Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook and Others
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik. Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja. Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
.
.
Sungmin menutup pintu ruang inap Kyuhyun setelah mengantar Yesung dan Ryeowook pulang. Yesung tiba-tiba saja mendapat urusan mendadak dari kantor. Yesung juga tidak mungkin meninggalkan Ryeowook meski ada Sungmin disini, jadilah mereka berdua pulang bersama. Sungmin berniat membalikkan badannya sebelum sebuah suara mengintrupsi nya yang membuat dirinya mematung hebat
"Sungminnie"
DEG
.
.
CHAPTER 10
Sungmin menatap Kyuhyun dengan seksama. Melihat langsung kearah mata namja tampan itu. Memang sedikit terlihat berbeda. Tatapan Kyuhyun yang dulu dengan yang sekarang. Sungmin mendekat kearah Kyuhyun dengan perasaan campur aduk miliknya. Perut nya sedikit bergejolak ketika melihat tatapan lembut itu.
"Kemarilah" Kyuhyun mengulurkan tangannya kearah Sungmin
Sungmin kembali melangkah ragu setelah tadi terhenti sebentar. Detak jantung nya berpacu sangat cepat. Sungmin berharap Kyuhyun tidak melihat wajah gugup nya
"Apa kau tidak ingin memeluk Oppa Min?"
DEG
'Oppa'. Sungmin sangat yakin dirinya tidak salah dengar. Sungmin juga yakin telinga nya masih berfungsi dengar benar ketika Kyuhyun mengucapkan kata 'Oppa'
"Kenapa masih berdiri disana Min. Apa kau tidak merindukan Oppa atau kau memben..." Ucapan Kyuhyun terputus tatkala Sungmin menubruk tubuhnya cepat. Yeoja itu menangis tersedu-sedu di dadanya seakan mengungkapkan isi hati nya selama ini
"hiksss Kenapa baru sekarang Oppa? Hiksss Kenapa Oppa baru mengingat Minnie sekarang hiksss...?" tanya gadis itu dengan suara bergetar.
Kyuhyun mengelus pucuk kepala Sungmin sayang "Maafkan Oppa Min. Cerita nya terlalu panjang untuk Oppa ceritakan. Sekarang biarkanlah dulu Oppa memelukmu karena Oppa terlalu merindukanmu Min"
Tanpa mereka berdua sadari, Kim Ahjumma mendengar semua pembicaraan mereka dari luar. Yeoja paruh baya itu menitikkan air matanya begitu mengetahui kalau Kyuhyun telah mengingat Sungmin. Dengan pelan dia membuka knop pintu itu dan tersenyum melihat Kyuhyun memeluk Sungmin.
"Tuan muda" Ujarnya
Kyuhyun menoleh setelah mendengar suara Kim Ahjumma memanggilnya lembut. Sebelumnya Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin
"Ahjumma kemarilah" Kim Ahjumma mendekat kearah Kyuhyun dan ikut memeluk tubuh tinggi itu
"Akhirnya setelah 7 tahun berlalu, Tuan kembali mengingat kami semua. Saya sangat senang sekali Tuan. Mengingat dulu perilaku Tuan sangat berubah ketika masih amnesia"
Kyuhyun tersenyum tipis "Tapi sekarang aku sudah mengingat Ahjumma bukan dan juga Sungmin tentunya" Kyuhyun menoleh ke arah yeoja mungil itu dan tersenyum manis yang juga dihadiahi senyuman oleh yeoja itu
"Ahh mungkin Tuan ingin berbicara dengan nona Sungmin eoh? Baiklah Ahjumma keluar sebentar"
Kembali mereka berdua terdiam. Suasana sedikit agak canggung dan Kyuhyun berdehem untuk menghilangkan suasana canggung tersebu
"Min maafkan Oppa. Oppa telah melanggar janji waktu itu Min. Harus nya Oppa tidak meninggalkan mu sendirian disana. Oppa benar-benar minta Maaf" Ujar Kyuhyun dengan kepala tertunduk dalam
"Tidak apa-apa Oppa. Di mata Minnie Oppa tidak pernah salah. Bukankah waktu itu Minnie pernah bilang kalau Minnie akan selalu menunggu meski Oppa pergi ke ujung dunia sekalipun. Jadi pernah salahkan diri Oppa lagi ne"
"Ta—tapi Min Oppa sangat yakin kau pasti juga mengingat malam dimana Oppa sudah merenggut hal yang paling suci pada dirimu" Kyuhyun berujar lirih. Dia menyesal karena telah merusak Sungmin. Namja itu berjanji dalam hati nya akan bertanggungjawab bagaimanapun juga
"Jangan diingat lagi Oppa. Minnie sudah melupakan semuanya. Dan lagipula pada saat itu Oppa juga mengalami amnesia bukan?"
