengan ku"

"Lalu? Apa kau mau berdusta denganku. Tapi maaf aku tidak percaya meski menjelaskan dengan panjang lebar. Sudahlah aku lelah dan jangan halangi aku lagi" kyuhyun berniat melangkah sebelum suara Sungmin menyentaknya

"KUMOHON PERCAYA DENGANKU KYUHYUN OPPA. 'OPPA' YANG KUMAKSUD ADALAH DIRIMU!" Teriak yeoja itu. Dia sudah sangat frustasi bagaimana caranya mengembalikan kepercayaan namja itu

DEG

Jantung Kyuhyun serasa mati. Kepalanya tiba-tiba saja sakit. Sekelebat bayangan muncul di depannya

'Oppa sudah berjanji bukan untuk melindungi Minnie?'

'Ne, Oppa berjanji karena Oppa menyayangimu. Dan Oppa akan menghajar orang-orang yang sampai membuat Minnie menangis'

Kyuhyun terus memegang erat rambut kepalanya. Ingin sekali Kyuhyun membenturkan kepalanya agar bayangan-bayangan itu pergi dari nya

"Argghh…." Teriaknya. Sungmin langsung tersentak begitu mendengar teriakan Kyuhyun. Yeoja itu langsung mendekati Kyuhyun yang tengah bersimpuh dan memangku kepala namja tampan itu di pahanya

"hiksss…..Oppa sadarlah. Kumohon hikss….."

Tidak ada jawaban. Kyuhyun terus mengerang kesakitan dan Sungmin mencoba memeluk Kyuhyun tapi namja itu terus memberontak

"Arrghhh…..sakit"

Sungmin panik. Dia menangis ketika mendengar teriakan kesakitan Kyuhyun "Kim Ahjumma tolong aku. Kim Ahjumma" teriaknya

Kim Ahjumma datang dari dapur begitu mendengar suara teriakan Sungmin. Yeoja paruh baya itu membulatkan matanya ketika melihat keadaan Sungmin dan Kyuhyun

"Apa yang terjadi nona. Kenapa Tuan Kyuhyun bisa seperti ini"

"Saya tidak tahu Ahjumma. Tolong saya membawa Kyuhyun Oppa ke rumah sakit" Ujar Sungmin setengah terisak

"Baik tunggu disini. Ahjumma akan memanggil Kang Ahjussi untuk membawa Tuan Kyuhyun kerumah sakit"

.

.

.

Sudah beberapa menit yang lalu Kyuhyun di bawa kerumah sakit. Dan sekarang namja itu berada di UGD untuk diperiksa lebih lanjut. Sungmin duduk disamping Kim Ahjumma yang sedari tadi menenangkannya.

"Semoga kau cepat mengingatku Oppa" gumamnya sambil berdoa

TBC

Annyeong, akhirnya chapter 8 update. Maaf bukan maksud saya melalaikan fanfic ini tapi waktu itu saya kehabisan ide. Dan kalau dipaksakan tetap nulis nanti feel nya tidak dapat. Untuk chapter 9 kemungkinan besar ada sedikit flashback tentang hubungan KyuMin. Terima kasih juga untuk reader sekalian yang masih mencintai fanfic ini. Aku mencintai kalian semua para reader.

Jangan lupa review ya untuk chapter ini

Kamsahamnida

Sign,

elfkyumin137