Kyuhyun menatap wajah malaikat itu. Di pikirannya, Sungmin sungguh-sungguh orang yang baik. Hatinya terlampau bersih dan suci meski Kyuhyun sudah melakukan hal yang tidak pantas dengannya. Dan Kyuhyun merasa seperti namja brengsek padahal dulu dia berjanji akan menjaga yeoja nya ini tapi nyatanya malah dia yang merusak semuanya
"Min sebenarnya ada yang ingin Oppa sampaikan padamu. Dan Oppa juga tidak memaksa apabila kau tidak menyukainya"
"Apa itu?"
"Sebenarnya…"Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sebelum melanjutkan katanya dengan satu tarikan nafas "Sebenarnya Oppa mencintaimu sejak pertemuan pertama kita waktu itu Min. Maaf Oppa baru menyampaikannya sekarang karena waktu itu kau masih kecil dan Oppa yakin kau pasti tidak akan mengerti"
"Maksud Oppa?" Tanya Sungmin tidak mengerti, entah kenapa Otaknya tiba-tiba mendadak lelet seperti ini
Kyuhyun menarik nafas "Saranghae. Nan Jeongmal saranghae Lee Sungmin" Ujar Kyuhyun dengan senyum manisnya
Sungmin tertegun. Kata-kata ini, kata-kata yang selalu ditunggunya dan akhirnya Kyuhyun mengatakannya juga. Tak lama Sungmin menitikkan air mata nya
"Kenapa menangis Min. Apa kau tidak…."
"Nado Saranghae Kyuhyun Oppa hikss" setelahnya Sungmin memeluk erat tubuh Kyuhyun. Yeoja itu terisak disana dengan Kyuhyun yang juga memeluknya erat. Mereka berdua sekarang sama-sama menangis.
"Terima kasih Min. Terima kasih karena selalu berada di samping Oppa. Oppa menyayangimu"
"Aku juga menyayangimu Oppa". Mereka berdua terus berpelukan. Menikmati hangatnya pelukan dari orang yang dicintai.
.
.
.
Sudah seminggu sejak Kyuhyun di rawat. Keadaan nya pun jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang Kyuhyun sedang menikmati sarapan pagi nya dengan disuapi oleh Sungmin. Namun beberapa menit sebelumnya terjadi percecokan antara dirinya dan Sungmin. Kyuhyun yang tidak mau memakan bubur tawar tersebut membuat Sungmin terpaksa mengeluarkan jurus aegyo nya.
"Habiskan bubur nya sedikit lagi Oppa" Paksa Sungmin
Kyuhyun menutup mulut nya menggunakan tangan dengan kepala digelengkan "Cukup Min. aku tidak mau memakan bubur itu lagi" Ujar nya
"Bagaimana Oppa mau sehat kalau Oppa saja tidak mau makan sarapan pagi Oppa?" Keluh yeoja itu. Memang sejak di rawat, Sungmin harus ekstra bersabar menghadapi Kyuhyun. Namja itu jauh lebih manja semenjak dia sudah tidak amnesia lagi.
"Min untuk kali ini saja jangan paksa Oppa" Mohon Kyuhyun. Dan Sungmin hanya bisa pasrah. Kalau sudah begitu mana bisa yeoja itu melawan lagi
"Baiklah. Tapi lain kali harus Oppa habiskan"
"Ne Minnie Chagi"
TOK TOK
Suara ketukan pelan terdengar dari arah pintu. Sungmin beranjak dari atas Kyuhyun demi membuka pintu. Dia tersenyum manis begitu mengetahui sang dokter yang merawat Kyuhyun selama ini lah yang masuk
"Annyeong Sungmin-ssi"
"Annyeong Dokter Choi" Sungmin membuka lebar pintu bercat putih itu agar Dokter yang di panggil 'Choi' tersebut dapat masuk. Dokter tadi masih tersenyum menatap Sungmin tanpa mereka ketahui seseorang yang sedang duduk di atas ranjang menatap mereka dengan marah
"Aku akan mencongkel bola matamu kalau kau masih menatap nya seperti itu Choi Siwon-ssi" Ancam Kyuhyun
Siwon membalikkan badannya. Senyumnya semakin terkembang ketika melihat wajah menahan amarah Kyuhyun. Siwon hanya geleng-geleng kepala melihat sikap overproctetive dari Kyuhyun
"Aku tidak akan mengambil milikmu Cho. Bukankah kau sudah tahu kalau aku memiliki tunangan. Tapi kalau kau mau memberikan nya padaku pun akan kuterima" Canda Siwon
"Dan kau akan mati setelah nya"
"Hahaha Cho Kyuhyun-ssi menakutkan sekali. Aku hanya bercanda saja"
Kyuhyun menatap Siwon sengit "Mau apa kau kemari?" Ujar Kyuhyun tanpa merubah nada bicara nya
"Tentu saja memeriksa dirimu. Kalau keadaan mu jauh lebih baik maka kau sudah bisa keluar" Ujar Siwon yang masih serius memeriksa keadaan namja tampan itu.
"Tentu saja aku ingin cepat-cepat keluar dari rumah sakit agar tidak melihat wajah sok tampan mu itu" Cibir Kyuhyun
Siwon hanya tersenyum menanggapi Kyuhyun. Bagi Siwon tidak ada guna nya berdebat dengan Kyuhyun. Toh, tidak akan pernah selesai karena Kyuhyun adalah namja yang tidak mau kalah bahkan untuk berdebat sekalipun
"Okay Cho pemeriksaan hari ini selesai. Sore ini kau sudah boleh keluar" Siwon mengalihkan pembicaraan agar tidak terus memancing amarah namja tampan itu
"Terima kasih. Sebaiknya kau cepat keluar agar Sungmin-Ku tidak melirik mu"
"Mungkin Sungmin akan berpaling dengan ku secepat nya. Karena dia tidak mau memiliki namja proktetive sepertimu. Bukan begitu Sungmin-ssi?" Siwon mengalihkan pandangan dari Kyuhyun ke Sungmin. Sungmin hanya tersenyum kikuk karena merasa aura panas di ruangan ini
"Dan nyawa mu akan tercabut dengan segera Choi" Sembur Kyuhyun
"Ternyata seorang Cho Kyuhyun tidak bisa diajak bercanda. Baiklah karena aura disini sudah panas lebih aku segera keluar. Annyeong Sungmin-ssi"
"Annyeong Dokter Choi"
"Annyeong Cho Kyuhyun"
"Hmm" Siwon hanya tersenyum dan melangkahkan kaki nya menuju pintu.
Setelah Siwon keluar aura di kamar inap Kyuhyun menjadi canggung. Kyuhyun yang diam dan Sungmin yang terus menundukkan kepala nya. Tidak ada niat diantara mereka berdua untuk memulai pembicaraan. Merasa aura nya belum membaik, Sungmin berniat memulai pembicaraan mereka
"Oppa apa ada yang bisa Minnie bantu. Bukankah Oppa sore ini sudah harus keluar dari rumah sakit" Ucap Sungmin
Kyuhyun menoleh kearah Sungmin "Tidak ada. Kau cukup berada di sampingku biar nanti aku yang menghubungi Kim Ahjumma untuk kemari"
"Kim Ahjumma sudah terlalu repot untuk mengurus rumah mu Oppa. Biarkan aku yang membantu. Apa kau tidak kasian padanya?" Sungmin sedikit protes terhadap ucapan Kyuhyun barusan. Dia merasa tidak melakukan apa-apa semenjak Kyuhyun sakit dan terus berada di samping namja tampan itu. Sungmin hanya tidak ingin membebani Kim Ahjumma.
"Baiklah Oppa bisa apa kalau kau sudah berucap seperti itu. Tapi bisakah kau hubungi Kim Ahjumma untuk menjemputku sore ini?"
"Aku akan menghubungi Kim Ahjumma. Tapi biar aku mengurus beberapa administrasi Oppa terlebih dahulu. Oppa tunggu disini"
"Cepat kembali Min-ah" Teriak Kyuhyun dari dalam kamar nya\
.
.
.
Yesung berjalan dengan riang. Siang ini dia ada janji makan siang bersama sang yeojachingu, Ryeowook. Yesung memasuki mobil Audi nya untuk menuju restorant yang telah di janjikan oleh Ryeowook. Dengan senyum terkembang Yesung menjalankan mobilnya pelan.
Yesung keluar dari dalam mobilnya dan melihat siluet tubuh seseorang yang dikenal nya sedang menunggu dirinya. Namja berkepala besar itu sedikit merapikan penampilannya agar terkesan lebih baik di hadapan sang yeoja nantinya. Senyum Yesung semakin terkembang ketika Ryeowook menatap kagum dirinya.
"Sudah menunggu lama Chagi?" Tanya Yesung seraya duduk di kursi nya
"Baru 5 menit yang lalu" Ujar Ryeowook dengan senyum manisnya
"Apa kau sudah memesan makanannya?"
"Sudah. Dan aku juga sudah memesan makanan kesukaanmu Chagi"
Mereka berdua terdiam sambil menunggu pesanan makanannya. Yesung kembali bersuara membuat Ryeowook seketika menegakkan posisi tubuhnya
"Kudengar sore ini Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit. Apa besok kau free? Tanya Yesung
Ryeowook mengerenyit "Besok aku free. Tapi apa hubungannya dengan Kyuhyun?"
Yesung mengutarakan pendapat nya "Besok aku berniat menjenguknya sekalian mungkin kau juga mau bertemu Sungmin. Bagaimana?" tawarnya
"Eum baiklah. Aku juga sudah rindu dengan Sungmin"
"Itu sebabnya aku mengajakmu. Besok akan ku jemput jam 9. Kau harus sudah siap. Oke"
"Siap Boss" Ujar Ryeowook dengan gesture tangan yang seperti orang hormat. Yesung hanya mengacak gemas rambut Ryeowook melihat tingkah menggemaskan yeoja itu.
.
.
.
Sungmin memapah tubuh tinggi Kyuhyun dibantu Kim Ahjumma menuju kamar namja itu. Mereka berdua baru saja sampai dirumah setelah meninggalkan rumah sakit tadi. Sungmin membantu merebahkan tubuh Kyuhyun walau namja tersebut cukup sehat
"Istirahatlah Kyu. Nanti akan kubuatkan makanan untukmu" Nasihat Sungmin
"Oke tuan putri. Bangunkan saja aku kalau kau sudah selesai"
Sungmin mengangguk dan mengecup dahi Kyuhyun, membuat pipi putih pucat Kyuhyun bersemu merah akibat perbuatan calon istrinya barusan. Yap, Kyuhyun sudah mengklaim Sungmin calon istrinya karena namja itu berniat menikahi Sungmin dan juga namja itu mencintai Sungmin hingga membuatnya ingin menikahi yeoja aegyo itu.
Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun diikuti oleh Kim Ahjumma dibelakangnya. Setelah tertutup Sungmin tersenyum seraya menatap Kim Ahjumma
"Aku sangat bahagia Ahjumma. Semoga kebahagiaan ini tidak berakhir begitu saja" Ujar Sungmin dengan memeluk yeoja paruh baya tersebut.
"Tentu saja nak. Ahjumma berharap kebahagiaan selalu menyelimuti keluarga ini". Kedua yeoja berbeda usia itu berpelukan erat dengan senyum mengembang
.
.
.
"Yah Kyuhyun-ah aku sangat senang ketika mengetahui kalau kau sudah sadar. Aku sangat terkejut begitu Kim Ahjumma menelponku dan memberitahukan kalau kau masuk Rumah Sakit" Ucap Yesung yang sekarang duduk di sofa bersama Kyuhyun. Menanyakan dimana Sungmin dan Ryeowook? Kedua yeoja itu sekarang berada di taman belakang Mansion Kyuhyun.
"Tapi aku sudah sadar bukan Hyung. Hah, apa kau tau Hyung aku sangat senang karena kembali mengingat Sungmin. Dan aku bahagia bukan main"
Yesung ikut tersenyum "Dan aku lebih bahagia lagi Kyuhyun-ah. Apa rencana mu selanjutnya nanti. Bukan tidak mungkin kan kalau Sungmin akan tinggal disini. Apa nantinya kata orang kalau kalian belum menikah? Namja Kim itu menatap serius Kyuhyun yang hanya ditanggapi Kyuhyun dengan senyuman
"Hyung sebelum engkau berkatapun aku sudah memikirkan nya. Aku berencana akan menikah dengan nya Hyung. Lagipula Sungmin sudah cukup menderita karenaku. Aku juga sudah berjanji untuk selalu bersama-sama dengannya" Kyuhyun tersenyum akan pemikirannya sendiri.
Yesung menepuk pelan bahu Namja dingin itu "Ternyata kau sudah dewasa rupanya" Ujarnya dengan nada sedikit mengejek
"Yah Hyung kau sendiri kapan. Bahkan kau lebih tua dariku. Apa kau juga tidak berniat menyusulku dengan yeoja cerewet mu itu" Cibir Kyuhyun
"Setelah kau aku juga akan menyusul dengan My Baby Wookie"
Kyuhyun mencebikkan bibirnya "My Baby Wookie? Panggilan macam apa itu? Bahkan panggilannya tidak cocok untuk yeoja cerewet sepertinya" Wajah Yesung memerah mendengar ucapan Kyuhyun barusan
"Ryeowokkie bukan orang yang cerewet. Kau saja yang salah sangka. Dia adalah yeoja yang lembut dan dia juga sudah pernah memasak makanan untukku"
"Terserah kau sajalah Hyung" Ucap Kyuhyun pada akhirnya
.
.
.
Sepulang Yesung dan Ryeowook, Kyuhyun dan Sungmin sedang menikmati tontonan televise. Kyuhyun yang sedang memeluk Sungmin dari samping terus menatap wajah serius yang terlihat manis tersebut. Sebenarnya bukan kyuhyun yang nonton, tapi Sungmin. Yeoja itu terus melihat drama kesukaannya tanpa menghiraukan Kyuhyun yang sedang menatapnya
"Min apa kau tidak bosan melihat drama yang itu. Bukankah kau juga sudah sering melihatnya di Rumah Sakit ketika menemaniku. Dan sekarang aku sudah disini, lihatlah kearahku" Kyuhyun memalingkan wajah serius Sungmin untuk melihatnya
"Aku tidak bosan Kyunnie Oppa. Kenapa sekarang Oppa terlihat lebih manja dariku?"
Kyuhyun menegakkan tubuhnya "Min kita sudah lama tidak bertemu selama 12 tahun. Ketika bertemu pun, waktu aku juga sedang dalam keadaan amnesia" Ujarnya dengan nada sedikit dingin.
Sungmin sedikit terkejut mendengar nada dingin itu. Dia tidak bermaksud berkata seperti itu pada namja Cho itu
"Maafkan Minnie Oppa. Bukan Minnie bermaksud membuat Oppa marah. Minnie juga merindukan Oppa" Ujarnya sedikit menunduk
Kyuhyun kembali memalingkan wajahnya menghadap Sungmin dan memeluk yeoja itu erat "Maafkan Oppa juga Min. Oppa tidak akan pernah bisa marah denganmu. Oppa minta maaf ne" Ucap Kyuhyun dengan tatapan lembutnya
"Oppa tidak pernah salah dimata Minnie. Mulai sekarang kita berbaikan ya"
"Haha ternyata sikap kekanakan mu tidak berubah Min. Bagaimana besok Oppa belikan permen kapas? Apa Minnie mau?" tawar Kyuhyun
"Yeayy…tentu Minnie mau Oppa". Kyuhyun mengacak gemas rambut cokelat Sungmin ketika yeoja itu berjingkak girang
.
.
.
Pagi ini terlihat sangat dingin. Terlihat sepasang namja dan yeoja sedang berpelukan hangat. Sungmin semakin mengeratkan pelukannya didada bidang Kyuhyun. Tapi tiba-tiba yeoja itu mengerenyit ketika rasa mual diperutnya. Sungmin pun segera melepaskan pelukannya pada Kyuhyun dan melarikan diri menuju kamar mandi. Yeoja itu berjongkok di toilet dan mengeluarkan isi dalam perutnya yang ternyata hanya air
"Hooekk….hoeekk" Sungmin memijit pelipisnya ketika rasa pusing mendera kepala nya
"Hikss…hoeekk….hoeekk"
Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan mendapati Sungmin tidak ada di sampingnya. Ketika mendengar suara dari arah kamar mandi, Kyuhyun segera bangun dari rebahannya. Hatinya menjerit sakit melihat sang kekasih terus mengeluarkan isi perutnya. Namja Cho itu segera memijat tengkuk Sungmin
"Hoeekk…hoeekk"
"Cukup Min. Kalau semakin dikeluarkan, tubuhmu akan lemah" Kyuhyun mengangkat tubuh lemah Sungmin dan membasuh mulut juga wajah yeoja itu.
"Akan kupanggilkan dokter untukmu ya" setelah dari kamar mandi Kyuhyun segera merebahkan tubuh ringkih yeoja cantik itu. Setelah menyelimuti tubuhnya sebatas dada, Kyuhyun mengambil smartphonenya dan mendial nomor seseorang
"Noona apa kau bisa datang kesini"
"…"
"Terima kasih Noona. Maaf merepotkanmu". Kyuhyun memutuskan panggilannya dan meletakkan smartphone nya kembali. Pria bertubuh tinggi itu meninggalkan kamarnya sekedar membuat susu hangat untuk Sungmin
.
.
.
Kibum sedikit tersenyum begitu mengetahui hasilnya ternyata benar. Yeoja cantik itu kembali memebenahi pakaian Sungmin yang tersingkap setelah melakukan pemeriksaan. Membetulkan letak kacamata nya, Kibum menoleh kearah Kyuhyun yang menatap Sungmin khawatir.
"Bagaimana keadaannya Noona. Apa dia sakit parah? Cepat katakan Noona. Jangan hanya tersenyum" Kyuhyun sedikit jengah karena dokter Kim it uterus tersenyum padanya. Padahal dirinya sudah khawatir setengah mati.
"Tidak ada yang diperlu di khawatirkan Cho. Dia baik-baik saja" Kibum membereskan peralatan dokter nya tanpa melihat wajah Kyuhyun
"Baik-baik saja? bahkan tadi pagi dia muntah-muntah. Bagaimana bisa dikatakan baik-baik….."
"Dia Hamil Cho" ucap Kibum dengan sedikit memotong ucapan Kyuhyun. Namja Cho itu sedikit terperangah. Hamil? Kyuhyun sedikit tidak percaya padahal waktu itu dia hanya melakukan sekali saja.
"Jangan memasang wajah bodoh Cho. Sebaiknya kau cepat tebus resep ini agar Sungmin bisa minum obat nya dengan cepat" Kibum menyodorkan resep obat ke tangan Kyuhyun yang langsung diterima balik oleh namja itu
"Aku akan menebus resep ini secepatnya. Terima kasih telah memeriksa datang Noona dan bagaimana untuk masalah Morning sick Noona?" Ucap Kyuhyun
"Tentu. Sudah sepantasnya sebagai dokter aku memeriksanya. Jadi kau tak perlu khawatir. Sepertinya aku harus segera pulang. Masih ada urusan di Rumah Sakit yang harus aku selesaikan. Untuk masalah Morning Sick kau tak perlu khawatir, itu masalah biasa bagi orang yang sedang melahirkan. Dan berikan minuman yang hangat agar membaik"Nasehat Kibum dengan menepuk bahu Kyuhyun. "Kalau Sungmin masih sakit hubungi saja aku"
"Aku pasti akan menghubungi Noona. Mari aku antar sampai ke depan Noona"
.
.
.
Kyuhyun menatap Sungmin yang masih tertidur lelap. Dia belum memberitahukan perihal kehamilan yeoja Lee tersebut. Naluri ayahnya muncul membuat dirinya mengelus perut Sungmin yang masih rata itu. Tersenyum tipis dan membayangkan dirinya akan menjadi Orang Tua. Bermain ketaman, piknik, bahkan masih banyak rencana lagi yang akan Kyuhyun lakukan bersama anaknya. Namja itu sedikit tersentak dari lamunannya ketika mendengar lenguhan dari Sungmin
"Eungghh"
"Kau sudah bangun Min. Apa ada yang sakit sayang?"
Sungmin tersenyum lemah "Tidak ada Oppa. Hanya saja aku merasa sedikit aneh dengan diriku. Apa aku baik-baik saja Oppa?" Tanyanya
"Apa kau tidak bisa merasakan perbedaan Min. disini misalnya" Kyuhyun kembali mengelus perut rata Sungmin dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya
"Apa maksudmu Oppa. Aku tidak mengerti, terdengar ambigu sekali"
Kyuhyun mengarahkan wajahnya kehadapan Sungmin "Disini…" Tunjuknya pada perut Sungmin "Disini ada buah cinta kita sayang. Anak kita berdua"
Tanpa Kyuhyun sangka, Sungmin meneteskan air mata bahagia. Yeoja itu juga ikut mengelus perut rata nya. Meski masih berbentuk gumpalan darah, sebagai Ibu Sungmin dapat merasakan kehadiran calon anaknya kelak
"Aku sangat bahagia Min. Semoga anak kita sehat disini"
"Kita akan menjaganya bersama-sama Oppa. Apapun jenis kelaminnya kelak" Ujarnya dengan senyum lebar. Sepasang kekasih itu saling berpelukan erat menikmati moment kebahagian mereka
TBC
Annyeong Author bawa chapter 10. Kemungkinan besar chapter depan sudah End dan Kyuminnya juga nikah sama punya baby. Untuk chapter ini segini dulu ya maaf karena ceritanya pendek dan ngambang juga. Setelah fanfic ini End, author bakal bawa fanfic baru yang telah Author janjikan. Terimakasih juga untuk review chapter kemarin. Saya sangat senang begitu membaca komentar positif dari kalian semua. Dan saya sangat mencintai kalian semua Readers tercinta.
Jangan lupa review ne
Kamsahamnida
Sign,
Elfkyumin137
